MODERNIZATION! CHAP 2
Well. Fanfic chapter duanya Reiya!! Plok plok plok.
Disclaimer : D Gray Man punya Hoshino Katsura. Tapi beliau bilang mau kasih Kanda n Lavi buat saia. (Setelah saya cekoki dengan kalium sianida.)
Piring, eh, pairing : masih bingung ni. Normal/yaoi? Need comment plis. Sementara LaviXOC dulu deh
Warning : OOC!! Bahasa yang tidak sesuai. Apa saia harus ganti rating?
Di chap satu saia sudah tulis tentang modernisasi di Black Order. Masih dengan suasana yang sama, saia buat upgradenya. WEBCAM!!! Selamat menikmati.
Buset gila tuh Komui. Belom ada beberapa hari setelah modernisasi di Black Order, kali ini dia meng upgrade Komu-mobile jadi Komu-mobile-vers.0.a.12 (Author juga gag tau artinya) yang dilengkapi kamera depan. Otomatis, ini membuat si pengguna dapat menggunakan fasilitas 3G.
Allen yang sudah beneran kecanduan chatting menyambut mesra penemuan baru ini. "Woohooo!!! Webcam!!!" dan telah mencobanya dengan sukses. Allen memasang Timcampy pada monitor (buntut TImcampy itu kabel konektor lho) dan mulai menikmati chatting rianya.
D Gray Man : Komui oke juga ya. Gag nyangka dia upgrade secepet ini
Fire Pirate : ya
D Gray Man : woi. Muka lo sepi banget sih?? Sakitt??
Allen prihatin melihat muka Lavi yang kusut kumal kucel kayak baju basah belom di setrika.
Fire Pirate : hum
D Gray Man : ….Lavi? masi idup?
Fire Pirate : Akira-chan pergi misi tadi pagi. Hiks
Allen mual melihat wajah melas Lavi di monitor.
D Gray Man : Ya ellah. Jablay
Fire Pirate : Bilang APA LO TADI????
Lavi mengacungkan jari tengahnya pada layar monitor Allen.
D Gray Man : Ditinggal Akira aja nangis. Cengeng.
Fire Pirate : wajarlah.
Fire Pirate : Gue kan luv setengah hidup sama diaa~~~ (Emoticon cium)
Allen lari ke WC sebentar buat muntah. Trus balik lagi.
D Gray Man : Emangnya Akira misi ke mana?
Fire Pirate : Indonesia
D Gray Man : Ketemu Reiya nggak ya?
Fire Pirate : Moga2 enggak.
Leebrother has joined your room
Layar monitor yang semuanya berisi wajah Lavi jadi split dengan wajah Komui
D Gray Man : Hai Supervisor.
Leebrother : Kalian cepet ke kantorku. GPL!!
Leebrother has signed off
D Gray Man : Ha? Ada misi?
Fire Pirate : Kayaknya sih nggak. Ayo. Ke sana
D Gray Man has signed off
Fire Pirate has signed off
"Ada apa, Komui?" Allen bertanya sambil masuk ke ruangan Komui. Komui menunjuk pada TV seukuran bioskop (ih,waw) yang ada di ruangannya. Allen mangap. Lavi kagum. "Gue mau liat keadaan Lenalee, Akira, sama Kanda yang ada misi di Indo" Komui memasangkan Timcampy pada monitor segede gajah itu.
"HOreee~~ Akira-chaan~~" Lavi nge dance ria. Allen pasrah. Komui sibuk mencari sambungan sampe ke Indonesia. PIP. YOU HAS CONNECTED OTHER DEVICE. "Yes! Nyambung!" Komui melonjak girang.
Komui mengambil tiga mic dan memberikannya pada Lavi Allen. "Bicara langsung aja lewat mic. Kedengeren kok" Komui meng-on kan mic nya dan mulai, "Tess..tesss… Halo? Halo?? Lenalee?? Kau bisa dengar aku?"
Awalnya suara tersebut agak kresek-kresek. Tapi kemudian terdengar jelas. "Halo? Halo? Nii-san? Ini Lenalee nih." Tampak wajah cute Lenalee di layar. "Hai Allen, Hai Lavi!" Lenalee melambai pada mereka. "Mana AKIRA? AKIRAA??" Lavi jelalatan. Lenalee tampak bingung. "Umm…. Kanda sama Akira lagi berantem tuh." Lenalee minggir dan memperlihatkan pemandangan di belakangnya.
Akira sedang menggandeng anak perempuan, dengan heboh menunjuk-nunjuk Kanda garang. "Akiraa-chaaaaan!!!!!" Lavi berteriak pada cewek cantik berambut biru keperakan yang dikucir dua itu. Akira menoleh. "Honeey!!!" Akira berteriak lebay. "Darliiingg!!" Lavi ikut berteriak lebay. Mereka berdua saling kissing melalui monitor. Mulut Allen sama Komui keluar busa. *tewas*
"Darling… sapa anak itu?" Lavi menunjuk anak perempuan yang digandeng Akira. Anak itu berambut hitam panjang, berombak. Kulitnya pucat. Wajahnya kelihatan suram dan depresi. Wajahnya sih cute. (ih, waw) tangannya yang tidak digandeng Akira memeluk gundam.
Melihat gundam tersebut, Lavi punya firasat nggak baik. "Jangan-jangan,anak ini…." "REIYAA!!! REIYA-CHAAN!!!"Komui berteriak hepi pada anak tersebut. Mendengar suara tersebut, anak perempuan itu mendongakkan kepalanya menatap monitor. Mata hitamnya berkilat cerah, "LEE-san!!!! GIMANA?? WEBCAM buatan saya oke kan?"
Lavi dan Allen nge-death glare Komui. "ooh… ternyata kmaren elo hilang tiba-tiba sambil bawa Noah Ark itu buat ketemu ni anak ya?" Allen memelototi Komui. Komui sweatdrop. "Toh kalian seneng, kan dengan produk baru buatan Reiya?" "Oh. Jadi itu ya, yang namanya Reiya?" Lavi menatapnya, lalu menatap Komui, "Lo gag Lolicon kan?Dia masih kecil lho." Komui manggil Komurin buat ngegiles Lavi. "Mirip BaKanda tuh!!" Allen menunjuk. Kanda memelototi monitor. "Diem, lo, taoge!! Gue jelas lebih cakep daripada cewek kecambah ini!!"
Reiya: CUT!! SKENARIO APAAN INI??? KEJEEEMM!!!! TINGGI W 162cm!!! KECAMBAh APANYAA???
Kanda: Tinggi lo 6cm lebih pendek daripada Moyashi. 4cm lebih pendek daripada Lenalee. 12cm lebih pendek daripada gwe, author gajhe!
Reiya:*ambil kalkulator* W MASIH DALEM MASA PERTUMBUHAN!!! 12 cm mah kecil!!!
Kanda: bantet lo. Kurang baking powder
Reiya: *nangis* gue sita mugen lo
Kanda: gyaaa!!! Kok bisa? Enak aje!!
Reiya: Aku authornya!! Suka suka dong! *melet*
"BTW, Darling, kok kamu ribut sama Kanda sih?" Lavi meluruskan kembali pembicaraan. Tumben-tumbennya Lavi kayak gini. Biasanya yang bikin rancu kan dia? *digampar Lavi*
"Habis honey, Kanda ja`at sih!! Masa dia mau ngambil Innocencenya Reiya?" Akira masih tetap menggandeng tangan Reiya. Allen kaget, "Kanda mau ngapain Reiya?" Lavi ngejitak Allen. "Misi kita kan ngambil Innocence yang nyasar di Indonesia. Tapi ternyata udah ada hostnya. Ya gag boleh diambil sesukanya, dong!!" Akira melirik tajam pada Kanda. Exorcist cewek mantan model ini beneran kesal kayaknya sama Samurai boy satu ini.
"Habis cewek ini gag mau ikut ke Black order sih!! Ambil aja Innocencenya!!" Kanda membalas Akira sama sebelnya. "Sebetulnya, kenapa kamu gag mau ke Black order, Reiya?" Komui bertanya, mencoba meredam api diantara Akira dan Kanda.
"Males ah. Rese banget. Capek kan jadi exorcist? Mending di sini aja. Rakit gundam atau tamiya." Reiya menjawab dengan polosnya sambil memeluk gundamnya. Semuanya sweatdrop. "Tapi, Reiya, kalau kamu tetap di situ, gimana kalo ada Akuma?" Lavi bertanya. "Saia kan punya Innocence? Saia bisa lindungi diri saia sendiri." Ujar Reiya sambil menunjukkan innocencenya yag berbentuk seperti kunci inggris atau obeng (waw)
"Tapi, Reiya, apa kamu gag ingin menolong dunia dari tangan akuma? Kamu gag ingin nolong semua orang?" (Background music mengharukan)Reiya menatap Allen, wajahnya terlihat sedih. "Allen…aku…" Semua orang menyaksikan ini dengan hati berdebar nan terharu.
BERSAMBUNG
Ya enggaklah. NANGGUNG TAU!!!!
"Allen…aku….sejujurnya." Reiya berhenti sebentar. "Sejujurnya sih aku gag peduli sama orang lain. Aku hidup aja udah cukup. Kalian tarung aja terus sama Akuma. Nanti kalo kayaknya kalian mau kalah, aku kerjasama dengan Earl deh. Gampang kan?" Reiya tersenyum. Sifat aslinya keluar.
Allen juga tersenyum. Sekarang semuanya tahu mengapa Kanda udah bernafsu banget bekep anak ini trus dimasukin karung trus dibuang ke laut. BYUR. Anak ini cuma wajahnya aja yang bersih en suci. Dalemnya lebih kotor daripada kali ciliwung.
"Gue…paham perasaan Kanda." Allen mengepalkan tangan. Nafsu nonjok monitornya udah sampe klimaks. "Anak ini….nyebelin banget. " Lavi mendesah, setuju dengan Kanda. "…." Komui diem (udah tau sifat asli Reiya) "Tuh kan!!! BENER GUE KAN!! Akira, kenapa lo belain dia si?" Kanda dansa victory. Akira nyengir, masih menggandeng Reiya defensif. "Sori, gue udah disogok Rei. Dia janjiin bikinin Ipod sama gundam bwat gwe. Mana gwe dikasih voucher gratis hotspot lagi! Kurang apa coba?" Kanda sebal,"Matre!! DASAR MANOHARA!!"
"Apa boleh buat. Lenalee. Lakukan sesuai keinginan Kanda deh." Komui nyerah.
Kanda : YESS!!! "Lenalee!!! BEKEP DIA, MASUKIN KARUNG, TAPI JANGAN LANGSUNG DIBUANG KE LAUT!! KITA MASIH BUTUH INNOCENCENYA!! SAMPAI DI BLACK ORDER NANTI KITA CUCI OTAKNYA!! PAKE BAYCLIN!!! BIAR LEBIH ALIM DIKIT!!!"
"Tapi Kanda, I-pod, gundam, sama voucher net gratis guwe gimana?" Akira mewek. "Gue kasih voucher diskon 70% selama setahun di semua mall selama setahun." Kanda ngajak deal. "DEAL!" tanpa basa-basi Akira langsung bekep Reiya. "Anjriiit….. pengkhianat kau, Nee-sama…." Desahnya, lalu pingsan. "OKEY! IKET YG KENCENG!! KITA KE BLACK ORDER!!" Kanda (puas) memerintah. "Yes,sir!" Akira langsung nurut sama Kanda. Komui, Lavi, sama Allen cuma mangap menyaksikan adegan penculikan sadis tadi. "Oke, nii-san, kita putus sambungan dulu. Kami mau naik pesawat. Bye-bye!" Lenalee mematikan monitor.
Lavi, Allen , n Komui Cuma bisa pasrah menanti ketiga rekannya + satu sandera tersebut pulang ke BLACK ORDER
TUBI KONTINYUT ( To Be Cotinued)
Bagaimanakah nasib Reiya???? Akan kah dia mau bekerjasama??? Saksikan episode brikutnya! Haiah. Maksud author, chapter berikutnya!!!
Behind the scene
Kanda : Gila. Gajhe bener authornya!!! ada OOC lagi!!
Akira : udah lah, Rhei, nyerah aja. Gabung aja sama black order
Reiya : emooohh… capekkk… mending rakit gundam..hiks hiks
Lavi : Darling… kamu kok akrab banget sih sama Reiya?
Akira : Aduh, honey….cemburu iah??? Mana mungkin aku Yuri sama Rhei. Bukan tipeku banget lah yaw. Pendek gitu.
Reiya : kejem banget kau, nee-sama. Nggak elo, nggak Kanda. TEGA!!!!
Lavi : Darling.. aku kan gag mau kamu akrab sama orang lain selain aku..*blush*
Akira : Aduh, Honey….. jadi maluu *blush*
*KISS*
(Kanda sama Reiya tutup mata)
Allen : kenapa jadi lebai gini.
Komui : Selamat datang di black order, Rei-chan!!
Reiya *nempel ke ranjang, gag mau bangun*
*diseret rame-rame*
Ada yang mau ikut dalam kegilaan saya? Sebagai OC? Dengan senang hati saya terima. Sebutkan nama, alamat, nomor hape, golongan darah, B/W/H, ukuran sepatu…lho? Jadi kayak CV audisi…
Sebutkan nama, based chara, sifat, dan status yang anda inginkan. SEE YA NEXT!!!
