Jimin memandang hutan dari pinggir jalan. Dia dinaungi pohon pohon yang rimbun yang rantingnya bergoyang goyang karena angin. Berada di bawah sana benar benar dingin dan sejuk.

Ada jalan setapak kecil, Jimin bawa senter jaga jaga kalau dia sampai malam ada di hutan, lalu Jimin menyusuri jalan setapak yang dia yakin akan membawanya ke suatu tempat. Dia lupa lupa ingat jalannya, tapi dia yakin di hutan ini dia akan aman.

Jimin berjalan terus mengikuti jalan setapak itu sampai seekor serigala datang menghampirinya. Jimin tidak ingat siapa serigala berbulu kecokelatan ini, tapi dia tidak terlihat berbahaya. Dia berhenti di hadapan Jimin dan shift jadi manusia, telanjang seperti sosok serigalanya yang juga telanjang dan hanya ditutupi bulunya sendiri.

Barulah Jimin mengenali siapa werewolf itu, "Taehyung!"

Taehyung tersenyum, senyumnya masih saja polos dan kekanakan padahal sudah tiga tahun Jimin tidak bertemu dengannya.

Taehyung langsung memeluk Jimin, tangannya mengusap usap badan Jimin, sesuatu yang Jimin ingat sebagai kebiasaan werewolf, menyukai sentuhan fisik.

"Apa kabar, Tae? Sibuk apa sekarang?" Tanya Jimin, tangannya mengusap tengkuk Taehyung, seingat Jimin, Taehyung suka disentuh di sana, dia merasa dekat dan disayang, apalagi kalau yang menyentuh adalah anggota satu pack.

Taehyung lama tidak menjawab, menikmati tangan Jimin mengusap tengkuknya, "Baik. Aku kerja." Katanya, "Kau mau ke rumah?"

"Iya." Jawab Jimin.

"Mau cepat?" Tanya Taehyung.

Taehyung tiba tiba berubah jadi serigala, membelakangi Jimin.

Jimin tidak pintar membaca maksud Taehyung, dia bertanya, "Kau mau aku naik ke punggungmu?"

Taehyung menolehkan kepalanya dan mengerakannya seperti mengangguk. Dan Jimin naik ke punggungnya.

Taehyung membawanya menyusuri hutan dengan cepat dan tahu tahu mereka sudah sampai di rumah yang Taehyung maksud, tempat yang ingin Jimin datangi.

Rumah itu masih terlihat persis seperti tiga tahun yang lalu. Terasnya kotor dengan tapak kaki serigala, ada pajangan yang terpasang di depan pintu rumah, bertuliskan 'Bang'; nama keluarga penghuni rumah sekaligus nama pack mereka.

Jimin turun dari punggung Taehyung dan membuka pintu rumah, Taehyung langsung saja berjalan masuk.

Begitu masuk ke dalam rumah, Jimin melihat ruang tamu kosong, sofa di ruang tamu masih sama, masih ada tujuh tempat duduk. Di belakang ruang tamu ada ruang makan, ada meja makan yang tinggi dengan kursi kursi yang tinggi juga dan ada seseorang yang Jimin kenal duduk di sana,

"Hallo, Yoongi Hyung." Sapa Jimin.

Yoongi terlihat makin pucat dari terakhir Jimin melihatnya, juga makin manis apalagi begitu dia terkejut melihat Jimin. Taehyung mengusapkan moncongnya ke tangan Yoongi untuk menyapanya tapi Yoongi tidak mempedulikannya. Jadi Taehyung pergi lagi masih dalam wujud serigalanya.

"Jiminnie, sejak kapan kau disini? Aku pikir aku berhalusinasi begitu aku mencium baumu." Yoongi merentangkan tangannya memeluk Jimin, Jimin tahu semua serigala menyukai kontak fisik walaupun Yoongi tidak menyukai kontak fisik yang intens, dia bukan Taehyung yang selalu minta dipeluk dan diusap usap, jadi mereka berpelukan sekilas.

"Aku baru sampai dan langsung ke sini. Aku kuliah di sini, jadi aku akan sering sering mampir." Kata Jimin.

"Bagus." Kata Yoongi. Rambutnya putih seputih warna bulu serigalanya, panjangnya hampir sebahu. Biasanya dicat hitam supaya tidak mencolok diantara manusia, tapi kali ini tidak.

Jimin duduk di kursi di samping Yoongi dan bertanya, "Sudah berapa lama kau tidak potong rambut, Hyung? Rambutmu panjang sekali."

"Aku tidak potong rambut lagi setelah lulus SMA." Kata Yoongi, "Aku di rumah saja setelah lulus, untuk apa potong rambut."

Yoongi menyisir rambutnya yang panjang dan mengikatnya di atas kepala, mereka diam tapi Jimin tahu Yoongi senang bertemu Jimin lagi, itu terlihat dari matanya dan bukan sesuatu yang harus diucapkan, werewolf juga tidak banyak bicara, mereka lebih banyak bertindak.

Bunyi jam yang berdetak di dinding terdengar dengan jelas, juga suara angin yang bertiup di luar rumah di tengah hutan ini, keadaan yang sepi membuat Jimin bisa mendengar langkah orang mendekati rumah, Yoongi santai saja mungkin karena dia sudah tahu siapa yang datang dari baunya, tapi Jimin penasaran siapa yang datang.

Itu Jungkook, dengan seragam SMA-nya. Dia masih kecil dan perasaannya tergambar jelas di mukanya; dia terkejut melihat Jimin di rumahnya. Jimin merentangkan tangannya dan Jungkook memeluknya.

Jungkook tidak bicara apa apa, seperti yang Jimin perkirakan, tapi pelukannya erat sekali.

"Aku juga merindukanmu, Kookie." Kata Jimin.

Jungkook langsung melepas pelukannya. Dia melepas tas yang dia gendong di punggung dan mengambil surat dari sekolah dan kartu bayarannya, semuanya diserahkan pada Yoongi, lalu anak itu pergi begitu saja.

Yoongi meletakan kartu bayaran atas nama Bang Jungkook di atas meja makan dan membaca suratnya.

"Surat apa?" Tanya Jimin.

"Darmawisata." Jawab Yoongi, dia terlihat tidak terlalu senang.

"Kenapa?" Tanya Jimin.

Yoongi tidak banyak bicara dan menyerahkan surat itu pada Jimin sebelum dia pergi membawa kartu bayaran Jungkook ke kamar yang tadinya digunakan Bang Sihyuk, ayah angkat mereka.

Di surat itu Jungkook menulis dengan pensil; tidak mau ikut. Khas Jungkook sekali.

Yoongi keluar dari kamar itu dengan kartu bayaran Jungkook yang sepertinya sudah diisi uang.

"Tidak apa apa kan kalau Jungkook tidak mau ikut darmawisata?" Tanya Jimin.

Yoongi menghela napas tapi mengangguk, "Terserah." Kata Yoongi, "Aku mau dia ikut sekali kali, tapi dia tidak mau." Lalu Yoongi pergi. Di samping pintu masuk rumah ada pintu menuju kamar anak anak, dulu semuanya berenam tidur di kamar itu.

Sampai Bang Sihyuk menghilang.

Jimin bertanya, dengan keras karena posisi Yoongi jauh, "Hyung sekarang tidur di mana? Dengan yang lain atau tidur di kamar Sihyuk Ahjusshi?"

"Aku tidur di kamar Appa sendiri. Kalau kau mau menginap pakai saja ranjangku." Jawab Yoongi, dia menghampiri Jimin dan tidak buang buang tenaga dengan bicara keras.

Bisa disimpulkan dari kata kata Yoongi kalau Bang Sihyuk yang menghilang belum juga kembali.

Tiga tahun yang lalu, Jimin sedang harap harap cemas apa dia diterima atau tidak di salah satu sekolah seni di Seoul, waktu itu Jimin berkumpul dengan anak anak serigala pack Bang ini seperti yang biasa dia lakukan. Setelahnya Bang Sihyuk sendiri yang mengantarnya keluar hutan.

Di halte tempat Jimin menunggu bis yang akan mengantarkannya ke rumahnya, Bang Sihyuk mengatakan sesuatu padanya; "Kalau aku tidak ada kau jaga anak anakku, ya."

Jimin tidak berani bilang tidak walaupun dia tahu kemungkinan dia akan pergi dari kota ini untuk sekolah di Seoul, jadi dia bilang, "Baik."

Dan setelah itu Bang Sihyuk tidak pernah terlihat lagi.

Yoongi membuyarkan lamunan Jimin dengan bertanya, "Kau mau menginap, Jiminnie?"

"Nanti ya, kalau kuliahku libur."

Yoongi cuma mengangguk.