Blood The Rosalio Crescent
(Remek)
Warning : Newbie, Tyapo,Love, Blood, Supranatural, Frendship, Drama, Angsat, Fantasy,OC.
Pair : OC : Kuzuraha Toru x Kaname Kuran x All Boy Vampire
R+ : Random(?)
By
Lightining Shun
Note : 2
"Kumohon anda minggir, Kaname-san minna, nenek ini terluka dia butuh pertolongan, aku harus membawanya kedokter sekolah sekarang!,"Ucap Toru mengabaikan, sikap Aidou padanya dan memilih meninggalkan sang rombongan membawanya kedokter sekolah.
Dokter Sekolah:
"Apa!?,"Dokter sekolah sedang tak ditempat, Ucap Toru terperanah, pada siswi Sun-Droom, petugas baru masuk sebagai anak UKS, dan belum begitu ahli dalam menangani luka separah ini.
Toru terdiam sambil memandang sang nenek, yang melirik wajahnya dengan tampang menunggu, dan mengambil keputusan.
"Chamie-san, bisa ambil perlengkapan pengobatan sekarang, biar aku yang mengurus nenek itu,"Ucap Toru dengan nafas mendengkus.
KANAME POV
Kaname berlari kearah, sekolah tak perduli tak sengaja mendorong seseorang bahkan tak mempedulikan Aidou yang ada dibelakangnya, hatinya begitu cemas saat kejadian, beberapa menit yang lalu.
Aku melihat Toru berjalan menerobos rombonganku yang sedang berjalan menuju kantor kepala sekolah, dan Toru nekat masuk sekolah yang diisi oleh anak-anak Days-class dan membawah seorang nenek manusia, namun bagaimana jika Toru sendiri tak tahan dengan penciuman dimana semua manusia sedang berada disana.
Torukan Vampir baru masuk disini.
Akan menimbulkan masalah, dan bagaimana jika dia mengamuk ditengah siswa-siswa disana.
Kaname pov end
Segelintir Pikiran negativ, benar-benar membuat otak cemerlangnya menjadi kacau balau, mengapa seorang Kaname Kuran bisa sebegitu pedulinya dengan anak pindahan itu.
"Potong,"
"Tarik,"
"Potong,"
"Tarik,"
Suara lantang terdengar dari ruang UKS, membuat Kaname kuran memasuki ruangan bersama Aidou, dan melihat Toru, ya, SiToru orang dicarinya.
"Kau!,"Sentak Aidou langsung kehilangan kata-kata.
Terlihat Toru tengah, memenjahit luka, sang nenek dibantu dengan beberapa anggota UKS yang bersedia membantunya, dan sang nenek tersebut dalam keadaan dibius, guma menahan rasa sakit dengan luka dijahit.
"Ah Toru-chin apa ini sudah benar,"Tanya seorang anak lelaki petugas UKS.
"Ya, Hido-kun,"
"Ah Kaname-sama dan Aidou-sama, Toru-sama sedang melakukan Oprasi kecil dan kami membantunya,"Ucap seorang Siswi yang melirik datangnya ke dua pemuda tampan itu.
"Astaga Tubuhmu kotor kena darah, Toru-kun,"Ucap gadis disamping Toru yang masih fokus.
"Ya, tak apa-apa Robin-san, aku hanya mengunakan baju biasa bukan seragam nanti bisa kucuci,"Ucap Toru melempar senyum hangat membuat gadis bernama Robin itu tersenyum.
"Selesai,"Ucap Robin.
Setelah itu :
"Kaname-san, maaf mengunakan alat-alat tampa ijin, Dr-Makyotorawa sedang dinas luar bersama dokter sekolah lain, tak ada yang bisa menolong nenek, jadi aku-,"Ucapan Toru terpotong saat itu juga.
Disaat Kaname dengan aura lain dari pada yang lain, berjalan mendekat dengan wajah dingin, kearahnya, dan lalu Kaname memenggang kedua pundak Toru, membuat Toru kebingungan.
"!,"
Dan Tiba-tiba, kedua mata mereka bertemu pandang, Kaname yang awalnya berwajah dingin, berubah menjadi beraut cemas yang luar biasa. Toru hanya bisa terdiam menatap kedua manik mata Kaname yang indah, seoalah dapat membawa kehangatan, juga seolah dapat membawanya kedasar jurang, yang dingin.
Setelah berdiam beberapa detik, Kaname langsung meraup tubuh lebih kecil darinya dengan sangat erat, dia memeluk Toru dan mengabaikan pandangan diruangan UKS bersemu pada wajah setiap gadis, termasuk pandangan kaget seorang Kepala sekolah, Zero, dan Yuuki yang baru memasuki Ruang UKS.
"Lain kali jangan bertindak seperti ini, kau tau aku cemas,"Ucap Kaname lalu melepaskan peluknya, namun sejujurnya ia enggan namun, dia harus mempatkan dirinya didepan orang banyak.
"Kerja bagus yang terpuji,"Sang kepala sekolah yang sebelumnya mendengar kabar! Seorang Vampire sedang memasuki days-claas dengan paksa, dan mengikuti Seorang gadis bernama Yuki, dan seorang lelaki berambut perak bernama Zero, dan Kaname terdiam sempurna , bagaimana pendapat orang itu melihat dia memeluk pemuda Shota lama lama dihadapanya.
"Astaga Kirito-kun, putrimu benar-benar bisa membuat lelaki dingin nomor satu di tempat ini, mencemaskanya,"Ucapnya dalam hati entah kenapa itu menjadi tontonan menarik, baginya.
"Maafkan aku aku tak akan, bertindak gegabah, Aku siap dihukum untuk ini,,"Ucap Toru membungkuk berkali-kali didepan kepala sekolah, dan disaksikan siswa lainya diUKS.
"Tidak, nak kau melakukan hal yang benar!, kudengar kau ingin sekali menjadi seorang dokter ya?,"Tanya Klien pada Toru. Semua orang terdiam melirik Toru begitu pula Aidou, Semua siswa mendengar ucapan sang kepala sekolah berguma berupa kagum, bahkan semua bertepuk tangan untuknya, Sementara Aidou hanya terdiam ditempanya.
"Arigatou Minna!,"
Akhirnya Hari itu, nyawa sang nenek berhasil selamat, karna tindakan Toru, Kata kepala Sekolah Sang Nenek sengaja datang untuk menemui cucunya karna sudah tak bertemu cucunya selama 15 tahun, Sang cucu adalah Guru diDays-schooll, dan akhirnya hari itu berakhir dengan baik-baik saja.
Esokan harinya
"Toru-chan?,"
"Ada apa Kepala sekolah?,"
"Aku mendapat telpon dari Madam Elene yang kau tolong kemarin,"Ucap Klein masih duduk manis dikursinya.
"Ada apa dengan beliau, bagaimana kabarnya!,"
"Kudengar Madam Elen, saat ini tinggal bersama cucunya, Prof Sunday,"
"Syukurlah,"
"Oh ya ada titipan untukmu dari Madam Elene?,"
"!?,"
Kepalah sekolah tersenyum lalu menyerahkan, sebuah keranjang mungil berisi seekor kelinci jantan berwarna Hitam, Usianya sekitar sebulan, beriris ungu.
"Ini!?,"
"Ada masalah!?,"
"Tidak apa-apa Tuan,"
"Apa kau keberatan!? Jika ada masalah, Kau bisa saja memanggilku dengan panggilan Ayah, kau bisa cerita padaku apa-pun selama kau ada disini,"Ucapnya dengan senyuman manis.
"Apa ini untuku!?,"Tanya Toru sekali lagi dan untuk memastikanya.
"Untukmu?, dari Madam itu, terserah apa kau mau mengambilnya atau memakan dan meminum darahnya!?,"Pertanyaan sang kepala sekolah terkesan menancap dihatinya, dia memang Vampir Vegetarian tapi penyuka kelinci, toh dia juga pecinta makanan manusia dan tak terlalu perduli dengan darah.
"Eh jadi apa kau akan lakukan denganya, apa kau akan membunuhnya,"Tanya Yuki dengan nada sedih.
"Tidak Yuki-san, Aku menamainya, Bit,"Ucap Toru sambil melirik Kelinci hitam yang saat ini digendongnya.
"Bit-Bit-Bit!,"Kelinci itu, berdecit Riang dan dengan tubuhnya yang kecil dia melompat keatas, bahu Toru. "Selamat datang Bit"Ucap Toru tersenyum tipis.
"Oh untuk anda Pak kepala-sekolah, makasi atas semuanya, bolehkah aku memanggil anda Oto-san.
JREEE!###
Singg!
Ungkapan Tulus Toru yang polos mampu mengheningkan suasana, Klein tergagap namun lalu berjalan mendekati Toru, dengan Aura tubuh yang tak bisa dipastikan.
10 Loading
15 Loading
25 Loading
50 Loading
100 Loading
TENG!
"Lari Toru-kun,"Panggil Yuki dengan tampang Horor, membuat Toru kebingungan dan menatap Zero sicowok berambut perak, memasang wajah datar namun sedikit mundur menjauh dari Toru.
Toru yang tak mengerti apa-apa, langsung mendapat pelukan erat sang kepala sekolah, dengan wajah imut sang lelaki tampan, berambut panjang, yang tengah memeluknya dengan pelukan super koala, tindakan Klien malah membuat kelinci Toru berteriak panik melihat majikan barunya memasang wajah pucat pasi, akan pelukan Klein.
"AKU TERHARU OH! TORU-CHUAAANN ANAKUUUUUUU!,"Teriaknya bahagia dan leningan Air mata lebay.
"Oto-san aku tak bisa bernafas!,"Ucap Toru datar meski tergagap.
"Jangan memanggilnya Ayah, Bakka! kau bisa mati,"Teriak Zero.
"Zero-kun tolong Toru-kun"Ucap gadis itu tak kalah panicnya. Dan akhirnya Zero harus berusaha keras untuk sang Huger bear itu dari Toru. setelah itu Toru diantar Zero, Toru pun pulang kembali keasrama, sorenya dia harus langsung sekolah malam.
Dikamar :
Toru melangkah kekamarnya dengan Bit yang masih tertidur digendonganya, ia lalu membuka pintu asramanya yang tak terkunci karna pintu kamar ini sebelumnya rusak, hingga harus dikunci dari dalam dengan pengait pintu, pihak sekolah berjanji akan segera memperbaiki pintu kamar tersebut.
"Ini Rumah barumu Bit,"
"Nyuu!,"Bit hanya berguma kecil dalam tidurnya, dan membuat Toru terkikik geli, Toru masuk lalu mengunci kamarnya.
Namun ada perbedaan disini?, Suasana kamarnya yang awalnya biasa-biasa saja berubah dengan suhu yang dingin.
"Kik,"Bit terserentak bangun, dan lalu masuk kebaju milik Toru, guna mencari kehangatan, kan kelinci tak suka yang dingin-dingin.
"Ada apa ini!?,"Ucapnya terserentak kaget secara tiba-tiba, sebuah dekapan lembut memeluk pinggangnya, dan dadanya, hingga dia harus melepaskan pelukanya dari Bit, sebelum Bit beku ditempat.
"Apa yang kau lakukan dikamarku,"Tanya Toru, merasakaan desahan nafas, ditelinganya dan dada orang dibelakang, begitu tegak dan langsing menandakan dia Seorang lelaki.
"Aku datang untuk sesuatu, kemari jangan berpikiran negativ, aku hanya ingin bicara berdua denganmu tolong jangan teriak,"Ucap orang itu dan Toru mengangguk, setelah itu dia dilepaskan.
"Aidou Hanabusa!?,"Ucap Toru dengan wajah terkejut, saat menatap pemuda berdiri didepanya, dengan wajah dingin menatap intens.
"Aku hanya bilang, maafkan kesalahanku,"Ucapnya membuat Toru terkaget.
"Aku membulimu beberapa hari yang lalu,"
"Haah!?,"
"Dan ternyata kau tak seburuk dugaanku, selama ini,"
"Oh.."
"Maaf masuk kamarmu, tampa seizinmu, aku terlalu malu mengakui kebodohanku dihadapan teman-teman atau dihadapan Kaname-sama, Aku berjanji tak akan melakukan hal itu lagi,"Ucapnya dengan nada sedih.
"Ya sudahlah aku memaafkanmu, angap tak pernah terjadi apa-apa,"Ucap Toru dengan nada, menghela nafas dan membuat Aidou langsung menerkamnya dengan pelukan koala super.
lanjutan
