YOSH, sudah liat kalau Riza upload cerita Tsundere Pet versi bahasa Inggris ? Yang ngetranslate bukan Riza tapi Papersetting dari tumblr ! Dia baik banget, mikirin SaruFem!Mi shippers yang ada di luar Indonesia. Jadi dia translate ke inggris deh ! Haaa~ Maaf kalau pendek ya ?

ENJOY~


Day 2 : Neko Misaki

Normal POV

"Kamu jadi… kucing…. Misaki ?" Saruhiko menunduk kebawah untuk melihat wujud Yata yang baru.

Karena insiden tadi, Yata berubah menjadi seekor kucing yang mungil.

Bulunya berwarna chestnut seperti warna rambut Yata.

"Nya ?! (Kucing ?!)"

"Aku berbicara bahasa jepang bukan bahasa kucing…" ucap Saru sambil mengangkat Yata dengan gentle lalu mulai berjalan.

"Tadi aku sudah memperingati kamu kan, jangan dekati bocah berambut putih itu…. Dia itu strain, belum diketahui namanya, tapi orang orang memanggilnya 'Aoi'..Sekarang masih dalam pencarian oleh SCEPTER 4.."

"Dia punya kekuatan untuk merubah orang lain menjadi kucing… Dia mempunyai penglihatan seperti kucing…" tambah Saru sambil berjalan

"NYAAAA ?! (APAAAA ?!)"

"Jangan berisik, Misaki…"

"Nyaa- (Aku mau dibawa keman-)"

"Oh ya, mumpung kamu jadi kucing…Aku nggak mau kasih kamu ke tempat berandalan liar itu, kubawa kamu pulang~" saru menatap muka yata yang sedang di gendongnya dengan menyeringai.

"NYAAAAAAAAAAA ?! ( APAAA ?! NGGAK MAU, BIARKAN AKU PERGI !)

Saru makin mempercepat langkahnya ke asrama khusus scepter 4.

"Tch, kenapa mesti Lieutenant Awashima menjaga depan gerbang asrama SCEPTER 4…"

"Nyaaa ? (Tundra Woman ?)"

"Misaki, kamu sembunyi di jaketku…" ucap Saru sambil melepas jaket SCEPTER 4 nya.

"HIIIIIS !" ancam Yata dengan bulunya yang berdiri.

"Masuk atau mati ditanganku ?"

Yata mencoba untuk mengaktifkan auranya, tetapi tetap saja tidak bisa.

Ia pun mencoba mengaktifkannya lagi, tapi sia sia usahanya.

"Oh ya, saat kamu menjadi kucing, otomatis kekuatanmu akan hilang juga…" ucap Saru.

"NYAAAAA ?! (HAAAAH ?!)" Yata pun terkejut sampai melompat.

"Cepat masuk atau…." Saru mengeluarkan pisau lemparnya.

"NYAAA ! (IYAA ! AKU AKAN MASUK !)" Yata pun mulai berjalan ke jaketnya Saru.

Kemudian, Saru mentup Yata dengan jaketnya dengan lembut, lalu ia berjalan ke asrama SCEPTER 4.

"Fushimi, kenapa kamu melepas jaketmu ?" tanya si Lieutenant SCEPTER 4, Awashima Seri yang menghalangi jalan Saru.

"Eh….Ada buah apel yang jatuh saat aku kerja, dan….aku ingin memakannya…."

"Gumpalan jaketmu itu isinya apel ?" tanya Awashima sambil menatap tajam jaket saru.

"….iya."

.

.

.

"Kalau kamu sampai bohong, awas kamu…." Ancam Awashima yang menyingkir dari jalan Saru.

"Baik, Lieutenant."

"Oh ya, Fushimi, nanti malam ada snack saus kacang mer-"

"Lieutenant, hari ini aku tidak enak badan… Jadi aku boleh langsung tidur ?" ucap saru dengan penuh bohong.

"Oh ? Begitu... Boleh." jawab Awashima sambil berjalan kearah lain.

Saat Awashima sudah mulai pergi menjauh, Saru membuka jaketnya..

"Oi Misaki,"

"Nyaaa ?! (Apa ?!)"

"Kamu kotor sekali… Tch, mengotori jaketku saja.." ucap Saru sambil mengangkat Yata, lalu menkibas – kibaskan jaketnya.

"Nyaaaaaa… (Kamu….)" ucap Yata yang marah.

Saru kemudian berjalan menuju kamarnya, lalu mengunci pintu kamarnya.

Yata pun segera lompat dari lengan Saru, lalu ia menatap was was ke Saru.

"Haaaaah, udah sore saja," ucap Saru sambil menatap ke jendela.

Kemudian, Saru menatap tajam Misaki.

"Misaki…..kamu kotor, jadi…..mandi sekarang !"

"Nyaaaa ! (Aku tahu ! Aku mau mandi !)"

Yata berjalan kearah kamar mandi milik Saru.

Tiba – tiba, ia merasa tubuhnya diangkat oleh sepasang tangan yang besar.

"Kamu BODOH ya ? tubuhmu sekecil ini dan bak mandi ku besar…." Kata Saruhiko sambil membuka pintu kamar mandi.

"Ny- (AP-)"

"Apa ? Mau pakai shower ? Kamu terlalu pendek Misakiii, membuka pintu kamar mandi saja tidak bisa~" goda Saru sambil menatap lekat Yata.

"NYAAA- (APA KAU BILA-)"

"Memangnya kamu ingin mati tenggelam di bak mandi ?" ucap Saru sambil mengelus - elus kepala Yata.

Yata terlihat kaget, lalu ia menjadi diam.

"Nya…. (Tidak…)" ucap Yata dengan suara yang kecil sambil menunduk.

Wajah Yata terlihat putus asa, matanya sembab, rasanya ia ingin menangis.

Terlalu susah untuk menjadi kucing baginya.

Saru menatap wajah Yata tanpa diketahui Yata., ia tidak tahan melihat wajah Yata seperti itu.

"Misaki, aku akan memandikanmu." kata Saru sambil tersenyum licik dihadapan Yata.

"N..N…Nyaaa ?! (ma…ma…mandiin ?!)" ucap Yata yang pulih dari kesedihannya.

Pipinya Yata memerah dan memerah lagi.

"Betul Mi-Sa-Kiii, aku akan memandikanmu !"

Saru meletakkan Yata di ubin kamar mandinya.

"Shower atau Bathub ?" tanya Fushimi sambil melipat lengan kemeja putihnya agar tidak basah.

Saking malunya, Yata memerah terus.

"HIIIS !" ancam Yata lagi sambil mengumpat dibelakang bak mandi.

"Ooh ? Bathub ? Baiklah." Saru pun menyalakan keran bak mandinya.

"Misaki, keluarlah, airnya hangat bukan air dingin !"

"NYAAAA ! (BUKAN ITU MASALAHNYA !)" Yata mengeong keras sambil memerah.

"Diam Misaki…"

Saru mengangkat Yata, lalu meletakkan Yata di bak mandinya.

Untung Saru hanya mengisi bak airnya dengan air untuk ukuran kucing, kalau tidak, Yata pasti tenggelam di bak mandi.


"Oi,Misaki, kalau kamu mandi kenapa nggak bisa tenang sedikit sih ?!"

Yata masih mengumpat di dalam kasur, mukanya tak berhenti hentinya memerah.

"Oh ? Malu karena saat memandikanmu aku menyetuh dadamu yang rata itu ?" ucap Saru sambil membuka selimut yang menyembunyikan Yata.

Senyuman licik menghiasi wajah Saru., Saru pun mengangkat Yata yang masih panik dan memerah.

"Tenang saja, aku nggak bakal tergoda dengan dadamu yang rata~" ucap Saru sambil menatap Yata.

"NYAAAA ! (DIAM KAMU !)" kata Yata yang menendang wajah Saru dengan kaki mungilnya.

"Oi, jangan nendang mukaku !"

Yata mencakar cakar tangan Saru agar ia melepaskan dirinya sekarang juga, tangan Saru berdarah.

"Hei ! Jangan mencakarku atau kamu jatu-" kerena saking sakitnya dicakar Saru tidak sengaja melepaskan Yata.

Tiba-tiba, keluar cahaya terang lagi yang mengelilingi Yata.

"Misaki ? Hei, kamu tidak apa ap-" kata Saru sambil mendekatkan diri ke Yata.

"SIAL, SAKIT TAUUU !"

"Ha ?" Saru tercengang mendengar suara yang dikenalnya.

Saat cahaya tadi menghilang, munculah tubuh manusia yang dikenal Saru.

Saru pun terkejut melihat tubuh Yata yang kembali menjadi manusia.

Saat melihat tubuh Yata yang normal kembali dengan SANGAT jelas, Saru mulai menyeringai.

"Misaki kamu sudah menjadi orang ?" tanya Saru dengan santainya.

"HAAA ?! Aku menjadi normal lagi ! Akhirnya !" Yata mengecek tubuhnya satu per satu.

Dimulai ia memegang kaki, tangan, kepala, dan semuanya normal kembali.

"Akhirnyaaaaaa, aku normal kembali !" Yata pun tertawa bahagia.

"Ada satu yang kurang lhooo~" ucap Saru sambil mendekati Yata.

"Memangnya apaan ?!" ucap Yata sambil mencengkram kerah seragam Saru.

Saru hanya tertawa kecil dan melepas kemeja putihnya, sehingga Saru setengah telanjang.

"UUU…UWAAAAAA ! NGAPAIN LEPAS BAJU DI DEPAN PEREMPUAN ?!" kata Yata sambil menutup matanya.

"Yang lebih parah kamu, Misaki~" kata Saru sambil tersenyum nakal.

"Ha ?"

"Kamu telanjang bulat…"


TO BE CONTINUE