Disclaimer : Suatu saat, aku menemukan diriku dalam dunia ninja, bertemu dengan Naruto, Sakura, dan lainnya... sayangnya waktuku terbatas... dan aku harus kembali ke dunia nyata... hiks ''(
-0-
The Hidden Techniques
Ditulis oleh aimiera
-0-
-0-
Chapter 02
Hari ini, Sakura sedang tersenyum. Senyumnya begitu cerah sehingga kau dapat merasakan kehangatan yang ia pancarkan. Ia bersenandung dengan ceria sambil bersiap-siap menjalani hari-harinya itu. Sekali-kali, ia berputar, menari dengan anggun dan begitu indah sehingga kau berpikir jika Sakura bukanlah seorang ninja.
"Selamat pagi, Ino," sapanya saat ia melewati toko bunga Yamanaka. Di sana, Ino sedang asyik menyiram bunga-bunga yang terpajang di depan tokonya tersebut.
"Selamat pagi, Sakura," balas Ino. Rambutnya yang kuning cerah melambai-lambai saat tertiup angin. Matanya yang biru bening berkelip menampakkan kebahagiaan yang dirasakan Ino. Bagaimana tidak, kedua –tadinya-mantan-sahabat- kini kembali lagi menjadi dua sahabat yang tak terpisahkan. Mungkin jika perbedaan fisik mereka diacuhkan, kau pasti akan bilang jika mereka adalah kembar.
Sakura berjalan kembali dengan ceria meninggalkan Ino yang menatap punggung Sakura dengan pandangan bernostalgia. Kau sudah tumbuh, Sakura. Menjadi bunga yang mekar dengan indahnya, pikir Ino sambil tersenyum kecil.
Sepuluh menit adalah waktu yang diperlukan seorang Sakura untuk berjalan dari rumahnya menuju gedung ... ia tidak pergi ke kantor Hokage. Ia langsung bergerak menuju Greenhouse yang kemarin ia kunjungi yang letaknya di gedung luas di belakang gedung Hokage.
Sakura membuka pintu kaca ruangan itu. Kini, ia memperhatikan suasana di sekitarnya. Ada beberapa orang yang sedang mengurusi tanaman di sana. Adapula orang memakai jas lab yang sedang meneliti sesuatu dengan mikroskop atau sedang mencampurkan sesuatu ke dalam cairan di dalam tabung. Sakura berjalan dengan tenang ke dalam ruangan membaca. Ia melihat gadis yang kemarin ia temui sebelum pulang ke rumah. Gadis itu menoleh lalu memberikan senyum pada Sakura sebelum ia membaca scroll-scroll yang bertumpuk di atas meja. Sakura hanya membalas dengan senyuman kecil lalu ia menarik kursi, duduk dan kemudian membaca buku-buku yang ada di sana. Saat itu, ia memilih untuk membaca 'Tanaman yang Beracun'
(a/n : informasi di bawah ini sangat diragukan kebenaran karena ini 100 % mengarang bebas)
'berbagai macam tanaman beracun yang ada di dunia ninja ini, yang paling beracun berasal pada negeri api, angin dan tanah. Namun, masih banyak tanaman yang belum diteliti akan kandungan racun. Sampai saat ini tanaman yang paling dianggap beracun adalah Chrysophelantum rubitomonia. Tanaman ini diteliti mempunyai racun yang dapat menyebabkan penderita menderita kelumpuhan dan kemudian suhu tubuhnya menjadi turun drastis sehingga sel-sel darah membeku dan kemudian tidak ada lagi yang dapat menyalurkan nutrisi ke dalam tubuh. Apabila penderita tidak segera ditangani, maka dia akan meninggal dengan tubuh yang sudah sangat kaku seperti sudah meninggal dalam waktu yang lama.'
"Aa... Chrysophelantum rubitomonia. Tanaman Es Ruby, rupanya."
Sakura kaget mendengar suara tersebut sehingga ia hampir saja melompat dari kursinya. Ia menoleh ke samping melihat sepasang mata kuning keemasan yang perlahan-lahan berubah menjadi biru laut.
Itu gadis yang tadi!
"eh... tanaman Es Ruby?" tanya Sakura. Gadis itu hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya... kita lebih mengenalnya dengan nama Es Ruby. Tanaman itu berwarna seperti Ruby dan efek racunnya menyebabkan orang seperti membeku sehingga jadilah Es Ruby," ucapnya dengan semangat seperti anak kecil yang baru diberi lolipop.
"Jadi begitu," ucap Sakura dengan wajah mengerti. Gadis itu menganggukkan kepalanya lagi dengan ceria. Lalu, ia menarik tangan Sakura dan menyeretnya keluar dari ruang membaca sambil berkata dengan semangat, "Di tempat ini ada koleksinya loh... ayo kita lihat."
Sakura dengan langkah terseret-seret berjalan mengikuti gadis itu yang jalannya luar biasa cepat. Orang-orang yang ada di dalam sana menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tingkah gadis itu.
"Hanatsu... jangan menarik anak itu. Kasihan tangannya nanti," teriak salah satu orang yang sedang membawa sekotak kaca penuh dengan kupu-kupu cherry.
Hanatsu segera melepaskan tangan Sakura kemudian ia menunjuk tanaman yang terisolasi.
"Itu dia Es Ruby-nya. Cantik, kan?" ucap Hanatsu berbinar-binar. Sakura dengan setengah hati menganggukkan kepalanya setelah melihat tumbuhan yang warna keseluruhannya seperti ruby, daunnya yang menjari, sulur-sulurnya yang terlihat anggun melingkari sepotong batang bambu dan bunganya yang putih yang bentuknya seperti bunga matahari. Benar-benar campuran yang aneh.
Hanatsu terlihat sedang terdiam sebentar sebelum ia menjentikkan jarinya dan menoleh untuk menatap lekat wajah Sakura.
"Oh iya... aku belum memperkenalkan diri. Namaku Amekawa Hanatsu. Suatu saat aku pasti akan memiliki semua spesies tumbuhan yang ada di dunia," ucapnya berbinar-binar.
"Cita-cita yang bagus," gumam Sakura sambil mengingat kenangan tim Kakashi pada saat pengenalan pertama mereka.
"Sungguh... terima kasih, Haruno-senpai,"
"Ya..." eh... kenapa dia tahu namaku?
Sakura ingin sekali bertanya. Namun, suaranya tidak keluar. Mulutnya hanya terbuka dan menutup seperti ikan mas.
"Aa... pasti kau berpikir kenapa aku mengetahui namamu. Ya, kan senpai," celoteh Hanatsu. Sakura hanya menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja... senpai kan terkenal di sini,"
Ter..terkenal?
"Senpai, kan muridnya Hokage-sama. Terus, tempat ini kan terisolasi... orangnya itu-itu doang. Jadi kalau ada yang baru datang seperti senpai, semua orang di sini pasti tahu,"
"hm... begitu, ya..." gumam Sakura setelah semua informasi terserap ke dalam otaknya. Hanatsu tersenyum lebar sambil memandang Sakura yang sedang memproses semua informasi tentang laboratorium tersebut ke dalam kepalanya. Sakura kemudian mengalihkan perhatiannya ke Hanatsu.
"Kau bisa memanggilku Sakura, Hanatsu," ucap Sakura pelan.
"Sungguh, Senpai..." ucap Hanatsu. Sakura menganggukkan kepalanya dan mendapatkan teriakan bahagia dari gadis berambut coklat muda tersebut. Mata birunya berbinar-binar menandakan begitu senangnya ia. Sakura menatap warna biru pada matanya dan mengingat-ingat kalau mata yang sebelumnya pernah ia tatap itu berbeda warna. Warna emas yang ia ingat saat menatap mata Hanatsu.
"Akhirnya... aku tidak punya kenalan sebaya denganku kecuali senpai. Semua orang di sini rata-rata sudah 18 tahun ke atas," celotehnya senang.
"Kenapa? Kau tidak punya kenalan saat kau masuk sekolah ninja?" tanya Sakura.
"Bukan begitu, senpai... yah gimana cara jelasinnya, ya..." ucap Hanatsu sebelum bergumam pada kalimat terakhir. Tangannya melambai-lambai, dahinya berkerut memikirkan cara untuk menjelaskan situasinya pada senpai barunya itu. Namun, sebelum Hanatsu menjelaskan pada Sakura, ia tiba-tiba dipanggil oleh wanita yang sedang berdiri di dekat pintu laboratorium.
"Hanatsu... ayo ke sini sebentar"
"Ah... iya, Ran-senpai," jawab Hanatsu. Hanatsu melempar pandangan meminta maaf pada Sakura sebelum berlari menuju wanita bernama Ran tersebut. Sakura menghela napas dan berjalan kembali menuju ruang membaca.
Dan aku belum menanyai tentang matanya itu. Memang kemungkinan itu karena Kekkai genkai tidak nol persen. Tapi... di Konoha hanya dua klan yang mempunyai doujutsu.
-0-
"Kau sudah siap rupanya," ucap Godaime yang baru saja memasuki ruang membaca.
"Tsunade-shishou, selamat siang," sapa Sakura sambil meletakkan buku yang ia baca. Sang Godaime membalas sapaannya dengan pelan sambil melirik tumpukan buku di atas meja.
"Kau benar-benar bersemangat sekali, ya," komentar Tsunade sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Sakura mengangguk cepat membuat senyum kecil mengembang pada wajah awet muda milik Sannin legendaris itu.
"Kalau begitu, ayo kita langsung praktek di greenhouse. Di sana kamu harus mengenal bagian tanaman mana yang sangat berguna dalam pengobatan racun," ucap Tsunade.
"Baik, Shishou," ucap Sakura sambil mengikuti langkah anggun Tsunade yang keluar dari ruang membaca.
Mereka berdiri di dekat sebuah tanaman unik. Daunnya yang kemuning dengan biji coklatnya yang kecil yang tersebar rapi pada ujung-ujung daun.
"Nah... sekarang jelaskan apa yang kamu ketahui tentang tanaman ini,"
"Baik, Shishou... tanaman ini adalah..."
-0-
"Nah, Tsunade-san... kau sudah membaca buku yang aku pinjamkan, kan."
Tsunade mengangguk dengan semangat. Mata coklat madunya memancarkan betapa hausnya akan ilmu yang akan dipelajarinya.
"Hmm... karena kau sudah selesai membacanya... kau ikut aku sekarang. Aku akan mengetes pengetahuanmu tentang tanaman."
"Baik,"
"Tanaman ini... apa yang kamu ketahui tentang tanaman ini?"
Tsunade menyipitkan matanya, mengamati tanaman di depannya. Tanaman itu terasa familiar. Tapi ia tidak ingat di mana ia pernah melihatnya. Selang beberapa saat, tiba-tiba sebuah informasi datang dengan cepat di dalam benaknya.
"Sunny's smile. Salah satu dari banyak tanaman untuk pengobatan. Tanaman yang dipercaya dapat menjernihkan pandangan yang memburam. Untuk membuat obat untuk mata yang bermasalah seperti itu, yang diperlukan adalah menumbukkan halus daun itu kemudian merendamnya ke dalam air, atau merebus daunnya ke dalam air mendidih. Airnya tersebut dipakai dengan cara meneteskan cairan tersebut ke mata. Hasilnya mungkin tidak langsung terjadi, namun obat ini sangat efektif karena mata tersebut terbiasa pada perubahan pelan namun nyata," ucap Tsunade tanpa ragu.
"Kau memang cepat menyerap informasi, Tsunade-san. Informasi tanaman ini ada di antara beratus-ratus tanaman yang tersebutkan pada buku yang aku pinjamkan padamu."
"Terima kasih..."
End of Chapter
Author's note : Informasi tentang tanaman yang digunakan 100% dikarang sesuai dengan apa yang kalian duga. Susah juga menamai tanaman yang sesuai dengan karakteristik yang ada. Seperti contoh Sunny's Smile. Karena bingung, aku langsung menamai tanaman kuning itu apa yang tiba-tiba muncul pada otakku. Kuning menjadi Sunny. Sehingga jadilah Sunny's smile. /swt
Oh ya... mungkin ada yang menyadari kenapa yang ditanya oleh Tsunade adalah tanaman obat-obatan, padahal buku yang dibaca Sakura itu mengenai tanaman beracun... hm... jawabannya adalah karena Sakura meminjam buku lebih dari satu dan Tsunade tahu tentang apa buku-buku yang dipinjam Sakura tersebut. Jadi seperti itu jawabannya.
Terima kasih sudah membaca walau chapter yang satu ini agak membosankan. Jangan lupa direview!
