Title: TERJEBAK DALAM TUBUH PARK JIMIN

Cast: Taehyung, Jimin, Jungkook - VKook VMin FF

Lenght: Chapter Part

Rating: 15+

Author: Tae-V [Line KTH_V95, Twitter KTH_V95]


CHAPTER 2 : PERANG MELAWAN SI GIGI KELINCI

.

Aku menoleh ke samping, kebetulan di sampingku persis ada sebuah rumah, yang tentu saja ada kaca di jendelanya.

DEG!

Mati dah ini lama-lama, kagetan melulu daritadi!

Wajahku! Tubuhku! Semua yang ada padaku kecuali hati dan jiwa serta perasaan ini!

PARK JIMIN!

Aku... Menjadi Park Jimin?

AKU TERJEBAK DALAM TUBUH BANTET MILIK PARK JIMIN?

"Chim, lu kenapa sih?" Taehyung terus menatapku dengan wajah asli kebingungan.

Aku pun mulai tersadar akan satu hal.

Aaahhhhhhhhhhhh...

Aku terjebak masuk ke dalam drama yang tengah kutonton tadi, dan aku menjadi Park Jimin di sini!

"Gw gapapa kok, Tae..." sahutku.

AKHIRNYA AKU BISA MANGGIL TAEHYUNG! Setelah selama ini cuma bisa menatap ketampanan wajahnya di layar HP, televisi, dan laptop!

"Yaudah kalo lu gapapa.. Abis ekspresi lu aneh gitu.." sahut Taehyung sambil menatapku, masih agak kebingungan.

"Gwenchana, imma! Hehehe~" sahutku sambil menepuk pundak Taehyung dan tersenyum kecil.

"Untung aja gw tahu betul gimana attitude Jimin gara-gara keseringan nontonin V App sama Bangtan Bomb! Jadi gw bisa bersikap selayaknya seorang Park Jimin! Huft~" gumam batinku.

"Araseo..." sahut Taehyung. "Cepat sana masuk ke rumah, sebelom nyokap lu teriak-teriak manggilin nama lu, Chim!"

"Hah? Rumah?" sahutku, semakin bingung.

"Itu kan rumah lu, Chim! Masa lu lupa?" tanya Taehyung sambil menunjuk ke arah rumah yang tadi kaca jendelanya aku lihat barusan.

"Ah! Iya ya! Hehehe... Otak gw lagi ga bener kayaknya ini, Tae.." sahutku.

"Mati gw! Bukan cuma adaptasi sama alien satu ini, tapi gw juga harus adaptasi sama lingkungan sini berarti!" teriak batinku.

"Lu tadi jajan apa sih? Chiki jaguar kayaknya.. Expired kali, makanya otak lu konslet gini.." sahut Taehyung sambil terus menatap ke arahku.

"Iya kayaknya, Tae.. Gw aja bingung gw kenapa.." sahutku sambil menundukkan kepala.

"Yaudah gih sana masuk, udah malem juga.. Ga enak sama tetangga masa malem-malem masih di depan rumah gini.. Gw juga mesti balik.." sahut Taehyung.

"Lu kira gw perawan? Sampe harus ga enak sama tetangga gara-gara malem-malem di depan rumah sama cogan macem lu?" gumam batinku.

Dan tiba-tiba, aku kembali terpikirkan banyak hal.

Dan aku mendekatkan mulutku ke telinga Taehyung sambil berbisik, "Ngomong-ngomong, lu tahu kaga, Tae? Kamar gw yang mana ya? Gw kan mesti langsung masuk ke kamar tapi kok gw lupa ya?"

"Lu seriusan lupa?" Taehyung menatapku dengan tatapan sangat terkejut.

Duh tampannya, pingin lumat itu bibir ih rasanya...

Aku hanya bisa pasrah dan menganggukan kepalaku. "Gw lupa, Tae... Ottoke?"

Taehyung menatapku iba. "Kamar tengah. Kamar paling depan kamar orang tua lu, kamar paling belakang kamar sepupu lu si Jung Hoseok hyeong. Kamar lu yang tengah. Inget itu.."

"Araseo.. Gumawo, Tae.." sahutku.

Untung saja aku sudah sempat menonton drama ini satu episode! Jadi, kurang lebihnya aku tahu siapa orang tuaku, siapa sepupuku, siapa warga sekitar sini.

Dan juga... Siapa kekasih Taehyung..

Si menyebalkan Jeon Jungkook...

Ahhhh... Padahal Jungkook juga biasku sebenarnya..

Tapi setelah terjebak dalan tubuh bantet Jimin ini kenapa aku jadi kesal ya mendengar nama Jungkook?
.

.

.

Aku dengan perlahan membuka pintu rumah yang kata Taehyung rumahku.

Eomma langsung menatapku ketika aku membuka pintu.

"Sudah malem, Jimin. Darimana saja?" tanya eomma.

Aku menggaruk kepalaku.

"Uhmmmm.. Main dengan Taehyung, eomma.." sahutku.

"Lain kali jangan terlalu malam, araseo?" sahut eomma.

Aku menganggukan kepalaku. "Ne.."

Aku segera berjalan cepat menuju kamar tengah, lalu bergegas masuk ke dalam kamar itu.

Untung saja Taehyung tidak sedang membohongiku! Ini memang kamar Jimin. Yang otomatis kini menjadi kamarku.

Aku terkejut melihatnya secara langsung.

Kamarnya benar-benar tertata rapi! Sangat rapi!

Aku menyalakan AC kamar, lalu menelusuri kamar milik Park Jimin itu.

Ada beberapa foto berbingkai di atas meja belajar.

Tentu saja, rata-rata ada Taehyung dalam foto-foto itu...

Ada sebuah foto yang sangat menarik perhatianku.

Foto Taehyung dan Jimin yang tengah berkeringat dan mengenakan seragam tim sepak bola.. Dengan sebuah piala di tangan Jimin.

Sepertinya foto ini diambil setelah menang bertanding.

Aku kembali menelusuri setiap sudut kamar itu. Dan entah mengapa seketika itu juga... Aku seolah bisa merasakan apa yang dirasakan Jimin akan perasaan cintanya yang diam-diam kepada Taehyung selama ini.

Dan tiba-tiba hati ini bertekad kuat.

Aku... Harus mulai bergerak mendekati Taehyung dan membuat Taehyung memilih Jimin dan meninggalkan Jungkook!

Aku bertekad sangat kuat untuk mengubah ending dari drama ini!

.

.

.

"Jimin ah! Bangun! Udah jam berapa ini?" teriak eommanya Jimin, yang kini otomatis adalah eommaku.

Aku membuka mataku, lalu mengucek-ngucek kedua mataku sejenak.

Aku menggeliat, meregangkan otot-otot tubuhku.

Aku menatap sekelilingku.

Ah.. Aku masih berada dalam kamar Park Jimin.

Aku... Masih terjebak dalam tubuh milik Park Jimin.

Aku bergegas keluar kamar, masih dengan rambut acak-acakan.

"Aku sudah bangun, eomma..." sahutku sambil menghampiri sofa di ruang tamu dan terduduk disana, masih dengan wajah mengantuk.

"Ada bekas air liur tuh di sudut bibir lu, Chim." sahut Hoseok hyeong, sepupu Jimin, yang kini menjadi sepupuku, ketika ia berjalan menghampiriku dengan membawa sebuah gelas di tangan kanannya.

"Ah..." sahutku sambil mengelap sudut bibirku.

Hoseok hyeong duduk di sampingku.

HOSEOK HYEONG!

JUNG HOSEOK!

ASTAGA! INI SERIUSAN?

KUDANYA BANGTAN LAGI DUDUK DI SAMPINGKU?

Whoaaaaaaaaaa~ Daebak ternyata bisa menjadi seorang Park Jimin!

Hatiku berteriak kegirangan, dan tanpa sadar aku senyum-senyum tidak jelas.

"Lu kenapa, Chim? Sakit jiwa? Senyum-senyum sendiri begitu ih..." sahut Hoseok hyeong dengan eskpresi aneh menatapku.

"Aniya... Gw rasa semalem gw mimpi sangat indah, hyeong.. Makanya gw senyum-senyum begini~ Hehehehe~" sahutku.

"Aigoo.." sahut Hoseok hyeong sambil menyeruput susu hangat di gelasnya.

"Sana mandi, Jimin ah. Satu jam lagi kau masuk sekolah." sahut eomma.

Uh?

Aku menatap kalender di tembok.

"Sekarang tanggal berapa, hyeong?" tanyaku pada Hoseok hyeong.

"6 November 2017. Kau lupa tanggalan?" tanya Hoseok hyeong.

AHHHHHHH... TERNYATA... INI HARI SENIN.

Biasanya, aku paling benci dengan hari Senin.

Benci sekali, entah kenapa.

Tapi kali ini aku justru bersemangat! Sangat bersemangat!

Waeyo?

Karena aku akan duduk bersebelahan dengan Taehyung di sekolah!

Jimin dan Taehyung teman dekat sejak kecil. Dan Taehyung selalu sekelas dengan Jimin, bahkan duduk bersebelahan di kelas.

Aku bergegas menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku bergegas menuju kamar, merapikan rambutku dan menata penampilanku serapi mungkin.

Untung saja Jimin memiliki eye smile yang luar biasa manisnya! Dengan wajah ini, aku yakin aku akan berhasil memenangkan hati Taehyung dan mengusir si menyebalkan Jeon Jungkook itu dari hati Taehyung!

"Aku berangkat!" teriakku, berpamitan kepada keluargaku.

Dan ketika aku baru melangkah beberapa langkah, aku teringat satu hal.

ASTAGA!

SEKOLAHAN!

AKU... TIDAK TAHU JALAN MENUJU SEKOLAH!

"Ottoke?" gumamku panik.

Tiba-tiba saja.

KRING KRING~

Sebuah suara bel sepeda terdengar.

Tiga detik kemudian, sepeda itu berhenti di sampingku.

Aku menoleh.

Aihhhh... Si tampan Kim Taehyung...

"Lu pasti lupa jalan ke sekolahan, ya kan?" sahutnya.

"Tae! Lu emang paling ngertiin gw banget, asli deh!" sahutku, kegirangan.

Rasanya pingin ku peluk erat alien ganteng satu ini! Kok dia bisa tahu ya kalau aku lupa jalan ke sekolah?

Lebih tepatnya... SAMA SEKALI TIDAK TAHU JALAN MENUJU SEKOLAH.

Waeyo? Karena di drama yang kutonton, baru saja adegan Jimin keluar rumah, tiba-tiba sudah berpindah scene ke sekolahan! Mana kutahu jalannya lewat mana!

"Lu seriusan gapapa, Chim? Kayaknya ingatan lu bermasalah banget deh..." sahut Taehyung sambil menggowes sepedanya sambil memboncengku di tempat duduk belakang.

Ahhhhh... Ingin rasanya kupeluk pinggang Taehyung, seperti apa yang selalu Jungkook lakukan setiap Jungkook dibonceng Taehyung.

"Gw gaapa, Tae.. Cuma.. Tiba-tiba aja gitu banyak lupaan... Aneh sih ya? Jangan-jangan gw kanker otak!" sahutku, asal.

"Heh! Jangan ngomong yang aneh-aneh, Chim! Ckckckck.." gerutu Taehyung.

Aigoo... Taehyung perhatian juga ya sama Jimin..

Gimana Jimin ga baper coba? Taehyung aja segininya merhatiin Jimin!

Tak lama kemudian, kami pun tiba di sekolah.

Namun, baru saja kami tiba di parkiran sepeda, bocah kelas satu itu sudah berteriak di ujung sana.

"Pagi, chagi~"

Jeon Jungkook.

Si gigi kelinci itu sudah menunggu Taehyung di parkiran sepeda rupanya.

Taehyung tersenyum sambil menatap Jungkook.

Cih!

.

.

.

Di kelas, aku berusaha mengingat dengan baik teman-teman sekelas Jimin dan Taehyung, setidaknya aku tidak terlalu bodoh dengan salah memanggil nama!

Yang aku kenal hanya beberapa member boyband dan girlband yang menjadi cameo sebagai teman-teman yang sekelas dengan Taehyung dan Jimin.

Kim Seolhyun AOA, Song Yoonhyung iKON, Yoo Changhyun Teen Top, Kim Namjoo Apink, si kembar Jo Kwangmin dan Jo Youngmin Boyfriend, Yook Sungjae BTOB, Kim Jonghyun NU'EST, Kim Sojung , dan Kim Jiwon iKON.

Whoaaaaa! Kalau dipikir-pikir, drama ini daebak sekali! Cameo nya saja top idol begini.

AIGOO! INI SIH AKU YANG KESENENGAN YA BISA SEKELAS SAMA MEREKA SEMUA BEGINI HEHEHEHE...

Aku sudah duduk semeja dengan Taehyung di sudut paling kanan ruang kelas, meja ketiga dari depan.

Di meja depanku diduduki oleh Sungjae dan Youngmin. Di meja belakangku diduduki Kwangmin dan Jonghyun.

Kurasa, aku akan segera mati sebentar lagi. Hmmmmm... Kapan lagi aku bisa mendapat kesempatan seindah ini?

"Chim! Lu inget semua kan mereka siapa aja?" bisik Taehyung.

Aku menganggukan kepalaku sambil berbisik. "Sedikit dari mereka aku ingat.. Tapi sisanya aku lupa... Aigoo..."

"Kalo ada yang lu lupa, tanya gw aja ya Chim!" bisik Taehyung sambil menatapku dari jarak sedekat ini.

MELETUS BALON HIJAU, DOR!

R.I.P MY HEART...

Aku hanya bisa senyum-senyum bloon sambil menganggukan kepalaku.

Tak lama kemudian pelajaran pun dimulai.

Untung saja aku seusia dengan mereka semua! Jadi, aku bisa mengikuti pelajaran ini dengan baik... Huftttt~

.

.

.

Bel istirahat berbunyi.

"Ayo makan ke kantin, Chim." ajak Taehyung.

"Araseo.. Kajja~" sahutku sambil merangkul pundak Taehyung.

Mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kapan lagi ya kan aku bisa rangkul-rangkul Taehyung begini? Hehehe..

"Lu yakin ga kenapa-kenapa, Chim?" tanya Taehyung sambil berjalan denganku menuju kantin.

Aku menganggukan kepala dengan polosnya.

"Tapi... Kenapa ingatan lu bisa banyak yang ilang gini sih? Gw jadi cemas tahu!" sahut Taehyung sambil menatapku.

Dari tatapannya, aku bisa melihat dengan sangat jelas.

Bahwa Taehyung.. Benar-benar mencemaskanku...

Ehem... Mencemaskan Jimin tepatnya.

Dan hati kecilku berteriak kegirangan.

PARK JIMIN! KAU PUNYA KESEMPATAN UNTUK MEREBUT TAEHYUNG DARI SI GIGI KELINCI JEON JUNGKOOK ANAK KELAS SATU ITU!

Namun...

Baru saja aku tersenyum bahagia karena diperhatikan seperti ini oleh Taehyung..

Tiba-tiba..

Sosok menyebalkan itu..

Kembali muncul di hadapan kami.

"Chagi~ Ayo makan bareng~" sahut si gigi kelinci itu, yang entah sejak kapan sudah menunggu Taehyung di depan kantin.

Cih...

.

-TBC-


reply for review:

HanaChanOke : here lanjutannya hana :) semoga suka ya, asli ini ff gaje bgt loh absurd bgt dijamin XD