Like I'm Gonna Lose You
Main Cast: Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin
Side Cast: Choi Siwon (sonsaengnim)
Rate: T
Genre: Gender Switch (GS), Drama, Romance
HAPPY READING GUYS!
"Perkenalkan dirimu," Siwon sonsaengnim mempersilahkan yeoja itu untuk memperkenalkan dirinya, lalu tersenyum.
Sebenarnya siapa yeoja itu? Semua yang berada di ruangan tersebut bertanya-tanya.
.
.
.
.
"Annyeong," Yeoja tersebut tersenyum lembut lalu membungkukkan badannya. Sangat cantik! Siapapun yang melihatnya, pasti akan terpesona. Badannya yang mungil menggemaskan, kulitnya yang putih dan mulus, rambutnya yang ikal terurai bebas, dan matanya yang lentik. Hampir menunjukkan kata sempuna!
"Aku Byun Baekhyun. Kalian dapat memanggilku Baekhyun atau Baekki. Aku harap kalian semua bisa menerimaku disini. Menjadikan aku teman kalian." Lanjut yeoja itu.
"Baiklah, kau boleh duduk Baekhyun." Mendengar perintah Siwon sonsaengnim, Baekhyun pun langsung mencari tempat duduk. Mengedarkan pandangannya untuk mencari dimana kursi yang akan ia duduki. Seperti yang kalian ketahui, Sehun lah yang duduk sendiri. Dan memang hanya kursi disebelah Sehun yang tersisa. Akhirnya, Baekhyun memutuskan untuk duduk disebelah Sehun.
"Hai! Aku Baekhyun." Lagi-lagi yeoja itu tersenyum. Baekhyun memperkenalkan dirinya kepada Sehun.
"Oh Sehun." Ucap Sehun singkat. Ya, beginilah Sehun jika bersama dengan orang yang baru pertama kali ia temui. Kembali dingin seperti es. Kembali menunjukkan wajah datarnya.
Actually, Baekhyun tidak suka dengan orang yang sifat nya seperti Sehun. Pendiam, dingin, tampangnya seperti tidak mempunyai teman dan lebih asyik untuk menyendiri. Baekhyun lebih menyukai orang yang ceria, selalu tersenyum seperti dirinya sendiri. Tetapi, Sehun membuat Baekhyun penasaran.
Kelas pun berakhir, membuat para murid bersorak ria. Ya, ini adalah waktunya pulang. Semua murid berjalan ke arah pintu, keluar kelas. Tetapi tidak dengan Luhan. Ada seseorang yang menahannya.
"Kau... Luhan? Temannya Sehun, kan?" Ternyata yang menahan Luhan adalah Baekhyun.
Luhan tersenyum ramah kepada Baekhyun lalu mengangguk, "ya, aku Luhan. Dan Sehun adalah temanku."
"Eum.. Bolehkah aku berteman dengan kalian?" Tanya Baekhyun ragu-ragu.
"Tidak ada yang melarangnya Baekki, bertemanlah dengan kami." Luhan tersenyum lagi. Senyuman Luhan memang selalu membuat semua orang merasa tenang dan nyaman. Termasuk Baekhyun, yang baru mengenal Luhan.
"Kalau begitu, ayo kita pulang bersama! Dimana Sehun?" Ucap Baekhyun sangat antusias. Apalagi saat menanyakan keberadaan Sehun. Baekhyun menolehkan kepalanya kesana kemari untuk mencari Sehun.
"Eum.. tidak bisa Baek, aku sudah berjanji kepada Chanyeol untuk belajar bersamanya. Sehun juga hari ini ada latihan dance. Mian," Jelas Luhan memberitahu Baekhyun.
Ketika Baekhyun ingin menanyakan dimana tempat Sehun berlatih, Luhan telah pergi. Berlari meninggalkan Baekhyun dan kelas itu. Baekhyun pun hanya dapat menghela nafas.
Kini Luhan tengah berada di sebuah rumah yang sangat mewah. Sebanding dengan rumahnya sendiri. Ini semua hanya karena Chanyeol. Hanya untuk Chanyeol. Hanya demi Chanyeol! Chanyeol mengajak Luhan untuk belajar bersamanya. Oh! Lebih tepatnya Chanyeol meminta Luhan untuk mengajarinya. Luhan memang tidak bisa menolak ajakan Chanyeol. Chanyeol adalah orang yang sangat baik untuk Luhan. Chanyeol lah tempat dimana Luhan mencurahkan semua isi hatinya. Jadi, Chanyeol tahu betul apa isi hati Luhan yang sebenarnya.
"Seharusnya kau pulang denganku tadi.. kau tidak perlu menaiki bus." Ucap Chanyeol ketika mendengar suara pintu terbuka. Ia tahu bahwa itu adalah Luhan.
"Kau sendiri yang meninggalkanku, Chanyeol ah. Dasar munafik!" Cibir Luhan kesal. Luhan memang mengetahui sifat Chanyeol yang pelupa. Sangat tahu! Tetapi, bisakah sifat itu hilang? Pergi jauh-jauh dari seorang Park Chanyeol? Bisakah? Luhan sangat geram.
"Lu, ayo kita belajar! Ingat ne, kau sudah berjanji untuk mengajariku!" Kata Chanyeol mengalihkan pembicaraan.
"Aku ingin tahu, dimana letak aula nya?" Tanya Baekhyun kepada penjaga sekolah. Berhubung Baekhyun adalah murid baru, tentu saja ia ingin mengetahui tentang sekolah baru nya yang sangat luas ini.
"Kau hanya harus berjalan lurus dari sini. Paling ujung, ada pintu besar. Disitu aula nya." Ucap penjaga sekolah menjelaskan letak aula kepada Baekhyun.
Baekhyun pun berjalan sesuai dengan arahan yang diberi oleh penjaga sekolah tadi. Ketika sampai didepan sebuah pintu yang ukurannya cukup besar, Baekhyun mendengar suara dentuman musik.
"Apa ini aula nya?" Karena rasa penasaran Baekhyun yang sangat tinggi, ia pun masuk menerobos pintu besar tersebut.
"….."
Sangat tidak disangka! Kini, Baekhyun tengah berdiri dibelakang 2 orang namja yang sedang menari di iringi musik yang tadi ia dengar sebelum masuk ke ruangan ini. Kedua namja itu membelakanginya. Kedua namja tersebut telah berhasil membuat Baekhyun kagum kepada mereka. Baekhyun selalu memuji dalam hati setiap gerakan yang ditampilkan oleh kedua namja yang menari membelakanginya.
Sampai suara musik itu berhenti, begitu pula dengan kedua namja itu. Baekhyun menepuk kedua telapak tangannya berkali-kali. Yang artinya, Baekhyun memberi tepuk tangan kepada kedua namja yang telah selesai menari.
Kedua namja itu berbalik. Sadar akan adanya sebuah tepukan tangan seseorang. Kai dan Sehun. Ya, kedua namja tersebut adalah Kai dan Sehun. Kedua namja yang tadi menari membelakangi Baekhyun.
"Kau…?" Sehun menunjuk Baekhyun. Menyipitkan matanya yang sebenarnyasudah sipit.
"Baekhyun." Baekhyun sama sekali tidak heran dengan perlakuan Sehun. Ia tahu mengapa Sehun menunjuknya sambil menyipitkan matanya. Mereka hanya baru berkenalan satu kali. Dan selama duduk berdua pun mereka tidak pernah memulai pembicaraan. Pantas saja jika Sehun hanya mengingat wajah Baekhyun, bukan namanya.
"Hun, aku sudah ada janji dengan Kyungsoo. Aku duluan ne." Kai, namja yang tidak dikenal Baekhyun, berlari kecil meninggalkan aula. Tentu saja meninggalkan Sehun dan juga Baekhyun.
Sehun mulai membereskan barang-barangnya. Memasukan semua benda miliknya ke dalam tas. Tidak lupa dengan headset yang akan ia tempelkan ke telinganya. Mendengar lagu kesukaannya. Dan juga lagu kesukaan Luhan.
"Aku baru tahu bahwa kau pandai menari."
Suara itu menahan tangan Sehun yang sudah siap untuk memasangkan headset pada telinganya. Baekhyun. Baekhun lah pelakunya.
"Kau masih disini? Mengapa kau tidak pulang?"
Entah mengapa, Baekhyun merasa Sehun mengkhawatirkannya dengan menanyakan hal itu.
"Aku ingin mengetahui jelas tentang sekolah baru ku ini. Dan sialnya, diluar hujan deras." Baekhyun menghampiri Sehun yang sedang berdiri menghadap jendela.
"Kau suka hujan?" Tanya Baekhyun sekaligus mengikuti kemana arah pandangan Sehun.
"Luhan…"
Baekhyun heran dengan Sehun. Mengapa Sehun menyebut nama Luhan? Apa ada Luhan disini? Bukankah Luhan sedang belajar bersama dengan Chanyeol?
"Luhan?" Baekhyun kembali bertanya. Bermaksud untuk menanyakan apa maksud Sehun yang tiba-tiba menyebut nama Luhan.
"Aku dan Luhan suka hujan. Sangat menyukai hujan."
Baekhyun semakin bingung. Tapi ia memilih untuk mendengarkan Sehun.
"Aku dan Luhan selalu menunggu hujan dikala orang-orang menanti sebuah pelangi."
Baekhyun tetap mendengarkan Sehun. Sepanjang apapun kalimat-kalimat yang Sehun keluarkan dari mulutnya, Baekhyun akan tetap mendengarkannya.
"Aku dan Luhan selalu berharap awan akan merubah warnanya, menjadi hitam. Lalu turun rintik-rintik air yang lama-kelamaan semakin menjadi. Semakin banyak dan semakin deras. Disitulah aku dan Luhan merasakan kebahagiaan. Menari bersama dengan bulir-bulir air yang turun dari langit. Aku dan Luhan menari dibawah hujan. Tidak peduli dengan hawa dingin yang menerpa tubuhku dan juga tubuhnya. Walau keesokan harinya, kami akan jatuh sakit dengan waktu yang bersamaan." Sehun tertawa kecil mengingat kejadian itu. Kejadian yang ia ceritakan kepada Baekhyun. Dimana saat itu adalah saat pertama kali Sehun dan Luhan bertemu.
FLASHBACK
Disebuah taman yang sangat indah, yang penuh dengan bermacam-macam bunga, udara yang segar untuk dihirup, terlihat seorang yeoja yang sedang duduk di salah satu kursi yang berada di taman tersebut. Sebut saja taman cherry. Memang banyak buah cherry disana. Oh iya! Yeoja itu Luhan. Luhan sangat menyukai buah cherry. Tujuannya ke taman ini? Tentu saja untuk mengambil beberapa buah cherry.
Ketika Luhan sedang memetik buah cherry secara diam-diam, ia dikagetkan oleh seseorang yang menabraknya. Alhasil buah cherry yang berada di ranjang, yang sebelumnya sudah ia petik, terjatuh. Menyebar kemana-mana.
"Mianhe, aku sama sekali tidak sengaja." Luhan terdiam. Tidak tidak! Luhan terpaku. Oh sebenarnya Luhan membeku! Entah mengapa Luhan tidak dapat bergerak saat melihat seseorang yang berada di hadapannya. Seseorang yang telah menabraknya.
Mata itu seakan-akan menghipnotis Luhan untuk terus menatapnya. Menjadi pusat objek untuk mata Luhan sendiri. Luhan suka mata itu. Apalagi saat mata itu kembali menatap Luhan. Menatap mata Luhan maksudnya. Luhan seperti melihat bintang disana, di mata itu. Tapi Luhan juga melihat bulan. Oh! Bahkan Luhan juga dapat melihat pelangi dimata itu. Sangat menakjubkan!
Yang menabrak Luhan adalah seorang namja. Tentu saja namja itu Sehun. Sehun juga selalu berkunjung ke taman ini. Ketika ia sedang ada masalah dan ingin menyendiri, Sehun pasti akan pergi ke taman ini. Taman cherry. Mencari ketenangan di taman tersebut. Taman ini memang tidak terlalu ramai, bahkan bisa dibilang sepi. Itulah alasan mengapa Sehun memilih tempat ini.
"Apa aku perlu memetik kembali buah cherry yang sudah kau kumpulkan?"
Sehun merasa dihiraukan oleh yeoja di hadapannya. Walaupun Sehun sudah mengibaskan tangannya di depan wajah yeoja itu, tetap saja tidak ada respon.
'Apa dia bisu?' pikir Sehun.
'Mengapa dia melihatku seperti itu?' Tiba-tiba saja detak jantung Sehun berubah menjadi cepat, tidak seperti biasanya. Tidak seperti sebelum ia menemui yeoja yang berada di hadapannya sekarang ini.
Hal itu membuat tangan Sehun beranjak naik memegang dada kirinya. Sehun sangat yakin yeoja itu pasti mendengar suara detak jantung Sehun yang memburu kali ini.
"Apa kau baik?" Luhan yang melihat reaksi itu langsung menanyakan apakah Sehun baik-baik saja, atau malah tidak.
'Oh bahkan suara nya sangat merdu' Sehun hanya dapat berkata seperti itu di dalam hatinya.
"Hey.. aku berbicara denganmu.." Kini gantian Luhan yang mengibaskan tangannya di depan wajah Sehun.
"A-aku baik. Maksudku, euumm.. aku Sehun. Siapa namamu?" Sehun tidak mengerti dengan dirinya sendiri. Mengapa ia begini? Dorongan dari mana yang membuat Sehun mengajak Luhan untuk berjabat tangan? Lebih tepatnya untuk berkenalan.
"Xi Luhan. Panggil saja aku Luhan." Luhan memamerkan senyumannya yang hampir saja membuat jantung Sehun keluar dari tempat asalnya.
Selanjutnya Sehun dan Luhan asik berbincang. Berbagi tawa satu sama lain. Tanpa mereka sadari, awan di langit sana berubah warna menjadi hitam. Angin pun ikut berhembus kencang. Tapi mereka tidak menghiraukannya.
Beberapa detik kemudian, ada sebulir air yang jatuh mengenai kulit Sehun. Itu bukan air mata Sehun ataupun Luhan. Melainkan, itu adalah air hujan.
"Hujan Lu." Ucap Sehun mengisyaratkan Luhan untuk berteduh.
"Wae? Aku suka hujan." Bukannya berteduh, Luhan malah berlari menerobos hujan.
"Sehun! Ayo kita menari dibawah hujan! Ini sangat menyenangkan!" Luhan berteriak mengajak Sehun untuk menari bersamanya dibawah derasnya hujan.
Tanpa pikir panjang, Sehun juga ikut menerobos hujan. Menghampiri Luhan, lalu menari bersamanya. Sampai hujan itu berhenti.
"Aku juga suka hujan Lu."
FLASHBACK OFF
"Hujan nya sudah reda." Kata Sehun memberitahu Baekhyun. Ya, seperti yang kalian ketahui, Sehun dan Baekhyun masih berada di ruang yang sama. Di aula tepatnya. Mereka menunggu hujan. Menunggu kapan hujan akan berhenti. Bukan mereka, sebenarnya Baekhyun yang menunggu hujan reda. Baekhyun meminta Sehun untuk menemaninya sampai hujan berhenti. Baekhyun memang tidak suka hujan.
"Oh. Ya, aku akan pulang sekarang. Terima kasih kau sudah menemaniku sampai hujan reda, Sehun." Baekhyun pergi meninggalkan aula.
Tanpa Sehun ketahui, Baekhyun menangis.
"Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku Oh Sehun. Apapun itu caranya." Baekhyun berlari sekencang-kencangnya sambil mengusap air matanya yang turun membasahi pipinya dengan kasar.
"Lu, apa kau ingat siapa nama murid baru di kelas kita?" Tanya chanyeol tanpa melihat wajah Luhan. Mereka berdua tengah berada di sebuah mobil. Mobil pribadi Chanyeol tentunya. Chanyeol sedang mengantar Luhan pulang.
"Namanya.. Baekhyun! Ya aku baru ingat. Tadi saat aku ingin keluar kelas, dia menahanku. Ku kira ada apa, ternyata dia ingin berteman denganku dan Sehun."
CKIIITTT
Tiba-tiba Chanyeol membanting stir mobil nya ke kiri. Membuat Luhan terkejolak kaget.
"CHANYEOL!" Chanyeol terengah-engah. Menarik nafasnya dalam-dalam lalu dihembuskan secara kasar. Dia sama sekali tidak sadar atas perlakuannya sendiri yang hampir mencelakakan Luhan dan juga dirinya. Chanyeol tahu ia salah. Apalagi saat melihat ekspresi Luhan yang tidak bisa ditebak, marah atau khawatir Chanyeol tidak tahu.
"Mianhe Lu, penglihatanku tiba-tiba kabur." Bohong. Chanyeol berbohong kepada Luhan.
"Kau tidak berbohong padaku kan? Apa kau baik-baik saja?" Luhan mencoba untuk memastikan Chanyeol. Ia menggenggam erat jemari Chanyeol.
"Tidak Lu.. aku baik-baik saja. Kau bisa lihat sendiri." Chanyeol terpaksa membohongi Luhan kali ini. Ia melebarkan kedua sudut bibirnya lalu mengusap lembut surai rambut Luhan yang panjang. Chanyeol tersenyum amat sangat tampan.
Luhan sama sekali tidak terusik dengan usapan Chanyeol pada rambutnya. Chanyeol memang sudah menganggap Luhan sebagai adiknya sendiri, walaupun Luhan lebih tua darinya. Toh, Luhan pun tidak keberatan.
"Syukurlah.." Luhan menyenderkan punggungnya pada jok mobil Chanyeol. Selanjutnya Chanyeol kembali mengendarai mobilnya menuju rumah Luhan.
Sesampainya di rumah Luhan..
"Thank you very much, Yeol. Tumben sekali kau mengantarku sampai depan rumah. Biasanya kau hanya memberhentikanku di halte, kkkkkk~" Luhan menepuk pelan pipi Chanyeol lalu membuka pintu mobil. Turun dari mobil Chanyeol. Ketika Luhan hendak menutup pintunya kembali..
"Lu," Chanyeol menahannya.
"Hm?"
"Apa kau berpikir kalau murid baru itu-maksudku Baekhyun, menyukai Sehun?"
Luhan terdiam.
Luhan menatap Chanyeol dengan tatapan yang benar-benar kosong.
Pikiran Luhan bercampur aduk.
Pertanyaan macam apa itu? Pertanyaan Chanyeol membuat hati Luhan terasa teriris. Luhan juga merasakan hatinya tertusuk benda yang sangat tajam. Entah benda apa itu Luhan sendiri tidak tahu.
TBC
HALO! Maaf yaa aku lama bgt buat lanjutin chapter 2 nya and baru update sekarang malem-malem gini.. aku lg banyak bgt tugas sekolahh huhuu:(
OIYA! REVIEW NYA JANGAN SAMPE LUPA YA HAYOO KALIAN SEMUA YANG BACA FANFIC AKUU!
For your information, if you want to talk with me, you can follow me through on email: moonjeongbobae or : adindzf
Thankyouu, pokoknya love you all to the moon and never ever back... maybe? XD
