Guanlin turun dari kamarnya yang berada di lantai dua lengkap dengan seragam sekolah dan ekspresi wajah yang datar.
"selamat pagi" sapa ibunya dengan senyuman khas seorang ibu.
'Memuakan' ucap Guanlin dalam hati namun tetap memasang senyum palsunya, sebuah topeng yang bisa mengelabui siapapun yang melihatnya.
"pagi" balasnya singkat kemudian berlalu begitu saja tanpa menghiraukan ibunya atau lebih tepatnya ibu tirinya.
"kau tidak sarapan?" Tanya ibunya kepada Guanlin yang sudah bersiap dengan sepatunya.
Guanlin menoleh "aku tidak lapar" ucapnya masih dengan senyum palsunya.
"apa mau ku antar?" sahut kakak perempuannya sambil melahap sarapannya.
"aku ingin naik bus saja.. aku berangkat" balasnya dan berlalu begitu saja.
Skip
Guanlin mendudukan dirinya di halte bus yang terletak tidak terlalu jauh dari rumahnya. Ia menatap kosong langit biru yang cerah. Tatapan kosong yang seolah menyiratkan kesedihan mendalam.
"kenapa kau bisa lupa?" gumamnya dalam hati.
Guanlin tersadar dari lamunannya ketika ia menyadari bahwa bus yang ia tunggu sudah tiba, dengan segera ia memasuki bus itu dan mengambil tempat duduk paling depan.
"Lai Guanlin" panggil seseorang yang duduk di belakangnya.
"Kim Dongbin?"
Orang itu dengan cepat beralih ke samping Guanlin dan menyengir lebar.
"Heol.. kau tinggal di daerah sini?" tanya Dongbin yang di balas anggukan singkat dari Guanlin
"ya.. begitulah" jawabnya seadanya.
Bus pun berjalan menuju halte selanjutnya, mereka terdiam selama perjalanan, Guanlin yang duduk di dekat jendela menoleh kearah langit biru yang tiba-tiba mendung.
"apa kau selalu berangkat sepagi ini Bin?" tanya Guanlin sambil melihat jam tangannya "ini masih 30 menit lebih cepat" sambungnya.
"akh.. iya aku terbiasa berangkat pagi, yah karna aku orangnya termaksud lambat jadi aku blablabla..." suasana canggung tiba-tiba jadi ceria, mereka mulai bercerita tentang kehidupan sehari-harinya, ah.. lebih tepatnya Dongbin yang bercerita dan Guanlin yang mendengarkan.
another side
"Terlambat! terlambat! Huweeeee" Seonho berlari-lari tidak jelas menyusuri rumahnya.
"Tenanglah.. masih ada 20 menit sebelum masukan.." ucap Yoo Jungho ayah Seonho dengan santainya.
Seonho tidak menghiraukan ayahnya dia terus mondar-mandir sambil berteriak tidak jelas "KAUS KAKI.. MANA KAUS KAKI KU??" teriak Seonho dengan heboh.
Jonghyun yang sedang menggambar pun terkejut dan matanya berkaca-kaca menatap Yoo Seohyun ibunya dan Seonho.
Seohyun menjitak kepala Seonho dengan muka garangnya "kamu ini, lain kali di siapin! lihat sekarang jadi kerepotan sendiri! " ia menyerahkan kaus kaki yang di cari-cari Seonho.
Seonho mencibir dan memakai kaus kakinya "selalu saja main jitak kepala"
Seonho berjalan menuju Jonghyun dan mencium kening Jonghyun "aku berangkat" ucapnya lembut.
Kemudian menatap garang ayahnya yang masih bersantai ria "cepatlah yah.. aku terlambat!!"
"aish.. baiklah-baiklah" Ayah Seonho mempoutkan bibirnya yang membuat tatapan jijik dari ibu dan Seonho, dan tatapan polos dari Jonghyun
"aku berangkat yeobo.." pamitnya mengecup bibir Jisung.
"WOY CEPATLAH" teriak Seonho yang entah kapan sudah ada di halaman rumah dengan garang.
"dasar anak kurang ajar" cibir Jungho.
Skip
Seonho menatap nanar pintu gerbang sekolah yang sudah tertutup "hahh..." dia menghela nafas dengan berat
"sudahlah.. sudah enggak ada harapan lagi" ucap Seonho sambil melihat jam tangannya dia terlambat 10 menit.
Seonho membalikan badannya berniat untuk membolos sekolah, tapi langkahnya terhenti begitu melihat seorang siswa yang berseragam sama dengannya sedang mengendap-endap menyusuri sekolah, Seonho menghampiri siswi itu
"permisi.." panggil Seonho.
siswa itu terdiam, tubuhnya kaku seketika dengan perlahan dia menoleh "n-ne?" jawab siswa itu tergagap.
"kau kenapa? seperti pencuri aja" Seonho menatap siswa itu dengan curiga "atau jangan-jangan kau membolos ya?" tuding Seonho menunjuk siswa itu.
"a-aniya!! i-itu.. saya tadi terlambat hehe" siswa itu menyengir.
"oohh"
"n-ne.. ekhem kau mau membolos ya?" tanya siswa itu sambil tersenyum canggung.
"hm tadi niatnya begitu.. tapi enggak jadi!!" ucap Seonho acuh tak acuh sambil melihat sekitar
"setidaknya aku gak di hukum sendirian" sambungnya dengan senyum watados.
"hahaha!" anak itu tertawa sambil menepuk-nepuk bahu Seonho "nama saya Bae Jinyoung. kelas XI - 3. Anda? " tanya SinB dengan ceria.
"Seonho. Yoo Seonho, X - 1. santai aja hyung.." jawab Seonho dengan cengiran khasnya.
Jinyoung terpaku di tempat "kau adik kelas ternyata" ucapnya dengan tawa yang hambar.
"apa kau beneran akan membolos?" sambung Jinyoung dengan segalah ke canggungan yang di milikinya.
"tentu saja enggak!" sanggah Seonho berbohong.
"kalau begitu.." Jinyoung menggantungkan perkataannya "ayok masuk sebelum bell istirahat" ucap Jinyoung menarik tangan Seonho menuju semak-semak yang ada di depan pagar sekolah.
Jinyoung menyelinap masuk sekolah lewat celah-celah pagar sekolah yang terbuka "cepatlah nanti keburu istirahat"
Seonho menautkan alisnya 'apa muat?' gumamnya dalam hati melihat celah itu yang terlihat kecil
Seonho sadar diri kalau dia makan 5 kali sehari jadi itu lubang gam bakalan muat.
seolah tau isi pikiran Seonho, Jinyoung berkata "muat kok, aku aja bisa masuk"
dengan ragu Seonho masuk kedalam celah itu, dengan hati-hati dia merangkak ke dalam sekolah dan berhasil.
kemudian dengan soknya dia berkata "untung tubuh ku mungil" dan dihadiahi tatapan datar dari Jinyoung.
"hehehe aku bercanda" ucap Seonho dengan cengiran dan eye smilenya.
Jinyoung memutar bola matanya malas "untung imut" ucapnya kelewat pelan.
Seonho melihat jam tangannya lagi masih ada 30 menit sebelum bel istirahat.
kruyuuuk
Jinyoung menatap horor sekitarnya "suara apa itu?"
"ekhem sunbae itu suara perut ku ekhem.." balas Seonho sambil memegang perutnya yang kelaparan.
"kau lapar?" tanya Jinyoung dan di balas anggukan dari Seonho "baiklah sudah di putuskan kita kekantiiin..." sambung Jinyoung dengan senyuman ala pangeran sekolah dan menggandeng Seonho menuju kantin sekolah.
In Class Room
"aish Yoo Seonho anak itu kalau bolos pasti enggak pernah bilang ke aku" gerutu Samuel dan kemudian menguap bosan pada pelajaran sejarah.
"huh.. pasti Seonho sedang bersenang-senang atau berkencan ria dengan Jonghyun hyung" celetuk Justin di belakang.
"iya pasti! huah Seonho beruntung mempunyai Jonghyun hyung" Samuel mendesah kecewa
Guanlin yang memang tempat duduknya berada di depan Samuel dan Justin tanpa sengaja mendengar kan perkataan mereka menggeram kesal, tangan kanannya terkepal erat.
tatapan matanya berubah menjadi tajam seolah dia siap menusuk siapapun dengan matanya.
Dongbin menatap Guanlin dengan aneh "kau.. kenapa?"
Guanlin menoleh dan tersenyum "kepalaku sedikit pusing" balasnya berbohong.
Dongbin menatap Guanlin dengan khawatir "apa mau ku antar ke uks?" tanyanya
Guanlin berpikir sejenak "tidak.." ucapnya dingin "aku akan ke sana sendirian" sambung Guanlin dengan senyuman misterius. kemudian dia berdiri dan meminta izin kepada Kim saem.
In UKS
Guanlin merebahkan tubuhnya di ranjang uks. tidak ada siapapun di sana. dia memiringkan tubuhnya matanya terfokus kepada foto wallpaper hpnya. foto seorang laki-laki sedang tertawa bahagia. foto yang diambilnya diam-diam. foto seorang Yoo Seonho
Guanlin menggeram kesal dan menatap foto Seonho dengan tajam "kau milikku! kita sudah berjanji akan bersama" ucap Guanlin dan menyeringai
"aku akan menyingkirkannya.. siapapun yang akan menggambilmu dari ku"
Tbc
