Haaloo Miiinnaaa! AikChaan balik lagi Nich untuk menjawab permintaan sahabatku yang udah penasaran banget sama kelanjutan Fic ini. Hehehe padahal sebenarnya dia udah tahu banyak. Udah langsung aja yaa. Keep smile and Happy reading ^_^

Declaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : NaruHina X NaruSaku

Genre : Hurt/Comfort

Chapter 2

Cerita sebelumnya

"Kenapa ya Naruto-kun bersikap seperti itu?!" Gumam Hinata dalam hati. Saat ini Hinata sedang menunggu sang kakak yang lagi rapat OSIS disebuah taman yang tak jauh dari aula sambil terus memikirkan sikap Naruto hari ini. Sangat menyenangkan jika Naruto bersikap baik hari ini, tapi Hinata ingin tau apa yang bisa membuat Naruto berubah seperti itu. Hinata ingin Naruto terus seperti itu tidak hanya hari ini tapi dihari – hari berikutnya. Seperti tersadar akan satu hal Hinata terlonjak dan bangkit dari tempat duduknya kemudian berlari mencari sahabatnya Ino

"Mungkinkah ini karena…..."

Sambil berlari, Hinata terus bergumam dalam hati

"Mungkinkah ini karena.. karena.. karena.." tanpa sadar Hinata sudah sampai didepan kelasnya tapi kelasnya sudah hampir kosong, dan yang tersisa hanya Tenten, Kiba, Lee, Conan dan Shion. Capek setelah berlari, Hinata menghempaskan tubuhnya ke kursi terdekat.

"Ada apa Hinata chan?" Tanya Tenten heran melihat sekujur tubuh Hinata yang berkeringat sehabis berlari

"Huufftt… Ano Tenten chan, Lihat Ino chan?" sambil mengatur nafas, Hinata bertanya

"Kalau Ino sudah pasti bersama Temari, kalau pulang sekolah kan mereka selalu pergi ke kelasnya Ryn Senpai"

"Ohh iya aku lupa! Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya Tenten chan. Uhhmm.. Tenten chan dapat salam tuh dari Neji nii" sebelum permisi Hinata masih sempat menggoda sahabatnya itu

Yang digoda hanya bisa tesipu malu, melihat itu Hinata mau tak mau tertawa geli. Setelah puas melihat Wajah sahabatnya yang sudah seperti kepiting rebus Hinata balik badan dan pergi ke kelas Ryn senpai. Belum sampai ditempat tujuan Hinata melihat semua orang sudah keluar dari aula dan tampak Neji yang melambaikan tangan kepadanya. Hinata sadar bahwa kali ini benar – benar sudah waktunya untuk pulang, jam juga sudah menunjukkan pukul 3 : 30 PM. Akhirnya Hinata memutuskan untuk menceritakan dugaannya pada Ino besok saja.

Didalam mobil

"Hinata, Ada apa denganmu? Dari tadi kamu diam saja, bahkan sampai Sai menegurmu kamu juga tidak dengar" Tanya Neji yang sedikit cemas takut kalau Hinata Sakit karena terlalu lelah menunggunya.

"Aa..aa..AAaa..Hufftt.. aku baik – baik saja Neji nii" Hinata bingung bagaimana menjelaskannya kepada Neji

Seperti tahu apa yang sedang berputar dalam benak adiknya, Neji memutuskan untuk tidak bertanya lagi. Hinata juga sebenarnya tidak ingin menyembunyikan apapun dari kakaknya, tapi untuk saat ini Hinata ingin menyimpannya sendiri. Cukup hanya sahabat terdekatnya yang tahu.

Malam harinya setelah belajar Hinata membuka jendela kamarnya yang seperti pintu dan langsung mengarah ke balkon. Tempat Hinata merenung atau belajar bersama teman dan sahabat – sahabatnya

Hinata POV

Aku senang hari ini, Naruto kun sangat berbeda dari biasanya. Dia lebih penurut bersikap lembut dan perhatian. Aku ingin Naruto kun terus seperti ini. Aku punya dugaan mungkinkah ini karena kejadian minggu lalu di hari yang sama seperti hari ini saat sepulang sekolah. Kalau memang benar dugaanku ku harap dia benar – benar mau berubah.

End Hinata Pov

Hinata terus memanjatkan doa kepada Tuhan, agar apa yang dia inginkan bisa terwujud. Sambil memandang bintang hinata mengingat kembali kejadian seminggu lalu. Saat ia sudah benar – benar lelah sampai akhirnya ia menumpahkan semua perasaannya yang sudah lama ia simpan.

FLASHBACK

"Naruto sekarang giliranmu yang menyapu! dari tadi pagi kamu tidak mengerjakan apapun" kata Conan

"Iya lihat itu Lee dan Shino mereka memungut sampah. Sementara kamu hanya berdiri di sudut tanpa melakukan apapun!" tambah Ino

Omelan dari teman – temannya sama sekali tidak di acuhkan oleh naruto. melihat itu Hinata jadi tidak tahan.

"NARUTO KENAPA KAMU TIDAK JUGA MAU MENDENGAR HAA?! HARI INI TIDAK SATU PEKERJAAN PUN YANG KAMU LAKUKAN. KALAU BEGINI TERUS AKU AKAN MELAPORKANMU PADA KURENAI SENSEI!" Hinata berteriak, saking histerisnya dia lupa memakai kata kun dia akhir nama Naruto.

Melihat tidak ada respon sama sekali akhirnya Hinata melepaskan sapu yang ia pegang begitu saja, dan berlari keluar kelas sambil menangis. Ada yang luput dari pandangan Hinata, Naruto tidak memberikan respon bukan karena cuek melainkan karena kaget melihat Hinata yang histeris. Semua yang melihat itu juga jadi kaget, karena untuk pertama kalinya gadis Hyuuga yang biasanya lembut dan tidak pernah marah sekarang malah berteriak histeris seperti itu

Hari ini Hinata tidak pulang bersama Neji karena Neji berada di desa Suna untuk mengikuti lomba debat antar desa. Hinata bersyukur karena itu, lagian Hinata juga tidak tahu apa yang akan dikatakannya kalau Neji melihatnya menangis seperti itu.

Sesampainya dirumah, Hinata segera berlari ke kamarnya tanpa meperdulikan sekitarnya. Semua pelayan yang bekerja dirumahnya heran melihat Nona muda mereka yang biasanya ramah dan tak pernah lupa menegur siapa saja yang menyambutnya ketika pulang, siang ini terlihat berbeda. Tapi tak ada satu pun yang berani mengusik Hinata. Mereka tahu saat ini sepertinya Nona Hyuuga ini membutuhkan waktu untuk sendiri.

Di Dalam Kamar

"hikss..hikss..hikss.." Hinata menangis, sakit hati dengan sikap Naruto.

Setelah lima menit Hinata duduk, menelungkupkan kedua tangannya dan menangis. Tiba - tiba ponselnya beredering tanda sms masuk. Hinata menengadah, lalu berdiri dan mengambil ponselnya.

Betapa terkejutnya Hinata ketika tahu bahwa pesan yang masuk itu bersal dari Naruto. Orang yang baru saja ia tangisi. Orang yang menyakitinya dengan sikap dan bahasa tubuhnya.

From : Naruto kun

Maaf.

Hanya satu kata itu mampu mebuat seorang Hyuuga Hinata buru – buru menghapus sisa air matanya lalu mengetikkan sms balasan

For : Naruto kun

Iya Naruto kun, aku memaafkanmu. Tapi kamu harus janji tidak bersikap seperti itu lagi

Semudah itukah Hinata memaafkan Naruto? Yahh itulah Hyuuga Hinata mudah memaafkan orang lain meskipun orang itu sudah menyakitinya berkali – kali.

End Flashback

Mengingat itu semua Hinata tersenyum dan kemabli berharap bahwa sikap Naruto hari ini berubah, itu karena dirinya. Puas memandang langit malam yang dipenuhi bintang, Hinata masuk kedalam kamarnya, menutup jendela kemudian siap – siap untuk tidur. Sebelum tidur tak lupa Hinata memanjatkan doa

"Kami sama berilah aku mimpi yang indah untuk menemani tidurku malam ini" setelah selesai berdoa, hinata mematikan lampu kamarnya dan tidur.

#%TBC#%

Huuufftt…akhirnya chap 2 selesai juga. Makasih ya yang udah review jangan bosan – bosan dan terus ikuti ceritanya. don't forget review pleaseee! Sekarang aku mau balas review dulu :)

: iya, aku sadar koq kalau kalimat dan bahasanya masih kurang. Nanti aku akan berusaha buat yang lebih baik lagi, maklum ini fic yang di republish jadi ya begitulah hehehe Thank's udah review ya ^_^

DrunKenMist99 : Iya ini udah aku lanjut :) Makasih ya udah review

: Udah terjawabkan :) ikutin terus ceritanya ya and thank's udah review