.
.
Happy Reading!
.
Seperti biasa diruang makan selalu saja terisi dengan canda tawa kedua-nya. Hingga acara makan mereka selesai. Hak Yeon mengantar sang kekasih sampai kedepan pintu apartemen yang mereka tempati. Saling berhadapan didepan sana dan saling mengubar senyuman.
"Aku pergi dulu, Ne?" Ucap Taek Woon menatap mata onyx kesukaan-nya.
"Ya, hati-hati dijalan Woonie-ah" jawab Hak Yeon dengan senyuman manis-nya.
"Jaga rumah dengan baik, aku pergi. Anyyeong" ucap Taek Woon kemudian mengecup kilat kening Hak Yeon dan itu semua sudah menjadi kebiasaan mereka melakukan-nya setiap hari sejak 5 tahun terakhir mereka hidup bersama.
Blam
Selesai dengan kegiatan pagi mereka, hinggga pintu tertutup. Hak Yeon masih berdiri disana.
"Semoga kau nikmati hari-mu Woonie-ah" ucap Hak Yeon masih dengan senyum tersebut.
setelah-nya Hak Yeon kembali menuju dapur mencuci semua peralatan makan yang dipakai-nya bersama Taek Woon dan bergegas menganti baju-nya dengan baju kaos-nya yang biasa ia pakai dan menekan nomor seseorang yang sudah sangat dikenal-nya, hingga suara orang diseberang terdengar.
"Yeobeseoyeo... Hyung?" Jawab seseorang diseberang.
"Ne, aku langsung saja. Aku ingin kau terus berada disamping-nya terus. Bisakan?" Tanya Hak Yeon "Apa yang tidak bisa untuk Hyung-ku?" Jawab orang diseberang.
"Gomawo Ne? Anyyeong" Ucap Hak Yeon tersenyum mendengar jawaban orang diseberang sana.
"Cheonma Hyung. Anyyeong" jawab orang diseberang lagi.
.
.
"Annyyeong, Sajangnim"
"Pagi, Sajangnim"
Sapaan demi sapaan mulai terdengar ketika Jung Taek Woon a.k.a Leo sedang berjalan memasuki kantor-nya yang luas. Tidak lupa Taek Woon juga memberikan mereka senyuman sebagai balasan sapaan dari mereka yang menyapa-nya. Senyum yang dapat membuat siapa saja meleleh dibuat-nya.
Jung Taek Woon dikenal sebagai Presdir yang sangat disegani semua rekan bisnis-nya. Karena dia terkenal dengan keramah-tamahan-nya dalam menanggapi sebuah ide maupun gagasan yang diberikan karyawan maupun rekan bisnis-nya didalam maupun yang diluar korea. Jung Taek Woon sang pembisnis sukses diusia-nya yg menginjak 23 tahun kini sudah sukses sebagai presdir muda dan disukai banyak kalangan papan atas.
Banyak dari mereka ingin menjodohkan Taek Woon dengan anak gadis mereka namun, sebelum mereka memperkenalkan putry-nya dengan cepat, halus dan lembut tidak lupa dengan Gentle-nya Taek Woon menolak ajakkan perkenalan-nya dengan anak relasi bisnis-nya.
Walaupun begitu mereka (para relasi bisnis) tidak ingin memaksakan kehendak mereka menikahkan anak mereka kepada Taek Woon karena menurut mereka pilihan akan pendamping hidup itu memang harus dipilih secara cermat dan juga harus dipilih langsung oleh Taek Woon sendiri.
"Annyyeonghaseyeo, Sajangnim" ucap Seketaris-nya Kim Won Shik membungkuk melihat Taek Woon berjalan ke arah ruangan sontak Won Shik sang seketaris berdiri dan memberi salam pada Taek Woon dan ditanggapi Taek Woon dengan senyuman.
"Oh, iya. Won Shik-ssi apa jadwal-ku hari ini?" Tanya Taek Woon berhenti didepan meja-nya.
"Jadwal anda hari ini, hanya sedikit Sajangnim. Hari ini setelah menandatangani beberapa kontrak dengan relasi bisnis, anda ada janji makan siang bersama dengan Presdir Im dari perusahan Mine Corp. Dan rapat antar relasi bisnis jam 3 sore ini. Itu saja Sajangnim" Ucap Won Shik mengakhiri info jadwal Taek Woon untuk hari ini. Menutup buku kecil yang dipegang-nya dan selalu ada disaku-nya.
"Jam 3? Bukankah rapat itu jam 5?" Ucap Taek Woon bingung.
"Nde, memang benar jam 5 Sajangnim, tapi, karena permintaan 2 perusahan dari As dan japan, rapat dimajukan menjadi jam 3 sore" jawab Won Shik memberitahukan perihal pergantian jam rapat.
"Oh, kembali ke tugas-mu Won Shik-ssi" ucap Taek Woon mengerti dengan jawaban Won Shik kemudian berjalan memasuki ruangannya.
.
Sementara Hak Yeon sedang membersihkan apartemen-nya tidak lama kemudian acara bersih-bersih-nya selesai dan digantikan dengan acara berbelanja bahan makanan di supermarket terdekat yang sudah sering disinggahi-nya untuk membeli bahan makanan. Sebelum pergi Hak Yeon sempat mengganti pakaian-nya dengan baju kaos V-neck-nya dan celana jeans ketat kesukaan-nya. Hari ini dia berencana membuat bulgogi dan juga japchae.
Hak Yeon berjalan menuju tempat daging dan juga tempat sayur tidak lupa dia juga menggambil beberapa buah-buahan selama berjalan kesana-kemari dengan troli-nya.
Namun, tiba-tiba saja sebuah tangan menepuk pundak-nya, sontak Hak Yeon terkejut akan berteriak jika saja dia tidak mendengar suara yang sangat familiar dan dia rindukan memasuki indra pendengaran-nya.
"Hak Yeon Hyung..." ucap seseorang yang memiliki hidung mancung dan tinggi yang hampir sama dengan-nya.
"Jae Hwan-ah... kau membuat-ku terkejut" ucap Hak Yeon mengelus dada-nya.
"kau tidak berubah Hyung dan kebiasaan-mu terkejut juga masih ada" ucap Jae Hwan memperhatikan Hak Yeon dari atas sampai bawah.
"kau juga, Jae Hwan-ah tidak berubah masih seperti dulu" ucap Hak Yeon
"ah, bagaimana kalau kita bicara didepan kafe seberang sana" lanjut Hak Yeon mengitruksi mereka untuk pindah.
"baiklah, tidak enak juga berdiri disini sambil berbicara. Nanti dikira kita ajumma-ajumma tukang gosip. Ayo, Hyung cepat kesana" ucap Jae Hwan menarik tangan Hak Yeon.
'dia tidak berubah sama sekali, sejak hari itu 'batin Hak Yeon tersenyum
"ah, Tunggu Jae Hwan, Hyung harus membayar ini dulu" ucap Hak Yeon menahan tangan-nya karena teringat dengan belanjaan-nya didalam troli.
"baiklah, Hyung. Aku tunggu disana yah" Ucap Jae Hwan berjalan mendahului-nya menuju sang kafe.
10 menit kemudian Hak Yeon selesai membayar semua kebutuhan sehari-harinya dan berjalan menuju kafe yang ada diseberang untuk menemui Jae Hwan.
Diedarkan-nya pandangannya mencari Jae Hwan saat diri-nya memasuki kafe tersebut dan kembali tersenyum saat dilihat-nya Jae Hwan duduk dipojokkan sambil melambaikan tangan-nya kearah Hak Yeon.
Selama hampir 2 jam mereka masuk kedalam obrolan kecil yang membuat mereka tertawa higga Hak Yeon harus mengakhiri pertemuan mereka saat dilihat-nya jam yang berdiam diri ditangan-nya.
"seperti-nya hyung harus pulang sekarang Jae Hwan-ah. Annyyeong" ucap Hak Yeon kemudian berdiri dikuti Jae Hwan yang ikut berdiri.
"baiklah, Hyung sampai jumpa lagi. Annyyeong" ucap Jae Hwan setelah-nya kembali duduk ditempat-nya
"kau sudah berubah Hyung, kau sudah tidak memanggil-ku Hwannie lagi. Apa karena orang itu Hyung?" gumam Jae Hwan bertanya.
.
Dari waktu ke waktu, Taek Woon lalui hari-nya sesuai dengan jadwal yang diinfokan Won Shik sang seketaris yang sudah bekerja ditempat-nya 3 tahun terakhir. Selama itu juga Taek Woon menjalanakannya hingga jalan-nya rapat pun tidak terasa sudah berakhir dengan sangat cepat.
Dan kini Taek Woon sedang berjalan dari koridor menuju ruangannya ditemani oleh sang seketaris. Memasuki sang ruangan yang khas akan ketentraman seperti diri-nya tersebut.
"aku ingin laporan rapat tadi diserahkan pada-ku besok" ucap Taek Woon mendudukkan diri-nya dikursi kebesaran-nya.
"Nde, baiklah Sajangnim. Apakah tidak ada lagi Sajangnim?" Ucap Won Shik berdiri tidak jauh dari meja Taek Woon.
"Tidak ada" jawab Taek Woon
"kalau begitu saya akan keluar Sanangnim. Permisi" lanjut Won Shik membungkuk hormat dan keluar dari ruangan Taek Woon.
Taek Woon POV (Again)
Haah... hari ini sungguh melelahkan walau jadwal-nya sangat sedikit. Aku rasa inilah resiko-nya menjadi seorang Presdir diusia-ku yang sangat mudah.
~akkeumeun geureon nari itjanha Yunanhi niga deo bogo sipeun nal~
Baru saja aku menikmati waktu santai-ku, sebuah lagu yang sangat kusukai berdering dan masuk ke dalam indra pendengaranku. Dengan cepat kurogoh saku celana-ku dan kalian tahu siapa yang menelepon? Haah... kalian benar itu Eomma.
"Yeobeoseo Eomma? Wae?" Tanya ku mengangkat telepon tersebut.
"baiklah, aku akan datang."
"sudah selesai, baru saja"
"nde, Annyyeong. Eomma"
Menelepon hanya untuk memberitahukanku harus pulang kerumah hari ini. Haiz, dan aku belum memberitahu Hak Yeon tentang ini. Baiklah aku akan menelepon-nya sekalian melepas rindu-ku pada-nya. Ku tekan nomor yang sudah sangat kuhafal tersebut, hingga kudengar sebuah suara wanita bukan-nya suara milik Yeonnie-ku
"nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan..." itulah yang dikumandangkannya
Tut
Kumatikan ternyata itu suara operator, haiz, Yeonnie-ah kenapa kamu tidak mengangkat teleponku? Apakah sesuatu terjadi pada-nya?. Apakah dia kecelakaan? Haiz... tidak... Taek Woon jangan berpikiran macam-macam tentang Hak Yeon. Pikirkan saja dia baik-baik saja. Yah, benar. Hak Yeon baik-baik saja. Kutenangkan pikiranku dan mulai sedikit beristrahat setelah menyetel alarm pada handphone-ku.
Taek Woon POV End
Hanya terdengar suara jam yang terus bergerak disana karena sang pemilik ruangan sedang terlelap masuk kedalam alam bawah sadar-nya. Namun, bukan jam nama-nya jika tidak terasa cepat dan terasa lambat jika dilalui saat tertidur maupun saat sadar.
Tidak lama kemudian alarm yang disetel oleh Taek Woon berbunyi dianggka 6.30 dan bagaimana pun juga Taek Woon harus bangun, merapikan diri-nya dan berjalan ke mobil-nya yang diletakkan dibasement perusahan. Taek Woon melesatkan mobil-nya dijalan beraspal Seoul yang sudah sangat familiar untuk-nya. Sekitar 15 menit Taek Woon sudah sampai dirumah-nya karena jalanan tadi cukup sepi jadi, Taek Woon dengan leluasa menjalankan mobil-nya dengan kecepatan tinggi.
Dan disinilah sekarang dia berada didalam rumah-nya dan menuju meja makan keluarga dimana dapat dilihat-nya 3 orang asing duduk berseberangan dengan dimana Eomma duduk
"aku pulang Eomma" ucap Taek Woon mendudukkan diri-nya disamping sang Eomma.
"selamat datang Taek Woon. Oh, iya perkenalkan mereka Mr, dan Mrs, kang dan ini putry-nya Kang Yoo Ra" ucap Eomma-nya memperkenalkan mereka. Sedangkan gadis yang dikenalkan pada-nya hanya tersenyum-senyum malu
"salam kenal Ajuhssi dan Ajumma Kang dan juga Kang Yoo Ra-ssi" ucap Taek Woon kembali berdiri
"perkenalkan nama saya Jung Taek Woon, senang berkenalan dengan anda sekalian" lanjut Taek Woon sedikit tersenyum.
"anak yang sangat sopan" ucap Mr. Kang memuji Taek Woon "sangat cocok menjadi menantu, iyakan Yeobo?" ucap Mrs. Kang
Mendengar kata 'menantu' sontak Taek Woon menatap Eomma dan Appa yang terdian sejak awal.
"apa maksud-nya ini?" tanya Taek Woon to do point.
"kau akan dijodohkan dengan Kang Yoo Ra atas keinginan Eomma-mu" jawab Sang Appa to do point juga dan tidak ingin menyembunyikan fakta yang sebenar-nya.
BRAK!
Mendengar-nya sontak semua orang disana, menatap Taek Woon tidak percaya padahal baru beberapa menit yang lalu keluarga kang memuji kesopanan Taek Woon.
"Eomma!, sudah aku bilang, aku sudah mempunyai Yeonnie dan aku hanya akan menikah dengan-nya" ucap Taek Woon berdiri dari duduk-nya hendak pergi dari sana.
"Eomma, tidak menyetujui kau menikah dengan Gay seperti-nya" Ucap Eomma-nya balas berdiri dan berteriak pada sang anak, sontak saja membuat Taek Woon terdiam dan kemudian kembali bersuara.
"Gay? Eomma mengatakan-nya Gay, kalau begitu anak Eomma ini juga GAY" ucap Taek Woon menekankan kata 'gay' diakhir dan kemudian melengang pergi dari sana. Meninggalkan mereka yang tecenggang dengan berita yang mereka dengar.
.
Sementara Hak Yeon sedang gelisah dibuat-nya pasal-nya sudah jam 11 malam Taek Woon belum pulang dari kantor. Hak Yeon bolak-balik gelisah diapartemen-nya dan kemudian melihat kearah meja makan dengan makanan masih utuh dan belum tersentuh sedikitpun. Namun, tidak lama kemudian pintu apartemen-nya terbuka dan memperlihatkan Taek Woon yang masuk dengan baju acak-acakkan jauh dari kata rapi dan dari cara jalan-nya kelihatan sekali kalau Taek Woon mabuk. Hak Yeon yang melihat-nya sontak melebarkan mata-nya dan langsung tersadarkan dan segera membantu Taek Woon berjalan.
"astaga Woonie-ah apa yang terjadi pada-mu?" tanya Hak Yeon tidak percaya Taek Woon bisa pulang dengan keadaan mabuk. Hak Yeon membawa-nya masuk ke kamar mereka dan meletakkan-nya ditempat tidur secara hati-hati, menarik selimut sampai dada dan berniat keluar dari kamar.
GRAP
Namun, tangan-nya ditahan oleh Taek Woon dan Hak Yeon langsung berbalik dan menatap mata Taek Woon yang membalas dengan menatap-nya dengan tajam.
BRUK!
"aku menggingikan-mu Yeonnie-ah"
.
.
TBC
Neomu Gomawo sudah mereview...
||| STANNYuriska ||| Bbsangssang ||| Kim Eun Seob Eon ||| Leonluv ||| Cici |||
Want Review ?
