White Heart
.
.
"Maafkan aku Baekhyun-ah" ucap Chanyeol menyesal.
Baekhyun hanya tersenyum lemah di pembaringannya. Jarinya yang sedari tadi mengelus perlahan kissmark yang ada di leher Chanyeol kini berpindah di pipi namja tampan itu. Cinta Baekhyun pada Chanyeol sangatlah besar. Baekhyun tak bisa membayangkan jika Chanyeol pergi darinya. Permintaan maaf Chanyeol sudah cukup mengobati rasa sakitnya dan kehadiran Chanyeol disisinya cukup untuk membuatnya merasa lebih baik dan merasa disayang oleh pemuda tampan itu.
"Itu bukan salahmu, Chan. Ini salahku. Salahku karena aku tak bisa selalu disisimu, salahku karena aku tak memperhatikanmu, salahku karena kau merasa tidak diperhatikan olehku, salahku karena kau sampai mencari orang lain untuk menggantikanku disisimu. Salahku karena umph ...!"
Chanyeol melumat bibir Baekhyun kasar gerakan bibir Chanyeol terkesan terburu-buru. Hatinya merasa sakit mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Baekhyun. Dadanya terasa sesak saat Baekhyun mengatakan ini semua salahnya, padahal Chanyeol tahu kalau ini murni kesalahannya. Ia meniduri wanita itu atas kesadarannya, atas kemauannya, bukan karena Baekhyun apalagi karena Baekhyun tidak memperhatikannya. Pada kenyataannya bukan Baekhyun yang tidak memperhatikannya melainkan Chanyeol yang mengacuhkan pemuda manis itu. Baekhyun bahkan mengirim pesan singkatnya setiap tiga jam sekali hanya untuk menanyakan apakah ia sudah makan atau belum, apa ia beristirahat dengan cukup, apa ia sibuk atau tidak, menanyakan bagaimana pekerjaannya hari ini apakah berjalan dengan baik atau buruk tapi Chanyeol mengabaikan semua itu. Chanyeol mengabaikan Baekhyun hingga hal ini terjadi dan menyakiti hati Baekhyun. Chanyeol menyesal hingga membuat matanya berair dan meneteskan air matanya di sela-sela lumatannya di bibir Baekhyun.
Baekhyun mengernyitkan keningnya saat merasa rasa asin dalam lumatan Chanyeol di bibirnya. Ia menjauhkan wajahnya dan melihat mata Chanyeol berkaca-kaca. Baekhyun mengelus perlahan pipi Chanyeol dan menghapus air mata Chanyeol.
"Maafkan aku Baek. Ini salahku, bukan salahmu. Maafkan aku, berhenti menyalahkan dirimu Baek. Ini salahku." Suara Chanyeol serak karena ia mengatakannya sambil menangis di hadapan Baekhyun.
"Jangan menangis kumohon. Itu membuatku sakit." Bisik Baekhyun di depan bibir Chanyeol.
"Maaf. Maafkan ak emph...!"
Kini giliran Baekhyun yang mencium Chanyeol. Bedanya jika Chanyeol menciumnya dengan lumatan kasar kini Baekhyun mencium Chanyeol dengan begitu lembut. Baekhyun melumat bibir bawah Chanyeol yang penuh dengan lembut kemudian berganti ke bibir atas Chanyeol. Kedua tangan Baekhyun berada di kedua sisi pipi Chanyeol dan agak mendorong Chanyeol maju kedepan. Baekhyun dengan perlahan mengeluarkan lidahnya, dengan lembut ia menyapukan lidahnya di permukaan bibir Chanyeol hingga membuat Chanyeol terlena. Bibir Baekhyun begitu manis saat indra pengecapnya juga ikut merasakan bibir manis Baekhyun. Kedua namja itu saling melumat bibir satu sama lain sampai Baekhyun merasa nafasnya sesak.
"Aku mencintaimu, Baek." Ucap Chanyeol.
Chanyeol menatap dalam mata Baekhyun, meyakinkan pemuda manis itu tentang perasaanya saat ini. Dalam hati Chanyeol berjanji akan memperbaiki semua sifatnya dan menjadi kekasih yang baik bagi Baekhyun yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti. Chanyeol akan mengembalikan pada Baekhyun posisi pertama di dalam pikirannya. Chanyeol akan selalu berada disisi Baekhyun sebagaimana pemuda manis itu selalu berada disisinya selama ini.
"Aku selalu mencintaimu, Chan." Balas Baekhyun.
.
.
"Kau harus makan juga. Lihatlah, badanmu itu semakin memendek setiap harinya."
"Dobi bodoh ! Mana ada badan yang memendek, eoh ?! Yang ada kau semakin tinggi sampai menyamai tiang listrik."
"Aku semakin tinggi pun kau tetap mencintaiku kan ?"
"Kata siapa, eoh ?! Pede sekali !"
"Aku mendengarnya dari seseorang yang memiliki mata yang imut seperti puppy, hidung yang mancung, bibir tipis yang menggoda dan jangan lupakan wajahnya yang cantik, kulitnya juga putih bersih. Ia benar-benar terlihat sempurna, aku suka semua hal darinya. Matanya, hidungnya, bibirnya, suaranya, senyumannya, semuanya. Dan hal yang terpenting adalah dia berada di hadapanku sekarang."
Baekhyun mendengus kesal. Pria tampan di depannya ini benar-benar mengesalkan. Ia kesal karena pria ini membuat pipinya merona tak jelas dan membuat jantungnya berdegub kencang. Siapa sih yang tidak senang saat sang kekasih mengatakan kalau pasangannya itu sempurna ? Baekhyun menggigit bibirnya menahan senyuman yang akan keluar dari bibirnya.
"Belajar menggombal dari mana ? Kau pasti terlalu sering dekat-dekat Jongin hingga seperti ini." Ucap Baekhyun dengan ketus berusaha menutupi kalau sebenarnya ia senang dengan pujian itu.
"Jongin bahkan masih jomblo dari lahir, sayang. Aku mengatakan yang sebenarnya. Kau terlihat sempurna di mataku, bahkan pujianku itu belum ada apa-apanya dibanding dengan kesempurnaanmu itu sayang."
"Chanyeeeoolll ¬¬¬. Berhenti berkata seperti itu aku malu, bodoh !" rengek Baekhyun seraya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Chanyeol terkekeh gemas melihat Baekhyun yang malu-malu seperti itu. Jadi pengen, kan ?
"Memang aku berkata seperti apa, Baekby ?" goda Chanyeol tak ada habisnya.
"YAK !" teriak Baekhyun kesal kemudian ia memukul lengan Chanyeol hingga membuat empunya meringis kesakitan.
"Ini sakit, baby-ah." Chanyeol mengusapi lengannya yang menjadi korban kekejaman Baekhyun.
Tok tok tok
Kedua manusia dalam ruangan itu menolehkan kepalanya ke arah pintu yang terketuk dari luar. Chanyeol dalam hati mengumpati siapapun yang mengetuk pintu dan mengganggu waktunya berduaan dengan Baekhyun. Setelah kejadian seminggu yang lalu, hubungan Chanyeol dan Baekhyun membaik. Setiap jam makan siang Baekhyun akan datang ke kantor Chanyeol dan mengajaknya makan siang bersama, terkadang Baekhyun mengajak Chanyeol makan di restoran tapi tak jarang juga Baekhyun membawakan Chanyeol makan siang buatannya sendiri. Chanyeol akhir-akhir ini juga bersifat lebih romantis dari sebelumnya, pria tampan itu benar-benar menepati janjinya untuk tidak membuat Baekhyun kecewa lagi.
"Masuk saja !"
Kemudian munculah makhluk seksi sekaligus tampan dari balik pintu (sayangnya kulitnya memang agak gelap). Chanyeol menatap tajam sekretarisnya, masih menyumpah serapahi sekretarisnya dalam hati.
"Apa ? Jangan memandangku seperti itu, hyung. Aku sudah mengetuk pintu tadi." Belanya.
"Kau benar-benar makhluk pengganggu, Kim Jongin. Cepatlah cari pacar atau kau nikahi saja kepala HRD yang bermata bulat itu agar tidak melulu menggangguku dengan Baekhyun." Sengit Chanyeol.
"Hei ! Jangan seperti itu pada Jongin, Channie. Lihatlah mukanya itu semakin menghitam setiap harinya, ia benar-benar butuh sentuhan seorang kekasih."
Jongin menggeram dalam hati. Pasangan kekasih ini sungguh kompak saat meledeknya. Ia kira tadinya ia akan mendapat belaan dari Baekhyun tapi nyatanya kekasih Park Chanyeol itu tidak jauh beda dari si dobi bertelinga besar itu.
"YAK ! Berhentilah meledekku hanya karena aku belum punya pacar ! Lihat saja, Park Chanyeol, aku akan mendapatkan kekasih lebih cantik dari Baekhyun hyung !" balas Jongin.
"Itu mustahil, Jongin. Baekhyun itu adalah manusia paling cantik, manis, sempurna. Paket komplit lah." Sanggah Chanyeol.
"I-itu ... yah ... memang sih Baek hyung itu cantik... Tapi! Aku bisa mencari yang imut, yang polos, yang ... yang... Haish ! Pokoknya aku akan menemukan kekasih !" kesal Jongin.
Pipi Baekhyun kembali merona mendengar Chanyeol memujinya lagi. Paket komplit katanya ?! Memangnya ia paketan ayam ?! Tapi walaupun begitu tetap saja Baekhyun merona hingga memalingkan wajahnya menyembunyikan rona di pipinya. Sementara pemuda tampan itu tersenyum lucu melihat kekasihnya malu-malu. Jongin, si makhluk jomblo sejak lahit itu benar-benar jengah melihat pasangan kekasih di depannya yang bermesraan seolah-olah tidak ada hari esok lagi.
"Baiklah-baiklah. Silahkan berdebat sesuka kalian, aku harus pergi dari sini. Channie pulanglah sebelum makan malam, aku akan membuatkan makan malam untukmu." Ucap Baekhyun.
"Yahh, wae ? Bukankah kau tidak ada jadwal setelah ini ? Kenapa terburu-buru sekali, eoh ?" Protes Chanyeol tidak rela jika kekasihnya pergi.
"Channie, aku ada janji dengan Luhan hyung. Ia memintaku menemaninya check up hari ini karena Sehun pergi keluar negeri." Ucap Baekhyun.
Kemudian pemuda manis itu berdiri dari duduknya setelah membereskan kotak bekal yang sudah habis. Dalam hati pemuda manis itu ingin tertawa melihat wajah Chanyeol yang tidak rela jika ia pulang sekarang, jadinya dengan secepat kilat ia mengecup kedua pipi Chanyeol.
Cup
Cup
Shit ! Chanyeol belum siap lahir batin. Matanya membelalak kaget. Entah berapa kali pun Baekhyun mengecup pipinya, jantungnya selalu berdegub kencang. Dan ia suka dengan sensasi itu. Baekhyun benar-benar imut saat ini. Chanyeol jadi pengen, kan.
"Baiklah, aku pulang dulu ya. Bye Channie. Bye Jongin."
Baekhyun bersiap-siap melangkahkan kakinya pergi tapi tiba-tiba Chanyeol menariknya kebelakang dan langsung melumat bibirnya. Baekhyun bisa merasakan bibir tebal Chanyeol melumat bibir atasnya dengan lembut. Sekali. Dua kali. Dan Baekhyun tak butuh lumatan ketiga kali di bibirnya untuk membalas lumatan Chanyeol. Baekhyun melumat bibir bawah Chanyeol bergantian. Chanyeol melumat bibir bibir atas Baekhyun dan Baekhyun diam membuka sedikit bibirnya kemudian bergantian Baekhyun melumat bibir bawah Chanyeol dan lelaki tampan itu yang diam. Lumatan berikutnya mereka saling melumat bibir pasangannya berbarengan dan itu membuat Baekhyun melenguh pelan dalam lumatannya karena tangan Chanyeol berpindah dari lengannya ke pinggangnya dan agak meremas pingganngnya menggoda.
"Eunghhh... Chanhh ..."
Desahan Baekhyun benar-benar seksi. Baekhyun terdengar sangat menggairahkan, terdengar begitu ingin disentuh, terdengar begitu frustasi dan beribu kali lipat lebih seksi saat desahan itu keluar di depan bibirnya. Itu membuat Chanyeol dapat merasakan hembusan nafas hangat yang keluar dari bibir Baekhyun mengenai tepat di depan bibirnya. Chanyeol kembali melanjutkan lumatannya di bibir Baekhyun begitu pula dengan namja manis itu. Ciuman mereka semakin panas setap detiknya. Keduanya begitu handal saat menggerakan bibirnya di bibir lawan. Tangan Baekhyun bahkan sudah berpindah di tengkuk Chanyeol dan meremas rambut belakang Chanyeol. Dan itu terlihat lebih seksi saat dengan pasrah Baekhyun mendekatkan kembali tubuh keduanya sehingga tak ada lagi jarak yang tersisa. Baekhyun bisa merasakan sesuatu yang keras mengenai perut bawahnya begitu pula dengan Chanyeol, pemuda tampan itu menyeringai dalam ciumannya pahanya merasakan sesuatu yang keras di selangkangan Baekhyun.
Karena Baekhyun merasakan pasokan oksigennya mulai menipis ia menjauhkan sedikit wajahnya dari bibir Chanyeol. Ia bernafas terengah-engah seperti orang yang habis berlari.
"Setelah makan malam nanti menginaplah dirumahku, Chan. Aku merindukanmu. Aku juga merindukan si 'chanyeol junior' itu, jadi menginaplah malam ini." Bisik Baekhyun seduktif.
"Sure, baby." Jawab Chanyeol sambil meremas sedikit pantat montok Baekhyun yang membuahkan lenguhan seksi dari si manis itu.
Lima detik setelah Baekhyun menghilang dari balik pintu terdengar hembusan nafas kasar dari seseorang yang terdengar seperti dengusan kuda liar.
"THAT WAS HOT, PARK !" teriak makhluk itu.
"YAH ! Kau masih disitu, Jong ?!" Chanyeol memandang horror pada sekretarisnya yang masih berada di posisi awal sejak masuk ke ruangannya.
"Ciuman itu begitu panasnya hingga merusak sedikit memorimu, Park." Sungut Jongin.
"Carilah kekasih maka aku akan mengajarkanmu bagaimana mencium pasanganmu hingga ia 'keluar' hanya dengan ciumanmu." Ledek Chanyeol.
Sepertinya Chanyeol tak habis bahan untuk meledek Jongin, belum sampai Jongin kesal kemudian marah-marah padanya dan menangis merengek padanya untuk dicarikan kekasih. Dan hal itu tidak mungkin terjadi karena mau bagaimanapun Jongin tidak akan merengek padanya kecuali saat minta ditraktir atau ingin minta cuti.
"Terserah padamu ! Aku lebih baik keluar dari sini sebelum aku darah tinggi karenamu !" ketus Jongin tak melepas pandangannya pada Chanyeol yang kembali duduk di balik mejanya memeriksa dokumen.
Kemudian Jongin keluar ruangan Chanyeol dengan kesal. Dalam hati ia bertekad mencari kekasih dan tahun ini ia harus dapat. Karena kalau tidak ia akan terus menerus menjadi bulan-bulanan pasangan kekasih gila itu. Chanyeol sih masa bodoh dengan Jongin yang marah atau kesal padanya karena nanti pasti anak itu akan dengan sendirinya kembali mendekati dirinya minta diantar pulang. Tak sampai semenit Jongin datang lagi ke ruangannya dengan tergesa-gesa sambil berteriak.
"FUCK, PARK ! KAU ADA MEETING DARI LIMA BELAS MENIT YANG LALU !" teriak Jongin panik, ia lupa dengan tujuan awalnya tadi ke ruangan Chanyeol.
"YAH ! Kenapa tidak bilang dari tadi ?!" Chanyeol jadi ikutan panik sekarang.
"Aku kan lupa..." cicit Jongin.
Well, ciuman Chanyeol dan Baekhyun memang merusak sedikit memorinya.
.
.
Ngehehehe ... manis ngga ? sweet ngga ? sengaja ngga buat konfliknya di chap ini, kasian kan Baekhyun masa dibuat menderita mulu. Chap depan aja kali ya konfliknya. Mohon comment nya ya guys. Buat yang nanya ini lanjut ngga, yes honey ini lanjut karena status ff nya belom complete ya guys. Makasih banyak yang kemaren udh review muah muah lah ya buat kalian. Bacot bener gue ya. hoho.
Kalian bebas kok tanya aja ke author, tanya tentang chara-nya juga boleh contoh kalian tanya ke baek kenapa dia imut banget atau tanya chanyeol kenapa dia seksi banget dengan perut embul-embulnya atau kalian boleh tanya jongin kapan dia putihnya. Kalian bebas tanya tentang chara di chap ini atau di chap sebelumnya. Ntar di chap depan ada Q&A session gitu, jadi kuy tanya aja ke author atau ke chara di chap ini ya (chanyeol, baekhyun, jongin atau cewe bayaran chanyeol kemaren).
