Haloooooo! Kembali lagi dengan Ameriya7, si author baru.
Maaf update kelamaan ;_; sibuk ngurusin ijazah, les ini itu (padahal liburan), sakit perut, pilek, mata bengkak…(lebay tapi nyata)
Jadi, saya sudah kapok nulis fic sambil chatting sama temen. Akhirnya author menahan napsu buka fb, hanya berfokus (halah) membuat fic, Only youuu~ #nyanyi lagi# ehm- Saya jamin chapter ini ceritanya panjang.
Disclaimer(lagi) : Pokoknya Hunter x Hunter itu punya Yoshihiro Togashi –titik-
Akhirnya mereka berempat sampai di Zevil Island. Meskipun butuh perjuangan besar untuk menyeret Leorio yang enggak mau lepas dari kotak bermata satu itu. Kalau Kurapika langsung merelakan, katanya, dia harus menjaga kharisma sebagai laki-laki #EAAA
Gon : 20.00 … authornya mana sih? Udah gelap nih…
Meri : kekeke *ketawa ala Hiruma* (salah fandom woi!) akhirnya kalian datang juga.
Ternyata authornya masih di tengah laut. (gimana sih)
Meri : ohoo… itu dia mereka. *melihat ke sebuah kapal yang masih berlayar*
Gon dkk bingung dan mimik wajahnya seperti mengatakan 'si author nungguin siapa sih'
Killua : Author! Pinjem teropongnya!
Meri : Nih! *lempar dari tengah laut ke Killua* dan anehnya, teropong itu bisa nyampe ke tangan Killua dengan mulus.
Killua : *masang teropong* …APA? *kalang kabut*
Gon : k-kenapa sih? Coba pinjem.
Gon memasang teropongnya, lalu dia melihat… dia melihat… dia melihat…(kebanyakan copy paste) Genei Ryodan (wait,what)yang anggotanya enggak lengkap, bersama Zeno Zoldyck, Kalluto Zoldyck, Netero dan Bisuke (whaaat). Dan author pun loncat dari tengah laut ke Zevil Island. (sakti banget)
Killua : author.
Meri : heh? Apa?
Killua : KENAPA KAKEK SAMA ADEKKU JUGA ADA. INI SEBENERNYA KENAPA SIH.
Meri : Mending kakekmu, kalem (kayak lembu*plak*) mau aku panggilin Kikyo? Setidaknya bersyukurlah sedikit.
Killua : …apadah
Meri : fufufu (bah, reaksinya enggak asik) akh, itu mereka sudah tiba, telat 5 menit.
Gon : …katanya Netero bakal hukum..
Meri : Itu khusus untuk kalau kalian yang telat, bukan mereka.
(sepertinya para readers telah membaca fic yang dibuat author penipu)(readers : *pergi* Meri : EH, TUNGGU!) ehem- ok, lanjut.
Meri : Ok, jadi semua sudah berkumpul disini… eh? Kuroro, kok enggak lengkap? Mana Franklin, Nobunaga, Shalnark, Shizuku sama Phinks?
Kuroro : Mereka kusuruh jaga rumah. (ha?)
Meri : O gitu, ya udahlah.
Author enggak berani macem-macem sama Kuroro, bersikap sangat, sangat hormat. Bisa dibilang author malas. Kalau nambah ada mereka nanti kebanyakan. (Ok, itu enggak penting.)
Meri : Netero, bilangin mereka tuh.
Netero : Ok, sip. Selamat malam semuanya~ Jadi, pokoknya alasan author memanggil kalian – kalian ini ke Zevil Island karena sekarang waktunya musim panas! Uji nyali!
Hening sejenak
. . . . . . . . . . . . .
Mengheningkan cipta selesai.
'semua' : APAAAA?
Pengecualian sama Kurapika, Zeno, Kalluto dan Genei Ryodan yang jaga gengsi. Jadi 'semua' itu yang teriak Cuma Gon, Killua, Leorio sama Bisuke aja ._. –enggak penting-
Leorio : APA-APAAN INI, AUTHOR? Thor… Thor… Thor… *teriak menggema-gema*(Gemanya jadi kayak nama superhero marvel the avenger itu ya?)
Meri : Berisik. Diem aja kamu. Sekarang aku mau bagi – bagi kelompok dulu.
Gon : Bagi kelompok? Hii, firasat buruk nih…
Kelompok 1 : Gon, Bisuke, Uvogin, Bonolenov.
Kelompok 2 : Killua, Zeno, Kalluto.
Kelompok 3 : Kurapika, Leorio, Kuroro, Feitan.
Kelompok 4 : Machi, Hisoka, Pakunoda, Kortopi.
Killua : AUTHOORRR! KENAPA AKU SAMA KAKEK TUA RENTA BEGINI!
Meri : Kamu kan ada Kalluto juga, jangan lupakan dia dong. Aku ingin mendekatkan hubungan persaudaraan kalian~ Jangan protes deh. Hehe.. gimana Kalluto? Kamu senang?
Kalluto : *ngangguk**malu-malu*
Zeno : … (punya cucu kurangajar banget)
Gon : Eh, ada Bisuke! Uvogin.. dan Bonolenov…?
Meri : Iya, kenapa? Mau protes?
Leorio : Kok aku sama Kurapika terus?
Meri : Duhh… masa' enggak tau sih? Kalian kan suami is-
Kurapika : *Death Glare**mata jadi merah*
Meri : Eh- maksudku, kalian kan sahabat dekat… *sweat drop*
Hisoka : Aih~ ada Machi~ Sepertinya memang takdir kita berdua ya~
Machi : BERANI MENDEKAT BAYAR 30 JUTA. BERANI MENYENTUHKU BAYAR 50 JUTA. KALAU KAU HILANG DARI HADAPANKU, GRATIS. (Machi sadis ya)
Sementara itu, yang enggak dapet dialog, Bisuke, Bonolenov sama Uvogin malah jadi nyambung. Uvogin dan Bonolenov-pun kehilangan kharismanya sebagai laki-laki karena ngobrol kayak tante-tante. Pakunoda asik bersihin pistolnya, dan dia merasakan kenikmatan terdalamnya (?) Kortopi lagi ngurusin rambutnya. Kuroro sama Feitan enggak ngapa-ngapain. Bengong berdua enggak ngajak – ngajak. (awas, nanti ayam tetangga mati)
Netero : Ok, jadi… kalian harus mengelilingi pulau ini lalu kembali lagi kesini. Aku dan author cuma sebagai observernya. Oh ya, satu lagi… hati – hati dengan hantu.
Lalu semuanya termasuk Kurapika, para Zoldyck dan Genei Ryodan yang enggak bisa nahan gengsi lagi menjerit, "HANTU?" (enggak elit banget, masa' Genei Ryodan sama Zoldyck takut hantu.)
Netero : Yang pertama, kelompok 4.
Machi lagi nagih – nagih Hisoka 80 Juta karena sudah mendekat dan menyentuhnya. Pakunoda masih asik bersihin pistolnya. Kortopi ngikutin mereka dari belakang meskipun jadi kayak sadako lagi stalking.
Netero : Kedua, kelompok 1.
Gon asik ngobrol sama Bisuke. Uvogin dan Bonolenov siap berburu hantu sambil nyiapin tinju, meskipun agak takut (gimana sih). Di pandangan orang normal, Bonolenov kayak cosplay jadi mumi sambil pake sarung tinju, celana pendek dan boots. Di pandangan orang normal, itu sangat enggak normal.
Netero : Ketiga, kelompok 2.
Berjalan dalam keheningan yang sangat mendalam. Killua tanpa alasan yang jelas, tegang. Kalluto masih kegirangan. Zeno agak kesel sama author karena disuruh ikut beginian, dengan mimik wajah yang datar, seperti sosok kakek yang cool nan misterius.
Netero : Terakhir, kelompok 3.
Jadi seperti cinta segitiga antara Kurapika, Leorio sama Kuroro (eh). Feitan penengahnya.
-Setelah semuanya sudah pergi-
Meri : Sip, udah pergi semua.
Netero : Mana hantu-hantunya?
Meri : Itu. (dibelakang author ada 4 makhluk enggak jelas)
Netero : Apa yang kebagian buat kelompok 4?
Meri : Kalau enggak salah… Kuchisake-onna!
(Note : Kuchisake-onna atauwanita bermulut robekadalah sejenis siluman dalam mitologi dan legenda urban Jepang. Ia berwujud seorang wanita yang menutup mulutnya yang robek dengan kipas, syal atau masker operasi. Ia sering muncul di jalan-jalan yang sepi dan bertanya pada orang yang ditemui apakah dirinya cantik. Bila orang itu menjawab tidak atau ketakutan melihat wujud seramnya ia akan membunuh orang itu.(tentu saja ini copy paste dari wiki))
Netero : …*smirk* oi, sini sebentar. Ada yang aku mau kau lakukan *bisik-bisik sama Kuchisake-onna*
Kuchisake-onna: *keluarin jempol*
Meri : Eeh- kayaknya menarik…
Netero : Hohoho~ tentu saja.
Meri : Ya udah... MULAI!
-Kelompok 1-
Gon : Udah setengah jalan kok enggak muncul apa-apa?
Bisuke : Kenapa kamu nanya ke kita? *dengan muka seperti ini : =_=*
Gon : Katanya Netero bakal ada hantu…
Uvogin : Heh, diem. Itu dari tadi gerak-gerak sendiri. *nunjuk ke arah semak-semak*
Bonolenov : Hehehhehe…kayaknya itu hantunya muncul… *pasang kuda-kuda tinju (?)*
Bisuke : Hantu enggak bisa di tinju woi.
Bukannya pergi, mereka malah diem liatin semak-semak itu. Entah mereka terpesona semak-semaknya bergerak sendiri atau apa… author sendiri enggak tau.
Lalu tiba-tiba, hantu keluar dari semak-semak.
*GUSRAAAAKKKK* (SFX gagal)
Gon : GYAAAAHHH! SADAKO!
Bisuke : *kelabakan**merinding* UDAH! KITA KABUR AJA!
Bonolenov : *nantangin Sadako berantem*
Uvogin : *ketakutan* (payah nih) NGAPAIN KAMU NANTANGIN HANTU?
Bonolenov : Hah! Pengecut! Gitu aja langsung kabur…GUAAKH! *langsung ditarik sama Bisuke, Gon sama Uvogin**digotong rame-rame kayak mau dimakamkan*
Gon : WADUH! SADAKO-NYA NGEJAR KITAAA!
Lalu Bisuke tiba-tiba berubah jadi wujud aslinya, dan menonjok Sadako sampai jauuuuuhh banget.
Bonolenov : TUH KAN! HANTU BISA DITONJOK! Eh- tunggu…ITU KAN BAGIANKU- HMPH! MMPH! HMPH! *dibekep sama Uvogin yang lagi gotong dia*
Meri : *melihat dari kejauhan* Bonolenov berisik banget sih.
-Kelompok 3-
Leorio : Suara berisik apa tadi itu?
Kurapika : …
Kuroro : …
Feitan : …
Leorio : WOI! KOK AKU DICUEKIN!
Kurapika : Diem, siapa tau nanti hantunya muncul tiba-tiba.
Dan benar kata Kurapika, samar-samar muncul sosok transparan di depan mereka.
Leorio : Hah? Arwah?
Tepat sekali, itu arwah. Lalu Feitan, dengan aksi keren yang sia-sia, menebas-nebaskan pedangnya yang jelas-jelas enggak akan bisa, karena itu 'arwah'. Lalu Feitan kecape'an dan menyerah. (salah sendiri)
Kuroro facepalm dari lubuk hati terdalamnya. Merasa malu dan gagal sebagai ketua. Kurapika apalagi, berusaha mengikat arwah pakai rantai-nya. Alhasil, rantai-nya kebelit-belit.
Kurapika : Rantaiku…
Leorio : Ok! Sekarang giliranku beraksi!
Leorio berusaha menusuk-nusuk si arwah dengan pisau kecilnya. Dan si arwah pun menghilang tiba-tiba (kok bisa ya?). Kurapika, Kuroro dan Feitan langsung sweat drop.
Leorio : Eh? Hilang ya? HAHAHA! AKU HEBAT! *membusungkan dada*
Kurapika : …
Kuroro : …
Feitan : …
Leorio : *lanjutin jalan dengan bangganya, sampai dia enggak sadar kalau dicuekin* Eh? Kok ada makam disini?
Kurapika : Jangan-jangan makam arwah yang tadi?
Leorio : Disini tertulis… korban bernama xxxx xxxxxx tanggal xx bulan xx tahun xxxx, mati karena… tanpa sadar menusuk diri sendiri pakai… pisau dapur?
Kurapika : Mati konyol…tapi kasian sekali… *sweat drop*
-Kelompok 4-
Machi : Sejauh ini enggak ada apa-apa.
Pakunoda : Mungkin sebentar lagi. *menyiapkan pistol*
Kortopi : Ada yang datang.
*SREK SREK SREK SREK SREK* JENG JENG JENG JENG KUCHISAKE-ONNA!
Kuchisake-onna : Apakah aku cantik?
Hisoka : JELEK. Masih lebih cantik Machi~
Machi : *marah dalem hati* 'HISOKAAAA! Jangan terang-terangan bilang dia JELEK!'
Kuchisake-onna : APA KATAMU? *buka masker*
Kortopi : Mulutnya lebar banget! (tentu saja)
Dengan kecepatan tinggi, dalam sekejap kuchisake-onna sudah ada dibelakang Machi, mendorongnya dan… CHU! Machi mencium Hisoka tepat di bibirnya.
*JEPRET!* (ada suara misterius dari atas pohon, semua enggak sadar)
Machi : ARGH! *muka memerah, malu setengah mati*
Pakunoda bengong, Kortopi melongo, Hisoka syok bercampur senang #EAAA
Hisoka : Aih~ Machi, manisnya~
Machi : Heh! E-enak aja! Aku kan di dorong sama… *death glare ke Kuchisake-onna* DIA!
Kuchisake-onna : *kabur*
Machi : WOI! SINI KAMU! BIAR KUJAHIT MULUTMU!
Machi dan Kuchisake-onna kejar-kejaran maut, tapi kuchisake-onna berhasil kabur…
Sementara itu dari kejauhan…
Netero : Nyehe~ kerja bagus kuchisake-onna.
Meri : Hehehe…Hasil yang sangat memuaskan~ *sambil megang kamera*
-Kelompok 2-
Keheningan, kesunyian, keluarga bahagia(?) Kata-kata yang sangat cocok dengan keadaan kelompok ini…
Kalluto : Sampai sekarang belum ada apa-apa.
*srek srek*
Killua : sst, kayaknya itu deh. *tiba-tiba nongol kepala yang lehernya panjaaang dari semak-semak(lagi-lagi)*
Zeno : Itu kan… Rokurokubi. Yōkai dalamcerita rakyat Jepang. Pada siang hari mereka tampak seperti manusia biasa, namun di malam hari mereka memperoleh kekuatan untuk memanjangkan leher mereka. Mereka juga mampu mengubah wajahnya menyerupai oni supaya lebih menakutkan. (asli dari Wiki)
Killua : ...Ini bukan saatnya untuk penjelasan hantu.
Kalluto : Oh, itu hantunya nyerang.
Killua : Udahlah, kita pergi aja.
Kalluto : Iya deh.
Zeno : …
Rokurokubi: HEI! Kenapa aku dicuekin!
Killua : Duh, ngerepotin. *Si Rokurokubi diCAKAR Killua sampai lehernya enggak bisa tumbuh (?) lagi**sadis level S+*
-Dari kejauhan-
Meri : Parah nih, kok hantunya pada KO semua?
-The End?-
Meri : Dan berakhirlah uji nyali ini. Kalian semua boleh pulang.
Gon komat-kamit enggak jelas, bersyukur sedalam-dalamnya karena sudah berakhir. Killua ngajakin Gon pulang. Kalluto masih berbunga-bunga. Zeno dan Genei Ryodan langsung ngeloyor pergi. Bonolenov sudah kembali ke akal sehatnya. Machi ngomel-ngomel sendiri karena 'kejadian tadi'. Hisoka kegirangan, senyum-senyum sendiri (gawat, udah gila *dibantai*) Sisanya, author malas ceritain.
Meri : Fuhh.. akhirnya selesai juga. Maaf kalau jelek dan masih pendek juga...
Netero : Eh, 'foto yang tadi' mana?
Meri : Oh…yang tadi itu ya? Nih.
Netero : Hohoho…anak muda…*sambil ngelus-ngelus jenggot*
Machi : *datengin author* Author! Apa-apaan yang 'tadi itu'!
Meri : Eh-itu kan Netero yang- (tau-tau orangnya udah hilang)
Machi : *Death glare*
Meri : GYAAAAA! MAAF! MAAF! MAAF! *nyembah-nyembah Machi terus kabur*
Machi : HEH! JANGAN LARI! SINI KAMU!
Meri : *lari sambil ngomong* Dan berakhirlah fic ini! Tolong di review!
