TWO LOVERs
Naruto belongs to Mr. Mk
Hinata Hyuuga , Uchiha Sasuke Haruno Sakura
This story is mine zea-chan
Hanya hiburan semata
"ayo Hinata chan. ini baik bagimu.
makan lebih banyak"
Sasuke menyodorkan sepotong paha ayam di piring Hinata.
makan malam yang sengaja Sasuke Uchiha berikan demi merayakan keberhasilan produk baru perusahaan yang ia kelola.
Acara makan malam bersama Temari, tenten, Hinata, Sasuke , Shikamaru dan Gaara.
tepat 1 tahun sejak pertemuan Hinata dan Sasuke di Meiji restoran.
kegiatan formil yang berakhir celoteh tawa membahana.
sikap lugu Hinata membuat ia dianggap lucu.
Kan Hinata tidak tahu penyanyi terbaru atau isseu terbaru.
Hinata hanya suka menyenandungkan lagu yang biasa di putar sang ayah ibu.
lagu era 80-90 yang masih melekat erat di otaknya sekarang.
Hinata pun akhirnya tertawa, melihat kebahagiaan di acara makan malam itu.
Sikapmu membuatku heran.
aku bukan seseorang yang patut bersanding denganmu, Sasuke sama.
Kau datang pertama kali menyapaku.
senyum canggungmu membuatku merasa lucu.
tak sengaja aku terkikik.
dan tatapan mata darimu membuatku terhenyak.
kau lebih dari sekedar menarik.
baik sikapmu, santun tuturmu, berpendidikan keluargamu.
aku bukannya merendah, memang Hinata akui ia hanya anak seorang petani desa yang berupaya mencari nafkah demi adiknya bersekolah.
tak keberatan berat bekerja, terpisah jauh dari keluarga.
saat Hinata sakit, ia sendirian.
berupaya beristirahat seoptimal mungkin hingga di pagi berikutnya Hinata bisa kembali bekerja.
kerja merupakan keharusan.
bukan lelah yang kurasa menyusutkan semangat,
justru berfikir untuk ayah ibu aku akan tetap berupaya.
cinta,
cintaku ,
aku tak bisa bercinta.
aku lebih nyaman dengan kesendirian dan menikmati kerja ku.
iri dengan pasangan lain.
mungkin iya.
berpikirlah rasional.
apa kau akan mengambil semua pria yang tiba-tiba menyatakan cinta padamu.
tidak , bukan begitu caranya.
bukan pula apa kau harus bersikap centil, berdandan menor demi ketertarikan sesaat.
ingat, saat pria menyukai kecantikanmu, pada akhirnya cantikmu akan termakan usia.
apa Ia bisa tetap mencintaimu saat kau tak cantik lagi.
saat pria menyukai tubuh indahmu, ingat apa setelah badanmu tak se ideal pemikirannya, bukankah bisa saja pria itu meninggalkanmu.
bukan sekedar meneruskan keturunan atau pun menyelaraskan visi misi mengelola rumah tangga nanti.
apa itu cinta
aku butuh ketulusan yang pasti.
dimana ia bisa menerimaku apa adanya.
yang ada saat aku sakit atau sehat.
berduka atau berbahagia bersama
we only have each other
bukan materi, bukan logika, bukan pergunjingan orang yang kita permasalahkan.
kuharap cinta tulus itu bertemu di waktu yang tepat.
dengan pria yang tepat.
yang tulus padaku.
mempercayaiku, seperti ia mempercayai dirinya sendiri.
menjagaku sebagaimana baiknya menjaga Ibu nya.
setia pada ku sebagaimana ia setia terhadap agama nya.
batu kerikil dan jalan terjal berliku menghiasi berbagai lini kehidupan ini.
bukan memunafikkan manusia.
manusia pasti pernah salah dan jatuh.
aku tahu resiko itu , maka dari itu aku menjaga diri.
menjaga diri ku sendiri dari godaan cinta sesaat.
menjaga diri ku agar tak jatuh ke racun cinta kehidupan.
menjaga hatiku yang tak seharusnya berlabuh di hatimu Sasuke Uchiha.
untuk waktu 20 tahun hidupku, cinta keluarga , cinta sesama saudara, cinta kepada Pencipta mampu membuatku merasa terus di cintai dan dijaga setiap saat.
Lalu, dimana kau hadir di depanku.
kau tahu, aku bukanlah orang yang mudah jatuh hati.
ku jaga pandangan dan sikapku.
aku tak mau menjadikan diriku kurang di hargai.
kuharap diamku mampu membatasi rasa aneh yang mengelenyap hadir.
bukan waktu yang singkat memang.
berbulan bulan, setahun ku yakinkan diri.
bukan untukku, bukan cinta yang sedang kurasakan pada pria itu.
ini tidak benar. cukup di sini seharusnya.
setelah acara makan malam itu, hanya aku berulang kali berfikir.
kenapa.
kenapa aku nyaman berada di sebelahnya.
Sasuke Uchiha.
nama yang indah. orang yang menarik.
ia tak bersikap menjaga jarak.
semakin terasa kian akrab bagiku.
kian lama, otak warasku kehilangan jalurnya.
kau datang setiap minggu ke tempat kerjaku.
entah kebetulan atau apa.
untuk waktu yang kesekian kalinya kau tanyakan hal-hal kecil padaku.
kau menceritakan tentang hidupmu.
bahkan kau lebih banyak bercerita keseharianmu.
aneh, aku suka mendengarnya.
mengingat detail ceritamu itu.
aku mengetahui aromamu yang biasa menusuk hidungku.
aku heran, aku seperti orang linglung berada di area mu.
area di mana kau menjangkau ku dengan tatapan mata teduhmu.
mengaitkan hatiku di senyum indahmu.
Satu tahun yang seolah kau adalah pria single.
ku bahkan memergokimu bermain papan arcade yang membuatku tersenyum tertahan.
kau tak pernah memajang status berkekasih di akunmu.
kau tak berbicara mesra di ponselmu.
kau benar-benar membuatku berfikir kau masih sendiri.
kau fikir berapa lama kita bersua.
Lelaki yang kuharap tulus.
ternyata hanya aku yang memiliki ketulusan itu padamu.
"tak mengapa. Siti Khodijah pun menyatakan keinginannya terlebih dahulu kepada Baginda Rasulullah"
kalimat ajaib yang memantapkan hatiku.
tiada salah wanita pun mempunyai hak yang sama.
tak ada salah bagiku menyatakan suka padamu Sasuke Uchiha.
sejam berlalu pernyataan bodoh itu.
kau menghargai jujurnya aku padamu.
seorang Hinata Hyuuga yang membuang urat malunya demi penyataan cinta padamu.
lalu kian berucap,
bukannya kau tidak suka atau ada hal lain.
kau hanya menjaga privasimu dengan wanitamu
jadi apa bisa ku simpulkan kau menyukaiku.
dengan segala kenyataan bersikapmu padaku.
kau membuatku terperosok jatuh di lubang harapan.
ah, ternyata Sasuke Uchiha berkekasih . menikah segera, mungkin.
Satu balasan darimu yang membuatku sadar.
"orang baik pasti ketemu orang baik kok Hinata"
pikirku, apa dikau tak cukup baik untukku , Sasuke Uchiha.
sungguh inginku berujar kau pria baik.
aku membutuhkanmu.
kau pria baik bagiku.
terlebih kita se agama meski tak serumpun suku.
yang membuatku mampu berupaya bercinta,
ah bukan mungkin berupaya merajut benang cinta.
pria baik ku.
apa aku tak bisa menjadikan orang baik itu dirimu.
Apa kau menutup sepenuhnya kesempatan bagiku.
Jadi ironi kenyataan ini semakin jelas bukan.
aku jatuh di hati yang salah.
aku terlalu terlena sikapmu dan perhatianmu.
maaf aku bodoh,
jatuh hati pada mu.
cinta tak berbalasku.
"meskipun tak mungkin lagi, tuk menjadi pasanganmu.
namun kuyakini cinta,
kau kekasih hati"
lagu yang menemaniku
merapalkan kegilaanku
ku punya hati, terlanjur cinta padamu
beritahuku, cukup Hinata.
jangan terluka.
"sebuah tangan mengenggam tanganku. terasa hangat.
aroma ini, akh sial.
Hinata menyandarkan kepala dipundak lelaki itu.
terbangun di ranjang yang sama.
berhembus angin pagi membaur embun yang masih basah.
berdiam , meresapi suasana apik dalam kalbunya"
Hinata terbangun dari mimpi nya.
terengah-engah napasnya memburu.
"tidak. cukup bagiku. aku tak akan bermimpi lagi tentang dia"
ucap Hinata sesenggukan di kala berbicara pada diri sendiri.
"Tuhan ,aku memohon pada Mu.
dia berkekasih, jauhkan dia dariku .
tegarkan hatiku.
berilah kerelaan hati pada hamba mu yang kecil ini.
jalan hidupku mungkin telah kau tentukan, dan aku mohon Tuhan
jangan biarkan lelaki itu ada di pikirku, lekaskanlah hati ini tak memiliki dia, jangan izinkan dia berada di mimpiku , ya Tuhanku"
bermunajat Hinata bersungguh-sungguh kepada Pencipta Nya.
berurai air mata.
wajah cantik itu berundung duka.
cinta penuh resiko
siap untuk bahagia
siap jua untuk berduka
