Joanbabykyu present
Naughty Kyu
cast : Wonkyu and other
Disclaimer : hanya cerita tidak jelas ini saja yang milik saya.
Warning : Typo (es), Boys love, judul dan cerita gak nyambung. menimbulkan muntah-muntah dan pusing mendadak. tapi segaje-gajenya cerita saya tetap saja NO COPAS NO PLAGIAT ! DLDR!
.
.
.
"Hyungg—" Kyuhyun berteriak sambil berlari ke arah Siwon yang saat ini sedang berdiri di balkon apartement mereka. Kyuhyun memeluk tubuh kekar nan hangat itu dari belakang membenamkan wajahnya di punggung tegap sang kekasih mencium bau yang selalu dapat membuat dirinya nyaman, bahkan ia bisa langsung terlelap begitu saja saat berada dalam dekapan sang kekasih. "Hyungie—" Kyuhyun memanggil Siwon lagi saat dirasanya tak ada sautan dari sang kekasih.
"Ya sayang?" Siwon bertanya sambil mengangkat tangan kirinya untuk membalas pelukan Kyuhyun. Mengusap surai madu itu dengan lembut merasakan setiap helaiannya yang terasa lembut saat bergesekkan dengan tangannya. Kyuhyun melepas pelukannya dan berpindah kehadapan Siwon menatapnya dengan mata berbinar.
"Liburan kali ini aku ingin ke Jerman Hyung. Hyung mau kan? Kita sudah lama tidak berlibur bersama. Ne?"
Siwon terdiam mendengar permintaan Kyuhyun. Bukan. Bukan karna ia tak mau. Kapan lagi ia bisa menghabiskan waktu liburan seminggu dengan sang kekasih tanpa ada gangguan pekerjaan dan lainnya. Hanya saja, ia tidak bisa. Siwon menatap lelehan caramel yang sedang berbinar itu, membuatnya tak sanggup untuk mengutarakan penolakkannya. Ia menarik pinggang Kyuhyun agar semakin dekat dengannya melingkarkan tangan kekarnya di pinggang ramping Kyuhyun. "Sayang, maaf. Tapi, Hyung tidak bisa. Baru saja Manager Hyung menelpon dan mengatakan kalau Hyung akan syuting selama 2 bulan di Hongkong."jelas Siwon berharap agar Kyuhyunnya mau mengerti.
Kyuhyun terdiam. Kecewa? Tentu saja. Padahal ia sudah membayangkan akan menghabiskan waktu berdua saja dengan sang kekasih. Namun kenyataannya Siwon memang tak pernah bisa sehari saja untuk berlibur. Kyuhyun mendongak menatap wajah Siwon yang saat ini menunjukkan raut penyesalan, melihat itu Kyuhyun tersenyum. "Tak apa Hyung aku bisa liburan sendiri. Hyung bekerjalah yang baik!"
"Mwo? Andwee—"
"Aishh, kenapa? Hyung kan tidak bisa menemaniku?"
"Pokoknya. Tidak. Boleh." Siwon berkata dengan penuh penekanan. "Hyung akan meminta Hyukjae untuk menemanimu."
"Aishh, aku tak mau Hyung! Kau taukan Hyukhyuk itu sangat cerewet! Aku tidak akan bisa menikmati liburanku."
"Aku tidak mengijinkanmu untuk berlibur seorang diri Cho Kyuhyun!" Siwon berteriak menunjukkan ketegasannya. "Pergi bersama Hyukjae atau tidak sama sekali?"
Kyuhyun mengerucutkan bibirnya, mana bisa ia menolak jika Siwon telah berkata seperti itu. "Maaf sayang, tapi Hyung tidak bisa membiarkanmu sendirian. Kau ingat saat kau liburan di Spanyol? Itu adalah saat yang paling mencemaskan selama hidupku. Membayangkan kau disana sendirian dan diganggu para perampok itu. Hyung tidak bisa membayangkan jika perampok itu mem—"
"Maaf Hyung. Aku akan pergi bersama Hyukhyuk, Hyung tidak usah cemas lagi." Kyuhyun segera mendekap Siwon. Ia tahu dan ia amat sangat merasakan kekhawatiran Siwon saat itu. Siwon yang cemas hampir menyusulnya ke Spanyol untunglah ia berhasil meyakinkan Siwon jika ia baik-baik saja. Kyuhyun bisa merasakan saat ini Siwon memeluknya erat.
"Hyungg—"
"Ya sayang?"
"Aku mengantuk."
Siwon tertawa kecil sambil melepaskan pelukannya. "Baiklah ayo kita tidur." Membawa Kyuhyun masuk ke kamar dan berbaring bersama di atas tempat tidur. Memeluknya erat agar sang Baby tidak merasakan kedinginan.
.
.
.
"Sudah siap, Baby?" Tanya Siwon kepada Kyuhyun yang baru saja keluar membawa sekoper perlengkapan untuk liburan –tanpa Siwon- nya dan akan ditemani oleh duo Eunhae juga Ryeowook.
Kyuhyun mengangguk ringan. "Eum, aku pasti akan merindukanmu Hyung." Ujar Kyuhyun setengah merengek.
Siwon tertawa kemudian menarik Kyuhyun kedalam dekapannya, menghirup wangi apel mint yang senantiasa selalu menguar dari setiap helaian rambut Kyuhyun sambil mengecup puncak kepalanya sesekali. "Tumben sekali kau berbicara seperti itu." Tanya Siwon menggoda, sesungguhnya ia amat sangat senang saat mendengar kata-kata itu dari Kyuhyun.
"Aish, jadi Hyung tidak akan merindukanku begitu?" Tanya Kyuhyun kesal. Ia melepaskan dirinya dari dekapan Siwon dan melipat tangan di dada sambil mengerucutkan bibir pink menggodanya. Oh dan jangan lupakan pipi gempalnya yang kini mengembung menambah kadar keimutan yang semakin membuat Siwon gemas.
"Aigoo, tentu saja Hyung juga akan merindukanmu. Hm, bagaimana mungkin Hyung tidak akan merindukan kekasih Hyung yang manis dan menggemaskan ini?" mencubit pipi Kyuhyun menyalurkan kegemasannya (?).
"Ackk, sakit Hyungie—" Kyuhyun melepas paksa tangan Siwon dari pipinya mengusap-usap pipinya -yang pasti memerah- yang terasa sakit itu.
Siwon menangkup wajah Kyuhyun kemudian mengecup kedua pipi yang dicubitnya tadi dengan lembut. Dilanjutkan dengan mengecup sang plumy dengan lembut dan penuh tuntutan membuat Kyuhyun mau tak mau membalas ciuman tiba-tiba dari Siwon.
.
.
.
One week later
Kyuhyun, Eunhyuk, Donghae dan Ryeowook baru saja tiba di Dorm setelah liburan mereka di jerman. Kyuhyun segera merebahkan dirinya di atas sofa dimana hanya ada Sungmin dan Kangin yang saat ini tengah menonton. "Eoh, kalian sudah pulang?" Tanya Kangin yang hanya dijawab gumaman oleh kyuhyun sementara Donghae, Hyukjae dan Ryeowook sudah masuk ke kamar mereka masing-masing.
"Kyu, mandilah dulu setelah itu istirahat!" seru Sungmin begitu matanya menangkap Kyuhyun yang sedang tiduran di atas sofa sambil memainkan ponselnya dengan muka tertekuk.
"Nanti saja Hyung." Jawab Kyuhyun singkat. Sungmin menatap Kangin seolah bertanya –ada-apa-dengan-setan-kecil-itu yang hanya di jawab gelengan kepala oleh kangin. Sungmin pun mengangkat bahu tak peduli dan kembali merebahkan kepalanya di atas dada bidang Kangin membuat Kyuhyun berdecak kesal. "Hyunggg—kalau mau bermesraan jangan disini!"
"Memangnya kenapa? Dari sebelum kau datang juga kami sudah disini. Kenapa sekarang tidak boleh? Pertanyaan Kangin membuat wajah Kyuhyun semakin tertekuk diikuti dengan dengusan sebal keluar dari bibirnya.
Drrtt Drrtt Drrtt
Kyuhyun terlonjak senang begitu merasakan ponselnya bergetar tapi sedetik kemudian wajahnya merengut begitu melihat nama sang pengirim pesan bukanlah seseorang yang dinantinya.
From : In Hwang Hyung
Kyuhyunie kau sudah pulang dari liburan mu?
To : In Hwang Hyung
Ne, hyung ada apa?
From : In Hwang Hyung
Jangan lupa kerjakan tugas dari Kang Sonsangnim
Minggu depan harus sudah harus dikumpulkan!
To : in Hwang Hyung
Ne Hyung besok aku akan mulai mengerjakannya
Tenang saja aku tidak akan lupa.
From : In Hwang Hyung
Baguslah kalau begitu.
Selamat istirahat Kyuhyunie sayang kekekek
To : In Hwang Hyung
Aish, jangan mulai Hyung
Nanti kekasihku marah
From : In Hwang Hyung
Biar saja, biar nanti kau putus.
Lalu kau akan menjadi kekasih ku.
To : In Hwang Hyung
Hihihi tidak akan Hyung!
Bermimpi saja! :p
From : In Hwang Hyung
Aack—kau membuat ku patah hati Kyuhyunie :'(
To : In Hwang Hyung
Kkkk—selamat bermimpi Hyungie sayang :p
Ponsel Kyuhyun kembali bergetar membuat Kyuhyun terlonjak dan kali ini benar-benar terpekik senang. "Siwon Hyungg—" jerit Kyuhyun. Dan kyuhyun dapat mendengar suara tawa khas sang kekasih di sebrang sana.
| Ya sayang, aigoo kau pasti sudah sangat merindukanku?|
"Aish, kemana saja? Kenapa baru menelponku?"
|Hyung baru saja selesai syuting sayang. Kau sudah sampai di Dorm?|
"Hm, ne."
| Bagaimana liburan mu? Kau tidak merepotkan Donghae, Hyukjae dan Ryeowook kan?|
"Tentu saja tidak Hyungg—" Kyuhyun melangkah memasuki kamarnya merebahkan dirinya di atas tempat tidur menikmati obrolan hangatnya bersama sang kekasih semalaman. ah, indahnya jatuh cinta.
.
.
.
Kyuhyun terbangun di pagi harinya. Perasaannya begitu hangat mengingat hari ini Siwon akan pulang untuk menemuinya. Kyuhyun mulai membawa tubuhnya untuk duduk di atas ranjang menguap lebar sambil menggeliatkan tubuhnya. Matanya mengerjap-ngerjap lucu begitu matanya menangkap sosok yang dirindukannya tengah duduk di dekat meja tempat menyimpan alat-alat elektroniknya. "Sepertinya aku terlalu merindukan Siwon Hyung sampai-sampai aku melihatnya ada disini. Siwon Hyung bilangkan akan sampai disini nanti siang." Gumam Kyuhyun
"Sudah bangun Kyuhyunie sayang?" Begitu suara Siwon mengalun di telinganya Kyuhyun sadar bahwa yang kini berada di hadapannya adalah benar sang kekasih. Ia melonjak senang namun begitu ia akan memeluk sang kekasih, ia merasa ada yang ganjal karena tak biasanya Siwon berdiam diri menunggunya bangun. Obsidian yang biasanya menatap lembut itu kini berubah menjadi tajam dan jantungnya hampir terlepas saat sadar tangan kekar itu tengah memainkan ponsel hitamnya. Ia ingat ia kemarin malam bercanda ria dengan salah satu temannya di Kampus, saling memanggil sayang satu sama lain tanpa ada rasa dan niat apapun. Itu murni hanya sebuah candaan dan lagi pria itupun tahu Kyuhyun telah memiliki kekasih hanya saja ia tidak tahu jika kekasih itu salah satu Hyung di grup Kyuhyun sendiri –hanya keluarga dan managemennya yang tahu hubungannya dengan Siwon-. Kyuhyun tak sempat menghapus pesan itu karna ia terlalu senang mendapat telpon dari Siwon.
"Ada yang ingin kau jelaskan Kyuhyunie sayang?" tanya Siwon setengah mencibir.
"Hy-Hyung aku… aku.."
"Apa?" pekik Siwon. Emosinya sudah sampai di puncak ubun-ubun membuatnya tak lagi bisa bersabar.
Kyuhyun terkejut bukan main selama 6 tahun ini meskipun marah Siwon tak pernah seemosi ini. Tangan kekarnya yang menggenggam sebuah ponsel terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih giginya bergemelutuk menahan kesal. "A-aku ti—" tubuh Kyuhyun bergetar. Ia takut. Amat sangat takut.
"Aku tidak menyangka bahwa kau semenjijikkan itu Cho Kyuhyun! Jadi itu yang kau lakukan selama aku tidak ada disampingmu?"
Sakit. Bahkan saat dulu ia hampir meregang nyawa karena kecelakaan yang menyebabkannya koma rasanya tidak sesakit ini. Jantungnya terasa dicengkram dan diremas kasar oleh lengan tak kasat mata. Ia tak dapat membendung lagi lelehan bening yang senantiasa merebak dari balik kelopak matanya terjatuh terus dan terus tanpa ada yang mau menghentikannya.
"I-itu ti-tidak seperti yang kau pi-pikirkan Hy-hyung. A-aku sama sekali tidak pe—"
PRAKKK
Ponsel yang sedari tadi Siwon genggam kini terhempas begitu saja di atas lantai kamar Kyuhyun. Membuat tubuh Kyuhyun semakin bergetar bahkan kini ia merosot ke atas lantai tak sanggup lagi menahan bobot tubuhnya hatinya telah hancur bersamaan dengan air mata yang semakin deras bercucuran.
"Memangnya apa yang akan aku pikirkan setelah melihat pesan penuh cintamu kepada laki-laki brengsek itu? Huh? Kau sudah tidak mencintaiku lagi? Kau sudah bosan denganku?"
Kyuhyun menggeleng kuat.
"Bahkan kau tidak pernah memanggilku dengan panggilan semanis itu! Hyungie sayang? Hahaha." Siwon tertawa hambar. "Kurasa aku sudah tidak sanggup lagi untuk meneruskan hubungan ini denganmu Cho Kyuhyun! Maaf, jangan pernah hubungi aku lagi!" melangkah meninggalkan kamar Kyuhyun dengan pasti.
Kyuhyun tersentak. "Ja-jangan!" berlari sekuat tenaga agar dapat segera mencapai sang pujaan hati. Melingkarkan tangan lemasnya ke pinggang Siwon yang nyaris membuka pintu kamarnya. "Ja-jangan Hyung ku mohon jangan tinggalkan aku."
"Singkirkan. Tangan. Kotormu. Itu. Dari. Tubuhku. Cho Kyuhyun!" desis Siwon penuh penekanan. Membuat Kyuhyun semakin lemas dan tak ada tenaga hanya untuk sekedar mempertahankan pelukannya.
BRAKKK
Bersamaan dengan pintu yang bergesekan keras itu tubuh Kyuhyun terjatuh lagi. Memejamkan mata sambil memeluk lututnya sendiri berharap apa yang baru saja terjadi hanyalah mimpi. Nafasnya tersenggal menahan sesak yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia mendengarnya, pintu kamarnya kembali terbuka. Tidak. Ia tak mau membuka matanya hanya sekedar untuk melihat siapa orang yang telah memasuki kamarnya.
"Kyu—" meski suara itu mengalun lembut tak mampu membuat Kyuhyun mau membuka matanya. "Kyuhyunie— buka matamu!" Kyuhyun menggeleng. Ia tak mau dan ia tak akan sanggup melihat dunia ini lagi jika kenyataannya Siwon telah pergi dari sampingnya.
Sosok itu tak mampu lagi membujuk, akhirnya ia hanya dapat memeluk sang adik kecil. Mencoba memberi tahu sang adik bahwa ia tak sendiri. Sepuluh menit berlalu Sungmin –sosok itu- merasakan deru nafas teratur. Ia segera membopong tubuh Kyuhyun dan membaringkannya di atas ranjang. Wajah yang biasanya menampakkan keceriaan kepolosan itu kini memerah, matanya sembab dan pipinya basah oleh air mata. Sungmin hanya mampu menghela nafas dan beranjak meninggalkan Kyuhyun. Langkahnya terhenti saat kakinya merasa menendang sesuatu. Ia berjongkok dan melihat ponsel Kyuhyun yang kini batre dan ponselnya berserakan. Mengambilnya dan memasangkannya kembali,
Sesungguhnya Sungmin sangat terkejut saat mendengar suara teriakkan dari dalam kamar Kyuhyun yang ia tahu betul itu adalah suara Siwon, ia tak berani hanya untuk sekedar melerainya. Bahkan saat itu ia sudah mendapati Eunhyuk dan Ryeowook di depan kamar Kyuhyun dengan wajah cemas. Namun, yang tidak ia mengerti adalah kemarin malam Kyuhyun dan Siwon masih baik-baik saja. Lalu apa yang membuat Siwon semarah itu sampai memutuskan hubungannya dengan Kyuhyun?
"Siwon Hyungg hks. Siwon Hyung. Jangan! Hks."
Sungmin menaruh ponsel Kyuhyun ke atas nakas dan mendekat ke arah Kyuhyun. "Kyu—bangun!" menepuk pelan pipi Kyuhyun.
Kyuhyun membuka matanya perlahan. "Sungmin Hyung—"
Sungmin tersenyum. "Ne Kyuhyunie, kau sudah bangun? Ayo kita sarapan!" ajaknya selembut mungkin. Ia tahu ini bukan saat yang tepat untuk menanyakan apa yang telah terjadi.
"A-aku tidak lapar Hyung." mata itu tak ada lagi cahaya membuat Sungmin miris melihatnya.
"Tapi kau tetap harus makan Kyu."
"Aku akan makan nanti. Dan bisakah Hyung katakan pada manager Hyung dan Hyungdeul yang lain aku tidak bisa ikut latihan hari ini."
"Baiklah, nanti akan Hyung sampaikan."
TBC
Bagaimana? jelek kah? konfliknya terlalu memaksa? terlalu biasa? membosankan?
Jo tau ini masih jauh dari sempurna maka dari itu Jo membutuhkan kritik dan saran yang membangun dari teman-teman semua.
Jo juga mau mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada teman-teman yang telah memberikan setitik semangat kepada Jo dengan review kalian di chapter sebelumnya.
Big Thanks for you - lianpangestu - shin min young - guest - wonkyupet - kayla wonkyu - ratnasparkyu - jihyun - iloyalty1 - vira - rim - raemii off - dee - mysuperwon407 - narakim - rikha-chan - ADS - - 2143 -
see you on the last chapter ^^
