Hai, Akira di sini. Chapter ini berubah dari draft awal tapi tetap dengan alur awal. Oh ya dari review yang masuk, ada yang kebingungan soal GS. Maaf Akira nggak sempat menuliskan cast yg GS. Cast yg GS for uke...
Ok langsung aja ya...
Happy reading...
Unniedeul, oppadeul, dongsaengdeul, senang Mark bisa menyapa kalian lewat surat ini. Rasanya seperti dapat melepaskan semuanya. Maafkan aku. Unniedeul, oppadeul, dongsaengdeul, jika kalian menemukan surat ini berarti kasur yang kupakai sudah rusak dan sobek ya ? Saat itu mungkin aku tak ada di sisi kalian. Kenapa aku menulis ini dan menaruhnya di kasurku ? Karena aku tak yakin bisa membicarakannya secara langsung. Dorm kita diawasi langsung oleh sajangnim dan mungkin akan hilang saat aku tak lagi jadi bagian kalian. Sejujurnya aku minta maaf jika aku tidak bisa bertahan dengan kalian hingga akhir dan tak mampu berkata jujur tapi sungguh aku begitu menghormati dan menyayangi kalian.
Aku akan jujur kini pada kalian. Memang benar aku keluar masuk ke ruang CEO SM tapi itu kulakukan karena sajangnim selalu memanggilku untuk memicu emosiku. Ia berkata perang padaku dan akan membuat NCT hancur. Bukan hanya padaku tapi juga Hansol-unnie. Kami berdua sepakat untuk mengubur masalah ini dalam-dalam dan hanya kami berdua yang terlibat. Alasanku mengikuti semua comeback unit adalah agar aku bisa memantau kalian meski tubuhku mulai tak bisa bekerja sama lagi seperti saat trainee dulu. Sajangnim tak ingin NCT menjadi besar dengan cara menyenangkan. Ia ingin menjual air mata kita. Ia ingin NCT terlihat menyedihkan namun aku tak ingin itu terjadi. Aku ingin NCT besar dengan caranya.
Jujur malam ini, aku memikirkan untuk menyerah dan membiarkan kalian bebas dari sajangnim. Kumohon tegarlah meski aku tak bisa mengawasi kalian lagi. Aku mulai sakit. Hidungku sering mimisan akhir-akhir ini. Mungkin ini saatnya aku pergi dari kalian. Aku benar-benar menyayangi kalian. Aku tak ingin kalian terluka lebih dari ini. Maafkan aku tak bisa egois untuk bersama kalian. Meski aku tak di sana, ada Hansol-unnie yang akan menjadi penggantiku. Pondasi NCT takkan pernah jatuh. Bukankah singkirkan pondasi lemah dan ganti yang menjadi lebih kuat akan membuat sebuah bangunan kuat ? Aku menyerah tapi kumohon kalian jangan menyerah. Aku tetap egois ya sampai akhir. Maafkan aku.
Beberapa minggu ini, aku ingat dengan lagu Goodbye milik 2NE1. Ini hanya perpisahan sementara. Aku janji. Begitu aku cukup kuat, aku akan melihat kalian dari jauh penuh rasa bangga. Maafkan aku. Selamat untuk member baru yang debut. Maaf aku tak bisa mengatakan secara langsung. Jujur aku membayangkan seramai apa dorm kini. Apa 40 ranjang itu kini sudah penuh ? Kupikir ya. Apapun yang aku katakan adalah benar. Jika kalian meragu bukalah kartu memori yang kutinggalkan. Sajangnim memberikannya padaku. Di sana ada rencananya untuk menghancurkan NCT. Aku bingung rumor itu beredar dari siapa ? Siapapun itu aku sudah memaafkannya. Mungkin itu karena ketidakmampuanku menjadi orang yang lebih baik. Aku percaya itu bukan dari member NCT atau calon member NCT. Karena NCT hanya berisi orang yang berhati baik dan tulus saja.
Taeil-oppa, tetaplah jadi oppa/hyung yang selalu perhatian. Hansol-unnie, beristirahatlah. Sajangnim takkan membuatmu bingung lagi mulai dari sekarang. Maaf tak datang pada pernikahanmu nanti. Johnny-oppa, jangan terlalu banyak minum soju, tak baik untuk kesehatanmu. Kutunggu karya kerenmu. Taeyong-oppa, mianhe, saranghae. Kuharap siapapun penggantiku, dia akan lebih baik merawatmu. Bisa memasak dan hal yang tak bisa aku lakukan sebelumnya. Yuta-oppa, maafkan aku yang tak bisa membela NCT dengan memukul mereka. Aku hanya bisa menunjukkan wajahku dan membuat mereka diam dengan tatapanku saja. Maafkan aku. Kun-oppa, apa sajangnim janjikan padamu ? Kuharap bukan sesuatu yang buruk. Jagalah NCT demi aku. Doyoung-unnie, tetaplah tersenyum, aku suka senyumanmu. Kapan kalian akan menikah ? Ingat umumkan di media agar aku bisa mengirim hadiah. Eomma, saranghae. Ten-unnie, unnieku yang paling cerewet, bagaimana dengan Taeil-oppa, kapan kalian akan menikah ? Kekeke, maaf tak bisa menemanimu ke Hawaii atau ke list impian kita. Jaehyun-oppa, oppa, jika kau tak segera menikahi Doyoung-unnie, kujodohkan dia dengan hyungku. Peace. Aku hanya bercanda. Jaga Doyoung eomma untukku. Winwin-unnie, jaga Yuta-oppa dengan baik. Jaga NCT. Renjun, giatlah belajar. Patuhi apa yang Jeno katakan. Jadilah yang lebih baik lagi. Jeno, aku yakin kau akan jadi leader yang lebih hebat dari pada diriku. Dengarkan mereka, kurangi omelanmu. Sukseslah dengan baik. Jaemin, dengarkan leadermu dengan baik. Jangan terlalu banyak bercanda saat yang serius. Sukseslah, naedongsaeng. Haechan, jangan terlalu banyak bermain-main. Fokuslah belajar. Jadilah orang yang sukses. Chenle, jangan terlalu banyak bermain-main. Hormati oppa dan unniemu dan dengarkan mereka. Jisung, mungkin kau nanti akan jadi hyung, pastikan mereka nyaman di dekatmu. Jadilah hyung yang baik dan jadilah orang yang sukses. Aku mendukungmu dengan Haechan. Semuanya maaf sekali lagi. Maafkan aku. Annyeong.
Chapter 2 – One Regret
Semua member NCT generasi pertama terdiam. Doyoung menyeka air matanya. Semuanya menangis. Yuta teringat akan umpatannya dulu. Winwin teringat akan kelakuannya yang tak menyenangkan untuk Mark. Kun teringat membantu sajangnim yang harusnya menjadi musuhnya. Suasana menjadi lebih aneh. Semuanya terdiam tak ada yang berbicara. Harusnya mereka lebih terbuka dulu. Namun semua terlambat. Just one mistake, got one regret. Ya benar hanya karena satu kesalahan, penyesalan mereka tak bisa ditukar. Hansol menghapus air matanya. Ia mencoba menahan getaran suaranya. Mereka berkumpul di loteng yang Hansol ubah menjadi kamar. Semua barang-barang Mark ada di sini kecuali paspor dan ponsel.
" Itu kenapa aku marah pada kalian saat aku ke sini dan Mark pergi. Mark sudah banyak berkorban demi kita. Nama baik NCT dia perjuangkan seorang diri. Pandangan yang sulit ia terima demi mengubah nama NCT. Aku harusnya tak mengatakan ini tapi aku harus. Mark mengalami panic disorder. Dia mudah takut saat ada yang berteriak padanya atau memandangnya dengan pandangan tak nyaman. Kalian pasti tahu kenapa stage pertamanya di HSR kacau ? Itu karena panic disordernya. Dia berbeda dan dia berusaha mengubahnya dengan menjadi idol ", ujar Hansol dengan nada menenangkan.
Jaehyun terdiam. Ia teringat akan janjinya dulu. Ia akan memukul Yuta bila Yuta menyakiti Mark. Jaehyun menahan emosinya dan menatap ke arah Doyoung yang terus meneteskan air matanya. Bruk. Sebuah pukulan mendarat tepat di pipi kanan Yuta. Jaehyun menundukkan kepalanya. Semua diam. Bruk. Sekali lagi pukulan mendarat pada Kun. Sebuah tinjuan mendarat ke arah Taeyong dengan keras.
" Aku sudah melaksanakan janjiku. Kalian bertiga yang paling bersalah bersama Winwin. Sayang, Winwin seorang perempuan, jika tidak, aku sudah memukulnya. Seandainya saat itu, Yuta-hyung tak membuat Mark ketakutan, Mark takkan pergi. Seandainya, Kun-hyung tak membantu sajangnim, kita takkan kehilangan Mark. Taeyong-hyung, seandainya kau percaya pada Mark dan mendengarkannya, Mark takkan pergi dan kau akan tetap bersama Mark. Mark sangat mencintaimu. Kau tahu saat kau akan dikeluarkan karena kontroversimu, Mark bahkan berlutut di depan sajangnim demi dirimu. Apa kalian sadar tanpa Mark, kita takkan di titik ini ? Mark berhasil membuat mini album ketiga NCT 127 besar dengan kolaborasinya dengan Deepflow-nim dan Seo Chulgu-nim. Menurut kalian, mereka akan melirik idol jika bukan karena Mark ? Tidak. Penjualan album ketiga kita laku keras karena teman-teman rapper Mark juga membelinya secara digital. Pernahkah kita berpikir jika bukan karena Mark, kita takkan sebesar ini ? "
Doyoung mengelus bahu Jaehyun yang naik turun dengan cepat. Jaehyun sedang marah kini. Hansol memberi kode untuk member lain agar diam. Jaehyun mendengus frustasi. Kenapa baru sekarang mereka sadar ?
" Kita cari Mark. Kita harus minta maaf ", ujar Taeyong lemah.
Jaehyun tertawa dengan keras. Air matanya mengalir. Ya dia sangat terpukul kini.
" Mau mencari dimana ? Emailnya sudah tak aktif. Orang tuanya dan keluarga Lee sudah lama tak kontak dengan Mark. Mereka bukan keluarga kandungnya. Tak ada daftar penerbangan Mark ke negara manapun bahkan aku yakin dia tak ada di Korea Selatan dan Kanada lagi. Mark sudah pergi ", ujar Johnny.
" Tak bisakah kita bertanya pada sajangnim saja ? " tanya Kun lirih.
" Menurutmu dia akan menjawab ? Sajangnim harus ditekan baru menjawab ... "
" Hyungdeul, segera kemari ", teriak Jung Dohyun dari lantai bawah.
" Hapus air mata kalian. Masalah ini harus kita selesaikan sendiri. Jangan libatkan di luar NCT17 ", ujar Hansol mengingatkan.
Semuanya menganggukkan kepalanya dan turun ke lantai 1. Mereka terkejut melihat manager Kim datang mengunjungi mereka. Hansol mengingatkan Dohyun agar lebih sopan lagi pada yang lebih tua sebelum menyapa manager Kim.
" Manager-hyung, sudah lama anda tidak kemari. Apa kabar hyung sekarang ? Jaeyoung, Jihyuck, Hanyoung, tolong siapkan minuman dan cemilan ", ujar Hansol.
" Aku baik-baik saja. Aku bersyukur kalian menjadi sangat populer. Libur satu hari bahkan terasa mahal harganya kan ? Bahkan berkumpul seperti ini sangat sulit didapatkan bukan ? "
" Ne, hyung. Rasanya dulu masih bebas pergi ke supermarket tanpa perlu terlalu berhati-hati tapi sekarang berkat Sooman-seosaengnim dan Seonkyu-sajangnim, kami lebih baik lagi dibandingkan saat masa Youngmin-sajangnim ", ujar Taeyong dengan sopan.
" Benar. 40 member. Jumlah yang besar. Aku masih ingat saat kalian masih ber-15. Maaf aku membawa cerita lama. Soonkyu-sajangnim membuka skandal Mark ke media. Semua pemberitaan yang salah mengenai Mark sudah dibenarkan. Semua rumor dan skandal sudah dibuka dan trending topic kini yang sedang tren adalah MianheMark dan SorryMark. Coba kau setel channel berita KBS, ah aniyo, semua channel berita memberitakan itu. Mereka menginginkan Mark kembali ".
Taeyong segera menghidupkan televisi di dormnya dan langsung mencari channel berita siang. Doyoung langsung fokus pada ponselnya. Ia mencari sebuah tweet mengenai Mark dan membaca komentarnya. Ten tak mau ketinggalan membaca forum online yang membahas tentang Mark. Tak ada yang menyalahkan NCT tapi hampir semua menyalahkan Kim Youngmin dan staff yang bersaksi palsu. Mereka menuntut Kim Youngmin dan semua yang terlibat dihukum seberat-beratnya. Hansol menangis haru melihat semua orang meminta maaf pada Mark. Ya, Mark berhati terlalu tulus untuk menerima kebencian. Bahkan hatersnya banyak yang menjadi fansnya. Taeyong lemas dan terduduk melihat foto Mark. Senyuman ceria gadis Kanada itu tak lagi ada kini. Hanya ingatan-ingatan kecil yang menyayat hati. NCT Dream generasi pertama juga sangat ingat dengan bagaimana Mark mengatasi semua ketakutannya dan memimpin mereka seperti halnya seorang leader sejati. Menemani mereka meski di titik terendah. Penyesalan mereka satu. Membuat ingatan buruk pada Mark tentang mereka. Kini mereka tak lagi dapat melihat Mark.
Manager Kim juga sangat bersalah tak dapat membantu meski Mark banyak membantu meringankan tugasnya. Ia menghela napas. Tiba-tiba matanya membelalak. Ingatan itu.
" Hansol-ah, kau ingat kapan Mark menghilang dari dorm ? "
" Tanggal 9 Agustus 2017. Mark tidak terlihat lagi sejak tanggal itu. Bahkan Mark keluar dari SOPA pada tanggal 9 Agustus ", jawab Doyoung dengan pasti.
" Aku mendapat kabar saat istriku dirawat di Samsung Medical Center kalau ada seorang idol yang dirawat pada hari yang sama. Aku diberitahu seorang perawat dari ruang VVIP yang kenal dekat dengan istriku kalau di ruang yang selalu dipakai Kyuhyun Super Junior, siang tanggal 9 Agustus itu dipakai oleh seorang idol mirip Mark dan didampingi seorang mirip Kyuhyun. Ruangan itu tidak boleh dipakai orang lain selain Kyuhyun. Mungkin dengan ini membantu kalian ".
Taeyong membulatkan matanya dan segera mencari kunci mobilnya. Ia segera berlari keluar dorm. Suara deruman mobil terdengar dari luar. Hansol tersenyum maklum. Taeyong bahkan tak mampu melupakan Mark. Terbukti dari setiap malam lelaki kelahiran Seoul itu memandangi foto Mark meski berkali-kali ia mengucap kata benci atau mendengar lagu Mad City versi lama yang masih ia simpan dengan earphonenya, bahkan Taeyong tak pernah berkencan dengan gadis manapun sejak Mark pergi. Taeyong segera mencari Kyuhyun di ruang latihan Super Junior. Terlihat maknae dari Super Junior itu memfokuskan diri dengan koreografi yang baru dipelajarinya sambil sesekali merengek pada Eunhyuk. Tok tok tok. Semua yang ada di ruang latihan beralih memandang Taeyong yang berdiri di depan pintu. Leader NCT unit 127 itu terlihat sangat ragu untuk masuk sebelum akhirnya Leetuk menyuruhnya masuk.
" Tak biasanya kau kemari, Taeyongie. Ada apa ? " tanya Heechul yang memang akrab dengannya.
" Maaf hyung aku menganggu. Apa aku bisa berbicara di luar bersama Kyuhyun-nuna ? " ujar Taeyong dengan sopan.
" Ah, bawa saja evil maknae itu. Kalau bisa tak usah dikembalikan. Membuatku pusing saja ", kata Eunhyuk yang dibalas tatapan tajam oleh Siwon dan Ryeowook.
" Aniyo, hyung. Hanya sebentar kok. Permisi hyung ".
Semua tersenyum dengan sikap sopan Taeyong. Kyuhyun pergi dengan handuk yang terus mengusap ke rambutnya. Mereka berhenti di ruang pembuatan lagu yang biasa digunakan Taeyong. Mata Kyuhyun terbelalak sejenak sebelum ia berhasil menguasainya. Foto Mark terletak di sebuah pigura sedang dengan pose dipeluk oleh Taeyong. Taeyong menyilahkannya meminum susu kotak yang Taeyong siapkan.
" Ada apa kau tiba-tiba ingin berbicara denganku ? " tanya Kyuhyun setelah meminum sedikit susu rasa stroberi yang ia cukup sukai.
Taeyong terlihat ragu meski akhirnya ia membuka suaranya.
" Lima tahun lalu, apa nuna pernah membantu idol bernama Mark Lee ? "
" Ehm, wae ? "
" Apa nuna mengenal Mark Lee ? Mark NCT ? "
" Ehm, wae ? "
" Nuna, tahu dimana Mark sekarang ? Tolong nuna, NCT benar-benar bersalah pada Mark. Maksudku member NCT generasi pertama ".
" Aku hanya mengantarnya ke bandara bersama nae imo yang merupakan eomma Mark, selebihnya aku tak tahu. Mungkin mereka ada di Kanada tapi mungkin juga tidak karena imo adalah celloist. Mereka bisa saja hidup berpindah dari satu negara ke negara lain tergantung pekerjaan imo ".
" Nuna, apa bisa memberiku kontak Mark atau keluarganya ? "
" Hm, Airy-imo, aku tak punya kontaknya. Mark dan oppanya, aku tak mengenal dekat ".
Taeyong menghela napasnya. Jalannya semakin sempit untuk menemui Mark. Kyuhyun diam saja sambil menghabiskan susu stroberinya. Begitu susunya habis, Kyuhyun berkata harus kembali berlatih. Taeyong hanya tersenyum lemah sambil mengantar Kyuhyun keluar ruangannya. Ia tak bisa menyingkirkan kenangan Mark di ruangan yang diberikan agensi untuknya. Hanya Mark dan kenangan mereka yang masih tersisa. Taeyong memutuskan pulang kembali ke dorm NCT. Ia hampir menangis jika tak ingat kesalahannya dulu. Brum, sekali lagi mobil Taeyong berderum sebelum meninggalkan SM. Sementara Kyuhyun yang melihat kepergiannya hanya mampu menggelengkan kepalanya.
" Ne, aunty, he went home. He really got a stress. I can see it. He wanna meet Hyung-ah ".
" Impossible, Kyu. Minhyung said Taeyong hates her ", ujar seseorang di ujung telpon.
" Aunty, do you not trust me? Aunty, i am really honest one. You can take Changmin as your husband if i lie ".
" Kyu! Alright, i will speak about it to David. I can't promise to you but i think we can live there ".
" Call. I will wait it. Bye, aunty ".
Di dorm NCT, Minyong menyenggol tangan Taehyung yang fokus membuat makan malam untuk para member NCT. Sedari tadi Minyong sangat penasaran dengan fakta tentang Mark Lee yang memiliki wajah yang mirip dengannya. Terlebih ia mendengar dari pembicaraan para hyungdeul dengan manager NCT yang lama tentang Mark yang sangat berbakat. Sekali lagi ia menyenggol tangan Taehyung.
" Sekali lagi kau menyenggol tanganku, pisau ini menancap di kepalamu ", ujarnya sadis.
Minyong berhenti dan mencibir perilaku Taehyung yang berbeda 4 tahun di atasnya. Gadis berusia 14 tahun itu benar-benar mempoutkan bibirnya karena kesal.
" Kau poutkan bibirmu seribu kali juga tak ada cantik atau imut-imutnya ".
Minyong ingin sekali mengeplak kepala Taehyung jika boleh. Sayangnya ia tak ingin kualat karena hal itu.
" Taehyung ", panggil gadis kelahiran Vancouver itu.
" Oppa. Berapa kali harus kubilang, aku 4 tahun lebih tua darimu dan aku leadermu di Dream. Jadi hormati aku, maknae ", kata Taehyung sambil mengacungkan pisaunya.
" Baiklah, oppa. Kau tahu tentang Mark Lee-unnie ? "
Taehyung menghela napasnya.
" Dia rapper hebat yang mendapat pengakuan dari rapper profesional ", ujar Taehyung sambil menatap Minyong dengan pandangan sayang.
" Benarkah ? Kenapa aku tak tahu apapun tentangnya ? Apa karena dia keluar dari NCT ? "
Taehyung menggelengkan kepalanya. Ia hapal betul dengan semua hal tentang NCT, terlebih Mark adalah alasannya untuk memberanikan diri untuk audisi.
" Masalahnya sangat pelik. Aku menjadi trainee sejak Mark-nuna ada di sini. Aku mulai trainee sejak 2016 dan debut di tahun 2018. Saat itu, masalah besar menimpa NCT. Mark-nuna difitnah mementingkan diri sendiri. Mark-nuna saat itu adalah member dengan banyak fans dan boleh dibilang hanya sedikit orang yang membencinya. Kau ingat album We Young – NCT Dream ? "
Minyong menganggukkan kepalanya dan membiarkan Taehyung terus berbicara.
" Mark-nuna menuliskan pesan sebelum comeback. Dia menulis i think that 'we' is a really big word. The 6 of us started as a 'we', but now you, who is holding this, can also naturally and brightly be called 'we' as well. "So WHAT, we HOT, we YOUNG ". Kau tahu kan kalau NCT Dream dimulai dengan 7 member dan akan selalu 7 member. Kesalahpahaman dimulai dari sana. Hyungdeul tidak percaya pada Mark-nuna dan 9 Agustus, semuanya terjadi. Mark-nuna menghilang dan dinyatakan keluar dari NCT ".
Minyong menyeritkan dahinya. Bukankah itu berlebihan. Kesalahpahaman itu harusnya bisa diluruskan. Taehyung tersenyum.
" Aku tahu apa yang di pikiranmu. Kau mungkin mengira masalah semudah itu namun nyatanya banyak yang tersakiti. Terutama Taeyong-hyung ".
" Taeyong-hyung ? Kenapa ? " tanya gadis tomboi itu.
" Taeyong-hyung adalah kekasih Mark-nuna meski tak ada pengucapan kata cinta sekalipun dari Taeyong-hyung. Kau tahu, saat kau pertama kali datang, Taeyong-hyung dan hyungdeul yang lain sangat kaget ".
" Karena aku mirip Mark-unnie ? "
" Ne, terlebih setelah kau debut, kau debut di banyak sub unit seperti Mark-nuna. Kau debut 3 kali dalam kurun waktu setahun dan itu mirip dengan Mark-nuna. Kau rapper hebat dan mengikuti high school rapper yang diikuti Mark-nuna dan berhasil keluar sebagai pemenang. Kau adalah alasanku bertahan di sini. Maukah kau terus seperti itu ? Maukah kau berjanji takkan pergi seperti Mark-nuna jika hal yang sama terjadi ? "
Ucapan Taehyung membuat Minyong tertegun. Tak biasanya kekasihnya itu mengatakan hal itu. Minyong menganggukkan kepalanya. Taehyung mengusak rambut Minyong sebelum mengangkat panci berisi samgyetang ke meja makan yang tak jauh dari dapur. Beberapa makanan yang sudah dimasak Taehyung langsung dibawa ke meja makan oleh Minyong. Tanpa mereka sadari, Jaemin mendengar percakapan dua rapper dari NCT Dream, NCT Black, NCT Hip Hop unit dan NCT U. Ia mengakui dalam hati. Semua ini takkan terjadi kalau ia tak cedera saat itu dan bisa pulih secepatnya.
" Apa yang kau pikirkan ? "
" Jeno-ah ".
Jeno menampilkan eyesmilenya yang terlihat berbeda hari ini.
" Apa yang kau pikirkan ? " ulang Jeno sekali lagi.
" Mark-unnie ".
Deg. Jantung Jeno terasa berhenti berdetak. Perasaan bersalah masih membekas pada dirinya karena Mark dan kini Jaemin juga memikirkan hal yang sama dengannya. Jeno menarik Jaemin menuju tempat para member NCT Dream generasi pertama berkumpul.
Jujur Jaemin terkejut ketika semua melihat penampilan NCT Dream sebelum Mark keluar. Semua kelucuan gadis Kanada itu sangat dirindukan. Tanpa sadar mereka kembali menangis. Hal itu yang tak dipahami para member baru NCT yang kebanyakan debut di tahun 2019 dan ditrainee di tempat yang berbeda bahkan di negara masing-masing. Makan siang kali itu tak seramai biasanya meski para member NCT generasi 2 benar-benar ramai. Tak ada celetukan khas Doyoung atau Taeyong bahkan Hansol hanya makan sesekali dan kemudian mengaduk makanannya. Ya, hal yang tak biasa karena para member NCT generasi 1 pergi tanpa mengatakan apapun. Tentu saja banyak pertanyaan yang ingin mereka berikan. Hanyoung menyikut Minyong, maknae NCT Dream itu dengan sedikit keras. Jujur saja ia sama sekali tak mengerti dengan situasi ini. Tatapan sengit Minyong berikan cukup membuatnya ketakutan. Aura Taeyong menurun sempurna pada maknae NCT unit Hip Hop itu.
" Ada yang tahu hyungdeul dan nunadeul seperti itu ? "
Taehyung mengisyaratkan para member NCT generasi kedua untuk berkumpul di gazebo taman belakang. Ia adalah satu-satunya member yang tahu mengenai kejadian 5 tahun lalu. Minyong memilih duduk dengan kaki menjulur ke arah kolam sambil memandang ke arah percikan air karena gerakan kakinya. Para member yang lain fokus dengan Taehyung yang mulai menceritakan semuanya. Sesekali ia berhenti untuk mengontrol perasaannya. Jujur topik ini sama sekali tak ia sukai. Ia mencoba melihat ekspresi para member.
" Mark-nuna debut 3 kali dalam setahun di usia semua itu dan tanpa jeda istirahat ? " celetuk Hanyoung dengan tatapan tak percaya.
Taehyung menganggukkan kepalanya. Sebenarnya selain Mark, hanya Minyong yang debut dengan cara sama, hanya saja gadis Kanada itu lebih banyak waktu istirahat dan sekolah. Pujian meluncur deras untuk Mark terlebih saat Taehyung menunjukkan video Mark yang berkontes di HSR. Terasa seperti de javu saat melihat Mark berdiri di panggung itu. Seakan melihat Minyong yang melakukan rap dengan perasaannya sebagai idol. Dengan seragam yang sama, warna rambut yang sama, wajah yang mirip dan cara rap yang sama, mungkin jika Mark masih ada saat ini, ia sudah seperti kakak dari Minyong. Pantas saja saat para member NCT generasi pertama melihat Minyong mereka seperti terkejut.
" Memangnya tak ada yang tahu mengenai kebenaran ini ? " tanya Dohyun penasaran.
" Tidak mudah mengatakan semuanya saat para membermu harus kau lindungi. Kalian tahu mungkin NCT bisa saja menjadi drama jika Mark-nuna memberi tahu semuanya ", kata Taehyung dengan tatapan menerawang.
" Kalau aku jadi Mark-nuna, aku akan bertahan ", celetuk Jihyuck.
" Kau akan bertahan jika kau harus kesakitan dan dimusuhi membermu sendiri ? Mark-nuna seharusnya bisa menceritakan semuanya ", ujar Jaeyoung.
" Kalian tak tahu berat bertahan terlebih jika kau mengalami panic disorder ", ucap Minyong yang membuat semuanya terdiam.
Minyong memang memiliki panic disorder seperti Mark. Ia sering mengalami panic attack. Ia bisa berada di rumah sakit jika kondisinya makin parah. Ya tak ada yang tahu rasanya mengalami panic attack terutama kau adalah orang yang memiliki panic disorder dan PTSD.
" Kalian tak tahu rasanya menghadapi teriakan penuh amarah. Kalian tak tahu bagaimana rasanya menghadapi pandangan penuh cemoohan. Kalian tak tahu rasanya menjadi diriku dan Mark-unnie. Kalian mungkin bisa mengatakan aku akan bertahan tapi bagaimana jika mental kalian jatuh ? Bagaimana kalian akan melindungi mereka tanpa ada yang tahu ? Akankah kalian akan melakukannya ? Sulit melakukannya ", ujar Minyong dengan tatapan sedih.
" Kalian tahu kenapa semuanya sulit ? Karena saat itu Youngmin-sajangnim menekan semua aktivitas NCT. Konsep yang tak biasa harus dipecahkan dan kesulitan lainnya ", kata Taehyung.
" Aku tak tahu rasanya jadi Mark-nuna. Jika aku di posisinya, mungkin aku akan melarikan diri dan takkan kembali lagi. Lebih parahnya mungkin aku sudah berada di rumah sakit jiwa ", celetuk Jihoon, member NCT Black.
" Yang harus kita lakukan saat ini adalah mendukung hyungdeul dan nunadeul hingga akhir karena kita keluarga ", kata Kei, member NCT Black asal Jepang.
Semuanya menganggukkan kepalanya. Cukup berat menghadapi situasi saat ini. Terlebih para member NCT generasi pertama cukup tertutup pada mereka mengenai masalah Mark. Hari demi hari berlalu. Kesedihan di raut wajah member NCT generasi 1 seakan menghilang meski terkadang Minyong dan Taehyung melihat mereka menangis di kamar mereka. Jadwal padat dan sebagainya membuat para member NCT generasi pertama seperti orang yang kesetanan saat bekerja. Mereka berlatih dan terus berlatih dengan baik. Mungkin cara itu yang bisa mereka gunakan untuk menghapus kesedihan mereka. Hansol yang hamil besar hanya terkadang termenung sendirian jika tak ada member yang menemaninya. Kadang air mata menetes tanpa sadar jika mereka sudah ditanya mengenai Mark. Kadang Minyong ingin mengumpat saat wartawan dengan tanpa sadar melukai membernya. Akhir-akhir ini ia sendiri disibukkan dengan comeback NCT Hip Hop unit dan debut NCT A.
Plung. Ini kertas kesekian yang Minyong buang karena kesalahan saat menulis lirik. Ia benar-benar buntu karena sama sekali tak ada ide yang lewat. Terkadang ia mengumpat pelan saat lagi-lagi salah. Taeyong yang memandang punggung Minyong yang terlihat serius seakan melihat dirinya dan Mark saat menulis lirik 5 tahun lalu. Gebrakan keras di meja seperti perilakunya dan gerutuan ringan seperti Mark seakan Minyong adalah anak dari mereka.
" Aku menyerah. Ini terlalu sulit. Diss battle membuat otakku meledak ", gerutu Minyong yang kini aktif mengikuti SMTM.
" Kesulitan menulis lirik ? " tanya Taeyong dengan nada seorang ayah.
" Oh, hyung. Ya, kau tahu betapa sulitnya menjadi peserta di SMTM. Mereka mengejekku karena aku idol. Memangnya aku tak boleh menjadi idol dan mengikuti SMTM ? Menyebalkan. Aku pastikan diss rapku adalah yang terbaik. Aku akan mengumpat sepuasku di sana ".
Taeyong terkekeh pelan. Minyong mirip dengan Mark tapi jika marah ia bisa mirip dengan dirinya.
" Hyung, sekali lagi kau tertawa, kau akan jadi korban diss rapku ".
" Baiklah. Aku mengalah. Begini saja, buat saja bentuk frustasimu pada mereka dan buat mereka terpukul dengan baik. Jangan mengumpat tapi tunjukkan kalau kau setara dengan mereka ".
" Hing ", celetuk Minyong frustasi.
Kebiasaan Minyong menyeletukkan kata hing yang tak berarti apa-apa justru membuat Taeyong tersenyum. Ia melihat Taehyung masuk dengan membawa beberapa makanan.
" Bisakah aku istirahat ? Kepalaku mau meledak ".
" Tidak, Minyong. Kau baru mulai 1 jam yang lalu dan sekarang mau istirahat. Kau ingin seperti Mark-nuna tapi tak punya kemauan seperti dia ", ujar Taehyung.
" Kau kejam, Lee ", kata Minyong sambil meletakkan kepalanya di atas meja.
Ia meniup kertas di meja dengan wajah sulkingnya. Taeyong tersenyum sebelum ia pamit. Banyak hal yang berbeda dari Mark dan Minyong. Ia memutuskan pergi ke atap dan mengistirahatkan pikirannya. Menjadi producer di debut NCT A bukan hal yang baru terlebih ia terlebih dahulu memproduseri NCT Black. Ia mengambil smartphone yang ada di sakunya dan membuka folder yang sengaja ia password agar tak ada member yang tahu. Ia mengelus foto Mark seperti yang ia biasa lakukan.
" Kau dimana ? Apa kau membenciku ? Pulanglah, aku merindukanmu ", ujar Taeyong pada angin yang berhembus.
Tes. Air matanya kembali jatuh meski kini ia biarkan. Perasaannya kacau tanpa bisa ditahan. Mungkinkah Mark akan kembali ?
Akankah semua dapat berubah atau hanya jadi penyesalan ?
Hai, Akira di sini. Akira kembali dengan chapter baru Time Machine... Oh ya banyak yang bingung ini GS atau bukan. Ya, ini GS untuk uke. Ok langsung aja review corner...
markiestgyeoul-nim : Wah makasih banyak sudah suka alur yang Akira buat. Oh ya ff ini GS, markiestgyeoul-nim. Alurnya kecepetan ya ? Mianhe... Akira akan perbaiki di chapter selanjutnya. Fighting..
fierylilacxx-nim : Makasih buat pujiannya... Akan Akira lanjutin.. Jangan bosen-bosen baca ff Akira ya meski kadang cerita membosankan...
Ok, Akira berterima kasih buat para readernim dan reviewer-nim yang sudah follow, favorite, membaca dan review... Dukungan kalian berarti banget buat Akira... Akira mohon dukungan kalian melalui kritik dan saran agar lebih baik lagi... Oh ya ff mungkin akan diupdate seminggu sekali jika responnya bagus... Akira tunggu respon kalian...
See you in next chapter
Mind to Review ?
