INNOCENT MAN

Naruto belong Masashi Kishimoto

Fic terinspirasi dari drama berjudul Nice Guy

By. Ghome

Rated : M

Pairing NaruHinaLovers

Chapter 2

"koko.. Naruko.." seru Naruto saat memasuki halaman rumahnya yang cukup sederhana itu.

"hey, cokolatholic! Kakak punya coklat untukmu Naruko..." namun tak ada jawaban dari dalam rumah. Naruto melihat ada sepatu adik perempuannya di rumah dan mengira mungkin adiknya sudah tidur. Naruto segera mencuci mukanya dengan kran air di depan rumah.

"nona Naruko, apa kamu ingin tidur sebelum makan?" tetap tidak ada jawaban, Naruto mulai gelisah segera menyalakan lampu kamar. Netra shappirenya melihat adiknya tergeletak tak berdaya dilantai dengan badan menggigil dan demam tinggi. Sambil memakaikan jaket dan kaos kaki pada adiknya, Naruto terus memberondong Naruko dengan pertanyaan serta makian karena tak jujur bila sedang sakit. Tiba – tiba saja ponsel Naruto berbunyi, mata Naruto terbelalak karena diseberang sana ada suara gadis yang tengah menangis tak lain adalah Sakura. Gadis yang sangat dicintainya dan Sakura mengatakan agar Naruto segera datang menjemputnya di hotel meskipun Naruto sudah menjelaskan bahwa adiknya tengah sakit namun Sakura tak mau mengerti. Mendengar suara putus asa dari gadis yang dicintainya akhirnya Naruto pasrah untuk menemuinya. Tapi Naruko menahannya,

"niichan, jangan pergi.. aku sakit" dengan isakan Naruko menahan lengan kakaknya.

"Sakura-nee sedang dalam situasi darurat, niichan harus segera menemuinya Koko. Niichan janji akan segera datang kesini setelah selesai dan membawamu kerumah sakit. Berhitunglah sampai 500 aku berjanji akan kembali" seraya mengulurkan kelingkingnya

"jika niichan tetap menemuinya aku akan sakit dan mati!" sambil menghempaskan tangan kakaknya. Naruto berada dalam dilema, tapi keinginan untuk menemui Sakura juga kuat. Akhirnya Naruto memilih untuk menemui Sakura dan meninggalkan adiknya yang tengah sakit dan terisak.

.

Naruto bergegas menuju hotel tempat Sakura berada. Ternyata di kamar hotel tempat Sakura berada ada seorang pria tengah terbujur kaku bersimbah darah. Sementara Sakura meringkuk di pojok tempat tidur. Naruto memeriksa lelaki yang terbujur itu dan dia langsung shock karena lelaki itu sudah mati.

"Naruto, apa lelaki itu sudah mati?" tanya Sakura ketakutan dan hanya dijawab anggukan oleh Naruto.

"kenapa? Kenapa dia bisa mati? Aku tidak membunuhnya Naruto!" ujar Sakura dengan berlinang air mata. Naruto hanya diam dan menatap Sakura dengan pandangan yang sulit diartikan.

"kenapa kamu memandangku seperti itu Naruto?" Sakura mulai panik dan tak terkendali, dia tetap bersikeras tidak membunuhnya. Naruto segera bangkit dan mengambil selimut untuk menutupi mayat pria itu dan berjalan mendekati Sakura.

Melihat gadis bersurai pink itu memegang pecahan botol, Naruto bertanya

"apa kamu yang memukulnya dengan menggunakan itu Sakura-nee?"

Sakura menggeleng dan malah memecahkan botolnya.

"aku tau kalau kau melindungi dirimu dari lelaki itu karena dia ingin berbuat jahat pada neechan, kamu bisa menyerahkan diri karena itu tindakan pertahanan dan pembunuhan tak disengaja, pasti hukumannya ringan" Naruto memberi saran kepada gadis bermata emerald di depannya dan tentu saja Sakura menolaknya. Sakura memikirkan karirnya sebagai reporter akan berakhir begitu saja jika pembunuhan ini diketahui oleh publik.

"apa masalahnya kalau kamu berhenti menjadi reporter? Kamu dapat memulai dengan hal yang lain" ujar Naruto menenangkan.

"aku tak mau hidup miskin Naruto, aku sudah berjuang keras untuk menjadi seperti sekarang. Jika aku kembali menjadi orang miskin, lebih baik aku mati" ucap Sakura lalu dia mencari pecahan beling dan mencoba untuk bunuh diri.

"kenapa kamu seperti ini Sakura? Apa kamu gila?!" bentak Naruto.

"15 tahun yang lalu aku bermimpi untuk menjadi seorang reporter untuk keluar dari kemiskinan. Semuanya berakhir sekarang, biarkan aku pergi!" seru Sakura dan tangan Naruto malah terluka karena menahan Sakura. Sakura mencoba untuk melihat luka Naruto, tapi Naruto malah menghempaskannya.

"apa aku tidak bisa menjadi alasannya? 13 tahun terakhir, aku juga... kamu adalah orang yang terus membuatku berjuang ketika itu tidak ada sebuah harapan. Seorang pria sepertiku... tidak bisakah kau jadikan alasan untuk tetap hidup?" bentak Naruto.

Suasana menjadi hening, keduanya duduk bersandingan dengan tenang.

"apa kamu pikir... kalau Tuhan itu ada?" tanya Sakura memecah keheningan "Tuhan tak adil padaku, kenapa Dia membiarkan semua ini menimpaku? Tuhan membiarkanku bermimpi tapi tiba – tiba menghilangkannya? Dia seharusnya menghancurkanku sejak awal. 'Lakukan yang terbaik' 'kamu dapat merubah takdirmu' kenapa dia memberikanku kepercayaan? Kenapa Dia membiarkanku bermimpi pada mimpi yang kosong?" Sakura bertanya – tanya.

"mungkin kamu bukan tipeNya. Seorang wanita yang sempurna dan cerdas sepertimu. Seorang wanita yang seksi dan cantik. Dia mungkin dengki" jawab Naruto dan Sakura tersenyum mendengarnya.

"aku lapar Naruto, aku akan pergi ke kantor polisi lalu meminta mereka untuk memesan semangkuk sup. Aku akan menyerahkan diri" ucap Sakura sambil mengambil telepon tapi tiba – tiba saja Naruto merebutnya.

CUP!

Naruto dengan tiba – tiba mencium gadis musim semi tersebut, bibir mereka bertemu dan Sakura hanya diam karena kaget dengan apa yang terjadi. Setelah ciuman singkat itu Naruto segera beralih tangan sewarna tan milik Naruto segera menghapus bekas sidik jari yang menempel di TKP. Sakura yang baru tersadar dengan ciuman mendadak dari pria berambut pirang dihadapannya segera bertanya pada Naruto,

"apa yang kau lakukan Naru?"

Naruto tak menjawab apapun dan tetap membersihkan sidik jari Sakura di nakas dekat tempat tidur dan di botol.

"Naru.. apa ini?" tanya gadis musim semi lagi.

"aku yang membunuh orang ini" jawab Naaruto seraya membersihkan sidik jari di pecahan botol. Sakura kembali menangis.

"jangan lakukan itu Naru... jangan lakukan itu Naruto..." Sakura makin menangis melihat Naruto yang bersikeras membunuh pria itu.

"jangan pernah melihat ke belakang. Lihatlah ke depan. Lihatlah lurus ke depan dan ke depan" ujar Naruto sambil memegang lengan Sakura.

"tidak Naru, jangan lakukan itu. Biar aku saja yang melakukannya... kenapa harus kau Naruto?" tolak Sakura sambil menangis dan memeluk Naruto.

"tidak masalah bagiku jika aku tidak menjadi seorang dokter. Tapi Sakura, kamu tidak dapat hidup jika mimpimu hancur. Aku takut jika pikiranmu akan sakit dan menderita karenanya. Dan kamu hanya mati muda seperti itu. Pergilah.." kata Naruto seraya tangannya melepas pelukan dan menyuruh Sakura pergi.

Sakura menyetujui perkataan Naruto, dia langsung pergi meninggalkan hotel tersebut. Naruto terus menatap punggung gadis musim semi itu yang bergerak semakin menjauh.

To be continue...

.

Hinata hime akan muncul di chapter depan! Dia masih saya simpan dulu, hehe.

Penasaran dengan chapter selanjutnya?

Review anda semangat saya dan sangat saya harapkan!

Terima kasih ^^