Shi no Gekai
Chapter 2 : Langkah pertama
"WakWaw"-Normal Speech
'WakWaw'-Thought Speech
"WakWaw"-Bijū Speech/Jutsu
'WakWaw'-Bijū Thought Speech
Beberapa bulan setelah serangan Kyūbi, kehidupan di desa konoha perlahan-lahan mulai kembali normal. Para warga sipil dan shinobi Konoha bekerja sama untuk memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh serangan rubah yang mengamuk itu. Sebagian besar bangunan yang hancur berada di bagian depan desa sementara yang berada didalam hanya sedikit bangunan yang mengalami kerusakan dan banyak bangunan yang tidak hancur. Untungnya bangunan yang tidak hancur itu termasuk rumah sakit, akademi, area pemakaman dan beberapa perumahan klan.
Beberapa perumahan klan yang mengalami kerusakan adalah perumahan klan Inuzuka dan perumahan klan Aburame. Untungnya kerusakan yang mereka terima tidak terlalu parah dan telah dibangun lagi dan kembali normal dalam beberapa minggu.
Para penduduk dan shinobi konoha bekerja keras bahu-membahu membangun kembali rumah dan desa mereka, sementara sebagian besar shinobi mulai pergi untuk menyelesaikan misi yang diberikan untuk menunjukkan bahwa desa konoha tetap kuat dan masih berdiri sampai saat ini.
Di kediaman keluarga Namikaze-Uzumaki terlihat tenang sebelum terdengar tangisan bayi dari dalam rumah itu seakan memperingatkan orang-orang yang berada didalam. Kediaman keluarga Namikaze-Uzumaki atau yang lebih tepatnya Senju-Uzumaki berada didalam komplek klan Senju. Rumah dengan enam kamar tidur yang memiliki suasana nyaman dan hangat.
Naruto berlari dari kamarnya ketempat kamar para bayi, disana dia sudah menemukan ibunya sedang menggendong dan menyusui adik kecilnya Naruko agar kembali tertidur.
"Apa Ruko-chan baik-baik saja Kā-chan?" tanya Naruto berjalan kearah ibunya saat ia melihat Naruko menggeliat di pelukan ibunya.
Kushina memandang kearah anak sulungnya dan tersenyum. "Ya dia baik-baik saja Naru-chan. Dia hanya sedikit rewel, kau melakukan hal yang sama saat kau masih bayi. Kau mungkin tidak ingat tapi kau benar-benar sangat berisik saat kau masih bayi Naru-chan." Kushina terkikik saat melihat Naruto menggelengkan kepala.
"Apa aku begitu saat masih bayi?" tanya Naruto sambil cemberut.
"Ya. Percayalah Naru-chan, aku yang merawat dan menyusuimu saat kau masih bayi." Balas Kushina.
Naruto melirik ke arah tempat tidur dan melihat adiknya yang lain Mito masih tertidur nyenyak. Kedua bayi yang menurutnya sangat aktif, mereka tidak pernah terlihat terbangun pada saat yang bersamaan bahkan pada malam hari.
Dia kembali melirik kearah ibunya dan melihatnya sedikit menguap. " Apa kau baik-baik saja Kā-chan? kau terlihat mengantuk." Naruto bertanya dengan nada khawatir.
Kushina sedikit menganggukan kepalanya dan melihat Naruko yang telah tenang dan mulai kembali tertidur. Dengan hati-hati dia menempatkan punggung putri kecilnya ketempat tidur lalu melihat putrinya telah tenang dan tak rewel lagi.
"Oh kau sangat baik, tapi jangan khawatirkan aku Naru-chan. Aku hanya merasa sedikit lelah. Mungkin karena baru mempunyai dua bayi tapi aku akan baik-baik saja. Aku janji." Katanya dan membuat Naruto mengangguk
"Kā-chan bagaimana caranya agar kita mempunyai bayi?" ucap Naruto polos sambil menatap Kushina dengan mata birunya.
Wajah Kushina memerah mendengar pertanyaan putranya.
"Mm...hehe bagaimana ya..? kushina kehilangan kata-kata karena pertanyaan polos Naruto. Beruntung Tsunade dan Jiraiya datang.
"A-ah, coba kau tanya Bā-chan dan Jii-chan mu." Ucap Kushina.
"Hmm.. kau ingin bertanya apa Naru-chan? Tanya Tsunade.
"Bā-chan, Jii-chan kalian tahu bagaimana caranya agar kita mempu-hmmpp"
Kushina menutup mulut Naruto dengan tangannya begitu Ingat bahwa ada Jiraiya disitu karena dia ingat siapa dan bagaimana Jiraiya.
"Ada apa Gaki?" Tanya Jiraiya
"Kushina, Naru-chan ingin bertanya kenapa kau malah menutup mulutnya" ucap Tsunade.
"H-hehe tidak apa-apa Kā-san, Tō-san. Hanya pertanyaan yang tidak penting, benarkan Naru-chan?" ucap kushina sambil tertawa gugup.
Tsunade dan Jiraiya saling menatap kemudian mengangkat bahunya.
"Baiklah kita berdua hanya ingin melihat ketiga cucu kita, benarkan Jiraiya." Ucap Tsunade sambil tersenyum melihat kedua cucu kembarnya tertidur. "Setelah ini kita berdua ingin ketempat Tobirama oji-chan, akhir-akhir ini kondisi kesehatannya menurun" tambah Tsunade dan Kushina mengangguk.
Setelah Tsunade dan Jiraiya berjalan pergi Kushina meraih tangan Naruto dan mengajaknya berbicara.
"kenapa kau menutup mulutku Kā-chan?" tanya Naruto
"Hehe maaf Naru-chan tapi nanti kau akan tahu saat kau dewasa, jadi tidak perlu bertanya hal tadi lagi, oke?"ucap Kushina.
"Baiklah Kā-chan"balas naruto dengan anggukan.
Kushina hendak bergerak pergi tapi Naruto memegang tangannya. "Ada apa Naru-chan?"
"Bisakah kau mengajari ku Ninjutsu?" tanya Naruto.
"Apa Naru-chan kecilku ingin menjadi ninja ? Tanya Kushina dengan nada menggoda dan Naruto menganggukan kepala sambil menunduk menatap lantai karena malu. "Apa yang membuatmu ingin menjadi ninja Naru-chan?"
"Aku...aku ingin menjadi kuat sehingga aku bisa melindungi mu," Jawab naruto pelan tapi Kushina mendengarnya dan terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh Naruto.
"Untuk melindungiku?" tanya Kushina dengan nada keibuan.
"Untuk melindungimu dan Tō-san, juga melindungi Mito-chan, Naruko-chan dan orang-orang yang berharga bagiku, aku tidak ingin kau terluka lagi Kā-chan" Jawab Naruto sedikit terisak tapi dia merasa bahwa ibunya mulai memeluknya.
Kushina tersenyum dan mencium puncak kepala Naruto. "Naru-chan kecilku yang berani, beruntungnya aku memilikimu sebagai anakku. Anak laki-laki ku yang kuat"ucapnya sambil memeluknya lagi dan mencium pipi Naruto.
"Apa kau bisa membantuku Kā-chan?". Tanyanya dengan raut penuh harap diwajahnya karena dia tahu ibunya adalah kunoichi yang kuat yang setara dengan neneknya Tsunade.
Kushina tersenyum dan mengangguk. "Tentu saja Naru-chan aku akan membantu melatihmu kita bisa memulainya sebelum makan siang karena Ibu-ibu kunoichi akan datang berkunjung setelah makan siang."
"Arigatō Kā-chan" ucap Naruto sambil memeluk ibunya.
"Sama-sama anakku yang tampan." Ucap Kushina sambil mencium kening anaknya. "Tapi Naru-chan aku tidak bisa sering-sering membantu mu" ucapnya dan membuat Naruto mengernyit heran. "Mempunyai dua bayi membuatku sibuk tapi aku janji setiap ada waktu aku akan melatihmu." Ucap Kushina dan membuat ekspresi Naruto menjadi sedih. "Jangan khawatir, aku akan meminta seseorang untuk membantu melatihmu menjadi seseorang ninja." Kushina tertawa saat melihat perubahan ekspresi Naruto.
"Benarkah?" tanya Naruto antusias.
"Yup, tentu saja" balasnya sambil tersenyum.
Lalu sayup-sayup kembali terdengar suara tangisan bayi Naruko membuat Kushina dengan cepat mendekati kedua bayinya. "Bagaimana jika kau pergi dan berbicara dengan ayahmu dulu dia berada di ruang kerjanya."
"Baiklah Kā-chan" ucap Naruto dan pergi meninggalkan ruangan.
Naruto pergi ruang kerja ayahnya yang berada lantai atas dan mulai mengetuk pintu.
"Masuk" dia mendengar suara ayahnya dari balik pintu, naruto membuka pintu dan berjalan masuk. Minato sedang sibuk mengerjakan beberapa paperwork di meja kerjanya ketika Naruto masuk. Sejak sikembar lahir, dia menghabiskan sebagian waktunya di ruang kerja yang berada dirumahnya bukan dikantor Hokage sehingga jika Kushina membutuhkan bantuan dengan sikembar dia bisa segera membantu.
"Hei Naru-chan" ucapnya melihat Naruto berjalan memasuki pintu. Dia mengangkat Naruto untuk duduk dipangkuannya dan mendapat tawa kecil dari Naruto.
"Apa Kā-chan mu baik-baik saja?, apa yang sedang dilakukannya?"tanya Minato ingin tahu apa yang sedang dikerjakan oleh istrinya.
"Dia baik-baik saja. Dia sedang bersama adik bayi dan baru saja selesai bersiap-siap untuk kunjungan beberapa ibu-ibu kunoichi ketika mereka datang."
"haha, sepertinya rumah kita akan menjadi ramai. Kau tau sendiri kan kalau teman-teman Kā-chan mu sedang berkunjung". Kata minato yang membuat mereka berdua tertawa.
Setiap kali Kushina dan ibu-ibu lainnya berkumpul. Selalu berakhir dengan perdebatan antara Kushina dan Mikoto. Perdebatan itu terjadi karena masalah sepele. Seperti, siapa yang terbaik dalam memasak atau membicarakan persaingan-persaingan mereka terdahulu. Bahkan waktu hamil mereka berdua masih bersaing tentang siapa yang berani kerumah hantu waktu diadakannya festival musim panas dengan mengajak suami mereka.
"Jadi, apa ada sesuatu yang kau butuhkan Naru-chan?" tanya Minato sambil melihat anaknya. Naruto mengangguk dan mulai bertanya.
"Apakah kau bisa memberitahuku langkah pertama yang harus aku lakukan untuk menjadi Ninja?"
"Jadi kau ingin memulai latihan untuk menjadi shinobi? Kau sudah membuatku dan lainnya terkesan dengan kemampuan sensor yang kau miliki." Tanya minato.
Naruto mengangguk lagi. "Aku juga ingin tahu apakah Tō-san bisa mengajari ku? Karena aku ingin menjadi kuat."
"dan kenapa kau ingin menjadi kuat Naru-chan?" tanya Minato lagi.
"Jika aku kuat aku bisa melindungi keluargaku dan desa." ucap bocah yang ada dipangkuannya. Mendengar kata itu membuat Minato tersenyum dan mengacak rambut Naruto.
"Itu alasan yang bagus Naru-chan. Jika kau mempunyai tujuan seperti itu maka kau pasti akan menjadi shinobi yang hebat suatu hari nanti."
"Kau yakin Tō-san?" tanya Naruto.
"Aku sangat yakin" jawab Minato membuat Naruto tersenyum. "Dan langkah awal untuk menjadi shinobi adalah kau harus bisa menggunakan dan mengontrol chakra."
"Oh" ucap Naruto sambil mengangguk. "bisakah kau membantu ku berlatih menggunakan chakra Tō-san?" pintanya, berharap ayahnya akan mengatakan ya. Tapi harapan itu pupus ketika Minato menggelengkan kepala dengan ekspresi menyesal diwajahnya.
"Maaf Naru-chan tapi aku sangat sibuk sekarang. Aku harus menyelesaikan paperwork ini secepatnya dan ada pertemuan dikantor Hokage sebentar lagi. Aku tidak punya waktu."
"Oh." Ucap Naruto sedih karena ayahnya juga tidak bisa membantunya berlatih dan sekarang dia bingung siapa yang akan membantu selain ibunya karena dia tahu ibunya akan sibuk karena mengurus kedua adiknya.
"Mungkin lain waktu, oke? Aku bisa menunjukkan jutsu yang keren padamu dan aku yakin ibumu ingin melatihmu bukan?" ucapnya memberi semangat dan berharap tidak mengacewakan Naruto. Sebelum Naruto pergi dia ingin memberikan sesuatu.
"A-ah iya aku akan memberi mu ini." Minato berputar dari kursinya ke rak buku yang berada dibelakang nya. Dia mengambil sebuah buku yang tertulis 'Chakra untuk pemula'
"Kau bisa membaca ini?" Tanya Minato sambil menunjukkan buku yang dipegangnya.
"Buku tentang chakra?" Tanya Naruto.
"yep. Aku yakin Kā-chan mu akan membacakannya untukmu jika kau berprilaku baik" Ucap Minato.
"Baiklah Tō-san." Ucap Naruto mengambil buku itu dari Minato. Dia turun dari pangkuan ayahnya dan pergi menuju pintu. Tapi sebelum keluar ada sesuatu yang mengganjal dipikiran Naruto.
"Tō-san boleh aku bertanya lagi?" tanya Naruto yang dijawab anggukan oleh ayahnya.
"Kenapa sewaktu dirumah sakit Tobirama Ojii-san menyebut keluarga Senju, bukankah keluarga kita Namikaze atau Uzumaki?"
Minato terkejut dengan pertanyaan Naruto. Tapi dia tahu saat ini pasti datang dimana anak-anaknya akan menanyakan hal ini. Dengan ragu akhirnya dia memanggil Naruto untuk duduk dibangku yang berada di depan meja kerjanya dan mulai menceritakannya.
"Karena waktu ku sedikit jadi aku akan menceritakannya dengan singkat, oke?" ucap Minato yang dibalas anggukan oleh Naruto.
"Namikaze adalah nama marga orang tua asuh ku sewaktu aku di panti asuhan, dia berasal dari Nami no Ku-." ucap minato yang mulai bercerita tetapi langsung dipotong oleh pertanyaan Naruto.
"Apa itu panti asuhan Tō-san?"
Minato melihat putra sulungnya dengan rasa bangga dan kesal. Bangga karena anaknya punya rasa ingin tahu yang tinggi dan kesal karena omongannya dipotong oleh Naruto.
"Panti asuhan adalah tempat dimana anak-anak yang tidak memiliki orang tua atau tidak memiliki tempat tinggal ditampung dan kau jangan memotong omongan ku sebelum aku selesai berbicara, kau dengar anak muda?" ucap minato dan dijawab anggukan dan senyum gugup oleh Naruto.
"Minato Namikaze adalah nama yang diberikan pengasuhku sewaktu dipanti asuhan, dia berasal dari Nami no Kuni yang pindah ke Konohagakure. Tō-san lahir sewaktu perang dunia shinobi kedua baru sedang terjadi. Saat itu Bā-chan mu menitipkan ku di panti asuhan karena dia dan Jii-chan mu sangat di butuhkan di medan perang dan pada saat itu klan senju sedang menjadi sasaran oleh desa musuh. Delapan tahun peperangan itu berlangsung akhirnya selesai, Bā-chan dan Jii-chan mu mengambil ku dari panti asuhan yang saat itu aku sudah masuk akademi ninja Konoha. Sebenarnya mereka berdua memutuskan untuk memberikan nama Arashi Senju kepada ku tapi untuk menghormati orang tua asuhku mereka tetap menggunakan nama Minato sebagai nama ku." Ucap Minato dan Naruto mendengarkan dengan baik.
"Dan untuk marga Namikaze, sejak kecil aku mempunyai impian menjadi Hokage dan diakui oleh penduduk desa Konoha. Aku tidak ingin diakui dan dihormati karena aku memiliki darah senju. Untuk itulah aku menggunakan marga Namikaze sebagai margaku. Dan untukmu Naru-chan apapun nama marga atau klan yang kau gunakan tidak mengubah apapun karena keluarga tetap keluarga, hubungan darah tetap hubungan darah. Aku tetap ayah kandungmu, Jiraiya dan Tsunade tetap kakek dan nenekmu dan Tobirama tetap kakek buyut mu. Kau mengerti Naru-chan? " Jelas Minato lagi dan dijawab anggukan oleh Naruto.
Setelah menceritakan hal itu Minato menjadi sedih karena dia, Jiraiya dan Tsunade merahasiakan hal ini sudah begitu lama dan baru membuka rahasia hubungan keluarganya ini ke-publik Konoha setelah dia diangkat menjadi Hokage. Dan hal ini pula yang menyebabkan persahabatannya dengan Fugaku Uchiha menjadi merenggang karena Fugaku begitu fanatik dengan Klannya yang menganggap klan senju adalah musuh klan uchiha. Beruntung Mikoto tidak mempermasalahkan hal itu dia masih tetap menjalin persahabatan dan sering berkunjung kerumahnya.
"Naru-chan aku akan kembali bekerja. Kenapa kau tidak bermain di halaman belakang? Aku yakin ibumu sudah menunggu disana." Ucapnya sambil tersenyum.
Naruto mengangguk dan mengambil buku yang berada di meja kerja ayahnya lalu turun dari kursi dan mulai berjalan ke arah pintu.
"pergi dan bersenang-senanglah" ucap minato
"baik, Arigatō Tō-san" balas Naruto sambil melambaikan tangan kepada ayahnya sebelum keluar ruangan meninggalkan Minato yang kembali bekerja.
Naruto sampai ditaman kecil yang berada dihalaman belakang rumahnya. Taman itu tampak sepi, hanya terlihat ayunan yang dulu dibuat ayahnya sedikit bergoyang karena tertiup angin. Ayah dan Ibunya sering mengajaknya bermain disini ketika mereka tidak sibuk. Walau hanya taman kecil tapi ada tempat-tempat yang membuatnya merasa damai.
Berjalan sedikit dan duduk di bangku taman Naruto menggoyangkan kaki kecilnya sebelum mengambil dan melihat buku ditangannya. Naruto mulai membuka dan mencoba membaca buku itu tapi banyak huruf-huruf kanji yang sulit ia mengerti sehingga Naruto tidak bisa membaca beberapa kata dengan benar.
Tsunade dan Jiraiya memperhatikannya dari balkon kediaman Tobirama secara sembunyi-sembunyi.
"Dia sangat lucu", kata Tsunade saat melihat Naruto yang sedang sibuk membaca
"ya dia sangat lucu dan menggemaskan, Minato kecil juga lucu dan menggemaskan. Tapi jika Naruto beruntung dia akan terlihat tampan seperti kakeknya saat dia besar nanti." Ucap Jiraiya sambil tertawa kecil.
Tsunade menyeringai
"Aku senang Minato-kun dan sikembar mewarisi rambut pirang ku. Dan Naruto-chan mewarisi warna rambut Kushina", Tsunade tertawa kecil. "Coba mereka mewarisi warna rambutmu hehe, warna rambutmu membuatmu terlihat lebih tua dari usia sebenarnya Jiraiya-kun." Raut wajah Jiraiya berubah menjadi suram
"Astaga Hime, itu menyakitkan." Desahnya. "Aku tidak tua karena kau selalu disampingku yang membuatku selalu merasa awet muda." Ucap Jiraiya sambil tersenyum.
Tsunade tersenyum dan mengecup puncak kepala Jiraiya. Mereka kembali melihat cucu laki-lakinya yang sepertinya kesulitan membaca.
"Jiraya kenapa kau tidak membantunya sepertinya dia sedang kesulitan" ucap Tsunade
"Aku ingin membantunya tapi nanti sore aku harus keluar desa untuk memeriksa jaringan mata-mata ku" balas Jiraiya
"kau ingin memeriksa jaringan mata-matamu atau mengintip wanita-wanita lain dan menulis buku mesum mu hah?" Tanya Tsunade dengan Nada marah
"tidak hime. Aku serius, Minato sudah memberi izin agar aku bisa memeriksa jaringan mata-mataku. Konoha membutuhkan informasi tentang luar desa apalagi setelah penyerangan Kyūbi" balas Jiraiya. 'padahal uang yang dihasilkan dari buku yang kubuat itu untuk membayar hutang-hutang karena kau kalah judi Tsunade' pikir jiraiya sambil membuang nafas lelah.
"Terserah kau saja" ucap Tsunade.
Kembali ke Naruto
Naruto duduk sambil terus mencoba membaca buku itu selama sekitar sepuluh menit dengan mata menyipit sebelum akhirnya dia sedikit frustasi dan meletakkan buku itu disampingnya.
'Bagaimana aku bisa menjadi ninja yang hebat seperti Tō-san dan Kā-chan jika aku tidak bisa membaca dengan baik.' Pikirnya sambil menggoyangkan kembali kakinya.
Dia melihat kearah balkon rumah kakek buyutnya, Tobirama. Dia merasa ada dua energi kuat tapi tidak melihat ada orang disana. "Mungkin itu Bā-chan dan Jii-chan, apa aku harus meminta bantuan mereka?" pikirnya.
Setelah beberapa menit terdiam, Kushina datang dari dalam rumah menghampiri Naruto. Naruto yang melihat ibunya datang akhirnya tersenyum senang.
"Baiklah Naru-chan, kau sudah siap menjadi ninja yang hebat? Tanya kushina.
Naruto berdiri dari kursi yang didudukinya dan menunjukkan buku yang diberikan oleh ayahnya."Hai, Tō-san memberiku buku ini, tapi aku tidak bisa membacanya karena banyak huruf yang tidak aku mengerti. Tō-san bilang aku harus bisa menggunakan dan mengontrol chakra ku terlebih dahulu." Ucap Naruto.
Setelah mendengar ucapan putra sulungnya Kushina melihat buku yang dipegang anaknya dan mulai berpikir. "Baiklah aku akan membacakannya sedikit lalu kita mempraktekkan bagaimana mengakses chakra, oke?" ucap kushina dan Naruto mengangguk antusias.
Kushina menyuruh Naruto untuk duduk dan mulai membacakan buku itu tetapi baru sebentar membacakan, terdengar suara ketukan pintu rumahnya dan suara beberapa orang memanggil namanya.
"Sepertinya teman-temanku sudah datang, tapi cepat sekali mereka datang bukankah mereka bilang akan berkunjung sehabis jam makan siang?" Ucap kushina dan melirik ke arah putranya. "Naru-chan kau tunggu sebentar ya, Kā-chan ingin melihat siapa yang datang" tambah Kushina dan Naruto mengangguk sedih.
Lima belas menit kemudian
Naruto sudah menunggu 15 menit,ia duduk dikursi sambil menopang dagu dengan kedua tangannya sambil cemberut. Dia melihat dari jendela besar yang mengarah ke ruang tamu dan melihat ibunya sedang bercengkrama dengan teman-teman kunoichinya.
Setelah beberapa menit terdiam dia mendengar suara seseorang memanggilnya dari belakang. Dia menengok kebelakang dan ekspresi wajahnya sedikit menjadi cerah karena dia melihat murid Bā-channya, Shizune. Yang sedang berjalan kearah Naruto dengan senyum ramah diwajahnya sambil menggendong babi peliharaannya Ton-Ton.
"Hei Shizune nee-chan, kau darimana?" ucap Naruto dan ninja medis berusia tujuh belas tahun itu duduk disampingnya.
"Halo Naru-chan sudah lama aku tidak melihatmu. Aku baru saja dari tempat Bā-chan mu untuk memberi laporan." kata Shizune.
Oink Oink
Naruto tertawa dan mengelus Ton-Ton "Hei Ton-Ton" ucapnya dan babi kecil itu menjilati tangan kecil naruto.
"Apa yang kau lakukan disini sendirian. Dimana Tō-chan dan Kā-chan mu?"
"Mereka sedang sibuk. Kā-chan kedatangan tamu ibu-ibu dari klan lain" ucapnya sambil menunjuk jendela dimana ibunya sedang bercengkrama "dan Tō-san sibuk dengan paperworknya."
"Lalu bagaimana dengan Kakashi-san?" tanya Shizune karena dia tahu Tsunade dan Jiraiya sedang berada dirumah Tobirama. Naruto menggelengkan kepala.
"jadi kau disini sendirian?"tanya Shizune.
Naruto menggelengkan kepalanya lagi "ya, tapi Bā-chan dan Jii-chan sedang mengawasi ku. Aku rasa mereka sedang bertengkar, Bā-chan sedang marah dan Jii-chan sedang ketakutan ." katanya sambil menunjuk arah rumah Tobirama yang terhalang beberapa pohon rindang. Hal ini membuat Shizune melihat kearah yang ditunjuk Naruto.
'oh iya aku ingat Naruto memiliki kemampuan sensor. Meskipun aku tidak tahu seberapa kuat kemampuan itu. Untuk orang yang masih begitu muda sepertinya memiliki kemampuan sensor adalah prestasi tersendiri' pikir Shizune yang tahu bahwa Tsunade dan Jiraiya sedang berdebat tentang buku hentai yang ditulis Jiraiya, karena dia baru saja menemui mereka.
"Lalu kenapa kau tidak merasakan kalau aku datang kearah mu?" tanya Shizune dan Naruto mengangkat kedua bahu kecilnya.
"Aku tidak tahu. Aku tidak benar-benar memperhatikan" ucapnya sambil cemberut dan membuat Shizune tertawa.
"Jadi apa kau bisa memberitahu apa yang sedang aku rasakan saat ini?" kata shizune menguji seberapa kuat kemampuan sensor milik Naruto.
"Umm..." Naruto mulai menatap Shizune. Shizune mencoba menahan diri untuk tidak memeluk Naruto karena terlihat sangat menggemaskan saat Naruto mencoba untuk Fokus.
Mereka tetap diam tetap diam beberapa menit sebelum akhirnya Naruto menjawab."kau sedang merasa senang dan ceria tetapi sedikit bingung." Ucap Naruto dan membuat shizune bertepuk tangan karena kagum.
"Itu sangat hebat Naru-chan. Aku yakin kau akan menjadi shinobi yang hebat dengan kemampuan itu."
"Benarkah? Tō-san bilang aku akan menjadi ninja yang kuat karena aku akan melindungi keluarga dan desa ku" ucap Naruto.
"Benar"ucap Shizune dan melihat buku yang berada di samping Naruto dan membaca judul buku itu'chakra untuk pemula'
"Naru-chan kau sedang berlatih untuk menjadi shinobi?"ucap Shizune melihat kearah Naruto yang sedang bermain bersama Ton-Ton dan melihat Naruto mengangguk.
"ya tapi aku tidak bisa membaca dengan baik. Banyak huruf yang tidak aku mengerti"ucap naruto terlihat sedikit malu. "Dan tadi Kā-chan baru membacakannya sedikit tapi sudah kedatangan teman-temannya "
"Jangan khawatir Naru-chan kau tidak perlu malu. Aku pikir ini adalah hal yang baik karena kau mau mempelajarinya. Ini membuktikan kau mengerti bagaimana memulai menjadi ninja yang baik dan jika kau mau aku bisa membantu dan mengajarkan mu bagaimana cara mengakses chakra sambil menunggu Kā-chan mu kembali kesini." Ucapnya membuat Naruto tersenyum sumringah.
"Benarkah nee-chan. Apa kau tidak ada hal lain yang kerjakan hari ini? Membantu Bā-chan misalnya?"
"Aku sudah menyelesaikan shift ku dirumah sakit dan lebih baik aku membantumu dari pada hanya berdiam diri dirumah."
Shizune menyuruh Naruto duduk dipangkuannya dan menempatkan buku itu didepan mereka dan shizune mulai membacakan buku tiu sambil mengajari cara membaca yang benar.
'Chakra(Chakura)adalah campuran antara energi spiritual(Seishin enerugī) dan energi fisik(Shintai enerugī) dalam tubuh. Ini sangat dibutuhkann untuk setiap teknik jutsu yang akan dibuat. Setelah terbentuk dapat disalurkan melalui sistem peredaran chakra(titik tanketsu) dalam tubuh yaitu melalui sistem peredaran darah ke salah satu dari 361 titik peredaran chakra dalam tubuh melalui berbagai metode dan yang paling sering digunakan adalah segel tangan.'
'Segel tangan digunakan untuk melakukan ninjutsu, genjutsu, dan teknik lainnya selain taijutsu. Jumlah penggunaan chakra yang tepat untuk melakukan suatu jutsu adalah dengan memanipulasi segel tangan yang benar. Ini bervariasi dari jutsu yang lemah sampai jutsu yang paling kuat.'
Segel tangan diantaranya yaitu Tori(bird), I(boar/hog), Inu(dog), Tatsu(dragon), Ushi(Ox/cow), Tora(tiger), Mi(snake/serpent), Ne(rat), Uma(horse), Saru(monkey), U(rabit/hare), Hitsuji(ram).'
Mereka berdua duduk disana sekitar setengah jam dimana Shizune membacakan sambil menjelaskan bagian-bagian tertentu yang tidak dimengerti oleh Naruto. Dia juga menjelaskan bagian-bagian dan jumlah chakra poin yang ada didalam tubuh.
"Apa kau mengerti Naruto?" Tanya Shizune menatap Naruto yang duduk di pangkuannya. Naruto mengangguk sambil melihat satu gambar yang menunjukkan energi fisik dan energi spiritual bercampur untuk membuat chakra.
"Bisakah kita mencobanya? Aku ingin melihat apa aku bisa menggunakan chakra ku." Tanya Naruto bersemangat untuk mempraktekkan apa yang dibacanya tadi.
"Tentu" Kata Shizune. Naruto turun dari pangkuannya dan duduk didepannya. "Duduklah dengan posisi meditasi seperti yang aku lakukan," ucapnya. Naruto mencoba posisi duduk yang diajarkan shizune tetapi harus dibantu karena kakinya masih terlalu kecil.
"Kau sudah merasa nyaman?" tanya Shizune dan Naruto menganggukkan kepalanya sebagai tanda bagi Shizune untuk memulai. "Baiklah Naruto-chan pertama-tama aku ingin kau membuat segel tangan. Ini adalah segel tangan Hitsuji(ram). Menggunakan salah satu segel tangan akan membantu mengeluarkan chakramu dan membawanya ke permukaan tubuh. Tapi segel tangan Hitsuji(ram) adalah segel tangan yang paling sering digunakan shinobi ketika menarik chakra mereka untuk pertama kali."
"Seperti ini?" tanya Naruto mencoba melakukan yang terbaik untuk meniru segel tangan yang ditunjukkan Shizune kepadanya. Shizune mengamati segel tangan yang dibuat Naruto dan memperbaikinya sedikit.
"Untuk menarik keluar chakramu. Kau harus menggali jauh kedalam dirimu dan mencoba untuk menariknya keluar. Cari jauh lebih dalam dan tunggu sampai kau merasa ada sensasi hangat di perutmu. Ketika kau merasakannya cobalah untuk fokus dan kemudian tarik ke permukaan tubuhmu. Aku akan mencontohkannya."
Naruto melihat Shizune menutup matanya dan mengambil nafas dalam-dalam sebelum menghembuskannya. Setelah sekitar sepuluh detik Naruto merasakan ledakan energi yang kuat berasal dari Shizune.
Dia bisa merasakan hangatnya energi itu walau tidak sebesar Tō-san maupun Kā-channya tapi dia bisa merasakan energi itu mengalir lancar dari tubuh shizune. Jika ia melihat lebih dekat ia bisa melihat aura berwarna biru menguar dari tubuh Shizune.
"Apa itu chakra?" tanyanya ketika Shizune berhenti dan membuka matanya. "Sesuatu berwarna biru disekitar mu?"
"Benar. Jika kau mengontrol dengan baik, chakra yang kau tarik itu akan terlihat aura biru di sekitarmu."
"Sekarang giliran mu" Ucap Shizune dan Naruto mengangguk. "Tapi jangan sedih jika kau tidak berhasil melakukannya Naru-chan. Butuh waktu untuk mengaktifkan chakramu untuk pertama kali."
"Baiklah, tapi aku akan mencoba yang terbaik." Ucap Naruto penuh semangat dan Shizune tersenyum kepadanya sambil mengelus Ton-Ton yang berada disampingnya.
Ia melihat Naruto menutup matanya dan mengambil nafas dalam-dalam mirip dengan apa yang dilakukannya beberapa saat yang lalu. segel Hitsuji yang Naruto buat agak gemetar tapi Shizune tau itu karena Naruto agak gugup dan tidak ingin mengecewakannya.
Didalam rumah Kushina sedang membuat minuman untuk teman-temannya yang sedang berkunjung. Dia ingin melihat Naruto dan melanjutkan latihan yang tadi sempat tertunda setelah memberikan minuman ini kepada tamunya. Tetapi saat melihat keadaan Naruto dia terkejut karena ada Shizune yang sedang mengajarkan Naruto cara mengakses chakra.
Setelah beberapa menit berlalu, Naruto membukanya dengan raut wajah sedih. "Aku tidak bisa menemukannya. Aku tidak merasakan sensasi hangat di perutku"
"Tidak apa-apa Naru-chan, aku sudah mengatakannya pada mu bukan. Kau tidak mungkin bisa melakukannya hanya dengan sekali mencoba kau harus terus berusaha sampai akhirnya berhasil"
"Baiklah aku akan mencobanya lagi," ucapnya dan kembali dalam posisi meditasi sambil membuat segel Hitsuji. Dia menutup matanya dan mengambil nafas dalam-dalam.
Shizune kembali mengamati Naruto yang juga diikuti Ton-Ton tetapi mereka terkejut saat melihat Kushina sedang berjalan menuju kearahnya. Kushina meletakkan telunjuknya dibibir sebagai isyarat agar Shizune diam dan tidak mengganggu konsentrasi Naruto yang sedang melakukan latihannya dan agar Naruto tidak menyadari kedatangannya lalu dibalas anggukan oleh Shizune dan Ton-Ton.
'Aku harus mencarinya lebih dalam lagi sampai merasakan sensasi hangat diperutku' pikir Naruto sambil terus berkonsentrasi dan berusaha tenang. Sampai satu menit Naruto masih tidak berhasil merasakannya sehingga ia sedikit menggertakan giginya karena kesal.
'Aku harus membuka chakra ku sehingga aku bisa melindungi Keluargaku. Aku tidak akan berhenti sampai menemukannya.' Pikirnya
Baru saja Naruto menarik nafas dalam-dalam dia merasakan satu tarikan diperutnya dan sensasi hangat muncul disana. 'Mungkinkah ini chakra ku' pikirnya sebelum dia melakukan apa yang Shizune katakan kepadanya untuk fokus pada sensasi hangat itu dan mencoba menariknya ke permukaan.
Shizune dan Kushina tersenyum lebar saat melihat aura biru menguar kecil di sekitar tubuh Naruto. Mereka hendak berlari dan memeluk Naruto karena berhasil mengaktifkan chakra untuk pertama kalinya. Tapi mereka terus mengamati dan merasakan ukuran chakra yang dikeluarkan Naruto.
'Chakranya sudah setara high Genin. Apakah ini karena dia adalah campuran antara Senju dan Uzumaki?' pikir Shizune dan Kushina kompak.
Shizune sedikit mengguncang tubuh Naruto membuatnya kehilangan fokus dan chakra yang dipancarkannya berhenti. Naruto membuka matanya untuk melihat Shizune,Ton-Ton dan yang mengejutkan Ibunya, Kushina sedang menatapnya dengan raut wajah gembira dan membuat Naruto tersenyum lebar.
"Aku berhasil Nee-chan, Kā-chan aku bisa mengakses chakraku" ucapnya sambil berjingkrak girang. Sampai akhirnya dia merasa lelah hingga tubuhnya hampir ambruk ketanah.
Tetapi shizune dan Kushina yang berada di depan Naruto menangkapnya dalam pelukan hangat. "Kenapa aku merasa mengantuk?" tanya Naruto sambil menguap dipelukan Shizune.
"Itu karena kau mengeluarkan terlalu banyak chakra Naru-chan ketika baru mengaktifkannya, kau pasti merasa lelah. Tapi jangan khawatir setelah kau istirahat dan perutmu terisi makanan kau akan baik-baik saja." Ucap Shizune sedangkan Ton-Ton menjilati kaki Naruto.
"Benar apa yang dikatakan Shizune, Naru-chan. Aku rasa latihan hari ini cukup." Ucap Kushina lalu dia melihat kearah Shizune "Shizune boleh aku meminta bantuanmu untuk membawa Naruto ke kamarnya, aku harus kembali ke dalam menemui tamu-tamu dan bayi ku." Tambah Kushina yang dibalas anggukan Shizune lalu Kushina masuk kedalam rumah.
Sebelum masuk kedalam rumah Naruto bertanya pada Shizune. "Hei nee-chan?"
"Ada apa Naru-chan?
"Aku ingin tahu kau ini jenis ninja apa?" tanya Naruto yang membuat Shizune sedikit terkejut tapi tetap menjawab pertanyaan Naruto.
"Aku adalah Iryō-nin atau biasa disebut ninja medis. Aku berlatih Ninjutsu medis itulah kenapa aku bekerja dirumah sakit."
"Ninjutsu medis? Apa itu?" Tanya Naruto yang membuat Shizune tersenyum karena Naruto yang begitu antusias.
"Ninjutsu medis adalah jenis ninjutsu yang digunakan untuk menyembuhkan orang-orang ketika mereka terluka."
"oh, seperti ketika orang-orang sedang sakit?"
"Tepat sekali, itulah mengapa aku menjadi murid Tsunade-sama. Dia adalah ninja medis terbaik diseluruh negara elemental" balas Shizune
"wow"bisik Naruto
"Bā-chan benar-benar kuat"
"Benar. Dia adalah salah satu kunoichi terkuat di desa dan dikenal dunia sebagai salah satu kunoichi terkuat yang pernah ada. Selain Kā-chan mu tentunya"
"Berarti kau juga kuat seperti Bā-chan?" Tanya Naruto yang kembali membuat Shizune tertawa.
"Aku tidak sehebat dan sekuat bā-chan mu tapi aku pikir aku bisa menjaga diriku sendiri. Karena bisa menjaga diri sendiri adalah hal yang sangat penting"
Naruto hanya mengangguk karena matanya terasa berat. Mereka berjalan dan masuk kedalam rumah. Mereka bisa mendengar suara perempuan sedang bercengkrama satu sama lain.
Shizune berjalan menuju tangga dan melewati ruang tamu dimana kushina dan ibu-ibu lainnya sedang duduk dan bercengkrama sambil memegang bayi mereka. Para ibu muda itu melihat Shizune sedang menggendong Naruto yang terlihat mengantuk.
"Ah Shizune terima kasih untuk hari ini" ucap kushina sementara para ibu yang lain menyapa Shizune.
"Tidak perlu berterima kasih Kushina-sama aku senang bisa membantu Naru-chan " balas Shizune sambil tersenyum ramah.
"Naru-chan sudah bertambah besar semenjak terakhir aku melihatnya." Ucap Mikoto yang duduk disamping Kushina sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Naruto. "Dia seusia Itachi kecilku semoga Naruto bisa berteman baik dengan Itachi nanti" tambah Mikoto ke Kushina.
Setelah melakukan percakapan dengan beberapa ibu-ibu kunoichi. Shizune berjalan menaiki tangga dan membawa Naruto kekamarnya yang terlihat begitu rapih. Shizune menempatkan Naruto ditempat tidur dan menyelimutinya.
Dia meletakan buku milik Naruto di meja kecil disamping tempat tidur lalu pelan-pelan keluar dari kamar tidur itu agar tidak mengganggu Naruto yang sepertinya sudah terlelap.
Diluar kamar Naruto. Shizune sudah ditunggu oleh Kushina.
"Sekali lagi aku berterima kasih Shizune" ucap Kushina
"Sudah kukatakan tadi kau tidak perlu berterima kasih Kushina-sama, Aku senang menghabiskan waktu bersama Naru-chan"
"Baiklah, aku boleh minta bantuan mu Shizune?" Tanya Kushina dan Shizune mengangguk. "Minato sibuk dengan pekerjaannya sebagai Hokage jadi dia tidak punya waktu melatih Naru-chan. Dan aku juga terkadang sibuk mengurus sikembar yang baru lahir. Jadi maukah kau membantuku melatih Naru-chan saat kau tidak sedang sibuk dengan pekerjaan mu Shizune? Sehingga kita bisa melatih Naru-chan bersama-sama."
Shizune sedikit terkejut dengan permintaan Kushina tapi dia mengerti apa yang dikatakan Kushina. Dengan kelahiran dua bayi, Kushina akan sibuk sehingga dia harus membagi waktunya antara sikembar dan Naruto. Begitupula Minato yang mempunyai tanggung jawab sebagai Hokage."Tentu saja Kushina-sama , dengan senang hati aku akan membantumu melatih Naru-chan."
"Terima kasih Shizune, Aku sebenarnya ingin meminta bantua Kā-san dan Tō-san tapi sepertinya mereka juga sedang sibuk, aku akan membicarakan ini pada mereka nanti." Ucap Kushina dan Shizune mengangguk sebelum akhirnya berpamitan pulang dan meninggalkan Kushina yang kembali keruang tamu untuk bercengkrama dengan ibu-ibu lainnya.
Chapter end
Terima kasih banyak buat reader-san dan senpai-senpai yang udah buang waktunya buat review fic saya yang amburadul ini.
Buat reader-san yang bertanya apakah Naruto akan jadi dark? jawabannya adalah tidak, disini Naruto ga akan jadi dark.
lalu, Apakah naruto bakal DI-abaikan? jawabannya juga tidak. Naruto ga akan DI-abaikan oleh keluarganya kalo sedikit TER-abaikan mungkin, mengingat ayahnya seorang hokage dan ibunya mengurus kedua adiknya yang seorang jinchuuriki tapi naruto tetap menyayangi keluarganya begitu juga sebaliknya. dan Naruto juga menyayangi kedua adiknya
buat yang bertanya struktur keluarga Naruto itu hampir sama kaya di canon cuma bedanya Jiraiya(yang disini saya buat jadi anak kandung Tobirama senju)menikah dengan Tsunade dan mereka punya anak yaitu Minato.
untuk update sebenernya saya pengen update dua kali seminggu yaitu hari rabu dan sabtu tapi karena rabu kemarin saya sibuk magang dan mengerjakan skripsi jadi ga bisa update cepet. saya masih baru didunia fanfiksi jadi, kritik dan saran dari senpai dan reader-san sangat saya hargai..
Arigato
