"Namaku Kyuhyun. Aku adalah iblis seperti apa yang kalian para manusia menyebutku."


Title : Soul Controller

Cast : Kyuhyun, Sungmin, and all of member Suju.

Genre : Romance, Fantasy, Angst, Mistery.

Rating : T – Semi M

Desclaimer : All cast just belong to GOD. But, siwon is mine.

Warning : BL, OOC, Typo, EYD yang tidak tepat, dan Rasakan sendiri apa yang terjadi pada kalian saat membaca fic ini.


Chapter 2

Saat itu sudah memasuki bulan Mei. Musim semi di Seoul tampaknya datang sedikit terlambat, namun walaupun udara masih terasa dingin mereka tidak memerlukan jaket saat pertemuan tersebut.

Sungmin menatap namja yang bernama Kyuhyun itu dengan penuh kebingungan. Apa yang namja itu bicarakan?

"Apa maksudmu dengan iblis?" tanyanya.

"Seperti yang aku bilang sebelumnya. Aku adalah iblis yang ditakuti hampir semua manusia." Kata Kyuhyun dengan nada dingin.

Tidak! Hal ini masih mengganggu pikiran Sungmin. Ia masih tidak mempercayai kata-kata Kyuhyun barusan. Menurutnya dijaman sekarang sangat susah menerima hal aneh semacam ini.

Melihat ekspresi bingung diwajah Sungmin, Kyuhyunpun akhirnya menyerah. Ia usap wajahnya dengan telapak tangannya kemudian berkata, "Ah, sudahlah. Dan bagaimana kau bisa membuka segel gerbang itu?"

Kedua alis Sungmin saling bertaut, kebingungan pada dirinya semakin bertambah. Gerbang? Apa maksudnya pintu itu?

Dia tidak merasa melakukan apa-apa pada pintu tersebut. Ia hanya menyentuh permukaannya lalu tiba-tiba saja pintunya terbuka.

"Ughh!"

Sungmin tersentak saat ia melihat Kyuhyun jatuh terduduk seraya memegangi kepalanya. Terlihat dari raut wajahnya ia sedang menahan rasa sakit.

Sungmin langsung melangkahkan kakinya mendekati sosok Kyuhyun yang sedang terduduk. Sungmin tidak berani untuk menyentuhnya, ia hanya mendekat dan memperhatikan Kyuhyun dengan tatapan cemas. Entahlah, kenapa ia merasa sangat cemas melihat Kyuhyun yang terlihat sangat kesakitan seperti itu. Padahal seharusnya ia takut pada Kyuhyun yang menyebut dirinya iblis namun jauh didalam lubuk hati Sungmin, ia percaya dengan semua yang Kyuhyun katakan padanya.

"Kau baik-baik saja?" tanya Sungmin, terdengar nada khawatir dari pertanyaannya.

"Tidak. Sepertinya aku tidak baik-baik saja."

Sungmin merasa semakin kebingungan. ia sama sekali tidak tahu harus melakukan apa terhadap seseorang yang baru dikenalnya ini. Ah, bukan. Bukan baru dikenalnya karena ia merasa pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tapi kapan? Dan dimana?

Sungmin merogoh kantong celananya. Ia ingat bahwa di kantong celananya terdapat beberapa permen yang ia beli beberapa waktu lalu. Langsung saja ia mengeluarkan beberapa permen dan menyodorkannya ke hadapan Kyuhyun.

"Ini. makanlah. Mungkin ini bisa sedikit membantu mengalihkan rasa sakitmu." Ujar Sungmin, menyodorkan permen tersebut seraya tersenyum. Senyuman yang sangat tulus.

Kyuhyun terhenyak sesaat. Seakan terhanyut dalam gelombang yang sangat nyaman. Senyuman yang tulus yang Sungmin sunggingkan di wajahnya mampu membuat Kyuhyun terpaku. Menatap dalam mata bulat Sungmin yang sedikit menyipit, terlihat sangat indah. Mata dan senyuman itu mirip dengan seseorang dari masa lalu Kyuhyun.

Sesaat ia membiarkan dirinya tenggelam dalam perasaan hangat tersebut. Menyelam dalam bola mata Sungmin yang sangat menyejukkan, membawa kehangatan tersendiri baginya. Kehangatan yang sudah berpuluh-puluh tahun tidak ia rasakan.

"Ayo, ambillah."

Suara lembut itu terdengar olehnya, membawanya kembali menuju permukaan. Pandangan Kyuhyun kini beralih pada sesuatu yang berada ditelapak tangan Sungmin.

Dengan perlahan, ia julurkan tangannya mengambil satu permen itu.

Kyuhyun tidak langsung memakan permen tersebut, ia hanya memandangi permen yang kini ada ditangannya dengan saksama. Melihat hal tersebut, membuat Sungmin membuka suara untuk kesekian kalinya.

"Kenapa tidak kau makan? Makanlah. Permen itu tidak ada racunnya." Ungkapnya pada Kyuhyun.

Kyuhyun mendongak. Menatap mata yang menghangatkan itu untuk yang kesekian kalinya. Perlahan sudut bibir Kyuhyun terangkat, menampakkan senyuman tipis untuk yang pertama kalinya.

"Gomawo.."

Tidak dapat dipungkiri, terdapat semburat merah yang kini menghiasi kedua pipi mulus Sungmin. Melihat senyuman di wajah Kyuhyun membuat dirinya menyadari betapa rupawannya Kyuhyun.

Wajahnya yang putih bersih, pipinya yang tirus, hidungnya yang mancung, matanya yang besar dan tajam, bibirnya yang sedikit tebal. Tampan.

"Sama-sama.."

.

.

Siwon menyesap kopinya seraya memandangi pemandangan pagi yang menurutnya sangat indah dari jendela kamarnya yang berada di lantai dua. Taman yang terhampar sangat indah dengan kolam ikan ditengah-tengah taman tersebut, dengan beberapa bunga yang mengelilingi kolam tersebut. Pohon-pohon kecil yang terdapat dibeberapa tempat di taman tersebut menambah kesan indah.

Musim semi yang terlambat tidak dapat merusak tanaman yang berada di taman itu. Bagaimana bisa? Berterima kasihlah pada kekuatan Siwon yang dapat membuat tamannya dapat tumbuh subur walaupun saat cuaca masih terlalu dingin seperti ini.

Kini pandangannya tertuju pada sosok yang sedang ada diatas tempat tidur king sizenya. Sosok itu bergerak kecil, tampak bahwa ia akan terjaga dari mimpi indahnya. Dan benar saja, sosok itu secara perlahan membuka mata indahnya. Mengerjap-ngerjapkannya beberapa kali untuk menyesuaikan matanya dengan bias-bias cahaya mentari.

"Sudah bangun."

Sosok itu terlihat sangat terkejut. Pandangannya langsung mencari asal suara yang menyapanya tadi. Dan betapa terkejutnya ia saat mendapati seseorang yang sedang berdiri didepan jendela dengan segelas kopi ditangannya.

Ia sangat malu pada penampilannya saat ini. Terlihat tubuh bagian atasnya sama sekali tidak tertutup sehelai benangpun. Selimut yang ia pakai hanya menutupi tubuh bagian bawahnya saja.

Menyadari penampilannya saat ini yang sangat tidak pantas segera saja ia menaikkan selimut tebal itu sampai menutupi seluruh tubuhnya. Wajahnya langsung terlihat memerah.

Melihat hal itu, membuat Siwon terkikik pelan. Ia letakkan segelas kopi yang ia pegang diatas buffet yang terletak tidak jauh darinya, kemudian melangkahkan kaki panjangnya untuk menghampiri sosok tersebut.

"Maafkan saya, Tuan." Ujar sosok tersebut. Wajahnya masih menunduk malu.

"Kenapa kau harus meminta maaf, Kibum? Ini bukan yang pertama kalinya kan?." Kata Siwon dengan nada menggoda.

Mendengar hal itu membuat Kibum-sosok itu-semakin merona. Wajahnya semakin memerah karena menahan malu.

Siwon duduk disamping Kibum, mengamati wajah memerah Kibum yang menurutnya sangat lucu. Seorang Kibum yang selama ini dikenal orang adalah seseorang yang dingin, wajah sempurnanya selalu tampak terlihat datar, tidak pernah nampak ekspresi apapun pada wajah porselennya tersebut.

Tangannya terjulur kebelakang pundak polos Kibum, menariknya perlahan kedalam pelukannya. Merengkuhnya, untuk menikmati kehangatan dari sosok yang kini wajahnya tampak sangat memerah.

"Tu-tuan…" Kibum tampak terkejut dengan perlakuan lembut Siwon terhadap dirinya.

Bukan berarti selama ini dia tidak diperlakukan baik oleh Siwon, hanya saja sikap Siwon kali ini sungguh beda dari biasanya.

Sebenarnya, ini bukan pagi pertama setelah mereka melewati malam bersama. Malam yang mereka lewatkan dengan saling memberi kehangatan-kehangatan dengan hasrat yang menggebu. Memperlihatkan bahwa meraka membutuhkan satu sama lain.

"Sssstt… kali ini saja. Panggil aku Siwon."

"Ta-tapi tuan…"

"Jangan membantah, Kibum. Hanya saat ini saja…"

"Baiklah… Siwon."

Siwon tersenyum mendengar Kibum menyebutnya dengan namanya. Tidak memakai sebutan 'Tuan' seperti biasa ia memanggil dirinya. Hal ini membuat ia merasa senang. Ada sesuatu dalam dirinya yang membuatnya begitu senang jika Kibum tidak memanggilnya dengan sebutan 'Tuan'.

Pelukan Siwon semakin erat, berusaha merasakan kehangatan dari tubuh Kibum. Menenggelamkan wajahnya kelekukan leher Kibum. Sesekali ia kecup leher putih yang terdapat beberapa bercak kemerahan akibat ulahnya semalam.

Perlakuan lembut Siwon terhadap dirinya, yang menurutnya tidak biasa ini, membuat Kibum tersenyum. Ia senang diperlakukan seperti ini oleh orang yang sangat ia cintai. Perlakuan Siwon terhadapnya kali ini membuatnya merasa seperti seseorang yang special dimata Siwon.

Jujur, selama ini ia tidak tahu pasti bagaimana perasaan Siwon yang sebenarnya terhadap dirinya. Ia merasa selama ini dirinya hanya tempat pelampiasan bagi Siwon. Ia tahu, siapa yang sebenarnya ada dihati namja bertubuh kekar tersebut. Kenyataan itulah yang membuat dadanya terasa sesak. Seperti ada sesuatu yang menggerogoti organ dalamnya.

Tapi, pagi ini Siwon terlihat sangat berbeda. Sikapnya yang lembut dan hangat mampu membuat Kibum melupakan kenyataan-kenyataan yang menyesakkan itu, membuat dirinya berpikir bahwa dialah seseorang yang special di hati namja yang sangat ia cintai itu. Dan hal itu membuat dirinya sangat senang.

Siwon melepaskan pelukannya untuk menatap bola mata Kibum yang terlihat begitu indah. Siwon dapat melihat pantulan dirinya dibola mata tersebut, begitupun dengan Kibum. Ia berusaha mencari ketulusan dari bola mata hitam Siwon, menenggelamkan lebih dalam dirinya dalam kelamnya mata itu.

Perlahan Siwon mendekatkan wajahnya, menutup jarak diantara mereka dengan bibirnya. Daging kenyal tersebut saling bertaut, berusaha saling mendominasi satu sama lain.

Lenguhan yang keluar dari bibir Kibum, menandakan bahwa ia mengalah dalam pertarungan tersebut. Membuka mulutnya agar Siwon dapat lebih dalam merasakan kenikmatan yang Kibum berikan.

Kibum tenggelam semakin dalam akan cumbuan yang Siwon berikan padanya. Sentuhan-sentuhan tangan Siwon didaerah sensitifnya membuatnya semakin terbuai dalam surga dunia.

Alunan-alunan indah yang melantun indah dari bibir Kibum seakan menjadi pemacu semangat Siwon untuk berbuat lebih.

Akan tetapi, ketukan yang terdengar dari pintu kamar Siwon menginterupsi kegiatan mereka. Siwon terpaksa harus menghentikan kegiatannya memuaskan Kibum. Terdengar geraman tidak suka pada seseorang yang tengah menginterupsi acaranya dengan Kibum pagi ini.

Siwon beranjak dari tempat tidur menuju pintu untuk mengetahui siapa seseorang yang telah mengganggunya. Sedangkan Kibum, yang wajahnya tampak sangat memerah langsung beranjak kea rah kamar mandi. Merapikan dirinya agar terlihat lebih sopan. Ia tidak mau ada yang melihat penampilannya yang seperti ini kecuali Siwon.

"Ada apa?" tanya Siwon pada seseorang yang telah mengetuk pintu kamarnya setelah ia membuka pintu tersebut.

Tampak seorang namja dengan paras yang cantik. Wajah tersebut terlalu cantik bagi seorang namja. Wajahnya yang putih dan mulus, bibirnya yang terlihat sexy, matanya yang tajam dengan bulu mata yang lentik. Wajahnya yang begitu rupawan terlihat lebih sempurna dengan dibingkai rambut hitam legamnya yang sedikit panjang sampai kelehernya.

"Apa aku telah menginterupsi kegiatanmu, Siwon?" tanya namja tersebut pada Siwon. Ia mendengar nada tidak suka pada pertanyaan Siwon sebelumnya.

Siwon menghela nafas panjang, kemudian tertawa, menampakkan lesung pipinya di wajah porselennya, "Bagaimana hyung bisa berkata seperti itu? Haha…" ujar Siwon berbasa basi.

"Huh! Jangan keluarkan senyuman palsumu didepan ku, Siwon. Itu tetap tidak membuatku terkecoh." Ucap namja tersebut dengan nada cuek.

Siwon tersenyum simpul, memang sepertinya percuma bersikap pura-pura terhadap namja cantik didepannya ini, "Kau benar, Hyung. Jadi, untuk apa kau pagi-pagi begini datang ke kamarku?"

"Aku mencari Kibum. Tadi aku kekamarnya dia tidak ada. Dan aku yakin, dia pasti ada disini. Sekarang dimana dia?" kata namja tersebut seraya mengarahkan pandangannya kedalam kamar Siwon. Berusaha menemukan sosok yang ia cari sedari tadi.

"Untuk apa kau mencari kekasihku, hyung?"

Mata namja cantik yang berada dihadapan Siwon itupun membulat sempurna, bulu matanya yang lentik tampak jelas terlihat, kemudian tertawa terbahak, "Mwo? Kekasihmu? Haha… Sudahlah, berhenti bercanda. Sekarang yang aku butuhkan adalah Kibum."

Siwon terkikik geli melihat tingkah namja cantik tersebut, "Seharusnya kau menjaga kata-katamu, hyung. Bagaimanapun aku tetaplah atasanmu." Kata Siwon.

"Tapi bagaimanapun aku tetap lebih tua darimu Siwon." Ujar namja cantik tersebut tidak mau kalah.

Siwon hanya menggelengkan kepalanya. Percuma berdebat dengan namja dihadapannya ini. namja cantik ini begitu keras kepala. Ia memang bawahannya Siwon, tapi ia bersikeras tidak akan memanggil Siwon dengan sebutan 'Tuan' seperti Kibum dan yang lainnya memanggilnya. Tapi, bukan berarti ia tidak menghormati Siwon, ia masih tahu batasannya. Dan Siwon-pun tidak mempermasalahkan hal tersebut, baginya asalkan semua bawahannya setia padanya itu sudah cukup. Dan dia juga akan selalu bersikap baik pada mereka.

"Kibum sedang dikamar mandi. Sebentar lagi mungkin dia keluar."

"Apa yang kau lakukan padanya semalam? Aku tidak akan melepaskanmu jika kau berbuat macam-macam padanya." Ancam namja cantik itu. Namja tersebut memang sama sekali tidak takut pada Siwon, tapi beginilah sikapnya. Kadang ia begitu menghormati Siwon tapi tidak jarang pula ia bersikap seperti ini pada Siwon.

"Haha… aku hanya berbuat seperti yang kau dan Hangeng lakukan setiap malam, hyung" Ujar Siwon dengan nada menggoda.

Seketika terlihat semburat merah dikedua pipi namja cantik tersebut, "Siwon! Kau mau mati!"

"Heechul hyung?"

Suara lembut yang terdengar dipendengaran kedua namja tersebut mengalihkan perhatian mereka. Tadinya namja cantik tersebut ingin marah-marah pada Siwon yang sudah mengungkap privasinya dihadapannya sendiri. Tapi itu tidak jadi dilakukannya karena ia mendengar ada yang memanggil namanya, kemudian pandangannya menangkap sosok yang ia cari sedari tadi. Sosok itu kini sedang berada dibelakang Siwon.

"Kibummie… apa yang kau lakukan disini?" tanya namja cantik itu yang bernama Heechul. Menerobos Siwon yang ada dihadapannya agar dapat masuk kekamar Siwon dan mendekati Kibum.

"A-aku.." Kibum bingung harus menjawab apa. Tidak mungkin ia mengatakan habis melewatkan malam yang menggairahkan bersama tuannya bukan. Walaupun hal itu sudah bukan rahasia lagi tapi tetap saja hal itu cukup untuk membuat Kibum malu.

Heechul memutar bola matanya dan kemudian berkata, "Sudahlah. Ayo ikut aku." Ujar Heechul seraya menarik tangan Kibum hendak keluar dari kamar mewah milik Siwon tersebut.

"Mau kemana, hyung?" tanya Kibum kebingungan.

Heechul berhenti, kemudian berbalik untuk menatap Kibum, "Kibummie kau tahu ini sudah jam berapa? Aku lapar~~ Hangeng sedang diberi tugas oleh Siwon. Dan tidak ada yang memasakkan sarapan untuk kami. Jadi buatkanlah sarapan untukku, Kibummie…" kata Heechul dengan pandangan memohon.

"Hei, hyung! Kibum bukan seorang pembantu disini." Ucap Siwon menyela diantara mereka.

"Diam kau! Lagipula ini kesalahanmu. Kau yang member tugas pada Hangeng, jadi dia tidak bisa membuatkan sarapan untukku." Kata Heechul sinis.

Siwon hanya tersenyum melihat tingkah salah satu bawahannya itu. Akhirnya, Heechul menarik Kibum keluar dan meninggalkan Siwon seorang diri.

Siwon hanya menghela nafas. Kemudian raut wajahnya kembali serius. Senyum yang penuh kelembutan tadi langsung menghilang dari wajah porselennya. Digantikan dengan keseriusan yang menampakkan betapa kokohnya rahang pada wajah rupawan miliknya. Begitu sempurna. Tanpa celah.

"Shindong." Ucapnya tegas entah pada siapa.

Namun seketika muncul gumapalan asap putih dihadapannya. Perlahan gumpalan asap itu menghilang dan memperlihatkan sosok namja yang bertubuh gempal.

Namja yang dipanggil Shindong tersebut langsung menunduk hormat pada Siwon. "Ya Tuan?"

"Apa dia sudah bangun?" tanya Siwon langsung pada Shingdong.

"Ya tuan. Dia sudah bangun."

"Lalu, bagaimana dengan pengendali jiwanya?"

"Tepat seperti yang seharusnya, Tuan. Dia datang disaat yang tepat. Dan dia seorang namja."

Siwon tampak terkejut, kemudian memasang ekspresi serius lagi, "Namja? Bukan yeoja seperti sebelumnya?"

"Begitulah tuan." Jawab Shindong.

"Sungguh tidak terduga. Aku tidak memikirkan hal ini sebelumnya. Reinkarnasinya adalah seorang namja." Ujar Siwon seraya tertawa kecil. "Jadi siapa namja tersebut?" tanya Siwon lagi.

"Dia bernama Lee Sungmin. Seorang yatim piatu yang tinggal seorang diri dan saat ini ia bekerja disebuah club malam sebagai bartender."

"Hmm… menarik…" kata Siwon, melipat kedua tangannya didadanya yang bidang. "Baiklah. Kau bekerja sangat baik. Sekarang pergilah ke pantry. Sarapanlah bersama yang lain. Setelah itu bawa Eunhyuk dan Donghae bersamamu untuk menyambut teman lama kita"

"Baik tuan. Saya permisi." Seketika itu pula, sosok Shindong langsung lenyap dari hadapan Siwon.

Siwon tersenyum simpul. Ia langkahkan kaki panjangnya menuju sofa yang berada dikamarnya tersebut. Ia hempaskan dirinya kesofa tersebut seraya memejamkan matanya. Saat ini sangat terlihat raut kesakitan dari wajahnya yang terbingkai sempurna tersebut. Kesakitan yang sudah lama bersemayam dalam dirinya. Kesakitan yang tidak pernah ia tampakkan kini terpampang sangat jelas.

"Bagaimana kabarmu, Kyu?" gumamnya pelan.

.

.

.

TBC


Annyeong...^^

Maafkan saya atas keterlambatannya update nih fic.. hmm..msih kah ada yang menunggu nih fic gaje.. *readers: kagaaaa..*

baiklah.. terima kasih..terima kasih...:)

Ada yang bilang masih bingung ya sama ceritanya, mian...tapi chap kemarin memang belum sampe konflikx.. dan d chap inipun juga belum ada konfliknya. mungkin di chap depan sudah ada sedikit konflik antara siwon dan kyuhyun. Dan peran Sungmin yang sebenarnya juga akan diketahui di chap depan. :)

Jadi, mohon sabar ya...

Gomawo buat yang udah riview di chap kemaren.. saya sangat sangat berterimakasih buat kalian yang udah riview fic yang melanggar aturan ini.. hohoho..

LittleLiappe -males login, Hyena Minnie-Fishy KYUte, Sung Hye Ah, minnie beliebers, Parkyoonha Evil Princess, Lee HyeSang, Kyuminana, yenni gaemgyu, amniminry, kangkyumi

gomawo all..^^

akhir kata.. Mind to Riview?