Up date for GGP (Disingkat)
Hantu anak perempuan menurut saya lebih seram.
Naruto (c) Masashi Kishimoto
Story and OC (c) Me
Chapter 2
GHOST GIRL TERROR
"AKAMARU!" Teriak Kiba histeris.
"Su... sudah tenang... Kita laporkan ini pada Tsunade-sama terlebih dahulu..." Kata Kakashi berusaha menenangkan Kiba. Kiba diam dan kemudian mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Ki...Kiba?" Panggil Kakashi melihat tinggkah laku Kiba yang aneh seperti itu.
"Tak akan ku maafkan! Hantu itu... Tak akan kumaafkan!" Teriak Kiba. Semuanya sangat tegang kecuali Lee yang masih santai saja. Kemudian ia menoleh kearah hutan yang dalam, cahaya matahari nampak sulit untuk menembus kerimbunan dedaunan pohon di hutan itu. Tepat ke arah jalan yang dilalui Naruto. Lee menyipitkan matanya dan berjalan memasuki hutan tersebut.
"Lee! Kau mau ke mana?" Teriak Tenten. Lee terdiam dan masih berusaha melihat dengan teliti ke arah kedalaman hutan tersebut. "Lee!" Panggil Tenten sekali lagi. Lee akhirnya menyerah dan berbalik ke kawanan ninja yang telah diteror oleh hantu gak jelas.
"Lee tadi kau sedang apa?" Tanya Neji.
"Tidak. Tidak ada apa-apa..." Jawab Lee.
"Lee sekarang kita tidak boleh lengah... ku dengar... Hantu bisa muncul kapan saja..." Kata Gai dengan raut wajah shock dan terornya yang membuat mereka semua merinding. "Tapi kalau dipikirkan lagi tak mungkin muncul di siang hari..." Sekarang Gai memasang tampang berpikir.
"Benar juga ya..." Kata Sakura.
'Mungkin tadi hanya perasaanku saja... aku seperti melihat gadis kecil di tengah banyangan pohon tersebut...' Batin Lee.
Jauh di dalam bayangan hutan berdiri sesosok gadis kecil memakai yukata putih.
"Lee-kun... kau juga..."
~X~
"Hah?" Tsunade nampak tidak percaya dengan pernyataan Kakashi dan Yamato di kantornya. Begitu pula Shizune yang menatap sambil mengangkat sebelah dari alisnya. "Aku tidak mengerti dengan yang kalian bicarakan tapi... mungkin aku akan memeriksa Ino untuk sementara."
"Tsunade-sama aku mengerti bila kau tidak percaya tapi... bila anda mengalaminya sendiri anda masih tidak akan mempercayainya?" Kata Yamato.
"Aku lebih percaya terhadap mitos yang lebih masuk akan di dunia shinobi dibandingkan dengan hantu anak kecil yang meminta bermain terus. Kalian yakin itu bukan tehnik kugutsu atau semacam-nya?" Tanya Tsunade lagi.
"Neji sudah memeriksa... tidak ada benang chakra ataupun keberadaan shinobi lain di sekitar daerah perkemahan kami," Jawab Kakashi.
"Astaga... kenapa bisa seperti ini..." Kata Tsunade sambil memegang kepalanya. Sementara Shizune sedikit berpikir tentang hal itu.
"Lagi pula... Tsunade-sama... Akamaru, ajing ninja Kiba juga menghilang pada malam yang sama saat kami pergi. Bau dan keberadaannya juga menghilang tanpa jejak sama sekali," Kata Kakashi lagi.
"Akamaru... lalu Kiba?"
"Menangis dengan meraung-raung tidak jelas."
"Aku mengerti... Shizune kau di sini dan bereskan pekerjaanku. Aku akan memeriksa keadaan Yamanaka Ino sebentar."
"Apa! Kau tidak bisa meninggalkan aku dengan..." Shizune berhenti berbicara dan mulai menelan ludah karena melihat wajah berkerut Tsunade. Dengan tatapan mata nenek-nenek berumur lebih dari 50 tahun itu mampu meluluhkan ketegaran Shizune. "Ba... Baiklah..."
'Tsunade-sama jauh lebih menakutkan dari pada hantu... mungkin dia hantu yang sebenarnya..." Batin Shizune. Setelah Kakashi, Yamato dan Tsunade meninggalkan ruangan. Meninggalkan Shizune dengan setumpuk pekerjaan tak ada batas dan cash bon utang tak terbayarkan.
Di rumah sakit, mereka bertiga berjalan di koridor yang penuh dengan beberapa orang yang berlalu lalang. Saat sampai di depan kamar rawat Ino mereka di sambut Naruto dan Sakura. Naruto yang ketakutan langsung berlari dan berlutut di kaki Tsunade.
"Baa-chan... Ino bagaimana...?" Tanya Naruto ketakutan. Kemudian ia dijitak oleh Tsunade.
"Memalukan!" Katanya lalu memasuki pintu kamar rawat Ino. Sakura dan kedua jounin itu mengikuti mereka meninggalkan Naruto yang terkapar. Sakura yang melihat itu hanya berkata dalam hatinya.
'Sebenarnya aku juga ingin seperti itu sih... tapi memalukan sekali...' Batin Sakura.
"Sakura," Panggil Tsunade.
"Ya."
"Bagaimana keadaan sementara Ino?"
"Ya... itulah yang aku bingungkan saat ini. Dari kemarin sampai sekarang ia tak kunjung sadar. Padahal semuanya baik-baik saja."
"Begitu," Tsunade memeriksa Ino sekali lagi dan kemudian matanya terpaku pada gelang yang melekat pada pergelangan tangan Ino. Kemudian ia mengangkat tangan Ino dan menunjukan gelang tersebut. "Dari mana ia mendapatkan gelang seperti ini. Ini baru pertama kali aku lihat?"
"Di hutan... mungkin saat perjalanan pulang dari menengok tempat kejadian yang dikatakan Naruto pertama kali melihat hantu tersebut," Jawab Kakashi. Tsunade hanya mengangguk dan kemudian mengambil gelang yang melekat pada pergelangan tangan itu. Naruto yang setengah sadar masuk dengan memegang kepalanya. Saat masuk ia melihat bayangan anak kecil itu lagi kali ini dengan tanpa ekspresi dan wajahnya sedikit terhalang oleh bayangan sinar matahari yang masuk dari jendela. Tapi terlihat jelas matanya yang berwarna merah.
"WAAAA! ITU HANTUNYA!" Teriak Naruto histeris mengagetkan seisi kamar tersebut kecuali Ino yang tertdur. "Itu-itu di sebelah Tsunade-baachan!" Naruto menunjuk-nunjuk ketika bayanga itu hendak memegang tangan Tsunade. Tsunade menolehkan kepalanya dan bayangan itu leyap. Naruto masih shok dengan kejadian barusan dan tersu menunjuk ke arah yang sama.
"Maksudmu aku ya!" Teriak Sakura mendekati Naruto kemudian berusaha memukul wajahnya. Naruto semakin pucat dan kemudian berhasil kena hantaman maut Sakura.
"Ada-ada saja kalian..." Kata Yamato.
"Diam! Ini rumah sakit!" Teriak Tsunade berhasil membuat mereka diam.
"Baik..." Jawab keduanya. Sementara Kakashi dan Yamato sudah menghindar dengan tampang kaget mereka.
"Gelang ini mau aku bawa terlebih dahulu. Sementara itu kalian beristirahatlah selama beberapa hari," Perintah Tsunade kemudian keluar dari kamar rawat. Sakura berhenti kemudian mendatangi samping tempat tidur Ino.
"Ino..." Gumam Sakura.
'Ke... kenapa hantu itu... muncul lagi...' Batin Naruto.
~X~
Tsunade sudah berada di kantornya dan duduk rapi di kursinya sambil terus mengamati gelang dengan gandulan salib dengan mata ruby tengkorak itu. Sementara Shizune sibuk memeriksa dokumen ninja yang dulu dan membuangnya bila tidak perlu.
"Shizune... apa kau pernah melihat gelang ini sebelumnya?" Tanya Tsunade.
"Tsunade-sama! Bantu aku mengerjakan semua gundukan kertas ini!" Teriak Shizune.
"Jawab pertanyaanku dulu!"
"Baik... Em... tidak aku tidak pernah lihat..." Kata Shizune.
"Begitukah? Lalu untuk perihal Akamaru yang di culik oleh hantu...?"
"Kami sudah mengirim pasukan pencari dengan anjing ninja. Sampai saat ini hasilnya nihil. Akamaru seperti hilang tanpa jejak."
"... Shinobi seperti apa yang bisa mengelabui jejak dan penciuman anjing ninja? Ini benar-benar mustahil."
"Aku setuju... tapi mungkin yang dikatakan oleh Kakashi dan Yamato itu benar. Aku juga pernah dengar cerita tentang hantu gadis kecil yang mengajak bermain."
"Hah?"
"Iya benar. Sebenarnya cerita itu baru eksis setelah 3 tahun berlalunya perang shinobi dunia ke 3. Hantu anak kecil tersebut sering muncul di hutan dalam pada malam hari. Atau pada hari mendung. Ia bersembunyi di antara bayangan hutan saat masih siang. Hantu yang tak pernah tidur," Jelas Shizune.
"Kalau dipikirkan lagi memang benar aku juga pernah mendengarnya tapi... sekarang masalah gelang ini. Shizune aku ingin kau menyelidiki gelang ini dan beri laporan secepatnya."
"Lalu bagaimana dengan tumpukan kertas ini?"
"Terpaksa.. biar aku yang mengerjakan..."
"Apa!" Teriak Shizune tidak percaya 'Tsu...Tsunade-sama mau mengerjakan tugasnya?' Batin Shizune kemudian segera keluar dari ruangan tersebut. Kemudian Tsunade dengan malas memunguti kertas-kertas yang berserakan itu. Mata Tsunade terpaku kepada lembaran data seorang kunoichi yang terbilang sangat muda. Alisnya sedikit terangkat.
"..Hm.. Tokubetsu Jonin... Di usia semuda ini?" Gumam Tsunade menatap foto kunoichi tersebut. Lalu entah dari mana angin dingin bisa masuk ke dalam ruangan tersebut membuat Tsunade tak bisa bergerak sedikitpun. Keringat dingin mulai mengalir dari pelipisnya. Di belakangnya, di belakang Tsunade sudah berdiri seseorang atau semahluk tak berbayang. Tangan pucat itu terjulur sangat dekat dengan Tsunade. Tsunade semakin panik! Tubuhnya bergetar hebat dan ia merasa suhu tubuhnya sudah semakin menurun.
"Tsunade-bachan!" Teriak Naruto yang membuka pintu tersebut tanpa di ketuk terlebih dahulu. Tsunade tersadar, suhu ruangan kembali normal. Namun Tsunade sama sekali tidak bisa mengendalikan napasnya yang terengah-engah dan ketakutan. Tubuhnya sedikit basah oleh keringat.
"A... ada apa... Naruto...?" Tanya Tsunade berdiri dengan bantuan meja kerjanya. Naruto sedikit bingung dengan perilaku Tsunade yang aneh itu.
"I... Ino..." Kata Naruto terputus-putus.
"Ada apa dengan Ino Naruto?" Tanya Tsunade memegang kepalanya yang terasa sakit itu. Seakan seluruh tenaganya terkuras habis. Tsunade bersandar pada meja kerjanya dan menatap Naruto.
"I.. Ino sudah sadar tapi..." Kata Naruto mengehentikan bicaranya membuat Tsunade terkesiap dan menatap Naruto dengan tatapan mengira-ngira dan terkejut.
~X~
Tsunade dan Naruto berlari di koridor rumah sakit tersebut. Mereka bergegas ketika suara jeritan dari sebuah kamar terdengar semakin jelas. Mereka berdua segera memasuki pintu tersebut dan mendapati Kakashi dan Yamato memegangi kuat-kuat kedua tangan Ino dan Sakura yang terlihat bersusah payah akan menyuntikan obat penenang tapi rontahan Ino semakin menjadi.
"Ada apa ini! Sakura!" Kata Tsunade tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Ino semakin kuat untuk memberontak dan berteriak tidak jelas.
"Naruto! Bantu kami!" Kata Kakashi memberi perintah kemudian Naruto akan memegang kakinya. Tapi saat tangannya menyentuh tubuh Ino ada sesuatu yang dilihat dan didengarnya. Naruto seakan terbawa ke alam yang lain. Semuanya putih dan terang.
"Di mana ini?" Tanya Naruto pada dirinya sendiri.
Hiks... Hiks...
"Suara tangisan?" Naruto melihat seseorang anak kecil ia menangis dan menutupi wajahnya. Ia sendirian saja. Naruto sama sekali tidak bisa mendekat ataupun bergerak ia hanya diam terpaku menatap gadis kecil tersebut. "Kenapa menangis...? Kenapa...?"
Sesaat Naruto kembali tersadar. Ia dengan singgap menahan kedua kaki Ino dan Sakura berhasil menyuntikan obat penenang di bantu Tsunade di sana. Naruto akhirnya melepaskan pegangannya dan menatap mereka yang kelelahan menahan Ino.
"Ini... Tak pernah terjadi sebelumnya..." Kata Sakura.
"Memang tidak pernah... tidak pernah ada pasien yang seperti ini..." Kata Tsunade.
Naruto hanya diam memperhatikan mereka yang terdiam. Seperti seorang yang keluar dari rumah hantu dan seorang yang berhasil terselamatkan dari maut. Wajah mereka sedikit pucat. Narutopun tertunduk memikirkan apa yang dilihatnya barusan itu.
Naruto...
Naruto terkesiap kaget mendengar namanya dipanggil. Ia-pun menoleh mendapati tak ada seorangpun di belakangnya. Karena tak mungkin Tsunade ataupun Sakura yang memanggilnya dan tak mungkin Kakashi ataupun Yamato yang memanggil karena mereka berdua laki-laki sedangkan suara itu adalah suara anak perempuan. Entah kenapa muncul sesuatu di benak Naruto dan iapun berlari ke tempat itu.
"Naruto!" Teriak Sakura yang memanggil. Lalu di tangan Ino terlihat gambar sesuatu. Gambar menyerupai pentagram yang tentu saja langsung menghilang dalam sekejab tanpa disadari oleh semua yang ada di sana.
"... Aku butuh penjelasan yang masuk akal tentang ini...!" Kata Tsunade.
~X~
Sementara itu Shizune sedang berjalan-jalan di daerah pertokoan dan akan menuju suatu gubuk yang cukup sederhana dan kemudian masuk ke dalam gubuk tersebut. Di sana sudah ada kakek-kakek duduk menghisap pipa rokoknya. Di sekelilingnya terdapat banyak sekali barang-barng antik yang cukup kuno.
"Maaf aku butuh sedikit bantuan tentang... gelang ini..." Ia memberikan gelang itu pada kakek-kakek tersebut.
"Bukankah kalian bisa mencarinya di perpustakaan?" Tanyanya.
'Seakan kau bertanya aku tidak mencoba ke sana,' Batin Shizune cemberut.
"... Aku pernah melihat ini sebelumnya..." Katanya lagi.
"Apa!"
TBC
Pentragram adalah bentuk bintak terbalik yang biasanya dilambangkan sebagai lamabang setan. Ada lagi tanda berupa Hexagrm yang berbentuk bintang segi enam.
Read and Review please!
Kid Ghost is scary! And i love her!
