SELAMAT MEMBACA

Setelah menyelesaikan jadwal padat mereka, kini para member exo sudah berada di mobil van, Suara gaduh terdengar jelas didalam mobil van exo k, salah satu suara yang terdengar begitu jelas adalah suara Baekhyun, pria itu bahkan berteriak hanya untuk memanggil Chanyeol yang ada disebelah kirinya tanpa menghiraukan gurat kesal Kyungsoo yang duduk disebelah kanannya, Kyungsoo sangat menyesal melupakan earphonenya karena hanya dengan menggunakan earphone dia bisa duduk tenang tanpa terganggu dengan suara suara Baekhyun ataupun Chanyeol yang benar benar mengganggunya.

"Kyungsoo-ya temani aku membeli eyeliner ya?" Apalagi ini, Kyungsoo memutar kepalanya menghadap Baekhyun yang menatapnya penuh harap, dengan kerutan dikening Kyungsoo bertanya.

"Untuk apa?,bukankah kau sudah membeli itu minggu lalu"

"Punyaku tumpah karena panda itu, ayolah temani aku ya?" Sebuah rengekan plus puppy eyes itu tak dapat Kyungsoo tolak jadi Kyungsoo hanya mengangguk dan itu membuat Baekhyun menarik salah satu pipi Kyungsoo gemas karena menurut Baekhyun apapun yang dilakukan Kyungsoo selalu saja terlihat menggemaskan. bahkan hanya jika Kyungsoo duduk diam dengan wajah datar itu sudah membuat Baekhyun gatal ingin menganggunya.

"Gomawo, Kyungie" jawabnya hanya anggukan pelan.

"Kita akan pergi malam hari saja, itu lebih aman" Baekhyun berkata sekali lagi dibalas anggukan.

Kyungsoo kembali diam, dia ingin mendengar musik tapi sekali lagi dia lupa membawa earphonenya, tidak mungkinkan dia memutar musiknya tanpa perantara earphone, Kyungsoo tidak mau mengganggu para maknae yang tidur dikursi depannya dan juga Park Chanyeol yang sudah terlelap.

"Pakai punyaku saja"

Baekhyun yang melihat Kyungsoo seperti itu memilih memberikan earphone yang tadinya terpasang dikedua telinganya, Kyungsoo menatap Baekhyun,

"Untuk apa?"

"Aku tau kau dari tadi ingin mendengar musikkan tapi kau lupa earphonemu jadi pakai saja punyaku dulu" Baekhyun kembali menyodorkan earphonenya.

"Tidak usah, kau nanti pakai apa" Kyungsoo menolak, Baekhyun menghembuskan nafas pelan, menarik ponsel Kyungsoo yang sedari tadi digenggam pemuda itu, memasukkan ujung penyambung kedalamnya, lalu memasangkan salah satunya ditelinga Kyungsoo dan salah satunya lagi pada telinganya sendiri, jemarinya sibuk menekan layar ponsel Kyungsoo,

"Kau ingin lagu apa?" Tanyanya tanpa menatap Kyungsoo yang diam saja.

"Terserah saja" mendengar itu jemari Baekhyun kembali aktif menekan layar ponsel itu, dia sedang memilih lagu. Setelah mendapat lagu yang pas Baekhyun meletakkan ponsel Kyungsoo diatas paha pria disampingnya.

Kyungsoo mengerutkan kening mendengar lagu yang sedang berputar ditelinganya,
'Kenapa Baekhyun memutar lagu ini?', kening Kyungsoo semakin berkerut saat samar samar dia mendengar Baekhyun bergumam pelan, kalau tidak salah telinganya menangkap perkataan seperti 'ah lagu ini cocok untukku', ya Kyungsoo yakin memang itu yang Baekhyun katakan walaupun kurang jelas tapi Kyungsoo masih bisa mendengar gumaman pelan itu. Diotak Kyungsoo datang berbagai pertanyaan bagaimana tidak, lagu yang sedang berputar itu menceritakan tentang seorang lelaki yang menyukai seseorang tapi orang yang disukainya itu tidak peka walaupun sang pria sudah menampakkan rasa sukanya dengan jelas (Maaf ini ngarang,maafkan saya), ditambah dengan gumaman Baekhyun yang tadi ,Kyungsoo bisa menyimpulkan bahwa hubungan percintaan moodmaker exo itu kurang lebih seperti jalan cerita lagu ini dan sebagai sahabat yang baik Kyungsoo ingin memberikan dukungannya, jadi dengan wajah serius Kyungsoo menghadapkan wajahnya pada Baekhyun, lalu mengenggam salah satu tangan lentik itu, Baekhyun tentu saja terkejut atas perbuatan Kyungsoo dan bingung saat mata mereka bertemu, dimata Kyungsoo dapat Baekhyun rasakan dikedua mata bulat itu terpampang keseriusan yang amat jelas.

"Kalau kau menyukai seseorang ungkapkan jangan kau pendam karena jika kau pendam orang yang kau sukai tidak akan pernah tau itu" mata Baekhyun membulat mendengar ucapan Kyungsoo,

"Dari mana kau tau itu?" Dalam mode shocknya Baekhyun bertanya.

Raut wajah Kyungsoo berubah datar lalu pemuda kembali keposisi awalnya.

"Tentu saja aku tau, kau pikir aku tidak peka?" Baekhyun seketika tersenyum senang kemudian memengang salah satu lengan Kyungsoo.

"Kyungsoo aku menyukaimu" Baekhyun berucap mantap, menatap tepat pada pupil hitam itu. Kyungsoo terdiam sejenak setelahnya pemuda itu tersenyum kecil.

"Aku juga menyukaimu" oh god!, bolehkah Baekhyun menjerit senang saat itu juga, setelah penantiannya yang panjang dan rintangan yang dihadapinya akhirnya dia mendapatkan pemuda imut ini.

"Kitakan teman" seketika senyum secerah matahari milik Baekhyun luntur, saat itu juga Baekhyun merasa dadanya diremas dan isi perutnya berputar didalam sana, wajah Baekhyun berubah menjadi segelap langit malam tanpa bintang,

ㅇㅇㅇㅇㅇㅇ

"Chanyeol-ah, Baekhyun kenapa?" Gurat khawatir begitu kentara diwajah Kyungsoo.

Setelah pembicaraan itu Baekhyun tampak begitu suram dengan wajahnya, para member tentu saja penasaran, apalagi setelah Baekhyun mengunci dirinya didalam kamarnya, bahkan Baekhyun tidak mau menyahut jika dipanggil dari luar.

"Aku juga tidak tau, dia tiba tiba saja seperti itu padahal aku baru ingin tidur tapi pintunya dikunci" Chanyeol berjalan lunglai menuju ruang tamu, disana para member berkumpul, walaupun ada yang sudah setengah sadar,

"Bagaimana?" Lay bertanya sesaat melihat Chanyeol sudah kembali.

"Dia tidak membuka pintu ,jangankan itu, menjawab panggilanku saja tidak"

"Kalian bertengkar lagi?"

"Tidak, kami baik baik saja,"

"Lalu kenapa dia seperti itu?"Kris bertanya lagi.

"Aku juga tidak tau, tadi dimobil aku hanya tidur dan aku tidak tau lagi kenapa dengannya," semua Member tampak berfikir.

"Siapa yang berbicara dengan Baekhyun sewaktu di mobil?" Kyungsoo menggigit bibir bawahnya, itu dia tapi sumpah Kyungsoo tak melakukan apapun pada Baekhyun, dia hanya memberikan Baekhyun masukan dan setelahnya Baekhyun sudah seperti itu,

"Aku" Kyungsoo mengangkat tangannya, sontak semua pandangan tertuju padanya.

"Kyungsoo bisa kau ceritakan apa yang terjadi sebelumnya?" Suara lembut Suho membuat Kyungsoo berani mengangkat kepalanya yang tertunduk.

"Hyung, aku tidak melakukan apapun pada Baekhyun, kami cuma berbincang biasa" Kyungsoo membela dirinya.

"Apa yang kalian bicarakan?"

"Dia hanya mengajakku untuk membeli eyeliner karena eyelinernya yang lama ditumpahkan oleh Tao, aku setuju saja. Lalu setelah itu kami berbagi earphone, dia memutar musik dan musik itu bercerita tentang seorang pria yang menyukai seseorang tapi orang itu tidak peka" para member yang berada disana serasa tersedak dengan ludah mereka sendiri.

"Lalu aku mendengar dia bergumam' lagu ini cocok untukku', saat itu aku mulai berfikir kalau percintaannya sama dengan lagu itu jadi aku memberi saran padanya untuk mengungkapkan perasaannya pada orang yang disukainya dan di hanya diam saat itu" Kyungsoo kembali menjelaskan, kening para member berkerut samar, jika dilihat dari penjelasan Kyungsoo, tidak ada yang salah tapi kenapa Baekhyun sampai seperti itu,

'Pasti ada hal lain'.

"Hanya itu?" Luhan menyipitkan matanya.

"Ya hanya itu..." Kyungsoo menjawab kurang yakin.

"Tapi sebenarnya dia mengatakan satu hal lagi, hmmm. Kupikir itu tidak penting untuk diketauhi"

"Apa itu?, kita perlu tau"

"Mmm...dia bilang dia menyukaiku" mata para member seketika membulat tak percaya, sibyun itu sudah mengambil langkah yang jauh ternyata.

"Dan aku bilang aku juga menyukaimu karena kitakan teman" perlahan lahan mulut mereka terbuka, ekspresi yang sangat tidak banget keluar begitu saja, otak mereka sedang memperoses

"Ya ampun jadi karena itu" gumam Xiumin yang terdengar samar dan di setujui oleh para member kecuali Kyungsoo yang masih tidak mengerti.

"Kalian tau kenapa?" Ekspresi Kyungsoo terlihat sangat penasaran. Para member saling bertatapan, seakan sedang berkomunikasi dengan tatapan mereka, Chanyeol tampak menggeleng samar dan ditangkap oleh Suho.

"Hmm.. kita tidak tau tapi mungkin saja Baekhyun sedang memikirkan ucapanmu, jadi Kyungsoo, kuminta jangan dekat dekat dulu dengan Baekhyun sebelum perasaannya membaik, aku khawatir jika dia melihatmu dia akan terpikir lagi dengan ucapanmu" jelas Suho yang dihadiai tatapan bersalah Kyungsoo, sepertinya guardian sudah melukai hati Kyungsoo, tapi mau bagaimana lagi itu satu satunya jalan keluar, mereka cukup mengerti dengan kondisi Baekhyun saat ini, sudah mengungkapkan perasaan malah dijawab dengan jawaban yang meleset jauh dari perkiraannya , tentu saja Baekhyun seperti itu, yang tidak habis pikir itu kenapa Kyungsoo sama sekali tidak peka padahal sudah dikode dengan jelas bahkan Baekhyun sudah bilang suka tapi Kyungsoo malah...ah Sudahlah. Kalau membicarakan kepekaan Kyungsoo itu pasti tidak ada ujungnya karena sampai kapanpun mungkin Kyungsoo akan tetap tidak peka dalam hal hal perasaan mendalam.

"Kalau itu memang bisa membuat Baekhyun kembali ceria aku akan menjauhinya untuk sementara waktu tapi bagaimana dengan janjiku yang akan menemaninya membeli eyeliner?" Kyungsoo itu orangnya bertanggung jawab dan tidak suka melalaikan janji yang dibuatnya.

"Kita lihat dulu, sesuaikan dengan kondisi" Suho berbicara lagi. Kyungsoo hanya mengangguk pelan.

"Jadi aku menginap dikamarmu ya Kyung" Chanyeol menatap dengan tatapan memohon

"Iya" Kyungsoo harus bertanggung jawab, Chanyeol tidak dapat masuk kekamarnya itu karena dirinya jadi dia harus mau menampung Chanyeol untuk sementara waktu dikamarnya.

"Tapi hyung dimana dia akan tidur?" Kai seperti tidak setuju dengan keputusan Kyungsoo, lihat saja keningnya berkerut tidak suka.

"Chanyeol akan tidur dikasurku, kasurku cukup untuk dua orang, ya asalkan Chanyeol tidak banyak bergerak tidak akan ada yang tejepit ketembok atau jatuh" Kyungsoo menatap Chanyeol yang mengangguk menyetujui sedang para member memasang tampang tidak setuju, ayolah jika seperti itu Chanyeol menang banyak dong!, lihat saja wajah Chanyeol sudah seperti warna langit saat siang hari. Cerah bahkan terlalu cerah

"Mwo?, kau mau tidur sekasur dengannya Kyungsoo?" Xiumin bertanya tidak percaya.

"Mau bagaimana lagi hyung, tidak mungkinkan Chanyeol sekasur dengan Jongin, kau tau sendiri Jongin jika tidur badannya tidak mau tenang dan berhubung badanku tidak terlalu besar dan aku juga tidak terlalu banyak bergerak saat tidur jadi kasurku akan cukup jika berbagi dengan Chanyeol" Kyungsoo menjelaskan dengan ringan tanpa mengetahui jika para member kembali dongkol dengan keputusannya

"Aku sudah mengantuk jadi ayo Kyung" Chanyeol dengan seenak jidatnya menarik lengan Kyungsoo tanpa memperdulikan tatapan tajam yang seakan memperingatinya agar tidak macam macam.

"Aku tidak ikhlas" Sehun yang diam saja dari tadi berbicara kesal dan setelahnya berbagai keluhanpun muncul juga.

"Awas saja si dobi itu, kalau sampai berbuat macam macam pada uri Kyungsoo akan kupastikan telinganya bertambah panjang" sebuah ancaman keluar dari mulut seorang Chen dan disetujui oleh para member.

ㅇㅇㅇㅇㅇㅇ

"Chanyeol-ah kau tidur duluan saja, aku mau membeli beberapa snack dulu di supermarket" Kyungsoo melepaskan genggaman tangan Chanyeol pada lengannya setelah tiba didepan pintu kamarnya.

"Biar kutemani" Chanyeol berseru cepat.

"Tidak perlu, aku hanya sebentar" Kyungsoo menggeleng tak kalah cepat,

"Tapi ka-"

"Aku akan cepat" Kyungsoo kembali menyakinkan.

"Oke tapi jangan lama lama dan jika terjadi sesuatu hubungi aku" Chanyeol menyerah

"Tentu" Kyungsoo memberikan senyumnya dan melangkah menjauh dari Chanyeol yang terus menatap punggungnya hingga menghilang dari pandangan.

"Kyungsoo, mau kemana?" Kris yang kebetulan masih berada diruang tamu bertanya saat melihat Kyungsoo hendak membuka pintu.

"Aku ingin membeli snack hyung"

"Bi-"

"Aku akan cepat, aku janji, bye hyung" Kyungsoo berbicara cepat sambil berjalan keluar dari dorm, dia sedang ingin jalan jalan dulu jadi Kyungsoo tidak mau ditemani

Satu yang Kyungsoo sesali, dia lupa memakai masker atau hoodie, sangat ceroboh lihat saja sekarang dia sudah menjadi pusat perhatian, bahkan wajah Kyungsoo sudah terkena blitz beberapa kali, haruskah Kyungsoo berlari, tidak ada pilihan lain selain itu jadi dengan cepat Kyungsoo Memacu langkahnya hingga sampai tahap berlari, terdengar hentakan kaki yang ikut berlari dibelakangnya. sial, mereka mengejarnya.

Sekuat tenang Kyungsoo berlari tak tentu arah hingga dia sampai pada lorong kumuh dan kecil tanpa berpikir panjang Kyungsoo masuk kedalam sana untuk bersembunyi, Kyungsoo merapatkan badannya pada sisi tembok yang tertutup oleh tong sampah berukuran besar, mencoba mengendalikan deruh nafasnya yang tidak teratur,

"Kemana...hosh... dia lari?" Suara wanita yang sepertinya penguntit itu terdengar berantakan dengan nafas yang tidak teratur.

"Aku yakin lewat sini tapi sepertinya kita kehilangan jejak" sahutan dari wanita lain terdengar.

"Tidak, pasti dia bersembunyi, aku yakin itu" Mendengar itu Kyungsoo langsung berdoa didalam hati agar dia diselamatkan dari wanita wanita itu,

"Tapi dimana?, tidak mungkinkan Kyungsoo oppa bersembunyi disana" salah seorang wanita itu menunjuk dengan jijik lorong kumuh yang berada didekatnya.

"Kita periksa dulu" entah mengapa saran itu terdengar begitu horor untuk Kyungsoo,

"Oh ayolah, Kyungsoo oppa mana mungkin disana, kau tidak lihat itu sangat kotor dan... ugh bau" Kyungsoo diam diam menyetujui perkataan itu.

"Tapi bagaimana kalau dia memang ada disana" salah seorang wanita itu tetap ngotot.

"Ya sudah, kau saja yang masuk sana"

"Yak kenapa hanya aku, kalian juga ikut"

"Tidak mau, disana kotor dan aku tidak mau mengotori sepatuku"

"Dasar manja, Awas saja kalau dugaanku benar" wanita itu berjalan perlahan kedalam lorong, baru beberapa langkah tapi Kyungsoo sudah mandi keringat mendengar derap langkah itu.

Bagaikan mantra, Kyungsoo terus merapalkan kalimat 'god, selamatkan aku', matanya kini terpejam erat,

"Ck, sudahlah dia tidak ada disana, huh lebih baik kita pulang saja"

'Ya pulang sana belajar jangan jadi penguntit' Kyungsoo mengomel dari dalam hati,

"Ta-"

"Pulang atau kami akan meninggakanmu " ancaman itu sepertinya cukup ampuh karena Kyungsoo mendengar suara langkah sepatu yang berajak menjauh,

Kyungsoo menghela nafas lega, sambil mengusap usap dadanya dia keluar dari sana dengan hati hati, kepalanya menyembul untuk melihat keadaan.

Sepi

Kyungsoo keluar dari lorong itu dengan langkah pelan, walaupun keadaan sepi bisa sajakan wanita wanita tadi masih mengawasinya.

ㅇㅇㅇㅇㅇㅇㅇ

"Hyung, dimana Kyungsoo hyung?" Kai yang baru memasuki kamar bertanya pada Chanyeol yang sedang bermain ponsel seorang diri diatas kasur Kyungsoo.

"Dia sedang membeli snack" Chanyeol menjawab seadanya tanpa memperhatikan Kai.

"Sendiri?" Dibalas anggukan oleh Chanyeol.

"aku kasihan pada Baekhyun hyung" Kai berbicara lagi setelah merebahkan diri diatas ranjangnya.

"Bukan hanya kau, semua orang juga akan merasakan itu saat tau permasalahannya"

"Tapi kenapa Kyungsoo hyung benar benar tidak peka?, kita sangat sering berebutan untuk mendapat perhatiannya dan apa dia fikir itu tidak aneh"

"Ya aku juga tidak tau jalan fikirannya"

Chanyeol melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 5 sore, sudah lewat 20 menit Kyungsoo pergi dan Chanyeol merasa sedikit khawatir, jemarinya bergerak menekan nomor ponsel Kyungsoo lalu meletakkan ponsel itu ditelinganya.

"Kyungsoo kau dimana?" Tanyanya setelah telfon diangkat.

"Aku baru ingin pulang, ada apa?"

"Tidak apa-apa, cepatlah pulang"

"Iya, Chan"

Sambungan terputus secara sepihak dan Chanyeol kembali memfocuskan diri pada ponselnya untuk melanjutkan permainannya yang sempat tertunda.

ㅇㅇㅇㅇㅇㅇㅇ

Kyungsoo terus menggerutu disepanjang perjalanan pulangnya, gara gara lupa menyamar dia jadi tidak bisa jalan jalan dulu jangankan jalan jalan ,Kyungsoo saja tidak sempat pergi kesupermarket, alhasil dia pulang dengan tangan kosong, apa yang harus dikatakannya pada Kria dan Chanyeol saat mereka melihat Kyungsoo tidak membawa apapun dan juga aroma baju yang dikenakannya benar benar mengganggu hidung, pencampuran keringat dan bau tong sampah, ugh menjijikkan.

Kyungsoo menghentikan taksi yang kebetulan melintas didekatnya, Kyungsoo memilih cara aman untuk sampai di dorm, bajunya bau dan Kyungsoo tidak mau dikejar kejar lagi jadi cara amannya adalah menggunakan taksi.

Tak cukup 5 menit Kyungsoo sudah sampai didepan dorm, untungnya dengan selamat walaupun dalam keadaan berantakan dan bau. Rencananya Kyungsoo ingin langsung mandi lalu beristirahat tapi sepertinya itu hanya tinggal rencana saat melihat Luhan duduk di sofa ruang tamu, menatapnya tajam, Kyungsoo menghembuskan nafas lelah,

"Hyung tolong jangan sekarang, aku harus mandi dulu" Kyungsoo berbicara dengan cepat sebelum Luhan sempat membuka mulut lalu dengan langkah buru buru Kyungsoo berjalan kearah kamarnya untuk mengambil handuk dan baju ganti.

ㅇㅇㅇㅇㅇㅇ

"Jadi dimana belanjaanmu itu?" Chanyeol bertanya saat Kyungsoo yang sudah mandi memasuki kamar.

"Tidak ada," Kyungsoo menjawab malas

"Lalu, apa yang kau lakukan diluar sana?"

"Lari dan bersembunyi"

"Huh?"

"Aku lupa memakai masker dan hoodie lalu wanita wanita yang entah siapa tiba tiba mengejarku dan mengambil gambarku dengan lancang, aku tidak punya pilihan lain selain lari dan bersembunyi" Kyungsoo berjalan menuju ranjangnya.

"Geser sedikit, aku juga ingin tidur" Kyungsoo menggerakkan tangannya untuk mengambil bantal yang terhimpit antara Chanyeol dan tembok. Lalu dengan santai tidur membelakangi Chanyeol yang kembali asik dengan ponselnya, kerutan samar nampak dikening Chanyeol saat melihat layar ponselnya yang menampakkan sebuah situs terupdate tentang exo, narsis memang, tapi Chanyeol cukup penasaran dengan berita berita yang beredar dikalangan exo l dan sepertinya ada berita baru tenang member exo yang baru saja dipublikasikan beberapa menit yang lalu.

'Oh bukankah ini Kyungsoo' Chanyeol mengklik berita yang menampakkan sebuah gambar, agak blur tapi Chanyeol yakin sosok dalam gambar itu adalah Kyungsoo, dilihat dari perawakannya saja sudah sangat menjelaskan siapa sosok itu. Gambarnya mungkin diambil saat Kyungsoo sedang berusaha kabur

"Kyung" Chanyeol tak mendapat sahutan apapun dari orang disebelahnya, mungkin Kyungsoo sudah tidur. Padahal Chanyeol ingin menunjukkan berita ini pada Kyungsoo tapi orangnya sudah tidur jadi mungkin nanti saja.

"Woa~ beritanya langsung jadi trending topic" Chanyeol bersuara takjub melihat berita yang baru saja dibacanya itu langsung jadi perbincangan para netizen. kepalanya menggeleng pelan, benar benar susah menjadi seorang idol , rasanya kehidupan pribadi jadi sedikit terganggu, bahkan harus sangat berhati hati dalam bertindak baik itu didepan camera ataupun didepan fans, jika sedikit saja melakukan kesalahan pasti akan dikritik pedas dan tajam oleh para netizen, padahalkan idol juga seorang manusia yang bisa melakukan kesalahan, tidak ada makhluk yang sempurna didunia ini dan itu seharusnya menjadi tolak ukur untuk para netizen yang suka mengkritik, kritikan memang bersifat membangun tapi jika kritikan yang diberikan pedas dan tajam itu malah akan menyakiti hati orang.

Tok tok!

Setelah ketukan itu, pintu terdorong pelan, Chanyeol segera beranjak dengan hati hati melewati tubuh Kyungsoo yang tetidur,

"Chanyeol, apa kau sudah dengar kabar itu?" Tak perlu berpikir lagi Chanyeol langsung mengangguk,

"Ah~, apa Kyungsoo baik baik saja?"

"Ya dia hanya lelah berlari jadi dia langsung istirahat" Kris mengangguk mengerti,

"Beritanya langsung tersebar bahkan sebelum Kyungsoo sampai didrom, aku hampir saja pergi mencarinya tapi dia sudah pulang duluan,"

"sepertinya dia dikejar anak anak sekolah, karena aku sudah melihat video mereka yang merekam Kyungsoo"

"Kenapa mereka tidak bisa menjaga privasi orang?, kita juga perlu privasi" Kris menghela nafas pelan lalu berjalan menjauhi Chanyeol yang masih berdiri diambang pintu.

"Ini sudah menjadi resiko" Chanyeol berbisik pelan

ㅇㅇㅇㅇㅇㅇ

Tbc

Aku mau ucapkan 3 permintaan maaf untuk yang udah menunggu ff ini:

1. Maaf sudah buat para readers menunggu lama

2. maaf karena chap ini pendek dan enggak memuaskan

3. MAAF karena aku akan HIATUS untuk sementara waktu dari ffn,

Aku tau kalian pasti kecewa atau mungkin marah karena merasa aku udah enggak bertanggung jawab, kalian boleh marah dan kecewa Tapi Aku enggak punya pilihan lain selain hiatus, ini bukan karena aku mau lari dari tanggung jawabku untuk melanjutkan ff ini, enggak sama sekali, aku cuma perlu waktu untuk memperbaiki perasaanku, jadi Maaf sekali lagi sudah membuat readers-nim kecewa.

Untuk lama hiatusnya aku enggak bisa nentuin kapan tapi aku akan usahakan enggak lama. aku sangat berterima kasih kepada readers yang sudah menunggu ff jelek ini.

Sekali lagi MAAF.