Tittle : Town Male
Author : Kim Kyusung (Kimmie)
Genre: Family, Romance, Slice Of Life.
Pairing : T-Sung (TOP & Yesung)
Slight pair : HanSung (Hanggeng & Yesung)
Cast : Super Junior, Big Bang, Daniel Ulzzang Kids.
Disclaimer: Mereka milik Tuhan, Orang tua dan Fansnya Dan cerita ini milik saya.
Rating: 18+
Warning: Yaoi (Boy X Boy), M-preg, Yesung uke! Crack Pair!
Town Male
KimKyusung (kimmie)
©2016
Please don't copy paste without permission.
Summary
Yesung yang kabur dari rumah salah menaiki kereta, hingga ia terbawa ke sebuah Kota ajaib bernama Town Male dimana semua penduduk 100% adalah pria. Disaat Yesung sudah membangun keluarga bahagia disana bersama Choi Seung Hyun, tiba – tiba ia mendengar kabar bahwa orang tuanya sakit keras. Akankah Yesung memilih kembali ke kota asal atau tetap di Town Male ?
Drrrrrrt…TOP yang baru saja turun dari Bus merasakan ada sebuah panggilan dari ponselnya, akhirnya menerima panggilan tersebut dengan tidak semangat setelah melihat nama sang penelfon.
"Hallo Ibu, waeyo ?."
"Ah…anak ku, Ibu benar – benar senang."
"Ngh ?." Bingung TOP yang tidak mengerti akan ucapan Ibunya, sedangkan Donghae yang melihat raut wajah bingung TOP pun bertanya dengan isyarat 'ada apa ?' namun TOP mengangkat bahunya tidak tahu.
"Kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah memiliki istri yang sangat manis dan cantik, aduh….Ibu jadi tidak sabar ingin melihat bagaimana cucu ku nanti lahir, kalau dia SEME pasti akan sangat tampan seperti dirimu, dan jika UKE pasti akan seperti istri mu itu. Kyaaaaa."
"Ibu aku benar – benar tidak mengerti apa yang sedang Ibu bicarakan." Kali ini TOP berbicara dengan nada sedikit jenggah, sungguh TOP tidak mengerti dengan maksud ibunya yang tiba – tiba saja menelfon dan berbicara ngawur seperti ini.
"Yaaa!Ibu sedang membicarakan istri mu Choi Yesung."
"WHAT!." Teriak TOP hingga membuat Donghae yang memang sejak tadi berada disampingnya ikut terlonjak kaget, ini pertama kalinya bagi Donghae mendengar TOP berteriak sangat keras selain membentaknya.
"Wae…Wae…Wae ?." Tanya Donghae penasaran dan juga khawatir saat melihat wajah TOP sudah pucat basi seperti kehilangan rohnya, bahkan pejalan kaki lainnya yang hilir mudik di trotar bersama mereka langsung menenggok.
"Seung Hyun, pokoknya minggu depan kau harus membawa istrimu ke sini. Aku ingin memperkenalkan pada Ayah tiri mu bahwa putraku memiliki UKE yang sangat manis, bla….blaa." Tanpa mendengar ucapan sang Ibu, dengan kasar TOP menutup sambungan telefon secara sepihak dan berdecis karena mendapatkan masalah.
"YAK! TOP ADA APA SEBENARNYA ?." Tanpa memperdulikan teriakan Donghae yang ia tinggalkan seorang diri dijalanan, TOP berlari sekencang mungkin agar segera sampai dirumah untuk bertanya pada Yesung apa yang sudah terjadi sehingga Ibunya berkata demikian. Baru semalam ia mengizinkan Yesung tinggal dengannya dan belum juga ada 24 jam pemuda dari dunia luar Town Male itu berada disini, tapi sudah membuatnya heboh.
Town Male
Chapter 2
TAAK…sepiring udang saus tiram baru matang diletakkan dimeja makan bersamaan dengan tumis sayuran kentang – wortel, lalu sup bayam – jagung sertakimchi yang sudah dimasak dengan daging sapi, mereka semua tertata dengan sangat rapi dan saling berdampingan satu sama lain. Melihat semua sudah beres dan puas akan hasil masakannya, Yesung pun beranjak jalan kembali ke dapur dimana peralatan masak bekas pakainya kotor dan harus segera dicuci sebelum pemilik rumah pulang.
"Semoga rasa masakan ku cocok dengan seleranya." Gumam Yesung yang sejujurnya sedikit khawatir akan rasa dari masakannya, karena selama ini Yesung masak hanya untuk dirinya sendiri jadi enak atau tidak, ia akan menganggap enak dan tetap memakannya.
Syuuur…Dalam keadaan diam, air dari kran yang terus mengalir selama Yesung mencuci perabotan masak di wastafel, Yesung jadi sedikit teringat akan obrolan kecil tentang dirinya bersama Daesung mengenai TOP dan malam ini Yesung sengaja memasak makanan kesukaan TOP, bermaksud menghidangkannya sebagai tanda ucapan rasa terima kasihnya karena sudah di izinkan tinggal dirumahnya. Setidaknya selama Yesung menumpang disini, ia harus melakukan sesuatu yang berguna dari pada hanya berdiam diri saja.
Brak…
Praang…Mendengar suara dentuman keras pintu yang dibuka, Yesung yang sedang mencuci piring pun terkaget hingga piring yang semula ingin ditaruh di Rak khusus piring terlepas begitu saja dari tangannya dan pecah berantakan dilantai.
"Hosh…Hosh…dimana dia ?." Lirih TOP yang sudah masuk kedalam rumah dengan nafas terenggah – enggah akibat efek berlari. Sambil melonggarkan dasi yang ia pakai untuk melancarkan pernafasannya, TOP berjalan mencari Yesung dimulai dari ruang TV, kamar Yesung dan kamar mandi tapi tetap saja orang yang ia cari tidak ada.
TAP…Langkah kaki TOP terhenti ketika matanya tidak sengaja melihat meja makan sudah banyak dipenuhi berbagai menu macam hidangan. Sedangkan Yesung yang sedang sibuk membersihkan pecahan kaca piring tidak mendengar TOP masuk kedalam rumah.
'Mungkinkah.' Batin TOP yang menduga Yesung saat ini pasti berada di dapur. Karena hanya tempat itu saja yang belum TOP periksa. Dan dugaannya ternyata benar, orang yang ia cari sejak tadi sedang sibuk berjongkok membelakanginya, entah apa yang ia lakukan disana pikir TOP.
"Apa yang kau lakukan ?."
Dheg,
"Akkh!yaishh..." Ringgis Yesung yang merasakan ujung jemari telunjuknya tergores pecahan kaca akibat kaget mendengar suara barritone milik TOP yang tiba – tiba saja muncul. TOP yang melihat darah kental terus menetes dari jari kanan Yesung, refleks langsung menarik Yesung dan menyiram tangan Yesung dengan air kran.
"Maafkan aku." Sesal TOP yang tidak tahu bahwa Yesung sedang membersihkan pecahan kaca dilantai. Sungguh TOP tidak ada unsur kesengajaan untuk menggagetkan Yesung. Dengan sangat hati – hati, TOP menekan jari Yesung dengan sebuah sapu tangan yang ia ambil disaku celanannya.
"Kenapa darahnya tidak mau berhenti juga ?." TOP makin panik saat melihat darah dari jari Yesung tidak kunjung berhenti juga. Sedangkan Yesung yang sedang diobati oleh TOP hanya terdiam ditempatnya dan memandangi raut wajah panik TOP yang saat ini jaraknya begitu dekat dengannya dan tanpa sadar Yesung terkekeh pelan karena tidak menduga TOP akan berwajah sepanik itu padanya yang terkena goresan dari pecahan piring.
"Mungkin jika kau menghisapnya, darahnya akan berhenti." Celutuk Yesung yang sedikit becanda untuk membuat TOP tidak terlalu panik pada luka kecil ini. Namun tanpa diduga TOP melakukan apa yang dikatakan oleh Yesung yaitu menghisap darah dari ujung jari Yesung dengan mulutnya sendiri.
"Nnhh..." Leguh Yesung pelan tanpa sadar yang merasakan sensasi hisapan yang dilakukan oleh TOP di ujur jarinya entah kenapa membuat suhu tubuh Yesung panas dan itu menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Su-sudah cukup." Seru Yesung yang suhu tubuhnya semakin panas dan tidak bisa mengontrol debaran jantungnya lalu ditambah pikirannya yang sudah penuh dengan bayangan hal – hal erotis mengenai pria didepannya ini, seperti TOP menghisap miliknya.
'Oh…tidak!' Batin Yesung yang rasanya ingin sekali menjedutkan kepalanya hingga amnesia, karena bayangan mesumnya kini membuat bagian bawahnya berdiri dan menggeras. Disaat seperti ini kenapa pikiran mesumnya harus keluar.
Sreet…Yesung yang tidak ingin pikirannya makin liar, akhirnya dengan paksa melepaskan jarinya yang ada didalam mulut TOP dan langsung berjalan mundur dengan wajah sudah merah padam.
"Da-darahnya sudah berhenti, terima kasih." Ucap Yesung dengan hati yang masih saja terus berdegup kencang.
"Aku sudah membuatkan makan malam, ma-makanlah. Aku harus kembali ke kamar." Pamit Yesung yang ingin segera ke kamar mandi untuk menidurkan miliknya lagi. Tapi TOP yang ada urusan dengan Yesung langsung menahan kepergiaannya dengan menarik lengan kiri Yesung hingga tanpa sengaja punggung Yesung menabrak dada bidang TOP.
"Tunggu."
'Gyaaaa!.' Teriak Yesung dalam hati saat merasakan bagian milik TOP menyentuh pantatnya hingga membuat miliknya semakin berdiri.
"Aku ingin bertanya padamu." Bruuk…dengan cepat Yesung berbalik dan mendorong tubuh TOP agar tidak dekat – dekat dengannya.
"Kau ini kenapa ? aku hanya ingin bertanya padamu, apakah ibu ku tadi datang ke rumah ?." Yesung mengangguk sebagai jawaba iya.
"Apa yang kalian bicarakan ?." Kali ini TOP bertanya lagi sambil melipat tangannya di dada dan menatap intens Yesung.
"Ka-kami hanya mengobrol biasa."
"Tidak mungkin." TAP…Melihat TOP mulai maju mendekatinya, Yesung pun semakin memundurkan langkah kakinya sambil merunduk.
"Saat berbicara dengan orang lain, kau harus menatap matanya." Tegur TOP yang melihat sikap tidak sopan dari Yesung yang tidak mau menatap dirinya ketika mereka berbicara. Yesung yang tidak berani menatap wajah TOP hanya terdiam sambil terus mundur hingga punggungnya menabrak lemari es dan tanpa membuang waktu TOP menggurung Yesung dengan kedua lengannya hingga Yesung tidak bisa kemana – mana lagi.
"Katakan semuanya padaku, apa yang kalian bicarakan ?." Tanya TOP sekali lagi yang kali ini dengan jarak antara bibir dan telinganya hanya 5cm saja.
Gleg…dalam keadaan masih tertunduk, Yesung menelan ludahnya kasar saat suara berat dan husky millik TOP ditelinganya terdengar begitu menggoda dan sexy, sepertinya imajinasi Yesung sudah makin tinggi.
"Eng…anu..itu…kami…" Ucap Yesung yang tidak tahu harus mengatakan apa saat ini, karena jujur saja otaknya sudah blank dan tidak bisa berpikir jernih yang posisinya sedang mengurung tubuh kecil Yesung hanya dengan melirik kebawah saja sudah bisa melihat seluruh bagian sensitive Yesung, seperti kedua telinga Yesung memerah lalu gerak – gerik Yesung terlihat resah dan agak aneh terlebih dengan kedua kakinya yang terlihat seperti ia tidak nyaman dengan sesuatu.
'Tunggu…mungkinkah dia ?.' Batin TOP yang akhirnya menyadari tingkah Yesung adalah hal yang biasa terjadi ketika seseorang terangsang.
"Jadi begitu…" Lirih TOP ambigu yang sudah tersenyum menyeringai tanpa Yesung sadari. Entah setan apa yang merasuki TOP, ia pun memiliki niat untuk sedikit mengerjai Yesung.
Dheg…Yesung terkejut ketika tangan besar milik TOP perlahan mengangkat dagunya agar mereka bisa saling bertatap. Sorot mata yang tajamlalu warna mata yang hitam legam milik TOP membuat Yesung terpesona dan tubuhnya seketika membeku.
"Apa kau takut padaku ?."
"Ti-tidak, aku hanya…eh.." Belum sempat Yesung menyelesaikan ucapannya, wajah TOP mulai mendekat lalu mencium bibir Yesung yang saat ini sedang terbuka. Tanpa melawan sedikit pun, Yesung yang entah terkejut sampai tidak bisa bergerak atau memang sengaja membiarkan TOP melakukan French Kiss padanya hanya terdiam.
"Mmhh…" Lama TOP menggulum bibir Yesung hingga Yesung terbuai akan ciuman TOP yang membuat suhu tubuhnya semakin panas. Bahkan tanpa sadar Yesung menggenggam kemeja putih milik TOP untuk menyalurkan rasa nikmatnya.
"Sluurph…" TOP memberikan lidahnya pada Yesung untuk diajak bertarung lidah dengannya dan Yesung tentu saja menyambutnya walaupun pada akhirnya ia kalah.
Sreet…Mereka berdua menyudahi ciuman panasnya sekarang, Yesung yang sedang mengambil nafas sebanyak yang ia bisa akibat kekurangan oksigen hanya bisa tertunduk seraya mengusap bibirnya dari sisa – sisa saliva mereka berdua, sedangkan TOP sibuk memperhatikan Yesung.
'Ba-bagaimana ini, detak jantung ku tidak bisa diam." Batin Yesung.
Dheg…kali ini dada TOP yang dibuat berdegup saat Yesung tanpa sengaja menatap dirinya dengan mata sayup dan wajah memerah yang seakan – akan Yesung ingin diperlakukan lebih dari sekedar ciuman, karena Yesung sudah di ambang batasnya untuk menahan miliknya yang sudah sesak dibawah sana.
"Aku akan membuat mu merasa 'enak'."
"Heeh!." Braaak…Sekali tarik TOP membalikkan tubuh Yesung untuk segera menghadap pintu lemari es, beruntung Yesung menumpukan kedua tangannya ke pintu kulkas sehingga ada jarak antara tubuh Yesung dengan kulkas agar tidak terlalu terhimpit.
"Aku tidak tahu alasannya kenapa bagian ini bisa menjadi sekeras ini…tapi apakah ini enak ?." Tanya TOP yang sudah memegang daerah selangkangan Yesung dari luar celana hingga Yesung hanya bisa mengigit bibir bawahnya, tidak mungkin Yesung mengatakan hal yang sebenarnya pada TOP, karena Yesung tidak ingin TOP berpikir ia mesum. Dan lagi pula, tidak bisa Yesung pungkiri bahwa ia memang membutuhkan ini untuk membuatnya 'lega' dari rasa sesak yang sejak tadi ia tahan.
"Nnnghh…" Mendengar jawaban leguhan nikmat dari Yesung, TOP tangan kanan TOP yang sejak tadi memegang pinggang Yesung dari belakang. Kini tanpa menghentikan kegiatan tangan kirinya, ia menyelusupkan tangan satunya masuk ke dalam pakaian untuk mencari dua tonjolan di dada Yesung.
"Tu-tunggu...tahan itu sebentarhh."
"Tapi kau tidak bisa menunggu ?." Bisik TOP seduktif di telinga kiri Yesung sambil memasukkan tangan kirinya ke dalam celana, dimana milik Yesung sudah menggeras dan berkedut minta dimainkan.
'Gyaaa…aku sudah terjebak!.' Jerit Yesung yang sadar bahwa tubuhnya sekarang berada didalam genggaman tangan membuang waktunya dalam membantu Yesung, TOP mulai meng-oral milik Yesung dan menekan – nekan nipple Yesung dengan jarinya.
"Aahh shhh…." Leguh Yesung saat merasakan nipple dan miliknya dimanjakan secara bersamaan oleh TOP menggunakan tangan. Bagaimana bisa pria yang baru saja ia kenal melakukan hal ini pada tubuhnya ? sungguh Yesung heran dan tidak menyangkan bahwa selama Yesung menjalin hubungan dengan pria, ia tidak pernah mengizinkan pria manapun menyentuh daerah terlarangnya. Tapi, sekarang tubuhnya entah kenapa nyaman dan menerima setiap sentuhan yang dilakukan oleh TOP.
"Arrgghh." Rintih Yesung saat TOP mulai mengigit – gigit daun telinga Yesung hingga membuat tubuh Yesung menegang sebagai respon atas tindakan TOP.
"Nnhhh…aa..ahhh." Rancau Yesung yang semakin lama merasa nikmat atas perlakuan TOP, bahkan nafasnya sudah tidak teratur dan berat menandakan bahwa Yesung benar – benar menikmatinya.
"Milik mu semakin berkedut."
"Yaaa! jangan di ucapkan." Malu Yesung yang hampir saja ingin mengeluarkan cairannya menjadi batal seketika akibat ucapan TOP, dan TOP hanya bisa tersenyum simpul melihat betapa menggemaskannya Yesung. Sekali lagi TOP meng-oral milik Yesung dengan tempo cepat dan pegangan tangan Yesung pada lemari es semakin kuat menandakan bahwa sebentar lagi ia akan keluar.
"Akkhh!." Croot, cairan Yesung keluar membasahi tangan kiri TOP.
"Itu terlalu cepat." Gumam TOP santai yang langsung menarik tangannya dari dalam celana Yesung lalu berjalan menuju wastafel, tempat dimana Yesung mencuci piring kotornya tadi sekarang TOP pakai untuk mencuci tangannya dari cairan Yesung.
"Aku ingin mandi, kau bersihkan diri mu lalu kita makan bersama untuk membahas obrolan mu dengan Ibu ku."Seru TOP disela mengeringkan tangannya menggunakan handuk kecil yang berada di sisi wastafel.
Bruugh…Setelah TOP pergi dari dapur, Yesung jatuh lemas tak berdaya dengan nafas yang masih terenggah – enggah. Yesung yang masih tertidur dilantai menghadap langit – langit dapur dengan kondisi baju berantakan dan resleting celana yang sudah terbuka hanya mampu menutup wajahnya dengan kedua tangan.
'Wajahnya.'Batin Yesung yang saat ini didalam benaknya muncul wajah tampan TOP.
'Suaranya.' Kali ini Yesung mengingat suara berat nan husky milik TOP yang masih teriang telinganya.
'Tubuhnya.'Sekarang Yesung menggangumi bentuk tubuh TOP, walaupun ia sendiri belum melihat secara langsung. Tapi ketika TOP menyentuhnya tadi Yesung bisa melihat dibalik pantulan lemari es tadi kemeja TOP sedikit terbuka dan menampilkan bagian dada bidangnya.
'Bahkan sentuhannya. Ah…dia sempurna.' Simpulan Yesung tentang TOP dan tanpa sadar ia mulai jatuh jatuh cinta padanya. Jatuh cinta pada seorang SEME yang diluar bayangan Yesung.
.
.
Ceklek…Yesung yang sedang menuangkan nasi ke dalam mangkuk, perlahan berbalik saat mendengar pintu ruangan dibelakangnya terbuka dan ia langsung terkejut saat melihat TOP keluar dengan memakai piyama tidur bergambar robot sambil menenteng sebuah majalah olahraga.
'Dia aneh.' Seketika wajah Yesung datar bagaikan tembok, disamping TOP memiliki wajah tampan dia juga memiliki sifat agak aneh atau kekanankan lebih tepatnya. Padahal ketika Daesung mengatakan TOP menyukai mainan dan kartun, Yesung pikir itu hanya candaan ternyata benar.
"Apa ada sesuatu yang salah ?."
"Ah…aniya, hehehe." Yesung pun meletakkan semangkuk nasi panas di depan meja TOP dan kembali ke kursinya untuk makan, kini mereka berdua makan malam dengan tenang dan hening.
'Bagaimana bisa ia bersikap biasa saja setelah kejadian tadi.' Batin Yesung yang sejujurnya masih agak malu jika mengingat bagaimana TOP menolong dirinya dalam hal 'itu', sedikit melirik untuk memperhatikan TOP disebrang duduknya yang sedang makan sambil membaca majalah olahraga. Bukankah tadi TOP bilang ingin membahas obrolan dengan Ibunya tapi kenapa dia malah sibuk sendiri, pikir Yesung.
"Seung Hyun, mengenai obrolan ku dengan Ibu mu itu…kami hanya bicara biasa saja, sungguh." Akhirnya Yesung menceritakan kronologi dari awal Daesung datang hingga obrolan apa saja yang mereka bicarakan minus obrolan tentang biodata TOP, dimana Yesung bertanya – tanya tentang kesukaannya.
"Ibuku adalah tipikal orang yang cepat sekali mengambil kesimpulan tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu, apakah yang ia lihat dan ia pikirkan itu benar." Balas TOP yang membuat Yesung merasa tidak enak sekarang karena membuat TOP mendapatkan masalah.
"Kalau boleh aku tahu, apa yang Ibumu katakan ? ."
"Dia mengatakan kau adalah istriku."
"MWOYA! Uhuk…." Dengan cepat Yesung yang tidak ingin mati konyol akibat tersedak makanan segera mengambil segelas air putih lalu meneguknya hingga habis tanpa sisa.
"Tapi kau tidak perlu khawatir, aku akan menjelaskan padanya bahwa itu tidak benar." Balas TOP sambil tersenyum pada Yesung sebagai tanda semua akan baik – baik saja. Sedangkan Yesung yang melihat senyuman TOP agak sedikit ragu. Pasalnya ketika seorang anak berbicara kepada orang tuanya pasti akan sedikit terjadi adu argument, terlebih Ibunya TOP adalah tipikal seorang pria yang mudah salah paham jika tidak dijelaskan secara baik – baik.
"Benarkan semua akan baik – baik saja ? maksud ku, jika kau mau…aku akan ikut bersama dengan mu untuk menjelaskanya." Tawar Yesung yang takut jika TOP menjelaskan pada Daesung dengan cara yang salah tanpa memperdulikan hati Ibunya yang pasti kecewa, karena apa yang ia pikirkan tidaklah benar.
"Baiklah, hari minggu aku akan mengajak mu ketempat Ibu ku."Dan Yesung tersenyum cerah dengan aura matahari yang menyinari dirinya dari belakang.
.
.
TING…..TONG…
TING…..TONG…Mendengar suara bel pintu rumah ditekan secara brutal, Yesung yang sedang sibuk mengangkat piring kotor bekas makan malam dari meja akhirnya meletakkan piringnya kembali untuk membukakan pintu.
"Aku saja yang buka." Seru TOP yang langsung bangun dari duduknya. TOP tahu siapa yang datang saat ini, karena dia sendirilah yang menyuruh sang tamu itu untuk datang kerumahnya setelah jam makan malam.
Cekleeek…
"KAMIIII DATANG!." Teriak Donghae dan Eunhyuk berbarengan didepan pintu dengan permintaan TOP, Donghae mengajak Eunhyuk dan bayinya yang masih berusia 1 tahun untuk datang melihat seseorang yang ditampung oleh TOP semalam, siapa lagi kalau bukan Yesung.
"Masuklah, tapi ingat jangan sampai Daniel menyentuh benda – benda dirumah ku."Gleg….mendengar peringatan dari TOP, Eunhyuk langsung memeluk bayinya sendiri karena jujur saja peringatan tersebut dilayangkan untuk anak mereka yang beberapa bulan lalu telah memecahkan vas besar kesayangan TOP yang harganya sangat fantastis.
"Kalian ingin minum apa ?."
"Ah…tidak usah repot – repot, yang ada saja keluarkan hahaha." Canda Donghae yang bermaksud basa – basi atau kode keras, mengingat TOP suka sekali menyimpan wine mahalnya dan mumpung ada disini Donghae ingin meminumnya.
"Oke, air putih."
"MWOYA! dasar pelit!." Pletak….Eunhyuk langsung menjitak kepala Donghae dengan mic mainan anaknya bermaksud agar Donghae menjaga sikap, karena saat ini anaknya sedang takut akibat melihat ayahnya teriak – teriak.
"Berikan saja kami juice."Seru Eunhyuk sambil menggelus kepala anaknya agar tidak merenggek. Sedangkan TOP yang duduk disebrang mereka dengan sikap stay cool-nya menatap datar kedua tamunya.
"Tidak ada juice, buatnya merepotkan."
"Cola ? ."
"Tidak ada, soft drink tidak bagus untuk kesehatan."
"Yak!Padahal gaji mu diatas 15 juta, tapi tidak ada apapun disini. Tsk!." Kali ini Eunhyuk yang teriak – teriak, karena rasa kesal yang sudah ia tahan sejak bicara dengan TOP tidak bisa di toleransi lagi.
"Hahaha….aku hanya becanda, lucu sekali mengerjai kalian."Tawa TOP pada akhirnya yang ternyata sedang menjahili tetangga sekaligus teman adorable dengan tawa TOP, Yesung yang keluar dari arah dapur perlahan berjalan menuju ruang tamu sambil membawakan nampan berisi tiga gelas Juice mangga dan satu gelas mungil susu coklat beserta sepiring kue kering. Donghae dan Eunhyuk yang tadinya sedang kesal kini mengalihkan perhatiaan mereka pada Yesung.
TUK….
TUK…Setelah selesai memindahkan semua isi nampan ke atas meja, Yesung langsung berdiri tepat disamping TOP seperti pelayan pribadi.
"Kenalkan dia adalah Yesung." Intro TOP memperkenalkan Yesung kepada dua temannya.
"Annyeong, aku Yesung yang sekarang untuk sementara waktu akan tinggal disini."Ucap Yesung sembari membungkukkan badannya.
"Aku Donghae teman satu – satunya yang TOP miliki hahaha, lalu ini UKE ku Eunhyuk dan yang kecil ini namanya Daniel."
"Kyaaa….lucunya~."Seru Yesung dengan mata berbinar – binar saat melihat Daniel berada dipangkuan Eunhyuk, ternyata anak Donghae dan Eunhyuk yang sedang memakan kue kering buatannya terlihat sangat menggemaskan, rasanya Yesung ingin sekali mencubit pipinya.
"Kau ingin menggendongnya ?."
"Bolehkah ?."
"Tentu." Eunhyuk pun memberikan Daniel ke Yesung untuk digendong dan tidak lama Eunhyuk tersenyum saat melihat anaknya tidak merenggek saat berada di gendongan Yesung. Sedangkan TOP yang melihat Yesung asik bicara dengan seorang bayi hanya menatap dalam diam sambil meminum Juice.
.
.
Berbincang – bincang bersama Donghae dan Eunhyuk selama satu jam cukup membuat Yesung tahu banyak mengenai Town Male, mulai dariorang – orang Town Male sendiri, kebiasaannya, peraturan dan cara bagaimana penduduk dari luar Town Male dapat hidup berbaur disini dengan baik. Bahkan Yesung sempat agak malu saat mereka berdua menanyakan dirinya termasuk tipe UKE atau SEME, dan TOP blak – blakan mengatakan Yesung adalah UKE sambil menyeringai ke arah dirinya.
"Kenapa Yesung tidak melamar kerja di tempat mu saja, Hyukkie ?."
"Ah, benar juga. Semenjak aku berhenti bekerja untuk mengurus anak, sampai sekarang ku dengar Bos ku belum menemukan penggantiku. Kalau kau mau, aku akan merekomendasikan mu. Bagaimana ?"
"Itu….." Yesung melirik TOP sejenak yang duduk tepat disampingnya, entah kenapa Yesung merasa ia harus meminta izin dulu pada TOP yang notabenya adalah pemilik rumah dimana ia sekarang tinggal untuk sementara waktu dan TOP menyadari tatapan maksud Yesung.
"Aku bukan SEME mu. Jadi kau tidak perlu meminta pendapat ku." Mendengar balasan yang sedikit agak kasar, Yesung tersenyum pilu. Benar juga yang dikatakan oleh TOP, Yesung disini hanya menumpang dan apapun yang terjadi padanya bukanlah urusan TOP.
"Tenang saja Yesung, kerjaan mu disana sangat mudah."
"Nde, terima kasih atas bantuannya." Sekali lagi Yesung melirik TOP yang saat ini sedang berbicara dengan Donghae mengenai pekerjaan mereka.
"Tha…Tha…" Ucap Daniel yang belum bisa bicara.
"A-anu…Hyukkie, a-apa yang ia lakukan ?." Tunjuk Yesung dengan wajah merah padam saat melihat Daniel yang berada dipangkuannya mulai meraba – raba dadanya dari luar pakaian.
"Ah…Daniel ingin minum susu rupanya."
"Susu ?!."
"Puufft….wajah kaget mu sangat lucu Yesung, hahaha. Kau akan mengerti saat kau mengalaminya. Nah, Hae…kajja kita pulang." Setelah Donghae dan Eunhyuk pamit untuk pulang, Yesung yang masih belum terbiasa dengan hal – hal ganjil yang terjadi disini masih saja wajahnya memerah.
Dheg…kaget Yesung yang mempergoki TOP sedang memperhatikan dirinya sekarang.
"Se-selamat malam, semoga tidur mu nyenyak Seung Hyun."Blaam….Yesung langsung masuk kedalam kamar dengan keadaan jantung yang masih berdebar tidak karuan.
'Kenapa…kenapa dia menatapku seperti itu.' Batin Yesung yang tidak mengerti dengan arti tatapan mata TOP yang menurutnya selalu saja melihat dirinya dengan intens. Sedangkan TOP yang masih berdiri diruang tamu sendirian hanya menghela nafasnya.
"Padahal tadi aku ingin menyuruhnya jangan lupa membereskan ini." Gumam TOP yang arah fokusnya jatuh ke karpet ruang tamu yang sudah kotor akibat remah – remah kue yang dimakan oleh Daniel tadi berjatuhan, sepertinya Yesung salah paham akan arti tatapan mata TOP.
.
[Next Day |4 hari kemudian]
.
"Dimana aku menaruh kuncinya." Gumam Eunhyuk yang sedang sibuk mencari – cari kunci rumah di dalam tasnya, berbagai barang seperti kabel charger, kabel earphone, dompet, mainan Daniel (robot ,mobil) dan sebotol susu membuat dirinya berdecis kesal karena kuncinya berada paling bawah dasar tas. Setelah berhasil menemukan kunci, Eunhyuk yang habis berbelanja dari Supermarket segera membuka pintu rumahnya.
"Oh…Yesung kau sudah pulang. Bagaimana pekerjaan mu ?." Tanya Eunhyuk yang baru saja ingin masuk ke dalam rumah tidak sengaja melihat siluet orangyang ia kenal berjalan gontai di ujung koridor apartement.
Wuushh….Dengan kecepatan kilat, Yesung yang semula berada diujung koridor kini sudah berada didepan Eunhyuk dan menatapnya tajam.
"Kau bilang pekerjaannya 'sangat mudah' tapi ternyata…"Jeda Yesung yang sengaja menekan dua kalimat dibelakangnya dengan nada horror dan mencengkam.
"Heh ? memang sangat mudah kan."
"Yak! melakukan foto copy 250 lembar sebanyak 3 kali, lalu naik turun tangga sebanyak 5 kali dari lantai 4 ke lantai 1 dan bahkan aku tidak sempat minum karena harus membalas email dan menerima telefon yang masuk setiap 5 menit sekali, kau bilang itu sangat mudah!." Cerita Yesung didepan wajah Eunhyuk, beruntung Daniel sedang tidur didalam kereta bayinya hingga tidak bisa melihat bagaimana Yesung memaki Ibunya.
"Hahahaha….Bos ku ternyata tidak berubah." Tawa Eunhyuk renyah sambil menepuk – nepuk bahu Yesung seperti hal itu bukanlah masalah besar baginya.
"Kenapa kau tertawa ? sepertinya, kau sangat senang melihat ku menderita." Gleg…Melihat aura menyeramkan milik Yesung yang sedang tidak ingin bercanda membuat Eunhyuk kini tertawa kikuk dan menunjukkan tanda damainya dengan jari berbentuk 'V'.
Sejak pertemuan mereka beberapa hari lalu, Yesung dan Eunhyuk kini menjadi teman dekat. Karena Yesung tidak berani bertanya kepada TOP, alhasil selama Yesung berada di kota asing ini hanya Eunhyuk saja tempat dimana Yesung bisa mendapatkan informasi seperti supermarket, department store, dan toko – toko.
"Tenang saja, setelah kau terbiasa itu semua akan menjadi ringan. Lagipula Bos ku sangat keren bukan~?." Blush…Smirk Eunhyuk keluar saat melihat raut wajah Yesung yang gampang sekali berubah.
"Kau sangat menggemaskan! dan oh…apa yang kau beli ?." Tanya Eunhyuk yang sedang asik mencubit pipi chubby Yesung,ia melihat sebuah paper bag berlogo Bakery ditangan Yesung.
"Tadi aku melihat ada toko yang menjual kue tart kesukaan Seung Hyun, jadi aku membelinya."
"Ah…kesukaan TOP ? jadi kau tahu apa yang disukai olehnya~."
"Yak! ini bukan seperti yang kau bayangkan, ka-kami…" Lagi – lagi wajah Yesung berubah memerah karena digoda oleh Eunhyuk mengenai TOP. Jujur saja sejak kejadian beberapa hari lalu dimana TOP membantunya dalam hal 'itu', Yesung yang hanya dengan mendengar nama TOP saja wajahnya pasti langsung memanas karena mengingat wajah sexy TOP.
Sreeet…Eunhyuk merangkul pundak Yesung agar pemuda yang tinggi badannya lebih pendek darinya ini bisa mendengar dengan jelas sebuah rahasia yang akan Eunhyuk ungkapkan.
"Donghae pernah bilang padaku, bahwa TOP sebenarnya anak orang kaya. Tapi karena tidak akur dengan adik tirinya, ia memilih hidup sendiri."
"Ngh ?."Bingung Yesung karena tidak mengerti kenapa Eunhyuk mencerita hal seperti ini padanya.
.
.
TAP….
TAP….Diwaktu yang bersamaan, dua orang pria berwajah tampan diatas rata – rata keluar dari lift yang berada di koridor apartement lantai 3, sepertinya dua pria yang sama – sama memiliki badan atletis ini baru saja pulang bekerja.
"Bukankah itu Hyukkie dan Yesung ?." Lirih Donghae yang melihat dua orang pria sedang berbisik – bisik dikoridor antara rumahnya dan yakin dengan penglihatannya, Donghae pun berjalan agak cepat untuk menghampiri UKEnya dan Yesung.
"Apa yang kalian lakukan disini ?." Tegurnya membuat Yesung dan Eunhyuksecara bersamaan terlonjak kaget dan wajah ketika mereka kaget itu sangat lucu dimata Donghae.
"Sayang!kau sudah pulang. Hahaha…kami hanya ngobrol biasa saja, benarkan Yesung." Senggol Eunhyuk pada bahu Yesung sambil melirik memberikan kode untuk tidak mencerita apa yang baru saja ia katakan.
"Nde..." Jawab Yesung sambil tersenyum manis.
"Kau pasti menggosip lagi."
"Aniya…."
Blaaam, setelah Donghae dan Eunhyuk masuk ke dalam rumahnya sambil mendorong kereta bayi berisi yang melihat betapa harmonisnya rumah tangga Donghae dan Eunhyuk jadi merasa sedikit iri. Pemandangan di depannya tadi tidak bisa ia temukan di Negara asalnya Seoul, karena dinegara asalnya hubungan Yaoi itu dianggap tabu dan bahkan tidak bisa memiliki keturunan sama sekali. Tapi, di Town Male ini hubungan Yaoi dan memiliki keturunan seperti siklus kehidupan.
"Mau sampai kapan berdiri disitu ? ayo masuk." Dheg,lamunan Yesung langsungbuyar saat mendengar suara berat milik TOP yang ternyata sejak tadi sudah membuka pintu rumahnya dan menunggu Yesung.
"Nde, heheh."Cenggir Yesung yang bergegas ikut masuk ke dalam rumah sebelum TOP menguncinya.
.
.
Tik…
Tik…Terdengar detak jarum jam dinding terus berjalan tanpa berhenti. Pukul 12:45 dimana Town Male saat ini memasuki waktu tengah malam, jika kebanyakan orang memilih tidur untuk mengisi energi karena sudah bekerja seharian, maka disebuah apartement pinggir Town Male setiap tengah malam akan terbangun dari tidurnya.
Dalam gelapnya ruangan, sosok pria mungil yang sejak 3 hari lalu memutuskan untuk bangun dari tidurnya pada tengah malam, keluar dari kamarnya dan berjalan ke sisi kamar yang letaknya tidak jauh dari kamar tidurnya.
Ceklek….perlahan dengan sangat hati – hati ia mendorong pintu kamar lalu mengintip sedikit untuk mengecek keadaan. Merasa aman,ia pun berjalan ke sebuah lemari berwarna coklat yang tidak pernah terkunci karena lemari itu hanya berisi selimut dan handuk saja. Setelah mengambil selimut tebal, kini di alihkan mata sipitnya pada sosok pria yang jatuh tertidur di meja kerja dengan lampu meja yang masih menyala.
"Jika kau begini terus, kau akan masuk angin Seung Hyun." Gumamnya yang telah menyelimuti punggung TOP dengan sebuah selimut agar suhu AC yang cukup dingin ini tidak membuat TOP sakit. Yesung yang sudah 3 hari ini secara diam – diam menyelimuti TOP yang tertidur disela bekerja hanya menghela nafasnya. Yesung baru menyadari sehari setelah dirinya tinggal disini,Yesung yang tidak sengaja terbangun ditengah malam untuk buang air kecil melihat pintu kamar TOP terbuka, akhirnya mengintip dan melihat ternyata TOP yang memiliki pekerjaan seorang Designer Interior sering begadang untuk menyelesaikan pekerjaannya.
"Kau bekerja sangat keras." Gumam Yesung lagi yang kagum akan kesungguhan TOP dalam bekerja. Jika di pikir – pikir melihat TOP seperti ini, Yesung jadi teringat akan dirinya yang juga selalu bekerja hingga overtime, tapi tidak sampai membawa pekerjaan ke rumah seperti TOP.
TAP…tidak ingin TOP terbangun dan mendapatkan masalah karena melihat dirinya. Yesung yang sudah selesai dengan urusannya akhirnya keluar tanpa menyadari bahwa setelah dirinya keluar dari kamar kedua mata TOP terbuka.
Sreet…Dipegangnya selimut yang berada di bahunya yang sedikit merosot akibat TOP berdiri dari posisi tidur duduknya. Malam ini TOP yang sengaja tidak tidur hanya untuk menunggu Yesung melakukan hal yang sudah ia duga bahwa selama ini yang menyelimuti dirinya adalah Yesung, ternyata dugaannya benar.
'Kenapa dia melakukan hal ini ?.' Batin TOP yang tidak mengerti kenapa Yesung sangat peduli padanya, bukankah mereka belum ada seminggu saling mengenal satu sama lain. Tapi kebaikan dan perhatian Yesung yang dilakukan secara diam – diam seperti ini membuat TOP berasumsi mungkinkah Yesung memiliki perasaan pada dirinya.
"Sial…" Decis TOP yang frustasi sendiri memikirkan Yesung dan juga perasaannya yang masih tidak jelas.
.
[Hari Minggu | Kediaman keluarga CHOI]
.
Sesuai permintaan Daesung yang meminta TOP untuk mengajak Yesung ke rumahnya. Hari ini TOP yang datang bersama dengan Yesung untuk berkunjung kerumahnya, bukan untuk memperkenalkan Yesung sebagai istrinya melainkan mereka berdua datang untuk menjelaskan situasi dimana Daesung sudah salah paham terhadap keberadaan Yesung di apartement TOP.
'Ternyata yang dikatakan oleh Eunhyuk itu benar.' Batin Yesung yang sedang berjalan menelusuri trotoar matanya sibuk menatap deretan rumah – rumah besar yang berdiri dengan bentuk gaya unik, perumahan disini seperti rumah bergaya eropa pada jaman dahulu, dimana tiang pilar – pilar yang tinggi dan taman yang luas lebih di tonjolkan.
'Jika dia memang anak orang kaya, kenapa dia harus bekerja sangat keras.' Batin Yesung lagi yang kali ini menatap punggung TOP dari belakang. Yesung benar – benar penasaran dengan sosok TOP, jika rumahnya besar dan memiliki harta berlimpah, kenapa TOP harus bekerja keras hingga larut seperti kemarin.
'Mungkinkah Seung Hyun seperti ku.' Tebak Yesung lagi yang membuat kesimpulan sendiri, jika dipikir – pikir Yesung juga sama seperti TOP yaitu anak dari kalangan atas, namun bedanya Yesung bekerja untuk membuktikan bahwa ia mampu bertahan hidup tanpa bantuan sang Ayah. Sedangkan TOP untuk apa dan mengapa ? itu saja yang masih menjadi misteri.
'Hemm, dan Eunhyuk bilang dia tidak akur dengan adik ti-…"Brugh, Yesung yang berjalan dibelakang TOP sambil memikirkan banyak hal tidak sengaja menubruk punggung TOP yang tiba – tiba saja menghentikan langkah kakinya.
"Kita sudah sampai." Seru TOP sambil menatap lurus ke arah depan, sedangkan Yesung yang berada dibalik punggung TOP langsung mengintip untuk melihat bagaimana rumah TOP.
"Indahnya." Kalimat pertama Yesung yang keluar dari bibirnya saat melihat halaman depan rumah TOP ada sebuah ayunan yang diapit oleh pohon besar bunga sakura yang sedang mekar. Kelopak – kelopak bunga sakura yang jatuh berguguran akibat tertiup angin kini membanjiri jalan setapak rumah kediaman keluarga Choi.
TAP…
TAP…Yesung dan TOP yang sedang berjalan beriringan memasuki rumah terlihat seperti sedang berjalan di sebuah altar gereja. Sesampainya di depan pintu rumah, TOP yang tidak sengaja melihat pucuk kepala Yesung banyak dijatuhi kelopak bunga sakura tanpa sadar terdiam. Warna pink bunga sakura yang mencolok di rambut hitam milik Yesung, membuat Yesung terlihat seperti sedang memakai mahkota bunga.
"Kenapa kau tidak menekan bel ru-..." Sreeet..ucapan Yesung langsung terhenti ketika tangan besar TOP menyentuh kepalanya untuk membersihkan kelopak bunga. Dan bersamaan dengan hal itu, Daesung yang ingin menaruh kantung sampah ditempat pembuangan yang berada di tikungan samping rumahnya jadi terkejut karena melihat anaknya dan pria yang ia duga adalah Istri TOP berlovely ria didepan rumah.
"Aku tahu kalian pengantin baru, tapi tidak seharusnya kau melakukan itu didepan rumah Ibu mu juga kan, Seung Hyun."
"Ibuu!." Kali ini TOP dibuat terkejut oleh Ibunya yang sudah berdiri di ambang pintu sambil membawa dua kantung sampah dengan tatapan tajam.
"Karena kau sudah disini, buang ini." Bruukh… Daesung memberikan kantung sampahnya pada TOP dan merangkul bahu Yesung untuk mengiringnya masuk ke dalam rumah meninggalkan TOP yang masih didepan pintu dengan tatapan 'Kenapa sampah ini diberikan padaku' begitulah.
"Kau tahu, kami sudah menunggu mu sejak tadi, kami kira kau tidak akan datang."
"Anu….ta-tapi, Seung Hyun."
"Biarkan saja dia buang sampah dulu, Ayo…kau pasti lelah, akan ku buatkan kau minuman segar." Daesung terus saja mengiring Yesung untuk masuk tanpa peduli pada anaknya yang saat ini hanya bisa menghela nafasnya berat sambil menatap dua kantung sampah di tangan kanan dan kiri. Ibunya itu sengaja melakukan hal ini padanya, karena Ibunya malas keluar rumah hanya untuk melakukan ini (membuang sampah) jika tidak terpaksa.
.
.
Tuuk...Segelas juice buah semangka dan sepiring pudding coklat tersaji didepan Yesung saat ini, Daesung sengaja menyiapkan makanan cemilan untuk menyambut kedatangan TOP dan Yesung sejak semalam. Jujur saja Daesung sangat senang anak tersayangnya datang ke rumah bersama istrinya, karena sejak dirinya menikah untuk kedua kalinya TOP memutuskan untuk hidup sendiri dan itu membuat Daesung sedih dan Daesung tahu alasan kepergian TOP.
'Sekarang apa yang harus aku lakukan ? haruskah aku menjelaskan kesalah pahaman ini tanpa kehadiran Seung Hyun ? ah…tidak! aku harus menunggu Seung Hyun kembali, karena dia bilang akan menjelaskannya.' Batin Yesung yang sedang bimbang ditinggal pergi oleh TOP membuang sampah. Sedangkan Daesung beserta Taeyang (Ayah tiri TOP) yang sejak tadi memperhatikan Yesung menautkan kedua alisnya bingung karena sejak tadi Yesung diam saja.
"Apa kau tidak suka pudding coklat ?."
"Nde ? akh…aniya, maksud ku. Aku suka sekali pudding coklat." Balas Yesung cepat dengan mengambil sepiring pudding dan memakannya lahap di depan Daesung yang tadinya berwajah sedih.
"Jangan paksakan dirimu. Jika pudding ini tidak enak, kau bisa memuntahkannya." Seru Taeyang yang ikut memakan pudding buatan UKEnya.
"Yak!."
"Hahaha…aku hanya becanda."
"Huh! Jika tidak enak, kenapa kau memakannya juga."
"Ah…bagaimana bisa aku mengabaikan pudding buatan UKE ku yang penuh cinta ini." Balas Taeyang sambil memakan pudding buatan Daesung dengan penuh nikmat hingga Daesung yang digombalin Taeyang hanya bisa tersipu malu.
"Aish…dasar SEME menyebalkan."
"Menyebalkan tapi kau sangat mencintainya kan~."
Melihat kedua orang tua TOP yang tampak mesra, Yesung tanpa sadar terkekeh pelan disela memakan puddingnya. Ternyata orang tua TOP walaupun usia mereka sudah 45 tahun, mereka berdua tidak sungkan untuk melakukan hal – hal manis seperti itu.
'Seandainya orang tua ku bisa seperti mereka, aku pasti sangat senang tinggal dirumah. Seung Hyun, kau sangat beruntung.' Batin Yesung yang sekarang merasa iri dan mulai merindukan Ibunya.
"Ayah Ibu, sudah ku bilang jangan bermesraan didepan tamu." Dheg…Yesung tersetak kaget saat mendengar suara dibelakangnya terdengar sedikit familiar ditelinganya.
TAP…
TAAP…Tanpa menoleh, pria bertubuh mungil yang baru saja tiba kini perlahan masuk ke ruang tamu dan duduk disebrang Yesung.
"Sa-sajangnim." Lirih Yesung tidak percaya bahwa Bos tempat dimana ia bekerja ada disini.
"Ngh…kau! Yesung kan ?." Balas pemuda didepannya yang sama kagetnya melihat karyawan yang baru saja bekerja beberapa hari dengannya, sekarang sedang duduk manis dirumah kediaman keluarganya sambil menikmati pudding buatan Ibu tirinya.
"Kalian berdua saling kenal ? Ya...ampun, ini benar – benar luar biasa!." Girang Daesung senang yang melihat pertemuan Yesung dengan keluarganya bagaikan takdir.
"Sedang apa kau disini ?."
"Anu…A-aku…"
"Yaa…Jiyong! jangan sinis begitu pada kakak ipar mu."
"Kakak ipar ? maksud Ibu ?."
"Tentu saja kakak ipar itu berarti dia adalah UKE dari kakak mu Choi Seung Hyun." Braak…tanpa diduga Jiyong, adik tiri TOP bangkit dari duduknya dan menatap Yesung dengan tatapan yang sulit di artikan.
"A-anu…sebenarnya kalian salah pa-..." Drrrrt…..Disaat Yesung ingin menjelaskan masalah yang sepertinya akan bertambah besar, ponsel milik Yesung berdering diwaktu yang tidak tepat. Melihat ternyata yang menelfon adalah TOP, dengan cepat Yesung mengangkatnya.
"Seung Hyun kau dimana ? kenapa lama sekali membuang sampahnya, kau harus cepat kemba-.."
"Diam dan dengarkan aku…" Gleg, Yesung langsung terdiam saat mendengar suara berat milik TOP ditelefon.
"Keluarlah dari rumah lalu belok ke kiri dan ikuti jalan hingga kau melihat sebuah taman, masuklah. Aku menunggu mu disini."
"Tapi…Seung Hyun."
"Bilang saja dompet ku tertinggal dan aku meminta mu datang ke minimarket untuk membayar belanjaan ku."
PIIP…sambungan telefon terputus, kini Yesung yang berada di situasi antara keluarga TOP menjadi tambah pusing karena masalah satu saja belum selesai, sekarang ditambah ia harus berbohong pada seluruh keluarga TOP.
"Tadi Seung Hyun menelfon ku. Katanya dia berada di minimarket dan ia lupa membawa dompetnya, jadi aku harus menemuinya."
"Astaga, anak itu dasar pelupa…apa mau ku antar ? kau tidak tahu jalan ke sana kan ?."
"Akh…tidak usah. Tadi Seung Hyun memberitahu ku, setelah aku bertemu dengannya kami akan kembali secepatnya."
"Baiklah, hati – hati dijalan Yesungie." Setelah pamit, Yesung pun bergegas ke tempat dimana TOP berada saat ini dengan berlari. Sungguh Yesung heran kenapa tiba – tiba TOP bertingkah seperti ini, bertingkah seakan – akan ia menjauhi keluarganya sendiri.
"TOP tidak akur dengan adik tirinya." Disela Yesung berlari, ucapan Eunhyuk teringat dibenaknya. Sebenarnya ada apa antara TOP dengan adik tirinya yang ternyata adalah Bos tempat dimana ia bekerja, ada masalah apa hingga membuat mereka berdua tidak akur ? mungkinkah TOP tidak terima jika ia memiliki seorang adik ? atau mungkinkah TOP tidak menyukai adiknya.
"Argh….memusingkan." Teriak Yesung yang mulai pusing sendiri saking penasarannya dengan kehidupan TOP yang penuh tanda tanya.
.
.
Disebuah taman yang tidak jauh dari kediaman keluarga Choi, terlihat TOP sedang duduk santai dikursi bebatuan yang pemandangannya adalah danau, tempat dimana bunga teratai tumbuh dengan baik dan cantik.
Ctaang…pelatuk api yang berada ditangan kanan TOP kini perlahan membakar ujung rokok yang berada di mulutnya. Menunggu Yesung sambil merokok bukanlah ide yang buruk, toh di taman ini semua penduduk Town Male bebas melakukan apapun seperti merokok.
"Kau bilang, kau akan menjelaskan pada Ibu mu tentang kesalah pahaman ini. Tapi kenapa kau menyuruh ku kesini ?!." Tanya Yesung yang sudah berdiri dibelakang TOP dengan nafas terenggah – enggah akibat berlari dan wajah yang memerah karena kesal, TOP seperti mempermainkannya padahal Yesung sudah berniat ingin membantu menjelaskannya tapi malah berakhir seperti ini.
"Apa disana ada adik ku ?." Tanya TOP tanpa menoleh ke arah belakang dan Yesung yang pertanyaannya di abaikan hanya bisa menggepalkan tangan kanannya kuat.
"Aku bertanya pada mu, apa disana ada adik ku ?." Dheg…Yesung tersentak kaget saat melihat tatapan mata TOP yang menoleh ke arahnya sangat menusuk dan tajam, belum pernah sama sekali Yesung melihat kilatan mata seperti itu dari TOP.
"Nde, waeyo ?." Tanya balik Yesung yang sudah duduk disamping TOP seenaknya.
"….." Diam, TOP sengaja tidak menjawab pertanyaan Yesung dan memilih melanjutkan acara merokoknya sambil memandangi indahnya danau teratai. Sedangkan Yesung yang lagi – lagi di abaikan rasanya ingin sekali meninju sebuah pohon hingga tumbang untuk meluapkan emosinya. Yesung tahu ia hanya orang luar yang menumpang dirumahnya, tapi tidak seharusnya TOP mengabaikan dirinya.
"Walaupun kau tidak bisa akur dengan adik tiri mu, setidaknya didepan Ibu dan Ayah mu cobalah untuk berpura – pura dekat dengannya." Kini Yesung mulai sok memberikan nasehat pada TOP.
"Apa maksud mu ?."
"Heh ? bukankah kau dan adik tiri mu itu tidak akur."
"Siapa yang mengatakan hal itu ?."
"Donghae mengatakannya pada Eunhyuk dan Eunhyuk memberitahu ku."
"Hahahahaha…" TOP tertawa mendengar jawaban polos Yesung.
"Yak! jangan menertawakan ku, aku mana tahu kalau mereka menipu ku." Kini Yesung mulai memajukkan bibirnya kesal karena ditertawakan oleh TOP yang seperti mengatakan ia bodoh karena percaya begitu saja pada ucapan Eunhyuk.
"Mereka tidak menipu mu, yang kau dengar itu benar."
"Jinjjayo ?."
"…." Sejenak TOP terdiam dan kemudian mengangguk, dibuangnya putung rokok yang sudah ia hisap setengah lalu membuangnya ke tempat sampah yang letaknya tidak jauh dari tempat duduknya.
"Tidak akur, lebih tepatnya tidak akan bisa akur…"
"Hng ?." Kini Yesung makin bingung mendengar ucapan TOP.
"Ja-jangan – jangan alasan kau tidak bisa tinggal dengan orang tua mu adalah sesungguhnya kau dan adik tiri mu itu dulunya sepasang kekasih, lalu kau tidak bisa melihat orang yang kau cintai sekarang menjadi adik mu sehingga kau memutuskan untuk pergi dari rumah, begitukan ?." Asumsi Yesung yang membuat TOP harus menahan tawanya lagi, cerita yang dibuat oleh Yesung benar – benar sangat klasik.
"Bukan, bukan seperti itu. Alasannya adalah orang tua ku bercerai karena Ibu ku berselingkuh dengan SEME yang sekarang menjadi ayah tiri ku, untuk itulah setiap aku melihat ayah dan adik tiri ku. Aku teringat betapa sakitnya ayah kandung ku yang terluka akibat mereka."
"Mi-mianhae, aku tidak tahu." Sesal Yesung yang merasa tidak enak karena membuat TOP berwajah sedih. Sekarang Yesung tahu alasan kenapa TOP tidak mau pergi ke rumah orang tuanya. Siapa pun pasti akan merasa terluka jika tinggal bersama dengan seseorang yang menyebabkan rusaknya keluarga.
"Gweachana, Ayah kandung ku juga sekarang sudah memiliki keluarga baru. Ayah dan Ibu, mereka berdua sekarang terlihat lebih bahagia bersama pasangan masing – masing, lalu…" Sejenak TOP menjeda kalimatnya untuk menghela nafas. Berat, TOP sangat berat sebenarnya jika harus menceritakan masalah pribadinya pada orang lain. Selama ini TOP hanya menceritakan masalahnya pada Donghae saja, tapi entah kenapa bercerita kepada Yesung, TOP merasa semua beban yang berada di pundaknya yang ia tampung selama ini perlahan terasa ringan.
"Aku tidak tahu, apakah aku ini masih dibutuhkan oleh mereka." Sambung TOP sambil tertawa perih, Ayah dan Ibu kandung TOP kini sudah memiliki keluarga baru dimana Ayah kandung TOP memiliki seorang anak dari UKE barunya yang saat ini anaknya berusia 7 tahun. Sedangkan Ibunya Daesung yang menikah dengan Taeyang, seorang single parent yang juga sudah memiliki anak dimana usianya hanya berbeda 2 tahun saja dengan TOP. Jadi, wajar saja jika muncul pertanyaan apakah kedua orang tuanya masih mencintainya ? masihkan mereka membutuhkanya ? bahkan TOP tidak tahu dimana tempatnya berada, TOP seperti orang luar yang tiba – tiba saja datang ke sebuah keluarga yang bahagia.
"Hiks…Hiks…" Tiba – tiba terdengar isak tangis yang TOP yakini berasal dari pria disampingnya.
"Kau ? kenapa kau menangis ?."
"Mi-mianhae…Hiks…mian." Dengan susah payah Yesung menghapus air matanya dan berusaha untuk meredamkan tangisannya, tapi air mata dan sesegukkannya tetap saja tidak bisa berhenti.
"Kenapa kau minta maaf ?."
"Itu karena…itu, aku sendiri juga tidak tahu…Hueee." Tangis Yesung semakin keras hingga membuat TOP yang melihat tanpa sadar tertawa pelan seperti ada yang lucu.
"Kau menangis lalu tiba – tiba minta maaf, dasar aneh." Ledek TOP yang bisa di dengar jelas oleh Yesung.
"Aku menangis karena mu tahu!." Rancau Yesung disela air matanya yang semakin deras mengalir dikedua pipinya. Sungguh Yesung menangis karena ketika TOP mengatakan 'apakah ia masih dibutuhkan oleh orang tuanya' dada Yesung sesak. TOP seperti mengatakan dirinya tidak memiliki tempat dan itu mengingatkan dirinya lagi yang saat ini tidak memiliki tempat untuk pergi.
"Jadi penyebab kau menangis adalah aku." Sreet…Tanpa pemberitahuan, TOP yang duduknya bersampingan dengan Yesung langsung memposisikan tangannya ditengku leher Yesung, lalu mendorong kepala Yesung untuk lebih dekat agar TOP bisa menciumnya.
"Nnggghh…" Leguh Yesung yang merasakan TOP melumat bibirnya dengan lembut. Ciuman pertama Yesung dan TOP awalnya terasa asin karena air mata Yesung yang jatuh ikut terbawa disela ciuman mereka, namun tidak lama ciuman tersebut terasa manis dan nikmat hingga tanpa sadar air mata Yesung berhenti.
"Akhirnya kau berhenti menangis." Seru TOP sambil tersenyum ke arah Yesung untuk pertama kalinya.
Greeb….TOP memeluk tubuh mungil Yesung dan menyadarkan dagu di bahunya.
"Se-seung Hyun." Lirih Yesung yang mengerti bahwa TOP saat ini membutuhkan tempat untuk bersandar.
"Sejak aku lahir, aku tidak pernah membiarkan orang lain melihat sisi lemah ku, kecuali kau. Orang yang bahkan baru seminggu ku kenal." Gumam TOP sambil memejamkan matanya menikmati hangatnya tubuh mungil Yesung, TOP tidak menyangka bahwa tubuh mungil Yesung ternyata menyimpan kehangatan seperti pelukan seorang Ibu.
'Aku bisa merasakan kesedihannya. Seandainya….seandainya aku bisa terus bersamanya.' Batin Yesung yang semakin menggeratkan pelukannya.
'Aku ingin menjadi seseorang yang spesial dihatinya, bolehkah ?.' Batin Yesung lagi yang entah kenapa pikiran seperti itu muncul begitu saja dalam benaknya, bahkan tangan yang Yesung gunakan untuk membalas pelukan TOP tidak mampu untuk ia lepaskan.
"Saranghae…" Tanpa sadar Yesung mengucapkan kata yang seharusnya ia ucapkan dalam hati, otomatis TOP yang mendengar jelas sekali ucapan Yesung barusan langsung melepaskan pelukan mereka dan itu membuat Yesung sadar bahwa ia baru saja mengungkapkan perasaannya.
"A-anu…maksudku…itu.." Yesung mulai panik sekarang. Ia benar – benar bingung karena kalimat seperti itu keluar begitu saja tanpa persiapan.
"Nado Saranghae." Dheg…Seketika jantung Yesung serasa ingin copot saat mendengar ucapan TOP yang tanpa di duga membalas perasaannya. Benarkah yang ia dengar itu nyata ? dilihatnya wajah TOP untuk memastikan keseriusan jawabannya, dan yang ia dapat adalah senyuman seorang Choi Seung Hyun yang membuat waktu disekeliling Yesung terhenti untuk beberapa saat.
Chuu~…TOP mencium kening Yesung dan itu berhasil membuat Yesung perlahan tersenyum sangat lebar.
.
[Back Choi House]
.
"Apa ada sesuatu yang ingin kalian katakan pada kami ?." Tanya Daesung pada dua pria didepannya yang sejak tadi hanya bisa saling tatap satu sama lain. Jujur saja raut wajah Yesung dan TOP mudah sekali ditebak oleh Daesung, dimana mereka menunjukkan wajah bingung yang seperti ingin mengatakan sesuatu tapi ditahan.
"Ibu, Yesung sebenarnya bukan Istriku."
"MWOYAA!." Teriak Daesung terkejut dan bahkan berdiri dari duduknya saking tidak terima apa yang baru saja ia dengar adalah nyata. Sedangkan Yesung yang melihat wajah Daesung sedih hanya bisa mengigit bibir bawahnya karena merasa bersalah, dan juga Yesung tahu pasti rasanya sakit saat mengetahui apa yang kau harapkan tidak sesuai dengan kenyataan.
"Tapi aku berencana akan menikahinya dalam dua bulan ke depan."
"MWOYAA!." Kali ini Yesung yang teriak sambil berdiri dari duduknya hingga membuat Taeyang dan Jiyong yang melihat jadi kaget sendiri.
"Bisakah kalian berdua duduk ?." Seru Taeyang yang dibalas cenggiran oleh Daesung dan Yesung.
"Seung Hyun, apa yang baru saja kau katakan ?." Bisik Yesung yang ia sendiri tidak tahu bahwa TOP akan berkata demikian. Bukankah belum ada 24 jam mereka mengungkapkan perasaannya, tapi TOP sudah mengatakan akan menikahinya. Bagaimana bisa TOP mengatakan hal sakral seperti itu dengan santainya. Menikah itu bukanlah permainan yang mudah dilakukan, banyak sekali hal yang perlu disiapkan. Mungkin jika soal materi TOP tidak terlalu memikirkannya, mengingat gaji TOP perbulan di atas rata – rata dan juga berasal dari kalangan atas. Tapi bagaimana dengan mental ? Yesung belum siap membina hubungan seserius itu, Yesung takut bagaimana nanti jika ia gagal atau mengecewakan TOP dan keluarganya.
"Aku serius padamu." Dheg…Yesung tidak berkutik saat melihat sorot mata TOP yang mengatakan bahwa ia saat ini berbicara jujur. Yesung pernah mendengar kalimat 'bibir bisa berbohong namun mata tidak bisa' dan itulah yang sedang TOP tunjukkan padanya.
Sadar tangan Yesung sedikit bergetar ketakutan dan ragu. TOP yang berada disampinnya langsung menggengam erat tangan Yesung, bermaksud untuk memberikan keberanian padanya bahwa Yesung tidak perlu takut. Karena, apapun yang terjadi TOP tidak akan pernah meninggalkannya.
"Percayalah padaku." Gumam TOP sambil menggelus pucuk kepala Yesung dengan lembut.
"Baiklah! Sepertinya bulan depan aku akan sangat sibuk berbelanja membeli keperluan kalian!." Semangat Daesung yang jujur saja ini adalah hal yang sudah lama ingin ia lakukan yaitu mempersiapkan pernikahan anak – anaknya, khususnya TOP yang sudah ia rawat sejak bayi hingga menjadi anak sebesar dan setampan sekarang.
"Ayah…" Dheg…ruangan yang tadinya penuh tawa karena tingkah lucu Daesung, kini seketika hening ketika TOP untuk pertama kalinya memanggil Taeyang dengan sebutan 'ayah'.
"Ayah, maukah Ayah menjadi wali untuk Yesung ? Dia berasal dari luar Town Male. Dimana orang tuanya masih hidup tapi mereka tidak bisa ke sini. Jadi ku pikir, jika ayah tidak keberatan aku ing-…" Sreet…Tiba – tiba Taeyang bangun dari duduknya dan membuat TOP yang belum selesai bicara jadi terdiam bingung.
"Akan ku lakukan dengan senang hati." Senyum Taeyang sambil mengacak – acak rambut TOP layaknya anak sendiri. Ternyata Taeyang bangun dari duduknya untuk memberikan dukungan pada TOP, hampir saja Daesung berpikir macam – macam mengenai SEME-nya itu.
"Jiyong…"
"Nde ?." Jawab Jiyong kaget yang pertama kali mendengar hyung-nya memanggil namanya.
"Maaf, seharusnya hyung yang menanggung beban dipundak mu. Tapi karena keegoisan hyung, hyung melepaskan tanggung jawab hyung sebagai anak tertua dikeluarga ini. Jeongmal Mianhae." Sesal TOP yang menyesal dulu pergi dari rumah dan memilih bekerja sesuai dengan keinginannya ketimbang meneruskan perusahaan Ibunya, KINGS company. Sehingga Jiyong yang usianya saat itu masih terbilang muda dan seharusnya bersenang – senang dengan temannya, jadi harus bekerja keras untuk memajukkan perusahaan.
"Aniya, hiks….hyung." Melihat adiknya menangis, TOP sebagai seorang hyung untuk pertama kalinya akan memperlakukan Jiyong layaknya adik, yaitu dengan menggelus kepala Jiyong lembut dan penuh kehangatan. Kini masalah keluarga TOP sudah selesai, dan Yesung tersenyum manis saat melihat TOP perlahan mulai membuka diri untuk keluarga barunya.
.
[Next Day | Yesung POV]
.
Nama ku adalah Kim Yesung, lahir di Seoul dan usia ku saat ini 25 tahun. Aku memiliki ketertarikan seksual terhadap pria, dimana penyimpangan ini sangat tabu dan banyak ditentang oleh masyarakat termasuk Ayah ku. Maka dari itu, aku memutuskan untuk meninggalkan rumah dan pekerjaan ku untuk memulai hidup baru di Busan, itu rencanan yang sudah ku buat. Tapi ternyata aku salah menaiki kereta hingga aku terbawa ke sebuah Kota ajaib bernama Town Male, dimana semua penduduk 100% adalah pria.
Dikarenakan uang yang ku bawa tidak berlaku disini, ku pikir aku akan menjadi gelandangan dikota asing ini, tapi siapa sangka jika seorang pria tampan dan baik hati menawarkan diri untuk tinggal bersama dengannya. Kini sudah hampir 4 minggu aku tinggal di Town Male dan berteman baik dengan Eunhyuk, tetangga samping rumah. Karena dialah aku mendapatkan pekerjaan disebuah perusahaan Fashion dengan brand bernama KINGS, hampir semua penduduk disini menggunakan produk perusahaan kami.
"Good morning." Ku alihkan mata ku pada sosok pria tampan yang baru saja keluar dari kamar, seperti biasa setiap kali dia keluar dari kamar mata lelahnya yang seperti panda pasti akan terlihat jelas sekali.
"Apa kau lembur lagi ?." Tanya ku sambil meletakkan sepiring roti bakar dan telur mata sapi, tidak lupa secangkir kopi yang ditambah dengan krimer. Pria didepan ku ini bernama Choi Seung Hyun atau biasa dipanggil TOP oleh teman – temannya, ia adalah pemilik dari rumah yang saat ini aku tinggali.
"Begitulah, aku baru bisa tidur pukul 02:00 pagi…" Jawabnya dengan agak malas, tidak biasanya TOP terlihat tidak semangat. Mungkinkah ia sakit ? ku taruh telapak tangan dikeningnya untuk mengecek suhu tubuhnya.
"Tidak panas." Gumam ku yang merasakan suhu tubuh TOP normal.
Sreet…ah, sekarang aku mengerti kenapa dia bertingkah tidak semangat seperti ini. Sikapnya ini yang sedang melingkarkan tangannya dipinggang ku adalah modus untuk mendapatkan perhatian. Lihat saja, dia mulai menepuk – nepukkan kedua pahanya untuk memberikan aku sebuah perintah agar aku duduk disana.
"Jika kau tidak cepat makan, sarapan mu akan dingin." Agak memalukan sebenarnya duduk dipangkuan seorang pria dengan wajah saling berhadapan satu sama lain, tapi mau gimana lagi dia adalah kekasih ku. Ah…bukan tapi calon suamiku, dimana dua bulan lagi kami akan menikah.
"Diamlah, aku sedang mengisi baterai ku." Serunya sambil memeluk ku dengan erat. Sejujurnya aku suka sekali dipeluk, tapi cara TOP memeluk ku itu sungguh sangat mesum. Tolong catat 'sangatmesum' melebihi diriku. Kenapa ? kalian lihat saja sendiri dia memeluk ku sambil menggesekkan wajahnya didada ku seperti om – om mesum, walaupun aku tidak memiliki payudara sebesar wanita. Tapi dengan menggesekkan wajahnya seperti itu membuat aku merasa geli dan ah…begitulah.
"Yesung, kau salah memasang kancing."
"Benarkah ?." TOP pun menunjukkan kancing kemeja nomor empat ku yang tidak terkait, pasti aku memakai kemeja terburu – buru tadi pagi sehingga tanpa sadar melewatkan satu kancing.
TUKK…
TUK…Tanpa permisi, TOP mulai membuka kancing nomor satu, dua dan tiga kemeja milik ku.
"A-aku bisa memasangnya sendiri."
"Tidak usah malu begitu Yesung."
"Ta-tapi Seung Hyun…nanti kita bisa terlambat ke kantor!."
"Tidak masalah, jika aku dipecat aku tinggal mencari pekerjaan lain kan." CUP…TOP mulai menciumi bahu kiri ku setelah dia berhasil menyikap sebagian kemeja yang ku pakai. Ayolah, walaupun hanya kecupan ringan tapi bibir tebal milik TOP terasa dingin dan membuat tubuh ku yang tadinya sudah dirangsang olehnya sekarang jadi tidak mampu menolaknya.
"Nnnhh…." Aku tidak bisa menahan suara ku lagi ketika TOP mulai mengigit daun telinga kiri ku, sekali lagi TOP menggoda leher jenjang ku dengan menjilatnya seductive.
"Aaah…Seung Hyuunhh, 6 menit lagi Hae akan, mmhh…datang kesini."
"Itu lebih dari cukup, berikan aku 4 menit untuk menyelesaikannya." Dheg…aku benar – benar tidak suka melihat smirk TOP saat ini yang memandangi ku dengan tatapan lapar seperti seekor hewan buas. Sepertinya hari ini aku yang akan mendapatkan masalah dari Bos tempat ku bekerja.
.
[Yesung POV END]
.
"Jam berapa seharusnya karyawan masuk ke kantor Yesung ?."
"Jam 08:00 Sajangnim."
"Lalu, jam berapa sekarang ?."
"Jam 08:45 Sajangnim."
Braak…Dengan sengaja sosok yang memiliki tatapan dingin melempar dokumen yang baru saja ia baca ke meja, bermaksud untuk menggertak Yesung yang tidak seharusnya datang telat. Mungkin bagi kebanyakan orang ini adalah masalah sepele karena siapapun bisa datang terlambat jika ada urusan penting. Namun bagi seorang Bos bernama Choi Jiyong waktu sangatlah penting. Time is money. Tidak peduli apapun alasannya, Jiyong tidak suka dengan karyawan yang tidak menghargai waktu.
"Walaupun sebentar lagi kau dan hyung ku menikah, bukan berarti kau bisa bebas datang dan pulang dikantor ini seenaknya saja, disini semua orang akan ku perlakukan sama termasuk dirimu." Ucap tegas Jiyong sambil menatap intens Yesung.
"Nde, Mianhae Sajangnim. Aku tidak akan mengulanginya lagi." Seru Yesung sambil tertunduk sebagai tanda bahwa ia menyesali perbuatannya.
"Bagus, hari ini kau ku maafkan. kembali bekerja." Setelah membungkuk badannya sebagai salam hormat, Yesung perlahan berjalan ke pintu keluar sambil menghela nafas lega. Akibat ulah TOP yang seenaknya saja menyerang dirinya tadi pagi, Yesung jadi mendapatkan masalah. Tapi setidaknya ia tidak mendapatkan surat peringatan. Ternyata walaupun ia adalah calon istri kakaknya, tidak berarti sikap Jiyong akan lembut padanya di kantor.
"Aniya…Hiks…hyung." Jika mengingat Jiyong ketika dirumah kemarin yang menangis tersedu – sedu, Yesung entah kenapa ingin tertawa. Saat Jiyong berada dikantor, Jiyong akan bersikap tegas dan dewasa. Tapi saat dirumah terlihat seperti pemuda biasa pada umumnya, apa lagi jika TOP menyuruh dirinya menghormati Yesung yang ternyata umur Jiyong berbeda satu tahun dibawah Yesung. Dikantor Yesung menghormati Jiyong dan dirumah Jiyong menghormati Yesung.
"Oh ya Yesung." Panggil Jiyong yang menghentikan kegiatan Yesung yang baru saja ingin menutup pintu ruangan sang Bos.
"Nde, apa ada yang Sajangnim butuhkan ?."
"Di meja mu aku menaruh titipan dari ibu. Katanya makanlah bersama TOP hyung."
"…."
"Wae ?." Tanya Jiyong yang melihat Yesung berdiri sambil tersenyum – senyum tidak jelas diambang pintu.
"Aniya, gomawo….adik ipar."
"Yak! panggil aku Sajangnim jika di-…." BLAAM, Yesung langsung menutup pintu ruangan Bosnya sebelum calon adik iparnya itu berubah menjadi Bos mode on.
.
[Other Side | YG Company]
.
"Jadi karna target pasar kita adalah remaja, maka saya menggunakan warna – warna cerah untuk menimbulkan efek ceria dan Fun, sepert ini…" Klik, Klik…seru TOP sambil menekan pointer ditangannya, saat ini TOP sedang melakukan presentasi didepan klien yang merupakan seorang pengusaha kuliner. Secara detail TOP menjelaskan gambar design yang telah ia buat melalui proyektor agar seluruh tim yang datang di ruang meeting bisa melihat dengan jelas.
"Lalu untuk furniture. Saat ini yang sedang digemari oleh penduduk kota adalah Furniture yang terbuat dari kayu. Selain alami, furniture jenis ini akan memberikan kesan nyaman dan klasik." Melihat gambar design interior yang dibuat oleh TOP, beberapa klien terlihat puas dan suka sekali dengan hasil kerjanya. Selain TOP pintar mendesign, TOP tahu bagaimana cara berbicara didepan semua orang agar mereka tetap fokus dan tidak terkesan membosankan. Mulai dari pakaian yang rapi, postur tubuh ketika bicara menunjukkan betapa profesionalnya seorang TOP. Sehingga, klien yang melihat tidak akan memandang dirinya sebelah mata.
"Sekian presentasi dari saya, apa ada pertanyaan atau hal yang ingin ditambahkan ?." Tanya TOP kepada kliennya ramah.
"Saya sangat suka dengan design-nya. Jadi kapan anda bisa ke lokasi untuk melihat tempatnya, tuan Choi ?." Seru sang klien (pemilik cafe) dengan mengulurkan tangannya kepada TOP sebagai tanda bahwa ia akan memakai design milik TOP.
"Secepatnya tuan Huang." Ucap TOP yang langsung membalas uluran tangannya. Setelah berbincang – bincang cukup lama, klien yang urusannya sudah selesai akhirnya keluar ruangan dan TOP langsung menghela nafasnya lega, ternyata hasil kerjanya tidak sia – sia.
TOK…
TOOK…Mendengar suara ketukan pintu, TOP yang sedang duduk bersandar di salah satu kursi rapat langsung memutar kursinya menghadap pintu.
"Apakah mereka membeli Design mu ?."
"Menurut mu." Balas TOP dengan ber-smirk dan Donghae yang mengerti kode smirk TOP hanya bisa terkekeh. Sepertinya ia terlalu berlebihan mengkhawatirkan sahabatnya ini yang ia duga akan frustasi karena hasil kerjaannya ditolak.
"Congrast my bro! Berarti malam ini kita akan makan enak nde~."
"Jangan malam ini, aku ingin istrirahat Hae. Aku benar – benar kurang tidur untuk Klien ku yang satu ini." Keluh TOP yang berbicara sambil melonggarkan dasinya dan membuka kancing kemeja paling atas.
"Baiklah, kalau begitu aku akan mentraktir mu makan siang. Kajja…" Dengan paksa, Donghae menarik lengan TOP untuk ikut dengannya menuju kantin kantor. Sejujurnya Donghae datang ke ruang rapat selain untuk menanyakan keberhasilan TOP juga untuk mengajak TOP makan, mengingat sekarang waktu sudah memasuki jam makan siang.
"Kau yakin hanya pesan kopi dan cheese burger saja ?." Tanya Donghae sambil menatap lekat TOP untuk memastikan pesananya sebelum ia bayar. Dari sekian menu makanan yang ada di kantin kantor, Donghae kira TOP akan memesan satu set makanan barat yang paling mahal disini, tapi ternyata hanya memesan makanan yang harganya tidak lebih dari 100.000 pore.
"Hemm, jika aku pesan lebih dari ini memangnya kau mampu bayar."
"Yak! jika aku mau, aku bisa membeli kantin ini." Ucap Donghae kesal yang ternyata TOP meremehkan keuangannya.
"Hahaha…aku hanya bercanda kawan, calm down." Setelah membayar, TOP dan Donghae mengambil tempat duduk dekat jendela yang pemandangannya mengarah ke jalan raya. Tidak membutuhkan waktu lama, pesanan mereka berdua pun tiba dan TOP yang memesan Cheese burger langsung membuka bungkusannya lalu makan dengan tenang.
"TOP apa kau yakin ingin menikah dengan Yesung ?."
"Tentu saja, wae ?."
"Pikirkan sekali lagi, jangan terburu – buru. Yesung itu bukan penduduk asli kota ini, sebagai sahabat mu aku tidak ingin melihat mu terluka nantinya."
"…" TOP terdiam, perlahan diletakkan kembali burger yang separuh telah dimakan olehnya di nampan.
"Aku tahu resikonya, maka dari itu kau tidak perlu khawatir." Balas TOP sambil meminum kopinya lalu memandang keluar jendela lagi. Ucapan Donghae mengenai dirinya yang terburu – buru untuk menikah dengan Yesung membuat hati TOP entah kenapa menjadi ragu, benarkah dirinya terlalu cepat dalam mengambil keputusan ? jika dipikir – pikir kembali TOP memang terlalu cepat, setidaknya TOP memberikan waktu agar mereka berdua bisa mengenal satu sama lain lebih dalam. Yah… setidaknya mendiskusikan kapan Yesung siap. Tapi itu terlalu lama bagi TOP jika harus menunggu Yesung siap menikah, lagipula tidak ada yang tahu sampai kapan Yesung akan di Town Male.
"Aku hanya ingin menghabiskan waktu ku….sebelum dia pergi." Gumam TOP sangat lirih seperti hembusan angin yang berlalu begitu saja. Pergi ? Yah, semua yang bukan penduduk asli kota Town Male pasti suatu saat akan pergi dari sini. Fase itu pasti akan terjadi, Fase dimana dalam lubuk hatinya ia ingin kembali ke tempat asal. Dan saat itu tiba tinggal bagaimana orang itu memutuskannya, apakah stay atau leave ? jika Yesung memilih stay, maka TOP akan senang. Tapi jika Yesung memilih leave, selamanya TOP tidak akan pernah melihat Yesung untuk kedua kalinya.
"Apa tadi kau mengatakan sesuatu, TOP ?."
"Aniya, cepat habiskan makanan mu. Aku ingin kau membuat anggaran biaya untuk design tadi."
"Nde, tuan Choi Seung Hyun yang terhormat, hahah…" Canda Donghae menyebutkan nama TOP dengan agak berlebihan.
.
.
Ceklek…
"Aku pulang…" Teriak TOP yang baru saja tiba dirumah langsung melepaskan mantel tebalnya untuk dikaitkan ditiang gantungan belakang pintu, tidak lupa TOP meletakkan sepatu kerjanya dirak dan menggantinya dengan sandal, karena jika dirinya masih menggunakan sepatu didalam rumah maka lantai rumah akan kotor dan Yesung akan memaki – makinya.
"Oh…kau sudah pulang, Seung hyun." Seru Yesung girang ketika melihat orang yang sudah ia tunggu – tunggu akhirnya pulang. TOP yang pulang agak telat karena harus mengurus sesuatu hanya tersenyum simpul melihat pria yang ia cintai ternyata menunggunya.
"Hari ini aku memasak banyak daging. Ibu Daesung memberikan ku daging yang begitu banyak, karna aku rasa kita berdua tidak akan bisa menghabiskannya. Jadi aku memberikan sebagian pada Eunhyuk dan bla…blaa..."
"…." TOP terdiam selama Yesung bicara, entah kenapa arah fokus TOP kini jatuh ke bibir Yesung yang terus saja mengoceh, bibir mungil yang terus bergerak dan berwarna pink soft itu dimata TOP lebih menarik ketimbang dari apapun saat ini.
"Seung Hyun…" Panggil Yesung yang menyadari bahwa TOP melamun dan tidak mendengarkan ucapannya.
'Pikirkan sekali lagi, jangan terburu – buru. Yesung itu bukan penduduk asli kota ini…' Ucapan Donghae tadi siang kini terbayang dibenak TOP kembali dan itu membuat keyakinan yang TOP miliki melemah.
Sreeet….Tiba – tiba TOP merengkuh pinggang Yesung dan mulai mencium bibir calon UKE-nya.
"Nnhh…" Erang Yesung ketika merasakan ciuman TOP mulai agak kasar dan menuntut minta lebih dengan meremes pantat sentalnya. Yesung yang tidak mengerti dengan sikap TOP yang tiba – tiba seperti ini hanya bisa memukul – mukul dada bidang TOP dan mendorong tubuhnya hingga ciuman mereka terlepas.
"Haaa…haa…apa yang kau lakukan ?." Tanya Yesung sambil mengusap bibirnya dari sisa – sisa saliva ciuman mereka tadi.
"Mencium mu."
"Yak! aku tahu itu, tapi…itu…" Yesung tidak berani menyebutkan perlakuan TOP yang menyentuh pantatnya tadi, itu membuat ia malu sendiri jika diucapkan.
"Aku mau mandi." Wush…TOP melewati Yesung begitu saja dengan santainya setelah melakukan perbuatan mesum padanya. Sikap macam apa itu, seperti tidak memiliki dosa TOP pergi untuk mandi tanpa peduli pada nasib bagian bawahnya yang sudah dibuat berdiri. Tidak tahukah TOP setiap ia menyentuh bagian tubuh Yesung, tubuhnya akan merespon dengan cepat.
"Yaish!." Frustasi Yesung yang ingin marah tapi tidak berani, ingin minta TOP tanggung jawab untuk meniduri 'miliknya' kembali tapi tidak berani juga. Alhasil Yesung hanya bisa mencoba membuat dirinya tetap tenang dengan cara menghirup udara dalam – dalam lalu menghembuskannya perlahan.
.
.
"Yesung, ceritakan bagaimana tempat mu tinggal, apakah disana sangat indah ?." Tanya TOP yang sejak tadi menggelus – elus kepala Yesung lembut. Saat ini TOP dan Yesung sedang saling berbagi kehangatan setelah menyelesaikan makan malam mereka. Kehangatan yang dimaksud disini bukanlah hal mesum, melainkan TOP menjadikan dua lengan kekarnya untuk memeluk tubuh Yesung yang sedang menyadar padanya.
"Wae ? kenapa tiba – tiba kau menanyakannya ?." Curiga Yesung yang membuat pergerakan tangan TOP diatas kepalanya terhenti.
"Sebentar lagi kita akan menikah. Jadi, aku ingin tahu lebih banyak tentang mu. Apa itu salah ?." Yesung menggelengkan kepalanya lalu TOP kembali menggelus kepala Yesung.
"Seoul sangat indah, ku pikir lebih indah Seoul dari pada disini hehehe..." Kekeh Yesung tanpa tahu TOP saat ini sedang tersenyum miris.
"Bagaimana Ayah dan Ibu mu, apa kau tidak merindukan mereka ?."
"Tentu saja aku merindukan mereka, terutama Ibu ku. Kau tahu, ibu ku sangat menyayangiku. Bahkan ketika ia tahu aku memiliki penyimpangan seksual, ibu tetap mendukungku. Tapi karena disini ada Ibu Daesung, ku pikir aku akan baik – baik saja, karena Ibu Daesung pasti akan merawatku dengan baik, benarkan Seung Hyun ?."
"Nde, Ibu sangat menyayangi mu dan aku juga mencintai mu…jadi jangan kembali ke sana."
"Ngh ? apa mak-…?." Baru saja Yesung ingin meminta penjelasan, dagu Yesung sudah diangkat lebih dulu oleh TOP untuk dicium kembali.
'Lagi – lagi dia menciumku.' Batin Yesung yang merasa hari ini sikap TOP sedikit agak aneh dari biasanya. Tidak mau mengambil pusing Yesung akhirnya memejamkan kedua matanya dan menerima ciuman TOP dengan pasrah.
Kriit…Menyadari posisinya akan membuat leher Yesung sakit dan tidak nyaman, TOP membalik posisinya yang semula menyandar dikepala ranjang sambil memeluk Yesung dari belakang, kini merebahkan tubuh Yesung dikasur hingga sekarang TOP berada di atas tubuh Yesung tanpa melepaskan ciuman mereka.
"Mmmhhh…." Desah Yesung saat TOP sengaja menyentuh miliknya dengan tangan dari luar celana piyama. TOP yang merasakan milik Yesung sudah 'hard' tentu saja tidak ingin menghentikan kegiatannya, ia terus saja menggelus dan memainkannya disela ciuman panasnya untuk menambah rangsangan.
'Aku benar – benar dibuat tidak berdaya olehnya….' Batin Yesung yang merasakan badannya seperti meleleh, saat ini tubuhnya seperti melayang di udara dan hanyut terbawa oleh ombak kemana pun laut membawanya pergi.
"Seung Hyun..." Lirih Yesung diakhir ciumannya, dengan wajah yang memerah bagaikan apel yang sudah matang dan siap untuk digigit. TOP menjilat bibir bawahnya saat melihat Yesung sudah mencapai batasnya.
"Jangan menolaknya, biarkan tubuh mu menerima semua hal yang ku lakukan, arraso..." Bisik TOP seductive ditelinga kanannya. Dan seperti yang TOP katakan barusan, Yesung tidak menolak sedikit pun apa yang TOP lakukan padanya, setiap sentuhan tangan TOP di titik – titik bagian sensitive-nya berhasil membuat Yesung 'feel good'.
Claang…batu es dalam gelas yang berisi wine bergulir ketika TOP sengaja menggoyangkannya. Duduk santai disebuah sofa besar sambil menatap gelas winenya yang berisi cairan putih bening, TOP bisa melihat jelas tubuh Yesung yang berbalut selimut saja sedang tertidur diranjang.
"Dia bahkan lebih nikmat dari pada Wine ini." Gumamnya yang masih melihat Yesung melalui tembusan gelasnya. Dengan hanya memakai celana jeansnya saja, TOP yang habis menyentuh Yesung kembali menuangkan botol berisi wine ke dalam gelasnya lagi lalu meneguknya. Walaupun TOP menyentuh tubuh Yesung tapi ia tidak sampai melakukan Sex pada Yesungnya, TOP hanya membantu Yesung untuk mastrubasi saja seperti yang ia lakukan tempo lalu. TOP akan melakukan sex jika mereka berdua sudah sah menikah, karena di Town Male jika seorang SEME dan UKE berhubungan badan, maka sang UKE akan mengandung.
.
[2 Minggu sebelum pernikahan]
.
Menjelang hari pernikahannya yang tinggal dua minggu lagi, sekarang Yesung menjadi super sibuk. Yesung yang diberikan cuti oleh Bos Jiyong sekaligus adik iparnya, menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mempersiapkan keperluan hari besarnya, seperti hari ini Yesung menggulung kartu undangan pernikahannya dengan pita warna – warni agar undangan yang terlihat simple namun terkesan cute.
"Berapa banyak tamu yang akan kalian undang ?."
"Aku tidak tahu, sebagian undangan sudah disebar oleh Ibu dan ini untuk teman – teman Seung Hyun."
"Teman ? memangnya TOP punya teman selain SEME ku, hahahah." Canda Eunhyuk yang membuat Yesung menatap dirinya malas.
"Hyukkie, tolong ambilkan pita warna biru untuk ku ?." Minta Yesung yang menyadari ia sudah kehabisan pita, Eunhyuk yang juga sedang membantu Yesung mengganguk dan mencari gulungan pita warna biru dikardus. Namun pita yang diinginkan oleh Yesung tidak ada, bahkan seluruh pita menghilang dalam sekejab.
"Kemana perginya pita – pita disini ?." Tanya Eunhyuk sambil memperlihatkan kardus kosong ke arah Yesung.
"Ngh ? aku ti-..pufth hahahah…" Melihat Yesung tertawa tanpa sebab, Eunhyuk menautkan kedua alisnya bingung.
"Sepertinya aku tahu kemana pita – pita itu pergi." Seru Yesung setelah puas tertawa, ia menunjuk ke arah bawah meja makan yang ada dibelakang Eunhyuk. Sedangkan Eunhyuk yang sudah menebak apa yang Yesung lihat segera berbalik lalu berjongkok dan menemukan anaknya sedang sibuk bermain dengan semua pita yang ada.
"Yaa...Daniel, pita ini bukan mainan. Bagaimana bisa kau melilitkan pita ini ke tubuh mu sendiri, kalau sampai terjadi sesuatu padamu, ibu akan mendapatkan masalah nanti." Omel Eunhyuk sambil melepaskan lilitan pita yang ada di seluruh tubuh anaknya. Beruntung lillitan pita tidak sampai mencekik leher Daniel.
"Hahaha…mungkin Daniel ingin menjadikan dirinya sendiri sebagai hadiah untuk ku." Canda Yesung yang dijawab dengusan oleh Eunhyuk.
Puk…Ditaruhnya Daniel ke sofa lalu memberinya sebuah mainan mobil – mobilan agar anak semata wayangnya diam selama Ibunya membantu Yesung. Lima jam waktu telah berlalu, undangan sekarang sudah sebagian selesai.
"Baiklah, kita lanjutkan besok. Aku harus pulang untuk menyiapkan makan malam." Seru Eunhyuk yang melihat jam menunjukkan waktu 05:00 sore. Bahkan, Daniel yang tadinya bermain kini sudah tertidur di sofa sambil memeluk mainannya.
"Ayo...Daniel kita pulang." Gumam Eunhyuk yang perlahan mengangkat tubuh anaknya dari sofa dan tanpa disadari oleh Eunhyuk dan Yesung, mainan yang Daniel pegang perlahan terlepas lalu jatuh ke sisi bawah kaki sofa.
.
[1 Minggu sebelum pernikahan | Minggu]
.
"Nde Ibu, gereja dan kateringnya sudah aku urus."
"Bagaimana dengan cincinnya ?."
"Sudah ku ambil tadi, ternyata jarinya lebih kecil dari yang ku bayangkan."
"Hahaha, dimana dia ? Ibu ingin bicara dengan Yesung ?."
"Dia sedang pergi ke minimar-." Ting…Tong…Tiba – tiba suara bel pintu berbunyi hingga percakapan antara Ibu dan anak ini menjadi sedikit terganggu. Tanpa memutuskan sambungan telefonnya, TOP berjalan menuju pintu rumah untuk melihat siapa yang datang melalui lubang kecil yang ada dipintu.
'Bukan Yesung.' Batin TOP yang melihat siluet tamu dilubang pintu rumahnya bukan sosok Yesung, melainkan sosok pria berambut panjang sebahu dan berwajah cantik.
"Ibu, nanti aku telefon lagi nde." Setelah memutuskan sambungannya, TOP membuka pintu rumahnya dan langsung menyambut tamu tersebut dengan wajah datar.
"Annyeong sunbae."
"Siapa kau ?."
"Heh…kau tidak ingat dengan ku Sunbae ? aku Kim Heechul adik kelas mu ketika Senior High School." Jawabnya sambil memasang wajah kesal karena TOP tidak mengingatnya sama sekali, padahal pemuda bernama Heechul ini tidak pernah lupa dengan wajah TOP, mengingat waktu sekolah dulu TOP sangat populer.
"Kim Heechul ?." Gumam TOP sambil menautkan kedua alisnya untuk mem-flashback pikirannya ke masa sekolah dulu. Dilihatnya penampilan Heechul dari atas sampai bawah, rambut blonde yang mencolok lalu pakaian yang feminim dan paras wajah yang cantik.
"Ah…Kim Heechul yang dulu pernah meminta bantuan kepada ku untuk menyatakan perasaannya pada Yunho, benarkan ?."
"Akhirnya kau ingat."
"Tentu saja, gara – gara aku membantu mu. Aku kena pukul Yunho, tsk."
"Hahaha…mianhae sunbae."
"Jadi ada perlu apa hingga kau datang kesini ?."
"Akh! Aku hampir saja lupa, begini sunbae tadi kau mengambil barang di Queen Jewerly kan ? teman ku salah memberi mu cincin. Kebetulan aku bekerja disana, jadi aku datang untuk memberikan cincin yang benar." Jelas Heechul sambil merongoh tas ranselnya untuk mencari kotak kecil berisi sebuah cincin yang sudah dikecilkan.
"Ini dia, terimalah." Heechul pun menyerahkan kotak beludru merah pada TOP. Perlahan dibukanya kotak tersebut untuk mengecek isinya, apakah cincin didalamnya benar dan ternyata memang benar, cincin yang ada didalam kotak adalah cincinnya, terbukti cincin tersebut berisi inisial Seung Hyun dan Yesung.
"Kalau begitu cincin yang ku bawa tadi milik orang lain ?."
"Nde, aku minta maaf atas kecerobohan teman ku." Seru Heechul sambil membungkukkan badannya sebagai permintaan maaf.
"Ah…its okey, salah ku juga karena sebelum meninggalkan toko aku tidak mengeceknya. Masuklah, aku akan mengambil cincin yang salah itu untuk mu."
"Tidak usah, ak-.."
"Ayolah, kau sudah jauh – jauh mengantar barang ku, jadi minum dan mengobrol sebentar tidak apa – apa kan ?." Tidak bisa menolak tawaran dari TOP, Heechul pun mengangguk dan ia pun masuk ke dalam apartement TOP untuk minum sebentar melepas lelah sebelum kembali ke toko lagi.
"Duduklah, aku akan mengambil cincin yang salah itu untuk mu." Seru TOP meninggalkan Heechul diruang tamu sendirian setelah meletakkan segelas juice mangga buatan Yesung yang selalu ada di dalam kulkas.
Saat TOP masuk ke dalam kamar, Heechul yang sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati segarnya juice buah mangga memperhatikan keadaan sekeliling rumah TOP, ternyata tidak ada yang berubah sama sekali dari TOP, padahal sudah 8 tahun berlalu tapi TOP masih sama seperti dulu yaitu sangat menyukai gambar dan benda seni.
'Tapi…badan dan suaranya itu ? benar – benar berbeda, dia terlihat sangat manly.' Batin Heechul yang teringat akan bentuk tubuh TOP yang atletis. Dulu ketika masih sekolah, tubuh TOP memang berisi namun tidak berotot seperti sekarang. Ditambah dengan suara baritone milik TOP yang semakin berat dan husky menambahkan nilai plus untuknya. Ah…membayangkannya saja sudah membuat kedua pipi Heechul tanpa sadar memerah.
"Ini barang mu, Heechul." Dheg, kaget mendengar suara TOP yang tiba – tiba datang, Heechul yang entah kenapa menjadi salting karena dirinya seperti ketahuan habis membayangkan TOP yang tidak – tidak refleks langsung bangun dari duduknya untuk mendekati TOP, dan Heechul tidak melihat bahwa disamping kakinya terdapat mainan mobil – mobilan milik Daniel yang tertinggal minggu lalu.
"Akh…goma-…" Seketika Heechul merasakan tubuhnya terhuyung ke belakang saat kakinya menginjak sesuatu dan Sreeet…dengan cepat TOP yang melihat Heechul akan jatuh langsung menarik tangannya bermaksud untuk menolong, namun dirinya malah ikut terbawa dan jatuh bersama disofa.
"Are You okey ?." Ucap TOP yang langsung menayakan keadaan Heechul dengan wajah panik tanpa menyadari bahwa saat ini dirinya berada diatas tubuhnya.
"Se-sepertinya aku baik – baik saja, bisakah kau bangun dari atas tubuhku." Sadar posisi mereka tidak enak dipandang, TOP buru – buru bangun dan Heechul merapikan pakaiannya yang sedikit berantakan akibat terjatuh.
Braak…Bersamaan dengan tragedi tersebut, Yesung yang baru saja pulang habis berbelanja langsung menjatuhkan kantung plastik belanjaannya yang berisi bahan makan malam, sambil menatap adegan didepannya, Yesung yang bingung harus melakukan apa ketika matanya menemukan calon suaminya bersama seorang pria cantik didalam rumah dengan keadaan seperti itu, hanya bisa diam.
"Yesung." Panggil TOP yang sedikit terkejut melihat Yesung sudah berada dirumah, melihat isi belanjaan Yesung yang berserakan dibawah kakinya, TOP pun menjadi sedikit khawatir.
"Yesung, kau tidak apa – ap-.."
"Apa yang kalian lakukan ?."
"Hah ?." Awalnya TOP bingung dengan pertanyaan Yesung, tapi melihat arah mata Yesung yang menatap sosok Heechul dengan tatapan marah dan kesal, TOP pun sadar bahwa Yesung sepertinya salah paham.
"Biar ku jelaskan, dia adalah Heechul. Dia itu adik kelas ku ketika Senior High School dan dia datang untuk memberikan cincin yang benar karena aku salah membawa cincin dari toko. Dan apa yang kau lihat tadi itu tidak seperti bayangan mu." TOP berusaha menjelaskan apa yang terjadi pada Yesung, namun Yesung yang sudah salah paham dan dibakar api cemburu tidak mendengarkan ucapan TOP. Yesung lebih memilih apa yang ia lihat barusan adalah kebenarannya.
"Seminggu lagi kita akan menikah dan kau…!." Teriak Yesung sambil menunjuk – nunjuk TOP dengan jari telunjuknya kesal.
"Kau malah selingkuh dengan UKE jalang itu! Apa bagusnya UKE itu dibanding denganku!." Plaak…detik itu juga TOP langsung menampar Yesung dengan keras.
"Jaga ucapan mu itu, Kim Yesung." Tegur TOP dengan menatap calon UKEnya sedingin es. Bahkan Heechul yang melihat hanya bisa menelan ludahnya kasar dan menatap ngeri sosok TOP yang ia anggap selalu tenang, kini berubah menjadi murka.
"Kau bertanya, apa bagusnya dia dibandingkan dengan mu ? akan ku jawab, jadi dengarkan baik – baik."
"…."
"Dia lebih baik darimu, karena dia tidak pernah merendahkan orang lain." Gyut, bukan hanya pipinya saja yang terasa perih dan sakit, tapi dada Yesung juga terasa sakit saat TOP lebih memilih membela UKE didepannya itu dibandingkan dirinya.
"Kalau begitu nikahi saja dia! Seung Hyun bodoh!." Brrukh…Yesung membalas TOP dengan melempar sayuran yang ia beli ke wajahnya dan keluar dari rumah dengan perasaan campur aduk, ada perasaan kesal, marah, sedih dan kecewa.
"Sunbae kau tidak mengejarnya ?."
"Tenang saja, dia pasti lari ke samping rumah."
"Huh ?." Bingung Heechul tidak mengerti akan ucapan TOP.
"Heechul, mianhae dia mengatakan hal buruk padamu…sebenarnya dia pria yang manis dan lembut, tapi entah kenapa dia bersikap seperti itu." Seru TOP sambil merunduk untuk membereskan barang – barang belanjaan Yesung yang tercecer dilantai, tapi bukan Heechul namanya jika tidak menyadari keadaan TOP. Walaupun saat ini TOP sedang membelakangi dirinya, tangan kanan TOP yang ia gunakan tadi untuk menampar Yesung sedikit bergetar.
"Gweachana, dia pasti sangat mencintai mu TOP. Buktinya ia cemburu melihat kita begitu, jika Yunho melihat keadaan kita tadi. Ku pikir dia akan langsung memukul mu, hahaha. Segeralah minta maaf padanya." Mendengar ocehan Heechul, TOP menunjukkan sedikit senyumannya, namun didalam hati ia sedang menyesal, seharusnya TOP lebih bisa mengontrol emosinya tadi.
"Hubungi aku jika butuh bantuan untuk menjelaskan padanya." Heechul pun menaruh kartu namanya di meja dan mengambil kotak cincin yang harus ia bawa kembali ke toko. TOP yang sudah merasa tenangan, memutuskan untuk menggantar Heechul sampai depan pintu.
TAP…kini TOP berdiri didepan pintu rumah Donghae.
"Haaaa…." Hela nafas berat TOP keluar saat mendengar suara menangis Yesung dari dalam rumah Donghae. Saat ini pasti Yesung sedang bersama Eunhyuk, untung saja Yesung kabur ke sebelah rumahnya, coba kalau Yesung sudah hafal dengan daerah Town Male, mau dicari kemana Yesungnya.
Tingg…
Tong…Mendengar suara bel rumah, Eunhyuk yang sedang menenangkan Yesung dari tangisannya, menyuruh Donghae untuk membuka pintu dan saat melihat tamunya ternyata adalah biang masalah, Donghae pun memberikan sambutan dengan menatapnya datar.
"Siapa kau ?." Tanya Donghae ketus.
"Teman mu T.O.P." Eja TOP santai pada namanya sambil menatap temannya itu dengan malas, sungguh Donghae tidak pantas menunjukkan mimik wajah datar seperti itu.
"Teman ku TOP, tidak akan pernah menampar seorang UKE."
"Yayaya…mianhae, tadi aku khilaf. Biarkan aku masuk." Braak, dengan kakinya TOP menendang daun pintu rumah Donghae yang awalnya terbuka sedikit kini terbuka lebar.
"Yak TOP berhenti!." Tanpa peduli akan teriakan Donghae yang melarangnya untuk masuk, TOP yang sedang tidak ingin bercanda, segera masuk ke dalam rumah Donghae untuk mengambil princess-nya.
.
.
Ting…
Tong…Yesung yang baru saja ingin tidur siang kini bangun dari ranjangnya dengan mendumel tidak jelas ketika mendengar suara bel berbunyi. Entah kenapa mendekati hari pernikahannya, mood Yesung terus memburuk. Mungkin ini dipengaruhi oleh kejadian kemarin, dimana Yesung belum sepenuhnya memaafkan TOP.
"Selamat siang." Sapa Heechul dengan nada seceria mungkin saat melihat Yesung membukakan ia pintu.
"Seung Hyun tidak ada dirumah, ia sedang bekerja dan akan pulang sore hari." Seru Yesung ketus yang melihat tamunya ternyata adalah Heechul. Terlihat jelas sekali Yesung menunjukkan rasa tidak sukanya pada Heechul, lihat saja itu walaupun ada sedikit senyuman yang diberikan oleh Yesung tapi aura tidak sukanya begitu kental.
"Aku tidak ingin bertemu Sunbae, aku ingin bertemu dengan mu. Bolehkan aku masuk ke dalam ?." Sebisa mungkin Heechul tetap ramah pada Yesung. Sedangkan Yesung yang awalnya sedikit ragu untuk mempersilakan Heechul masuk, jadi teringat dengan manner yang diajarkan oleh Ibunya yang mengatakan tidak baik menolak seseorang yang ingin bertamu. Dengan agak berat hati, akhirnya Yesung mempersilakan Heechul masuk, walaupun mood yang tadinya buruk kini semakin buruk.
"Kenapa kau ingin bertemu denganku ?."
"Aku ingin menjelaskan kesalah pahaman kemarin."
"Ah itu…"
"Begini, aku bekerja di toko Jewerly dan kebetulan waktu sunbae datang ke toko perhiasan untuk mengecilkan cincin, sunbae salah membawanya dan karena aku tahu alamat rumah sunbae. Jadi aku pergi ke apartementnya untuk mengantar."
"Lalu ?."
"Lalu…itu, hehehe….aku terpeleset dan berakhir seperti itu, aku benar – benar minta maaf. Aku dan Sunbae tidak memiliki hubungan apapun, lagipula aku sudah menikah dan sunbae mengenal baik SEME ku, lihatlah ini cincin pernikahan ku." Seru Heechul sambil memamerkan cincin dijari manisnya pada Yesung. Namun Yesung tidak bicara sedikit pun, ia hanya mengangguk.
TUK… Heechul menaruh sebuah kotak yang dibungkus rapi dengan kado dan pita dimeja depan Yesung.
"Ini dari SEME ku Yunho, ia memaksa ku untuk memberikan mu ini sebagai permintaan maaf karena aku sudah membuat masalah, hehehe. Percayalah sunbae sangat mencintai mu. Bukankah seseorang tidak akan mengajak menikah kekasihnya jika ia tidak serius."
"…." Yesung kembali terdiam. Kali ini ia terdiam karena memikirkan ucapan TOP kemarin, penjelasan yang dikatakan oleh TOP itu ternyata benar, bahwa mereka tidak ada hubungan apapun. Lagipula jika mereka berdua memang memiliki hubungan khusus, untuk apa dulu TOP mengatakan di depan orang tuanya, ia ingin menikahinya.
"Gomawo, aku juga minta maaf karena mengatakan hal buruk padamu. Aku benar – benar malu pada diriku sendiri." Balas Yesung yang menunjukkan rasa menyesalnya yang begitu mendalam dengan membungkukkan badannya.
"Hahaha…aku mengerti. Jadi masalah kita sudah clear kan ?." Seru Heechul sambil memberikan tangan kanannya untuk mengajak Yesung berjabat tangan sebagai tanda bahwa mereka berdamai.
"Nde…" Balas Yesung menyambut jabatan tangan Heechul dengan tersenyum lembut.
"Kalau begitu aku permisi dan sampaikan salam ku pada sunbae." Yesung pun mengangguk dan mengantar Heechul sampai depan pintu, seperti yang biasa TOP lakukan pada setiap tamu yang datang kerumahnya. Kini dengan memegang dada kirinya Yesung sejenak berpikir, bagaimana bisa ia meragukan TOP ? tamparan di pipinya tempo hari, jujur saja terasa sakit. Tapi tamparan itu kini menyadarkan Yesung bahwa seharusnya ia bisa menjaga ucapannya pada orang lain.
"Baiklah! Sebagai permintaan maaf, aku akan membuat pudding kacang merah untuk Seung Hyun." Semangat Yesung membara sambil menggulung lengan bajunya dan berjalan ke dapur untuk memasak. Kejadian kemarin selain pertengkaran pertama mereka, juga telah menyadarkan TOP dan Yesung untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.
.
.
"Aku pulang…." Mendengar suara yang sangat familiar ditelinganya, Yesung yang baru saja menggeluarkan pudding dari kulkas langsung bergegas pergi dari dapur untuk menemui sosok yang sejak tadi ia tunggu – tunggu.
Drap…
Drap…mendengar suara langkah orang berlari, TOP yang baru saja ingin menginjakkan kakinya ke lantai rumah kini memundurkan kakinya kembali.
"Seung Hyuuuun!." Teriak Yesung yang tiba – tiba muncul langsung melompat dan merentangkan kedua tangannya ke arah TOP.
Hup…Dengan kaget dan sedikit terkejut, TOP menangkap tubuh mungil Yesung dan menautkan kedua alisnya bingung. Ada apa dengan Yesungnya ? kenapa tiba – tiba Yesung menjadi hyper active seperti anak kecil begini, bukankah tadi pagi Yesung masih bad mood padanya. Berbagai pertanyaan muncul didalam benak TOP sekarang melihat sikap aneh calon UKEnya.
"Yesung…" Panggil TOP yang merasakan pelukan Yesung semakin menggerat, bahkan Yesung tidak ingin melepaskan pelukan mereka.
"Mianhae…." Gumam Yesung lirih.
"Jeongmal mianhae hiks…" Kini Yesung mulai terisak menangis karena takut jika TOP tidak akan memaafkan dirinya. Sungguh Yesung tidak ingin kehilangan TOP, ia terlalu mencintai TOP hingga ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.
"Uljimma." Diusapnya kepala Yesung dengan lembut berharap calon UKEnya ini berhenti menangis, tapi Yesung yang sekali menangis akan susah berhenti membuat TOP menjadi teringat saat pertama kali Yesung menangis untuknya tanpa sebab. Kini sekarang karena dirinya juga, pria mungilnya ini menangis.
Cup…cara yang sama TOP lakukan untuk membuat Yesung tenang, yaitu menciumnya sampai Yesung berhenti mengeluarkan air matanya.
'Tuhan, aku benar – benar mencintai pria ini.' Batin Yesung disela ciumannya.
"Kau sangat menggemaskan." Puji TOP diakhir ciuman mereka sembari menggusap kedua pipi Yesung yang basah, dengan wajah memerah malu Yesung kembali menyembunyikan wajahnya di dada TOP dan itu membuat TOP terkekeh melihat tingkah Yesung yang sangat cute.
Sreeet…Tanpa di duga, TOP mengangkat tubuh Yesung bridal style dan membawanya masuk ke dalam rumah. Sesampainya di ruang tamu TOP mendudukkan Yesung di sofa lalu berjongkok didepannya untuk mengenggam kedua tangan Yesung dan menatap calon UKEnya yang tinggal hitungan jari saja akan resmi menjadi miliknya.
"Di jari inilah, aku akan menyematkan cincin pernikahan kita." Dheg...Jantung Yesung berdebar tidak karuan sekarang sesaat ketika TOP mencium jari manis kanannya dengan gentle. Sungguh, TOP benar – benar terlihat keren dimata Yesung.
"Kau tahu, aku memiliki dua impian. Pertama aku ingin sekali memiliki UKE yang manis, dan itu akan terwujud 4 hari lagi." Seru TOP sambil tersenyum ke arah Yesung sebagai kode bahwa UKE yang dimaksud TOP adalah dirinya. Yesung yang diperlakukan seperti ini, rasanya ingin menjedutkan diri ke dinding untuk memastikan bahwa saat ini dirinya sedang tidak bermimpi.
"La-lalu impian kedua mu apa ?."
"Impian kedua ku, tentu saja memiliki anak yang lucu darimu." Blush…wajah Yesung semakin merah karena saking senang, bahagia dan ah…entahlah perasaanya saat ini tidak bisa dijelaskan dengan kata – kata, TOP membuat dirinya dimabuk kepayang oleh cinta.
.
.
[Hari Pernikahan]
.
Teng…Tong… Teng…Tong…
Teng...Tong…Terdengar suara lonceng saling bersahutan satu sama lain disalah satu gereja Town Male. Pagi ini tepat hari Minggu pukul 08:20AM, Choi Seung Hyun dan Kim Yesung telah resmi menikah dan menjadi suami – istri. Tepuk tangan yang gemuruh diberikan oleh semua tamu yang hadir saat ini untuk mengucapkan selamat atas pernikahan dua sejoli yang terlihat bahagia. Terlebih dengan Yesung yang tidak henti – hentinya tersenyum senang karena ia sendiri tidak percaya bahwa ia bisa merasakan namanya pernikahan, terlebih dengan orang yang ia cintai.
"Yesung! kali ini kau benar – benar menantu ku kan ?!." Tanya Daesung menggebu – nggebu yang memastikan bahwa kali ini Yesung adalah menantu real-nya, sedangkan Yesung yang mendengar pertanyaan lucu Ibu mertuanya hanya bisa terkekeh.
"Hehehe…Nde."
"Aigo…syukurlah, ku pikir Seung Hyun akan menjadi SEME forever alone." Mendengar ucapan ibunya, TOP yang berada disamping Yesung menatap malas Daesung. Bagaimana bisa ibunya mengatakan hal sekejam itu padanya, bagaimana jika Tuhan mengabulkan ucapannya. Ckckc.
"Hahahaha….SEME forever alone, hahahah." Kali ini terdengar suara tawa yang begitu puas dibelakang TOP, hanya dengan mendengar suaranya saja TOP bisa kenal pemilik dari tawa menjengkel ini. Siapa lagi kalau bukan Donghae.
"Yesung, ada seseorang yang ingin memberikan mu sesuatu. Tapi dia malu, kkkkk~." Seru Taeyang yang membuat Yesung memiringkan kepalanya imut. Siapa seseorang yang ayah mertuanya maksudkan ? Perlahan Taeyang menunjuk ke arah segerembolan tamu yang sedang menikmati pesta diluar taman gereja. Yesung pun semakin bingung, tapi tidak lama satu sosok pria mungil seperti dirinya keluar dari kerumunan tamu tersebut dan berjalan mendekatinya.
"Jiyong." Gumam Yesung yang ternyata sosok itu adalah Bos sekaligus adik iparnya.
TAP…Yesung menelan ludahnya kasar saat Jiyong berada dihadapannya sekarang, mata tajam miliknya sama persis dengan milik TOP ketika TOP sedang marah padanya, mungkinkah Jiyong akan memarahinya didepan umum ? tapi itu mungkin, ini bukanlah jam kantor.
"Masa cuti mu tinggal 3 hari lagi, walaupun kau sudah menikah dengan kakak ku. Aku tidak akan memaafkan mu jika kau tidak masuk kerja besok."
"Nde, Sajangnim." Jawab Yesung sambil menunduk patuh layaknya anak kecil yang sedang diberi peringatan oleh seorang Ibu. Ternyata mau diluar kantor atau tidak, namanya Bos tidak akan mengenal tempat. Sedangkan Donghae, Eunhyuk, Daesung, Taeyang dan TOP yang berada disamping Yesung sejak tadi melihat dua pria ini hanya bisa menahan tawanya, Yesung benar – benar cute dan adorable.
"Selamat atas pernikahan mu…dan ini untuk mu." Ucap Jiyong sembari menyodorkan sebuah bingkisan kecil pada Yesung. Dengan wajah agak memerah Jiyong yang baru pertama kali memberikan hadiah pada orang lain didepan umum mati – matian menjaga imagenya. Sejujurnya Jiyong senang karena Yesung telah resmi menjadi kakak iparnya, itu menandakan bahwa Jiyong memiliki hyung selain TOP, hanya saja ia tidak tahu harus bersikap bagaimana.
"Gomawo dongsaeng." Puk…Puk, dengan lembut Yesung menepuk – nepuk kepala Jiyong dan itu terasa hangat.
'Ugh…tahan dirimu Jiyong.' Batin Jiyong berusaha menahan diri untuk tidak menerjang Yesung dan bermanja – manjaan padanya, sepertinya tanpa semua orang tahu Jiyong menyimpan sifat brother complex.
"Baiklah, semuanya ambil gelas kalian dan mari kita bersulang untuk mendoakan TOP dan Yesung!." Teriak Donghae membuat beberapa tamu yang melihatnya terkekeh. Kini dalam pesta yang sengaja di gelar dihalaman gereja, TOP dan Yesung yang menjadi pemeran utama ikut bergabung menikmati pesta mereka.
.
.
Dheg…Dheg…
Dheg…Dheg, detak suara jantung Yesung sejak tadi sore tidak bisa tenang, sudah berbagai hal Yesung lakukan, mulai dari menghela nafas pelan – pelan lalu meminum air putih sebanyak yang ia bisa, tetap saja gugupnya tidak bisa hilang. Malam ini adalah malam pertamannya dengan TOP, walaupun ia sering tidur bersama dan TOP membantunya dalam hal mastrubasi, tapi tetap saja malam ini TOP akan melakukan 'hal itu' padanya untuk pertama kali dan itu membuatnya gugup.
"Bagaimana jika aku mengeluarkan suara – suara aneh ? bagaimana jika aku tidak bisa memuaskannya ? aish….harusnya tadi aku tidak makan terlalu banyak, perut ku jadi buncit begini." Gumam Yesung yang rasa khawatirnya berlebihan dan benar – benar diluar pemikiran orang lain. Tapi walau begitu, itu semua karna Yesung ingin terlihat perfect didepan TOP.
Ceklek….Sosok pria bertubuh atletis keluar dari kamar mandi, hanya dengan memakai handuk untuk menutupi bagian bawahnya. TOP yang baru saja selesai mandi berjalan mendekati Yesung yang sedang duduk membelakanginya ditepi ranjang, entah apa yang ia lihat diluar jendela sana.
PUK…tepukan yang dilakukan TOP dibahu Yesung, berhasil membuat pria mungil yang dari tadi uring – uringan tersentak kaget dan rasanya nafasnya berhenti saat itu juga.
"Sekarang giliran mu mandi." Sreet…dengan wajah tegang dan pikiran yang blank. Yesung bangkit dari duduknya dan berbalik.
Gleg…Demi Tuhan, rasanya Yesung ingin terjun ke jurang saat melihat tubuh bagian atas TOP yang benar – benar, ah….perfect. Bahu yang tegap dan lebar, lalu otot lengan dan dada yang bidang serta otot perut yang terbentuk dengan sempurna, entah kenapa setiap melihatnya Yesung seperti ingin menjerit layaknya perempuan, apalagi kondisi TOP sedang setengah basah.
Tuing…Bagian bawah Yesung mulai memberikan reaksi.
"Gyaaaa!." Histeris Yesung yang membuat TOP kaget. Bagaimana tidak kaget, jika tiba – tiba saja Yesung berteriak seperti baru melihat hantu.
Braaak…Yesung langsung lari ke kamar mandi dengan kecepatan diatas rata – rata dan menutup pintu dengan kasar.
"Dia kenapa ? ah…I know." Smirk TOP yang sudah mengetahui tingkah laku Yesung. Tinggal bersama selama dua bulan lebih membuat TOP sudah mengetahui banyak tentang Yesung, mulai dari dia ngambek, marah, merajuk dan bahkan saat dia Turn on.
Tidak memerlukan waktu untuk Yesung berlama – lama didalam kamar mandi, Yesung yang sudah selesai membersihkan diri langsung keluar dengan memakai handuk kimono.
"Kau sudah selesai membersihkan diri mu eum ?." Dheg…Yesung tersentak kaget saat melihat TOP sudah duduk di sofa yang menghadap langsung ke kamar mandi.
'Jangan – jangan dia ada disana sejak aku mandi.' Batin Yesung yang entah kenapa malu sendiri saat mengetahui pintu kamar mandi terbuat dari kaca buram, bukankah itu berarti TOP melihat siluet bentuk tubuh Yesung mulai dari membuka pakaian hingga ia selesai mandi.
"Kemarilah…" Panggil TOP sambil menepuk – nepuk kedua pahanya agar Yesung duduk dipangkuannya. Dengan perasaan gugup, Yesung mulai mendekati TOP yang sudah menunggunya sambil tersenyum misterius. Apa yang akan TOP lakukan pada Yesungnya ?
.
TBC
.
Author note :
Apa yang akan TOP lakukan ?
a. Membacakan dongeng untuk Yesung.
b. Menyadongi Yesung sampai pagi.
c. Mengobrol sampe larut.
Ayo dipilih – dipilih, hahahaha XD
Yosh, akhirnya chap 2 update.
Semoga pada suka sama chap ini :D
Maaf lama *reader : kebiasaan lu thor* :"3 hahahaha
Big Thanks To :
LRS34 | Mii | Ret90 | Bikuta-chann | angel sparkyu | pipinPapo | Ajib4ff | Kim Rose | Kim Yena |Alfiana1186 | Ressalini | Keys13th | Clarissa Kim | Tiara97 | Zysha | Cha2LoveKorean| RikaRika| Cloudsrainny | NoonimELF | Yesungie | Jeremy Kim84 | Park Hana | Elfturtlefish | Yesung ukeku 2 | Sugaminseokkim | Clouds17 | Cloud | Nur Clouds | Ellie Miminzs | Eun810 | hkyh | ziuhan | jia | Leethalkim | Mysuga | pyongpyong | DreamHigh3424 | Celindazifan | Guest
I just say 'Thank you so much and love you' *Reader pada merinding* hahahah
Makasih ya semua udah ngasih feedback positif dan setia nunggu ini FF :*
Terakhir, buat Elfturtlefish (Dinda) makasihnya buat cover FF Town-Male ya (*_*)/\
Suka banget :*
See You Next Story.
Sehat selalu untuk reader^^
Author
-Kimmie-
Jangan lupa kritik, saran dan komentarnya
