"Apakah kamu siap, Ivan?"

"Tentu saja, Kak, da~"

ESC2012 FINALS!

(Hetalia: Axis Powers © Hidekazu Himaruya)
(ESC2012 © Azerbaijan, etc)

"NEXT! WE HAVE RUSSIA!"

"Kudengar, Russia memakai nenek-nenek untuk menyanyikan lagu aslinya, bukan?" Finland berkomentar. Sementara Sweden yang duduk di sebelahnya hanya mengangguk. Oke, tumben sekali para Nordics sedang tenang-tenang saja? Biasanya ada… "NORGE! Kamu akan memberikan 12 untukku, ya? Ya?" …erm… dia…

"Diam Anko. Russia mau tampil."

"Ngomong-ngomong, mana Iceland?" Finland menyadari kursi diantaranya dan Norway kosong. "Iceland akan tampil setelah Russia." Jawab Norway singkat.

Hong Kong pun berdiri dari kursinya, "Aiyaa~ mau kemana kamu, aru?" China bertanya kepada salah satu adiknya itu. "Aku ada urusan sedikit, mau nitip minuman apa, sensei? Japan?" tanya Hong Kong dengan wajah datar.

"Teh, aru!" jawab China. "Ah, aku ikut pesanan Chuugoku -san saja, Hong Kong-san." Jawab Japan singkat. Hong Kong pun mengangguk dan berlari-lari kecil.

"Party for everybody! Dance!
Come on and dance!
Come on and dance!
Come on and… Boom! Boom!" Russia menyanyi-nyanyi dengan semangat bersama nenek-nenek Buranoviskye Babushki yang asli. T-tunggu, kok ada yang berwajah masih muda seperti Russia?

'BELARUS!' Ukraine berseru dalam hati.

"Корка тыр ик нылпиосы, бертӥзы мусоосы. Корка тыр ик нылпиосы, бертӥзы мусоосы. Вож дэремме дӥсяло но, тӧдь кышетме мон кертто, Вож дэремме дӥсяло но, эктыны пото." Russia sekarang sudah berwajah masam. Dia m-memeluk Belarus barusan! Oh my God… kenapa Belarus bisa tahu penempatannya sih? "Кырӟалом жон-жон-жон, Эктом ми куаж-куаж али. Кырӟалом жон-жон-жон, Ваньмы ӵошен." 'Tahan Russia! Lagunya tidak lama, kok! Tenang!' Russia menyemangati dirinya sendiri.

Sementara itu, di ruang ganti…

"Yo, Ice." Hong Kong membuka pintu ruang ganti Iceland dengan kunci cadangan yang dia dapat dari sang pemilik ruangan sendiri. "H-Hong!" Iceland sedang berusaha menaikkan resleting dari gaunnya itu, tetapi tidak bisa karena tangannya tidak sampai.

"Butuh bantuanku, Emilia?" Hong mendekati pasangannya itu. "…Iya," jawab Iceland sambil bersemu merah. Ziiip! Resleting itu naik ke atas dengan mudahnya. "Nah, selesai."

"T-Terima kasih, Hong." Jawab Iceland. Sekarang, dia memakai gaun panjang berwarna hitam dengan lapisan kain tile transparan dengan brokat yang sangat indah. Wow… sementara rambutnya yang mencapai punggung itu diurai dan dibuat bergelombang di ujung-ujungnya.

"You look beautiful." Hong menambahkan, dan membuat Emilia bersemu merah sekali lagi. "Anyway, di mana baju yang harus kupakai?" tanyanya.

~##**''**##~

"Hey, Hong Kong lama juga sih membeli minumannya, aru!" China memeluk boneka Shinatty-chan yang dia bawa dari rumah. Japan yang duduk di sebelahnya pun menjawab, "Sou ka.." padahal sebenarnya dia ingin berteriak, "INI HELLO KITTY DIKASIH MULUT! JANGAN DIKLAIM PUNYAMU, CHUUGOKU!" oke, itu sangat OOC.

"Ngomong-ngomong, Nesia-san, di mana Oranda-san?" tanya Japan.

"Neth? Dia sedang membeli minuman buatku. Katanya ada toko minuman yang menjual segelas cola seharga 1 euro, tapi itu 2 kilometer jauhnya. Jadi… mungkin dia akan kembali beberapa saat lagi…" jawab Nesia panjang lebar. 'Pelit banget, aru!' jawab China dan Japan bersamaan—oh, untuk Japan, tanpa '—aru'

"Oh? Japan dan China?" Netherlands berjalan dengan 2 gelas cola.

"Eh? Dengan botol?" tanya Nesia ketika Netherlands memberikan segelas cola. "Kalau membawa botol minuman sendiri, mendapat 1 gelas gratis jika membawa dengan botol sendiri lagi." Jawabnya sambil meminum cola. 'Pelit, Neth. Pelit.' Pikir Nesia dalam hati.

"Ngomong-ngomong, di mana kamu dapat tiket tambahan? Secara… kamu tidak masuk final." Tanya Nesia terang-terangan. "Tiket tambahannya adalah tiket milik Lux. Dia tidak bisa datang karena ada kerjaan. Dan dia akan menonton dari TV di rumahnya." Jawab Neth tanpa mempedulikan kata-kata '…tidak masuk final…' sakit Nes, sakit itu 'ckiiit… ckiiit…'

"NOW! PRESENTING… ICELAND!"

"HEY! Liat! Itu… Hong Kong, aru!" China berdiri, begitu juga Japan dan Nesia.

Iceland bermain biola, sementara Hong Kong mendekatkan microphone ke mulutnya. Sekarang dia sedang mengenakan jas berwarna hitam yang melapisi kaus berwarna hitam dan celana panjang hitam. "She's singing softly in the night. Praying for the morning light. She dreams of how they used to be, at dawn they will be free." Iceland memainkan biola dengan indahnya, mengiringi Hong Kong.

Kemudian, dia menaruh biolanya dan mengambil microphone-nya "Memories they haunt his mind… Save him from the endless night, she whispers warm and tenderly; Please come back to me." Kemudian mereka bernyanyi bersama, "And when the golden sun arises far across the sea, The dawn will break as darkness fades forever we'll be free."

"Never forget what I did, what I said. When I gave you all my heart and soul. Morning will come and I know we'll be one; Cause I still believe that you'll remember me." Iceland pun mengambil biolanya dan membiarkan Hong Kong bernyanyi. "She mourns beneath the moonlit sky. Remembering when they said goodbye. Where's the one he used to know, It seems so long ago…"

"Hong Kong hebat… aru!" China berkomentar sambil terus tersenyum.

Kemudian, Iceland pun kembali bernyanyi, "And when the golden sun arises far across the sea… The dawn will break as darkness fades forever we'll be free." Mereka pun saling memandang, "Never forget what I did, what I said; When I gave you all my heart and soul. Morning will come and I know we'll be one, Cause I still believe that you'll remember me!"

"Ooohhh"

"Never forget what I did, what I said, when I gave you all my heart and soul. Morning will come and I know we'll be one, Cause I still believe that you'll remember me! Oh I still believe that you'll remember me!" Mereka pun berjalan mendekat ke pasangan mereka, kemudian berpegangan tangan, "Oh I still believe that you'll remember me!" mereka pun menyatukan dahi mereka dan tersenyum ke satu sama lain ketika lagunya berakhir.

"Wow… KEREN!" Denmark bertepuk tangan kencang sekali, sampai akhirnya tangannya jadi merah dan sakit. "Ooww…" Norway yang melihatnya hanya mendengus kesal, "Anko uzai…"

~##**''**##~

"Bonjour!" France pun muncul entah dari mana. "Ah! France!" Nesia menjabat tangan France.

"Boleh aku pinjam cheri ini sebentar, Neth?" France tersenyum. Senyum pepsodent-nya mana, France? AYO! PEPSODEEENT! "Iya." Netherlands menjawab singkat tapi matanya memancarkan 'awas-kalo-lo-macem-macem-gw-kirim-tentara-gw-untuk-nyerbu-rumahlo' dan dibalas France dengan kedipan mata yang berarti 'Peace-man-peace'

"Ngomong-ngomong, aku ingat Cyprus pernah berrdebat dengan bos-nya…" Turkey tertawa, begitu juga dengan Greece. Walaupun tidak sekeras Turkey sih tertawanya… TRNC heran, "Kenapa?" tanyanya.

"Pfft! Kamu tidak tahu, lagu entry Cyprus tahun ini?" Turkey mencoba menahan tawanya. TRNC berpikir, "Umm… La La Love? Pfft!" dia juga berusaha menahan tawanya. "BERIKUTNYA, CYPRUS!"

"Oh? Sudah dimulai!" dan ketiga nation itu pun kembali menyaksikan—dan menahan tawa. Di atas panggung, Cyprus memakai formal attire yang semuanya putih dan top hat yang juga putih. "Kesan playboy banget!" komentar TRNC. "La la la la la la la la la la, la la la la la la la la, Love the way you fill me up with life! Baby we can break the speed of light! Nothing to fear! When you are near! Just give me more oh oh!" Cyprus menari mengikuti penari latarnya.

"HAHAHAHA! Itu Cyprus!" Turkey menunjuk-tunjuk Cyprus, yang sekarang terlihat menari seperti girlband… jadi-jadian. "Pfft!" Greece yang kalem dan hampir selalu tertidur itu pun jadi segar kembali dan tertawa. Karena menahan tawa, dia jadi sakit perut dan diberi obat oleh TRNC yang juga tertawa-tawa.

"Oh oh oh! Feel the energy! Between you and me! Baby Its so right. Oh oh oh~ I feel the energy! Just taking over me, over me!" dia masih ikut menari dengan hebohnya. Tidak memedulikan tawa para nation mediteranean sedaerahnya itu. "How I've been waiting for this! Lalalalalalalala, Love… how I' ve been waiting for this, lalalalalalalala Love…!"

"Paris to LA over the night! All around the world just you and I! Nothing to fear!"

America terpana. "Tidak kusangka…" katanya. England yang duduk disebelahnya heran, "Kenapa?" tanyanya. "TIDAK KUSANGKA CYPRUS ITU NGEFANS SAMA HERO! HWAHAHA!" America pun ikut tertawa. Ckckck… nambah satu nation GaJe… tabah, kek… #dijitak

"…How I've been waiting for this lalalalalalalalalalalalala Love!" dan lagunya pun berakhir dengan tepuk tangan dan tawa para nation. Di bagian belakang panggung, TRNC menyambut kakaknya itu. "Ngakak dan keren, kak!" katanya sambil memeluk Cyprus. "Terima kasih." Katanya sambil tersenyum.

"Oh ya, sekarang France, kan? Di mana France?" tanya Turkey yang juga ikut menyambut Cyprus. "Tadi kulihat dia bersama… Nesia." Jawab Cyprus. "Ditinggal Jeanne mencari yang baru lagi? Ckckck… nggak tahu ada Netherlands yang 'ksatria'-nya, ya?" Turkey mengelus-elus janggutnya. Ckckck… sok tua.

"Kak Nesia!" TRNC melambaikan tangannya ketika melihat Nesia. Sekarang Nesia sedang mengenakan gaun tanpa lengan berwarna golden metallic yang bagian di bawah pinggangnya hanya ditutupi oleh kain yang semi transparan berwarna golden metallic juga. Di belakangnya, ada France yang membawa kain panjang yang tersambung dengan gaun Nesia. Bunga yang biasa diselipkan di daun telinganya diambil dan ditaruh di ruang ganti.

"TRNC! Cyprus! Turkey! Greece!" Nesia melambaikan tangannya ke arah 4 negara itu. "Apa kabar? Oh ya, lagumu indah, Cyprus! Aku menontonnya dari ruang ganti!" Nesia menyalami Cyprus.

"Ayo mon cheri~" France memanggil Nesia sambil menarik-narik kain yang tersambung dengan gaun Nesia. "Oh! Gotta go! Watch me, okay?" dia pun tersenyum dan berlari kecil ke arah panggung. Yup. Heels sucks.

~##**''**##~

Belgium pun kembali ke tempat duduknya. Di sebelah kakaknya dan calon… schoonzus-nya. Dia didampingi oleh Scotland yang duduk di sebelahnya. "Halo, broer!" sapa Belgium. "Hello," Scotland mengangguk kecil dan duduk.

"You and I…" Netherlands mengedipkan matanya, 'Ini suara… Nesia? Ah bukan, bukannya seharusnya France yang menyanyi?'

"YOU AND I…"

"Broer! Broer! Itu… Nesia-chan!" Netherlands yang tadinya mengecek nilai tukar euro dan aset-aset negaranya pun langsung melihat ke panggung. "J'entends l'écho de nos pas! Tous en cadence! Marche au pas! Jamais dans le même sens! On avance! Mais on court après quoi ?"

"Dia menyanyi dalam bahasa si kodok itu!" seru England.

"J'entends l'écho de nos rêves, De nos envies, Au-delà du jour. Jusqu'à la nuit. On s'entraîne. Et on court après quoi ?" dia pun di gendong oleh beberapa pria yang hanya mengenakan celana panjang… dan salah satunya France! 'Aku akan membunuhnya kalau dia berani menggrepe-grepe Nesia…'

"On se perd! On s'espère! Quelque part! On s'égare! Un jour au-delà! On se retrouvera…"

"In my dreams! In my dreams! In my heart!" Nesia pun mengedipkan mata ke arah Netherlands. "In my mind! I see you and I… there is you and I!" dia pun ikut menari mengikuti lagunya.

"Ciee! Ciee! Broer nih!" Belgium menggoda kakaknya. "Well, setidaknya dia menyanyi dalam bahasa Inggris juga!" tambah England. "Errr… Maddie? Nanti kamu terjemahkan ya, aku nggak ngerti dia ngomong apa." America berkata kepada adiknya itu, "Kan bisa kamu lihat di situs Eurovision, Al." balas Canada.

"J'entends l'écho de nos pas! Qui se balancent! Ça et là toujours sur la même danse, on avance… mais on court après quoi ?"

"On se perd! On s'espère! Quelque part! On s'égare! Un jour au-delà! On se retrouvera" beberapa pria pun menarik kain yang tersambung di belakang gaun Nesia, dan melepasnya pelan-pelan, indah sekali! "In my dreams! In my dreams! In my heart! In my mind! I see you and I… there is you and I!"

Angin yang meniup menghembuskan kain yang menutupi kaki Nesia, dan sekarang kaki Nesia terekspos jelas, Netherlands pun mengepalkan tangannya, "…pasti ini desain dari si mesum itu…" kata Netherlands. Spain pun blushing (of course! Pemandangan indah begitu!), dan menyebabkan Romano yang duduk di sebelahnya itu jadi agak jealous. Ea.

"Halo, Norway, Denmark, Sweden, Finland." Iceland dan Hong Kong menyapa para Nordics. "Ice! Kamu tidak memberitahuku kalau kamu akan duet dengan dia!" Denmark menunjuk ke arah Hong Kong. "Hong! Kamu keren tadi, aru!" China ikut-ikut berteriak sambil melambaikan tangannya ke arah Hong Kong. Hong Kong dan Iceland pun duduk di barisan Netherlands, Belgium, Scotland, dan Nesia. Karena baris itu memang sedang kosong.

"J'entends l'écho de ta voix! S'éloigner de moi! L'écho d'un amour! Un jour reviendra! Il m'entraîne! Et je cours après toi!" Nesia pun memainkan kain berwarna emas itu, dank arena efek angin, keren!

"You and I…" Nesia pun mencari Netherlands, 'kemana dia?' tanya Nesia dalam hati.

"There is you and I…"

Nesia pun menari sedikit, dan kemudian lagunya pun selesai."THANK YOU! TERIMA KASIH!" Nesia membungkuk, kemudian berjalan ke belakang panggung. "NETH!" …di mana dia disambut oleh Netherlands. Netherlands pun melepas jaket panjangnya dan menaruhnya di pundak Nesia. "Untuk menutupi tubuhmu. Pakaianmu terlalu terbuka." Katanya singkat. D'aaawwww…

~##**''**##~

"NOW… ITALY!"

"Eh? Bukannya Romano dan Ita-chan ada di si…ni?" di sebelahnya dan Germany sudah tidak ada dua kembaran Italia itu. "Kapan mereka pergi?" Spain masih bingung.

"Itulah hebatnya Italy…" Germany berkomentar.

"Unbelievable! I can't wait to go, but like a rolling stone, you hit me BoomBoomBoom!" Romano, yang sekarang memakai gaun pendek satu lengan berwarna silver bernyanyi. Rambutnya yang sudah bergelombang dari sananya disampirkan ke kanan.

"L-LOVINA!" muka Spain sudah merah sekarang.

"If you were my king, would i be your queen? Stop breaking up my heart, you kill me BoomBoomBoom!"

"Day and night! It's a fight!" dua Italy bernyanyi bersama. Kecuali Feli yang memakai pakaian serba hitam dan beraksi sebagai backsinger kakak kembarannya itu. "Don't know where you are! When I'm close you're far! Oh, no no…" Lovina kembali bernyanyi solo.

"Day & night, it's a lie!" duo Italy pun duet. "I waste my tears and you shoot pool!" Romano pun kembali bernyanyi solo. "L'amore è femmina ! Se non riceve non si da! This is the mess you left! I'm out of love and it's a fact!" mereka pun kembali berduet, "u left, out of love and it's a fact"

"I'm sure you'll smile! You have to go! You're an independent grown man after all! Out of love! Must have been sent from up above! La la la" Romano pun mulai memainkan microphonenya. Mulai percaya diri! Spain? Mukanya sudah merah dari tadi, dan hampir saja keluar darah dari hidungnya. Ckckck…

"Have you turned to stone? King without a throne! You're great but not impressive! Lots of up and low!" dia tersenyum mengejek ke arah sang mantan conqueror itu, Spain.

"It's so tipical! When it's time to go! You knock me on the floor! My heart goes BoomBoomBoom!" kembali berduet, "Day & night it's a fight" dan kembali solo! "Don't know where to start! When you're close i'm far! Oh, no no!" Feli pun bergabung dengan kakaknya, "Day & night it's a lie"

"I dried my tears but you want more…"

"Spain, makanya jangan maruk." Germany menasihati Spain yang sekarang sedang pundung di tempat duduk sambil nangis. "HIKS! Loviii! HIKS!" Spain malah nangis lagi. Belgium, yang sudah sweatdropped dengan negara-negara lainnya pun menawarkan tisu. "HIKS! Makasih, Belgica…" Spain pun mengambil tisu itu.

"Kalau aku foto Spain yang sedang menangis seperti ini, laku tidak ya kalau aku jual ke Piri-chan?" Japan menyiapkan kameranya dan memfoto Spain dari jarak dekat.

"Ma che caldo fa uh uh! I'll let you think twice! I don't wanna cause any pressure! But have you asked yourself why! I bought a brand new gun shot!" Romano pun tersenyum mengejek dan menunjukkan senyum kemenangan. …kemenangan atas apaan?

"Pasti beli senapannya dari Swiss." Spontan Germany berkata.

"L'amore è femmina! Se non riceve non si da!" Feli pun ikut bernyanyi, "tic tac non riceve non si da!" dan kemudian solo Lovina lagi, "La prendo comoda! Calcolo le possibilità…" duet, "tic tac una possibilità…!"

"Quello che vuoi! Se non ce l'hai! Siamo tutti insoddisfatti come mai! Femmina se non riceve non si da!"

"…La la la…" dan lagunya pun berakhir dengan tepuk tangan yang sangat kencang dari para penonton.

~##**''**##~

"Tepuk tangan untuk… ESTONIA!"

"Waah~ ini suatu kebetulan Estonia tampil setelahku, da~? Aku akan takut jika Estonia tampil duluan dan mengalahkan laguku." Russia tersenyum setelah turun dari panggung dan berbicara dengan Serbia dan Ukraine. "Waaah~ penampilanmu tadi sangat bagus, Russia! Dan nenek-nenek itu memang hebat! Lagu itu cocok denganmu, bersemangat!" Ukraine tersenyum, asetnya bergoyang ketika dia bergerak dan berkomentar tentang adiknya itu.

"Ngomong-ngomong, mana kak Belarus?" tanya Serbia.

"Belarus-chan? Iya, ya… aku juga belum melihatnya sejak tadi Russia menyanyi…" kata Ukraine. Dalam hati, Russia berkata 'Syukurlaaaaah, da!'

Di atas panggung, Estonia mengenakan T-shirt putih polos dengan vest hitam, dipadu celana panjang dan sepatu hitam mengkilat. Hari ini, rambutnya dibuat berantakan dan kacamatanya dilepas, sesuai (paksaan) Bosnya tercinta.

"Kuula, mis räägib silmapiir. Sa kuula, kui kaugele ta viib. Kuula, mis tuulel öelda veel. Kuula nüüd…" Latvia melebarkan matanya, "Wow, dia ternyata bisa opera-operaan sedikit. Jangan-jangan dia mau mengikuti gaya Sognu-nya France tahun lalu?"

"Vaata, kui pimedus on teel, Oota, meis valgus püsib veel. Sa kuula, kuis hingab sinu maa. Kuula nüüd…" dia terlihat sedikit gemetaran, jika dilihat dari dekat. Estonia mulai terlihat percaya diri, "Kuula, mis vaikusesse jäi. Sa kuula, neid lihtsaid hetki vaid. Sa kuula - Mu südamel on hääl."

"Varjudesse tee on mööda läind. Ma vaatan ja otsin ikka veel. On vaikusel see võim –heliseda. Sind ma ootan siin just poolel teel, sa kuula, hüüdmas on mu hääl." Dia mulai menikmati lagu ini, dan latarnya memancarkan gambar-gambar yang sangat indah.

"Kuula, mis vaikusesse jäi. Sa kuula, neid lihtsaid hetki vaid. Sa kuula - Mu südamel on hääl." Estonia pun mengambil napas panjang, "Sa kuula nüüd mind...!"

Setelah kembali ke belakang panggung, Estonia disambut oleh Russia, Ukraine, Lithuania (Poland, yang ikut-ikutan dengan alasan 'Aku masih ada cerita kuda poni yang keren lagi, Liet!), dan Latvia (yang gemetaran karena dekat dengan Russia) "Penampilan yang bagus, Estonia!" Russia tersenyum. Ukraine mengangguk.

"Kamu mau mengikuti opera, Estonia?" tanya Latvia. Estonia pun sweatdropeed, "Never mind…"

"NEXT! NORWAY!"

T.B.C

Thanks for all the reviewer! Kak Sindy Beilschmidt! (France? Udah dong! Saya kan ikutin urutan dari Eurovision sendiri~) dan Kak umagoncute! (Terjemahan? Di chapter terakhir, yaa~) heeeyy… mana review-nya nih, minna? Review's my strength, lho!

Nah, akhir kata… REVIEW!