Yuhuuu………… mo pembukaan chapter dua pake jawaban riviwan ah…. :3
Sabaku no Panda-kun (sehari mo ganti nama berapa kali sih Panda –sempai?) : hola juga sempai! Makasih koreksinya. Titik sampe 3 kali itu sbenernya maksutnya buat pembicaraan yang ngambang, kalo slesai kan pake satu titik. By the way, Senju itu nama kluarganya Tsunade. Sedangkan Tobirama itu, adeknya mbahnya Tsunade hehe…. Uda tau kann??!! Review lagi yahh…:D
Ai Miyano : eh? Emang lime ya??!! (nanya polos). Iya ini di-update
Hanaruki-chibi : *toss* dulu temen seangkatan hehe.... iya bukan skedar guru-murid, tapi wali kelas-siswi hehe…(sama aja ya??!!)
Himura Kyou : heeh…(merinding) kalo Guy-sensei…… (speechless)
Kakkoii-chan : Iya nih kakasaku karena aku bosen tiap buka fic isinya cuma sasusaku mulu (dilemparin kulit kacang ma fansnya sasusaku). Sakura agresif cocok yak??!! Knapa bisa begitu??!! Bagian mananya yang cocok??!!
Chika-chan : hiyaa…!!!! Dibilang kreatip jadi…*******(biiip). Terima kasih dukungannya, atashi wa ganbaru…(nggak peduli bener pa nggak)
Furukara Kyu : uwaaa….!!!! Makasiiih…(ngelemparin kyu pake kue). Osh! Akan saya perhatikan tanda bacanya sempai! Adegan 'itu' apaan sih??!! (masih sok polos)
Hiryuka Nishimori : ouww..!!! I love kakasaku juga! Makasih…makasih…. Kalo adegannya dilebihin dikit masi boleh nggak??!! Hehe…. Iya udah diapdet nih, seminggu gag lama kann.
Skali lagi makasi bwat para sempai yang udah dengan seneng hati mengoreksi fic saiya ini………. chapter slanjutnya juga tolong diperhatikan yakk….
Arigatou gozaimashita.
Oke! Langsung mule ajah! :D
Chapter II
Sakura menekan bel di depan pintu gerbang tanpa melepaskannya hingga suara kunci terbuka terdengar diiringi suara berderit pagar yang bergeser membuka. Kakashi selalu menurunkan Sakura di tikungan terakhir yang paling dekat dengan rumahnya tanpa pernah sekalipun mengantarnya sampai di depan gerbang, apalagi memasuki halaman rumahnya.
"Ah.. Nona. Selamat sore", seorang pria berjenggot berseragam sekuriti melepaskan rokok dari mulutnya cepat-cepat saat Sakura melewatinya.
"Ah, sore Asuma-san", Sakura melewatinya sambil sepintas menatap langit oranye yang sudah hampir gelap kemudian tanpa sadar Sakura menghela nafas dan dengan langkah malas Sakura menaiki tangga batu menuju pintu masuk rumahnya. Sakura mendorong pintu kaca besar dan sebentar menatap bayangannya yang terpantul di cermin besar yang diletakkan di depan pintu masuk.
Rapi, pikirnya, walaupun sebelah tangannya mengelus rambutnya dan menghela nafas. Masih sore. Sebenarnya jamnya sudah bisa dibilang malam, hanya saja matahari agak lambat terbenam membuat langit masih sedikit terang. Tetapi sama saja, masih sore. Padahal biasanya Sakura pulang lebih malam saat bertemu Kakashi, tetapi belakangan ini saat bertemu dengan Kakashi, Kakashi seperti terburu-buru. Dan dia selalu memulangkan Sakura tanpa memberi kesan 'bagus' karena Kakashi lebih banyak diam, tiduran di dalam mobilnya dan hanya mendengarkan radio. Benar-benar membuat Sakura bosan.
"Nona sudah pulang?", Sakura menatap seorang pelayan berambut pendek kebiruan dengan seragam hitam menyambutnya saat Sakura memasuki ruang tamu.
"ah, Konan..", Sakura hanya menyapanya sedikit dan buru-buru menaiki tangga ke kamarnya.
"Nona tidak makan?"
"Sudah!", sahut Sakura dari lantai atas, lalu terdengar suara pintu ditutup.
Dua tahun. Pertama kali mereka bertemu saat Kakashi menggantikan Shizune, guru matematika yang mendadak mengundurkan diri karena menikahi seorang miliuner. Hubungan mereka menjadi dekat karena Kakashi sejak awal adalah wali kelas di kelas Sakura, dan segala sepak terjang Sakuralah yang membuat Kakashi selalu sibuk mengurusnya. Mulai dari mengerjakan tugas hingga tempat Sakura berkeluh kesah.
Kakashi sendiri awalnya sempat pusing saat Sakura mulai menunjukkan gelagat ingin mencari masalah dengannya tetapi entah kenapa Kakashi sama sekali tidak pernah berusaha dengan serius menolaknya.
***
Satu hari lagi tugas Sakura di dalam kelas selesai. Kemarin dia sudah berjanji akan masuk sekolah pada Kakashi walaupun hari ini Kakashi tidak mengajar di kelasnya. Sesuai dengan janji Kakashi untuk membantunya mengerjakan tugas, setelah sekolah berakhir dan murid-murid yang kebanyakan sudah meninggalkan sekolah, Sakura berjalan menuju kantor guru, mencari Kakashi. Dia menemukan Kakashi sedang berbicara dengan Ebisu yang mengangkut tumpukan buku di tangannya.
Tugas apa sih yang dia berikan pada murid-muridnya sampai bawaannya sebanyak itu?!, pikir Sakura heran menatap buku-buku di tangan Ebisu. Sakura menyapa mereka berdua dan duduk di kursi di depan meja Kakashi. Ebisu kembali ke mejanya sendiri dan meletakkan tumpukan bukunya di atas meja.
"Tunggu sebentar!", Kakashi menyelesaikan tugasnya dan membiarkan Sakura yang hanya duduk diam menatapnya, sama sekali tidak terganggu dengan keberadaan Ebisu yang sesekali meliriknya. Setelah Kakashi selesai, dia menanyakan tugas-tugas Sakura, dan dengan santai Sakura duduk di samping Kakashi kemudian mengeluarkan lembaran soal yang sama dengan yang mereka kerjakan kemarin, membuat Kakashi menunjukkan wajah kesal.
"Kakashi-sensei! Aku duluan!", Ebisu melewati meja Kakashi tepat sebelum Kakashi mengamuk pada Sakura, dan meninggalkan mereka berdua di tengah ruangan dengan tumpukan ratusan kertas dan buku. Kemarin Sakura sudah diminta menyelesaikan beberapa soal, tetapi soalnya masih utuh. Yang sudah dikerjakan hanya soal-soal yang kemarin sudah mereka kerjakan.
"Kau ini.. sudah kubilang kan coba kerja…", Sakura menarik wajah Kakashi dan menciumnya, membuat Kakashi terdiam dan menghela nafas dengan kesal.
"ugh…Sakuraaa….!!", Sakura hanya tersenyum dengan santai kembali menarik kertas-kertas tugasnya dan dengan santai bersenandung 'tugas..tugaas…kerjakan tugaas…'. Kalau sudah begitu, Kakashi biasanya akan pasrah saja mulai membantu mengerjakan tugas-tugas Sakura.
***
Tobirama harus mengakui, kerja keras Kakashi melakukan tugasnya sebagai wali kelas yang baik patut mendapat pujian. Dalam ujian semester pertama, nilai-nilai Sakura dan absensi Sakura sudah bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Yah, walaupun Tobirama tidak pernah tahu apa saja yang sudah dilakukan Kakashi. Semoga saja usahanya tidak sia-sia karena libur panjang sekarang sudah menanti semua murid, termasuk Sakura yang kemungkinan besar pasti akan tergoda untuk menambah hari libur. Lagipula, Tobirama tahu, liburan kali ini adalah liburan spesial bagi Kakashi. Semoga saja setelah liburan nanti Kakashi akan memiliki tambahan semangat untuk mengurus murid-muridnya.
Sakura dan Kakashi hanya bertemu di sekolah. Di luar itu, mereka sama sekali tidak memiliki hubungan apapun, jadi selama liburan sekolah, mereka sama sekali tidak bertemu atau sekedar bertukar kabar. Dan sebenarnya, itu sempat membuat Sakura frustasi karena…… Tugas tambahannya banyak sekaliiii….!!!! Dan dia hanya memiliki Kakashi yang bisa menemaninya belajar. Beberapa kali Sakura tergoda untuk menelfon Kakashi. Tetapi perjanjian mereka adalah, saat di luar, mereka adalah orang lain. Yaah… kalau Kakashi mengantar Sakura pulang dari sekolah, itu cerita lain.
Akhirnya Sakura mengerjakan tugas-tugasnya juga, dan tahu-tahu hari sekolah sudah dimulai lagi. Tepat seperti yang dikhawatirkan Tobirama, Sakura tidak tampak di hari pertama, juga hari kedua, dan hari ketiga. Sakura baru muncul di minggu ke dua pada hari Kamis. Siang itu tanpa basa-basi Kakashi langsung menarik Sakura ke ruang guru setelah sekolah berakhir.
"Sensei?! Ada apa?", Sakura dengan polos bertanya pada Kakashi yang jelas-jelas bertampang kesal.
"Ada apa? Bisa-bisanya kau bertanya 'ada apa?'. Kau pikir sekarang sudah tanggal berapa??!! Kupikir semester lalu kau sudah sadar dan akan berubah. Ini sudah semester terakhir. Ya ampun Sakuraa… apa lagi sih yang harus kulakukan?! Oi Sakura!", biasanya Sakura akan membalas kata-katanya kalau Kakashi sampai berbicara sepanjang itu, apalagi dengan mengeluh. Tetapi Sakura hanya berdiri diam di hadapannya, terlebih lagi, dia menunduk. Apa dia menyesal, pikir Kakashi. Tetapi Kakashi merasakan Sakura memegang tangan kanannya dan menariknya.
Kakashi mengatupkan mulutnya dan memalingkan wajahnya saat Sakura memandangi tangannya. Saat Kakashi memalingkan wajahnya kembali, matanya bertemu dengan Sakura yang menunjukkan wajah sedih bercampur marah. Dia melepaskan tangan Kakashi dan berbalik untuk pergi.
"Sakura!", Kakashi dengan cepat menangkap tangan Sakura.
"Lepaskan!", dengan geram Sakura hanya menarik tangannya tanpa menatap Kakashi yang belum mau melepaskan tangan Sakura.
"Kakashi-sensei..", seorang murid berambut hitam muncul di pintu menatap Kakashi dengan wajah datar. Tangannya membawa setumpuk kertas.
"ah.. Sasuke. Bawa kemari! Umm.. Sakura… bawa tugas-tugasmu!", Kakashi melepaskan tangan Sakura dan berbalik menuju mejanya. Sasuke melewati Sakura yang masih terdiam di tempatnya, dia memberikan tumpukan kertasnya pada Kakashi dan berbalik pergi sambil menahan godaan untuk melirik Sakura yang tadi terlihat sangat marah.
"Sakura..", Sakura dengan cepat berbalik dan menarik beberapa lembar kertas di tangan Kakashi lalu terburu-buru meninggalkan Kakashi yang menghela nafas dan terduduk dengan lemas di kursinya.
Di luar, Sasuke hanya berdiri menatap Sakura yang duduk di bawah tangga memeluk lututnya dan menyembunyikan wajahnya di antara lengan dan lututnya. Bahunya bergetar dan sesekali Sasuke bisa mendengar suara isakan tertahan. Tetapi Sasuke hanya berdiri menatapnya dari ujung tangga tanpa mampu bergerak.
Jangan ganggu! Perintah otak Sasuke pada tubuhnya.
Kakashi masih duduk di kursinya dengan lemas, tangannya menggaruk kepalanya dengan frustasi, kemudian mengangkat tangan kanannya di hadapannya dan menatap sebuah cincin yang melingkar di jari manisnya.
Tidak ada yang serius tentang hubungan mereka.
Sakura berusaha mengatasi isaknya dan mengingatkan pada dirinya sendiri hal yang sama dengan yang dipikirkan Kakashi. Mereka tahu kalau suatu saat nanti, entah siapa pasti akan terluka.
Lhah kok tamat??!! Pasti pada ngomong gitu hehe…(sok tau nih!). Unn….. Iya, udahan. Sasuke cuma lewat. Buat fansnya SasuXSaku yang kayanya uda pada ngarep, maaf yah….. Sasuke skali lagi emang cuma numpang lewat di fic ini. Hmmm… atow….. Sudahlah, langsung kasi review aja dah kalo mo komentar atow mo nanya-nanya tentang fic ini!
Skali lagi makasih udah baca sampe sini :D
tambahan lagi. Kalo ada yang pingin fic ini nyambung lagi, bole kasi masukan.
