Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rate:T

Genre:Adventure

CANON

WARNING:

Gaje

Don't Like don't read.

Chapter 2

"Bangunlah nak!"Sebuah suara yang terdengar berat tiba-tiba terdengar oleh Naruto.

"Enngh... " Naruto sudah membuka matanya, namun yang ia lihat hanya kegelapan.

"Siapa disana? Siapa barusan?" Tanya Naruto penuh antusias.

"Aku... Aku adalah seseorang yang menciptakan dunia Shinobi ini. Aku.. Rikudo Sennin!" Jawab suara berat itu.

"Jangan bercanda! Jika kau memang Rikudo-sama, kau pasti sudah mengakhiri perang ini bukan?"

"Aku memang Rikudo Sennin, tapi aku tak bisa mengakhiri perang ini!"

"Kenapa?" Tanya Naruto mulai emosi.

"Karena aku... aku masih terkurung disini... dihatimu!" Naruto merasa ada sesuatu yang menekan dadanya, seperti sebuah telapak tangan.

"Di hatiku? Apa maksudmu?" Naruto terheran sambil meraba-raba sesosok yang baru saja memegang dadanya.

"Aku ada pada dirimu nak! Aku adalah kau!"

Naruto terhenyak.

"A-aku Rikudo Sennin?"

Naruto masih tak percaya dengan pendengarannya.

"Ya... Kau adalah Rikudo Sennin generasi kedua!"

"BOHONG! KAU BERBOHONG! AKU BUKANLAH RIKUDO SENNIN. AKU... Aku hanya seorang bocah yang tak berdaya tanpa kekuatan Kyuubi. Bahkan aku juga tidak bisa menyelamatkan nyawa orang yang kucintai... Maka dari itu, bagaimana mungkin seorang yang kau anggap Rikudo ini bisa mengakhiri perang?Bagaimana mungkin hah?" Naruto menjawabnya dengan menangis.

"Kekuatanmu tidak bergantung pada Kyuubi. Kau memiliki kekuatanmu sendiri. Dengan kekuatan itu, kau bisa menghidupkan kembali orang yang kau cintai, dan dengan kekuatan itu kau bisa mengakhiri perang ini. Percayalah nak, bahwa kau itu KUAT!"

Naruto terdiam dalam gelapnya perut Juubi ini. Ia berfikir sejenak mengenai ucapan misterius yang baru saja didengarnya.

'Jika aku memang kuat, dan aku adalah Rikudo Sennin generasi kedua... maka... semua ini akan hanya ini satu-satunya harapan untuk mengakhiri semua ini. Aku harus percaya kalau aku kuat...'

Batin Naruto

"Jelaskan padaku bagaimana caranya menggunakan kekuatanku itu?" Tanya Naruto sudah mulai yakin kalau dirinya itu kuat.

"Aku sudah membuka segelku pada dirimu. Dan untuk menggunakannya kau akan tau sendiri bagaimana caranya. Selama kau percaya akan kekuatanmu, selama itu pula kekuatanmu akan mengalir"

"Kenapa itu terdengar mudah?"

"Itu memang mudah, nak!"

"Baiklah kalau begitu, Hontou ni Arigatou Rikudo-sama! Aku akan mengakhiri perang ini dengan kekuatanku!"

.

.

.

.

.

"Ka-karin?" Sasuke sepertinya sudah mulai sadar, padahal Karin belum melakukan ritual penukaran nyawanya.

"Sasuke-kun? Kau masih hidup?"

"Jangan bercanda! Tentu saja aku masih hidup. Hanya saja pedang ini membuat tubuhku tidak bisa bergerak. Cabut pedangnya cepat!"

Karin terkekeh sambil mengangguk dan mencabut pedang dari tubuh Sasuke.

Setelahnya Sasuke terduduk sambil menggigit tangan Karin untuk memulihkan Chakranya.

"Aku tau kalau Madara tak mungkin membunuhku, karena aku mirip dengan adiknya. Makanya dia hanya menghunuskan pedang itu tidak pada jantungku. Selain itu, aku sudah mendapatkan kekuatan baru dari klan Senju, dan kekuatan itu akan mengakhiri perang ini!"

Sasuke berdiri

"Sasuke-kun, jangan banyak bergerak dulu! Jantungmu masih lemah!"

"Tidak apa Karin, aku sudah pulih! Kau tinggal duduk manis disini dan menyaksikanku mengakhiri perang ini!"

Ujar Sasuke siap berlarli kearah Madara berdiri.

.

.

.

.

"Ghaaa..." Sebuah teriakan dari dalam perut Juubi membuat pria Zetsu diatasnya tercengang.

"Sial! Bocah itu masih hidup!" Umpatnya

"Naruto? Itu suara Naruto!" Ujar Gaara senang.

Selang beberapa waktu kemudian, tiba-tiba saja dari mulut Juubi terlihat sebercak cahaya keemasan. Namun dengan cepat cahaya itu kembali tertutup karena Juubi merapatkan mulutnya lebih keras.

SRIIIIING

'Itu seperti suara Rasengan Naruto!' Ujar Gaara dalam hati dan ketegangan.

Ya, tidak salah lagi itu adalah suara Rasengan Naruto yang berusah menghancurkan katupan mulut Juubi agar terbuka.

Suasana di tempat itu semakin tegang. Pria Zetsu Spiral itu tak henti-hentinya berkeringat menyaksikan mulut Juubi yang hampir terkoyak akibat serangan Rasengan Naruto yang berwaran keemasan.

"Hyaaa..." Dengan sedikit dorongan akhirnya mulut Juubi iti benar-benar terkoyak dan Naruto keluar dari mulut itu dengan...

Sepasang mata Rinnegan.

TBC

Author Note:

Jujur, aku sebenernya males banget ngelanjutin fic ini, cuman karna idenya hampir meledak di kepalaku dan tuntutan review akhrinya aku lanjutin sore ini juga. Dan inilah hasilnya, super duper dadakan dan makin Gaje aja...

Btw makasih yg udah ngefollow dan favorite ni fic, karena cuma kalian satu2nya alasan buat aku tetap ngelanjutin fic ini...

O iy, kayaknya fic ini gak bakal tamat sebelum fic 663 rilis...

OK See U Next Time, Reviewnya jgn lupa