MOCHI JIMIN
PARK JIMIN AND BTS MEMBERS
HUMOR. ROMANCE.
PART 2 : JIMIN IN HOSEOK'S EYES
FCKBYEOLOUS
©2017
.
.
.
Hoseok sedang mendrible bola basket yang ada ditangannya lalu melakukan lay up hingga membuat bolanya masuk kedalam ring. Hoseok tersenyum puas lalu mengambil kembali bola basketnya yang menggelinding keluar lapangan.
Hoseok tahu persis jika sekarang ia sedang sendirian dilapangan indoor kampusnya. Tetapi ketika ia membungkuk mengambil bola basketnya, sepasang sneaker putih berada tepat didepan matanya.
Hoseok mengambil basketnya dan menegakkan tubuhnya, melihat siapa yang sedang ia temui dilapangan indoor ini. Ia langsung tersenyum melihat Jimin yang tengah berdiri canggung didepannya.
"Ung, hai Hobi Hyung." sapa Jimin ramah. Ia tersenyum sangat manis hingga membuat Hoseok terpesona oleh kekasih Min Yoongi itu.
"Hai Jiminie. Sedang apa kau disini?" ia memperhatikan Jimin yang sedang memegang botol air putih dan handuk kecil.
"Ung, Jimin mencari Yoongi hyung. Tapi sepertinya Yoongi hyung tidak latihan hari ini." ucap Jimin murung.
Hoseok mengerutkan dahinya. "Yoongi memang tidak latihan hari ini Jim. Apa dia tidak memberi tahu mu?"
'Kurang ajar sekali Min Yoongi itu. Jika aku jadi dia aku tidak akan pernah menyia-nyiakan kebaikan Jimin.' pikir Hoseok. Geram sekali melihat Jimin murung karena Yoongi.
Jimin menggeleng-geleng lucu. Pipinya semakin terlihat lucu ketika ia menggembungkan pipinya. Apa lagi bibirnya yang dimanyunkan itu, astaga Hoseok bisa saja lepas kendali dan menyerang Jimin.
"Jimin ingin memberi kejutan pada Yoongi hyung. Jadi Yoongi hyung tidak tahu Jimin akan kesini." jelas Jimin. Ia tersenyum simpul menatap botol air ditangannya, lalu menyodorkan botol itu pada Hoseok. "Ini buat Hobi hyung, Hobi hyung pasti haus."
Hoseok hanya diam tanpa berniat mengambil minuman itu. Pikirnya sih, itu kan bukan untuk dia.
"Setidaknya Jimin bisa membantu Hyung. Dari tadi Jimin memperhatikan hyung main basket, Jimin fikir hyung pasti haus."
Hoseok sampai tidak tega menolak air dari Jimin. Pemuda manis itu baik sekali. Hoseok akhirnya mengambil botol air itu. "Terima kasih Jiminie, kau baik sekali." ucapnya lalu mengusak pelan rambut Jimin.
Jimin hanya tersenyum lebar, pipinya yang gembil menggoda Hoseok untuk mencubitnya. "Aigo kau lucu sekali sih Jiminie." ucap Hoseok. Ia melepaskan tangannya dari pipi Jimin dan meminum air dari Jimin hingga setegahnya. Ia benar-benar haus.
Jimin tiba-tiba saja menggeleng lucu. Rambutnya yang berwarna pink ikut bergoyang karena ia menggeleng. Hoseok gemas setengah mati. Dalam hati ia bergumam, 'Aku ingin menikahi pemuda ini.'
"Jimin tidak lucu hyung. Jimin juga laki-laki!" pipinya yang seperti buntelan bapau semakin menggembung. Hoseok ingin menggigitnya, sungguh.
Dan memang dasarnya Hoseok adalah orang yang jahil. Jadi ia semakin gencar menggoda Jimin. "Kau itu lucu sekali Jiminie. Jika aku jadi Yoongi aku tidak akan pernah melepaskanmu dari ranjangku."
Jimin semakin memajukan bibir bawahnya. Dahinya berkerut, ia marah. "Tidak hyung! Jimin tidak lucu. Jangan bilang begitu lagi, atau Jimin akan marah!"
Lihatlah cara dia berbicara saja sudah lucu. Tidak ada orang sepolos Jimin yang akan mengatakan ia akan marah. Astaga, Hoseok benar-benar jatuh cinta pada pesona Park Jimin.
Hoseok terkekeh geli. Ia mendekat pada Jimin dan mengusap-usap rambut Jimin dengan sayang. "Andai saja aku bertemu denganmu lebih dulu dari Yoongi, Jimin. Aku rasa yang akan menjadi pacarmu adalah aku."
Jimin menyipitkan matanya. "Jika Yoongi hyung mendengarnya, Hobi hyung akan dipukuli." ucapnya.
"Siapa yang peduli dengan kakek-kakek pemarah itu?" Hoseok menyeringai.
Tak lama setelah itu Hoseok merasakan seseorang merangkulnya dari belakang. Melihat tangan putihnya membuat Hoseok memucat.
Ini dia si Min Yoongi.
"Aku mendengar namaku disebut-sebut. Dan Jimin sedang dirayu." ucapnya. Terlalu santai untuk seseorang yang baru saja mendengar pacarnya dirayu orang lain.
"Tolong katakan jika tadi aku salah dengar, Jung Hoseok."
Jimin terkekeh, sedangkan Hoseok menciut. Yoongi itu orangnya benar-benar tegas. Hoseok pernah disuruh berkeliling lapangan 30 menit karena ia tidak latihan 2 kali. For your information, Yoongi asisten coach dikampusnya sekaligus menjabat sebagai kapten.
"Hyung-nim kau salah dengar." ucap Hoseok sambil mengedipkan matanya pada Jimin. Sebenarnya menyuruh Jimin untuk tidak membuka rahasianya.
Tetapi sayangnya Jimin menunjuk Hoseok. "Apa Hobi hyung baru saja mengedip padaku?" tanyanya polos.
Yoongi mendengus, ia mengencangkan rangkulan tangannya dileher Hoseok hingga membuat Hoseok menunduk kearah Yoongi. "Kau mengedip pada Jimin? Kau bosan hidup kuda?!"
Hoseok batuk-batuk, sedangkan Jimin tertawa puas. Hoseok baru saja akan merutuk, tetapi urung ketika melihat Jimin tertawa dengan sangat bahagia. Ia seperti seorang dewi romawi, pikir Hoseok. Padahal ia belum pernah melihat dewi romawi.
"Cantiknya." gumam Hoseok disela batuk-batuknya.
"Apa kau bilang?!" dan Yoongi menambah satu kepalan tangannya untuk menekan puncak kepala Hoseok dan memutar-mutarnya disana. Membuat Hoseok semakin kesakitan.
"Ampun hyung! Aku tidak akan merayu Jimin lagi! Lepaskan aku!"
Jimin hanya tertawa melihatnya. Lucu sekali melihat Yoongi yang cemburu karena temannya merayu Jimin. Dan juga melihat Hoseok kesakitan itu membuat perutnya tergelitik.
Bosan menghukum Hoseok, Yoongi melepaskan rangkulannya dan kepalan tangannya dari kepala Hoseok. Ia menatap Jimin yang masih tertawa hingga memegangi perutnya.
"Kenapa kau ada disini Jimin?"
Pertanyaan Yoongi membuat Jimin menghentikan tawanya. Ia tersenyum simpul pada kekasihnya itu. "Aku kira Yoongi hyung latihan sekarang, jadi aku kesini."
Yoongi hanya mendengus. Hoseok heran saja melihat Yoongi, bagaimana bisa ia mendengus pada kekasihnya? Kekasihnya yang lucu, imut, dan membuat orang ingin menculiknya itu, bagaimana bisa Yoongi bersifat buruk pada Jimin?
"Ayo pulang." ujarnya sambil berjalan menuju pintu keluar.
Hoseok memperhatikan raut wajah Jimin dengan seksama. Benar saja, Jimin murung sekali dan Hoseok juga melihat air mata Jimin berlinang.
"Oi hyung, Jimin menangis. Apa aku harus memeluknya?" tanya Hoseok dingin. Ia marah sekali bung.
Hoseok mendengar langkah kaki Yoongi berhenti lalu kembali mendekati mereka. Ia tidak mempedulikan Hoseok, tangan pucat Yoongi mengacak rambut Jimin lalu menghapus air matanya.
"Hey aku hanya mengajakmu pulang, kenapa kau menangis?"
"Yoongi hyung jahat."
"Aku kenapa?"
"Yoongi hyung jahat." ulang Jimin, ia memukuli dada Yoongi. "Yoongi hyung marah kan sama Jimin? Kenapa dingin begitu? Jimin salah apa?" lalu ia menangis sesegukan.
Hoseok hanya diam ditempatnya. Melihat Jimin menangis saja dia gemasnya minta ampun. Yoongi itu beruntung sekali mendapatkan Jimin, pikirnya.
"Iyaiya hyung jahat. Jangan menangis lagi Jiminie. Maafkan hyung oke?"
Jimin hanya diam, ia menghapus air matanya. Lalu matanya melebar ketika merasakan kecupan Yoongi didahinya. Ia merengek, "Hyung, ada Hobi hyung disini"
"Memangnya kenapa? Biar dia tahu rasanya cemburu." lalu Yoongi terdiam karena ucapannya.
Hoseok mendengus, ia memutuskan untuk kembali mendribble basketnya. Ia akan membiarkan pasangan itu berlovey-dovey sesuka hati mereka.
Hoseok melakukan shooting dari tengah lapangan. Sebelum ia melihat bola basketnya masuk ring, Hoseok mendengar Jimin mengejar Yoongi sambil bertanya nyinyir. "Jadi hyung cemburu ung? hyung tidak pernah cemburu. Apa benar hyung cemburu?"
Hoseok menggeleng-geleng. Merebut Jimin dari Yoongi? Sepertinya mustahil.
Part 2 : End.
[1] ada yang minta Taehyung didahulukan, tapi aku berfikir jika sebaiknya ada jeda kisah KookMin dan Vmin biar feelnya dapet /halah alasan.
[2] ada juga yang bilang Jungkook bagusan jadi seme. IH AKU SETUJU! Secara Kook itu udah daddy material banget! Fyi, aku penganut Yoonmin, Minyoon, Vkook, KookV!
[3] spoiler: next chapter Taehyung.
[4] thank buat reader yang udah review di chap pertama. Boleh dong chap ini di review juga~
