==== A Reason For His Stupidness ====
==== Warning! =====
My abal-abal Pic, Miss. Typo yang bertebaran dan eksis dimana-mana. Titik,koma,tanda seru dan tanda-tanda lainnya yang tidak beraturan, sangat tidak sesuai dengan EYD
Please give me review, terima saran dan lain-lain lastly happy reading.
Another Fic gaje from ane...
==== A Reason For His Stupidness ====
Miku Pov
Perkenalkan kembali namaku Miku Hatsune, dan dihari minggu yang cerah ini aku sedang berada dikamar seorang cowok yang menurutku sangat keren, yaitu Len kagamine. Teman masa kecilku yang terkenal dengan kepintarannya disaat Sd dulu, alasan aku berada disini karena aku ingin mengetahui sedikit rahasia yang dia sembunyikan dariku.
Aku memandang kamarnya yang termasuk rapih untuk seorang Cowok, meskipun dia sudah besar aku sama sekali tidak menyangka kalau obsesinya terhadap pisang masih sangatlah besar, terbukti dari Seprai dengan gambar pisang yang terpasang rapih dikasurnya.
Aku berjalan kearah lemari bukunya, dan disana aku dapat melihat banyak sekali buku-buku dengan cover tulisan yang aneh, dan dari kesimpulan yang kudapat saat menelitinya aku yakin kalau kurang lebih ada sekitar beberapa buku yang menggunakan bahasa selain bahasa ingris, dan jepang.
Ketika aku mencoba mengambil sebuah buku dengan judul " ich weifs nichts von dm, was man "liebe" nennt " . Aku mendengar langkah kaki Len yang masuk kedalam kamar dan seperti biasanya dia tidak akan pernah lupa dengan yang namanya snack dan minuman yang selalu dia taruh diatas nampan saat menjau teman dirumahnya.
" Ah Miku-chan, maaf sudah menunggu "
" Yap, gak papa kok aku juga udah lama gak kekamar Len jadi bisa liat-liat dulu isi kamar Len "
" Iya, ya kalau difikir-fikir semenjak kau masuk Smp kau jadi sering malu-malu untuk kesini " Mata birunya menatap langsung kearah Mata ceruleanku, dengan senyum yang menawan miliknya itu, dia lagi-lagi berhasil membuatku Blushing seperti gadis kecil yang jatuh cinta, eh tunggu dulu bukankah aku memang sedang jatuh cinta dengan dirinya ya ?
" Ya gimana lagi soalnya, perempuan kan ada hal-hal yang perlu diperhatikan "
" Hahaha gak biasanya kamu malu-malu gini, padahal dulu kan kita sering mandi dan tidur bareng " Ucap Len masih sambil tersenyum, Ah Len kau curang dengan senyum yang kau tunjukan padaku seperti itu kau bisa-bisa membuatku meleleh ditempat ini. Tapi kata-katamu itu benar-benar dah.
" Len kau sebagai Cowok, bener-bener gak punya delikasi ya kok bisa-bisanya kamu ngomong hal kayak gitu pada seorang cewek, seandainya kamu bilang kayak gitu didepan pacar kamu bisa-bisa kamu dihajarnya loh "
" ... " Dan dengan kata-kata barusan Len yang biasanya selalu tersenyum berubah menjadi pucat pasi. Aku yang tidak mengetahui penyebabnya itu langsung saja ikutan menjadi pucat ketika aku melihat kesedihan diwajah Len itu.
" Hei Len apa kau tidak apa-apa? Mukamu terlihat pucat loh ? " Tidak seperti biasanya Len kehilangan sinar wajahnya. dari apa yang bisa kuingat aku belum pernah melihat Len sepucat ini, satu-satunya moment aku dapat melihat wajah Len pucat adalah saat dia terkena penyakit tipes dan harus diinfus dirumah sakit. Karena itu melihat keadaan Len yang memucat tanpa adanya penyakit didalam tubuhnya membuatku menjadi sedikit ingin tahu tentang Len.
" Tidak apa-apa. Hanya aku ingat beberapa hal buruk saja "
" Hal buruk ? "
" Ah sudahlah lebih baik kita langsung saja masuk keacara inti mengapa kita bertemu ditempatku saat ini "
" Baiklah aku ingin menanyakan alasanmu kemarin mendapatkan nilai 75, seharusnya kau kan bisa mendapat nilai 100 dan kalau aku kurang suka dengan alasanmu kau akan kupaksa untuk meminum 2 botol jus Negi " Ucapku dengan nada "ramah" sambil mengambil sebotol jus negi yang kubawa dari rumahku tadi.
" Huft.. kau benar-benar berniat menyiksaku kan ? "
" Tidak, aku hanya akan menyiksamu kalau aku kurang senang dengan alasan yang kau berikan "
" Well cerita ini sangatlah panjang jadi kuharap kau bersiap, karena kau akan mendengarkan cerita yang sangat dramatic dan panjang "
" Jangan banyak omong cepat ceritakan saja "
" Well ini semua bermula saat sekitar 5 tahun lalu "
" 6 tahun Lalu artinya itu saat kau kelas 6 sd kan ? "
" Yap benar sekali... cerita itu bermula dari saat "
==== A Reason For His Stupidness ====
5 tahun lalu
Seorang anak laki-laki berambut Honey blonde baru selesai dari menyampaikan pidato dengan bahasa ingrisnnya, yap nama bocah itu adalah Len Kagamine seorang jenius dengan otak yang super, kenapa dibilang super. itu semua karena lomba yang diikutinya diikuti oleh banyak orang yang lebih tua darinya, pertandingan Pidato ini adalah pertandingan Umum jadi ada yang dari SMA,SMP dan mungkin satu-satunya yang merupakan perwakilan dari SD adalah bocah itu.
Pada awalnya para perwakilan lainnya menganggap remeh bocah itu tetapi setelah penyampaiannya barusan terlihat sekali kalau banyak lawan-lawannya yang menjadi shock akibat penampilan luar biasa yang ditampilkan oleh seorang Len Kagamine itu.
Len PoV
" Nee-chan tidak datang lagi ya ? " Mata ku menscanning seluruh ruangan ketika aku tadi menyampaikan pidato itu dan sayangya sosok yang sangat kuharapkan ada disini, sama sekali tidak terlihat keberadaanya.
Tentu saja seperti biasanya dukungan dari kawan-kawanku justru dapat kudengar dengan jelas dari jauh.
Aku merasa sangat menyesal, aku sangat mengerti alasan Nee-chan membenciku, itu semua simple karena orang tuaku adalah orang yang suka membanding-bandingkan anaknya dan sering sekali memilih kasih dalam hal merawat kami berdua.
Dalam kasus ini aku adalah seorang jenius yang sangat disayangi kedua orang tuaku dan dampak buruk dari hal ini adalah sifat kedua orang tuaku yang buruk akan menimpa kakak kembarku Rin, ini semua dapat kulihat dari kecil kalau aku yang sakit. Mama akan mengambil ijin kerja dan menjagaku sedangkan jika Rin yang sakit maka mereka hanya akan membayar orang untuk menjaga Rin-nee.
Karena perbedaan kasih sayang yang terlalu jauh ini aku tidak bisa menyalahkan Rin jika dia membenciku, tapi aku sangat ingin bisa bermain bersama nee-chan dan tertawa bersamanya aku ingin sekali dia ikut menikmati keberhasilanku.
Perang dingin antara kami berdua terus berlanjut sampai akhirnya kecelakaan yang mengubah cara hidupku yang selalu mengejar kesempurnaan memilih menjadi manusia normal terjadi.
==== A Reason For His Stupidness ====
Hari itu adalah libur semester dan seperti biasanya orang tua kami sama sekali tidak sempat untuk waktu untuk liburan bersama kami, dan seperti biasanya Rin-nee tetap saja menutup pintu kamarnya dengan rapat.
Hari itu aku baru saja selesai membuat sebuah kue kering , yap meskipun terlihat seperti orang yang hanya doyan belajar, aku memiliki hobi lain yaitu memasak, aku sangat menyukai makanan manis karena makanan manis banyak mengandung gula dan gula itu sangatlah penting bagi otak kita.
Dan karena aku sangat ingin berbaikan dengan Rin-nee, aku berusaha mati-matian membuat biskuit dengan rasa jeruk yang merupakan rasa favoritenya,
" Rin-nee bisa aku berbicara denganmu sebentar " aku sat ini sudah ada didepan kamar tidurnya
" ... "
" Rin-nee ? "
" Ada apa ? kau menggangu tidurku tau " suara gusar terdengar saat pintu kamar itu terbuka dan aku dapat melihat dengan jelas tatapan Rin-nee yang sangat tajam kearahku
" Aku baru saja membuat biskuit maukah kau mencicipinya ? " Aku memasang senyum termanis yang bisa kubuat tetapi seperti biasanya dia sama sekali tidak menggubrisnya dan malah mennjadi tambah galak.
" Untuk apa biskuit itu ? Apa kau memasukan yang aneh-aneh ? "
" Tadi aku sedang membuat biskuit dan kalau kuingat Nee-chan kan suka dengan makanan manis makanya aku membuatkan Nee-chan kue ini " Jawabku pelan
" ...Baiklah aku menerimanya, Cuma ini aja kan ? " Rin-nee langsung mengambil biskuit yang berada ditanganku dan langsung kembali masuk kekamarnya seperti biasanya.
" Rin-nee apakah Rin-nee ada waktu besok ? "
" ... "
" Rin-nee besok sibuk ya ? Gomen udah ngeganggu " Aku hanya bisa menatap pintu kuning dengan gantungan orange itu, dan akupun akhirnya melangkahkan kakiku meninggalkan tempat itu setelah sempat mematung selama 4 menit didepan pintu itu
" Aku tidak ada jadwal besok memangnya ada apa ? " Mendengar suara Rin-nee yang jarang sekali kudengar barusan itu membuatku merasakan bahagia yang tidak tertara dan dengan semangat 45 langsung saja aku mengatakan niatanku menanyakan jadwal dia barusan
" Bagaimana kalau besok kita jalan-jalan, aku masih ada uang hasil menang lomba kemaren "
" Hm... mau kemana emangnya ? "
" Kemana aja pokoknya anggep aja kita pergi buat date "
" Hm.. baiklah tapi aku sedang bokek, jadi besok kau yang traktir semuanya ya ? "
" Iya tenang aja, masalah uang gampang kok " Ujarku senang mendengar jawaban Rin-nee, kalau besok aku akan pergi date akan lebih mudah jika membawa bekal saja biar agak hemat
==== A Reason For His Stupidness ====
Normal POV
Jam menunjukan pukul 10:00 dan didepan sebuah taman terlihat dua orang anak kembar dengan warna rambut honey blonde sedang duduk dibangku taman, yang perempuan terlihat sangatlah tomboy dengan celana jeans biru yang digunakannya dan rambutnya yang masih berantakan membuat dia terlihat seperti seorang preman jalanan.
Sedangkan yang cowok terlihat sangat rapih dan cute, ditambah dengan mata innoncentnya yang memiliki kemampuan Mystic eyes of perception yang memiliki efek pada semua tante-tante pencinta cute boy untuk mencoba menculiknya , dan ditempat duduk mereka saat ini dengan mata innoncentnya itu dia terlihat seperti seorang cewek yang lagi mencoba untuk membujuk pacarnya untuk menemaninya membeli baju diMAll. Ditambah dengan bento tangan anak laki-laki itu benar-benar menambah kecutean laki-laki manis itu.
Meskipun keadaan diantara mereka berdua terlihat sangatlah dingin, terlihat sekali kalau saat ini mereka berdua sedang menikmati indahnya sinar mentari pagi secara bersama-sama.
" Hei Len untuk apa kau membawa bento " Gadis blonde yang bernama Rin adalah orang yang pertama membuka percakapan antara mereka berdua
" Aku hanya ingin agar Rin-nee mencicipi makanan buatanku "
" Hoh... apa kau memasukan Racun kedalamnya "
" Tentu saja tidak Nee-chan! Memangnya kau pikir aku berniat ingin membunuhmu! "
" Yap memangnya kenapa ? aku sama sekali belum bisa mempercayaimu "
" Memangnya kenapa Nee-chan membenciku sih ? Memang aku salah apa ? "
" Pikirkan saja sendiri, kau harus lebih peka dengan orang sekitarmu Len "
" Yap aku mengerti kok alasan Nee-san, benci aku "
" Kalau sudah ngerti bukankah lebih baik kalau kita segera pulang, karena aku malas berlama-lama denganmu "
" Tapi Nee-chan kitakan baru saja keluar "
" Memang kita baru keluar tapi aku udah malas tau buat deket-deket kamu "
" ... Maaf "
" Ya udah, kalau gitu daripada kelamaan disini ayo kita segera keMall, kau berjanji untuk membelikanku baju kan ? "
" Aku tidak berjanji seperti itu! "
" Kalau tidak mau akan lebih baik, kalau kita pulang saja "
" Baik-baik aku akan membelikanmu baju tapi 2 potong aja ya, dan jangan yang mahal-mahal amat "
" Iya, iya gampang kok "
Dan mereka berdua pun pergi kearah Mall dengan bus dari taman itu. Dan tanpa terasa mereka berduapun sampai dimall tersebut.
Rin POV
Ini pertama kalinya aku datang kemall. Dan aku sama sekali kalau ditempat ini banyak sekali
" Baju yang kuning ini bagus! Yang biru ini juga gak kalah bagus ! dan yang orange ini keren banget! Gimana ini aku pengen beli semuanya "
" Nee-chan nyantai aja nyari bajunya, kan bisa dicoba dulu siapa tau ada yang cocok dan bagus baru dibeli "
" Tapi semuanya bagus! " Ucapku dengan muka watados
" Hahaha iya, iya tapi sayangnya dompetku gak bagus Nee-chan jadi aku gak bisa beli semua bajunya "
" Yah... "
" Udah santai aja kan bisa dicoba-coba dulu Nee-chan dan kalau udah ngerasa cocok dan bagus kita beli yang menurut Nee-chan paling bagus "
" Emh... " Aku yang memang jarang sekali Kemall Merasa sanggatlah sesak untuk memilih baju mana yang bagus untukku, karena aku sendiri memang tak pernah beli baju buat jalan-jalan, baju-bajuku biasanya dibelikan mamaku semua
" Pokoknya pelan-pelan saja Rin-Nee kita juga gak perlu cepet-cepet buat pulang, pokoknya kalau udah cocok baru kita beli "
" Benarkah aku boleh nyoba baju-baju disini ? Dan beneran nih kamu mau nungguin Len ? "
" Tenang aja, mau satu mau dua jam pasti aku tungguin "
" Arigatou Len! " Aku dapat lihat Muka Len tersenyum dengan lebar begitu mendengar kata Arigatou dariku, entah mengapa aku pikir senyum Len sangatlah menawan
2 setengah Jam kemudian
Aku dapat melihat Len sedang tertidur dengan nyenyak dibangku ruang ganti tempatku berganti pakaian. Dan aku yang memang masih galau karena harus memilih 2 dari 3 baju yang ada makin merasa bersalah kalau aku harus membuat Len menungu lebih lama dari saat ini, karena itu aku dengan cepat membangunkan Len yang kelihatannya sudah letih itu. Melihat wajah innoncentnya saat tertidur aku akhirnya tahu alasan banyak tante-tante nekat yang mencoba menculik dirinya
" Hei Len cepat bangun "
" Ah Nee-chan sudah selesai ? "
" Well sebenernya aku masih galau antara yang warna orange,kuning dan biru yang ini "
" Mh... Bisa kulihat bentar bajunya "
" Mh.. boleh " ucapku sambil memberikan baju itu kepada Len
" ... " aku tidak tau apa yang Len lihat tapi begitu selesai meneliti baju-baju itu Len langsung saja
" Ambil aja tiga-tiganya Nee-chan "
" Eh beneran gak papa ? "
" Yap Budgetnya masih ada kok jadi bisa buat beli nih baju 3 potong "
" Arigatou Len! " aku yang senang sekali langsung saja memeluk Len dengan erat
" iya, iya lagipula kan aku jarang-jarang beliin Nee-chan baju "
" AH.. beneran makasih banyak ya Len "
" Iya- iya selanjutnya kita langsung cari tempat buat makan aja, emang Nee-chan gak laper ? "
" Kruukk... " begitu mendengar kata lapar entah mengapa suara yang sakral itu terdengar dari perut Rin
" Rin-nee suara perutmu yang kelaparan sangatlah aneh "
" Biarin! Perut-perut gua ! "
" Oh ya ngomong-ngomong aku udah bawa bento jadi kurasa kita cukup beli minumannya aja, "
" Beneran nih ? Aku ta kalau masakanmu enak tapi disini kita makannya dimana "
" Nanti kita nyari tempat duduk aja, dan supaya gampang kita beli minuman yang botolan aja Nee-chan "
" Em... benar juga ya kita bisa makan sambil nunggu bus "
" Tepat sekali! "
" Nah sekarang ayo kita beli Minum, Nee-chan pasti mau beli Jus jeruk kan ? "
" Tau aja kamu "
" Ya iyalah akukan kembaran Nee-chan "
Mendengar kata-kata Len akupun tersentak, aku yang selama ini selalu iri dengan perhatian orang tua yang diberikan pada Len terkadang membuatku melupakan statusku sebagai kakak kembar dari seorang len Kagamine, tetapi meskipun aku selalu berperilaku dingin dan seolah tidak peduli padanya dia tetap saja tidak pernah melupakan fakta bahwa aku adalah kakaknya. Saat ini aku benar-benar merasakan penyesalan karena aku selalu mencoba membuang dan menganggap remeh hubungan keluarga antara kami berdua.
" Yap Ayo kita cari "
" Hahaha Ayo, ayo "
" Hei Len... "
" Ada apa Nee-chan ? "
" Maukah kau mengajakku jalan-jalan seperti ini lagi ? "
" Eh tentu saja. Tapi jangan keseringan ya karena kalau keseringan aku juga bakal bokek "
" Iya iya aku seneng banget loh hari ini bisa jalan bareng ama Len "
" Iya tenang saja, aku juga Seneng kok "
Saat itu kami berdua pulang dan berjalan kerumah dengan bahagia tanpa menyadari kalau sehabis dari sini kejadian yang akan merubah jalan hidup kami berdua.
==== A Reason For His Stupidness ====
Normal POV
Kedua kembaran itu akhirnya berhasil pulang dengan sehat walafiat, kerumah mereka sang kakak yang sedang dalam kondisi hiper senangnya langsung saja berlari dengan sekuat tenaga tanpa melihat kanan dan kiri lagi menuju kamarnya disusul adeknya yang juga ingin segera sampai kekamarnya untuk memasang poster anime yang baru saja dia beli.
" Nee-chan hati-hati jangan sampai kepeleset ditang... " Suara Len langsung terputus ketika dia melihat kalau ternyata kakak tercintanya itu sudah terpeleset dan akan jatuh kearahnya.
Dengan sigapnya Len langung saja menangkap kakak tercintanya itu.
" Krak... "
" Aduh.. duh "
" ... "
" Hei Len apa kau tidak apa-apa ? "
" Tidak apa-apa hanya saja "
" Hanya saja ? "
" Sepertinya tanganku patah! " Ucap Len sambil menunjukan lengannya yang sedikit berbeda dampak tabrakan yang dialaminya barusan
" KYA! Tanganmu tanganmu! " Rin yang melihat kehororran pada lengan Len hanya bisa berteriak ketakutan sambil menunjuk-nunjuk kearah lengan Len. Dan dengan cepat saat mendengar kabar Len mamanaya Len langsung saja meluncur dari tempat kerjanya menuju rumah.
" Len gomen ya, aku benar-benar gak sengaja "
" Iya gak papa kok Nee-chan "
" Tapi tangan kamu itu gimana ? "
" Tanganku gak papa kok, udah tenang aja gak usah dipikirin "
Saat ini diatas kasur dengan cover pisang itu tergeletak Len yang sedang tidak berdaya, sambil menunggu kedatangan dokter yang tadi sempat ditelpon oleh Rin. Rin dengan semangat yang entah didapat dari mana merawat Len dengan sekuat tenaganya,
" Len gimana keadaanmu masih sakit ? "
" Enggak lagi kok, abis dikompress ama Nee-chan tadi rasa sakitnya udah lumayan "
" Gitu ya, ngomong-ngomong kamu mau makan apa ? "
" Enggak usah aku mau tidur aja, dan juga Nee-chan juga lebih baik istirahat soalnya dari tadi Nee-chan pasti udah kecapekkan karena kebanyakan nangis "
" Eh tapi aku mau nungguin Len dulu, emang aku gak boleh nungguin Len ? "
" Boleh sih tapi Nee-chan kan pasti capek "
" Udah gak papa kok pokoknya aku bakal nungguin Len ampek dokter datang atau udah ada yang ngejagain kamu selain aku "
" Hehehe "
" Kenapa kamu tertawa "
" Engak hanya saja ini pertama kalinya Nee-chan mau merawat aku, jadi aku senang saja "
" Enggak usah dilebih-lebihin aku disini karena aku tadi berperan dalam kecelakaan ini "
" BRAKKKK "
Suara pintu kamar Len terdengar dibuka dengan kekuatan yang super dan dari pintu itu terlihat ibu dari Len dan Rin yang terlihat memerah akibat terburu-buru menuju kamar Len.
" Len apa yang terjadi ! "
" AH mama, gak papa kok tadi aku jatoh "
" Gak mungkin, kamu ngaku saja emangnya siapa yang kamu takutin " Mata biru perempuan itu menatap kearah Rin yang ketakutan menyadari kedatangan ibunya itu
" Ah ini pasti salahmu kan Rin! "
" Tidak kok Mama, Rin tidak salah apa-apa "
" Kau diam saja Len, aku sudah tahu dari muka Rin apa yang sebenarnya terjadi dan Rin aku akan berbicara denganmu sebentar bisakah kita berbicara diruang tamu "
" ... " Rin hanya bisa tertunduk mendengar kata-kata ibunya itu dan dia hanya bisa menganggukan kepalanya menanggapi suruhan ibunya tadi
Len POV
Aku tidak bisa berkata apa-apa mendengar percakapan yang dilakukan ibuku dan Rin tapi aku tahu kalau itu pasti bukan hal yang bagus, tetapi karena kecapean jalan-jalan dan rasa sakit yang mengambil tenagaku ini menyebabkanku memilih untuk tertidur dikamarku setelah pemeriksaan yang dilakukan dokter panggilan tadi.
Jam sudah menunjukan pukul 11 malam ketika, aku terbangun untuk pergi kekamar kecil aku tidak tahu sudah berapa lama aku tertidur tetapi dari bola mataku yang masih mencoba untuk tertutup lagi menunjukan kalau aku baru saja tidur selama 1-2 jam, dan dari dalam ketika aku hendak menuju kamar mandi aku mendengar suara tangisan dari dalam kamar Rin-nee.
Aku yang saat itu sedang bersemangat langsung saja mencoba membuka kamar Rin-nee, dan hal yang aneh terjadi. Saat itu kamar Rin-nee sama sekali tidak terkunci dan aku dapat dengan mudah masuk kedalam kamarnya.
" Rin-Nee apa kau tidak apa-apa ? "
" Tidak apa-apa! Kau pikir aku dewa yang bisa memaafkan segalanya! "
" Rin-Nee kamu kenapa ? " Aku sangat terkejut saat menyadari kalau ternyata kamar Rin-nee yang biasanya gelap saat jam-jam seperti ini masih diterangi bola lampu yang belum dia padamkan. Tetapi hal yang membuatku lebih kaget lagi adalah muka Rin-Nee yang dipenuhi kebencian itu terasa sangatlah mengerikan
" Aku akan menjadi lebih hebat darimu! "
" Eh... "
" AKU AKAN MENJADI JAUH LEBIH PINTAR DARIMU DAN AKU AKAN MEMBUATMU MERASAKAN KESAKITAN YANG KURASAKAN INI! AKU AKAN MEMBUATMU MENDERITA LEN! "
Saat itu aku melihat betapa kebencian merasuki tubuh Rin-Nee, aku yang pada awalnya tidak memperhatikan tanda merah yang ada dipipi dan lengannya makin terkejut saat menyadari kalau
" Rin-Nee apa yang mama lakukan padamu apa kau tidak apa-apa "
" Tidak apa-apa, apanya! Kau sama sekali tidak tahu apa yang kuderita kan! "
" ... Nee-san "
" Akibat kau terjatuh Mama berfikir aku mencoba membunuhmu karena iri denganmu "
" Tetapi itukan tidak benar sama sekali! Kenapa Rin-nee tadi tidak memanggilku! "
" Untuk apa, agar aku disiksa lebih dari yang sekarang kualami! Kau pasti senang kan aku seperti ini! "
" Tidak aku sama sekali tidak... "
" Diam saja kau! Aku akan menjadi jauh lebih pintar darimu dan saat itu terjadi aku akan membuat kau menderita lebih dari ini semua ! Sekarang lebih baik kau pergi dari sini sebelum aku mencoba untuk mematahkan lenganmu yang satunya "
" ... " Aku hanya bisa melangkah keluar meninggalkan kamar Rin-nee dan kembali kekamarku tetapi kata-katanya tadi
"Diam saja kau! Aku akan menjadi jauh lebih pintar darimu dan saat itu terjadi aku akan membuat kau menderita lebih dari ini semua !" Terus saja terngiang ditelingaku aku saat itu sadar kalau aku terus-terusan berperilaku seperti ini Rin-nee akan selalu ditindas dan disiksa karena perbedaan yang kami miliki ini...
Melihat semangat luar biasa yang jarang sekali Rin-nee tunjukan padaku itu membuatku mengambil keputusan kalau aku akan.
" Mulai sekarang aku akan membatasi nilaiku, karena aku ingin melihat Rin-nee kembali tersenyum " Meskipun aku harus menerima kebencian dari dirinya dan melepaskan title "jeniusku" aku akan dengan senang hati melakukannya karena bagiku Nee-chan adalah anggota keluarga yang berharga
==== A Reason For His Stupidness ====
Normal Pov
Selesai menceritakan alasannya Len memandang kearah mata Miku
" Apa kau tahu Miku, bagiku Rin-nee sangatlah penting karena itu kalau aku harus menerima hinaan seperti ini aku tidak akan marah aku malah akan melakukannya dengan senang hati "
" Bodoh memangnya kau pikir Rin akan senang jika tahu kau meremehkannya "
" Tentu saja aku tahu kalau Rin-Nee pasti akan marah tetapi setidaknya dia tidak harus menderita karena dibanding-bandingkan lagi dengan diriku, apa kau tahu semenjak aku berubah dan Rin-nee menjadi seperti saat ini, Mama selalu memberikan perhatian terbaiknya pada Rin-nee " Len menghela nafas sesaat dan kembali melanjutkan
" Bagiku aku sangat senang Rin-nee bisa tersenyum dan berinteraksi dengan mama, karena itu saat ini aku sama sekali tidak memiliki penyesalan melakukan hal bodoh seperti ini"
" Baiklah aku mengerti alasanmu, tetapi menurutku itu bukanlah alasan yang bagus "
" EH memang kurang bagus apanya ? "
" Menurutku meskipun begitu kau melakukan hal super bodoh, bukankah lebih baik jika kau berusaha bersama Rin-chan dan menjadi pintar bersama daripada mengorbankan dirimu dan menyelamatkan Rin sendirian seperti ini "
" Yap memang itu adalah hal yang bodoh tetapi maafkan aku, hal ini sudah menjadi Fix caraku untuk memperbaiki hubungan Rin-nee dan mama, kau boleh menganggapku bodoh tapi kumohon untuk tidak memberitahukannya, aku melakukan hal ini karena aku percaya kau tidak akan memberitahu siapapun "
" Yap tenang saja aku tidak akan memberitahukan hal ini pada Rin atau siapapun juga tapi... "
" Tapi... "
" Sesuai perjanjian aku akan memaksamu untuk meminum Jus Negi ini ! ucap Miku sambil mengeluarkan dua buah botol Jus negi yang dari tadi disimpannya didalam tas
Kelemahan terbesar Len adalah, dia itu sangat penakut terhadap perempuan jadi sangat gampang bagi Miku untuk mengalahkannya, cukup dengan memegang lengan Len dan dorong dia keatas tempat tidur dan tempatkan dirimu diatasnya maka dia akan kalah seperti yang Miku lakukan saat ini.
" Mi... Mi.. Miku apa yang kau lakukan! Cepat pergi dari atas tubuhku "
" Oh tidak bisa, aku kan sudah berjanji akan memaksamu meminum jus ini, kalau tidak dibeginikan aku yakin kau tidak akan mau melakukannya "
" Tapi ini berlebihan tau ! "
" Baiklah sekarang aku tanya kau mau meminumnya secara baik-baik atau harus aku yang melakukannya " ucap Miku sambil menjilat bibirnya
" ... Aku akan melakukannya sendiri "
" Hm... Kalau dipikir-pikir sekarang aku mengerti mengapa banyak sekali tante-tante yang memandangmu dengan pandangan "Lu-bakal-gua-culik"
" PANDANGAN MACAM APA ITU! "
" Well bisa dibilang seperti pandangan harimau yang baru saja menemukan mangsanya dan tidak akan melepaskan korbannya itu "
" ER... Miku entah mengapa saat kau mengatakan hal ini aku merasa sangat ketakutan "
" Well aku hanya mengingatkanmu saja, karena kekuatanmu yang melemah setiap kali dipegang perempuan dan juga sifatmu yang baik hati kau harus berhati-hati jika bertemu dengan tante-tante dijalan Len "
" Yaya aku mengerti, dan biarkan aku meminum jus Negi itu secara normal saja jadi cepatlah berdiri dari sini "
" Baiklah dan ini Jus Neginya "
" Okay ITADAKIMASU " dengan wajah penuh determinasi Len meminum jus negi yang disiapkan teman baiknya itu, mukanya yang pucat setelah meminum hal itu benar-benar tidak bisa dilupakan oleh Miku Hatsune
" Baiklah Len, kurasa aku akan bermain kekamar Rin dulu saja lagipula dikamarmu terlalu banyak buku-buku aneh yang tidak kumengerti "
" YAYA Terserahlah, dan kumohon jangan beri tahukan Rin ya "
" Yap tenang saja aku tak akan memberitahukannya tapi... "
" Tapi ? "
" Sudahlah kau tidak usah tahu, lebih baik sekarang kau istirahat saja dan juga Kuenya boleh kubawa kekamar Rin kan ? "
" Tentu saja, dan aku akan menyiapkan makan siang apa kau mau makan siang bersama dengan kamu ? "
" Boleh! kalau bisa banyakin sayurnya ya! "
" Iya tenang aja, ngomong-ngomong kau doyan kol goreng kan ? "
" Apa aja boleh yang penting enak Len! "
" OKAY! "
Begitu selesai dengan urusannya dikamar Len, Miku langsung menuju kamar Rin dengan nampan berisi kue dan jus.
" Halo Rin "
" Oh Miku selamat datang "
" Sudahlah jangan sok-sokan gak tau, kau pasti mendengar apa yang Len katakan tadi kan ? "
" ... "
" Aku tau kau menyadap kamar Len tadi kan ? " yap saat aku memberitahukan hal ini pada Rin dia memang pada awalnya tidak percaya dengan ceritaku, tapi sepertinya dia tidak bisa untuk tidak ikutan tergiur untuk mendengar alasan Len melakukan hal itu dan memasang alat penyadap dikaar Len
" Meskipun begini-begini aku adalah orang yang teliti berbeda dengan Len yang hanya menggunakan kepintarannya saat dia ingin saja "
" Yap aku mendengar semuanya dan juga alasan Len melakukan hal itu "
" Lalu ? "
" Lalu apa "
" Apa kau masih mau menerima semua yang Len lakukan, kau tahu kalau Len sangat menyayangimu dan kau sama sekali tidak berniat untuk baikan sama Len "
" Tidak... "
" Kenapa ? "
" Karena itu akan membuat hubungan Len dan diriku aneh, aku akan melupakan apa yang dikatakan Len tadi dan melanjutkan hidupku dan untuk urusan Len itu terserah dia saja kalau dia ingin menjadi pintar lagi aku tidak akan melarangnya, tapi kalau dia mau tetap seperti ini aku juga tidak peduli " ucap Rin dengan acuh
" Kau ini "
" ... "
" Yap terserah kalian berdua saja, tapi aku benar-benar berharap kalian bisa baikan lagi "
" semoga saja... "
Dan hari itu Miku yang mengetahui alasan Len melakukan hal itu hanya bisa menghela nafas saat makan bareng bersama Kagamine Twins, yang satu mengorbankan dirinya hanya agar saudarinya bisa bahagia dan yang satunya sama sekali tidak mempedulikan saudaranya sama sekali.
Dan untuk pertama kalinya seorang Miku Hatsune merasakan bagaimana rasanya makan dikutub utara, kenapa bisa dikutub utara ? karena Perang dingin antara Len dan Rin menyebabkan Efek dingin bagi orang-orang yang berada disekitarnya..
Ditengah perang dingin Miku hanya bisa perihatin kepada mereka berdua, tanpa tahu apa yang harus dia lakukan untuk mengembalikan kebersamaan kedua temannya itu
TBC
Snow : Akhirnya chapter ini selesai juga! Meskipun kena WB ane tetep mencoba berjalan maju! Dan akhirnya berhasil juga menyelesaikan chapter ini
Vio : Yap syukurlah anda bisa juga menyelesaikan Fic yang ane ini
Snow : jangan Katakan hal ini aneh !
Vio : YAP YAP YAP Terserah kau sajalah
Snow : yap sekian saja lah pesan-pesan terakhir kami diFic ini
Vio : anda sudah seperti orang mau mati saja
Snow: Diam!
Vio : Kau yang diam #Hajar Snow dengan pemukul baseball, Baiklah dan terakhir see you ini next chapter dan jangan lupa reviewnya ya !
Snow : Jangan Lupa repiew... #Ditujah Vio
Vio : tadi udah ane kasih tau, sekian saja Author editorialnya dan see you again in next chapter
