Balasan ripiu :

marcul : ohohoho udah update nih.. termasuk kilat nggak? Oh kalo itu udah pasti dong! Makasih udah ripiu.. Silahkan di icipicip, say.. :)

Dyofanz : ini udah lanjut say.. hehehe, pengen nyoba yang baru aja.. *senyuminosen* makasih udah ripiu.. silahkan dinikmati~~

SooSweet : udah lanjut~ gue juga suka begete! *toss* Kyungie mah emang harus direbutin :D #plak makasih udah ripiu plus kasih semangat.. silahkan dibaca lagi :)

Al : Jiahahaha, maap say baru prolog.. tapi ini udah update! Keponya udah terpenuhi kan? *kedip2centil* Silahkan dibaca~ makasih udah ripiu :D

flower you : Ini udah lanjut chingu! Silahkan dibaca~ makasih udah ripiu :)

Lamjutttttt

xoxo chapter : ohohohow~ makaseeeh udah muji gue –ff gue- maksudnya. Hoho gue terharu bias wujudin impian lu, beb.. *winkcantik* ini udah update! Termasuk asap nggak? Nggak bakal di delete kalo banyak yang suka.. Makasih udah ripiu~ silahkan baca lagi :D

R.H : Ini udah lanjut! Silahkan baca~ makasih udah ripiu :)

Aprilliyahernaaa : gapapa kok say~ gue udah seneng lu ninggalin jejak.. udah lanjut nih, silahkan baca~ makasih ripiunya :)

lion : udah nih! Silahkan baca, say~ makasih udah ripiu.. :)

yang login udah gue bales, check2 beb~

Oke ini dia~~


WARNING : Typho(s) selalu menghantui anda~ hihihi *ketawakunti*

.


XO88XO


.

EXO's Fanfiction

.

Romance/Humor/Membercomplex(?)

.

T to M

.

Do Kyungsoo – Kim Jongin – Byun Baekhyun – Park Chanyeol – Xi Luhan – Oh Sehun – Zhang Yixing – Kim Joonmyeon – Huang Zitao – Wu Yifan – Kim Minseok – Kim Jongdae

.

Summary :

Do Kyungsoo tidak pernah berpikir bahwa hidupnya akan menjadi seperti sekarang. Menjadi artis, penyanyi, dan tergabung dalam boyband bernama EXO. Senang? Tentu saja. Bahagia? Sangat malah! Tetapi, yang tidak pernah terpikirkan olehnya adalah semua sahabatnya dalam EXO ternyata membercomplex dan mereka semua mengklaim Kyungsoo sebagai Uke Idaman mereka! Lalu bagaimana hubungannya dengan Kai, sang dancing machine? Dapatkah mereka bertahan dalam situasi rumit ini? Dan, mampukah Kai menjaga Kyungsoo dari incaran para sunbaenim mereka di SM Entertaiment? LET'S READ! It's yaoi and Kyungsoo area~

.

PRESENT

.

Uke Idaman

.

DON'T LIKE? DON'T READ THEN AND GO AWAY~


XO88XO


Pagi ini cuaca di sekitar dorm EXO cerah seperti biasa. Suasana dorm pun sunyi dan tenang, sepertinya sebagian member masih terlelap. Sebagian berarti tidak semua. Jika ditelusuri lagi lebih jauh –tepatnya ke dapur, terlihat seorang namja bertubuh mungil sedang asyik berkutat dengan bahan makanan yang hendak dimasaknya. Do Kyungsoo –namja mungil tersebut- sedang mencuci sawi putih sambil sesekali bersenandung kecil. Kelihatannya mood namja manis ini sedang baik di pagi hari ini.

"Aku ingin memasak kimchi. Tapi makanan pedas tidak baik untuk sarapan." Si mungil bergumam. Tangannya masih sibuk mencuci sawi putih. Sesekali dahinya mengerut seperti menimbang-nimbang sesuatu. "Haruskah aku mengganti menu masakanku?" Kyungsoo menaruh telunjuk kanannya di pelipis sambil memiringkan kepalanya. Pose yang imut.

"Hyung!" seruan tersebut membuat tubuh si mungil terlonjak kaget.

"Owh, Kai! Kau mengagetkanku." Kyungsoo mengurut pelan dadanya.

Pemuda yang dipanggil Kai oleh Kyungsoo tadi berdiri di belakangnya dengan mata setengah tertutup yang memaksa membuka, terlihat menahan kantuk. "Kau masih mengantuk Kai. Tidurlah kembali."

Kai tidak merespon, hanya menggelengkan kepalanya. "Kau masak apa hyung?"

"Kimchi. Tapi, aku bingung. Untuk sarapan tidak baik yang pedas-pedas."

"Kalau begitu ganti dengan sup ayam saja, hyung."

"Ah, kau benar Kai! Kenapa tidak terpikirkan olehku? Paboya." Kyungsoo mengetuk dua kali kepalanya sebelum memasukan kembali sawi putih tadi ke dalam kulkas dan mengganti bahannya untuk membuat sup.

Kai yang melihat hyung cantiknya ini sedikit terkekeh. Masih pagi tapi Kyungsoo bisa membuat rasa kantuknya menguap entah kemana. Kyungsoo mengambil wortel serta kol dan mencucinya di wastafel. Kai melangkah mendekati Kyungsoo. Kedua tangannya melingkar di perut Kyungsoo dan menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukannya. Dagunya bersandar di bahu kanan Kyungsooo yang sempit. Tubuh Kyungsoo menegang, apalagi saat dirasanya nafas kai menerpa tengkuk dan telinganya.

"Ka-kai.."

CHUP

"Ngh!"

Tubuh Kyungsoo bergetar ketika lehernya dikecup bibir lembut Kai. Sensasinya seperti tersengat listrik. Tanpa Kyungsoo sadari, wajahnya sudah memerah bahkan sampai ke telinga belakangnya dan Kai bisa melihatnya dengan jelas. Hampir lupa jika leher Kyungsoo sedikit sensitif akan sentuhan halus. Terbersit sebuah ide untuk menjahili kekasih mungilnya ini.

Kai mulai menjilat sedikit leher Kyungsoo yang semakin bergetar. Memberikan kecupan-kecupan basah di sekitar leher samping kanannya hingga ke belakang juga ke bagian belakang telinganya.

"Nghh! Kai.." Kyungsoo menggigit bibir bawahnya untuk menahan desahan yang ingin melesak keluar dari mulut cantiknya. Matanya pun sudah menutup rapat entah sejak kapan.

Nafas Kai terus menerpa sekitar leher dan telinganya. Dan bibir Kai yang mengarah ke rahangnya membuat Kyungsoo mau tak mau menjenjangkan lehernya ke atas agar Kai lebih leluasa untuk menciuminya.

"Ahk!" Kyungsoo memekik kecil saat Kai dengan jahilnya menggigit kulit lehernya kemudian mengecupnya lembut. Dalam sekali gerak, Kai meraup bekas gigitan tadi dan menyedotnya dengan kuat. "Ahhmm.. Kaihh.. Ah!"

Kyungsoo menumpukan punggungnya pada dada Kai, dirinya mulai lemas. Kepalanya bersandar pada bahu tegap Kai. Segera Kai beralih ke telinga kanan Kyungsoo. Kai memasukan telinga Kyungsoo ke dalam mulutnya dan mengulum layaknya permen berperisa buah. Lidahnya membelai-belai lembut belakang telinga Kyungsoo dan membasahinya dengan saliva. Kai menggigit-gigit gemas telinga Kyungsoo karena rintihan-rintihan kecil yang dikeluarkan kekasih mungilnya itu.

"Mmhhm.. Kai.." Kyungsoo menggerak-gerakan kepalanya gelisah saat lidah Kai menyodok-nyodok lubang telinganya. Menelusuri lekukan daun telinganya. Kyungsoo mencengkram sisi wastafel di depannya karena tidak tahan dengan godaan Kai yang perlahan mulai merangsang dirinya. "Kai-ahh.. Ja-jangan begini.. uhh– "

Mendengar desah tertahan si mungil membuat Kai bersemangat untuk mengerjai tubuh kekasihnya itu. Tangannya dengan lancang mulai masuk ke dalam celemek dan kaos biru langit yang dipakai Kyungsoo. Meraba-raba perut datarnya yang lembut–putih mulus. Telunjuk kanan Kai memutari sekitar lingkar pusarnya membuat namja kecil itu merintih geli. Juga mengelus lubang pusarnya dengan jari tengah, memutarnya dengan gerakan sensual yang sukses membuat si namja cantik mengeluarkan lenguhan seksinya.

Sementara tangan kirinya merangkak naik untuk mencari tonjolan kecil di dada sebelah kirinya. Ketemu, Kai langsung mengelusnya sesekali memilin lembut tonjolan pink kecoklatan itu. Lalu tangan kanannya ikut memanjakan tonjolan di sebelahnya. Tonjolan itu Kai jepit dengan ibu jari dan telunjuknya, menggeseknya berulang kali. "Kaiiihhhh.. Aaaahh.." Kyungsoo yang tidak tahan dengan godaan Kai yang semakin menjadi itu pun akhirnya mendesah agak nyaring.

Sadar akan suaranya barusan, Kyungsoo buru-buru menutup mulutnya untuk mencegah desahan kembali keluar dengan kedua telapak tangannya. Dia juga menggigit bibir bawahnya kuat untuk menahan hasratnya.

"Jangan ditahan hyung.. Aku suka saat kau mendesah, sangat seksi hyung.." tangan kiri Kai yang nakal perlahan mulai turun ke bawah menuju selangkangan Kyungsoo.

"Mendesahlah untukku, baby Kyungie.." bisik Kai.

"Ah!" Kyungsoo terkesiap saat kejantanannya diremas dari luar oleh Kai. Dengan menggigit bibir bawahnya, Kai mulai meremas-remas kejantanan mungil di tangannya.

"Akh.. Kaiih.. janganhh.. hhahh.." Kyungsoo berucap dengan nafas tersengal.

"Akhh.. ohh.. emhm.. ahh.." mendengar desahan erotis Kyungsoo, Kai semakin menggila. "Unghh.. Kaihh- bukaahh.. sesakhh-ahh.."

Kai berhenti sebentar dari kegiatan meremasnya untuk membuka kancing celana jeans pendek yang dipakai Kyungsoo juga melepas celemek yang dipakainya kemudian melemparnya ke sembarang arah. Kai menggenggam penis mungil Kyungsoo dan mengocoknya pelan.

"Akhh.. mmhh.. Kaiiihh.. ssshh.. ohh.." mendengar desahan Kyungsoo yang semakin tak terkendali membuat Kai makin bernafsu. Kai membalik cepat tubuh Kyungsoo dan menyambar bibir mungil nan kissable miliknya. Melumat dan menyedotnya dengan kuat hingga lelehan saliva Kai melapisi bibir merah si cantik.

"Ummhh.. ahh.." mendapat celah bibir yang terbuka, Kai tak segan-segan langsung melesakkan lidahnya ke dalam mulut hangat Kyungsoo. Menjelajahi seluruh penghuni di dalamnya. Mengajak lidah mereka untuk bertarung, saling menekan, membelit untuk menunjukan siapa yang lebih mendominasi hingga Kai keluar sebagai pemenangnya. Kai memang pantas untuk merajai mulut Kyungsoo. Ah, tidak. Bukan hanya mulutnya saja tetapi juga tubuhnya karena Kyungsoo adalah kekasihnya. Miliknya.

"Selamat pa-WHAT THE HECK?!" Chanyeol melotot kaget saat ia memasuki dapur. Baekhyun yang ada di sebelahnya melotot tajam sambil menggeram marah. "Yak! Berhenti berbuat cabul pada Kyungie! Dasar Kai mesum!"

PANG

"Owch!" Kai meringis mendapat pukulan sayang dari panci yang dipegang oleh Baekhyun.

"Rasakan itu kkamjong jelek!" Baekhyun menjatuhkan panci dan bergegas mendatangi Kyungsoo yang bersandar pada wastafel dengan nafas terengah-engah.

"Kyungie, gwaenchana?" tanya Baekhyun sambil memegang pundak Kyungsoo.

"Ne, Baekhyunnie hyung." Kyungsoo tersenyum tipis. Dia agak kecewa karena kenikmatan yang dirasakannya tadi harus diganggu duo pasangan virus itu. Mata Baekhyun tanpa sengaja melirik penis mungil Kyungsoo yang memerah dan mengacung tegak. Owh, that's cute!


~Sofa curcol XOXO~

"Oh, lihatlah! Penis mungil milik Kyungsoo, itu membuatku lapar. Kau tahu, aku ingin sekali mencicipinya. Mengulum dan menyedot penis mungil itu, merasakan penis mungil itu berkedut-kedut di dalam mulutku, mendengar desahan seksinya, melihat wajah erotis penuh kenikmatannya, dan menelan cairan berwarna susu itu. Uhh, membayangkannya saja makin membuatku hard!" ucap Baekhyun sambil menyusut air liurnya dengan saputangan miliknya. Sedangkan disampingnya, Chanyeol hanya memutar bola mata malas kemudian menghitungi jari-jari tangannya, memastikan jari-jarinya masih ada sepuluh –utuh.-_-

~Sofa curcol XOXO~


Oh, sadarlah Byun Baekhyun!

Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya kuat untuk mengusir fantasi liar yang baru saja tercipta di otaknya. Sejak kapan dirinya mesum seperti Kai? Mata sipitnya pun beralih ke arah Kai dan menatap sinis. "Beraninya kau nge'rape' Kyungieku yang manis. Kau sudah bosan hidup, eoh?"

"Mwo? Kyungieku? Yak! Kyungsoo hyung itu kekasihku, milikku!" sahut Kai tak terima.

"Yah, terserah. Aku tidak peduli. Yang jelas aku tidak terima kau berbuat mesum pada Kyungie di pagi hari, apalagi di dapur!" sungut Baekhyun.

"Ne, Baekhyunnie hyung benar! Walaupun Kyungsoo itu kekasihmu, tapi kau tidak bisa berbuat seenaknya begini." Chanyeol ikut menyuarakan protesnya. Dia beringsut mendekati Kyungsoo yang bersusah payah memakai kembali celana yang dilempar Kai tadi. Sepertinya Kyungsoo berusaha untuk tidak turn on kembali. "Baby Kyung, gwaenchana? Mau ku bantu?"

"Mwo? Yak!" Kai berseru marah. Ingin menarik tangan Kyungsoo tapi Baekhyun mendeathglarenya.

"Jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, Chanyeol!" ancam Baekhyun, membuat Chanyeol mengkeret seketika.


~Sofa curcol XOXO~

"Ayolah! Apa salahnya aku membantu baby Kyung memakai celananya? Toh, dia pun tidak melarangku. Lagipula baby Kyung itu lambat jika dalam kondisi seperti ini. Aku takut aku akan langsung menyerangnya di tempat! Kalian kaget? Oh, tidak perlu. Bukan hanya aku saja, semua orang yang melihat baby Kyung seperti itu pasti tidak akan tahan. Kyungsoo itu Uke Idaman semua orang. Jadi wajar, kan?" Chanyeol masih tetap menghitungi kesepuluh jarinya, membuat Baekhyun mengibaskan tangannya malas.

~Sofa curcol XOXO~


"Annyeong yeoro-WHAT THE HELL IS GOING ON?!" pekikan Luhan yang baru memasuki dapur membuat semua orang mengalihkan pandangan padanya. Sehun yang berdiri di sampingnya pun hanya bisa melongo bodoh.

"Oh, baby Sooie! What happen with you, honey? Are three of them who to do this shit at you?" Luhan memeluk Kyungsoo, mengelus-elus rambutnya sayang. Oh, demi bubbletea rasa taro kesukaannya! Dia bersumpah akan mengubur hidup-hidup orang yang berani berbuat tidak senonoh pada pororo kesayangannya ini.

"Bukan kami, tapi DIA!" pasangan virus itu serentak berteriak dan menunjuk ke satu arah, Kai.

"Kkamjong! Beraninya kau!" belum sempat Luhan menyambit kepala Kai dengan tutup panci di atas meja makan, suara berat terdengar.

"Ada keributan apa ini?" oh, Kris ternyata. Diikuti member-member lainnya yang baru bangun. Mata elang Kris melirik penampilan Kyungsoo yang acak-acakan. Saliva menempel dibibir merahnya yang membengkak dan satu bercak merah menyala menghiasi leher bagian kanannya.

"Kyungsoo, kau.." serempak BaekYeol dan HunHan menunjuk ke arah Kai. Alis Kris berkedut tak senang. Kris menatap Kai tajam, sukses membuat nyali kai menjadi ciut. Ditambah tatapan tajam semua member –kecuali Kyungsoo tentunya- yang mengarah padanya. Kai yakin dia tidak akan selamat pagi ini.

"Guys.." Kris menatap semua member kemudian melotot pada Kai. "Hajar dia!"

"YEEEEEEEEEEEEAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHH~~~"

"AAAAAAAAAAAAAAA–"

BAK BUK BAK BUK PLAK PLOK PLAK PLOK DUESH DUESH DUESH DUARRR~~

"K-KAI!" Kyungsoo berlari panik menghampiri Kai yang tergeletak tak elit di lantai. Wajahnya benjolan semua. Sepertinya semua member sangat dendam padanya. Terutama Baekhyun, Luhan, Tao, Lay dan Xiumin. Mereka yang paling bersemangat menghajar Kai. Bisa dibayangkan seperti apa mengenaskannya Kai sekarang. Ckck.

"Biarkan saja, Kyung. Itu balasan karena dia sudah berbuat hal yang tidak baik." Ucap Kris dan diangguki Suho dibelakangnya.

"Sudah-sudah. Biar aku saja yang memasak. Luhan hyung dan Sehunnie, kalian jaga uri Kyungie. Jangan sampai bocah hitam itu berani nge'rape' Kyungie lagi!" ucap Lay.

Luhan dan Sehun yang mendengar ucapan –perintah- Lay meletakan tangan kanan di pelipis tanda hormat seraya berkata, "Ay, ay, captain!"

Setelahnya mereka mengangkat tubuh mungil Kyungsoo dan masuk ke kamar mereka bertiga. Sebelum hendak mengunci pintu, Chen, Xiumin dan Tao keburu menyeret HunHan keluar kamar.

"Kalian juga keluar!" dan..

BLAM

Tao membanting pintu kamar HunHanSoo dengan sadis dan mengunci Kyungsoo dari luar kamar. Sepertinya Tao masih kesal karena tidak kebagian nge'rape' Kyungsoo. Duh, Tao. Please deh, jangan jadi cabul kayak si item areng itu. -_-

Dan, Kyungsoo yang terkunci hanya bisa berdiri lemas, percuma berteriak minta dibukakan pintu. Tak akan ada yang mau mendengarkannya. Kyungsoo menghela nafas pasrah. Setiap hari selalu saja begini.


~Sofa curcol XOXO~

"Hm, sebenarnya aku tidak tahu harus merasa apa, senang atau sedih? Mereka terlalu overprotective padaku. Tapi, hey! Kai adalah kekasihku! Sampai kapan mereka akan bersikap seperti ini? Kadang aku lelah. Menjadi Uke Idaman tidak selamanya menyenangkan. Bagaimana dengan pendapat kalian?" uri Kyungie berkata dengan wajah polos yang berbinar. Membuat Kai yang ada disebelahnya menahan hasrat untuk tidak menyerang si mungil di tempat. Kan tidak elit. -_-

~Sofa curcol XOXO~


Tak berapa lama keadaan kembali seperti sedia kala. Dan para member pun memulai aktifitas pagi mereka masing-masing. Yah, kecuali untuk Kyungsoo yang hanya bisa terduduk di kasurnya sampai seruan untuk sarapan terdengar dan Luhan atau Sehun akan membukakan pintu kamar mereka.

Lalu, Kai?

Kurasa kalian tahu bagaimana keadaan Kai sekarang. Untuk menggambarkannya mungkin hanya satu kata. MEMPRIHATINKAN. Yah, begitulah. Silahkan berimajinasi sesuka kalian.

Dan membercomplex ini mengakhiri cerita Do Kyungsoo di pagi hari yang cerah.

.

.

.

.

.

.

_To Be Continued_

Status : Chapter 1 END


Nagi's Bacotan :

Balik lagi sama gue author ngehe, hohoho~ *ketawasanta*

Hueee~ gue telat ngucapin. Happy Birthday to Kyungsoo dan Kai! Happy KaiSoo day, Kaisoo month, KaiSoo de el el(?). Maklum, orang sibuk. *sombongbanget-_-* gue mau kerja lagi dan kayaknya bakal lama update. -.- Tapi kalo ada kesempatan, gue bakal publish ff. Tenang aja~

Kemaren update gue lupa ngucapin. Tapi, nggak apa2 lah ya. Mau gue ngucapin kek, mau kagak kek, nggak ngaruh ini ._. Yang penting mereka tetep satu dan saling mencinta~ #bletak

Gimana sama ffnya? Semoga suka ya. Hehe~ maap kalo kurang memuaskan u,u

Chapter awal bahasanya masih rada2 formal gitu, tapi nggak tau deh chapter2 selanjutnya. Bakalan lebih nyeleneh dan lebih ngocol dari ini kayaknya ._.v

Thanks buat readers and siders. Gue cinta lo semua weh!

Salam Cipok Basah!

.

.

Last,

Review juseyo~ /kedip2manjabarengD.O/