2. Klub Musik

"Tae... Kumohon... Kau keluar dari klub musik dan biarkan aku menggantikan posisimu disana ya, ya, ya"

Jimin mengatupkan kedua tangannya dibawah dagu dan memandang Kim Taehyung--sahabatnya--dengan raut wajah dan binar mata seperti anak anjing minta dipungut. Terlihat menggemaskan sebenarnya bila tingkahnya tidak didahului dengan permintaan menyebalkannya.

"Kau ini kenapa? Kau sudah ikut klub dance 'kan? Kenapa kau bertingkah seperti in--ah... pasti karena Yoongi hyung"

Taehyung mengangguk paham. Membuat Jimin berharap lebih agar keinginannya dikabulkan oleh sahabat sejak dalam kandungannya itu.

"Jadi kau mau 'kan Tae?" tanya Jimin lagi.

"Tidak" tolak Taehyung tegas. "Kalau kau mau kau coba saja datang ke ruang klub musik sepulang sekolah nanti. Kebetulan kami ada latihan nanti. Coba kau ajukan dirimu untuk bergabung pada Namjoon sunbaenim. Biar dia yang memutuskan. Aku tidak berani tiba-tiba mengundurkan diri begitu saja dari klub. Aku sudah terlanjur bergabung dalam project untuk akhir semester nanti" jelas Taehyung. "Lagipula calon kekasihku juga disana. Aku tidak bisa membantumu kali ini Jim. Maaf"

Jimin mencebik kesal. "Kalau begitu bantu aku meyakinkan Namjoon sunbaenim. Kudengar ia orang yang sangat pilih-pilih"

Taehyung mengangguk. "Tenang saja... Aku punya senjata rahasia yang bisa membuatnya mau menuruti keinginanku"

Jimin menatap Taehyung dengan raut penasaran. "Apa?"

Taehyung tersenyum misterius. "Jin hyung"

.

.

Benar kata Taehyung. Kim Namjoon kakak kelas mereka memang menyukai Kim Seokjin, kakak Taehyung. Buktinya Jimin dengan mudahnya bisa lolos dan bergabung begitu saja dengan klub musik setelah Taehyung berbicara empat mata dengan Namjoon tepat setelah suara Jimin menghilang dari pendengaran mereka.

Ya. Jimin hanya punya modal suara seadanya dan kenekatannya demi bisa bersama Yoongi untuk bisa bergabung dalam klub ini. Ia tidak bisa memainkan alat musik apapun. Tapi ia akan belajar main gitar mulai sekarang. Ia yakin sahabatnya--Taehyung--pasti tidak keberatan jika ia memintanya untuk mengajarinya main gitar.

Suara gitar yang berpadu dengan suara piano akan terdengar indah 'kan? Karena Yoongi adalah pemain piano di klub ini.

Modus Jimin yang lain

"Ayo kita mulai latihannya!"

Suara yang begitu Jimin kenal tiba-tiba memasuki gendang telinganya. Membuat tubuhnya yang membelakangi pintu berputar secara otomatis dan membuat senyumnya mengembang dengan begitu lebarnya.

"Selamat siang Yoongi sunbaenim" ucap Jimin dengan senyum yang belum luntur dari wajahnya.

"Kau! Apa yang kau lakukan disini?" tanya Yoongi dengan wajah yang jauh dari kata 'bersahabat'.

"Aku anggota baru klub ini. Mohon bantuannya" Jimin membungkuk memberi salam tanpa menyadari Yoongi yang bersiap mengambil ancang-ancang untuk berteriak.

"YA! KIM NAMJOON! KENAPA KAU MENERIMA BOCAH INI?!"

Membuat Jimin terpaksa menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya karena tidak ingin mengambil resiko menyandang gelar tuna rungu setelah teriakan membahana itu selesai terlontar.

'Fighting Park Jimin!' teriak Jimin dalam hati untuk menyemangati dirinya sendiri.

.

.

.

TBC

.

.

.

Buat yang bingung kenapa Taehyung nyebut Yoongi 'hyung' sedangkan Jimin nyebut Yoongi 'sunbaenim', mereka nyebutnya beda karena Taehyung kenal dengan Yoongi yang merupakan sahabat dari kakaknya, Seokjin. Sedangkan Jimin tidak mengenal Yoongi, jadi Jimin nyebut Yoongi pakai 'sunbaenim' karena hubungan senior-junior.

Mau kasih tau itu aja sih. Siapa tau nanti ada yang bingung hehe...

See ya~