hei, mungkin banyak yang bingung ya kenapa baekhyun itu kakak iparnya chanyeol? padahal sehun itu adiknya chanyeol kkkk~ jadi tuh aku juga sebenarnya bingung posisi baekhyun itu apa #plakk, soalnya disini baekhyun lebih tua dan dia manggilnya juga nunna/? jadi lucu aja gitu kalo baekhyun adik iparnya :v tapi yaudah daripada bingung diralat aja, jadinya baekhyun itu adik iparnya chanyeol, tapi tetep masalah usia tuaan baekhyun ya :D #anggap aja informasi :
Chanyeol age : 25 th
Kyungsoo : 25 th
Sehun : 23 th
Baekhyun : 26 th
jadi sehun udah jadi direktur muda kkk~ dan dia menikah sama baekhyun itu pas usianya 21 th :D makanya udah punya anak jesper yang usianya 1 th lebih :v
oke segitu aja penjelasannya~ semoga ga bingung bingung lagi :v
Previous chapter :
"Langsung saja pada intinya minjoon-ya, tujuan kami datang kemari adalah ingin melamar anakmu Do Kyungsoo dan menikahkannya dengan putra kami Park chanyeol" ujar seunghyun- ayah chanyeol mantap.
"Ne, Appa. Aku dan kyungsoo berencana untuk menikah minggu ini. Jadi mohon doa restunya Appa" ucap chanyeol melanjuti perkataan ayahnya sambil tersenyum kecil untuk menghilangkan kegugupannya.
.
.
"Mwo? Menikah?"
Tittle Story : MBA
Author : ParkHyerin6194
Cast : Park Chanyeol, Do Kyungsoo, Oh Sehun , Byun Baekhyun. Etc.
Genre : temukan sendiri
Rate : T
Warning . GS for Uke.
Marga sehun dan baekhyun diganti sesuai kebutuhan cerita.
so
.
Happy reading!
.
.
.
Suasana dimeja itu menjadi hening seketika. Tuan Do menatap putrinya dan namja yang duduk disamping putrinya—chanyeol dengan tatapan meminta penjelasan.
"Bisa kalian jelaskan kenapa tiba tiba kalian memutuskan untuk menikah?"tanya Tuan Do menatap putrinya dan chanyeol secara bergantian.
"ehhmm itu karena aku.."
"Kami memutuskan untuk menikah, karena kami merasa cocok Appa" potong chanyeol cepat menyela perkataan kyungsoo.
Chanyeol menatap kyungsoo dengan tatapan memberi kode(?) yang akhirnya diangguki oleh kyungsoo tanda ia mengerti.
Tuan Do menaikan sebelah alisnya. "Sudah kuduga, pasti ada sesuatu diantara kalian"
Chanyeol berdehem kecil, menutupi kegugupannya. Karena demi tuhan tatapan tuan Do seperti sedang mengulitinya saat ini.
"Se- sesuatu apa maksud Appa?" tanya chanyeol.
"Sesuatu yang kami tidak ketahui" ujar tuan Do santai, membuat chanyeol serta kyungsoo menjadi gugup bukan main.
Deg Deg Deg
Bukan itu bukan suara meja yang dipukul, lebih tepatnya itu suara jantung yang sedang memompa terlalu cepat seperti habis berlari di kejar kejar setan :v. suara itu berasal dari jantung keduanya. Namun chanyeol lebih mendominasi, terlihat sekali dari guratan wajahnya yang dialiri keringat dingin dipelipisnya yang sexy :g
Mereka masih terdiam, memikirkan jawaban sampai akhirnya…
Brakkkk
Semua nampak terkejut mendengar gebrakan meja dari tuan Do, kyungsoo menunduk tak berani melihat ayahnya, sedangkan chanyeol jangan ditanya. Mukanya nampak pucat pasi sekarang, chanyeol memejamkan matanya sesaat.
'Apa yang harus kukatakan, ya tuhan bantu aku' batin chanyeol memohon.
"Kenapa kalian terlihat gugup?" chanyeol dan kyungsoo reflek kembali menatap Tuan Do.
"ckk~ anak muda, apa sulitnya untuk mengaku" lanjut tuan Do lagi.
Kyungsoo dan chanyeol saling berpandangan, bertukar pikiran lagi melalui tatapan masing masing, yang akhirnya diangguki oleh keduanya. Mereka menarik napas lalu membuangnya kasar. Baru saja chanyeol akan memberitahu perihal kehamilan kyungsoo, melupakan segala pukulan pukulan apa yang akan ia dapati di area wajah tampannya setelah mengatakannya, namun suara tuan Do kembali menahannya.
"Jadi, sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?mengapa tidak mengatakannya kepada kami huh?"
"Appa sudah menduganya, jika hubungan kalian lebih dari seorang sahabat" lanjut tuan Do.
'astaga hampir saja' batin chanyeol dan kyungsoo bernapas lega.
"Kami baru berpacaran satu bulan terakhir ini Appa, benarkan chanyeol?" kali ini kyungsoo angkat bicara lalu menoleh dengan mata bulatnya yang menatap tajam ke arah chanyeol yang berada disampingnya. Tuan Do menatap chanyeol, yang membuat chanyeol menjadi salah tingkah.
"Ah-haha Ne itu benar Appa" chanyeol mengusap tengkuknya dan tersenyum kikuk.
Tuan Do mengangguk mengerti.
"Baiklah, Appa senang akhirnya kalian memutuskan untuk menikah. Aku dan eomma kyungsoo tentu saja merestui hubungan kalian , dan kalian tenang saja ,semua persiapan pernikahan kalian nanti biar Appa yang urus semuanya" ujar tuan Do tersenyum. Membuat semua yang berada di meja tersenyum senang mendengarnya dan melanjutkan acara makan yang sempat tertunda tadi dengan di selingi obrolan obrolan ringan dari keluarga kedua belah pihak.
.
.
-Chansoo-
.
.
Semua persiapan pernikahan telah beres sesuai apa yang dijanjikan ayahnya kyungsoo, dari baju pengantin , tempat, dekor semuanya ayah kyungsoo yang memilihkannya dengan mengerahkan seluruh anak buahnya yang tentunya menghabiskan uang yang tidak sedikit dan itu dilakukannya karena ayah kyungsoo ingin yang terbaik untuk pernikahan anaknya, chanyeol dan kyungsoo menyetujuinya hanya saja untuk masalah cincin dan kue pernikahan,mereka memutuskan untuk memilih sendiri. Seperti saat ini, kyungsoo dan chanyeol terlihat sedang memilih cincin pernikahan di toko perhiasan langganan eommanya chanyeol.
"Lihat yang ini, apa kau suka?" tanya chanyeol memberikan cincin berlian berwarna merah pada kyungsoo.
"Aku tidak suka berlian, Park. Lagi pula kita kesini untuk membeli cincin pernikahan, bukan berlian"jawab kyungsoo malas.
"Coba lihat yang ini" kata kyungsoo menyuruh si penjual untuk mengambilkan cincin yang dilihatnya. Lalu yungsoo memberikannya kepada chanyeol untuk meminta pendapatnya.
"Cincin ini terlalu biasa dan polos, dan juga terlihat kampungan" komentar chanyeol sombong membuat kyungsoo mendengus karena chanyeol secara tidak langsung merendahkan seleranya -,
"Bagaimana yang ini?"
"Tidak Park, terlalu banyak permatanya. Aku tidak suka"
"Yang ini?"
"Itu terlihat murah dan norak kyung, cari lagi yang lain"
Dan begitu seterusnya, perdebatan perdebatan kecil mereka dalam memilih cincin membuat sang penjual kewalahan menghadapi mereka, sang pemilik toko akhirnya mencoba untuk memberikan saran dengan merekomendasikan wedding ring pada pasangan muda yang sedang berdebat kini.
"ehm, begini saja. bagaimana jika aku tawarkan kalian untuk melihat cincin ini" intrupsi si penjual menghentikan perdebatan kecil mereka.
Si penjual membuka kotak perhiasaan dan memperlihatannya pada kyungsoo dan chanyeol. Cincin itu sebenarnya terlihat sederhana, namun ukiran heartbeat (detak jantung) di cincin itu membuat cincin itu tampak menarik dimata chanyeol. Chanyeol tersenyum karena telah menemukan apa yang ia cari.
"Apa kau suka?" tanya chanyeol pada yeoja disampingnya.
"Ne aku sangat menyukainya, tapi…"
"Baiklah, aku beli cincin itu. Aku akan membayarnya dengan ini" potong chanyeol cepat sambil memberikan Black Card nya. Si penjual menurut dan membungkus apa yang dipesan oleh chanyeol. Setelah selesai dengan urusan cincin, mereka bergegas menuju mobil untuk pergi memesan kue pernikahan, namun saat sampai didalam mobil, kyungsoo mengeluarkan sesuatu yang mengganjal pikirannya sejak tadi.
"Mengapa kau membeli cincin itu?Apa kau gila? Cincin itu terlalu mahal Park ck~" ketus kyungsoo berpendapat.
"itu tidak terlalu mahal bagiku, apapun yang membuatmu senang, aku akan melakukannya untukmu. Termasuk cincin itu" chanyeol menoleh mendekatkan wajahnya dan mengeluarkan smirknya, membuat wajah kyungsoo sedikit memerah karena perkataan chanyeol barusan. Namun kyungsoo buru buru memalingkan wajahnya.
"Dasar perayu ulung huh" decih kyungsoo pelan sambil mengipas ngipaskan wajahnya yang terasa panas, dan chanyeol hanya terkekeh pelan melihat kelakukan 'calon istrinya' itu.
.
.
-Chansoo-
.
.
Mobil chanyeol terhenti ketika sudah sampai pada tempat tujuan mereka, mereka bergegas keluar dan masuk ke dalam toko kue langganan kyungsoo yang merupakan milik sunbaenya saat masa high school dulu.
"Lay eonnie" panggil kyungsoo sedikit berteriak, membuat sang pemilik toko yang bernama lay itu menoleh dan tersenyum senang. Kyungsoo menghampiri Lay dan memeluknya lama untuk melepas rindu, karena memang lay jarang sekali terlihat ada di toko ini, lay lebih sering mengurus toko kuenya yang berada di china. Mereka berpelukan cukup lama, sampai akhirnya suara deheman seseorang menginterupsi kegiatan mereka,tentu saja orang itu –chanyeol yang sedari tadi diabaikan.
"Eonnie, kapan eonnie kembali ke korea? Aku benar benar merindukanmu eonnie, eonnie jahat sekali tidak mengabariku" kyungsoo merajuk sambil mengerucutkan bibirnya. Lay terkekeh dan mengelus surai hitam milik kyungsoo.
"Maafkan aku ne, lalu bagaimana kabarmu? Apa kau sudah menjadi dokter seperti apa yang kau cita citakan?" tanya lay antusias.
"Ne, aku baik. hmm kurang lebih tiga minggu lagi aku akan menjadi dokter sungguhan" ujar kyungsoo bersemangat.
Mereka berdua nampak asik berbincang dan melupakan fakta jika ada makhluk yang terbaikan disana. oh ayolah chanyeol itu manusia bukan patung -_- kasihan sekali dia. Chanyeol mendengus keras dan itu membuat kyungsoo tersadar jika sedari tadi ada manusia disampingnya -_-
"Oh, aku melupakan sesuatu. Eonnie perkenalkan, dia chanyeol. Calon suamiku" kyungsoo memperkenalkan chanyeol dan sedikit memelankan suaranya saat diakhir kalimat.
"Aku Park chanyeol" ujar chanyeol sedikit membungkuk.
"Ne, aku Zhang Yixing. Kau bisa memanggilku Lay nunna,karena sepertinya kau lebih muda dariku" balas lay tersenyum memperlihatkan dempilnya.
"Oh jadi kalian kesini pasti ingin…" perkataan lay terputus karena kyungsoo mengangguk dan langsung menyerobotnya.
"Ne, kami ingin memesan kue pernikahan"
Lay tersenyum lalu mempersilahkan chanyeol dan kyungsoo duduk untuk membicarakan konsep seperti apa kue yang diinginkan mereka. Lay memberikan buku contoh contoh kue pernikahan yang biasanya banyak dipesan ditoko kue miliknya. Mereka terlihat sibuk membolak balikan buku, namun kyungsoo terlihat menutup kembali bukubukunya, sementara chanyeol masih sibuk menimang nimang kue seperti apa yang cocok untuk pernikahannya.
"Eonnie , apa tidak ada kue bergambar pinguin dan jerapah? Aku ingin kue itu eonnie" permintaan kyungsoo barusan membuat namja tinggi disampingnya sweetdrop. Chanyeol memutar bola matanya malas.
"Demi tuhan kyung, kue itu untuk acara pernikahan kita. Bukan acara ulang tahun anak Tk, kau ini yang benar saja"tukas chanyeol tak habis pikir dengan ide kekanakan kyungsoo-,
"Tapi aku maunya seperti itu park"
"tidak, cari konsep yang lain"
"Aku tidak mau, aku hanya ingin kue yang bertemakan pinguin dan jerapah. Titik!" putus kyungsoo cepat.
"Aku tidak setuju, cari yang lain" chanyeol nampak jengah dan mencoba mencari model kue pernikahan yang lain lewat buku buku yang diberikan lay,chanyeol mencoba memberi pendapatnya namun kyungsoo terlihat diam saja tak menanggapi, bahkan chanyeol mengabaikan mata kyungsoo yang terlihat berkaca-kaca, lay yang melihat kyungsoo seperti itu tidak tega dan memutuskan untuk memberi saran.
"Bagaimana jika kue pernikahan seperti pada umumnya, namun diatasnya diganti dengan ukiran patung pinguin dan jerapah" saran lay mencoba menghibur kyungsoo.
"Aku setuju"
Chanyeol terlihat ingin protes namun ia melihat kyungsoo berdiri dan berkacak pinggang.
"Jika kau tidak setuju juga, aku tidak mau menikah denganmu. Lebih baik batalkan saja pernikahannya atau kau menikah saja sana dengan kue itu"
Chanyeol lagi lagi harus menahan kekesalannya melihat tingkah kyungsoo yang kekanak kanakan sekali – pikirnya . dan lagi apa itu? Membatalkan pernikahan yang akan berlangsung 2 hari lagi hanya karena sebuah kue? What the….
Chanyeol memijat pelan pelipisnya saat kyungsoo memutuskan untuk keluar dari toko kue tersebut. Mata Chanyeol bertemu pandang dengan lay, dan ia langsung mengejar kyungsoo keluar sebelum gadis itu pergi terlalu jauh, setelah sebelumnya setuju dengan saran yang lay berikan.
Chanyeol menarik tangan kyungsoo, membuat kyungsoo menoleh dan dengan cepat melepaskan genggaman chanyeol pada tangannya.
"Ada apa denganmu? Apa kau sedang PMS?" tanya chanyeol heran, melupakan fakta jika kyungsoo sedang hamil -_-
"Dasar idiot, bagaimana bisa aku PMS jika ada janin dalam tubuhku. Minggir kau" sahut kyungsoo malas sambil berlalu setelah mendorong tubuh chanyeol pelan yang menghalangi jalannya.
Chanyeol berdecak pelan. "Lalu aku harus apa agar kau berhenti mendiamkanku seperti ini kyung" teriak chanyeol frustasi. Kyungsoo menghentikan langkahnya dan berbalik menghampiri chanyeol.
"Merunduk"suruh kyungsoo cepat, chanyeol terlihat mengerutkan keningnya namun ia menuruti permintaan kyungsoo. Kyungsoo berjalan kebelakang chanyeol dan..
Hap
Dengan sigap chanyeol menahan tubuh kyungsoo yang tiba tiba saja melompat dipunggungnya. Kyungsoo memeluk leher chanyeol erat dan melingkarkan kakinya dipinggang chanyeol. Chanyeol tersenyum geli melihat kelakuan kyungsoo yang seperti 'tengah bermanja' padanya. Hei kemana kyungsoo yang merajuk tadi? kenapa tiba tiba tingkahnya berbeda seperti ini?apa dia punya kepribadian ganda?-,-
"Hei, kenapa tingkahmu berubah jadi manja seperti ini?" tanya chanyeol menoleh sekilas.
"Diamlah park, lebih baik jalan saja. apartemenmu dekat dari sini kan, aku ingin menginap. Aku lelah dan ingin beristirahat. Ini permintaan anakmu yang ingin berdekatan dengan ayahnya. jadi jangan membantah" balas kyungsoo sambil menyamankan posisinya. Ck~ alasan macam apa itu :v
"hmm baiklah, apapun untuk princess kyungsoo-ku" ucap chanyeol mengalah dan mengecup sekilas pipi kiri kyungsoo. Mengabaikan jika kemungkinan pipi sang empu yang diciumnya memerah karena ulahnya. Sebenarnya mereka sangat sering melakukan skinship seperti ini, hanya saja rasanya berbeda saat ini. itulah mengapa Kyungsoo dan mantan kekasihnya—Kai sering bertengkar dengannya, karena kedekatan kyungsoo dan chanyeol yang terbilang sangat dekat 'melebihi' dari hubungan persahabatan seperti apa yang selalu dikatakan kyungsoo.
.
.
-Chansoo-
.
.
Mereka telah sampai diapartemen, sebelumnya chanyeol telah menyuruh orang suruhannya untuk membawa kembali mobil yang ditinggalkannya tadi ditoko kue, karena permintaan kyungsoo yang ingin digendong sampai apartemen, terpaksalah mobilnya ia tinggalkan. Memang sedikit merepotkan, namun kyungsoo yang bersikap manja seperti tadi,menjadi hiburan tersendiri bagi chanyeol, mengingat sikap yang sering kyungsoo tunjukkan terbilang galak dan kekanakan-_- namun jauh lebih baik jika kyungsoo bersikap manja seperti ini dengannya.
Chanyeol menoleh kebelakang dan mendapati kyungsoo yang begitu nyaman tertidur dipunggungnya. Ia merebahkan kyungsoo dikasur king size miliknya dan menarik selimut hingga batas dadanya. Chanyeol memberanikan diri untuk mengecup bibir kyungsoo kilat, sebagai 'kecupan selamat malam'/? (bilang aja modus -_-) dan bergegas keluar untuk mengistirahatkan tubuhnya disofa ruang tamu,karena tidak mungkin bukan jika ia harus seranjang dengan kyungsoo?bisa bisa ia kena amukan satansoo saat pagi menjelang-, memikirkannya membuat chanyeol bergidik ngeri.
Namun pergerakan chanyeol seketika terhenti ketika tangan kyungsoo menahan pergelangan lengannya. Apalagi perkataan kyungsoo yang membuat dirinya tercekat.
"Aku mencintaimu"
DEG
Chanyeol langsung menoleh dan mendapati kyungsoo yang sedang memegang erat lengannya dengan matanya yang masih terpejam. Huh sepertinya kyungsoo sedang mengigau. Chanyeol melepaskan tangan kyungsoo dari lengannya dan menggenggam jemari kyungsoo erat sembari duduk ditepi ranjang menenangkan kyungsoo yang terlihat tidak tenang dalam tidurnya. Jujur saja ada perasaan aneh yang menyelimuti dirinya saat mendengar pernyataan kyungsoo barusan,namun ia segera menepis pemikirannya. Pasti dia sedang memimpikan kai—pikir chanyeol.
Kyungsoo sedikit mengerang dalam tidurnya, ia terbangun dan mendapati chanyeol tengah menggenggam jemarinya.
"Chanyeol" panggil kyungsoo serak.
Chanyeol segera tersadar dari lamunannya lalu mengalihkan pandangannya menatap kyungsoo yang memanggilnya.
"Kita sudah sampai? Mengapa kau tak membangunkanku? Maaf karena aku tertidur tadi dipunggungmu" ucap kyungsoo sedikit merasa tak enak yang hanya dibalas oleh anggukan oleh chanyeol.
JDERRR #backsoundgagal
Bunyi petir dan suara hujan di luar membuat jendela kamar chanyeol sedikit tersibak oleh angin. Hal itu sontak membuat kyungsoo terkejut dan dengan reflek memeluk chanyeol. Sepertinya diluar sedang hujan,beruntung sekali mereka tidak kehujanan karena pulang tepat waktu sebelum hujan turun. Chanyeol menenangkan kyungsoo dengan mengelus surai hitam miliknya. Ia melepaskan pelukannya dan beralih menuju jendela kamarnya untuk kemudian ditutupnya bersamaan dengan tirainya sekaligus.
Chanyeol menghampiri kyungsoo yang terduduk ditempat tidur , ia mengelus rambut panjang kyungsoo untuk menenangkannya. Kyungsoo memang takut petir maka dari itu dia sedikit shock dan reflek tadi memeluk chanyeol.
"Tidurlah, aku tahu kau lelah" ucap chanyeol lembut dan membalikan badannya. Namun kyungsoo dengan cepat menghentikan pergerakan langkahnya dengan menggenggam tangan chanyeol kembali.
"Kau mau kemana?" tanya kyungsoo.
"Aku akan tidur di ruang tamu, tenang saja. aku tidak akan kemana mana"ujar chanyeol tersenyum.
"Tidak,kau tidur disini saja, kita bisa berbagi kehangatan disini. Aku tahu di ruang tamu pasti sangatlah dingin" seperti dejavu chanyeol langsung menoleh kearah kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan, kyungsoo yang tersadar akan tatapan chanyeol buru buru meralat ucapannya.
"ma-maksudku,kita bisa berbagi tempat tidur. Kau bisa tidur disampingku jika kau mau. Aku percaya padamu , kau tak akan berbuat macam macam"tukas kyungsoo dengan cepat meralat ucapannya.
Chanyeol tersenyum miring,ia naik ketempat tidur setelah kyungsoo sedikit menggeser tubuhnya untuk memberinya ruang agar bisa tidur dikasur empuknya.
"Aku sudah berada disampingmu, sekarang tidurlah" kyungsoo mengangguk dan langsung berhambur memeluk chanyeol -_- jangan tanya, chanyeol sendiri terkejut dengan kelakuan kyungsoo yang satu ini. chanyeol yang begitu lelah hanya membalas pelukan kyungsoo sampai akhirnya mereka tertidur dengan posisi seperti itu hingga pagi menjelang.
.
.
-Chansoo-
.
.
Kyungsoo terbangun dari tidurnya, ia menatap orang yang semalaman menemaninya dan memeluknya. Telunjuknya bergerak menyusuri wajah tampan 'calon suaminya' itu dari dahi, hidung, hingga melewati bibirnya dan berakhir didagu. Kyungsoo memperhatikan bibir tebal chanyeol, semalam ia merasakan bibir itu menyentuh bibirnya. Tentu saja kyungsoo tahu dan sangat tahu jika chanyeol mencuri kesempatan semalam.
"jangan memandangi wajahku seperti itu terus, aku tahu aku tampan" cicit chanyeol, namun masih dengan matanya yang terpejam. Kyungsoo tersenyum miring dan menoyor jidat chanyeol dengan telunjuknya.
"Kau terlalu percaya diri, Park" kyungsoo bangkit dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar.
"Cepat mandi, aku akan menyiapkan sarapan" suruh kyungsoo sebelum menghilang dibalik pintu.
"Siap Nyonya Park" teriak chanyeol patuh.
.
.
-Chansoo-
.
.
Saat ini chanyeol terlihat segar seusai mandi, ia mengambil kaos hitam lengan pendek dan mengenakan celana pendeknya yang biasa ia kenakan jika dirumah. Ia keluar dari kamarnya dan wangi masakan langsung tercium diindera penciumannya. Ia berjalan menyusuri dapur dan menemukan kyungsoo tengah sibuk dengan masakannya. Chanyeol menghampiri kyungsoo dan memeluk kyungsoo dari belakang, kyungsoo sebenarnya sedikit terkejut, namun ia tahu siapa pemilik tangan yang tengah memeluknya kini.
Chanyeol cukup terkejut, karena kyungsoo tak bereaksi apa apa -_-a , biasanya jika chanyeol iseng atau menggodanya dengan memeluknya seperti ini, kyungsoo pasti langsung menerjangnya dengan cubitan cubitan maut diperutnya. Namun yang ia dapat kini hanyalah sentuhan kyungsoo yang mengelus tangannya lembut. Chanyeol membalikan tubuh kyungsoo menghadapnya, ia menangkup wajah kyungsoo dan mulai mendekatkan wajahnya, kyungsoo sontak dengan reflek memejamkan matanya. Kyungsoo berpikir mungkin chanyeol akan menciumnya, tanpa sadar pipinya sedikit bersemu merah membayangkan bibir itu kembali bersinggungan dengan bibir hati miliknya,namun sepertinya harapan kyungsoo harus terhenti karena ternyata chanyeol hanya menempelkan keningnya saja dikening miliknya.
"Tidak panas" gumam chanyeol heran setelah mengecek suhu tubuh kyungsoo. Kyungsoo tersadar dan langsung mendorong pelan dada chanyeol, tidak tahukah kau chanyeol-, jika kyungsoo tadi mati matian menahan napasnya dan berusaha menetralkan detak jantungnya yang menggila huh.
"Apa yang kau lakukan?" tanya kyungsoo dengan nada yang sedikit jengkel dan wajah yang memerah.
"Tidak ada, hanya mengecek keadaanmu saja, karena sejak kemarin sikapmu aneh dan astagah, kenapa dengan wajahmu?" tanya chanyeol khawatir sembari menangkup wajah kyungsoo dengan kedua tangannya.
"Sudahlah, lebih baik kau tunggu saja dimeja makan, sebentar lagi makanannya siap" ujar kyungsoo ketus sambil menepis tangan chanyeol dari wajahnya. Chanyeol hanya menurut jika sudah begini, kyungsoo memang keras kepala dan tak terbantahkan huft.
SKIPPPPP
.
.
-Chansoo-
.
.
Setelah selesai makan dan juga mandi, kyungsoo kini tengah bersiap siap untuk pulang dan itu diantar chanyeol-karena namja itu memaksa-_-
Sepanjang perjalanan tidak ada obrolan diantara mereka, chanyeol sibuk menyetir sementara kyungsoo terus memandang ruas jalan dari kaca disampingnya. Mobil chanyeol terhenti di depan pagar rumah kyungsoo, tanpa disuruh kyungsoo langsung keluar dari mobil chanyeol bahkan dengan sengaja membanting pintunya, chanyeol terkejut namun berusaha terlihat cuek dan segera melajukan mobilnya tanpa bertanya terlebih dahulu kenapa sikap kyungsoo tiba tiba seperti itu. Kyungsoo memandang mobil chanyeol yang terlihat menjauh.
"cih, dasar tidak peka!" decih kyungsoo pelan sambil menghentak hentakkan kakinya berjalan memasuki rumahnya.
.
.
-Chansoo-
.
.
Wedding Day
Kyungsoo memandangi dirinya dicermin, saat ini dia terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin pilihan Appanya yang sangat pas membalut tubuhnya yang ramping-ups. Sepertinya kita jangan melupakan fakta jika kyungsoo tengah berbadan dua saat ini :v tapi tenang saja, perut kyungsoo masih rata, belum ada tanda tanda jika dia terlihat sedang mengandung :0
Kyungsoo melihat baekhyun menghampirinya.
"Aigo, kau terlihat sangat cantik kyung"
"Benarkah eonnie?" tanya kyungsoo antusias.
"Ne, aku jamin, park chanyeol si telinga lebar itu pasti terpesona melihatmu" baekhyun menjawil hidung kyungsoo gemas.
"Sudah cepat, Appa mu sudah menunggu diluar. Kajja" ajak baekhyun mengamit lengan kyungsoo.
Kyungsoo berjalan menuju altar bersama dengan Appanya, ia terlihat sangat gugup dan menengok kearah Appanya terus, sang ayah tersenyum dan mengelus tangan kyungsoo untuk menenangkan putrinya.
Chanyeol menunggu didepan altar dengan berbalut tuksedo putih dan dasi kupu kupu hitam dilehernya, ia terlihat sangat tampan dengan poni yang sengaja dibuat keatas untuk menunjukkan kharismanya :g #errrrrr
Sepertinya kyungsoo terpesona melihat chanyeol sampai sampai tidak sadar jika chanyeol sudah mengulurkan tangannya. "chagi, ulurkan tanganmu" bisik tuan Do pelan. Kyungsoo terkejut dan langsung tersadar , ia meraih tangan chanyeol dan dibalas dengan chanyeol yang menggenggam tangannya erat.
"Aku tahu, kau pasti terpesona dengan ketampananku" bisik chanyeol narsis-,
"Dan hari ini, harus kuakui. Kau sangat cantik"lanjut chanyeol memuji kyungsoo, chanyeol berkata jujur, ia tidak mengada ngada jika ia memang terpesona dengan kyungsoo, kyungsoo memang cantik seperti biasanya, namun hari ini kyungsoo jauh terlihat lebih cantik dan err sexy/?, chanyeol bersumpah ketika kyungsoo berjalan menuju altar ia seperti melihat dewi romawi bernama venus yang terkenal dengan kecantikannya itu di dalam diri kyungsoo. # chanyeol lebay -_-
.
Janji suci sehidup semati telah mereka ucapkan. Pernikahan mereka berjalan dengan lancar, meskipun sedikit ada insiden chanyeol yang terlihat hampir menjatuhkan cincin pernikahan mereka saat akan menyematkannya dijemari kyungsoo, mungkin chanyeol gugup karena saking terpesonanya dengan kyungsoo #eeaaaa
Semua tamu undangan nampak menyalami dan memberikan selamat kepada kedua mempelai, bahkan chanyeol harus sedikit terusik ketika sehun datang dengan mulutnya yang terus melayangkan godaan untuknya.
"Aku tahu hyung, kau pasti sudah tak sabar kan? Calm hyung, kau tak perlu gugup seperti itu, aku akan mengajarimu dengan berbagai gaya, kau mau gaya seperti apa hmm?" tanya sehun menggoda dengan menyebutkan beberapa gaya dalam bercinta, demi tuhan rasanya chanyeol ingin menyumpal mulut sehun yang sedari tadi terus terusan menggodanya atau bahkan terdengar seperti meledeknya,cih.
"Diam, atau aku akan menyumpal mulut busukmu itu dengan kecoa, Park Sehun!" ancam chanyeol.
Sehun langsung terdiam, 'cih beraninya mengancam' batinnya kesal.
.
.
-Chansoo-
.
.
Chanyeol dan kyungsoo bermalam dikediaman keluarga Park, itu permintaan eommanya dan chanyeol tidak bisa menolaknya. Adiknya sehun serta istri dan anaknya juga diminta untuk menginap, jadilah mereka berkumpul disana. chanyeol melepas tuksedonya dan membuka beberapa kancing kemejanya, ia melihat kyungsoo yang telah selesai mandi, terlihat dari gaun pengantinnya yang telah berganti menjadi piyama bergambar pororo -,-
"Kyung, aku sudah membuatkanmu susu untuk ibu hamil, cepat kau habiskan"suruh chanyeol menunjuk susu diatas meja nakas dengan dagunya.
"Aku tidak suka susu, dan aku tidak mau meminumnya" tolak kyungsoo halus, membuat chanyeol yang tengah sibuk menanggalkan celananya terhenti.
"Ayolah kyung, kau dan anak kita perlu nutrisi" bujuk chanyeol menghampiri kyungsoo yang duduk dipinggir ranjang.
"Aku tidak suka susu Park, berhentilah memaksaku" ucap kyungsoo galak.
"baiklah, jika kau masih tak mau meminumnya juga, aku akan mengelitikimu sampai pagi" ancam chanyeol.
"Silahkan saja" tantang kyungsoo menaikan satu alisnya.
Tanpa babibu, chanyeol langsung menggelitiki perut kyungsoo sampai kyungsoo menggeliat dan terbaring dikasur, kyungsoo tidak tinggal diam, ia menarik rambut chanyeol dan menjambaknya membuat chanyeol mengaduh kesakitan tanpa melepaskan kelitikannya diperut kyungsoo, setelah cukup lama mereka berperang menggelitik dan menjambak (?)kyungsoo akhirnya menyerah dan meminta chanyeol untuk melepaskannya. Penampilan mereka benar benar berantakan sekarang, bahkan ikatan rambut kyungsoo terlepas dan menyebabkan rambutnya berbentuk tak karuan -, chanyeol pun terlihat sama, mereka terengah engah dan tertawa melihat penampilan mereka masing masing. Chanyeol mengambil gelas yang berisikan susu tadi dan menyuguhkannya kemulut kyungsoo. Tentu saja kyungsoo menolaknya, namun chanyeol terus memaksa dan menahan kepala kyungsoo dengan sebelah tangannya.
.
Nyonya park nampak tengah berjalan menuju kamar chanyeol, ia sudah berpesan pada chanyeol tadi untuk segera turun kebawah setelah selesai mandi nanti bersama kyungsoo, namun sampai makan malam sudah siap pun, anak itu tak kunjung datang. Cih anak itu benar benar. Langkah nyonya park terhenti didepan pintu kamar chanyeol, baru saja ia mau mengetuk pintunya, namun sayup sayup suara terdengar dari dalam membuat tangannya terhenti diudara.
"mmhh pelan pelan Park"
"Cepatlah kyung, kau ini lamban sekali"
"Uhukk, aku tersedak bodoh"
"Yak, jangan dimuntahkan,kau harus menelannya"
"Rasanya aneh, aku tidak suka"
"Ayolah, kau hanya tinggal menyedotnya"
"ehhmm,, uhukk"
"jangan memaksaku park, lihatlah gara gara kau, bajuku terkena tumpahannya"
"itu salah dirimu karena memuntahkannya, sekarang cepat habiskan"
"hhmm,hiks pokoknya aku tidak mau lagi"
Nyonya park mematung mendengar sayup sayup suara didalam kamar pengantin baru itu 'demi tuhan, apa chanyeol baru saja memaksa memasukkan 'itu besarnya' kedalam mulut kyungsoo?' batin nyonya park gelisah.
"Yakk, kau…" baru saja chanyeol ingin protes tiba tiba saja perkataannya terputus karena seseorang yang mengetuk ngetuk pintu kamarnya.
Tok Tok Tok
"Chan…yeol" panggil nyonya park terputus ketika melihat keadaan chanyeol yang berantakan dengan kancing kemeja yang terbuka setengah.
"Ne, ada apa eomma?" tanya chanyeol sambil mengaitkan kancing celananya karena sempat belum terpasang tadi saat ia menanggalkannya dan memakainya kembali ketika berdebat dengan kyungsoo tadi. nyonya park melirik kedalam dan melihat kyungsoo yang keadaannya terlihat tak jauh beda dengan chanyeol. Chanyeol melihat pandangan eommanya yang melirik kearah kyungsoo lalu kembali lagi menatap kearahnya.
'ternyata benar dugaanku'batin nyonya park lagi.
Seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan nyonya Park, chanyeol buru buru menjelaskan sebelum ibunya itu salah paham.
"Eomma, ini tidak seperti …."
"Ah, maafkan eomma karena mengganggu kegiatan kalian. Kalian bisa melanjutkannya nanti setelah makan malam, eomma kesini untuk memanggilmu dan kyungsoo, cepat turun dan kita makan bersama" potong nyonya park cepat sambil menepuk pipi chanyeol pelan dan berlalu.
"Ne eomma" kata chanyeol pasrah.
.
.
-Chansoo-
.
.
Mereka semua makan malam dengan khidmat, setelah semuanya selesai dengan makanan mereka, Tuan Park berdehem kecil dan membuka obrolan.
"Jadi, apa rencanamu setelah ini chanyeol-ya?" tanya ayahnya menatap chanyeol.
"ehm, aku dan kyungsoo besok akan tinggal diapartemenku Appa"
Nyonya park tampak tidak setuju dengan keputusan chanyeol.
"Tinggal lah lagi untuk tiga hari kedepan disini dan kembali mengambil cuti untuk pelatihanmu itu , eomma sangat merindukanmu dan juga eomma ingin dekat dengan menantu baru eomma"pinta nyonya park—ibu chanyeol.
"Aku tidak bisa eomma, dua minggu lagi aku dan kyungsoo akan menjalani peresmian menjadi dokter sungguhan, dan kami akan sangat sibuk" jelas chanyeol.
"Ne eomma, kasihan hyung dan kyungsoo nunna,mereka sudah mengambil cuti 3 hari untuk pernikahannya, tidak mungkin mereka mengambil cuti lagi disaat masa pelatihan seperti sekarang ini" ujar sehun membela hyungnya.
"Aish, kau ini kenapa membela hyungmu, eomma sudah cukup kesepian ketika kau menikah dan keluar dari rumah ini bersama baekhyun istrimu, sekarang apa salahnya jika eomma ingin berkumpul kembali dengan anak anak eomma" kata nyonya park merajuk.
Semua yang berada disitu hanya menggeleng gelengkan kepala dan tersenyum kecil melihat tingkah nyonya park. Chanyeol mengambil jeruk dan memakannya bersama kyungsoo, baekhyun terlihat sibuk menyuapi jesper sementara sehun tampak membicarakan proyek bisnis bersama Appanya. Nyonya park yang merasa terabaikan akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada pengantin baru yang sedang asyik memakan jeruk bersama.
"Chanyeol-ya,jadi kapan kalian akan bermulan madu dan memberikan eomma cucu?" tanya nyonya park bersemangat.
uhukkk
dengan sangat tidak elitnya, chanyeol harus tersedak oleh jeruk yang sedang dikunyahnya akibat perkataan ibunya barusan. Semua orang nampak mengalihkan perhatiannya ke chanyeol, sedangkan kyungsoo buru buru memberikan air putih untuk 'suami' nya minum.
"Jadi kapan?" todong nyonya Park lagi setelah chanyeol selesai dengan acara tersedaknya tadi.
"ehm, mungkin nanti setelah kami selesai dengan pelatihan kami" tukas chanyeol setelah berpikir.
"Baiklah, hm eomma jadi tidak sabar menunggu berita kehamilan kyungsoo" ucap nyonya park tersenyum senang.
Sedangkan chanyeol dan kyungsoo kini saling bertatapan.
'tanpa bulan madu pun, kyungsoo kini tengah hamil eomma' batin chanyeol gusar.
.
.
.
.
fiuhhh
TBC dengan tidak elitnya :v
kembali lagi di ff abalku ini di ch 2, btw makasih yang udah nge fav atau ngikutin ff ini #tebarbunga , aku ngerasa ff ini banyak moment chansoo nya ya :v , okelah mungkin chap depan/2 chap lagi bakalan ending/? #baru kemungkinanan sih -,- maaf jika banyak typo atau ff ini kurang berkenan dihati kalian. gue cuma iseng dan ngeluarin aja apa yang ada di imajinasi gue tentang chansoo huftt. kemungkinan ff ini akan berlanjut nanti setelah aku selesai sbmptn, karena untuk sekarang ini mau fokus dulu sbm, makanya cepet ngetik ff hari ini seharian biar ide ga ilang ilangan :D
kim fany, dokyungie aL : Oke ini udah dilanjut ya.
park28sooyah : thankyu, udah aku ralat ya kak :D maklum masih amatiran jadi gitu deh, oke moment chansoonya kuharap udah banyak :v
fyodult : cuss pukul aja si ceye emg rese, sehun emg mesum, ketauan dari tampangnya xD
Chansoo9293 : hallo selamat datang didunia imajinasi about chansoo xD
cici fu, WKCS-hyun,kaisoov : iya udah dijelasin ya, makasih udah baca :)
NopwillineKaiSoo : Mungkin, tapi aku chansoo ship dari awal :)
sayakanoicinoe : oke terimakasih :)
Parkchan1027, Just Young Min : sudah dilanjut ya:)
Nadhefuji : iya disini sehun ngelangkahin xD
NadyaputriKpopersBestFriendofYuNaCha : flashback? haha entahlah, sesuai ide yang ngalir aja :v
Channie27 : okedeh :D
All Guest : udah dilanjut ya, semoga suka sama ceritanya :3
jujur sebenarnya aku lebih seneng yang komen ngasih kritikan/saran biar aku bisa bikin cerita yang lebih baik lagi, tapi gapapa thanks buat semua yang udah komen :3 aku sangat menghargai kalian yang udah meluangkan waktu buat baca ff abalku ini :) oke
See U next chap. #tebarbunga~
