"TUJUH-BELAS? Bukannya TIGA-BELAS ya?"
A SEVENTEEN Fanfiction.
Genre : humor kurang sehat
pair : tertera pada summary
an : maaf kalo kurang lucu, salahkan seungkwan ... HAHAHA.
a.n : Maaf repost – enjoy!
.
ACT 1 : BAGAIMANA CARA MENGHENTIKAN TERIAKAN DIVABOO?
...
-pembaca sebagai sudut ketiga-
/Krieeeettt/
Hey, selamat datang di GOLDENBOY High School. saat ini kita berada di gerbang depan.
Apa kalian… mengenal seventeen yang bertiga belas? Kali ini, kita akan mulai menceritakan para anggotanya yang… emm.. ya begitulah.
.
.
.
Setiap orang di sekolah mengenali siapa Boo Seungkwan, murid kelas 1 di sekolah GOLDENBOY high school, yang sebenarnya tidak hanya pria yang bersekolah disana.
serius kalian tidak mengenalinya? baiklah...
berpipi chubby? check.
manis? check.
Tajir? check. (tapi tetap, mingyu juaranya)
pintar bernyanyi? oh tentu saja.
Hanya saja... kekurangannya...
"HEH LU BANGKE SINI LU! SINI IYA ELU SANHA ELAH BOCAH BEHEL LAMA AMAT KAKI LU KAN PANJANG!"
hobi menghina orang dan...
dia ada di kelasnya, ngomong - ngomong.
.
.
.
Sementara itu di waktu yang sama di gedung kelas 3...
"psst. Jisoo, lagi lagi anak itu berteriak." seorang pemuda manis bername-tag Yoon Jeonghan berbisik pada teman sebangkunya yang sedang asyik menulis pelajaran, tanpa menghiraukan Jeonghan.
/pats/
"yaaaa, Pangeran Hong Jisoo yang terhormat yang berasal dari joyland* kamu mendengar si berisik Boo Seungkwan itu berteriak, kan?" tanya Jeonghan lagi. kali ini Jisoo malah menengok kearahnya, tersenyum.
"Neo Yeppeuda~*" gumam Jisoo, yang sukses membuat Jeonghan menunduk dan menggeram rendah.
"KAMU JAHAT! AKU TANYA MALAH DIPANGGIL CANTIK!" Ups, sepertinya… Jeonghan marah…
/BRUK!/
"POKOKNYA KAMU JANGAN MANGGIL MANGGIL AKU LAGI! JANGAN PANGGIL AKU CANTIK LAGI! AWAS KAU JISOO!" Jeonghan mendorong Jisoo dari kursinya (dan tentu saja, langsung terjatuh) lalu pergi keluar kelas sembari menghentakkan kakinya. sedangkan Jisoo, dengan mata yang berputar - putar berusaha berdiri mengejar Jeonghan.
/BRUK!/
kali ini, Seungcheol yang duduk disampingnya ikut - ikutan mendorong Jisoo, sehingga ia terjatuh, lagi.
"kau, Hong Jisoo, bedebah dengan mulutmu yang memanggil Jeonghan-KU cantik. dasar om om pedo-" Seungcheol menjewer telinga Jisoo sampai berdiri, hanya saja...
ia melihat sebelah headset bertengger manis di telinga Jisoo.
Jadi Jisoo bukan mengatai Jeonghan cantik, tapi mendengarkan lagu…
"Neo yeppeu~ eu~ eu~ eu~ eu~"
/gedebug/
"YA! HONG JISOO! SADAR!"
Jisoo pingsan saking pusingnya dan sakitnya telinganya dijewer Seungcheol.
.
.
.
kantin sekolah, istirahat...
Seokmin, Junhui dan Wonwoo baru saja duduk di salah satu bangku kantin-
"HANSOL VERNON CHWE AKU LAPAR!"
- ketika lagi lagi, mereka (atau mungkin seisi kantin?) mendengar teriakan Boo Seungkwan (lagi?). Vernon, kekasih seungkwan yang bule nyasar dibuntuti oleh Minghao, Mingyu dan tentu saja ratu mereka, Seungkwan masuk ke kantin, dan celingukan, mencari barangkali.. ada bangku untuk empat orang yang kosong…
Kebetulan, bangku yang diduduki Wonwoo, Seokmin dan Junhui memang kosong…
Minghao dan Seokmin serta Wonwoo beradu tatapan, kemudian Minghao menghampiri meja mereka, diikuti Vernon, Mingyu dan tentu saja… Seungkwan.
"Kode merah. ayo pindah." desis Wonwoo. "Aku merasakan aura ratu kegelapan mendekat." lanjutnya. Seokmin mengangguk,lalu bersiap beranjak untuk pergi.
"aku setuju dengan Wonwoo. aduh ayo pergi. CEPAAT JUNHUI!" desisnya. Junhui mendadak clueless melihat Minghao tersenyum kikuk padanya, membawa sebuah kursi sembari menunjuk teman - temannya dengan dagu.
"berisik kalian berdua, jomblo." kali ini, Junhui yang mendesis, menahan tangan kedua sahabatnya dengan erat, kemudian tersenyum saaaangat manis pada Minghao.
Cih, dasar orang lagi jatuh cinta.
"YUHUUUU~ MY BABY MINGHAO SINI DUDUK SAMA AA YUK!" Junhui mendadak random, di sekelilingnya terdapat bunga - bunga imajiner mengitarinya, sementara Wonwoo yang berada di sebelahnya dan Seokmin yang berada di sebelah Wonwoo menunduk kelam.
"mampus." bisik Wonwoo.
Minghao dengan setengah berlari setengah melompat /? langsung mendekati Junhui dan duduk disampingnya.
"terimakaji kak junhi~" sapanya pede, sembari memamerkan senyumnya pada Junhui, sementara Seokmin dan Wonwoo tertawa keras, dan Junhui hanya mengangguk, lengkap dengan bunga imajiner di sekitarnya.
"iya, sama sama Minghaoku~" Balas Junhui.
"KAKAK JUNHI AKU BOLEH GAK MINTA SPAGETTI KAKAK JUNHI BBUING BBUING" kali ini Seokmin menirukan Minghao, lengkap dengan aegyo nya dan cara serta logat bicaranya. "Boleh ya kakak Junhi- ADUH MINGYU JANGAN JAMBAK JAMBAK DEH KITA BUKAN LAGI MAIN SINETRON!" lanjut Seokmin, tertunda oleh Mingyu yang terus menjambak Seokmin.
"jomblo minggir gih, pangeran mau duduk sama putrinya." gumam Mingyu, lalu mendorong Seokmin menjauh, dan duduk samping Wonwoo, kemudian memperhatikannya sembari tersenyum - senyum.
"Pindah yuk seok- loh mana seokmin?" Wonwoo malah celingukan mencari Seokmin, tanpa memperhatikan Mingyu, yang langsung menarik dagu Wonwoo untuk menghadapnya.
"Jangan cari cari Seokmin, ah. babang Mingyu cemburu nih. Kak Wonwoo mau makan apa? Babang bayarin deh. Tapi jangan bingsoo ya, disini mahal." ujarnya, sambil memperhatikan mata Wonwoo yang berkedip.
"kak Wonwoo?" panggilnya lagi. Wonwoo masih terus berkedip.
berkedip..
berkedip...
berkedip...
"Jun, Babang Mingyu siapa, ya?" tanya Wonwoo, sembari mencolek Junhui yang sedang melahap spagetti yang disuapi oleh Minghao, tentu saja...
"HAHAHAHA GAGAL LU BRO!" - yang ini vernon
"HAHAHAHAHA SIAPA BABANG MINGYU YA? HAHAHAHA TERNYATA ADA YANG LEBIH LEMOT DARI MINGHAO. SELAMAT TEM LU DAPET YANG MODEL MODEL MINGHAO, MAKANYA JANGAN NGATAIN MINGHAO TE- HMPPPHH!"
"AKHIRNYA! TERIMAKASIH KEPADA PENCIPTA ROTI! AKHIRNYA AKU MENGHENTIKAN SEUNGKWAN! HAHAHAHA" Seokmin tertawa jahat, setelah berhasil membungkam mulut Seungkwan dengan roti yang kebetulan ia pegang.
seungkwan sih, enak enak saja dikasih roti gratis sama selebritis iklan pasta gigi semacam Seokmin.
hening...
"ADUH ADUH ADUDUDUDUHHH PERUT KU SAKIT!" Seungkwan mendadak menjambak rambut Vernon yang stay cool sebelahnya. "SAAAAKIIIIIT ASTAGFIRULLOHALADZIM MAMAH AMPUUNN AAAHH SAKIIITTT!"
Minghao, Junhui, Seokmin, Wonwoo dan Mingyu sontak menutup telinganya.
teriakan Seungkwan dari lantai 1 aja kedengeran keras, apalagi sebelahan, pecah kali gendang telinganya.
Tapi kenapa pita suara Seungkwan tidak putus ya?
Oke skip.
"YATUHAN VERNON HANSOL CHWE TOLONG HENTIKAN PEKIKAN RATU PANTAI SELATAN ITU TOLONG!" kali ini yang berteriak Eunbi, yang lebih senang dipanggil SinB yang duduk di bangku samping mereka, dibarengi anggukan seisi kantin.
Udah keras, salah lagi. Dasar SinB ini….
Vernon sih, masih stay cool sambil berusaha melepaskan rambutnya dari cengkeraman makhluk buas bernama Seungkwan.
"ADUH CALM DOWN BABY! Kenapa, hm?" tanyanya, Seungkwan hanya menunjuk perutnya, sembari komat kamit (bagi seungkwan, berbicara pelan sama dengan berbisik, berteriak sama dengan berbicara. jadi komat kamit sama dengan menggerutu dengan suara biasa) menahan perutnya yang tiba tiba sakit.
"YANG TAU PERUT GUA SAKIT KAN YAAMPUN BULE BEGO AH SIAL ADUDUDUDUHHH GAKUAAA-"
/bruk/
Seungkwan tumbang karena sakit perut yang tiba – tiba menyerangnya, pemirsa.
.
.
.
Niatnya, sih, Seokmin, Wonwoo, Mingyu, Junhui serta Minghao mau berbaik hati menggotong Seungkwan yang agak bohay itu ke UKS. tapi...
di depan kelas 9, Choi Yuna sedang kerepotan membawa beberapa buku, dan dengan sok gentle, Seokmin membantunya.
Wonwoo bertemu dengan Soonyoung, dan langsung kabur ke sekretariat OSIS, diikuti Mingyu yang sepertinya cemburu buta.
Junhui dan Minghao... jangan tanya mereka kemana, pasti mojok.
yah... pada akhirnya Vernon sendiri mengangkat Seungkwan sampai ke UKS.
"Bu, permi - - eh Ichan* lagi apa dimari? lu kan anak SMP mana boleh kesini" Vernon yang melihat Lee Chan sedang duduk disamping kasur dimana Jisoo juga terbaring pingsan langsung bertanya.
tentunya setelah menidurkan Seungkwan pada kasur, jahat sekali kalau ia meninggalkan Seungkwan terbaring di lantai.
(Itu pacarnya, bukan keset welcome.)
Lee Chan hanya tersenyum manis.
"tadi kak Seungcheol telpon, katanya kak Jisoo butuh temen di UKS, katanya kak jisoo pingsan abis lari panas panasan. jadi Ichan nungguin aja." jelasnya polos. Vernon hanya mengangguk, mengamini, kemudian berjalan menuju kotak obat mengambil obat sakit perut, beserta minyak angin untuk menyadarkan Seungkwan.
"Lagian kan, kalo kak Jisoo bangun, nanti yang diliat pertama Ichan, jadi... nanti kak Jisoo bisa jadi suka sama Ichan." lanjut Lee chan, sambil terus memperhatikan wajah tampan (tapi ngenes) nya Jisoo.
Vernon mendadak pusing mendengar perkataan Leechan.
'ini siapa yang ngajarin Ichan sih. masih smp udah tau cinta cintaan. dasar.' batinnya.
padahal, dia sama seungkwan udah pacaran dari SMP.
"VERNON MAAF AKU ABIS BANTUIN AYANG YUNA- - EH ADA ICHAN! HAI ICHAN!" Seokmin tiba tiba masuk ke ruangan, lengkap dengan bunga bunga imajiner yang mendadak mengembang saat melihat Lee chan.
Leechan tersenyum, manis sekali.
"Hai kak Seokmin. kak Seokmin mau menjenguk kakak Jisoo tampan juga? kasian pangeran Ichan, lari lari siang sampe pingsan gini..." Leechan menunduk sedih.
begitupun Seokmin, mendadak terkena petir imajiner dan menggosongkan seluruh bunga yang ada...
cintanya bertepuk sebelah tangan, bung.
Vernon? jangan tanya, sekarang dia tertawa sembari masih mencari obat untuk Seungkwan.
.
.
.
Pulang sekolah, markas seventeen (lebih tepatnya gudang di rumah Seungcheol dan Leechan yang disulap jadi markas)
Jeonghan dan Seungcheol sedang mengobrol di pantry, sembari membuat beberapa cangkir kopi , dan susu strawberry untuk Chan, sementara Soonyoung, Wonwoo dan Mingyu sedang battle pokemon mereka (sebenarnya, Mingyu hanya ikut ikutan saja). Junhui dan Minghao asik mengobrol sambil mengemil snack milik Seungkwan dan Jihoon serta Seokmin duduk dilantai sembari mengaransemen lagu, kebetulan mereka ekskul vokal.
"Seokmin, gimana kalo ini... dijadiin versi accapella aja? kita pinjem kak Seungcheol buat beatboxnya, bagus gak sih?" tanya Jihoon, menggambar sesuatu di buku lagunya. sementara Seokmin tidak menanggapi, ia memperhatikan Leechan yang sedang belajar gitar dengan Jisoo.
"Seokmin?" merasa tidak dijawab, Jihoon memanggil Seokmin kedua kalinya, kali ini lengkap dengan memandang wajah Seokmin.
tatapan sedih, mulut terbuka, idung kembang – kempis...
miris Jihoon lihatnya.
"kenapa Ichan pilih om om pedofil itu dibandingkan aku..." gumamnya pelan, tapi terdengar Jihoon. dan dengan segenap kejahilan serta keberanian...
"KAK JISOO, KATA SEOKMIN KAKAK PEDOFIL KALAU PACARAN SAMA ICHAN!" Teriaknya keras, membuat seisi ruangan menoleh pada keduanya, termasuk Seokmin yang terbelalak kaget.
"CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN~ TAPI AKU BALAS SENYUM KEINDAHAN~" - yang ini Wonwoo, dengan suara beratnya menyanyikan sebuah lagu dengan keras, membuat Soonyoung dan Mingyu tertawa keras. Seokmin menunduk malu.
"OH GITU CHAN MILIH JISOO DIBANDING SEOKMIN? DUH KOKORO NAE DUH!" di belakang, Junhui mengompori, bersamaan dengan Jeonghan dan Seungcheol bergabung dengan yang lainnya.
"NGGAK WEH! ADIK SAYA TIDAK AKAN SAYA JODOHKAN DENGAN OM OM PEDOFIL MACAM KALIAN!" teriak Seungcheol, Jeonghan sedikit bingung harus apa, akhirnya ia merapat ke Junhui dan Minghao, ngemil.
"WEH LU APAAN SIH JUNHI SAMA KAK SEUNGCHEOL! BERISIK TAUGA!" Seokmin memerah, Junhui tertawa keras di sofa, Jisoo berdiri lalu tersenyum dan menepuk bahu Seokmin.
"yasudah, kamu ajarkan Leechan gitar, gih. biar saya sama Jihoon yang aransemen lagu." katanya, lalu duduk disamping Jihoon. "Jadi, yang mana yang akan kita aransemen, Jihoon?" tanyanya.
"MENGAPA HARUS AKU YANG MENGALAAAAH~" kali ini Mingyu yang bernyanyi, lengkap dengan backsound drum dari mulut Soonyoung dan gitar dari Junhui. Seokmin sedikit tertawa senang lalu mengambil gitar yang tadi Jisoo gunakan.
"yuk, Ichan! kakak yang ajarin main gitarnya!" Semangat Seokmin. Leechan menggeleng pelan, lalu berdiri.
"Nggak ah, Ichan ngantuk!" kemudian berlari ke kamarnya.
1..
2..
3..
"HAHAHA DITOLAK LAGI!" Soonyoung kali ini berteriak, melemparkan Nintendo DS nya lalu menari random didepan Seokmin yang masih memegang gitar dan menunduk sedih.
"..." Minghao meletakkan telunjuknya di dagu, nampak seperti berfikir.
Junhui yang sadar, langsung menoleh pada Minghao sambil bertanya ada apa.
Minghao membuka mulutnya.
"dari tadi kakak kakak semua ngomongin apa, sih?" tanyanya polos.
satu ruangan terdiam.
"astagfirullah ... Junhui kuat ya punya pacar model Minghao..." bisik Jihoon pada Jisoo, Jisoo menggendikkan bahunya.
"loh, setahu kakak mereka tidak pacaran, Jihoon." jawabnya.
Jihoon palmface.
Jisoo juga palmface.
"persis sama kayak Jeonghan sama Seungcheol." kata mereka bersamaan.
/klick/
"ASSALAMUALAIKUM! NIH BABANG BULE DATANG NIH!" Vernon berlari masuk, lalu duduk di sofa. "What's up bro!?" tanyanya pada Junhui, kemudian menggeleng pelan.
"Non, gimana Seungkwan? udah kamu anterin pulang?" kali ini, Jeonghan yang bertanya. "kasian dia, tiba tiba keserang sakit perut gitu, terus diare." lanjutnya. Vernon yang ditanya hanya melepaskan beanie nya dan menggeleng pelan.
"dibawa ke rumah sakit, kak." katanya. "Abis diare tadi, mendadak dia mual terus muntah muntah gitu. kayaknya... muntaber, deh." lanjutnya. Seokmin mengangkat tangannya.
"dari roti yang gua kasih bukan?" tanya Seokmin, merasa bersalah. Vernon menggeleng.
"katanya sih, bukan, dari air yang tadi dia minum pas olahraga. cuma pas ditanya itu air dari siapa, he's forget who is the giver." jawab vernon, Minghao menengok pada Vernon.
"apa, Hao?" tanyanya. Minghao mengacungkan telunjuknya, matanya menunduk sedih, lengkap dengan bibirnya yang di kerucutkan.
"kok hao aneh ya sama Seungkwan?" tanyanya balik, Vernon menatap wajah polos Minghao, matanya menilik penuh selidik.
"soalnya, Vernon, kalau boo seungkwan muntah muntah, kalau kata mamah minghao, itu artinya hamil..." jelasnya polos. bukan hanya Vernon, semua yang ada di ruangan membelalakkan matanya.
"... hao..." ini suara mereka ber sepuluh, (kecuali Leechan, Minghao dan Seungkwan tentunya.)
"...kalian kok menikah nggak undang undang kita sih, boo, non? jahat deh." lanjut Minghao polos.
mendadak rahang semua orang yang ada di ruangan jatuh.
"ASTAGFIRULLOHALADZIM... JUNHUI AMPUN PUNYA PACAR LEMOTNYA PARAH AMAT" yang ini suara Soonyoung, membanting bantal sofa yang sedang dipegangnya ke arah Minghao.
"ADUH SAKIT KAK! ... salah hao apa lagi sih..." keluh Minghao, menggosok hidungnya pelan...
hening...
"NGOMONG NGOMONG, BEBERAPA HARI SEKOLAH SEPI TERIAKAN SEUNGKWAN, NIH... MAU DIRAYAIN GAK INI?" Vernon mendadak berdiri di sofa dan mengacungkan tangannya, memprovokasi untuk merayakan pesta tentramnya sekolah tanpa Seungkwan.
semuanya mengangguk setuju.
"YUK AH PESTA! AYEEEEE~!"
dan... mendadak pesta dadakan di markas.
ternyata, Seungkwan sakit, semuanya malah senang, ternyata.
ACT 1 : BAGAIMANA CARA MENGHENTIKAN TERIAKAN DIVABOO?
END!
omake.
...
"kkkk~ akhirnya untuk sementara dia berhenti berteriak,,, kkkk~"
"ya tapi,, nggak dengan cara bikin dia muntaber juga, jihoon."
...
flashback :
"HAH LELAHNYA! VERNON MAU MINUM DONG CAPEK NIH ABIS OLAHRAGA!" teriak Seungkwan (lagi). Vernon yang baru saja selesai mencuci muka langsung menyambar botol minum yang ada di samping tempatnya cuci muka dan memberikannya pada Seungkwan.
"Nih, sirup jeruk dari kak Jihoon. abisin aja, i'd like to buy tea." kata Vernon. dan tanpa ba-bi-bu, Seungkwan langsung menghabiskan sirup jeruk dari Jihoon itu.
ya... sebenarnya sudah Jihoon mix dengan... obat pencahar, sih.
"YUK MINGYU, MINGHAO, KANTIN!"
REAL END.
Spoiler : ACT 2! Galau itu... menular?
...
"Seokmin, aku tahu kamu ditolak sama Ichan secara gak langsung, jangan galau gitu.."
"Jangan ribut Soonyoung, nanti kamu ketularan."
...
"KAK SOONYOUNG JANGAN SEDIH DONG JIHOONNYA KAKAK JEONGHAN PINJAM UNTUK NGANTER KAKAK KE SALON! BATAL YA KENCANNYA?"
"BERISIK LU BUNTELAN KENTUT! SANA CARI VERNON SANA HUSH HUSH"
...
"Seungkwan kenapa?"
"gatau gyu, begitu gua datang, he's crying like that."
"oh, udah jangan ditanya... galau itu menular."
...
penjelasan * :
*Joyland : Taman bermain, taman impian. sebenarnya ini sih lebih ke lagu Lovelyz yang berjudul sama...
*Neo Yeppeuda : Lirik lagu seventeen yang baru..
*Ichan : sebenernya itu dari Lee Chan, kan kalo hangul, LEE = I, tambahin Chan. Jadi Ichan. dan ini saya pikir lebih imut dan sesuai sama image nya dino di FF ini HAHAHA /ketawa jahat/
A.N : THANKS FOR REVIEWNYAAAA! HAHA NGGAK NYANGKA SEKALI BANYAK REVIEWNYA. MAU LANJUT? YUK REVIEW LAGI! /bow/
KEEP REVIEW YA!
