ROSE

.

a story of a difference

.

Written by : rocketeer7

.

.

My love is like a red rose,

.

Yes, I may be fragrant

.

But the closer you get, the more I'll hurt you...

Cukup lama Myungsoo mengikuti Woohyun, akhirnya Woohyun berhenti di salah satu pintu yang paling besar diantara pintu-pintu besar lainnya. Pintu itu diukir dengan indahnya, dan diberi cat warna keemasan. Woohyun lalu menoleh ke arah Myungsoo.

"Inilah pintu menuju Swan gazebo. Mian, aku hanya bisa mengantarmu sampai disini, karena selain keempat prefek dan yang berkepentingan, orang lain dilarang masuk. Oh, aku ada di asrama Blue House, by the way." ucap Woohyun.

"Ah, iya. Kamsahamnida, Woohyun-ssi." ucap Myungsoo. Woohyun hanya membalasnya dengan mengangkat jempolnya sambil tersenyum, lalu ia berjalan menjauhi Myungsoo.

Myungsoo lalu berjalan mendekat ke arah pintu, dan mengetuknya perlahan. Tak lama kemudian, seseorang membuka pintu itu, menimbulkan bunyi decitan yang cukup keras karena ukuran pintu yang cukup besar. Seorang namja tampan berambut blonde itu menatap Myungsoo datar, seolah tahu apa maksud kedatangan Myungsoo. Jadi diakah prefek?

"Kau anak baru itu ya? Masuklah," ucap namja tampan itu. Suaranya terdengar lembut namun tegas di telinga Myungsoo. Myungsoo lalu mengangguk dan mengikuti namja tampan itu masuk.

"Nugu, Minhyuk-ah?" ucap suara dari dalam. Saat Myungsoo dan namja yang baru saja dipanggil Minhyuk itu masuk ke area utama Swan gazebo, Myungsoo membelalakkan mata terkejut. Jadi keempat prefek yang dimaksud Woohyun itu adalah keempat namja cantik yang tadi menjadi pusat perhatian para siswa!? Dan, oh, Ya Tuhan..! Namja itu...! Namja keempat itu..! Myungsoo melihat namja cantik itu sedang bersama seorang namja tampan. Namja tampan itu terlihat sangat mengagumi namja cantik Myungsoo. Eh..? Maksudnya namja cantik incaran Myungsoo. Myungsoo tidak dapat berkata apa apa, pandangannya tidak mau lepas dari namja cantik itu.

"Hanya seorang anak baru, Luhannie-hyung.." ucap Minhyuk kepada namja cantik yang berjalan di barisan kedua saat Myungsoo melihatnya di kerumunan siswa tadi. Myungsoo tidak begitu memperdulikan Minhyuk dan Luhan-oh yang bahkan seluruh ruangan kecuali namja cantik Myungsoo dan namja tampan disebelahnya- yang sedang melihatnya jengkel.

"Hei, kau! Serahkan dokumenmu..." ucap namja cantik yang tadi berjalan paling pertama dengan nada jengkel. "kau mau berdiri selamanya disitu, eoh...!?"

"Sabar, Sungjongie-hyung.." ucap seorang namja tampan disebelah Sungjong -nama namja pertama itu- sambil mengelus halus pundak Sungjong. Sungjong hanya menatap namja itu datar. Dan, well, Myungsoo terlalu larut dalam pemandangan indahnya, jadi dia benar benar seperti orang tuli sekarang. Dan objek yang Myungsoo pandang sedari tadi, entah menanggap Myungsoo ada atau tidak, sedang terfokus pada lukisannya. Entah apa yang ia lukis, namun Myungsoo bisa melihat ketenangan di wajah namja cantik itu.

"Mian, tapi Swan gazebo bukanlah tempat bagi sembarang orang." sekarang namja yang berjalan di barisan ketiga itu angkat bicara. Suaranya terdengar dingin menusuk, membuat Myungsoo langsung tersadar dari lamunannya dan menoleh seketika. Myungsoo sekarang sadar bahwa seluruh orang di ruangan sedang menatap jengkel ke arahnya.

"Ah, maaf. Maaf, maafkan aku. Ini dokumennya." Myungsoo lalu dengan perasaan takut dan bersalah, menyerahkan dokumennya kepada Sungjong. Sungjong lalu menerimanya tanpa membukanya, lalu memberikannya ke namja tampan di sebelahnya. Dan namja tampan itu dengan sigap menerimanya.

"Cih, kenapa semua orang baru menurut jika Sunggyu-hyung yang berbicara?" cibir Sungjong dengan suara cukup keras dan nada mengejek. "taruh saja di meja, Byunghun-ah. Nanti akan kuberikan kepada kepala sekolah."

Dan namja itu menganggguk menurut, meletakkan dokumen milik Myungsoo di meja sebelah sofa mewah yang menjadi tempat duduk para prefek. Swan gazebo adalah tempat yang sangat mewah-terlalu mewah hanya untuk ruangan prefek sebenarnya. Cat putih yang melapisi membuatnya terlihat tenang, ditambah air mancur di sebelah swan gazebo. Swan gazebo adalah tempat yang terbuka, namun luar biasa sejuk. Bermacam makanan mewah tersedia di meja-meja para prefek. Sofa-sofa yang mewah menjadi tempat duduk khusus para prefek. Namja-namja tampan di sebelah para prefek tidak duduk, mereka berdiri. Dan Myungsoo terlalu terpaku kepada namja cantik itu untuk menyadari keindahan Swan gazebo.

"Menentukan asrama, ya?" tanya Luhan. "Tapi maaf saja, Blue House sudah penuh. Hanya ada gudang buku buku perpustakaan, kalau kau mau. Atau kau bisa mencari asrama yang lainnya."

Myungsoo mengernyit. Gudang buku buku perpustakaan? Tidak terimakasih. Oh, baiklah, sekarang Myungsoo sangat berharap ia akan berada di asrama namja cantik itu.

"White House penuh. Kalau kau memaksa, kau mau kutempatkan di kandang merpati?" ucap Sungjong. Yang ini malah lebih parah-pikir Myungsoo. "Bagaimana denganmu, Sungyeol-hyung? Apakah Red House masih tersisa?"

"Penuh."

Myungsoo terbelalak, namja cantik itu berbicara. Hanya berkata satu kata saja, Myungsoo sudah mendengar betapa indahnya suara namja cantik itu. Sungyeol..! Ya, Sungyeol..! Akhirnya Myungsoo tahu nama namja cantik itu.. Nama yang sangat indah yang pernah Myungsoo tahu. Dan suara itu... Myungsoo tidak bisa membayangkan suara yang lebih indah dari suaranya. Sungyeol...

Namun Myungsoo lemas begitu tahu asrama Sungyeol -Red House- penuh. Jadi pupuslah harapan Myungsoo untuk berada di satu asrama dengan Sungyeol. Dan apa-apaan namja di sebelahnya itu..!? Dia sungguh beruntung ada di jarak yang sangat dekat dengan Sungyeol. Myungsoo iri..! Siapa dia..!?

"Berarti harapanmu tinggal Violet House..." Sunggyu menghela nafas. "Dan beruntunglah kau masih ada satu kamar tersisa."

"Minhyuk-ah, berikan namja itu penjelasan." ucap Luhan singkat. Minhyuk lalu mengangguk cepat, dan berjalan menuju Myungsoo. Minhyuk lalu berhenti tepat di depan Myungsoo.

"Akan kujelaskan.." ucap Minhyuk. Minhyuk lalu mengarahkan tangannya ke arah Luhan. "dia Luhan-hyung, prefek Blue House. Dan aku Lee Minhyuk, asisten prefek Luhan-hyung."

Myungsoo mengangguk, jadi namja-namja tampan di sebelah para prefek itu asistennya? Seandainya saja dia bisa menjadi asisten Sungyeol.. Minhyuk lalu mengarahkan tangannya kearah Sunggyu.

"Dia Kim Sunggyu sunbaenim, prefek Violet House yang akan kau tempati. Dan yang disebelahnya itu asisten prefek Sunggyu sunbaenim, Seo Eunkwang sunbaenim." jelas Minhyuk, Myungsoo kembali mengangguk. Minhyuk lalu mengarahkan tangannya kearah Sungjong.

"Dia Lee Sungjong sunbaenim, prefek White House. Dan yang disebelahnya adalah asisten prefek Sungjong sunbaenim, Byunghun sunbaenim." ucap Minhyuk. Myungsoo kembali mengangguk. Saat Minhyuk mengarahkan tangannya kearah Sungyeol, jantung Myungsoo serasa terpacu, detaknya tak beraturan, seperti tersihir. Wajah Myungsoo memanas hanya dengan melihat wajah cantik Sungyeol.

"Dan dia.. Lee Sungyeol sunbaenim, prefek Red House. Dan yang disebelahnya adalah Bang Yongguk sunbaenim, asisten prefek Sungyeol sunbaenim. Apakah penjelasanku sudah jelas, anak baru?" ucap Minhyuk. Myungsoo mengangguk-angguk mengiyakan. Minhyuk lalu kembali ke samping Luhan.

"Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan, kau bisa keluar." ucap Sunggyu. Seperti biasa, tegas dan menusuk walaupun pelan. Myungsoo lalu berbalik dan berjalan menuju pintu keluar. Ia membuka pintu besar itu perlahan, dan menutupnya lagi secara perlahan.

"Sepertinya ia menyukaimu, Sungyeol-ah.." ucap Luhan menggoda Sungyeol yang sedaritadi diam melukis. Yongguk tercekat mendengar penuturan Luhan, namun lain halnya dengan Sungyeol yang samasekali tidak merubah ekspresinya, dan enggan untuk menanggapi perkataan Luhan yang ia anggap konyol itu.

"Oh, ayolah, siapa yang tidak tertarik dengan Sungyeol-hyung..?" tambah Sungjong. Sekarang seluruh mata tertuju pada Sungyeol.

"Aku tidak suka bocah." jawab Sungyeol singkat, namun berhasil membuat seisi ruangan diam seketika. Yongguk tersenyum dalam hati.

-tbc-

.

.

Adawwww, makasih buat yang udah review *tebar heart sign bareng Namu* :3

.

Balasan Review :

.

Little Melody Choi : Aww makasih ^,^)/ mian lama, charger leppy ane habis rusak u,u

.

Ichizenkaze : Penasaran ya? Tanya ke Namu zanah ~(^,^)~ *tebar aegyo bareng Namu*

.

Jaylyn Rui : waaaah iyaa~! ^^~ ini dari Kuroshitsuji, tapi ceritanya beda kok~ hehe :3 btw di Kuroshitsuji suka siapa? Aku Grell sama Undertaker~~ *di deatschyte Grell*

.

Hunhanshipper : iya~ makasih~ :3 udah dilanjut kok ^,^)/

.

Diahmiftachulningtyas : Myung jatuh cinta sama author~ *wadeziq* *digampar Mamih Yeol* *apaini wks :3

.

Fumiwari : adawwwww kepseknya itu author, saking mempesonanya jd gabole liat~ *bugh* *dilindes* *authorsarap* ^,^~

.

Rin : iyaa~ makasih~ :3 udah dilanjut kok ^,^)/