Your Heart

Cast:

Kim Ryeowook (yeoja)-(mianhe Oppa..)

Eunhyuk (yeoja)-(mianhe juga unyuk oppa)

Sungmin (namja)

Donghae (namja)

Pairing: MinWook, niatnya mau ada KyuWook juga

Genre: Romance / angst

Rate: T

Warning: GS, Gaje, Typo, tak sesuai EYD.. persiapkan mental dan fisik sebelum membaca ff ini.. kkkkk

Disclaimer: cast yang ada di ff ini semuanya milik Tuhan, saya Cuma meminjam nama.

##Selamat Membaca##

"yeobseyo oenni, apakah hari ini oenni bisa temani donghae Oppa?"

"memangnya ada apa Wookie?"

"hari ini aku janji mau mengantar Donghae Oppa untuk cari kado buat teman Oppa yang akan menikah besok lusa. Tapi hari ini Sungmin Oppa mengajakku bertemu dan sepertinya penting, jadi aku minta tolong oenni ya temanin Oppaku!?"

"hmmh bagaimana ya?"

"ayolah oenni, anggap saja sebagai cara PeDeKaTe dengan Oppaku ne?. Lagipula aku mau ko kalau punya kakak ipar seperti Oenni. Hehe.. Ya bisa ya oenni, jeball.." mohon ryeowook.

"hhmmh kamu itu. Baiklah nanti oenni kerumahmu"

"yeee.. gomawo oenni ku sayang. Semoga saja kalian itu berjodoh ya.."

"YAAA KIM RYEOWOOK…" teriak yang di seberang telfon..

"bye Oenni Iparku.. haha.."

Flip sambungan terputus..

"bagaimana Wookie, dia mau menemaniku?" tanya Donghae

"berrees Oppa, katanya nanti dia mau kemari. Oppa siap-siap aja gih. Lagian aku juga mau berangkat sekarang".

"cieee yang mau kencan…" ujar Donghae menggoda Ryeowook.

"apa siyh Oppa…" ryeowook hanya mengerucutkan bibirnya..

"gomawo yaah udah mau mengenalkan Oppa pada eunhyuk.. keliatan di foto siyh dia manis juga" kata Donghae sambil memeluk Ryeowook dari belakang, dia sangat menyayangi adiknya ini. Sudah cantik, baik, mau menjodohkannya pula.. hahaha..

"iya Oppa sama-sama. Ingat kan apa yang disukai Oenni..?"

"iya Oppa ingat ko, sudah diluar kepala malah.. haha" canda Donghae..

"hmmh bagus deh. Kalau begitu aku berangkat sekarang ya Oppa…"

"yaa.. hati-hati ya adikku yang cantik.."

Sebelum pergi Ryeowook mencium pipi Donghae -(author juga pengen) Sambil berbisik "Good Luck ya Oppa. Heheh"..

Ryeowook pov

Haah sebenarnya hari ini aku males banget mau ketemu Sungmin Oppa. Heey,,,, jangan salah paham dulu. Soalnya tadi malam suaranya terdengar aneh *mungkin lagi flu?* ya nggak mungkin lah, secara siangnya kan kita ketemu. Dan Oppa sehat-sehat saja tuh.. *ooo mungkin kecapean* iya kali ya. Akhir-akhir ini Oppa kan sedang sibuk, baru kemarin tuh dia nyantei begitu. Eeeh siapa siyh yang tadi jawab pertanyaanku? Hantu kali ya? Hiiih. Mengerikan apa disekitar sini ada hantunya ya? (sambil clingak clinguk) aah mana mungkin ada hantu di siang hari.. hahaha… (okeh abaikan)..

Ryeowook pov end

Ryeowook berjalan menuju danau tempat favorit untuk bertemu dengan Sungmin. Tangan kanannya menjinjing keranjang makanan, yang sudah disiapkannya dari rumah tadi. Sungmin terlihat sudah menunggu di bangku yang ada di tepian danau itu.

"Oppa, sudah lama sampai?"

"Wookie.. lumayan sudah lima belas menit Oppa menunggumu, kenapa lama?"

"tadi kan aku harus menyiapkan bekal ini dulu Oppa. Lagian ada apa siyh kenapa harus dibuatkan makanan segala?" ujar Ryeowook sambil duduk disamping Sungmin.

"Oppa ingin mengajakmu jalan-jalan saja ko"

"kemana?"

"ayolah, jangan banyak tanya nanti keburu siang, Oppa kan ingin lama-lama dengan yeojachingu Oppa. Hehe.." kata Sungmin sambil mencubit hidung Ryeowook..

"kyyaa sakit Oppa.."

"habis kamu itu manis banget siyh Wookie, jadi tiap ngliat kamu Oppa, jadi ingin nyubitin (?) kamu terus."

"Oppa iiiisshh… mau ngajak jalan kemana?"

"kita ke Lotte World saja yuk?!" ajak sungmin semangat

"jinjja? Ayo Oppa kita kesana, lagian aku udah lama nggak liburan. Ayo Oppa… ayooo" ujar Wookie berbinar.

~Skip Time~…

Ryeowook dan Sungmin telah sampai di Lotte World, tempat yang sangat menyengkan untuk menghilangkan penat. Hampir setiap permainan mereka coba. Disela-sela itu Sungmin menyempatkan untuk ber-selca ria dengan Ryeowook. tak lupa mereka memakan bekal yang sudah disiapkan Ryeowok.

"hmmmh, masakanmu ini sangat enak chagi. Darimana kamu belajar memasak?"

"aku belajar dari oemma di panti. Disana hampir semua anak gadis harus bisa memasak. Katanya kita sebagai calon ibu rumah tangga harus bisa memanjakan anak dan suami dengan masakan yang enak dan dibuat dengan penuh cinta dan kasih sayang.."

"emmh, pantas masakanmu ini enak sekali. Berapa banyak cinta yang kamu gunakan untuk membuat semua ini?"

"ah Oppa cintaku tidak bisa diukur dengan apapun. Mau sebanyak apapun aku menambahkan untuk setiap makanan yang aku buat, Oppa tenang saja cintaku tidak akan habis. Hahaha" mereka tertawa bersama-sama.

Setelah makan, mereka melanjutkan bermain-main di Lotte World.. ketika mereka berjalan, tak sengaja Ryeowook melihat sebuah boneka jerapah yang lucu dan imut (kyaaaa sama seperti Wook-pa)—gak usah d denger..

"Oppa, lihat!"

"emmh, apa Wookie?" tanya Sungmin.

"itu.. aku ingin boneka itu Oppa. Belikan ne! hehe.." kata Ryeowook sambil memancarkan puppy eyes andalannya.

"kamu itu nggak usah memasang tampang imut gitu deh, ayo Oppa belikan.."

"yeee.." teriak Ryeowook semangat.

Sungmin memilihkan boneka yang paling lucu, tapi dia jadi bingung sendiri, karena warna dan bentuk bonekanya hampir sama.. akhirnya dia mengambil boneka jerapah berwarna pink. (warna Sungmin Oppa banget)..

"naaah Wookie, yang ini bagaimana?" "bagus kan?" tanya Sungmin sambil mengacung-acungkan boneka di hadapan Ryeowook..

Ryeowook yang melihatnya hanya tersenyum miris.. "kyaa, Oppa masa warna Pink siyh?"

"kenapa? kan bagus Wookie, warnanya sangat feminim, cocok buat kamu."

"jadi boneka jerapahnya bergender yeoja ya, karena warnanya pink?"

"hahaa bukan begitu Chagi, Oppa hanya ingin memberikan barang yang unik untukmu, jadi kamu nggak akan lupa pada Oppa. Minimal kamu ingat moment saat ini". Ujar Sungmin, wajahnya menjadi murung. Melihatnya, Ryeowook jadi tidak tega.

"baiklah Oppa, tidak apa-apa. Lagian lucu juga, seandainya aja ada jerapah asli berwarna pink.. hehe.." Goda Ryeowook sambil mengambil boneka dari tangan Sungmin. melihat itu Sungmin akhirnya tersenyum kembali..

"gomawo Sungmin Oppa.." kata Ryeowook sambil tersenyum manis.

"ne.."

mereka melanjutkan acara jalan-jalan mereka. Sungmin menggandeng tangan ryeowook. sepanjang hari itu mereka terlihat sangat bahagia, senyum dan wajah ceria tak sekalipun lepas dari keduanya.. oke, kita tinggalkan dulu Sungmin dan Ryeowook, biar mereka jalan-jalan sepuasnya mengelilingi Lotte World.. hahahahaha.. (ketawa bonamana)..

~other place~

"hae, bagaimana kalau yang ini? Ini lucu loh.." kata Eunhyuk sambil memperlihatkan sebuah baju bayi yang super imut ke Donghae..

"kyaa, mereka itu baru akan menikah. Kenapa sudah dikasih kado baju bayi siyh?" jawab Donghe.

"lalu apa dong, aku jadi pusing gini nyari hadiah yang cocok untuk temanmu itu.." kata eunhyuk sambil menggaruk-garuk kepalanya

"naaahh bagaimana kalau ini?" tanya Donghae memperlihatkan bantal yang berbentuk stroberi, memang biasa saja tapi melihat itu, mata Eunhyuk langsung membulat… "neomu kyopta.." innernya

Melihat itu, Donghae hanya tersenyum. Lalu dia memperlihatkan selimut dan bedcover yang bercorak stroberi juga.

"kalau yang ini bagaimana?" tanya donghae sedikit menggoda

"itu.. ehmm.. bagus siyh.." katanya dengan nada yang tidak rela.

Eunhyuk pov

Semua barang yang dia tunjukkan Hae sangat bagus.. kenapa coba mau ngasih kado yang "berbau" stroberi seperti itu.. Hae lebih baik kau berikan padaku saja.. huwaaaa jangan dikasih orang lain..

Eunhyuk pov end

"oke deh kita bungkus saja semuanya". Kata Donghae..

Setelah selesai membungkus dan membayar pada ahjussi penjualnya, mereka berdua pulang.

Donghae mengantarkan Eunhyuk sampai ke apartemennya. Tapi sebelum Eunhyuk keluar dari mobil Donghae menahan tangannya.

"gomawo Hyukie untuk hari ini" kata Donghae sambil tersenyum lembut

"sama-sama Hae. Aku senang ko bisa membantumu". Semburat merah menghiasi pipnya eunhyuk.

"oh ya, kamu bisa bawa barang-barang ini ko.." kata Donghae sambil menyerahkan tas yang berisi kado yang sudah dibelinya tadi.

"looh,, bukannya ini kado untuk temanmu?" kata eunhyuk tak mengerti

"ambillah! Lagian aku tidak yakin mereka akan suka barang-barang yang seperti itu. Hmmmh harusnya tadi kita beli saja baju bayi itu. Hehehe" tawa donghae..

"kenapa diam saja? Kamu tidak mau?" tanya Donghae..

"ah ani.. gomawo ya" kata Eunhyuk sambil mengambil bungkusan kado itu, dengan wajah yang berseri (yeeeyyy,, akhirnya hae membelikan semua ini untukku..)

"kalo gitu aku turun dulu ya!"

"kau tidak memintaku untuk mampir hyukie?"

"ah .. euh.. lain kali saja ya Hae, hari ini masih ada yang harus aku kerjakan. Hehe.." jawab eunhyuk.

"ya sudah deh. Bye hyukie.." donghae mulai menjalankan mobilnya.

"bye.. gomawo hae…" kata eunhyuk sambil melambaikan lima jari kanannya ..

Setelah Donghae meninggalkannya Eunhyuk tersenyum-senyum sendiri, sambil menatap kado yang dia bawa.

"aaahh gomawo hae.. saranghe.." kata Eunhyuk sambil tersenyum manis..

~Back to Minwook.~

Tak terasa hari sudah sore, karena keasyikan mereka jadi lupa waktu.

"wookie, kita ke danau dulu yu! Oppa ingin menikmati pemandangan disana"

"Oppa, sebentar lagi kan malam, besok saja lagi ya, aku sudah lelah hari ini. Bagaimana?"

"tidak bisa Chagi, pokoknya harus sekarang. Besok mungkin sudah tidak ada waktu…"

Ryeowook yang sedang berjalan di samping Sungmin tiba-tiba menghentikan langkahnya lalu menatap Sungmin. "apa maksud Oppa?"

"mau kan kamu temani Oppa?"

"hmmh baiklah.." angguk Wookie. perasaan tidak enaknya kembali muncul. Ini yang dia takutkan sejak kemarin.

Mereka berjalan beririingan menuju bangku yang biasa mereka tempati.. Tempat itu memang sangat indah disenja hari, kelap kelip lampu yang berjejer di sepanjang tepi danau menjadi hiasan tersendiri yang nyaman dipandang mata, matahari yang akan terbenam di ufuk barat menambah suasana yang menenangkan. Disinilah mereka duduk sambil menikmati matahari terbenam, menghadap danau yang berwarna jingga, memantulkan warna langit kala itu. (reader bayangin aja ya)..

"wook-ah, terima kasih sudah mau menemani Oppa hari ini, rasanya sangat menyenangkaaan sekali, bisa seharian bersama denganmu" ujar Sungmin sambil merentangkan kedua tangannya.

"sama-sama Oppa, aku juga hari ini sangat senang bisa jalan-jalan berdua. Kapan-kapan kita jalan lagi ya Oppa?!" pinta Ryeoowook. Seketika itu juga raut wajah Sungmin berubah. Wajah yang tadi ceria kini tampak murung.

"Oppa, gwencanha?" tanya Ryeowook khawatir.

"Wook-ah, sebenarnya besok Oppa harus berangkat ke Jepang.."

"MWOYA? Ke jepang?"

"iya, mianhe Oppa tidak memberitahukan sebelumnya padamu. Appa memintaku untuk mengurus perusahaannya yang baru disana"

"tapi kenapa mendadak Oppa?" tanya Ryeowook, hatinya merasakan sakit, ketika harus berjauhan dengan Sungmin.

"Oppa, aku mohon jangan berlaku kejam seperti ini. Kalau Oppa pergi aku bagaimana? Bagaimanapun juga aku tidak bisa jauh-jauh dari Oppa. Hiks.." airmata telah mengalir di pipi mulus Ryeowook..

"ssssttt Uljima chagi.. mianhe tapi Appa baru menelfon kemarin. Aku tidak bisa menolak keinginan Appa, karena aku anak satu-satunya. Seharusnya Oppa berangkat hari ini, Oppa hanya diberikan waktu satu hari untuk mempersiapkan keberangkatan Oppa. Kamu jangan khawatir karena ini untuk masa depan kita juga Chagi. Bukankah kemarin kamu sudah bersedia menunggu Oppa?" ujar Sungmin sambil memeluk Ryeowook dengan erat.

"Oppa jahat, egois. untuk apa kemarin memintaku menunggumu, kalau Oppa akan pergi? Aku pikir Oppa akan selalu berada d dekatku, dan tidak akan meninggalkanku sendirian. Oppa jahat.. hiks.." kata Ryeowook sambil memukul-mukul dada Sungmin.

"sssttt tenanglah chagi.." sambil mengelus punggung Ryeowook mencoba menenangkan "Oppa tahu, tak seharusnya Oppa seegois ini, memintamu untuk menunggu Oppa, tapi Oppa melakukan itu karena Oppa sangat mencintaimu. Sebelum aku pergi, aku ingin memastikan bahwa perasaan dan cintamu hanya untuk Oppa" (Min-ppa egois) "jadi tunggulah Oppa pulang ne!" pinta Sungmin..

"tapi Oppa.. hiks.. berapa lama Oppa akan berada di Jepang hiks..?"

"Oppa juga belum tahu chagi, mungkin dua tahun, tergantung bagaimana perusahaan itu nantinya."

Ryeowook membelalakan matanya, "MWO? dua tahun? Tapi itu terlalu lama Oppa.."

"Oppa tahu itu sangat lama, kamu harus percaya apa yang Oppa yang lakukan ini adalah untuk kita, demi masa depan kita. Hmmh?"

"masa depan bisa kita bangun bersama Oppa, kita bisa memulainya dari nol kalau kita mau, tidak usah pergi ke Jepang Oppa.." kata Ryeowook sambil menenggelamkan wajahnya di dada Sungmin.

"mianhe chagi, oppa tidak bisa. Bagaimanapun juga Appa sudah mengurus Oppa sendirian, sekarang adalah waktunya Oppa untuk membalas semua kebaikan Appa. Oppa tidak akan mengakhiri hubungan kita, kita hanya perlu menunda, menunda untuk kebahagiaan kita Chagi. Kita hanya perlu menunggu waktu selama dua tahun".

"bagaimana kalau di Jepang, Oppa mencintai gadis lain?"

"hehehe.. tidak akan chagi, hati Oppa hanya untukmu.. Oppa akan selalu berusaha menjaga hati ini hanya untuk Kim Ryeowook seorang ..." "kamu juga jangan mencintai pria lain selain Oppa ne!"

"emmh.. aku tidak janji Oppa, lagian aku kan cantik dan manis seperti ini pasti banyak yang menyukaiku. Kalau ada yang melamarku dan dia lebih dari Oppa aku pasti akan menerimanya.." kata Ryeowook tenang.

Sungmin melotot mendengar jawaban Ryeowook..

"kyaaa, kenapa jawabannya seperti itu?" ucap Sungmin sambil manyun.

"hehe,,, tentu saja tidak akan Oppa sayang. Aku akan selalu mencintai Oppa. Kalau aku merindukan Oppa, aku akan melihat jari manisku, juga jerapah pink yang Oppa berikan tadi."

"naaah begitu dong.. jadi kamu sudah rela Oppa pergi ke Jepang?"

"iya Oppa, aku akan menunggumu. Oppa, jalankan saja tugas di Jepang dengan tenang ne. jangan khawatirkan aku" ucap Wookie pura-pura tegar, padahal hatinya sangat sakit. Tapi dia tidak mungkin membiarkan Sungmin melihat kesedihannya..

"gomawo chagi gomawo.." Sungmin kembali memeluk Ryeowook dengan sayang. Perlahan mereka merenggangkan pelukannya. Sungmin mendekatkan wajahnya ke Ryeowook, lalu mulai menempelkan bibirnya di bibir Kissable Ryeowook.. ciuman sayang yang tidak ada nafsu didalamnya, hanya ada perasaan cinta yang tulus dari keduanya, Sungmin menarik tengkuk Ryeowook dan semakin memperdalam ciuman mereka. Airmata kembali menghiasi wajah keduanya mengalir lembut di sela-sela bibir mereka.

~other place~

Donghae duduk di sofa sambil menonton TV, sesekali matanya melirik jam dinding. Sudah jam Sembilan, tapi Ryeowook belum pulang juga. Dengan cemas dia melihat kearah pintu yang tertutup. Dia sudah mencoba menghubungi Ryeowook tapi tidak tersambung juga..

-ceklek-

Terdengar suara pintu terbuka

"Wookie, kenapa baru pulang?" tanya Donghae masih duduk di sofanya sambil menatap Wookie, yang berdiri di ambang pintu. Bukannya menjawab tiba-tiba tubuh Ryeowook limbung, dan terjatuh.

"Bruughh.."

"woo…wookie, gwencanha?" tanya Donghae setengah berlari mengahmpiri adiknya.

"wookie.. ireona…" ujar Donghae sambil mengguncangkan tubuh Ryeowook di pangkuannya..

TBC or END?

*kyaaaa kyaaa kyaaa…. Author balik lagi nih… hihi (dengan senyum gajenya)*

Bagaimana ceritanya? Bagus kah atau burukkah? Mian kalau Minwooknya kurang romantis, soalnya authornya bukan orang yg romantis siyyh.. ^^

Oia, kenapa author pake pairing MinWook? Soalnya author itu MinWook shipper, KyuWook shipper, pokoknya yang ada Wook'nya deh. ^^

Author ngerasa sebel aja tiap nyari ff, jarang banget nemu yang pairingnya MinWook, akhirnya author mencoba dengan segala cara dan upaya untuk membuat ff tentang Minwook..kkkk (curhat deeh..)

Oke bagi yang ingin KyuWook, chap depan ya.. itu pun kalau masih ada yang mau baca kelanjutannya. Kkkk

Heemmh sepertinya author harus mewajibkan review, bagi yang udah terlanjur baca ni ff. hehehe..

Endingnya mau MinWook atau KyuWook,, masih author pikirkan. #plakkk..

Jeongmal gomawo yang udah mampir; Kyute Evilmagnae, thiefhanie, eidelwiana , park chaesoo, array'ryeowook always, ryeo ryeo ryeong, baekhyunKyu, rye, ms kim , ilma, fiewook. Ditunggu lagi yaa komen dan review'an nya..

-love u all-

Have a nice day