HALLOW CHINGUDEUL!~ AKU BALIK LAGI DENGAN NEXT CHAPTERT^T Berhubung hari valentine sudah didepan mata, aku akan fast update sebagai hadiahnya, hehehehehe *Aku memang author yang perhatian*
OKEH! Meskipun Review-nya masih sekutil, aku tetap bersemangat kok untuk meneruskan FF ini Hiks..
Jangan bosan-bosan untuk review yaa~
Bagi yang belum Review, silahkan tinggalkan jejak kakimu kawann, agar aku bisa mengenalmu lebih dekat(Eakkk)
Okedeh, terima kasih bagi kamu-kamu yang mau review atau setidaknya membaca cuap-cuap gaje gue inih!
Selamat membaca!~
NB : Cast dan peran aku tulis di Chapter 1! so don't be confuse^^
.
.
Chapter Sebelumnya :
"Perkenalkan namaku Oh Sehun"
Luhan terperangah melihat tangan yang terulur didepannya. Namun ia tidak bisa menolak untuk menyambut tangan kekar dan lebar itu.
"Lalu siapa namamu?"
"Aku...Lu..Han"
.
.
CHAPTER 2
Kini Sehun memandang heran pada gadis bernama Luhan yang baru saja ia kenal itu.
Oh baiklah, sudah agak lama ia berdiri dihadapan gadis mungil itu, tapi masih saja gadis itu dalam keadaan yang sama, menangis sesenggukan layaknya anak kecil yang kehilangan orang tuanya. Padahal tadi tangisannya sudah sempat terhenti.
"Hey Luhan..kenapa kau menangis lagi? Kau sudah aman sekarang.. tidak akan ada lagi yang akan menganggumu disini" Ucap Sehun meyakinkan gadis itu. Ia gelagapan tidak tahu harus berbuat apa selain berharap bisa membujuk Luhan untuk berhenti menangis, dan berusaha membuat gadis itu merasa aman.
"Maafkan aku..hikss..hikss, aku hanya merasa sedih.."
Sehun semakin mengernyitkan dahinya bingung. Ah, mungkin gadis ini masih syok dengan apa yang terjadi, itulah sebabnya dia menangis, pikir Sehun. Tapi bukankah seharusnya gadis itu mengatakan bahwa dia ketakutan sekarang?, tapi kenapa dia malah mengatakan bahwa dia merasa sedih?
"Pulanglah..aku harus pergi sekarang" Sehun memang tidak punya urusan apapun lagi mengenai gadis didepannya. Untuk apa pula dia ingin tahu lebih dalam mengenai gadis itu, sementara mereka baru saja bertemu pertama kali, bahkan belum mengenal lebih dekat. Sebaiknya Sehun tidak usah ikut campur dalam masalah gadis itu. Cukup dengan menyelamatkannya, dan yapp, urusannya selesai.
Tap Tap..
"Hikss..aku tidak mau pulang"
Sehun seketika menghentikan langkah kakinya setelah mendengar ucapan Luhan. Tubuhnya kembali berputar menghadap Luhan. Jujur saja, ia semakin bingung. Apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis itu?
"Apa maksudmu?" Tanya Sehun dengan ekspresi kebingungan. Bodohnya Oh Sehun, mengapa pula dia harus peduli dengan Luhan? Terserah gadis itu ingin apa, dia mau pulang atau tidak pun seharusnya Sehun tidak usah peduli. Toh mereka hanya bertemu secara kebetulan.
Tapi, tidak mungkin juga dia meninggalkan Luhan dalam keadaan kacau seperti ini. Akkh rumit sekali.
"Aku tidak mau pulang, aku tidak mau hikss hiks.. ibu tidak menginginkanku lagi.. dia tidak menganggapku anak lagi..hsk"
Sehun terdiam ditempatnya.
Pantas saja.
Jika dilihat-lihat lebih jelas lagi, sepertinya gadis mungil didepannya ini masih seorang gadis remaja yang labil.
"Tck! Terserah padamu saja, aku hanya bisa membantumu sampai disini. selebihnya kau urus saja sendiri, aku tidak berniat untuk mencampuri urusanmu gadis kecil. Aku harus pergi sekarang, kembalilah ke rumah, aku yakin orang tuamu sedang mencemaskanmu"
"Dan juga.. pasti ada alasan mengapa ibumu berkata seperti itu" Sambungnya kemudian.
Luhan terlihat memikirkan ucapan Sehun barusan. Benar juga apa yang dikatakannya. Sebaiknya Luhan meminta penjelasan dari ayah dan ibunya, dengan begitu dia tidak akan sedih lagi. Mungkin ini memang sebuah kesalahpahaman.
"Aku pergi dulu gadis kecil, dan kau cepatlah pulang sebelum hari gelap"
Luhan terdiam dalam posisinya memandangi punggung Sehun yang mulai masuk kedalam mobil sport yang dibawanya, dan pada akhirnya mobil itu bergerak, semakin tak terlihat karena jarak antara mereka yang semakin jauh.
"Cih...aku bukan gadis kecil.." Umpatnya dengan kesal seraya mengusap wajahnya yang penuh dengan air mata.
.
.
Drtt Drtt
From : Huang Zizi
"Kau dimana? Aku sudah menunggumu selama 1 jam dan kau tidak datang juga. Apa kau ingin hubungan kita berakhir?"
Isi pesan itu cukup membuat Sehun menghela nafas panjang. Bukan salahnya juga mengapa ia bisa terlambat seperti ini. Jika saja tadi tidak ada kejadian penculikan didepan matanya, mungkin dia sudah sampai tepat waktu.
To : Huang Zizi
"Hey, jangan marah begitu.. aku sudah hampir sampai"
Sehun masih sibuk mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, namun meskipun begitu dia masih taat akan lalu lintas dan keselamatan.
Mengenai schedule hari ini, Seharusnya tadi Sehun ingin mengunjungi toko bunga disekitar gangnam, tapi yah, karena peristiwa tadi juga, rencananya gagal total.
Dan mengenai Huang Zizi, itu adalah sebuah nama panggilan Sehun yang diberikannya pada seorang gadis. Gadis yang sangat dekat dengannya. Mungkin lebih tepatnya, gadis yang spesial untuknya karena mereka telah bersama sejak mereka kecil.
Huang Zizi/Huang Zitao/Huang Ji, seorang putri perdana menteri, yang baru setahun lalu menjadi kekasih Sehun.
.
.
BRUMM BRUMM
Sesampainya disebuah gedung, Sehun segera memarkirkan mobilnya dipinggir dan segera berlari keluar dari sana untuk menghampiri seorang gadis yang berdiri didepan taman.
"Hey..." Sapanya dengan nada lembut, harap-harap cemas jika saja gadis bernama Huang Ji itu akan marah besar karena keterlambatannya.
"Cihh..Seharusnya kau tidak usah datang lagi" Sialnya, gadis itu memang sedang dalam keadaan kesal. Lihatlah, dia bahkan tidak sudi memandang wajah tampan milik Sehun. Tck! Jika sudah begini, Sehun harus mengeluarkan jurus andalannya.
"Zizi-ah Mianhae..." Dan sekarang Sehun sedang dalam posisi memeluk pinggang gadis itu dari belakang. Oh Tuhan betapa beruntungnya gadis itu. Pelukan dari seorang Oh sehun adalah sesuatu yang sangat diidam-idamkan wanita-wanita cantik dan terhormat diluar sana. Tapi, Hanya Huang Ji seorang yang selalu mendapatkannya. Bahkan Sehun sendiri tidak pernah memperlakukan ibunya selembut ini, Damn!.
Jika sudah mendapatkan pelukan seperti ini, Huang Ji tidak akan mungkin bisa marah lagi pada Sehun.
"Berjanjilah untuk tidak mengulanginya lagi" Ucap Huang Ji akhirnya dengan nada lembut.
Ia bisa merasakan dagu Sehun yang bergerak-gerak dibahunya, menandakan bahwa pria itu menyetujui ucapannya.
Huang Ji tersenyum puas setelah itu.
"Kau sudah memaafkan aku kan?" Tanya Sehun masih dalam keadaan posisi yang sama.
"Em" Balas Huang Ji pelan.
"Kalau begitu, acara dating kita tetap berlanjut kan?" Sehun kembali bertanya kali ini dengan wajah yang antusias.
"Hm, tentu saja pangeran jelekk" Balas Huang Ji yang kini sudah dalam posisi mencubit kedua pipi Sehun dengan gemas.
"Aww appohh" Ringis Sehun sambil mengelus pipinya yang perih dan tak lupa menampilkan wajah mirip bocah khas miliknya.
.
.
OTHER PLACE
TAP TAP TAP
Luhan berjalan dengan pelan memasuki kediaman rumahnya. Ia ingin memastikan apa yang sedang dilakukan oleh ayah dan ibunya didalam sana. Apakah mereka sedang menangis menunggu kepulangannya, atau apakah mereka sedang cemas memikirkan cara untuk menemukan dirinya. Luhan berharap memang seperti itu. Jika sudah begitu, itu artinya ucapan ibunya tadi hanyalah kesalahpahaman.
Tapi alangkah kagetnya dia melihat sebuah mobil mewah terparkir dihalaman rumah. Luhan sangat was-was saat ini juga, mungkin saja itu mobil pria-pria yang ingin menculiknya.
Tap Tap Tap
Other side
"Maafkan kami yang mulia.. kami tidak bisa menjaga putri mahkota dengan baik. Setelah kejadian penculikan itu, kami sungguh tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain segera melaporkannya pada yang mulia. Maafkan kami yang mulia.."
"Kalian tidak perlu cemas, aku sudah menyuruh beberapa pengawal untuk mencarinya. Untung saja kalian segera memberitahukannya padaku. kita harus lebih waspada. Karena diluar sana, banyak orang jahat yang mengincar Putri mahkota demi kepentingan tahta kerajaan. Karena itu pula, aku ingin segera membawanya kembali ke istana, kebetulan juga umurnya sudah memenuhi syarat untuk menjadi salah satu penerus warisan kerajaan yang sah"
DEG
Luhan membeku ditempatnya sekarang setelah ia mendengar sebuah pembicaraan dari dalam sana.
"Is..Istana? Putri..Mahkota? Warisan..? Apa maksudnya?" Luhan terperangah dengan perkataannya sendiri. Ia berharap seseorang bisa segera menjelaskan segala kebingungannya saat ini.
"Apa anda Putri Mahkota?"
"ASTAGA! KAU MENGAGETKANKU!
Luhan tersentak kaget sambil memegang jantungnya yang hampir copot. Entah bagaimana pula caranya seorang pria berjas hitam, bertubuh tinggi dan berbadan tegap sudah berada dibelakangnya memergokinya sedang menguping pembicaraan dari luar. Pria itu sudah seperti hantu jadi-jadian.
"Kau yang siapa? Ini adalah rumahku, dan kau... astaga! tunggu, apa kau ingin menculikku?!"
Seingat Luhan, Ciri-ciri pria yang didepannya saat ini sangat mirip dengan pria yang tadi sore ingin menculiknya. Oh tidak.
CKLEKK
"Luhan?!"
"Eo-Eomma" Wajah Luhan seketika berubah menjadi sendu seiring dengan kemunculan sang ibu yang secara tiba-tiba dari balik pintu.
"Bagaimana bisa?! Astagaa sayang! Ibu sungguh mencemaskanmu!" Sang ibu segera memeluk Luhan dengan sangat erat. Cukup membuat Luhan kaget.
"Maafkan ibu sayang! Maafkan ibu! Ibu tidak bermaksud untuk berkata seperti itu tadi..hsk hkss.. itu karena ibu tidak ingin kau dibawa oleh pria jahat itu. Hskk maafkan ibu sayang.."
"Eo..Eomma..." Luhan terdiam dalam posisinya sekarang menerima pelukan Sang ibu yang semakin erat.
Oh...Tenyata memang salah paham.
Ibunya hanya berusaha untuk melindunginya.
"Eomma tidak salah.. aku yang sudah salah paham. Maafkan aku.." Balasnya dengan wajah terharu bercampur dengan rasa bersalah.
Seharusnya dia yakin, bahwa ibunya adalah wanita yang akan selalu menyayanginya walau apapun yang terjadi. Ibunya adalah wanita yang selalu mencemaskannya.
"Tidak apa-apa sayang.. ibu sangat bersyukur kau kembali"
Sang ibu dan anak itu pun saling berpelukan hangat. Namun tidak berlangsung lama setelah sebuah suara menginterupsi kegiatan mereka.
"Nyonya, Yang mulia ratu menyuruh anda untuk segera membawa putri mahkota ke dalam rumah dan berbicara dengan beliau segera" Ucap salah seorang pengawal yang keluar dari rumah. Sebenarnya masih ada dua pengawal lagi yang berjaga didalam, sedangkan satu orang pengawal yang tadi memergoki Luhan bertugas berjaga di luar.
"Baiklah, kami akan segera masuk" Balas ibu Luhan pelan seraya melepas pelukannya dari Luhan.
"Eomma, apa yang sebenarnya sudah terjadi? Siapa yang-"
"Lebih baik sekarang kita masuk dulu, kau pasti akan tau nanti"
Luhan akhirnya menuruti perkataan sang ibu. Ia tidak bisa menyangkal perasaannya yang kini menjadi gugup, dan entah kenapa pula jantungnya berdetak lebih kencang, merasakan seperti ada momentum penting yang akan terjadi.
Tap Tap Tap
"Kami disini yang mulia.." Ibu Luhan bergerak menghadap ke arah sebuah kursi yang diduduki oleh seorang wanita. Luhan bisa melihat 2 pengawal berdiri disamping wanita itu, sedangkan ayahnya sedang berdiri didepan sang wanita, yang seketika membuatnya tercengang. Sungguh tercengang melihat betapa elegan dan mahal nya pakaian yang dikenakan oleh wanita tersebut. Dari semuanya itu cukup menguatkan keyakinannya bahwa wanita yang kini ia lihat itu adalah wanita yang sangat terhormat.
Eh tapi tunggu dulu! setelah diperhatikan dengan baik-baik..
Bukankah itu Ratu Kim Yoona? Ratu yang sangat terkenal itu?
WHAT? Siapa yang tidak kenal dengan sosok hebat itu? Siapapun pasti mengenalnya, termasuk Luhan sendiri!
Oh my god! Luhan tidak bisa berkutik lagi ditempatnya setelah mengetahui siapa sosok yang ada dihadapannya saat ini. Sungguh membuatnya tercengang. Dan ini mungkin merupakan hal yang paling mencengangkan seumur hidupnya.
"Luhan?..apakah ini kau?" Luhan semakin merasakan jantungnya berdegup secara berlomba-lomba saat sosok wanita itu kini berjalan menghadap kearahnya, bahkan memanggil namanya.
"Putriku...Kau sudah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik jelita.. Hidung dan matamu persis seperti milik ayahandamu"
DEG
Luhan mematung tanpa mengeluarkan kata-kata. Matanya melotot tak percaya. Apakah ini mimpi? Mengapa semua orang menjadi sangat aneh hari ini? Jika memang ini mimpi, Luhan berharap ia segera bangun sekarang.
Dulu saat masih kecil, Luhan memang selalu mengidamkan dirinya menjadi seorang putri kerajaan. Tapi mengapa ia bisa memimpikan hal konyol ini sekarang? Itu semua hanya khayalan belaka dan tidak akan mungkin bisa terjadi.
Sadarlah Luhan! Ini hanya sebuah mimpi konyol. Bangunlah!
"Luhan?" Kim Yoona memandang bingung pada perilaku Luhan, tapi ia pikir Luhan pastilah sedang dalam keadaan syok setelah mendengar ucapannya.
"Kau tidak apa-apa Luhan?" Sang ayah pun juga ikut berusaha menyadarkan keterdiaman Luhan yang sudah berlangsung selama beberapa detik. Bahkan sekarang semua orang memandangnya dengan serius, mengharapkan sebuah jawaban agar keluar dari bibir Luhan.
"Aku...Aku tidak-"
BRUKK
"LUHAN!"
"Astaga! Luhan!"
Semua orang mendadak panik melihat tubuh Luhan yang secara tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri ke lantai.
"Shin! Panggilkan dokter sekarang!" Teriak Kim Yoona dengan sangat panik seraya mendekap tubuh Luhan yang lemas tak berdaya.
"Baiklah Yang mulia"
.
.
.
Other Side
Malam ini, Sepasang kekasih justru memilih menghabiskan kencan mereka di dalam sebuah apartemen mewah. Tentu saja harus begitu, jika mereka go public, seluruh masyarakat korea mungkin akan menjadi gempar, bahkan bisa membuat keluarga kerajaan kacau.
Tapi.. mungkinkah mereka bisa bertahan dengan keadaan yang seperti ini?
"Huff..Aku bosan menghabiskan kencan disini terus" Keluh Huang Ji, sang wanita, dengan wajah lesu. Setelah setahun mereka menjadi sepasang kekasih, belum pernah sekalipun mereka pergi ketempat yang ramai untuk bersenang-senang.
"Sabarlah sedikit.. cepat atau lambat aku pasti akan segera mengumumkan hubungan kita pada semua orang, dan kita akan bebas pergi kemanapun yang kau mau.." Tangan Sehun, sang pria, sudah bertengger dipuncak kepala Huang Ji sambil mengelus rambut halus miliknya.
"Heummm...tapi kapan? Kau selalu mengatakan hal itu padaku, tapi kau tidak pernah berniat akan benar-benar melakukannya" Huang Ji memandang kecewa kekasihnya itu. Sangat rumit memang jika sudah menjalin hubungan serius dengan orang yang sangat penting. Apalagi jika dia berstatus sebagai putra mahkota.
"Aku sedang menunggu waktu yang tepat" Sehun melemparkan senyuman hangat.
"Aku mengerti.." Nada suara Huang Ji terdengar lebih pelan. Ia memang tidak seharusnya memaksakan Sehun dengan semua keinginannya. Ia juga seharusnya tahu, hubungan mereka tidak semudah yang ia bayangkan.
"Jika kau bosan, kau bisa memintaku melakukan apapun untukmu, aku akan melayanimu layaknya tuan puteri, bagaimana?" Tawar Sehun sembari mendekatkan tubuhnya pada Huang Ji yang sedang terbaring tak jauh disampingnya.
"Benarkah?"
Sehun mengangguki pertanyaan Huang Ji.
"Hmm..kalau begitu, bisakah aku meminta sebuah pelukan?" Huang Ji memperlihatkan senyuman lebarnya. Ia pikir ini permintaan yang konyol. Tapi jujur saja, ia memang sungguh menginginkannya. Karena baginya, sebuah pelukan dari Sehun sama halnya seperti sebuah hal ajaib yang mampu membuat perasaannya menjadi beribu-ribu kali nyaman dan tentram.
"Tentu saja tuan puteri" Sehun tersenyum gemas melihat tingkah sang kekasih.
Ia pun kembali bergeser mendekat pada tubuh Huang Ji. Ia bawa tubuh itu segera kedalam pelukannya, mengeratkannya, dan menempatkan kepala Huang Ji tepat didada bidangnya.
Sungguh nyaman.
Huang Ji memang orang yang paling beruntung sedunia.
.
.
.
Other Place
Terhitung sudah 2 jam lamanya, Luhan masih dalam keadaan terbaring lemah ditempatnya.
Kondisinya memang tidak parah. Hanya kelelahan dan syok berat.
Kim Yoona memerintahkan pengawal untuk berjaga di luar ruangan. Jadi tidak akan ada siapapun yang bisa mengancam keselamatannya, termasuk pelayan-pelayan istana, karena mereka juga harus dikawal ketat oleh pengawal saat masuk ke dalam ruangan Luhan.
Benar, Sekarang Luhan sedang berada didalam Kamar istana. Kim Yoona memutuskan untuk segera membawa Luhan meskipun dalam kondisi yang tidak baik.
Dan saat ini, Gadis mungil itu masih setia memejamkan mata indahnya. Mungkin ia sungguh kelelahan, mengingat bahwa tadi siang ia baru saja mengantar 5 pesanan sekaligus ke rumah yang berbeda, bahkan mengalami peristiwa buruk saat kembali ke kedai. Ditambah lagi, suatu kenyataan yang membuatnya syok seketika.
Apakah ini nasib sial? Atau mungkin bisa dibilang nasib untung? Entahlah..
.
.
Other Side
"Besok aku akan memperkenalkan Putera mahkota kepada Luhan. Ini saat yang tepat untuk menjodohkan mereka berdua demi persatuan dan keutuhan dua wilayah kerajaan di Korea"
Terlihatlah Kim Yoona yang kini sedang berbicara pada anggota keluarga kerajaan.
Mungkin kalian bingung apa yang dimaksud dengan persatuan dan keutuhan dua wilayah kerajaan di Korea.
Sedikit penjelasan dari saya,
Jadi sebenarnya, Korea selatan saat ini terdiri dari dua kerajaan. Yakni, kerajaan Joseon dan kerajaan Goryeo. Dua kerajaan ini adalah kerajaan utama yang menjadi daerah besar di Korea.
Semenjak raja Goryeo jatuh sakit, kerajaan ini semakin kesulitan dalam menjalankan berbagai hal. Karena itu Kim Yoona, selaku ratu Goryeo sekaligus permaisuri raja Goryeo, ingin melakukan kerja sama dan persatuan dengan kerajaan Joseon, sebagai tanda hubungan persahabatan dan tujuan untuk membangun kembali kejayaan kerajaan Goryeo.
Dan satu-satunya cara adalah, menikahkan Luhan dengan Putera mahkota Joseon.
Mengapa Luhan?
Tentu saja, karena Luhan satu-satunya puteri mahkota di kerajaan Goryeo, dan itu tidak bisa diganggu gugat lagi.
"18 tahun adalah umur yang sangat matang untuk melangsungkan pertunangan" Sambung Kim Yoona.
"Besok kalian harus mengirim surat pertemuan penting dengan kerajaan Joseon untuk mempertemukan Luhan dengan putera mahkota Joseon. Aku dan Raja Joseon sudah sepakat untuk melangsungkan pertunangan mereka 7 hari ke depannya"
"Kurasa itu memang ide yang bagus, aku akan menyuruh seseorang untuk mengirim suratnya" Sang ibu suri terlihat sangat antusias dengan semua rencana Ratu Kim Yoona.
TAP TAP TAP TAP
"Yang mulia, Saat ini Puteri mahkota sudah sadar"
Mendadak seorang pengawal datang menginterupsi kegiatan mereka, tentunya membawa sebuah kabar bagus, Kim Yoona tersenyum lega. Inilah saatnya untuk memberitahu semuanya pada gadis mungil itu.
TBC!
Disini memang belom ada HUNHAN sweet Momentnya guys, tapi jangan kecewa dulu ya, aku uda siapin berbagai ide untuk menyatukan cinta mereka berdua. Jadi, tunggu dan lihat saja apa yang akan terjadi setelahnya. hohohoho.
Oh iya, ada Guest yang nanyain umur Sehun dan Luhan berapa ya?
Jadi uda terjawab tuh umur Luhan berapa, dan Sehun juga punya umur yang sama dengan Luhan.^^
So, at last, jangan lupa di review yaa, aku doain bagi kamu yang review bakalan mendapat berkah yang melimpahh~ AMINNNN!
Happy Valentine day~_HHS.
