Title: Share My Love!?
Disclaimer : Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi
Genre: Supernatural,Romance,Mystery
Rating: T
Pairing: Kiseki No Sedai plus Kagami x OC
Chapter 1: Half-Demon
"Dia vampire?"
Kagami segera melepaskan tangannya lalu dia masuk ke dalam kelas. Dia pergi tanpa mengucapkan apapun.
"Hime-sama kamu tidak apa-apa,kan?"
"Shiro-chin aku khawatir melihatmu tadi bersama dengannya." kata Murasakibara masih memeluknya dari belakang
"Tolong lepaskan. Sebenarnya kalian berdua ini siapa,sih?"
Masshiro berusaha melepaskan pelukannya hingga ada sensei yang menyuruh mereka segera masuk dan bersikap sopan padamu. Begitu kelas dimulai pernyataan dari sensei kembali mengejutkan Masshiro yang tidak mengetahui apapun mengenai sekolah ini.
"Seperti yang kalian tau event Witch Hunting akan diadakan sebentar lagi. Karena itu untuk mendukung performa kalian. Kami akan mengadakan latihan antar siswa. Dan lawan kalian adalah orang yang kalian sapa setelah keluar dari kelas ini."
"Witch Hunting? Apa masksudnya itu?"
"Heh, Hime-san tidak tahu event sebesar itu?" sahut Kise yang duduk di sebelah kiri Masshiro
"Itu adalah salah satu event terbesar tahun ini,loh. Walaupun aku tidak bergitu tertarik." kata Murasakibara ikut menimpali
"Seluruh kelas sudah diberitahu jadi kalian tidak akan bisa mengelak. Oh, iya dan satu lagi untuk anak kelas satu dan kelas dua diperbolehkan berpasangan oleh siapapun untuk melawan yang lain. Jadi, silahkan nikmati pelatihan ini dan ikuti peraturannya. Kelas berakhir hari ini. Terima kasih."
Akhirnya setelah sensei keluar dari kelas beberapa anak yang lain mulai mencari pasangan untuk bekerja sama dalam latihan pertarungan itu. Masshiro segera keluar dari kelas sebelum orang yang bernama Kise dan Murasakibara itu mengajaknya berpasangan. Baru saja dia keluar dari kelas tidak beberapa lama kemudian muncul dua orang bersamaan memanggilnya dari kanan dan kiri.
"Anoo, Shuuzo-chan." kata Kagami menyapamu dari arah kanan dia baru saja kembali dari toilet
"Oy, pettanko. Aku mau bicara denganmu." Kata Aomine yang muncul dari sebelah kiri karena kelasnya berada di sebelah kiri kelasmu
Kamu bingung. Siapa yang menyapanya pertama? Siapa yang akan menjadi lawannya? Walaupun ia masih tidak mengerti namun sepertinya laihan itu cukup penting mengingat antusias dari anak-anak di kelas.
"Achaa, Hime-sama. Benar-benar kurang beruntung ya? Jadi, Hime-sama akan melawan mereka berdua sekaligus?"
"Gawat, Shiro-chin sebaiknya tidak usah ikut latihan itu. Ini berbahaya."
"Eh?"
"Kalian berdua bicara apa sih daritadi? Aku baru saja mau berbicara sebentar dengannya. Ada apa sih ini?" tanya Aomine kebingungan
"Pasti deh, Aominecchi ketiduran di kelas dan tidak mendengarkan sensei. Event Witch Hunting sudah mau dimuali sebentar lagi." jelas Kise sambil menghela nafas
"APA? Event itu sudah dimulai? Jadi, tadi barusan aku?"
"Jangan bilang Kagamicchi juga?"
"Aku baru aja kembali dari toilet. Gomen, tadi aku menyapanya karena mau meminta maaf atas perlakuan tadi pagi"
"Kalian berdua sama-sama bodoh,ya? Lalu bagaimana ini? Shiro-chin orang baru di kelas ini. Dia baru masuk tahun kedua tahun ini. Masa dia harus melawan kalian berdua?"
Masshiro sejak tadi hanya terdiam karena semakin pusing dengan arah pembicaran ini. Akhirnya kembali Aomine dan Kagami membuat pernyataan mengejutkan.
"Bagaimana kalau kamu berpasangan denganku melawannya?" kata mereka berdua bersamaan
"APA?" teriak Masshiro bersama Kise dan juga Murasakibara
"Maaf, permisi Aomine-kun dan Kagami-kun. Masshiro-chan hanya boleh berpasangan denganku." kata seseorang yang muncul dari belakang
"Kurokocchi juga?"
"Biar aku yang menjelaskan padamu Masshiro-chan."
Kuroko menarik tangan Masshiro lalu pergi ke atap sekolah agar tidak ada yang menggangu percakapan mereka.
"Kuroko curang dia memonopoli Hime-sama sendirian."
Di atap Sekolah
"Tetsu-san, ada apa ini sebenarnya? Kenapa kamu ikut-ikutan mengajaku berpasangan denganmu di event itu?"
" Gomen, Jika kamu berkenan berpasanganlah denganku karena event ini adalah yang terakhir kita bisa bersama. Kamu baru pindah di sekolah ini jadi ini tahun terakhir kita bisa bersama."
"Witch Hunting itu maksudnya kita berburu para penyihir? Memangnya ada apa dengan mereka?"
"Sebenarnya sudah lama sekali event ini diadakan. Pada awalnya event ini biasa untuk melatih para siswa namun sekarang para penyihir melakukan pengkhianatan."
"Pengkhianatan? Jangan-jangan saat Hell War tahun lalu itu?"
"Kamu tau mengenai itu?"
"Nii-sama pernah memberitahu itu dan itu hari terakhir aku melihatnya."
"Iya, perang besar-besaran. Mereka berkeinginan mendapatkan keabadian. Tugas kita adalah menangkap mereka dan menyerahkannya pada dewan sihir berwenang."
"Jadi, itu event penting ya? Apa ada kemungkinan aku bisa bertemu dengan nii-sama disana?"
"Kemungkinan besar iya. Selama ini kita bisa hidup damai didalam pulau ini karena kita dilindungi. Jika kita pergi ke utara maka itu adalah tempat para penyihir berkumpul."
"Kita dilindungi disini? Oleh siapa? Aku baru tau tentang itu."
"Sepuluh orang eksekutif. Banyak yang tidak tahu siapa saja mereka yang aku tau hanya dua orang."
"Siapa mereka? Pasti orangnya mengerikan,ya?"
"Pada saatnya nanti kamu akan mengetahui siapa mereka."
"Baiklah, aku sedikit merasa lega kemungkinan untuk bertemu nii-sama masih ada."
"Jadi, kamu masih yakin kakakmu diculik para penyihir itu?"
"Kemungkinan begitu. Aku mendapatkan pesan untuk bersekolah disini. Nii-sama memberikanku petunjuk melalui mimpi. Ia menyarankankanku jika ingin bertemu dengannya aku bisa datang ke sekolah ini. Mungkin ini salah satu jalan dengan mengikuti event ini aku bisa kembali bertemu dengannya."
"Aku yakin kamu juga bisa bertemu dengannya. Nejimura-senpai orang yang sangat baik. Dia pasti akan baik-baik saja."
"Arigatou, Tetsu-san. Aku pasti akan memilihmu. Mohon bantuannya."
"Iya, aku juga mohon bantuannya."
Mereka berdua menundukan badannya memberi hormat dan daritadi juga ada orang yang memperhatikan mereka berdua dari atap sekolah di gedung depannya.
"Aku tidak akan membiarkan dirimu meninggal Taiga. Anak itu satu-satunya yang bisa membantumu. Aku yakin." kata orang misterius itu
"Maaf, aku tidak bisa membiarkanmu untuk menganggunya karena dia adalah salah satu kandidat untuk Shin-chan."
"Kazunari-san? Ada apa kamu disini?"
"Ada yang harus aku bicarakan denganmu sebentar mengenai kalian para vampire dan kami."
Didalam kamar Masshiro
"Apa maksudnya ini? Kenapa ada Ero Porn disini?"
"Ah, Akashi kamu sudah balik? Shampo didalam kamar mandi habis apa aku boleh menggunakan shampomu sedikit?"
Midorima muncul dari belakang Masshiro. Dia keluar dari kamar mandi sambil memegang shampo dan hanya mengenakan handuk. Dia tidak melihat jelas siapa yang masuk ke kamar dan salah mengira yang masuk Akashi karena dia tidak menggunakan kacamata.
Masshiro meremas-remas Ero Porn itu menjadi bulat dan melemparkannya pada Midorima.
"Itte, siapa sih? Ah, bocah mesum ya? Cih. Apa ini?"
"Harusnya aku yang tanya apa maksudnya itu? Kenapa ada Ero Porn disini?"
"Takao teme! Incubus itu benar-benar mengesalkan."
"Incubus?" tanya Masshiro binggung
Incubus adalah iblis penggoda pria yang kadang muncul dalam mimpi manusia yang memberikan mimpi yang membawa hawa nafsu. Karena Masshiro sudah lelah dan capek berdebat dengan Midorima akhirnya dia memutuskan keluar dari kamarnya.
Di depan kamar Masshiro
"Tunggu, oy aku mau bicara sebentar."
"Jika kamu mau memaksaku untuk berpasangan denganku aku menolak. Aku minta maaf Aomine-san."
"Tolong dengarkan penjelasanku sebentar. Kamu benar-benar adik dari Nejimura,kan?"
"Kamu kenal kakakku?"
"Jelas semua mengenalnya. Dia adalah penyihir terhebat sepanjang masa."
"Jadi, maksudmu apa?"
"Aku harus bertemu dengan kakakmu. Maaf, jika ini egois mengajakmu berpasangan denganku aku membutuhkan pejelasan darinya. Aku belum sempat mendengar penjelasan darinya."
"Memangnya apa yang mau kamu dengar dari nii-sama?"
"Penjelasan kenapa dia tega membunuh sahabatku."
"Apa maksudmu berkata begitu?"
"Aomine-san? Summimasen, aku menggangu percakapan kalian." kata seseorang muncul dari belakang Aomine sambil meminta maaf
"Ryou? Sudah aku bilang biar aku yang menjelaskan semua ini. Aku harus meminta kejelasan."
"Summimasen, Aku Ryou Sakurai. Aku yang menyebabkan masalah disini. Summimasen, Aomine-san seharusnya kita tidak perlu membahas ini semua lagi."
"Apa maksudnya ini? Aku tau saat ini hubungan kalian semua dengan para penyihir sedang buruk namun kakakku tidak akan mungkin melakukan hal seperti itu."
"Tidak mungkin katamu? Buktinya jelas di depanmu sekarang."
Aomine menarik tangan Masshiro dan meletakannya di dada Sakurai. Tidak berdetak. Tidak ada detak sama sekali di jantungnya.
"Apa maksudnya ini?"
"Dia dibunuh kakakmu dan dia membangkitkannya lagi. Lalu dia menghilang begitu saja. Apa maksudnya ini? Maaf, tapi kakakmu sangat tidak bertanggung jawab."
"Nii-sama membangkitkannya?"
"Summimasen, mungkin kamu selama ini tidak mengetahui apa kekuatan kakakmu? Dia seorang penyihir dengan kekuatan Necromancy. Dia bisa membunuh seseorang dalam satu sentuhan dan membangkitkannya lagi."
"Nii-sama seorang Necromancer? Tidak, Itu tidak mungkin."
Masshiro, meneteskan air mata ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Masshiro pergi keluar asrama. Dia masih menangis. Karena menangis ia tidak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang.
"Maaf, aku tidak sengaja." kata Masshiro sambil mengusap air matanya
"Ah, kamu siswi baru itu ya?"
"Etto, kamu siapa ya?"
"Perkenalkan aku Himuro Tatsuya. Kebetulan aku ingin menemuimu. Apa kamu ada waktu sebentar?"
"Ada apa ya?"
"Maaf, jika sebelumnya saya tidak sopan karena saya ingin meminta bantuan darimu disaat kita baru kenal dan bertemu."
"Memangnya apa yang bisa saya bantu? Kalau memang saya bisa menyanggupi saya dengan senang hati akan membantu."
"Maukah kamu menolong Kagami Taiga?"
"Memangnya ada apa dengannya? Aku memang akhir-akhir ini belum melihat dia lagi sejak kejadian di depan kelas."
"Memangnya ada kejadian apa di depan kelas?"
"Kagami-san kemarin mengajakku untuk berpasangan di event Witch Hunting. Namun, saat itu secara kebetulan disaat yang sama juga ada yang mengajakku juga."
"Jadi, saat kamu keluar kelas mereka berdua menyapamu bersamaan?"
"Iya, seperti itu. Aku juga belum berbicara dan belum bertemu dengannya hingga saat ini."
"Jadi, salah satu dari dua orang itu bisa menjadi lawanmu di latihan nanti dan satunya lagi bisa menjadi pasanganmu?"
"Iya, tapi aku sudah memutuskan untuk berpasangan dengan sahabatku Tetsu-san."
"Sebelumnya aku minta maaf tapi bisakah kamu berubah pasangan? Aku mau kamu bisa berpasangan dengan Taiga karena dia sangat membutuhkanmu."
"Kenapa aku harus berpasangan dengannya?"
"Half-Demon. Aku tau siapa dirimu sebenarnya."
Masshiro kaget mendengar pernyataan itu. Ia memang terlihat seperti manusia biasa. Tinggi normal seperti anak cewek seusianya, rambut panjang sebahu, badan yang cukup kurus,sangat menyukai musik pop, kehidupan normal seperti manusia lainnya. Namun, ia tidak menyangka ada yang mengetahui rahasia lain dari dirinya.
Masshiro memang merupakan anak angkat dari keluarga Shuuzo yang merupakan seorang penyihir. Dunia Underground tidak bisa menerima anak keturunan setengah manusia dan setengah demon. Dunia manusia juga takut kepadanya penduduk di desa juga membuangnya dan memisahkannya dengan ibunya sampai akhirnya dia diangkat oleh keluarga Shuuzo dan mempunyai seorang kakak bernama Shuuzo Nejimura.
"Darimana kamu mengetahui itu?"
"Darah."
"Darah? Jangan-jangan saat Kagami-san bertingkah aneh waktu hari pertama aku masuk sekolah kemarin?"
"Darahmu berbeda dari manusia biasa,darahmu bisa menarik banyak penghuni Underground seperti kami para vampire untuk mendapatkan darahmu bagaimanapun caranya karena darahmu bisa menambah kekuatan kami berlipat kali ganda."
"Jadi, maksudmu kamu ingin memanfaatkanku untuk membuat kalian menjadi lebih kuat?"
"Bukan begitu maksudku Taiga memang merupakan salah satu calon dari King of vampire namun dia sudah hampir melewati 12 bulan purnama tanpa meminum darah apapun."
"12 bulan purnama tanpa meminum darah apapun? Kalau tidak salah bulan purnama itu saat dimana rasa haus mereka berlipat kali ganda,kan? Dia bisa bertahan selama ini?"
"Dia sangat kuat mampu betahan selama ini. Dia tidak ingin menjadi King of Vampire lagi karena ras kami sudah dipastikan akan punah sebentar lagi."
"Punah? Bukannya ras vampire masih banyak di dunia ini."
"Kamu tau? Bulan purnama akan terjadi kapan lagi?"
"Jangan-jangan saat Witch Hunting?"
"Iya, para penyihir akan memburu Kagami Taiga malam itu."
"Kenapa tidak ada yang memberitahukan hal ini? Para penyihir itu menginginkan kekuatan besar untuk keabadian,kan? Kita pasti bisa menyelamatkan Kagami-san."
"Iya memang kedengarannya mudah. Berikan saja Taiga darah manusia sebanyak-banyaknya agar dia bisa mendapatkan kekuatan besar namun satu lagi hal yang menghalangi."
"Menghalangi?"
"Saat dia menghisap darah manusia dipastikan manusia itu sudah memberikan hidupnya bagi dia. Manusia itu akan mengalami gejala bernama No Brain."
"No Brain? I
"Itu fenomena dimana otak mengalami kerusakan parah dan hancur perlahan-lahan dan menjadi gila. Saat ia mengetahui fakta itu Taiga berhenti menghisap darah manusia. Dia tetap berjuang bagi ras ini dengan kekuatannya yang semakin melemah itu."
"Aku akan membantu Kagami-san! Kagami-san selama ini berjuang begitu keras sendirian."
"Benarkah? Kamu yakin? Terima Kasih. Tenang saja No Brain tidak akan terpengaruh padamu karena kamu Half-Demon."
"Iya, aku akan berusaha membuju-."
"Tidak perlu repot-repot. Aku tidak perlu bantuanmu sedikitpun. Aku juga tidak bisa membiarkanmu memberikan darahmu begitu saja."
"Tapi Kagami-san. Aku ingin membantumu. Jika darahku bisa membantumu dan menyelamatkan orang lain aku sama sekali tidak keberatan."
"Kamu mungkin memang tidak keberatan namun bagaimana dengan yang lain? Keluargamu contohnya?"
"Keluarga? Nii-sama pasti mengerti."
"Bukan mereka maksudku bagaimana dengan keluargamu yang sebenarnya?"
"Mereka sudah tidak ada hubungan apa-apa denganku sejak mereka membuangku. Aku tidak peduli pendapat mereka. Aku hanya ingin membantumu."
"Sudahlah. Tatsuya sebaiknya kamu jangan asal-asal mebocorkan masalah ras kita dengan orang lain."
"Taiga. Tunggu Taiga!"
Himuro berlari mengejar Kagami namun ia tidak dapat berbuat apa-apa. Masshiro yang masih kesal setelah bertengkar dengan Aomine memutuskan untuk segera kembali ke kamarnya dan memutuskan untuk tidur lebih awal. Tengah malam ia terbangun karena mendengar suara berisik dari kamar mandi. Kedua roommate-nya belum juga kembali. Jam malam sepertinya memang tidak berlaku bagi mereka berdua karena mereka punya tugas khusus dari sekolah yang Masshiro tidak tahu.
"Siapa ya di dalam?" kata Masshiro sambil membuka pintu kamar mandi
"Urgh..."
"Midorima-kun? Apa yang kamu lakukan disini? Astaga kenapa masuk bathtub dengan keadaan masih menggunakan baju sih?"
"Huh? Owh, kamu."
"Bukannya bilang "Owh kamu" tapi cepat keluar dari sana dulu ini sudah tengah malam. Jangan tidur disana!" perintah Masshiro samibil menarik tangan Midorima keluar
Namun, bukannya keluar Midorima malah menarik masuk Masshiro untuk ikut kedalam bathtub. #Byurrrr
"Eh? Midorima-kun?"
"...Uhm.." gumam Midorima
"Anoo, bisa lepaskan tanganku?"
Muka Masshiro benar-benar sudah memerah ia berada tepat di depan Midorima dalam keadaan dua orang yang sama-sama basah didalam air dan Midorima tidak berkata apa-apa hanya memandangnya. Perlahan-lahan Midorima mendekatkan wajahnya.
"Fuhhh..."Midorima meniup tengkuk leher Masshiro
"M-Mi-Midorima-kun?" Masshiro memundurkan badannya menjauh namun tangannya terpeleset air membuat dia malah membuat badannya maju dan mendarat tepat di dada Midorima
"Baumu?"
"Bau?" tanya Masshiro sambil mengendu-endus badannya
"Bukan apa-apa." jawab Midorima lalu ia berdiri dan melangkah keluar kamar mandi
"APA MAKSUDNYA ITU? UDAH BUAT ORANG MALU MALAH BILANG BAU?"teriak Masshiro kesal sendirian lalu berjalan keluar kamar mandi juga
"Oya? Kenapa ini tengah malam kalian basah begitu berduaan?" tanya seseorang tiba-tiba muncul
"Akashi?" kata Masshiro setengah kaget melihat Akashi tiba-tiba muncul
"Shintarou, ternyata lebih cepat dalam menyerang dan bertindak,ya?"
"Apa? Nih, pakai handuk,bodoh. Dalamanmu terlihat jelas."
Masshiro menengok kearah badannya terlihat jelas dalaman yang ia kenakan karena dia hanyak menggunakan piyama tipis.
"..."Masshiro tidak merespons apapun ia menggambil baju ganti lalu masuk ke dalam kamar mandi lagi
"Kenapa Akashi?"
"Bukan apa-apa jangan-jangan kamu sudah tertular Incubus bawahanmu itu?"
"B-Bukan urusanmu." jawab Midorima keluar lagi Tsundere-nya
Keesokan Paginya
Masshiro pagi-pagi sekali segera menemui Kuroko sebelum pelajaran pertama dimulai.
"Kamu yakin Masshiro-chan? Aku sebenarnya masih tidak bisa mengizinkanmu dan aku tidak bisa membiarkanmu berpasangan dengan roommate-mu itu atau orang lain."
"Aku mohon Tetsu-san. Aku akan menjelaskan alasannya padamu nanti namun untuk sekarang ini aku mohon kamu bisa menghormati keputusanku."
"Ada satu syaratnya. Jika kamu berhasil mengalahkanku dalam latihan di pelajaran olahraga hari ini aku akan menerima keputusanmu."
"Baiklah aku akan mencobanya."
"Kamu menerimanya? Seberapa bagusnya sih orang yang berpasangan denganmu itu? Ini adalah tahun terakhir aku bisa bersamamu. Pokoknya aku tidak mau kehilanganmu lagi sejak kamu meninggalkan desa."
Masshiro memang merupakan teman masa kecil Kuroko Tetsuya. Mereka berdua berasal dari desa yang sama. Desa para Yuusha(Pahlawan). Namun, sejak Masshiro diketahui sebagai anak Half-Demon ia diusir paksa dari desanya. Dan saat bertemu lagi dengan Masshiro di sekolah ini Kuroko menganggap ini takdir. Ia harus menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya sebelum mereka berdua terpisah lagi.
"Baiklah, untuk pelajaran olahraga kali ini diadakan sebagai latihan sebelum event Witch Hunting. Kalian bebas memilih siapa saja. Arena pertarungan adalah seluruh bagian sekolah. Sekolah sudah di lindungi barrier jadi tidak masalah kalian menggunakan kekuatan seperti apapun."
Setelah pengumuman itu beberapa anak segera mencari rivalnya. Pertandingan kali ini adalah latihan antara kelas 2-A dan 2-B. Murasakibara tidak masuk dalam daftar karena kekuatannya untuk supporting bukan menyerang lawan. Berikut daftarnya:
Kagami Taiga vs Aomine Daiki (Pertarungan antara pengguna kekuatan Esper)
Kise Ryouta vs Himuro Tatsuya (?)
Shuuzo Masshiro vs Kuroko Tetsuya(Pertarungan antara Yuusha)
"Baiklah, kita mulai saja Masshiro-chan. Tenang saja kamu tidak akan mengalami luka apapun karena setelah aku mengeluarkan pedang itu kamu akan langsung kalah tanpa luka apapun. Bangkitlah MURAMA-."
Belum selesai Kuroko memanggil pedangnya. Masshiro terlebih dahulu meneriakkan nama pedangnya. Dari bawah tanah muncul sinar yang menyilaukan lalu munculah pedang yang Masshiro teriakan.
"EXCALIBUR..."
"Masshiro-chan? Kamu serius menggunakannya disini?"
"Iya, aku tidak akan segan-segan." jawab Masshiro dengan serius lalu mencabut pedangnya yang setinggi tubuhnya itu
Kuroko Tetsuya juga sama sekali tidak menyangka dia akan mengeluarkan pedang andalannya semudah itu. Excalibur adalah pedang legendaris tidak ada yang bisa mencabutnya hanya dia seorang Shuuzo Masshiro yang mampu mencabutnya setelah berabad-abad tidak ada lagi yang bisa mencabutnya.
"MURAMASA." teriak Kuroko juga
Muramasa adalah pedang yang dapat memotong apapun. Selama pertarungan Kuroko dan Masshiro didesa Muramasa menganggap Excalibur pedang terbaik dan belum pernah ada yang bisa merusak atau memotongnya hingga saat ini. Namun semua itu hanya ilusi. Masshiro sama sekali tidak mengeluarkan Excaliburnya. Ia hanya menggunakan teknik biasa.
"Sennen Blade."
Sennen Blade adalah teknik 1000 pedang. Seribu pedang itu adalah pedang biasa dan lemah yang Masshiro kumpulkan. Pedang itu muncul dari bawah tanah tepat dibawah kaki Kuroko. Saat Kuroko sibuk menebas satu persatu pedang yang dianggapnya lemah dan berkualitas buruk itu Masshiro maju mengayunkan pedangnya yang lain yang dia ambil sembarangan di sekitar arena. Masshiro mengayunkan pedang itu tepat di depan leher Kuroko. Sangat cepat. Begitu pula dengan pertandingan ini.
"Aku kalah. Masshiro-chan memang sangat baik dalam menggunakan strategi. Siapa yang sangka kekuatan Sennen Blade yang aku suruh kamu buang itu ternyata bisa mengalahkanku."
"Sudah aku bilang sama sekali tidak ada pedang yang tidak berguna. Lagipula aku tidak mau mengeluarkan pedang itu sekarang."
"Maksudmu Excalibur sudah tidak bisa lagi kamu guna-"
"Iya, tidak perlu dibahas sekarang. Pertarungan sudah selesai. Aku bersyukur tidak ada yang terluka di sini."
"Baiklah aku akan membiarkanmu bersama pasangan barumu itu tapi jangan sampai kalah ya? Itu akan memalukan klan Yuusha jika kamu kalah."jawab Kuroko sambil tersenyum
Sementara itu pertandingan antara Kagami dan Aomine. Secara mengejutkan dimenangkan oleh Aomine. Kagami menundukan wajahnya. Masshiro segera berlari kearahnya lalu saat itu juga Masshiro menggumumkan pasangannya.
"Aku memutuskan untuk menerima tawaranmu. Ayo kita latihan bersama nanti dan berpasangan sampai event Witch Hunting selesai."
"Kamu serius? Kamu tidak lihat aku baru saja kalah?"
"Aku akan membantumu agar kamu bisa menang." jawab Masshiro dengan tersenyum
"Maaf, Shuuzo-chan aku tidak bisa menerima bantuanmu jika kamu masih memaksa untuk membantuku karena kasihan kepadaku. Aku permisi dulu."
Setelah pelajaran melelahkan di pagi hari. Hari inipun berakhir. Masshiro memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Ia masih memandangi tangannya yang sedikit terbakar. Pedang para Yuusha sebenarnya adalah pedang suci karena itu sejak kekuatan Half- Demon bangkit dan semakin kuat sejak dewasa ia sudah tidak cocok lagi menggunakan pedang suci itu.
"Oya, Shin-chan tidak ada disini? Malah aku lihat ada orang yang mau Orgasms dengan bantal guling Shin-chan."
Masshiro tidak sadar sejak tadi ia memeluk guling orang lain. Karena ia tidur tidak menggunakan guling.
"Kamu siapa ya?"
"Are? Shin-chan tidak pernah mengenalkanku padamu? Yasudahlah suatu hari nanti kamu juga akan mengenalku. Sampai jumpa lagi."
Keesokan harinya Masshiro masih merasa mengantuk dan ia memutuskan untuk istirahat di bawah masih berpikir bagaimana caranya untuk membuat Kagami mau di tolong. Akhirnya karena kepikiran terus menerus membuat Masshiro lelah dan akhirnya tertidur.
Dalam Mimpi
"Hime-sama. Aku berjanji aku akan segera kembali padamu. Kamu tidak perlu khawatir."
"T-Tunggu. Boleh aku menciummu untuk salam perpisahan?"
Dalam bayangan itu Masshiro merasa ingin mencium orang itu namun ia menolak dan menyuruh Masshiro mundur.
"Maaf, Hime-sama aku tidak bisa melakukan hal itu. Yang mulia raja akan marah besar jika melihat kita seperti ini."
"T-Tapi aku mencintaimu."
"Hime-sama sudah milik pangeran lain. Aku disini hanya bertugas menjaga kerajaan ini dan melindungi Hime-sama."
Seketika itu juga orang itu menghilang dari pandangan Masshiro dan tidak lama kemudian Masshiro membuka matanya. Betapa terkejutnya dia saat membuka matanya Kise tepat berada di depan mukanya menatapnya lekat-lekat seperti ingin menciumnya.
"K-Kise-kun? Kenapa kamu disini?"
"Aku mau- tidak ada apa-apa. Tadi sensei menyuruhku untuk memanggilmu."
"Oke. Terima kasih informasinya."
Masshiro segera bangun menuju kantor guru. Sensei menyuruh Masshiro untuk bersiap-siap pada event Witch Hunting yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari lagi. Setelah selesai bertemu sensei, Masshiro menuju ke kamar Kagami untuk membujuknya sekali lagi.
"Tunggu Shiro-chin aku mau bicara denganmu sebentar boleh?"
"Owh, ada apa Atsushi-kun?"
"Apa kamu sudah mengingatku siapa dimasa lalu?"
"Uhm, gomen. Aku tidak bisa mengingat apapun di kehidupan masa laluku."
"Aku hanya ingin kamu bisa sedikit mengingatku lebih dulu sebelum kamu ingat denga Kise-chin. Baiklah aku permisi dulu. Semoga kamu berhasil pada event nanti."
"Ah, Atsushi-kun juga. Kamu pair dengan siapa?"
"Muro-chin. Aku sekelas dengannya."
"Owh, Himuro-san kah? Oke, semoga kamu juga berhasil."
Akhirnya, setelah kamu menemui Kagami sekali lagi ia mau menerima penjelasanmu dan ia bersedia berpasangan denganmu. Event Witch Hunting akhirnya dimulai. Seluruh siswa pergi menuju utara pulau dimana para penyihir berkumpul. Berikut adalah daftar pasangan yang pergi ke utara:
1. Shuuzo Masshiro dan Kagami Taiga
2. Aomine Daiki dan Sakurai Ryou
3. Midorima Shintarou dan Takao Kazunari
4. Himuro Tatsuya dan Murasakibara Atsushi
5. Reo Mabuchi dan Chihiro Mayuzumi
6. Kise Ryouta dan Kuroko Tetsuya
7. Teppei Kiyoshi dan Hyuuga Jyuunpei
8. Akashi Seijuuro dan Imayoshi
Perburuan penyihir dimulai pukul 6 pagi yang akan berlangsung selama 24 jam. Namun hal itu tidak berlaku bagi Masshiro, waktu yang ia punya hanya sampai jam 12 malam sebelum bulan purnama membuat Kagami kehilangan kendali. Tantanga terbesar Masshiro kali ini juga karena selain memburu para penyihir ia harus melindungi Kagami agar tidak tertangkap dan selama itu juga ia harus mencari kakaknya.
Tim Midorima dan Takao
Tim Midorima dan Takao yang sampai di markas para penyihir terlebih dahulu. Tempat yang mereka datangi ini adalah gedung kosong dengan sepuluh lantai. Tempatnya sudah sangat kotor dan tidak terawat karena tidak digunakan sejak lama.
"Master, Selamat datang. Saya sudah menunggu kedatangan anda untuk memberikan informasi. Tugas saya sudah berakhir disini." Kata seseorang wanita misterius yang muncul tiba-tiba dari dalam gedung itu
"Silahkan laporkan apa saja yang kamu lakukan selama ini." jawab Midorima memberikan instruksi
Sambil wanita itu menjelaskan pada Midorima. Tim Aomine dan Sakurai tidak sengaja juga melewati jalur itu karena penasaran akhirnya Aomine memutuskan untuk berhenti dan mendengarkan percakapan mereka.
"Saya samapai saat ini belum mengetahui siapa pimpinan mereka namun sepertinya rencana mereka untuk mencari obat keabadian tinggal sedikit lagi dan jika mereka tidak bisa mengambil kekuatan Master maka yang menjadi incaran selanjutnya adalah dirinya."
"Gawat, Shin-chan. Bukannya dia satu tim dengan vampire yang kekuatannya lemah itu?"'
"Kita tidak bisa membiarkan ini. Kita harus segera mencarinya dan membantunya."
"Kontrak master dan servant harus segera dilaksanakan malam ini,kan? Kalau tidak kita harus menunggu sebulan lagi."
"Anoo, Summimasen Aomine-san. Kita harus bagaimana? Kita harus sembunyi disini atau jalan terus ke depan?"
"Kita harus segera maju ke depan. Orang itu pasti ada disini. Ayo kita berangkat sekarang!" kata Aomine segera pergi dari tempat itu
"Shin-chan, tadi ada orang lain yang mendengar percakapan kita. Apa tidak apa-apa?"
"Sudahlah, fokus kita sekarang cari Masshiro, lakukan kontrak itu segera sebelum ia memberikan darahnya pada vampire itu."
"Satsuki Momoi siap melayani anda master. Saya penasaran dengan cewek itu."
Tim Teppei dan Hyuuga
Teppei dan Hyuuga berada di belakan gedung kosong tempat pertemuan Midorima. Mereka sudah memulai pertarungan. Di belakang gedung itu terdapat kotak hitam besar dimana di dalamnya ada Teppei,Hyuuga dan seorang musuh.
"Wuah, ada seorang esper Pneumakinesis,kah? Ini merepotkan juga. Mampu memanipulasi ruangan tanpa oksigen. Hentikan sajalah ini semua, bukankah partnermu juga kesakitan?"
"Tenang saja Hyuuga, aku baik-baik saja. Kamu fokus saja pada udara di sekitar dia."
"Aku juga sama sekali tidak mengkhawatirkanmu,bodoh."
"Jadi, maumu apa kita sama-sama tidak bisa menggunakan kekuatan kita dalam keadaan seperti ini."
"Aku mau tanya kepadamu sekarang, Dimana pimpinanmu sekarang?"
"Sudah aku bilang aku sangat membenci orang yang terang-terangan sepertimu. Aku tidak sebodoh itu akan memberitahukannya."
"Ini adlaah tahun terakhirku disekolah ini. Aku pastikan tidak ada lagi penyihir sepertimu yang menyalahgunakan kekuatannya."
#La..la..lala..nom..nom..lalala
"Suara apa itu?"
"Tidak mungkin. Bagaimana mungkin kita bisa mendengar suara dari luar jika kita berada dalam BlackBox milikku ini?"
#DUARRR
Tidak berapa lama kemudian kotak hitam itu retak dan menghilang. Diluar ternyata sudah ada tim lain yang membantu.
"Bodoh sekali! Sekarang kau bisa menggunakan kekuatanku di luar seperti ini."
"Maaf, Hanamiya Makoto-kun, tapi ini semua sudah berakhir sejak kamu menginjakan kaki disini."
"Maaf, Minna-san sejak kalian semua mendengar suara itu maka tidak beberapa lama lagi kalian akan mengalami Paralyse. Oyasuminasai, Hanamiya-san."
Tidak perlu waktu lama Teppei,Hyuuga dan seorang penyihir yang bernama Hanamiiya itu tumbang sama sekali tidak bisa bergerak dan berbicara walaupun mereka masih dalam keadaan sadar.
"Kerja bagus Mayu-chan. Aku padamu."
"Wuah, jangan nempel-nempel Reo-san."
Tim Masshiro dan Kagami
Waktu sudah menunjukan pukul 6 sore. Sejauh ini Masshiro dan Kagami sudah berhasil menangkap 5 penyihir. Namun, disaat mereka beristirahat untuk memulihkan keadaan penyihir lainnya sudah datang lagi dan kali ini mereka kurang beruntung karena kedatangan penyihir satu ini.
"WUAH,APA INI?" teriak Masshiro tiba-tiba karena ada akar yang tiba-tiba melilit kakinya
"Shuuzo-chan! Tunggu aku akan menolongmu."
Dengan cepat akar-akar itu membelit seluruh tubuh Masshiro dan yang lebih parah akar-akar itu mulai masuk kedalam baju dan rok Masshiro.
"T-Tunggu dulu, apa-apaan ini?" tanya Masshiro dengan muka yang memerah karena terasa sangat geli ketika akar-akar itu masuk kedalam bajunya
Pedang yang berada di tangan Masshiro juga lepas. Kagami berusaha untuk mengamilnya namun pedang itu seketika di injak oleh orang asing. Saat Kagami ingin melihat wajah orang itu, Kagami di tendang dan terlempar kebelakang.
"Oy, Oy ada apa ini? Fanservice buat yang lihat? Itu hanya akar pohon yang melilit tubuhmu. Bahkan itu bukan tentacle gurita. Kenapa mukamu begitu? Benar-benar pervert."
"L-Lepaskan Shuuzo-chan sekarang juga!"
"Memangnya apa yang bisa kamu lakukan? Bahkan jika aku menyentuhnya sekarangpun tidak ada yang bisa kamu lakukan,kan?"
Saat dalam keadaan terjepit itulah muncul tim Kise dan Kuroko. Kuroko menebas semua akar yang membelit Masshiro dan Kise menggunakan kekuatannya untuk menjauhkan lelaki itu dari Masshiro.
"TERTULISLAH DARI ATAS LANGIT YANG BEGITU LUAS TURUNLAH DAN BAWAKANLAH HUKUMANMU KEPADA ORANG ITU. "
Kise berteriak sambil mengucapkan mantra. Kekuatan Kise yang bisa mencopy kekuatan orang lain dalam sekali lihat sangat berguna saat ini. Kali ini dia mencopy kekuatan kuno yaitu Mantra Pengucapan yang membuat segala ucapan dari mantra kuno itu akan menjadi kenyataan. Mantra yang di ucapkan itu membuat Haizaki yang di tunjuk Kise sambil mengucapkan mantranya membuat dia tersambar petir.
"Masshiro-chan. Kamu tidak apa-apa?"tanya Kuroko khawatir padamu
"Masshiro-cchi sebaiknya serahkan orang ini pada kami. Silahkan kamu cari kakakmu sekarang. Waktumu tidak banyak,kan?"
"Minna-san, terima kasih banyak. Maaf, aku merepotkan kalian. Ayo, Kagami-kun!"
Akhirnya tim Masshiro dan Kagami menyerahkan itu kepada tim lain dan mereka melanjutkan perjalanannya. Waktu semakin sempit dan mendekati jam 12 malam dimana bulan purnama penuh terjadi. Mereka akhirnya sampai di ujung utara dari pulau itu. Mereka berada di tengah hamparan pasir pantai yang luas. Ini seperti pelabuhan di utara pulau ini.
"Atsushi-kun?"
"Ada apa ini? Atsushi sadarlah!" teriak Masshiro sambil menguncang-guncangkan tubuh Murasakibara
"Tatsuya, Ada apa ini."
"Larilah, Taiga. Sekarang kalian berdua tidak bisa menghadapinya."
Masih bingung dengan keadaan itu. Masshiro kembali membelakan kedua matanya. Kakaknya yang tercinta muncul dihadapannya. Dia sedang bertarung dengan Akashi. Beberapa pohon kelapa di pantai tumbang setelah di sentuh Akashi.
"Nii-sama. Tunggu Nii-sama! Aku perlu berbicara denganmu."
"ARGHHHHHHH!" teriak Kagami tiba-tiba
Reaksinya terhadap bulan purnama ini ternyata lebih cepat dari yang dia duga. Keadaan ini membuat Masshiro bingung. Di pangkuan tangannya saat ini Murasakibara sedang terbaring pingsan. Tidak jauh dari tempatnya kakakmu sedang bertarung dengan Akashi dan yang lebih parah dari keadaan ini adalah Kagami yang kehilangan kesadarannya dimalam bulan purnama penuh ini.
To Be Continue
Akhirnya, chapter ini selesai juga dengan penuh tanda tanya di tengah pertarungan mereka semua. Terima kasih bagi yang sudah mereview dan maaf jika belum sempat dibalas. Di tunggu kritik dan sarannya..
Preview Chapter 2:
"Pantai! I'am Coming! Summer Holiday yeah!"
"Sebagai servant baru dari Midorin. Aku harus mengetesmu sekarang! Jika kamu mati di sini maka kamu sama sekali tidak pantas untuk melindunginya."
"Masshiro-chan, aku menentangmu untuk menjalani kontrak master dan servant itu."
