Zaman Kini.

"Pemerintah kembali mengeluarkan peraturan baru setelah ditemukan kembali korban tewas dibawah jembatan xxx.Korban bernama xxx seorang pekerja kantoran dan xxxx seorang karyawan toko.Jasad korban sudah diberikan ke keluarga masing masing.Keluarga korban menyambut sedih kedatangannya.

Pemerintah memperketat keamanan dengan memotong waktu aktivitas.Kini warga yang semula diberi waktu keluar rumah hingga jam delapan malam menjadi jam lima sore.Banyak warga yang mengeluhkan peraturan baru.Mereka merasa terjerat dengan peraturan karena waktu aktivitas yang berkurang.Namun,mau bagaimana lagi.Demi menjaga keamanan masyarakat,peraturan ini harus dipatuhi."

Klik.

Seorang remaja laki laki bersurai blonde mematikan televisi.Dia bosan dengan berita yang ada.TV dipenuhi berita seputar korban vampir dan peraturan yang semakin ketat.Tak ada berita lain selain dua berita itu,kini berita perampokan,penipuan maupun penculikan tak ada lagi di TV,menghilang begitu saja,seolah tidak dipedulikan.Remaja bernama Len Kagamine itu sedang mati kebosanan,tak ada kegiatan lain yang bisa dia lakukan dirumah.Selain belajar dan menonton TV,Len tidak bisa melakukan kegiatan apa apa.

Belajar tentu penting,tapi terlalu lama belajar bisa membuat kejenuhan sedangkan menonton TV lebih asyik,tak terkecuali berita vampir dan peraturan bodoh yang memenuhi acara TV.Serial animasi pun mulai jarang ada.Len mengambil komiknya yang berada di atas meja,sambil berbaring di sofa,Len membaca komik yang sudah berulang kali dia baca.Len tidak menikmati bacaannya,semua buku yang ada dirumahnya sudah dia baca berulang-ulang.Len melempar komiknya ke atas meja,dia melirik ke arah jam.Jam 15:20.Len bangun dari sofa,diam diam dia keluar dari rumah.

'Kaa-san belum pulang...jalan jalan sebentar ah."

Len memutuskan jalan jalan sebentar.Dia mengabaikan peraturan dan bahaya yang menantinya.Rasa bosan mengalahkan ketakutan.Len menghirup udara dalam dalam,sudah lama dia tidak keluar rumah.Semua ini karena vampir! Kalau saja tidak ada vampir,TV tidak akan ada berita tentang vampir maupun peraturan,orang orang bisa bebas beraktivitas sesuka mereka.

Len berpikir kemana dia mau jalan jalan sekarang.Sebuah ide muncul dibenaknya.Len berjalan ke arah toko buku,tak lama Len sampai di toko buku.Len mengernyitkan kening,Toko itu sedang bersiap siap tutup.Cepat sekali.

"Kenapa tutupnya cepat sekali?" Tanya Len pada kakek pemilik toko.

"Kau sudah tahu kan berita di TV.Sekarang waktu aktivitas kita cuma sampai jam lima sore."Jelas sang kakek.

"Lagipula kenapa kau berkeliaran di jam sekarang nak? Pulanglah,bahaya untuk anak anak."

Kakek pemilik toko memasukkan buku kedalam toko.Len mengeluh,padahal dia berniat jalan jalan ke toko toko.Len juga diberitahu kakek toko buku kalau toko toko yang lain sudah tutup lebih dulu.Kakek toko buku melihat kekecewaan di wajah Len.Dia merasa iba dengannya.

"Kau bisa melihat lihat dulu nak,aku akan menunggu tapi jangan lama lama ya." Tawar kakek toko buku.

Tentu saja Len menerima tawaran itu.Cepat cepat Len melihat lihat dan membeli beberapa komik dan novel,lumayan untuk hiburan berhubung Len suka membaca.

"Banyak orang seperti mu,nak.Bosan terus menerus berada di rumah dan nekat jalan jalan demi menghilangkan kebosanan."Kata kakek toko buku saat Len membayar buku yang dibelinya.

Len mengangguk setuju.Len termasuk orang yang nekat karena dia dilarang keluar rumah oleh Lily,ibu Len.Jika Lily tahu Len kabur pasti dia dimarahi.

"Cepatlah pulang nak.Hari sudah semakin sore.Sebentar lagi mobil patroli akan jalan."

Setelah berterima kasih,Len buru buru pulang.

"Sudah jam 15:50,aku harus cepat cepat pulang.Semoga kaa-san belum pulang."

Langkah Len terhenti,buru buru dia sembunyi dibalik tembok.Mobil patroli sudah jalan! Mobil patroli adalah salah satu peraturan dari pemerintah.Mobil ini berguna mengawasi warga warga sekitar di saat waktu aktivitas berakhir.Jika ada yang ketahuan belum pulang ke rumah,mereka akan menangkapnya dan mendapat hukuman.Len mengintip dari tembok,dua orang pria dewasa tampak berbincang bincang sebelum masuk ke mobil.

'Cepat sekali mereka.Biasanya kan sepuluh menit setelah waktu aktivitas habis mereka baru mulai.Cih,pasti peraturannya diganti lagi.'

Len kembali bersembunyi saat mobil patroli menuju ke arahnya.Aduh! Sekarang jam 15:55!

'Bagaimana ini? Kalau aku keluar mereka pasti akan menangkapku."Len memutar otak,mencari cara supaya bisa kabur dari mobil patroli.

Tiiiinn! Tiiiinn!

Len terkejut.Mobil patroli menemukannya.Len berlari menjauh,mobil patroli mengejarnya.Mobil patoli menaikkan kecepatannya,sudah pasti Len akan tertangkap,dia kan tidak secepat mobil.Len mencari cari tempat sembunyi.Di depan jalan ada jembatan,cepat cepat Len sembunyi di bawahnya.Mobil patroli berhenti di atas jembatan.Dua pria tadi keluar dari mobil.

"Kemana anak itu?" Tanya salah satu petugas.

"Dia tadi lari kearah sini.Ayo kita cari."

Kedua petugas mencari tempat persembunyian Len.Dibawah jembatan,Len terengah-engah,dia kelelahan.Diintipnya sedikit dari bawah jembatan,dua petugas itu masih ada! Len melihat jam tangannya.Jam 16:05.Sudah lebih dari waktu aktivitas berakhir.

'Apa yang harus kulakukan?'

Len masuk lebih dalam saat salah satu petugas mendekati bawah jembatan.Len berjalan mundur,dia tak melihat siapa yang dibelakangnya.Tangan kurus dengan kuku panjang menjulur,hendak meraih Len.Len masih tidak menyadari ada 'orang' dibelakangnya.Tangan itu mencekram bahu Len.Sontak,Len berbalik melihat siapa yang memegang nya.Mata merah menyala,rambut hitam dan taring tajam,vampir! Vampir itu menyeringai menyeramkan,dia mencekram kedua bahu Len,menahannya supaya tidak bisa lari.Len mencoba berteriak tapi mulutnya dibekap tangan kurus vampir itu.Len melawan vampir itu sekuat tenaga tapi vampir itu lebih kuat darinya.Belum sempat vampir itu menggigit leher Len,terdengar suara tembakan.

Dor! Dor!

Tembakan peluru melesat mengenai vampir itu.Vampir itu berteriak kesakitan,salah satu petugas menarik Len mundur,petugas yang lain terus menembakinya.Vampir itu marah,dia menyerang balik dengan kuku panjang nya.Petugas itu terkena cakaran vampir di lengannya,lengannya berdarah.Pistol petugas itu terjatuh,vampir menyerang kembali petugas yang terluka.Petugas yang menarik Len ikut menembaki vampir.Vampir itu berlindung di balik sayapnya,dia berteriak marah.

'Kalau begini terus kita akan mati.'Pikir Len.

Len mencari cara membunuh vampir itu.Len ingat.Dia pernah diberitahu Lily kalau senjata biasa hanya bisa melukai tapi tidak bisa membunuh.Satu satunya cara membunuhnya dengan senjata biasa adalah melukai jantungnya.

'Oh,iya.Jantung! Tapi aku harus membunuhnya dengan apa?'

Len melihat pistol milik petugas yang terluka.Tapi jaraknya dekat dengan sang vampir.

'Mau bagaimana lagi? Mereka akan terbunuh! Aku harus menyelamatkan mereka!'

Len berlari ke arah petugas terluka.Dengan cepat dia mengambil pistol itu

"Hei,nak! Apa yang kau lakukan?!"

Len memeriksa pistol.Vampir itu menyerang Len,tapi Len belum juga menembak.

"Menunduk nak!" Teriak petugas.

Vampir itu tepat di atas Len,dengan cepat Len menembaki vampir itu tepat di jantungnya.Vampir itu menjerit,tubuhnya ambruk di atas Len.Len mendorong mayat vampir itu menjauh darinya.Petugas mendekati Len.

"Kau tak apa nak?" Tanya petugas.

"Aku tak apa,hah,tapi dia terluka..."Len menunjuk petugas yang terluka.

Petugas itu mendekati temannya.Tangan Len gemetaran,rasanya jantungnya mau lepas.Ini benar benar diluar dugaannya,semula dia berniat jalan jalan untuk melepas jenuh dan bosan,apa yang terjadi sekarang? Dia bertemu vampir dan membunuhnya! Vampir pertama yang Len temui sudah dibunuhnya.Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.Petugas itu menelepon ambulan.Segera petugas yang terluka dibawa kerumah sakit,Len diantarkan pulang ke rumah.

"Ya ampun! Apa yang terjadi?"

Lily berteriak panik melihat anaknya diantar pulang polisi.Para polisi menjelaskan apa yang terjadi sementara Len hanya menunduk.

"Tak lama lagi kami akan kembali untuk meminta keterangan anak anda.Sekarang kami harus kembali dulu untuk memeriksa TKP." Para polisi angkat kaki dari rumah Len.

"Terima kasih banyak sudah mengantar anak saya pulang dengan selamat,tolong maafkan perbuatan nya." Ucap Lily.

Setelah para polisi pergi,Lily menatap tajam Len.

"Len! Jelaskan apa yang terjadi!" Perintah Lily.

"Err,na-nantikan juga dijelaskan..."

"LEN!" Lily kesal.Dia tak suka jawaban putranya.Mata Lily melihat kantung kertas berisi buku buku yang dibeli Len.Lily menghela nafas.

"Len keluar rumah lagi kan?" Tanya Lily lembut.

Len menunduk,tak berani menatap Lily.

"Len,kaa-san menyuruh mu untuk tetap dirumah demi keselamatan mu saat kaa-san pergi kerja."

"Aku tahu..." Kata Len pelan.

Lily kembali menghela nafas.

"Saat polisi datang,jelaskan semuanya."

Setelah mengatakan itu Lily pergi ke dalam kamarnya.

'Kaa-san pasti kecewa...'

Lily POV

Aku mengambil handphone dari saku celanaku.Kulihat aplikasi pelacak buatanku.Ternyata memang benar...Len keluar rumah lagi.Aplikasi pelacak ini kubuat sendiri untuk melacak kemanapun Len pergi.Aku menaruh chip pelacak ke dalam sepatu,jaket,apapun yang sering dipakai nya.Jadi saat aku tidak bersamanya aku masih bisa memantau kegiatannya.

Hahh...sudah berapa kali dia kabur? Aku membuka fitur daftar pelarian di aplikasi pelacak.Nama yang aneh memang,tapi seperti itulah kenyataannya.Karena peraturan yang semakin ketat,semua ini terasa seperti penjara.Len tahanannya,aku pengawasnya,dan peraturan adalah kepala polisi.Mau bagaimana lagi? Dunia sudah tidak aman sejak berabad lalu dengan munculnya vampir.Vampir yang muncul dalam jumlah banyak menangkap banyak orang dan menimbulkan angka kematian yang sangat tinggi.Siapapun yang tertangkap pasti akan mati karena darah mereka akan dihisap.Sejarah mencatatnya sebagai tragedi yang paling mengerikan dalam umat manusia.Tidak ingin terulang lagi, pemerintah mengeluarkan peraturan ketat untuk menanggulanginya.Peraturan yang dikeluarkan sebenarnya efektif untuk menekan jumlah korban,tapi akhir akhir ini banyak orang yang melanggarnya.Alasannya sama seperti Len,bosan.

Kalau seperti ini terus,sejarah akan terulang lagi.Bagaimana cara mengatasinya?

Ahh...pusing...

Lebih baik aku kerja lagi untuk mengalihkan perhatianku dari semua masalah ini.Aku membuka laptopku,kubuka desain senjata baru untuk VAMKILL.VAMKILL adalah organisasi khusus yang bertugas untuk membunuh vampir.Kalian bertanya pekerjaan ku apa? Aku akan menjawab, pekerjaan ku adalah peneliti sekaligus perancang senjata VAMKILL.Bisa dibilang aku juga seorang VAMKILL tapi aku tidak memiliki tugas membunuh mereka,tugasku hanyalah meneliti para vampir dan membuat senjata baru yang lebih akurat untuk melawan vampir.Dulunya aku hanyalah ilmuwan biologi biasa,suatu hari VAMKILL tiba tiba menyeretku untuk menjadi anggota mereka,aku kurang suka alasan mereka menjadikan ku anggota mereka tapi aku tetap menerima tawaran nya.Semua ini demi melindungi anakku,setelah kepergian Leon.

Tok Tok

Terdengar suara ketukan pintu.

"Kaa-san?"

Mendengar suara Len,aku cepat cepat menutup laptopku.

"Ada apa sayang?"Tanyaku.

"Polisi sudah datang." Len memberitahuku.

"Tunggu sebentar ya."

Len mengangguk lalu menutup pintu.Fiuh,hampir saja ketahuan.Len tidak boleh tahu kalau aku adalah VAMKILL.Aku juga tidak memberi tahu siapapun tentang pekerjaan ku ini.Aku keluar dari kamarku,kulihat beberapa polisi menantiku,Len duduk di sofa agak jauh dari mereka.

"Mari kita mulai kesaksian nya." Kata polisi.

Dunia Lain.

"Nah,Rin.Mulai besok kau bisa pergi kemana pun kau mau."

Seorang gadis bernama Rin tersenyum manis mendengar kata kata yang diucapkan ibunya.

'Akhirnya hari yang kutunggu tiba.' Batin Rin.

"Jangan lupa minum ini." Rei,ayah dari gadis itu memberikan sebuah botol berisi cairan bewarna ungu kehitaman.

Rin mengambil botol pemberian ayahnya.Botol ini adalah penopang hidupnya di dunia manusia.Rin memasukan botol itu kedalam tasnya.Dia juga sudah minum darah manusia untuk menguatkan tubuhnya.

Rei mengayunkan tangannya membuat portal hitam.Portal itu semula kecil namun lama lama membesar.Setelah ukuran portal cukup besar untuk dilewati Rin,Rei menghentikan ayunan tangannya.

"Segala keperluan di dunia manusia sudah ayah siapkan."Kata Rei.

Rin mengangguk mantap.Rin melompat ke dalam portal,memasuki lorong panjang di dalamnya.

"Rin! Jangan lupa dengan misi utamamu!" Seru Rui sebelum portal menutup.

"Pasti!" Balas Rin.

Pintu portal menutup.Sekarang Rin meluncur di lorong portal yang dibuat ayahnya,menuju dunia manusia.

"Dunia manusia,bersiaplah berlutut dihadapanku.Karena aku,sang putri vampir Rin Kagene akan menguasai dunia kalian."