Karena itu Kau

Fairy Tail milik Hiro Mashima

Karena itu Kau by Nalu D

All is Lucy POV

Chapter 2 "Cinta Yang Tak Seharusnya"

Sejak hari itu, hampir setiap malam aku terus bermimpi mengenai Natsu. Entah itu berbau fantasi ataupun layaknya dunia nyata. Bagiku semuanya sama saja. Alasannya sederhana, karena di semua mimpi itu aku tetap tak bisa meraih Natsu.

Jika kenyataan dan mimpi hasilnya sama saja, untuk apa aku memiliki mimpi? Bukankah mimpi itu seharusnya sesuai apa yang kita inginkan? Bagaimanapun kenyataannya, aku tetaplah gadis payah. Harusnya aku nyatakan saja perasaanku pada Natsu. Meskipun aku tahu jawabannya akan seperti apa, aku tetap harus menyatakan. Tapi, jika aku melakukan itu, apakah akan ada yang berubah nantinya?

DRTT DRTTT

Getaran handphone membuatku kembali berpikir pada dunia nyata. Semua pemikiran mengenai Natsu dan cinta menyedihkanku ini lenyap untuk sementara. Ku raih benda yang masih saja bergetar itu dan menatap layarnya. Membaca nama yang tertera disana. jika aku ceroboh, handphone yang ku pegang pastilah telah terlempar.

Mendapati nama orang yang kupikirkan sejak tadi muncul di layar handphone ini pastinya membuatku sangat terkejut. Tanpa berlama lama aku menjawab panggilan telepon darinya.

'Moshi-moshi. Luce?' Kyaaaa hatiku berdugem ria. Suara baritone Natsu memang sangat indah.

"Natsu? Ada apa?" Aku berusaha bersikap biasa-biasa saja. Berusaha menahan perasan meledak-ledak bahagia dalam diriku ini.

'E-to, sebenarnya aku mau minta tolong? Boleh?' Apapun itu pasti akan kulakukan. Selama kau yang meminta akan kulakukan apapun untukmu.

"Hm, gimana yah? Kau mau memberiku apa jika menolongmu?" Sebenarnya itu hanyalah trik agar Natsu tak merasa aneh karena aku selalu membantunya tanpa meminta balasan. Maksudku aku tak mau terkesan rela melakukan apapun untuknya. Yah, meskipun nyatanya aku memang tak membutuhkan balasan. Baiklah kesampingkan dulu masalah yang itu.

'Dasar, kau ini' Dari seberang sana terdengar suara tawa renyah yang begitu membuatku terhanyut. Aku bersyukur Natsu meneleponku bukan berbicara langsung padaku. Jika bertemu langsung, mungkin dia bisa melihat semburat dipipiku ini.

'Baiklah, bagaimana jika ice cream di taman Magnolia. Kudengar ice cream disana enak sekali loh. Kau mau?'

"Tentu saja!" Tak perlu berpikir lagi. Aku menyukai ice cream dan juga Natsu. Jadi tawaran itu menarik. "Lalu, apa yang harus kulakukan?"

'Mudah saja, temui Lisanna untukku. Dan berikan bunga serta surat yang telah kusiapkan padanya.'

Hening

Duniaku serasa hitam putih. Permintaan apapun jika Natsu yang memintanya pasti akan kulakukan. Tapi jika itu, aku tidak tahu. Lisanna…

'Moshi moshi? Luce kau masih disana kan? Luce?'

"Eh, gomen tadi ada burung di teras rumah jadi tanpa sadar aku memperhatikannya."

'Kau ini. Jadi bagaimana apa kau bisa melakukannya?'

"Bukankah dia ada Edolas? Edolas itu kan jauh."

'Hahaha, maaf aku lupa mengabari mu. Dua hari yang lalu dia kembali ke Magnolia bersama kedua kakaknya Aku juga mendengarnya dari Gray. Yah, rumah mereka kan bersebelahan dan aku belum menemuinya sama sekali.'

Hancurlah sudah semuanya. Lisanna kembali ke Magnolia. Dan itu artinya kesempatanku bersama Natsu sama sekali tidak ada. Kekalahan sudah telak jatuh padaku.

"Kenapa harus aku yang memberikannya? Kenapa tidak kau saja langsung?" Aku tidak bisa melakukan apa yang Natsu minta. Harus berbicara dan memberikan Bunga yang sengaja dibelikan untuk Lisanna hanya akan membuat lukaku semakin dalam. Aku benci itu.

'Yah, kau tahu kan kami tak bertemu cukup lama. Aku sepertinya belum siap. Tapi aku ingin mengucapkan selamat datang padanya. Aku ini memang pengecut. Tapi setelah itu, aku akan menemuinya.' Suara Natsu terdengar malu-malu. Suara yang tak pernah ia tunjukkan padaku. Natsu aku paham itu. Aku sangat memahaminya. Bagaimanapun kau pernah bilang padaku jika Lisanna itu cinta pertamamu. Lalu aku bisa apa?

"Be-begitu yah."

Suasana kembali hening. Aku terlarut dalam pikiranku. Kebingungan juga frustasi menyerangku. Jika aku menjawab iya, aku takut aku tidak akan bisa sembuh nantinya. Tapi jika aku menolak, alasan apa yang harus kukatakan pada Natsu?

'Luce'

Mulutku membisu. Aku sulit mengeluarkan kata-kata. Entah kenapa saat Natsu memanggil namaku hatiku serasa tersayat. Mataku semakin memanas. Aku belum boleh menangis. Aku tak mau Natsu mendengar isakan ku. Aku tak mau dia menyadari jika sesuatu terjadi padaku.

'Maafkan aku. Jika kau tidak bisa melakukannya, kau tak perlu memaksakannya. Maaf, sudah mengganggumu.'

Apa yang kulakukan? Orang yang kusukai membutuhkanku dan beginikah sikapku padanya?

"A-AKAN KULAKUKAN!" Demi Natsu, meskipun aku harus melewati jalan berduri aku akan melewatinya.

'Benarkah? Arigatou Luce. Kalau begitu besok kita bertemu di taman Magnolia. Jam sebelas.'' Suaranya sangat ceria layaknya anak kecil. Aku menyukai suara Natsu yang seperti ini. Namun, suara itu bukan untukku.

"Baiklah. Sampai jumpa besok"

'Luce…'

Setiap kali Natsu memanggilku, ada sesuatu yang berbeda disana. sesuatu yang membawa kebahagiann serta luka bersamanya.

'Arigatou, kau memang sangat baik.'

Setelah itu panggilan terputus. Aku yakin Natsu sedang bersorak gembira sekarang. Semua yang ia inginkan berjalan lancer. Sebaliknya, aku justru menderita disini. Kenyataan jika Lisanna telah kembali ke Magnolia menghempaskanku ke dasar jurang.

Kesempatanku sama sekali tak ada. Nol persen, itulah yang kupunya saat ini. Air mata yang sedari tadi terus kutahan akhirnya terjatuh. Saat air mata ini meluncur turun, rasa sakit seakan semakin menderaku. Dadaku serasa sesak, jantungku serasa membusuk, dan entah mengapa aku merasa seakan ada lubang besar disana. berdenyut dan begitu nyeri.

Tuhan,

Mengapa aku harus menemui cinta pertama Natsu? Tidakkah ini terlalu kejam? Setelah semua ini, haruskan aku menyerah dan menerima kekalahan telak? Cinta ini memang tak seharusnya terjadi. Cinta yang tak seharusnya hadir dalam hatiku. Cinta yang tak seharusnya hidup dan mengakar dalam pikiranku. Cinta ini memang tak seharusnya ada.

Hey Natsu, apa salah jika cinta yang tak seharusnya ada dalam hati ini justru semakin menginginkanmu?

TBC