Annyeong~! Ucchan balik ngebawa chapt 1 nih! Reviewnya nyentuh (?) bangeet! Hiks hiks, sesama KangTeuk shipper memang harus saling menyayangi ne~~~! T.T
Heehee, sudah dari pada banyak cuap-cuap! Eh, Ucchan mau meralat judul videonya ya! Yang benar 'Eternity'! Kkhekhek, mianhae nee~!
Yak, RnR please?
::::::::::::::::::
UCCHAN MEMPERSEMBAHKAN…
Angel Who Lost His Wing
.
Main Pair: KangTeuk~
.
Pair: Akan muncul seiring cerita!
.
Disclaimer: Mereka semua milik diri mereka masing-masing! Kecuali Yesung dan Leeteuk! *nyengir* #DIRAJAM Clouds&Angels
.
Genre: Romance, Hurt/Comfort, Angst, Family, yang lainnya, tentukkan sendiri!
.
Rated: T *Untuk sekarang #SMIRK*
.
WARN: BL!BoysLove, ada CP-nya, plot aneh, gaje, genre gado-gado#PLAK, maybe typo, bahasa seenaknya! DLDR~!
SILAHKAN DIBACA CHINGU! DAN MOHON PENDAPATNYA YAH~
::::::::::::::::::
Bolehkah aku menceritakan sebuah kisah padamu? Kisah tentang cinta sejati dua insan yang berbeda.
Leeteuk, nama seorang Malaikat berparas cantik dan manis, yang merupakan anak pemimpin Malaikat disana, Yunho dan Jaejoong. Jangan salah, walaupun berparas cantik, Leeteuk adalah pria tulen. Hah? Kau bertanya kenapa Malaikat bisa punya gender? Ah, itu rahasia Tuhan… aku tidak bisa menceritakannya. Leeteuk sangat baik hati dan lembut. Itu membuat semua penghuni surga menyayanginya.
Bagaimana kalau kita lihat dulu kisahnya sedikit? Ya, kisah seorang Malaikat. Bagaimana caranya dia bisa jatuh dari surga, dan bertemu dengan 'dia'.
Itu terjadi saat Malaikat manis itu berumur 19 tahun. Jangan kau tanya bagaimana caranya Malaikat bisa punya umur! Karena aku juga tidak tahu!
"Teuki…! Ayo main~!" rengek Changmin, Malaikat yang masih bocah. Ditarik-tariknya lengan Leeteuk dengan manja. Leeteuk tersenyum manis lalu berkata dengan riang pada sepupunya itu, "Baiklah, ajak Jessica dan Yoona juga! Kita main di taman belakang!"
"Baik, Teuki!" Changmin mengangguk kecil, lalu mulai berlari menuju rumah teman gadisnya, Yoona dan Jessica. Kecil-kecil playboy! #PLAK
:
:
Leeteuk yang sampai lebih dulu, dengan sabar menunggu kedatangan tiga Malaikat mungil itu. Sudah jadi kegiatan rutin bermain dengan mereka. Leeteuk tidak keberatan. Dia malah senang karena mempunyai teman bermain. Oh, jangan salah sangka. Leeteuk tidak childish kok. Dia cuma terlalu menyukai anak-anak. Saking sukanya, dia mudah di bully oleh anak-anak itu…
Leeteuk duduk di bangku kayu panjang berwarna putih tulang. Di hadapannya tersuguh pemandangan yang sangat spektakuler khas surga. Yah, nggak bisa dideskripsikan deh! Soalnya author belum pernah ke surga… #PLAK
"Teukiii~! Maaf menunggu~!" teriakan cempreng Changmin terdengar. Leeteuk menoleh dan tersenyum melihat kehadiran dua gadis manis dibelakang Changmin.
"Apa kabar kalian, Yoona Sica?" tanya Leeteuk sambil membelai kepala dua Malaikat mungil itu.
"Baik, kak Teuki! Tadi kami sarapan dulu dirumah, jadi maaf kalau lama, ya." jawab Jessica dengan wajah sedih. Sayap putih bersihnya yang mungil mengepak dengan lemah. Yoona mengangguk membenarkan perkataan Jessica.
Leeteuk yang melihat raut wajah sedih Jessica dan Yoona jadi nggak tega, dipeluknya dua Malaikat itu dengan sayang. "Tidak apa-apa. Teuki tidak marah kok, jangan nangis ya…"
Jessica dan Yoona tersenyum dengan mata berbinar-binar. "Baik, kak Teuki! Terima kasiiih~! Kak Teuki memang yang terbaiik!" kedua Malaikat mungil itu balas memeluk Leeteuk.
"Buu… aku dicuekkin!" dengus Changmin kesal karena merasa dicuekkin. "Teukiii~! Ayo maiiin!" rengeknya sambil menarik paksa Leeteuk dari pelukkan dua gadis itu.
Yoona dan Jessica mengirim deathglare ke Changmin. Tapi Changmin membalas dengan meleletkan lidahnya kearah mereka. Anak nakal!
"Sudah, sudah. Ayo main! Hari ini kalian mau main apa?" lerai Leeteuk sambil tersenyum manis.
"Ayo main petak umpet!" usul Jessica. Yoona mengangguk setuju. Tapi tidak dengan Changmin. Dia merengut kesal.
"Iiiih, kalian! Itu 'kan permainan anak-anak! Kalian kekanak-kanakkan sekali!" serunya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Emang kamu bukan anak-anak gitu?" desis Yoona kesal.
"Iya! Jangan sok dewasa! Bocah umur 5 tahun!" ejek Jessica dengan seringaian.
"Ap-" Changmin hendak membalas, tapi Leeteuk sudah menyudahi pertengkaran mereka.
"Sudah. Kita main petak umpet saja, Minnie. Jangan kasar pada anak gadis!" nasihat Leeteuk lembut. Sementara Changmin hanya mendengus kesal.
"Okee~! Biar Sica yang jaga! Soalnya Sica yang ngusulin!" ucap Jessica sambil tersenyum manis.
"Okeee~! Mulaaai! Satu… dua…" Jessica mulai menghitung sambil menyembunyikan wajahnya dibalik pohon. Semua mulai menyebar mencari tempat persembunyian.
Leeteuk yang entah kenapa kegirangan sendiri(?) memilih masuk kedalam hutan yang terletak disebelah selatan surga. 'Sica takkan menemukanku disini!' batinnya senang.
Uh-oh… tampaknya dia lupa akan sesuatu…
'Teuki… jangan pernah kau pergi ke hutan disebelah selatan surga…'
'Kenapa tidak boleh, ibu?'
'Karena itu adalah hutan yang terlarang bagi para Malaikat…'
:
:
Leeteuk terus berjalan. Saat dia sadar, dia sudah tersesat di hutan yang cukup lebat itu. raut wajahnya berubah drastis. Dia mengedarkan caramelnya pada sekeliling tempat asing itu. Oke, kini dia benar-benar panik.
"Ayah…?" panggil Leeteuk terbata. Sayap putih bersihnya mulai bergerak gelisah. Aww, lucunyaaa… #PLAK
"Ibu…?" air mata mulai berkumpul dipelupuk mata Leeteuk. Dengan penuh ketakutan, dia memacu kakinya untuk tetap berlari. Tanpa sadar… ya, dia telah berada tepat ditengah hutan…
Leeteuk celingukkan dengan raut wajah pucat. Air matanya telah bercucuran sedari tadi. Dia semakin merasa takut karena langit sudah mulai menggelap. Jangan tanya padaku kenapa di surga ada pagi dan malam! Aku nggak tahu!
'Hah…?' Leeteuk mencium bau wangi. 'Bau apa ini? Harum sekali?'
Mengikuti instingnya, Leeteuk berjalan ke asal bau. Bau yang sangat menggoda. Manik mata Leeteuk menangkap sebuah lubang berisi air jernih yang terletak disekitar semak belukar.
"Lubang apa ini?" Leeteuk memandangi lubang itu dari jauh.
'Apa itu danau?' batinnya sambil memberanikan diri mendekati lubang itu. Lubang itu cukup besar untuk menampung(?) satu orang dewasa. 'Airnya tampak dangkal…'
Karena rasa penasaran yang sangat tinggi, Leeteuk mencoba mencelupkan tangannya digenangan air berwarna biru kehijauan itu.
SREEEK! Tanpa diduganya, air dangkal itu malah menghisapnya dengan sangat kuat! Leeteuk dengan panik berusaha menarik tangannya. Tapi arus air itu sangat kuat, sehingga membuat tubuh Leeteuk terhisap kedalam pusaran air itu.
"U-uwaaaa!" Leeteuk memekik panik. Oh Tuhan, apa yang harus dilakukannya sekarang?!
SRET! Sepasang sayap itu robek… ah tidak. Lebih tepatnya patah… sayap itu patah karena terkena sisi-sisi lubang yang amat tajam.
Leeteuk meringis menahan sakit yang amat sangat dipunggungnya. Rasanya punggungnya seperti diiris-iris!
Perlahan tubuh Leeteuk terserap masuk kedalam pusaran air itu. Beberapa bulu sayapnya terlepas, dan jatuh di pinggir danau.
Tubuh Leeteuk seakan terpisah-pisah…
"Apa aku akan mati, Tuhan…?" gumamnya sambil sesekali meringis dalam pusaran air itu. dia sudah pasrah pada Tuhan.
:
:
PLOP! Leeteuk merasa kakinya tidak menginjak apapun. Leeteuk menunduk, lalu mengangkat kepalanya lagi tinggi-tinggi dengan wajah pucat. Masalahnya, dibawahnya itu ada Bumi. Ya, Bumi tempat tinggal para manusia.
SIIIIIIING~! Tubuh Leeteuk meluncur dari angkasa menuju Bumi. Oke, kalau dari Bumi, itu terlihat seperti bintang jatuh! Leeteuk menutup matanya karena merasa sangat kepanasan. Coba kamu bayangin aja. Kamu jatuh dari langit. Kebakar gak tuh? #Slaped
Beberapa senti lagi sebelum menabrak sebuah jalan, dan…
DUK
DUAAAAK!
"Argh…" erang Leeteuk. Tubuhnya menabrak jalan dengan sangat keras. Terbukti dari lubang besar yang tecipta karena tertabrak Malaikat itu.
Leeteuk merasa kepalanya terbentur dengan sangat kuat. Pusing… itulah yang dirasakannya sekarang.
"Ugh… sakit… ayah… ibu…" bisiknya tertahan. Kelopak matanya perlahan menutup. Hanya sinar bulan dan kerlip bintang yang menemani Malaikat malang itu dalam tidurnya.
…
Ya, itu dia kisah Leeteuk. Bagaimana kalau kita beralih pada kisah yang lainnya? Kisah 'dia', seorang manusia biasa yang sebentar lagi akan mulai membuat memori bersama dengan sesosok 'Malaikat'.
Namanya, Kim Youngwoon. Untuk lebih nyamannya, mari kita panggil dia Kangin. Dia adalah seorang mahasiswa di Universitas Sapphire Blue. Tubuhnya tinggi tegap dan berbadan kekar. Dia ngekos, karena diusir orang tuanya. Katanya harus mandiri. Kangin punya banyak teman. Nggak kehitung deh! Walau Kangin itu orangnya moody dan suka kentut sembarang tempat, tapi dia adalah teman yang sangat baik dan setia. Dia tidak segan-segan menghajar orang yang mengganggu temannya.
Ya, sampai situ saja mujinya! Ntar dia kege-eran lagi! Nah, mari kita lihat sedikit kisahnya, oke…
Seorang pria berbadan tegap sedang duduk-duduk di balkon dengan wajah malas. Dark chocolatenya memandang kosong kearah langit malam yang berhiaskan bulan dan bintang itu.
Dia bosan dengan kerutinan sehari-harinya. 'Ahhh… aku pengen punya sesuatu yang baru dihidupku… tapi apa?' batinnya kesal.
SIING~! Sebuah sinar melintas lurus dilangit. Kangin mengerutkan dahinya. Bintang jatuh? Kenapa terang sekali? Kangin tidak ambil pusing. Dia melangkah masuk ke kamarnya. Dia memutuskan untuk mandi menghilangkan kepenatannya.
:
:
Kangin tengah menikmati mandinya. Dengan nyaman, di membaringkan tubuhnya di bathtub yang walau mungil, tapi cukup untuk menampung tubuhnya. Matanya menerawang jauh. 'Tadi itu apa…?' batinnya. Tengah malam. Ya, sudah tengah malam. Entah kenapa Kangin merasa sangat tidak nyaman!
Kangin membenamkan kepalanya lebih dalam dibathtub itu, dan mengakibatkan sedikit air merembes keluar. 'Kenapa perasaanku nggak nyaman ya…?'
:
:
Kangin memutuskan untuk jalan-jalan sebentar. Toh, dia tak bisa tidur. Kangin mengenakan jaket jeansnya lalu berjalan ke luar kamar. Setelah mengunci pintu, Kangin berjalan dengan santai ke luar kos-kosannya.
"Kemana ya~?" gumamnya sambil bersenandung. Akhirnya dia memilih membiarkan kakinya membawa dirinya. Yang tanpa sadar, membuat sang Takdir menyeringai…
Ini akan dimulai
Berpadu dengan jam
Ini akan dimulai...
Lagu
Takdir
Cinta
Dalam pencarian dari...
Sebuah keabadian...
Bagaimana… apa kau tertarik dengan kisah ini?
:::
TBC
Holllaaaaa~~! Ucchan udah nyelesain Chapt 1! Mianhae kalau gaje banget ne. Ucchan masih pemu? Laaa~!
Ne, Ucchan butuh sarannya! Jadi silahkan review kalau berkenan ne. Ucchan sangat hargai~!
Makasih udah ngereview ne, Ucchan akan balas! YAK, MULAAI~XD
BryanElfishy: "Iyaaa! Huwee, dikit banget! Hiks, hiks… yang rated M cuma sedikit pula… #PLAK ini Ucchan update, apa El chan suka? Gomawo reviewnya El chan!"
psykkh: "Ne~! Udah dilanjutin! Penasaran? Baca aja~! #PLUAK kehkehkehk, gomawo reviewnya Psy chan! *jadi inget gangnam style~*"
uchihaputry: "Hehhehe, bukan~! Eh, emang MVnya kyak gmana? Gomawo reviewnya Putry chan!"
TM: "Hehehhe, gomawo reviewnya M(?) chan!"
Wkwkwk: "Eonnie? Hehe, jadi malu~! Kehkeh, gomawo reviewnya Wk chan!"
parktevk: "Muaauauauhahu(?)! Suka angst? Sama dong! #PLAK udah nnton? Kehekhe, iya, ngena bangeet QMQ! Gomawo reviewnya V chan!"
LyaSiBum: "Arraseo~ Ucchan nggak apus. Gomawo reviewnya Lya chan!"
let's kt: "Hehhehe, ne ini udah 'naik' -w-. Ne, yang itu! Kekhe, gomawo reviewnya Kt chan!"
Triple(?)Guest: "Yosh, ini udah Ucchan lanjut! Kekeke, eh, eh, kayaknya sad ending~! Tapi tau deh, bisa berubah seiring waktu~! Gomawo reviewnya ne~!"
Yap! Sampai situ aja deh. Gimana pendapatnya? Ada yang perlu dihilangin? Dikurangin? Ditambahin? Silahkan review dibawah ini!
Singkat kata,
Review please?
