Hello minna, makasih buat yang review fanfic pertama aku, dan langsung Lemon?! Sebenernya aku buat ni cerita karena iseng- iseng aja soalnya dapet ide- ide aneh setelah membantu project temen untuk di Screenplays. Oh iya ternyata pas aku liat- liat ff ku lagi, ternyata ada bayak typo, EYD yang salah, dll. Gomen...Saran dan kritik kalian aku jadikan acuan untuk lebih baik ke depannya lagi.
Balesen review:
Luca Marvell: ehehe, iya Sasuke emang gitu, gengsi- gengsi tapi mau (mau rape Naruto!) uahahaha*DirasengganNaruto&Sasuke(eh.. emang sasuke bisa rasenggan?)
RaraRyanFujoshiSN: ya pasti, asal bayak dukungan dari kalian semua!*terharu biru.. ini aku lanjutin, Sasu emang mesum tingkat dewa!
Sheren: Ok! Thanks.
Aaind88: makasih ya udah nyemangatin aku! O ya untuk prolognya itu sebenernya nyeritain tentang perasaannya Sasuke waktu pertama ketemu, 6 tahun yang lalu. Maaf ya kalau kalimatnya bayak yang rancu, habis baru pertama nulis cerita fanfic.
Azurradeva, yunaucii, hollow concrete & yuki amano: ok, ini di lanjutin!
Bohdong. palacio: yap, nanti diceritain. Oya sebagai informasi sebenarnya sampai sekarang Naru masih belum inget pertama ketemu Sasu. Ckckck Kasian Sasu dilupain *DilemparShurikenSamaSasuAuthorKabooorrr
Phoenix Emperor NippleJae: maksih masukannya! Semoga di chap ini ga ada kesalahan lagi. Arigato..
Shikakukouki777: Makasih reviewnya, ni langsung update kilat!
#N special thanks to Ummi yang mau baca cerita aku, n buat temen2 kampus aku yaitu B*** and Official
Disclaimer: Masahi Kishimoto
Song Of The Sun is mine
Pairing: SasuSeme x NaruUke
Rating: M ++
WARNING: Yaoi, BDSM, Rape, Typo&EYD (semoga ga ada), Alur masih flashback, GAJE, Huring (Humor Garing) dari Author, OOC bangetz, full of LEMON.
Don't like don't read
.
.
Apakah kau percaya bila ada orang yang bilang kepadamu kalau di umurnya yang terbilang dewasa dan cukup untuk menikah kalau dia belum pernah merasakan cinta pertama? Dan apakah kau percaya bila laki- laki yang mempunyai ketampanan melebihi Hermes dan Appolo itu bilang kepadamu bahwa saat ini ia sedang mengalami cinta pada pandangan pertama pada seorang bocah? Apalagi bocah berumur 10 tahun itu juga laki- laki sepertinya. Mungkinkah ia seorang pedofil homo? Ah, cinta memang bisa membutakan seseorang, walau dalam keadaan seburuk apapun bila itu berhubungan dengan cinta segalanya akan menjadi indah.
Song two
Naruto membuka matanya perlahan- lahan, dari pantulan bola matanya ia melihat sebuah kamar mewah yang begitu indah dipandang, dengan perpaduan warna beige dan putih pada dinding dan desain interior dengan aksen perak dan gold membuat kamar itu terkesan bak kamar kerajaan. Apalagi dengan segala macam furniture mewah yang menurut Naruto harganya pasti selangit alias mahal.
Saat sudah sadar sepenuhnya dari pingsannya Naruto terkejut. Bukan karena dia bangun di kamar yang lebih mewah daripada di Hotel Chidori tadi, tapi karena tangannya yang terborgol serta keadaanya yang tidak memakai sehelai benangpun?
Naruto memberontak ingin melepaskan 2 borgol yang mengikat kedua tangannya pada kepala ranjang yang berukuran king size tersebut. Tetapi hasilnya nihil, itu malah membuat pergelangan tangannya memerah dan menimbulkan bekas.
XOXOXOXOXO
"Akhirnya kau sudah sadar." Sapa seorang laki- laki dengan rambut ravennya yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi dengan rambut yang masih agak basah dan hanya menggunakan baju mandi yang agak melorot yang memperlihatkan otot dadanya yang 'ehm' (membuat author mimisan dan pengen ambil foto otot dadanya).
"Si-apa kau? Terus kenapa aku terborgol begini, HEI JELASKAN PADAKU!" teriak Naruto sambil mencoba menarik- narik borgolnya lagi berharap agar terlepas.
"Hn, kau bersemangat sekali Dobe-kun! Tapi tolong jangan banyak bergerak, nanti pergelangan tanganmu yang indah itu bisa terluka." Sambil menunjukkan smlirk mautnya. Bulu kuduk Naruto langsung berdiri mendengar ucapan Sasuke yang OOC banget.
"Kalau begitu lepaskan aku TEME!" pinta Naruto dengan nada agak kasar.
"Hn, tidak akan sebelum kau menjadi milikku!" Sasuke mendekati Naruto Sambil memandang tubuhnya dengan penuh niat busuk.
"Apa maksudmu? Memangnya aku barang apa!". Sasuke malah diam mendengarkan ucapan Naruto dan semakin mendekat ke arahnya. "apa yang kau lihat TEME! Jangan pandangi aku seperti itu!" Naruto membuang wajahnya ke samping untuk menetralisirkan rasa malunya karena dipandang oleh mata Onix laki-laki yang dia panggil Teme tersebut ( Sasu kan belom ngenalin dirinya).
"Jangan panggil aku Teme. Panggil aku Sasuke, Dobe!" pinta Sasuke pada Sang pemilik mata biru laut tersebut. Sasuke memegang kepala Naruto dan menariknya agar memandang kearahnya. Biru bertemu dengan Onyx, membuat wajah Naruto memerah seketika karena terpesona oleh ketampanan sang adam di depannya.
"Kau sendiri memanggilku DOBE! Aku juga punya nama yaitu Naruto, dasar TEME!" teriak Naruto untuk menutupi rasa gugupnya.
"Khu khu khu, kau tidak berubah Dobe, ah maksudku Naruto." Sasuke tertawa Nista saat mendengar ucapan yang sudah lama ia tidak dengar. Ya...terakhir kali dia mendengarnya sekitar 6 tahun yang lalu di sebuah taman.
"Apa yang kau tertawakan? hei cepat lepaskan aku! Kalau tidak aku akan melaporkanmu ke polisi karena tindak penculikan dan penganiayaan!" ancam Naruto dengan memandang tajam kepada mata Onyx yang sekarang berada di atasnya tersebut.
"Hn, aku tidak mau. Kalau kau mau laporkan saja, tetapi karirmu akan hancur karena sudah diperkosa oleh laki- laki." Ancam Sasuke sambil membelai- belai 'adik' Naruto yang masih tertidur.
"Apa maksudmu, siapa yang sudah diperkosa?" Naruto masih belum loading otaknya, maklum masih pentium lama.
"Ah maaf aku salah, maksudku akan diperkosa olehku." Jawab Sasuke to the point. Naruto hanya bisa mematung karena otaknya masih belum loading sepenuhnya.
"Heee?Ah~ apa yang kau lakukan?" Naruto terkejut karena Sasuke yang tadi hanya membelai ringan penisnya sekarang sudah mulai berani memegang dan meremas 'kedua bola kembar' Naruto, hingga membuat kejantanannya setengah berdiri.
"Aku hanya ingin memanjakanmu Dobe. Kau suka? Sepertinya 'adikmu' ini menikmatinya." Seru Sasuke sambil menyentil ringan penis Naruto.
"Aaah...Hen-ti kan!" Naruto mendesah pelan karena sentuhan-sentuhan lembut Sasuke pada tubuh bagian bawahnya itu.
"Hm, sepertinya lubang kecilmu ini juga ingin dimanjakan?Hn.." Sasuke mengelus-elus lubang rectrum Naruto yang sejak tadi berdenyut-denyut.
"Akh, apa yang kau lakukan? Argh ahhh ah.." Sasuke kini mengocok- ngocok penis Naruto dengan tempo sedang dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih mengelus- elus lubang pink Naruto yang seakan-akan ingin menghisap sesuatu.
"Ergh..uah...aah..aah..." Sasuke mempercepat tempo kocokannya pada penis Naruto, membuat Naruto hanya bisa mendesah.
"Hagaimana Dobe? Nikmat kah? Bagaimana kalau begini..?" si pemilik rambut raven tersebut mengangkat pinggul Naruto, lalu memasukkan satu jarinya ke dalam lubang rectrum Naruto.
"Ah...ittai, keluarkan Teme, ah sakiit!" Naruto yang tadi menerima perlakuan Sasuke karena terangsang, kini memberontak dengan menendang-nendang Sasuke, membuat Sasuke harus mengeluarkan jarinya dari dalam 'lubang' Naruto dan sedikit menjauh karena menerima tendangan telak diperutnya yang sixpack. " Ukh..'' Sasuke meringis dan memegang perutnya yang agak sakit karena tendangan Naruto tadi cukup keras.
"Kau nakal sekali Dobe! Kalau begini tidak ada cara lain, aku akan memakai Plan B." Sasuke langsung mengambil kotak yang sudah dipersiapkannya di bawah tempat tidur (woow perencanaanmu matang sekali Sas! *authorsaluutcokluut).
"A-apa itu? Tali sama...eeehhh apaan tuh?" Naruto terkejut dengan alat-alat yang dikeluarkan oleh Sasuke , apalagi dengan barang yang bentuknya mirip penis laki-laki dengan ukuran cukup besar itu (dildo vibrator).
"Ini perlengkapan SM. Apa kau pernah menggunakannya Dobe?" tanya Sasuke dengan nada menyelidik.
"Mana mungkin aku menggunakan barang 'menjijikkan' itu!" wajah Naruto menjadi merah padam.
" Hoo..benarkah? Kalau begitu kau harus bersiap-siap, karena kau akan menggunakan barang-barang 'menjijikkan' ini Dobe! " Sasuke lalu mengikat kedua kaki Naruto pada pahanya sendiri, sehingga kedua kaki naruto terbuka lebar. Tidak hanya itu Sasuke pun mulai memasukkan vibrator kecil yang berbentuk oval ke dalam lubang rectrum Naruto.
"Au..ah..aaaah ukh...aaahhhh~~." Naruto mengerang hebat saat dirasakannya benda yang dimasukkan Sasuke tadi bergetar hebat dalam lubang anusnya, sepertinya benda itu di gerakkan oleh remote yang dipegang sasuke yang terhubung dengan vibrator.
"Kau erotis sekali Dobe... Sepertinya kau menyukainya. Aku akan membuatmu lebih Nikmat lagi, sampai kau memohon agar dimasukki olehku." Sasuke lalu mengecup kening Naruto, lalu turun kehidung, kemudian mulai mengecup ringan bibir Naruto yang mungil itu.
"Mmmppp..." Naruto menutup mulutnya dengan erat saat sasuke ingin memasukkan lidahnya ke dalam mulut Naruto.
"Hei Dobe, buka mulutmu!" titah Sasuke. Naruto hanya menggeleng- gelengkan kepalanya tanda penolakan. Sasuke pun mau tak mau, suka tidak suka, ingin tidak ingin, sayang tidak sa...*plak.
Sasuke akhirnya menekan tombol max pada remote yang dia pegang, agar Naruto mau membuka mulutnya. Tetapi Naruto tetap kekeh menutup mulutnya semakin rapat (ga mau kalah). Muncullah tiga kerutan di dahi Sasuke tanda kekesalan pada Dobenya yang keras kepala itu (tetapi Sasuke masih tetap mempertahankan tampang stoicnya walau lagi marah (Jaim ni Suke!).
Sasuke pun tidak kehabisan akal, dia kini memainkan nipple Naruto yang sedari tadi menganggur. Dia menarik- narik & memelintir nipple Naruto hingga menegang dengan tangan kanannya, sedangkan mulut Sasuke masih mencoba memasukkan lidahnya kedalam mulut Naruto.
"Akh.." Naruto membuka sedikit mulutnya Saat dirasakannya Sasuke mencubit keras puting kanannya yang pink sehingga menjadi memerah. Kesempatan itupun tidak disia- siakan Sasuke, dia langsung memasukkan lidahnya lalu menjelajahi gua lembab di dalam mulut Naruto, mengabsen setiap giginya, dan mengajak lidah Naruto agar bermain- main dengan lidah miliknya. Pergulatan lidah pun terjadi dan Sasukelah yang menang (ya iyalah, Naru kan belum pengalaman).
"Um,,,mmmmhhhh,,ump" Naruto ingin mengatakan sesuatu tetapi tertahan dengan bibir Sasuke yang kini menciumnya dengan 'ganas'.
Kini hanya terdengar suara decakan dan saliva yang keluar mengalir dari ujung bibir mereka akibat pergumulan panas yang terjadi di dalam mulut masing- masing.
Setelah beberapa menit kemudian...
"Uah...ah..hah Hhh Hhh, uhuk uhuk..." Naruto terbatuk saat Sasuke melepaskan pangutan mereka yang begitu panas untuk menambil nafas. "kau mau membunuhku TEME!" bentak Naruto pada Sasuke, tetapi malah tidak ditaggapi.
"Hn,, lihatlah wajahmu Dobe, begitu merah seperti jus tomat kesukaanku, apa ini french Kiss pertamamu?" tanya Sasuke sambil mengelap saliva yang mengalir diujung bibir dengan ibu jarinya lalu menjilatnya.
"Ka-kalau memang iya lalu kau mau apa?" jawab Naruto polos.
"Hn, begitu..." Sasuke melepaskan vibrator yang ada di dalam lubang anus Naruto. Lalu mengambil Dildo vibrator dan mengolesinya dengan cairan yang ada di botol kecil yang diambilnya dari dalam kotak tersebut.
"Mau apa kau dengan itu? Jangan bilang kalau..." tanya Naruto dengan ketakutan, kalau- kalau pikirannya benar.
"Hn.. Sesuai yang ada di pikiranmu Dobe. Habis kau membuatku gila dan ingin cepat- cepat memasukimu, tetapi karena ini saat pertamamu melakukan anal sex.. Jadi aku harus mempersiapkanmu agar muat dengan 'ukuran' ku agar kau tidak kesakitan ." Sasuke menjelaskannya secara gamblang, membuat Naruto membayangkan 'ukuran' Sasuke.
"Siap- siap Dobe..." Sasuke tersenyum nista. Dan mulai memasukkan Dildo vibrator perlahan- lahan ke dalam lubang anus Naruto.
"Akhhhhhhh..." Erang Naruto saat vibrator yang ukurannya lebih besar itu menembusnya, hingga membuat Naruto seperti terbelah dua.
To be continuee...
Fuh...akhirnya selesai juga Chap 2 nya, maaf harus berhenti saat belum muncul 'adegan' utamanya... Soalnya ni update kilat! Author juga kena virus flu batuk ni, jadi adegan SMnya nanggung gini.
And untuk yang pesen Lemon maaf ya kalau Lemonnya kurang Ok.
Kritik dan Saran?
Silakan Review!
