Hohohohohohoho !!!

Haihai Minna-san! Ketmu lagi nih!

Maaf menunggu buat chap 2 New Teacher ini!

Makasih yang udah mau review fic Miya yang New Teacher ato yang My Memories!

ARIGATOU GOZAIMASU!!!

Langsung aja kita liat ada apa di chap ini!!

PLEASE REVIEW + comment, okkkkk????

Arigatou!

Love you ALL!

Disclaimer: Tite Kubo kecuali Gotou Shizuka yang milik saya

Enjoy chap 2!

New Teacher

Chapter 2 : Gosip dan Konflik

--

"Rukia!" seru Ichigo.

"Hisashihiburida, Ichigo" sapa Rukia dengan senyum.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Ichigo heran.

"Aku kesini karena ada tugas membasmi hollow seperti biasanya" jawab Rukia lagi yang sekarang duduk di pinggir kasur Ichigo. Ichigo terdiam dan hanya ber 'oh'.

"Hmm… sudah lama juga ya aku tidak berkunjung kesini. Apa hanya perasaan ku saja ya kamarmu semakin kecil?" celetuk Rukia sambil melihat seluruh isi yang ada diruangan Ichigo.

"Jangan samakan kamarku dengan kamarmu di rumah Byakuya! Kau saja yang kelamaan tinggal di rumah Byakuya yang besar itu jadinya kau lupa bagaimana rummahku" kata Ichigo sinis.

"Jangan marah begitu dong Ichigo. Aku bercanda kok. Sekarang bolehkan aku istirahat di rumahmu ini?" Tanya Rukia yang sekarang berdiri.

"Boleh saja sih, tapi jelaskan dulu. Apa ada sesuatu yang gawat sampai kau ke dunia manusia?"

"Besok saja aku jelaskan. Sekarang sudah malam aku mau istirahat" Rukia memanjat jendela untuk turun ke bawah.

"He, hei! Kau mau apa?" Tanya Ichigo heran melihat Rukia yang bersiap melompat ke lantai bawah.

"Sudah jelaskan? Aku mau ke kamar adikmu untuk istirahat lewat pintu depan dengan memakai gigai" Ichigo segera mengerti apa yang Rukia katakan. Setelah Rukia masuk ke gigainya, ia lalu segera menekan bel rumah Ichigo dan segera di sapa oleh teriakan Isshin yang begitu menyambut Rukia.

"My dear Rukia-chan!! Kau pulang, Nak! Syukurlah! Aku sudah menjadi khawatir karna kau tidak pulang!" seru Isshin yang segera menarik lengan Rukia untuk masuk rumah. Rukia sudah menduga seperti ini dan hanya memberikan senyuman pada Isshin.

"Dia hanya menginap di rumah temannya saja ayah" kata Ichigo yang turun dari tangga kamarnya untuk ke toilet bawah.

"Tapi kami sangat merindukan Rukia-chan!" seru Yuzu yang mengeluarkan kue dari mesin pemanggang. Ichigo hanya menghela napas.

"Jadi Rukia-chan, bagaimana keadaanmu? Kau sudah lama tidak berkunjung kesini. Dan kami merindukanmu, Nak. Juga Ichigo tentunya" Isshin bilang.

"Siapa bilang aku merindukannya?" Ichigo yang entah sejak kapan keluar dari toilet ikut bergabung dengan keluargannya itu.

"Ahahaha, jangan malu Ichigo. Mengaku saja Nak" Isshin hanya mendapat pukulan dari Ichigo.

"Um, ano… Kurosaki-san. Aku hanya ingin minta izin untuk tinggal disini lagi. Apa boleh?" Tanya Rukia berharap Isshin dengan senang hati mengijinkannya untuk tinggal lagi di rumahnya itu.

"Tentu saja! Kau boleh tinggal disini kapan saja dan berapa lama pun, my third daughter!" seru Isshin, Rukia tersenyum.

"Arigatou Kurosaki-san!" Isshin mengangguk dan tersenyum bahagia karna anak ketiganya kembali lagi kerumahnya.

"Karna ini sudah malam kalian lebih baik segera tidur anak-anakku!"

"Ya, ayah. Tapi aku sudah memanggang kue, kita makan dulu sama-sama ya!" kata Yuzu sambil menaruh sepiring kue yang ia panggang. Akhirnya mereka makan kue itu bersama-sama dan setelah itu tidur.

--

"Maaf Sugimoto. Kalau besok aku tidak bisa, aku sibuk" kata seorang wanita bicara di telepon.

"Kalau begitu kapan kita bisa bicara masalah kita?" tanya seorang laki-laki yang di telepon itu.

"Entahlah. Bagaimana kalau lusa saja?" tanya wanita itu lagi.

"Shizuka, lusa aku malah sibuk. Tidak bisakah kita bicara besok saja? Setelah kau pulang mengajar" ujar pria itu lagi. Wanita itu terdiam. "Tadi kan kau tidak datang waktu kita janjian bertemu di taman. Jadi besok saja kita bicara"

"Tidak bisa, Sugi. Aku sibuk. Lusa aku ada sedikit waktu luang, aku janji setelah selesai mengajar kita bertemu." Kata wanita itu lagi. "Lagipula tadi aku datang ke taman tapi kau belum datang dan kau tahu apa? Ada orang yang mencoba mencuri tasku"

"Apa? Ada orang yang mau mencuri tasmu?" tanya pria itu lagi. "Benar" jawab wanita itu lagi. "Lalu bagaimana?"

"Untung ada salah seorang muridku menolong" kata wanita itu lagi sambil bernada ceria. "Jadi bagaimana? Kau mau kita bertemu lusa kan?" terdengar suara pria dari telepon itu menghela napas.

"Gotou Shizuka. Apa kau tidak mengerti kalau aku sibuk besok?" tanya pria itu lagi pada wanita yang ternyata Gotou-sensei. "Aku juga tidak bisa besok" terdiam. Menghela napas lagi pria itu membalas.

"Ya, sudahlah. Kita bertemu setelah kau selesai mengajar lusa di rumah makan dekat apartemenmu"

"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan terlambat datang, sampaikan salamku untuk Hiroshi ya" lalu ditutuplah telepon itu. Gotou-sensei lalu mengambil foto figura yang ada di meja ruang tamu. Ditatapnya foto yang bergambar seorang anak laki-laki berambut coklat dan rancung. Lalu Gotou-sensei tersenyum. "Kau jangan khawatir Mamoru. Ibu dan ayahmu akan kembali bersama seperti dulu"

--

In the morning

"Ittekimasu!" seru Ichigo dan Rukia yang hendak pergi ke sekolah.

"Itterashai, Onii-chan, Rukia-chan!" seru Yuzu dari dalam rumah. Di perjalanan menuju sekolah Ichigo dan Rukia berjalan dengan hening.

"Keluarga mu tidak berubah ya Ichigo" kata Rukia yang memecah keheningan.

"Yah, mereka tidak akan berubah sampai kapanpun, menurutku" jawab Ichigo. Rukia tertawa kecil. "Apanya yang lucu?" Tanya Ichigo heran melihat Rukia tertawa.

"Tidak ada. Hanya menurutku keluargamu itu menyenangkan, dan harmonis sekali" jawab Rukia lagi.

"Masa' sih?" Mereka mulai memasuki gerbang sekolah Karakura.

"Ya, keluargamu selalu kelihatan bahagia" kata Rukia lagi yang sekarang (Ichigo dan Rukia) mulai menaiki tangga menuju kelasnya. Ichigo hanya terdiam dan tersenyum kecil saja mendengar perkataan Rukia. Di dekat kelas mereka mendengar suara ribut-ribut.

"Suara ribut apa itu?" Tanya Rukia mendengar suara yang ribut. "Dari arah kelas kita ya?"

"Paling-paling itu suara Keigo yang bikin kelas ribut" kata Ichigo kalem. Rukia hanya mengangguk sambil memasuki kelasnya yang ribut itu dengan Ichigo. Segera pintu kelas dibuka, Ichigo dan Rukia masuk kelas semua pandangan menuju Ichigo. Semua murid di kelas jadi hening melihat Ichigo.

"Apa?" Tanya Ichigo yang bingung pada tatapan aneh dari teman-temannya di kelas. Keigo berlari dan melompat menuju Ichigo.

"IIICHIIGOOOOOO!!!!" Ichigo segera menghindar dari serangan Keigo. Keigo yang jatuh segera bangun dan menggenggam kerah baju Ichigo sambil menangis dramatis. Ichigo agak terkejut.

"ICHIGO!! Apa yang sudah kau lakukan?! Kau curang! Kau curang!" seru Keigo sambil menangis dramatis. Rukia yang sekarang ada ditempat duduknya menatap heran pada kedua pria (Ichigo dan Keigo).

"Kau ini apa-apaan sih Keigo! Lepaskan!" seru Ichigo yang merasa tidak nyaman kerah bajunya ditarik-tarik Keigo.

"Kau curang! Kau curang! Sudah kuduga kau memang tertarik! Kau suka kan pada Gotou-sensei?!" seru Keigo lagi yang sekarang mengguncang-guncangkan Ichigo.

"Kau ini bicara apa? Aku tidak mengerti!!" teriak Ichigo. "Kau jangan pura-pura Ichigo! Kau pergi kencan kan dengan Gotou-sensei kemarin!! Mengakulah! Aku dan Mizuiro melihatnya! Kau dan Gotou-sensei!" seru Keigo lagi. Semua anak di kelas sangat hening ingin mengetahui jawabannya semenjak Ichigo memang bukan tipe laki-laki yang playboy atau suka pada wanita yang lebih tua atau lebih tepatnya tidak terlalu terkenal dikalangan perempuan.

"Apa sih?! Siapa yang berkencan dengan Gotou-sensei??" Tanya Ichigo yang mulai kesal/sangat kesal pada Keigo. "KAU!" jawab Keigo.

"Tidak!!" elak Ichigo yang sekarang melempar Keigo sampai ke tembok terdekat.

"Kemarin kami melihatmu dan Gotou-sensei kencan berdua di toko hamburger dekat jalan yang menuju taman" kata Mizuiro dari belakang. Ichigo menatap Mizuiro agak terkejut. Ishida menaikan kacamatanya, yang lain berbisik-bisik sambil melihat Ichigo.

"Itu tidak benar, kalian salah paham. Aku-"

KRIIIIIING!

Bel masuk berbunyi. Gotou-sensei memasuki kelas.

"Kembali ke tempat duduk masing-masing!" seru Gotou-sensei. Ichigo akhirnya kembali ke tempat duduknya. Mizuiro dan yang lainnya juga.

"Asano-kun, kembali ke tempat dudukmu. Kita akan mulai pelajaran" perintah Gotou-sensei yang melihat Keigo menangis sambil terbungkuk di lantai dan berkata 'Kenapa! Kenapa aku selalu kalah' dan menangis dramatis. Gotou-sensei sweatdrop.

Namun akhirnya dengan beberapa kali bujukan Gotou-sensei berhasih menyuruh murid lebai nya itu duduk dan menutup mulutnya. Rukia menatap Ichigo dari tempat duduknya, masih heran dengan percakapannya tadi dengan Keigo. Dilihatnya Ichigo hanya mengerutkan alisnya dan menatap ke arah lain.

--

Makan siang di atap

"Aku bilang itu salah paham!" seru Ichigo untuk yang ke-15 kalinya bicara pada teman-temannya khususnya Keigo dan Mizuiro yang terus menanyainya tentang Ichigo yang pergi bersama Gotou-sensei kemarin.

"Aku hanya pergi ke toko hamburger itu ditraktir Gotou-sensei hanya sebagai balasan karna sudah menolongnya dari perampok yang mau mencuri tasnya!" seru Ichigo lagi.

"Ta, tapi kemarin aku dan Mizuiro melihat Gotou-sensei memegangi pipimu! Bukankah itu jelas kalian bermesraan! Kalian berkencan!" kata Keigo lagi yang akhirnya mendapat pukulan Ichigo yang tidak sabar akan kelakuan temannya itu. Keigo lalu melayang entah kemana.

"Kalau kau memang menyukai Gotou-sensei sih tidak apa-apa. Aku ikhlas berbagi denganmu, Ichigo" kata Mizuiro kalem. "Aku bilang aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Gotou-sensei!!" teriak Ichigo langsung pada telinga Mizuiro. Telinga Mizuiro langsung berdengung.

"Aku tidak keberatan kok-"

"Aku bilang aku tidak tertarik pada Gotou-sensei!!!" seru Ichigo pada Mizuiro yang sekarang lari karna ketakutan dengan Ichigo yang naik darah. 'Lagipula dia pikir Gotou-sensei itu makanan yang bisa dibagi-bagi atau mainan yang bisa dipinjamkan apa?!' pikir Ichigo

"Sabar, Ichigo" kata Rukia menenangkan. "Bagaimana aku bisa sabar! Sudah kubilang aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Gotou-sensei! Mereka malah memaksaku untuk bilang berulang kali!" seru Ichigo lagi. Inoue hanya tersenyum kaku.

"Kalau memang itu tidak benar, kau jangan hiraukan perkataan mereka" kata Ishida membenarkan kacamatanya. Chad hanya mengangguk. Ichigo sedikit tenang, Ishida bicara lagi "Kecuali kalau kau memang menyukai dan mengencani guru baru itu kemarin"

Seketika Ichigo mengambil posisi untuk menghajar wajah Quincy berkacamata itu, namun ditahan Chad dan Rukia. "Tenanglah Kurosaki-kun. Ishida-kun barangkali hanya bercanda, benarkan, Ishida-kun?" Tanya Inoue menatap Ishida. Ishida hanya terdiam dan mengangguk kecil sambil melihat arah lain. Ichigo mulai duduk dengan tenang lagi.

"Lupakan masalah itu. Sekarang aku mau tanya. Kuchiki-san, apa ada masalah yang terjadi sampai kau ke dunia manusia?" Tanya Ishida yang sekarang menatap shinigami mungil itu. Rukia balik menatap Ishida.

"Tidak ada alasan khusus. Seperti biasa aku memang disuruh patroli ke dunia manusia ini" jawab Rukia. "Kalian jangan khawatir tentang ada kejadian gawat atu tidak. Aku hanya patroli biasa kok" tambahnya lagi. Inoue menghela napas.

"Syukurlah. Kukira ada sesuatu yang gawat terjadi" ucap Inoue sambil tersenyum, Rukia balas tersenyum. "Ngomong-ngomong sejak kapan Kuchiki-san kembali kesini?"

"Kemarin sore" jawab Rukia singkat. "Bukannya malam?" alis Ichigo naik. "Kau datang malam kan? Yang mengagetkanku tadi malam kan?" Tanya Ichigo lagi. Rukia menyeruput jus apelnya dan menjawab Ichigo.

"Tadi malam itu aku datang ke rumahmu saat selesai melawan hollow. Lagipula aku tidak mengagetkanmu. Kau saja yang melamun" kata Rukia. Ichigo rolling eyes, "Kalau kau datang dari sore kemarin, kenapa kau tidak datang untuk mengalahkan hollow yang muncul di taman?" Tanya Ichigo heran mengingat kemarin ia melawan hollow sendirian saat di taman.

"Ya, aku juga mendapat perintah untuk mengkonsho hollow yang di taman itu. Tapi saat aku hendak ke taman, reiatsu hollow itu hilang. Jadi aku memutuskan untuk ke rumah Urahara-san untuk mengambil gigaiku" jawab Rukia lagi. Ichigo hanya mengangguk mengerti. "Bukankah kau yang mengalahkan hollow itu?" Tanya Rukia pada Ichigo.

"Iya, aku yang mengalakannya" jawab lagi Ichigo. "Tapi karna ada kejadian lagi jadi aku tidak langsung pulang" tambah Ichigo yang sekarang menggigit roti isinya. "Kejadian apa Kurosaki-kun?" Tanya Inoue.

"Seperti yang kuceritakan tadi. Ada orang yang mau merampok Gotou-sensei, lalu kutolong saja" jawab Ichigo yang lain hanya menganggukan kepalanya beberapa kali.

"Lalu setelah itu kau pergi berkencan dengan Gotou-sensei kan?" Tanya Ishida tiba-tiba. Seketika mata Ichigo, Rukia, Inoue dan Chad menatap Ishida. Ichigo mengirimkan death glare pada Ishida. "Maksudku kau diajak pergi ke toko hamburger dan ditraktir karna kau telah menolong Gotou-sensei. Benar kan?" Tanya Ishida sambil menaikan kedua alisnya dan menatap Ichigo lalu pada yang lain.

'Sejak kapan Quincy bodoh ini menjadi cerewet dan lebih menyebalkan' pikir Ichigo sambil terus mengirimkan death glare nya pada Ishida. Yang lain terdiam.

"A, ano… Ku, Kurosaki-kun. Menurutku Ishida-kun hanya-"

"Sudah cukup. Aku mau kembali ke kelas" kata Ichigo memotong kalimat Inoue dan berdiri lalu berjalan jauh meninggalkan teman-temannya. Yang lain terdiam lagi. Inoue menatap Ichigo yang menjauh dan kembali pada Ishida lagi.

"Aku benar kan?" Tanya Ishida polos. Yang lain menatap Quincy berkacamata lagi dan menghela napas. "Aku mau ke kelas duluan ya" itu Rukia yang bicara. Ia lalu pergi menjauh dari teman-temannya dan menyusul Ichigo.

Ichigo hanya bergumam sendiri saat menuju kelas.

"Quincy cerewet! Awas dia! Kenapa sih tidak ada yang percaya kalau aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Gotou-sensei?!" gumam Ichigo.

"Kurosaki-kun?" dari belakang ada yang memanggil, Ichigo berbalik dan melihat siapa yang memanggilnya.

"Gotou-sensei. Ada apa?" Tanya Ichigo pada Gotou-sensei.

"Apa kau punya waktu sebentar?" Tanya Gotou-sensei. Ichigo menatap gurunya itu dengan heran. Dan menganggukan kepalanya. "Boleh ibu minta bantuanmu?" Ichigo mengangguk lagi.

Gotou-sensei tersenyum, "Kalau begitu ikut ke ruangan ibu sebentar" ajak Gotou-sensei. Ichigo entah kenapa jadi sangat penurut dengan perkataan guru barunya itu. Mereka lalu menuju ruang Gotou-sensei.

Rukia yang melihat Ichigo dan berniat memanggilanya, mengurungkan niatnya karna melihat teman shinigaminya itu sedang berjalan dengan guru barunya yaitu Gotou-sensei. Rukia hanya memasang wajah bingung lalu memutuskan untuk kembali ke kelasnya.

--

Di kelas

"Nah itu dia! Kuchiki-san! Kemari!" seru Chizuru pada Rukia yang baru masuk kelas. Rukia menghampiri Chizuru dan teman lainnya yang sedang membicarakan sesuatu atau bisa dibilang menggosip.

"Ada apa Chizuru-san?" tanya Rukia dengan senyum palsunya yang dibuat-buat.

"Kami dengar Kurosaki-kun berkencan dengan Gotou-sensei ya kemarin?" Rukia menaikan sebelah alisnya.

"Umm… Entahlah. Aku tidak tahu" jawab Rukia masih menyunggingkan senyum palsunya. "Ayolah Kuchiki-san! Cerita sedikit saja pada kami" bujuk Chizuru, teman yang lain ikut penasaran.

"Maaf, Chizuru-san. Tapi aku benar-benar tidak tahu soal itu. Lagipula kenapa kau tanya aku?"

"Semenjak kau cukup dekat dengan Kurosaki-kun kau pasti tahu tentang dia. Mungkin Kurosaki-kun cerita sesuatu padamu" kata Chizuru lagi. "Berhentilah Chizuru. Kuchiki-san tidak tahu apa-apa"

"Tapi Tatsuki, mungkin saja kan Kurosaki-kun cerita sesuatu pada Kuchiki-san tentang hubungannya dengan Gotou-sensei!" kata Chizuru pada Tatsuki dan Inoue yang baru masuk kelas.

"Kau ini bodoh atau apa, Kuchiki-san baru saja masuk sekolah hari ini setelah mengunjungi kakeknya yang sakit di luar kota. Dan Gotou-sensei jadi guru baru kita kemarin saat Kuchiki-san tidak masuk sekolah. Jadi mana mungkin Kuchiki-san tahu" jelas Tatsuki panjang lebar.

Rukia memang menyembunyikan dirinya yang sebenarnya tinggal di Seireitei setiap tidak masuk sekolah dengan alasan tidak masuk karna ada urusan keluarga atau yang lain. Jadi teman-temannya tidak akan curiga. Kecuali Ichigo, Chad dan Ishida yang memang tahu dan kenal Rukia dengan baik.

Chizuru berpikir lagi dan memegangi dagunya. "Benar juga ya" katanya. Yang lain sweatdrop. "Dasar!" umpat Tatsuki. Rukia dan Inoue hanya tertawa kaku. Tidak lama bel tanda makan siang selesai berbunyi.

"Anak-anak kembali ke tempat masing-masing" kata Gotou-sensei yang baru masuk kelas dengan diikuti Ichigo dari belakang lalu ke tempat duduknya.

"Baiklah… kita buka pelajaran bahasa kemarin halaman 121" ucap Gotou-sensei. Semua murid mematuhinya. Tidak lama Keigo mengacungkan tangannya.

"Gotou-sensei" katanya sambil mengacungkan tangannya.

"Ya, Asano-kun?" tanya Gotou-sensei melihat Keigo.

"Boleh aku bertanya?" tanya Keigo lagi. Semua mata ada pada Keigo. Gotou-sensei mengangguk. "Apakah kemarin kau berkencan dengan Ichigo?" celetuk Keigo. Yang lain menatap Keigo yang menanyakan pertanyaan yang menjadi gossip pagi ini yang yakin mengejutkan anak-anak di kelas. Gotou-sensei hanya terdiam.

Ichigo hanya memegangi wajahnya dengan telapak tangannya dan dia bersumpah akan memukul Keigo sampai Keigo menangis setelah pulang sekolah karna telah membuatnya malu didepan teman sekelas dan tentunya Gotou-sensei karna gossip yang dibuat Keigo dan Mizuiro. Gotou-sensei menjawab,

"Tidak. Siapa yang mengatakan itu padamu?" tanya Gotou-sensei. "Kemarin aku dan Mizuiro melihat sensei dan Ichigo sedang berduaan di toko hamburger dekat taman" kata Keigo lagi menjawab.

"Oh, , aku memang bersama Kurosaki-kun di toko hamburger itu" kata Gotou-sensei mengaku. Anak-anak lain mulai berbisik. Ichigo yang mulai mengepalkan tangannya tetap bertahan dan bersabar ingin memukul anak bernama Asano Keigo yang sudah menyebar gossip itu. Rukia yang melihat Ichigo hanya tetap diam dan melihat pada Gotou-sensei lagi.

"Ibu mentraktir Kurosaki-kun sebagai balasan karna dia menolong ibu dari perampok yang mau mencuri tas ibu" jelas Gotou-sensei. Semua anak berhenti berbisik dan melihat pada Ichigo lalu pada Gotou-sensei.

"Untung ada Kurosaki-kun yang waktu itu di taman. Kalau tidak, ibu tidak tahu harus bagaimana kalau tas ibu benar-benar dicuri perampok itu, arigatou Kurosaki-kun" kata Gotou-sensei lagi tersenyum. Ichigo hanya tersenyum kecil dan mengangguk pada gurunya itu.

Ishida hanya menatap Ichigo sambil menaikan kacamatanya. Keigo hanya menangis dramatis karna bersyukur masih punya kesempatan untuk mengencani Gotou-sensei. Mizuiro tersenyum bangga. Murid yang lain hanya sweatdrop melihat kelakuan Keigo.

"Sudah kubilang kan dari awal" gumam Ichigo. Rukia hanya tersenyum pada Ichigo dan Gotou-sensei.

"Nah anak-anak! Ayo kita lanjutkan pelajaran kita!" seru Gotou-sensei sambil menepuk tangan agar mendapat perhatian murid-muridnya. Lalu mereka segera melanjutkan pelajarannya. Akhirnya masalah gossip itu selesai juga.

--

Pulang sekolah

Saat Ichigo dan Rukia keluar pintu kelas, Ichigo ingat sesuatu. "O, ya Rukia. Hari ini kita tidak bisa pulang bersama" kata Ichigo menatapa Rukia.

"Kenapa?" balas Rukia. "Aku ada urusan sebentar. Kau pulanglah duluan" jawab Ichigo lagi. Rukia hanya terdiam lalu mengangguk dan mulai pulang duluan. "Ja ne" katanya. Ichigo hanya mengangkat tangan kanannya dan pergi menuju ruang guru.

SREGG!

Terbuka pintu ruang guru itu. "Hai, sampai besok Mizu-sensei" kata Gotou-sensei melambaikan tangannya pada Mizu-sensei yang pulang. Dilihatnya Ichigo yang menunggu di dekat pintu ruang guru.

"Kurosaki-kun! Apa kau menunggu lama?" tanya Gotou-sensei. "Tidak. Aku baru kesini" jawab Ichigo. Gotou-sensei hanya tersenyum. "Kalau begitu ayo, kita jangan berlama-lama" ajak nya pada Ichigo. Ichigo segera mengikuti gurunya itu.

--

Apartemen Shinjuku

"Silahkan masuk. Maaf ya agak berantakan" kata Gotou-sensei mempersilahkan Ichigo masuk ke apartemennya. Ichigo hanya tersenyum kecil. "Apartemennya belum ibu bereskan semua. Maklum ibu kan baru pindah dan sudah banyak pekerjaan dari sekolah menumpuk semenjak Ochi-sensei tidak masuk" katanya lagi sambil membawakan dua gelas es jeruk dan kue-kue.

"Kau minum saja dulu es jeruknya ibu akan membawakan kertas ulangan dan absent kelasnya" ucap Gotou-sensei. Ichigo hanya mengangguk. Sambil menunggu Gotou-sensei kembali ke ruang tamu, Ichigo melihat-lihat seluruh benda-benda di ruang tamu itu. Dan ada suatu benda yang ia tertarik untuk dilihat.

Beberapa menit kemudian Gotou-sensei datang membawa banyak kertas soal ulangan yang sudah dinilai dan beberapa biodata siswa dan juga daftar siswa siswi kelas Ichigo.

"Ini dia. Maaf ya Kurosaki-kun menyusahkanmu dan juga mengganggu waktumu" kata Gotou-sensei sambil mulai mengambil beberapa kertas ulangan. "Tidak apa-apa, aku juga tidak terlalu sibuk kok" jawab Ichigo.

Gotou-sensei hanya tersenyum. Mereka mulai menulis beberapa data sampai waktu tidak terasa sudah pukul 18.05.

"Huff… lelah juga ya" keluh Gotou-sensei sambil mengusap keringatnya. Lalu diseruputnya es jeruk yang ada di meja. "Akhirnya semuanya selesai" Ichigo mengangguk sementara Gotou-sensei membereskan kertas-kertas murid-muridnya yang selesai dikerjakannya dengan Ichigo, Ichigo juga membantunya.

"Sebentar ya, ibu mau menyimpan semua ini dulu di meja computer sana" kata Gotou-sensei lagi, Ichigo hanya ber"Hai". Ichigo lalu memijit-mijit bahunya karna pegal sudah duduk cukup lama membantu Gotou-sensei mendata semua murid di kelasnya.

Dilihatnya jam sudah menunjukan 18.10. Sudah seharusnya dia pulang. dilihatnya lagi benda yang menjadi perhatiannya sejak datang ke ruang tamu itu. Tidak lama Gotou-sensei datang lagi ke ruang tamu. "Maaf ya Ichigo kau jadi terlambat pulang ke rumah ya" kata nya.

"Ya, tidak apa-apa" balas Ichigo. "Gotou-sensei, boleh aku tahu siapa anak yang di foto itu?" tanya Ichigo sambil menunjuk pada benda yang sejak tadi menjadi perhatiannya, foto figura. Gotou-sensei melihat benda yang Ichigo tunjuk.

"Itu foto anak pertama Ibu. Namanya Mamoru" kata Gotou-sensei. "Boleh aku tahu umur berapa Mamoru ini?" tanya Ichigo lagi, dia tidak tahu kenapa dia ingin tahu anak yang ada di dalam foto ini.

"Dia berumur 7 tahun di dalam foto itu. Tapi sekarang mungkin dia berumur 12 tahun" ujarnya. "Seharusnya" tambahnya lagi sambil menatap lantai. Ichigo merasa agak bingung dengan kata terakhir yang di ucapkan gurunya itu.

"Seharusnya?" ulang Ichigo. "Maksud Sensei?" tanya Ichigo lagi.

"Mamoru sudah meninggal 5 tahun lalu" Ichigo agak terkejut mendengar kata-kata Gotou-sensei. "Meninggal?" ulang Ichigo lagi. Gotou-sensei hanya mengangguk dan menatap Ichigo sekarang.

"Iya. Mamoru meninggal dalam kecelakaan. Waktu itu ia hendak bermain bola dengan temannya di taman, namun tidak sengaja saat menyebrang jalan bola yang ia mainkan saat menyebrang jatuh dan dia mengambilnya." Ujar Gotou-sensei yang sekarang matanya mulai berkaca-kaca. "Dan saat itulah ada motor yang melaju dengan kencang. Karna melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi, motor itu tidak sempat menghindari Mamoru. Begitupun Mamoru"

"Dan akhirnya Mamoru meninggal?" tanya Ichigo yang sudah mulai merasa bersalah menanyakan tentang anak Gotou-sensei itu pada gurunya yang mulai mengeluarkan air mata. Gotou-sensei hanya menganggukan kepalanya.

"Maaf Gotou-sensei, kalau aku membuatmu sedih. Aku tidak bermaksud-"

"Tidak apa-apa Kurosaki-kun. Aku sedikit lega bercerita padamu." Kata Gotou-sensei lagi yang mulai tersenyum. Ichigo menghela napas.

"Lalu, foto itu? Itu keluarga sensei?" Tanya Ichigo menunjuk foto lainnya.

"Ya, yang ini foto keluarga sensei yang diambil 6 tahun yang lalu sebelum Mamoru meninggal." Jawabnya sambil membawa foto itu lebih dekat.

"Kau lihat. Yang ini foto sensei, ini mantan suami sensei, Mamoru dan Hiroshi. Hiroshi itu anak kedua sensei, dia adik Mamoru dan sekarang tinggal bersama ayahnya." Jelas Gotou-sensei menunjuk anggota keluarganya. Ichigo mengangguk. Lalu suasana menjadi hening. Tiba-tiba Gotou-sensei berdiri.

"Baiklah, ah!" tidak sengaja Gotou-sensei pada saat berdiri menyenggol gelas yang berisi es jeruk itu sampai tumpah dan gelasnya pecah. "Ya ampun. Jadi basah" keluhnya melihat air yang ada dilantai serta gelas yang pecah.

"Sensei, hati-hati pecahan gelasnya!" seru Ichigo pada gurunya yang hampir menginjak pecahan gelas yang pecah. "Ibu ambil lap dulu ya di dapur" Ichigo mengangguk.

--

Meanwhile

"Kalau tidak salah, Shizuka tinggal di kamar nomor 16 lantai 2 ini" kata seorang pria yang sedang berjalan menuju kamar Gotou-sensei. "Yah, ini kamar nomor 16. Berarti Shizuka ada dikamar ini. Tapi apa dia sudah pulang dari sekolah ya?" gumamnya.

Di pijitnya bel kamar Gotou-sensei itu namun tidak ada suara bel yang ia pijit. "Kok tidak berbunyi ya?" kata pria itu lagi heran.

"Maaf Pak. Bel kamar nomor 16 ini memang sedang rusak" kata seorang perempuan yang baru keluar dari kamarnya yang bernomor 18. Pria itu agak terkejut dengan kemunculan perempuan ini.

"Begitu ya. O, ya, apa pemilik kamar ini sudah pulang dari pekerjaannya?" tanya pria itu, 'Siapa tahu dia tahu' pikir pria itu.

"Gotou-san ya. Dia tadi sudah pulang dari pekerjaannya. Anda temannya ya?" tanya perempuan itu.

"Saya suaminya" jawab pria itu lagi. Perempuan itu hanya ber'oh'. "Coba saja anda ketok pintunya" ucap perempuan itu lagi.

"Ya, terima kasih" perempuan itu lalu pergi setelah bilang sama-sama pada pria yang ternyata suami Gotou-sensei. Pria itu lalu mengetok pintu kamar yang ditujunya, namun belum mendapat jawaban dari orang yang ingin ditemuinya itu.

"Kemana sih dia" keluh pria itu lagi. "Aku telepon ke telepon genggamnya dia tidak jawab, pintunya pun tidak dibuka. Padahal aku sudah mengetuk pintunya beberapa kali" keluh pria itu lagi mulai frustasi. "Apa aku telepon ke telepon rumahnya saja?" tanyanya pada dirinya sendiri. Dilihatnya pintu apartemen Gotou-sensei itu agak terbuka sedikit.

"Apa pintunya tidak terkunci?" tanya nya lagi pada dirinya sendiri. Dicobanya pintu itu dibuka dan ternyata…

KREKK

Terbuka. Tanpa ragu pria itu masuk ke dalam apartemen istrinya itu. Dilihatnya ada sepatu yang bukan milik istrinya. "Ada tamu rupanya" gumamnya. Lalu pria itu pun menuju ruang tamu yang terdengar beberapa suara. Dan saat itulah dia melihat pemandangan yang membuatnya terkejut.

"Shizuka!" matanya membulat terkejut melihat apa yang dilakukan istrinya itu dengan laki-laki lain.

--

"Ya, ampun aku memang ceroboh" keluh Gotou-sensei sambil membawa pel dan sapu untuk membersihkan es jeruk yang tak sengaja ia tumpahkan(jatuhkan).

"Biar aku membantumu Gotou-sensei" kata Ichigo mulai berdiri untuk membantu gurunya itu. Namun saat Gotou-sensei hendak mengepel bagian yang basah ia terpeleset dan hampir jatuh. Ichigo reflek menahan tubuh gurunya yang hampir terjatuh itu. Dan posisinya… seperti berpelukan. Tiba-tiba sosok pria yang baru datang ke ruang tamu itu melihat pemandangan di depan matanya dan terkejut dengan apa yang dilihatnya.

"Shizuka!" matanya membulat terkejut melihat apa yang dilakukan istrinya itu dengan laki-laki lain. Ichigo segera menjauhkan diri dari Gotou-sensei dan tubuhnya yang ditangkapnya tadi. Gotou-sensei terkejut juga.

"Su, Sugi… kenapa kau disini? Kapan kau datang? Bukankah kau datang besok?" tanya Gotou-sensei sambil menghampiri pria yang MANTAN suaminya itu. Suasana hening. Namun segera dipecahkan oleh Sugi.

"Jadi begitu, ya!? Kau bilang kau sibuk!" teriak Sugi yang mantan suami Gotou-sensei pada Gotou-sensei.

"A, aku-"

"Aku apa?! Kau bilang kau sibuk?? Sibuk apa?! Sibuk berselingkuh dengan pria lain!" potong pria itu.

"Aku tidak selingkuh! Kau jangan salah paham" kata Gotou-sensei yang melihat pada Ichigo dan suaminya lagi.

"AH! Jangan bohong! Dan kau tahu…" dilihatnya Ichigo yang masih terkejut dari atas sampai bawah dan dari bawah sampai atas. "Dan jangan bilang kalau dia ini muridmu… jangan bilang kalau kau berselingkuh dengan muridmu sendiri?" kata Sugi lagi sambil menggelengkan kepalanya tidak percaya.

Gotou-sensei hanya menutup mulutnya dengan tangan. Ichigo melihat pria yang didepannya dan tidak terlalu jauh dengannya dengan tatapan terkejut. "Kau salah. Kau salah paham Sugi" kata Gotou-sensei lagi.

"Maaf Tuan. Kalau Tuan mengira Gotou-sensei selingkuh denganku, kau sudah salah!" kata Ichigo tegas. "Aku disini hanya membantu Gotou-sensei menyelesaikan pekerjaannya sebagai guru dan murid" jelas Ichigo.

"Omong kosong!" teriak Sugi lagi yang sekarang menuju pintu keluar apartemen Gotou-sensei. Gotou-sensei segera mengejar suaminya itu.

"Sugi! Sugi! Tunggu! Kau salah paham!" seru Gotou-sensei. Melihat situasi ini Ichigo semakin bingung. Dia menggaruk-garuk kepalanya dengan mengeluarkan suara frustasi.

"Kalau kau selingkuh, lebih baik kita urungkan niat kita untuk rujuk kembali!" seru Sugi lagi. Mata Gotou-sensei membulat terkejut dengan mulut terbuka. "Tidak. Kau tidak bisa… kau tidak bisa begitu!" balas Gotou-sensei yang sekarang menggelengkan kepalanya mendengar mantan suaminya itu.

"Ya! Aku bisa! Selamat tinggal! Semoga kau bahagia dengan murid selingkuhanmu itu!" kata Sugi sambil menunjuk Ichigo yang baru ikut keluar dari dalam apartemen Gotou-sensei. Ekspresi Ichigo terkejut lagi. 'Murid selingkuhan katanya?! Dia pikir aku ini apa? Playboy yang berselingkuh dengan istri orang lain?! Atau tepatnya Mantan istri orang lain!! Enak saja!' pikir Ichigo.

Sugi langsung pergi berjalan dengan cepat menuju lantai bawah. Gotou-sensei masih berseru-seru pada Sugi. "Kau salah paham Sugi! Sugi!" namun tetap tidak digubris oleh mantan suaminya itu. Akhirnya Gotou-sensei menyerah mengejar Sugi yang sudah naik mobilnya.

"Gotou-sensei" kata Ichigo memanggil Gotou-sensei. Guru itu langsung melihat orang yang memanggilnya.

"Kurosaki-kun, maaf kau jadi terlibat. Ibu minta maaf" kata Gotou-sensei lagi. Ichigo hanya mengangguk. "Lalu bagaimana dengan mantan suami ibu? Apa aku harus menjelaskan padanya lagi bahwa ini semua salah paham diantara kita?"

"Kau jangan khawatir, ibu akan bicara lagi pada mantan suami ibu. Dan ibu harap dia akan mengerti" kata Gotou-sensei lagi. "Gotou-sensei bersabar ya" kata Ichigo yang sekarang memegang pundak gurunya itu.

"Arigatou Kurosaki-kun. Kau lebih baik pulang, ini sudah mulai larut" Ichigo mengangguk dan pamit pulang.

"Aku pulang dulu sensei" kata Ichigo pamit. Gotou-sensei hanya tersenyum dan menghapus air matanya yang entah sejak kapan mengalir sambil melambaikan tangannya pada murid nya itu.

"Ya, aku harap Sugi mau mengerti" gumam Gotou-sensei pada dirinya sendiri. "Aku harap. Demi Hiroshi dan kami semua" tambahnya lagi yang lalu kembali menuju apartemennya.

--

Bersambung ke Chap 3!

Wow… gimana ceritanya??

Haha! Semoga kalian semua suka dengan cerita yang Miya buat….

Dan jangan lupa,,..

Komen + review, please!!

ARIGATOU!!!

- M I Y A – C H A N -