THE NEW UCHIHA GENERATION
Chapter 2 : Uchiha Sasuke Come Back
Disclaimer : Naruto Shippuden © Masashi Kishimoto-sama
Pairing : SasuNaru , n other cast.
Genre : Romance, Tragedy, Hurt/Comfort (but, Happy Ending kok)
Rated : sementara masih T ttebayooooo!
Warning : YAOI content / Boys Love / Shounen Ai, Mpreg, Lime, OOC, Typos, not EYD, etc.
Note: ano ne, Cerita ini mengandung unsur YAOI, jika tidak suka tidak usah dibaca tidak apa, namun jika nekat membaca jangan judge saya, kerugian dan pajak ditanggung pembaca, EH?!
Summary: Usai perang dunia shinobi, Uchiha Sasuke memutuskan untuk kembali pulang ke Konoha setelah seseorang yang di cintainya, Uzumaki Naruto selalu mengejarnya dan memintanya untuk pulang. Uchiha Sasuke ingin membangun kembali klan Uchiha dengan menikahi kekasihnya, Naruto. Hingga istrinya itu mengandung sang Uchiha kecil didalam perutnya. Namun perjalanan Sasuke dan Naruto selalu penuh lika-liku, juga karena para tetua desa Konoha menentang hubungan mereka dan tidak ingin klan Uchiha di bangkitkan.
…Oke minna-san happy reading…
.
.
.
.
.
"Hn. Jika membunuh si tua itu aku punya rencana yang lain, tapi yang ku pikirkan saat ini setelah kembali ke Konoha bukan rencana untuk membunuh Danzo"
"Lalu rencana apa yang kau maksud, Sasuke?" Tanya Sugetsu penuh akan rasa penasaran.
" Hn. Aku akan menikahi Uzumaki Naruto, lalu…Membangkitkan Klan Uchiha" *smirk*
"Eeeeeeeeeeeeeehhhhhh?!" Teriak Karin dan Sugetsu setelah terjadi keheningan sesaat.
"Woe Sasuke! Kami semua tau kalau kau tertarik pada bocah Kyuubi itu, tapi apa kau yakin kau akan dengan mudah menikahinya? Sementara kau seorang ninja buron dan Konoha itu memiliki Hokage yang sangat over protektif pada bocah Kyuubi itu, pasti Hokage pirang itu tak kan dengan mudah membiarkan bocah Kyuubi itu untuk kau nikahi"
Sugetsu mengemukakan pendapatnya yang menurutnya patut untuk dibenarkan.
"I-Iya Sasuke-kun, belum lagi para tetua desa Konoha juga tak kan dengan mudah menerimamu kembali ke desa" Karin menambahkan.
"Aku tak peduli, aku akan tetap menikahi Naruto dan membangkitkan Uchiha yang pernah di basmi oleh si tua Danzou itu"
"Lalu bagaimana kau akan membangkitkan Uchiha, Sasuke? Bukankah Naruto itu seorang laki-laki dan ia tak kan bisa memberikanmu seorang anak" Tanya Juugo.
"Hei apa kalian ini tidak tahu jika bocah Uzumaki itu memiliki keistimewaan dalam tubuhnya sejak ia dilahirkan?" Tanya Karin pada Sugetsu dan Juugo yang mengernyit bingung.
"Apa maksudmu Karin? Apa kau akan berkata jika si bocah Kyuubi itu memiliki rahim, bisa hamil dan melahirkan, begitu maksudmu?" Sugetsu bertambah bingung dengan asumsinya sendiri.
"Hn. Naruto seorang 'Hermaprhodite' " terang Sasuke pada akhirnya setelah rekan timnya itu sedikit berdebat.
"Kyaaaa Sasuke-kun aku sudah tak sabar melihat anak-anakmu nanti jika kau menikahi bocah manis itu, dan pasti anak-anakmu akan jadi seorang shinobi yang hebat mengingat kedua orangtuanya itu berasal dari klan Uzumaki dan Uchiha, Klan yang paling kuat diantara klan lainnya, hmm sebuah perpaduan yang luar biasa" ucap Karin menggebu-gebu.
"Hei Karin hentikan pikiran konyolmu itu, Sasuke saja belum menikahi si bocah Kyuubi itu tapi kau sudah membayangkan tentang anak-anaknya. Dan mengapa kau terlihat senang sekali heh.. bukannya kau menyukai Sasuke?" Tanya Sugetsu meremehkan dengan senyum mringnya itu.
"Ka-kau T-Temeeee!"
BUAAAGHHHH!
Sugetsu langsung mendapatkan bogem mentah dari Karin.
'Aku tak akan rela jika Sasuke-kun memilih orang lain, tapi jika dengan Uzumaki Naruto itu aku akan merelakannya, dakara Naru-chan itu sungguh kawaii kyaaaa!' batin Karin menjerit kala otak fujoshi nya sedang aktif.
Sasuke, Sugetsu dan Juugo yang melihat Karin tersenyum-senyum itu hanya mendengus, mereka sudah hafal dengan rekan setimnya itu yang seorang fujoshi akut.
"Aku akan berangkat ke Konoha besok pagi"
"Tsunade! Mengapa kau tak mengirim beberapa Chunin untuk membunuh Uchiha itu hah? Ku dengar Uchiha itu masih berkeliaran. Jika dia tak di singkirkan dia pasti akan menghancurkan Konoha"
Ujar sang tetua desa Konoha pada sang Godaime Hokage di kantornya.
"Che! Dari mana kau tahu soal si Uchiha itu orang tua?"
Tanya Tsunade sedikit menggertakkan giginya kesal dengan para tetua yang dengan seenaknya selalu memerintahnya, meskipun mereka lebih tua bukankah yang memimpin Konoha ini adalah dirinya, jadi ia tak suka di perintah oleh orang-orang tua itu. Bukan tanpa alasan Tsunade membenci para tetua desa itu, karena mereka selalu membela Danzou, sedangkan Tsunade sendiri tahu sifat asli Danzou itu. Danzou selalu memiliki pemikiran yang bertentangan dengan Hokage dan para Daimyo mengenai perdamaian desa Konoha ini. Danzou selalu melakukan segala cara untuk mewujudkan keinginan egoisnya itu termasuk peristiwa berdarah beberapa tahun silam yang di ketahui oleh Tsunade. Yaitu peristiwa pembantaian klan Uchiha yang di pimpin oleh Danzou itu sendiri, dengan alasan Danzou mencurigai klan Uchiha untuk melakukan kudeta pada Konoha padahal alasan sebenarnya adalah karena Danzou membenci klan Uchiha karena mereka klan terkuat dan dirinya merasa tersaingi. Hingga pada akhirnya Danzou memanfaatkan Uchiha Itachi dan memerintahkan Itachi untuk membantai klan nya sendiri dan dengan terpaksa Itachi melaksanakan perintah Danzou itu karena ia di ancam jika ia tak melakukannya maka adik kecilnya yang paling ia sayangi, Sasuke, akan di bunuh oleh Danzou.
"Bocah kesayanganmu itu kemarin baru bertemu dengan Uchiha itu kau tahu"
"Naruto maksud kalian?"
"Ya. Ku harap kau belum lupa Tsunade"
Tidak. Tsunade tidak lupa akan kejadian kemarin itu. Saat ia menunggu dengan khawatirnya bocah pirang kesayangannya yang sudah ia anggap sebagai cucunya sendiri, Uzumaki Naruto. Saat ia menunggu Naruto yang belum kembali dari misi solo nya di Iwagakure, ia begitu khawatir karena bocah yang ia sayangi itu terlambat dari waktu pulangnya yang seharusnya.
Flashback On
"Kerahkan para Chunin untuk menyusul Uzumaki Naruto ke Iwagakure sekarang juga!"
Perintah mutlak dari godaime hokage itu membuat para Chunin yang berkumpul di ruangan hokage itu terkesiap dari lamunannya. Ya, hokage di depan mereka ini menjadi sangat over protektif jika itu menyangkut bocah pirang kesayangannya.
Baru saja mereka akan berteriak 'Baik Hokage-sama' tiba-tiba masuklah dari pintu sesosok yang menjadi bahan pembicaraan mereka sedari tadi.
"Na-Naruto !?" Teriak sang Hokage lalu menghampiri Naruto yang masih berdiri di ambang pintu dengan tubuh letihnya setelah berjalan jauh dari misi nya.
"Baachan ada apa?" pertanyaan polos itu keluar dari bibir mungil Naruto.
Ia bingung mengapa di ruangan itu banyak sekali teman-temannya yang berkumpul.
"Dasar gaki, kau membuat kami khawatir, aku baru saja akan memerintahkan mereka untuk mencarimu karena kau terlambat pulang dari misi" jawab Tsunade menjelaskan.
'Duuuaghhhh'
"Naruto no Baka ! kau membuat kami mengkhawatirkanmu baka!" bentak Sakura dengan mengepalkan jari-jari tangannya yang ia gunakan untuk meninju perut Naruto sebelumnya.
'Sakura-chan bisakah kau menyambut kepulanganku dengan lebih lembut lagi?'
Histeris Naruto dalam hati melihat kelakuan rekan tim 7 nya itu, meskipun ia tahu sikap Sakura memang seperti itu.
Tiba-tiba mereka menyadari sesuatu yang janggal dengan Naruto…
"Kore.. i-ini?!" pekik Sakura tiba-tiba saat ia mendekati Naruto.
"Na-Naruto-kun" Hinata juga tergagap dengan apa yang dilihatnya.
"Bukankah itu milik Sasuke, Naruto!" Kali ini Kiba yang angkat bicara.
"Eh? Errr eto ini memang kinagashi milik Sasuke" jawab Naruto menundukkan wajahnya sembari meremas ujung kinagashi putih berlambang klan Uchiha yang di pakainya itu.
"Mengapa bisa kinagashi milik Uchiha itu ada padamu Naruto?"
"Apa yang terjadi Naruto?"
"Apa kau bertemu dengan Sasuke-kun"
"Apa kau baik-baik saja Naruto?!"
Pertanyaan beruntun dari teman-teman yang menghawatirkannya itu membuat Naruto sedikit kepayahan menjawabnya, ia jadi kikuk sendiri, masih dengan meremas ujung kinagashi putih itu.
"a-ano.. aku bertemu Sa-Sasuke di Iwagakure, d-di-dia menolongku saat aku di serang banyak musuh" Naruto merasa tertular penyakit gagap milik Hinata saat ia mencoba menjelaskan semua apa yang ia alami.
"Lalu bagaimana dengan kinagashi yang kau pakai itu gaki?"
"a-ano jaketku kotor dan sedikit robek ja-jadi S-Sasuke memberikan kinagashi nya ini untukku"
Jawab Naruto sambil memperlihatkan jaket kotornya yang tersembunyi di balik kinagashi itu.
Terjadi keheningan di dalam ruangan hokage itu, mereka masih mencerna penjelasan dari Naruto. Namun mereka menyadari dan sebenarnya mereka memang sudah menyadari itu dari dulu, yaitu soal Uchiha Sasuke yang selalu memberi perhatian lebih pada Naruto.
Naruto benar-benar tidak merasa nyaman dengan suasana kikuk seperti ini ssampai pada akhirnya…
"Kyaaaaaaa!"
Jerit Ino, Sakura dan Ten-ten tiba-tiba mengagetkan mereka yang sedang berada di kantor hokage itu, nampaknya ketiga wanita fujoshi itu tengah membayangkan adegan dimana seorang Uchiha Sasuke yang dengan gentle nya memakaikan kinagashi miliknya untuk seorang Naruto.
'BRAKKKK'
Gebrakan meja di kantor Hokage itu membuyarkan fantasi gila ketiga fujoshi itu.
"Lalu apa yang terjadi sesudah itu gaki?!"
Tanya sang hokage dengan sedikit menggeram kesal pada Naruto. Sebenarnya ia khawatir jika Uchiha itu melakukan yang tidak-tidak pada bocah pirang kesayangannya itu. Bukan apa-apa, sifat protektifnya itu hanya sedikit kambuh kala mengetahui kinagashi milik Uchiha itu bisa ada di tubuh Naruto, otakknya hampir berfikir jika Naruto mengalami pelecehan seksual dari Uchiha itu. Bukan salahnya jika ia mengkhawatirkan hal itu karena ia tahu rahasia terbesar itu, sebuah rahasia istimewa yang hanya ia dan beberapa orang yang berkepentingan saja yang mengetahui hal itu.
"Sa-Sasuke bilang dia akan kembali ke Konoha"
Flashback Off
"Jangan biarkan Uchiha itu kembali ke Konoha! Segera ambil tindakan dengan tegas Tsunade! Kau seorang hokage!"
"Diam orang tua! Sebenarnya aku sedang berpikir jika alasan kalian melarang Uchiha Sasuke kembali ke Konoha adalah karena kalian takut jika Uchiha itu membalas dendam atas peristiwa masa lalu itu, bukan karena ia akan menghancurkan Konoha! Dan mungkin ia tak kan menghancurkan Konoha lagi karena ada sesuatu yang berharga untukknya di desa ini!"
Jelas Tsunade penuh akan teka-teki yang sulit di pahami oleh para tetua itu.
'TOK TOK'
"Sumimasen Hokage-sama.."
"Masuk"
Pintu geser satu-satunya di ruangan hokage itu terbuka lalu masuklah sesosok pemuda berambut merah bata bersama dengan dua rekannya. Pemuda itu membungkuk pada dua orang tua di sampingnya, lalu membungkuk lagi pada Godaime hokage.
"Kazekage? Mengapa tak member kabar dulu jika akan berkunjung kemari?
Setelah mengatakan itu dua tetua desa konoha itu langsung berbalik dan keluar meninggalkan kantor hokage itu. Tapi sebelum itu salah satu dari mereka berkata sebelum akhirnya menghilang di balik pintu.
"Danzo akan bertindak jika kau tak bertindak tegas Tsunade"
Blam.
Dengan itu para tetua itu pergi meninggalkan keheningan sang hokage dengan sang kazekage di ruangan itu.
"Gaara, apa kau kesini mencari Naruto?"
"Hai' Hokage-sama. Tapi maaf Tsunade-sama saya sedikit mendengar pembicaraan anda dengan kedua tetua anda tadi, apa benar Uchiha Sasuke..?.."
"Ya. Uchiha Sasuke berencana akan kembali…"
"Bagaimana mungkin? Dia seorang missing nin, pasti akan mendapat konsekuensi yang sangat berat meskipun ia bisa di terima di desa ini lagi. Apa yang membuat ia beralasan untuk kembali?"
Baru saja Tsunade akan membuka suara, sebuah ledakan menggema dari luar ruangan hokage.
DUAAARRR BRAAAKK
"Hn. Konoha sama sekali tak berubah"
…Krik kriik kriikkk…
"U-Uchiha!"
"Uchiha Sasuke?!"
"Ba-bagaimana bisa…"
Sang Godaime hokage bersama Kazekade Suna itu dibuat kaget akan kemunculan sesosok pemuda yang sedari tadi menjadi bahan pembicaraan mereka, Uchiha Sasuke muncul di depan kantor hokage konoha dengan menunggangi seekor burung elang raksasa. Pandangan tajam pemuda Uchiha itu menelisik ke berbagai penjuru desa Konoha tempat tanah kelahirannya dulu. Lalu ia mendekat ke jendela kantor hokage dan tanpa permisi langsung memasuki kantor hokage tersebut.
"Uchiha berani sekali kau menginjakkan kaki disini?!" teriak sang Godaime hokage murka.
"Apa salahnya, ini tempat kelahiranku!"
Uchiha Sasuke menjawab pertanyaan Hokage pirang itu dengan angkuhnya, ia sama sekali tak ambil pusing jika setelah ini ia pasti akan di masukkan ke dalam sel bawah tanah karena dengan seenaknya ia kembali ke Konoha setelah apa yang telah ia perbuat dulu, namun ia tetap tak pedulu karena yang terpenting saat ini adalah bagaimana agar ia bisa mendapatkan kebahagiaannya, ia siap menerima konsekuensinya.
Para anbu sudah bersiap mengepung Sasuke di ruangan itu namun mereka masih belum mendekat untuk menyerang karena sang Hokage masih perlu berbicara dengan pemuda Uchiha yang tiba-tiba muncul itu setelah beberapa tahun menghianati Konoha.
"Sasuke-kun?!"
Teriak Sakura memanggil rekan setimnya dulu sekaligus orang yang di cintainya dulu.
"Sasuke apa yang kau inginkan?" Kazekage Gaara yang sedari tadi terdiam kini ikut memeriahkan kecanggungan itu.
Naruto POV
"Naruto niichan !"
Hosh hosh hosh… Konohamaru terlihat terengah-engah mengambil nafas setelah ia berlari dan berhenti menghampiriku yang sedang berada di kedai ramen Ichiraku ini. Sudah bukan rahasia umum lagi bagi warga Konoha mengenai tempat favoritku ini, yaitu kala aku sedang menganggur tidak ada misi pasti aku berada di kedai paman Teuchi ini untuk menikmati makanan kesukaanku, ramen. Aku sangat suka menghabiskan waktu disini dari pada harus berdiam diri di rumah karena aku hanya akan merasa sangat kesepian tinggal di rumah itu. Selama ini aku memang sangat kesepian karena kedua orang tuaku telah tiada sejak aku dilahirkan, ayolah semua pasti tahu peristiwa beberapa tahun silam itu, peristiwa Kyuubi mengamuk, Touchan ku yang seorang Yondaime hokage waktu itu mengorbankan dirinya untuk melindungi Konoha dari amukan Kyuubi dengan cara menyegel rubah ekor Sembilan itu ke dalam tubuhnya dan setengahnya ia segel ke dalam tubuhku anaknya sendiri, dan Kaachan juga meninggal tepat saat aku dilahirkan. Mereka mengorbankan diri untuk melindungi ku dan juga untuk melindungi Konoha. Namun meskipun begitu aku sangat bangga memiliki kedua orangtua seperti mereka, aku semua orangtua pasti akan melakukan apapun untuk melindungi anaknya bukan? Dan aku sangat menyayangi mereka. Akan tetapi aku tak sepenuhnya merasa kesepian, karena aku memiliki banyak teman seusiaku, Sakura, Hinata, Ino, Ten-ten, Neji, Kiba, Shikamaru, Lee si Alis tebal, Choji, Shino dan masih banyak lagi.
"Naruto oniichaaaaaan…."
Aku langsung tersadar dari lamunan sesaatku itu setelah mendengar teriakan Konohamaru.
"Konohamaru ada apa ttebayou? Apa ada misi untukku?"
Tanyaku sedikit tak bersemangat karena hari ini aku sedang malas, entahlah aku tak mengerti apa yang membuatku tak bersemangat seperti hari biasanya.
"Ayo ikut aku ke kantor Hokage sekarang, Naru-nii !"
Ucap Konohamaru yang langsung menyeret lengan kananku tanpa menunggu persetujuan dariku. Aku sedikit sebal karena acara makan ramen ku terganggu, bahkan ramen paman Teuchi itu saja belum sampai masuk ke dalam mulutku.
"Oey Konohamaru apa yang sebenarnya terjadi? Aku belum memakan ramen ku ttebayou!" tanyaku sembari berteriak karena sedikit kesal akan ajakannya yang tiba-tiba ini.
"Uchiha Sasuke Naru-nii… dia…"
'chotto.. Uchiha? Uchiha Sasuke?' batinku bertanya-tanya sambil memegang dadaku yang tiba-tiba saja berdebar-debar.
"Sasuke? Apa maksudmu Konohamaru?"
"Uchiha Sasuke kembali.. Dia sekarang ada di kantor hokage, Naru-nii !"
'deg..deg..deg..'
Debaran di jantungku ini semakain bertambah cepat kala mendengar penuturan Konohamaru. 'mungkinkah'…
"S-Sasuke.."
'Sasuke hontou ni? Akhirnya kau menepati janjimu Teme..'
Tak terasa aku dan Konohamaru telah sampai di depan pintu kantor Hokage yang sudah ku anggap sebagai Baachan. Aku masih sedikit ragu benarkan ini? Aku hanya tak ingin kecewa karena harapanku ini hanya akan sirna jika nanti apa yang ku inginkan ini tak menjadi sesuai harapanku. Dengan debaran di dadaku ini yang kian menjadi, aku menggerakkan tanganku untuk membuka pintu itu, tanganku bergetar hingga akhirnya aku kumpulkan keberanianku untuk membuka pintu itu, menanti sesuatu yang selama ini aku inginkan akan menjadi kenyataan.
SRREEKK
"…Sa-Sasuke…"
Naruto POV End
Pintu geser satu-satunya di ruangan okage itu terbuka dengan perlahan, menampilkan helaian kuning yang menyembul dari balik pintu itu, mata birunya sedikit membola kala mata itu menatap apa yang dikatakan Konohamaru itu ternyata benar.
"…Sa-Sasuke…"
Gumaman lirih yang menyerupai bisikan yang keluar dari bibir merah pemuda bermata biru itu membuat sosok yang di panggil Sasuke itu berbalik badan dan tersenyum tipis ke arahnya.
"Hn. Tadaima Naruto"
Kata-kata pemuda Uchiha di depannya itu membuat Naruto berjengit sedikit kaget karena sedari tadi ia tengah bergulat dengan batinnya, sebenarnya ia batinnya tengah bertanya-tanya 'benarkan dia ini Sasuke?' 'Apa Sasuke benar kembali ke Konoha?' dan lain-lain.
"S-Sasuke? Sasuke? Ka-kau?"
Naruto menunjuk-nunjuk Sasuke tepat di depan wajah tampan itu dengan tidak sopannya. Melihat itu Sasuke mendengus geli, ingin rasanya ia melahap jari telunjuk mungil yang menunjuk-nunjuk wajahnya itu.
"Dobe kau belum menjawabku"
"Eh? O-okaeri Sasuke"
Naruto langsung menurunkan tangannya lalu menundukkan wajahnya.
"Hn. Aku telah menepati janji, Aku pulang untukmu Naruto"
"Uchiha Sasuke !"
"Aku ingin mendengar penjelasan langsung darimu. Apa maksud semua ini? Mengapa kau tiba-tiba memutuskan untuk kembali ke Konoha. Tentu kau mengerti kan imbalan apa yang akan memberatkanmu akan keputusan konyol ini."
"Baachan bukankah bagus jika Sasuke kembali," jawab Naruto menengahi sang Hokage.
"Diam kau bocah! Aku bertanya pada Uchiha itu!"
Mendengar bentakan itu membuat Naruto mengkeret di pojok ruangan.
"Hn. Bukankah alasannya sudah jelas, karena aku memang ingin pulang"
"Sasuke, aku sangat senang karena kini tim 7 sudah lengkap"
Ujar Hatake Kakashi bangga, karena bagaimanapun Sasuke tetaplah muridnya meskipun ia pernah mengambil jalan yang salah, namun kini murid jeniusnya itu sudah kembali.
"Ah akhirnya Sasuke! Setelah selama ini akhirnya kau kembali. Kita bisamenjadi rival abadi seperti dulu kan Sasuke"
Inuzuka Kiba mencoba sok akrab dengan Sasuke, bagaimanapun ia merasa senang karena teman lama sewaktu mereka masih bocah itu kembali lagi.
"Sasuke-kun yokkattaaa.."
"Sasuke-kun kami sangat senang"
Ino dan Sakura pun turut menunjukkan simpatinya, mereka sangat senang akan keputusan Sasuke. Bukan karena mereka masih menyukai Sasuke, mereka hanya senang karena anggota mereka sekarang terasa lengkap seperti dulu, dan mereka sudah tak perlu menyeret-nyeret pemuda Uchiha itu untuk pulang.
BRAAAKK
"Diamlah kalian !"
Sepertinya sudah menjadi kebiasan sang hokage itu berbicara sambil menggebrak meja.
Semua yang berada di ruangan itu langsung menutup mulut mereka rapat-rapat takut jika serpihan meja yang menjadi korban gebrakan itu melayang ke wajah mereka.
"Kalian pikir akan dengan mudah aku menerima Uchiha ini untuk kembali hah ?!"
"Tidak akan semudah itu. Tentu dengan konsekuensi yang berat berdasarkan apa yang telah di perbuat Uchiha itu, Sebagai hokage aku akan menerima Uchiha Sasuke kembali menjadi shinobi Konoha namun dengan beberapa hukuman yang berat tentu saja"
Sasuke masih tak bergerak sedikitpun dan memilih untuk melirik ke samping kirinya, mencuri pandang pada Naruto yang juga menatap malu-malu ke arahnya.
Tsunade yang mendapati Sasuke tak mendengar omelannya dan malah melirik bocah kesayangannya itu menjadi murka.
"Uchiha Sasuke !" bentakan Godaime hokage itu bahkan membubarkan burung-burung yang berterbangan di atas atap kantor hokage itu.
"Hn" jawab Sasuke sekenanya, ia kesal karena acara melepas rindunya dengan cara melirik Naruto itu terganggu.
"Apa kau yakin ingin kembali menjadi shinobi Konoha?"
"Hn."
"Kalau begitu kau harus menerima beberapa konsekuensinya, mungkin beberapa hukuman akan kau terima setelah ini untuk membersihkan nama Uchiha mu itu"
"Hn. Aku siap"
Jawab Sasuke mantap dengan sekali lagi melirik Naruto, sedangkan Naruto hanya nyengir salah tingkah karena teman-temannya menatapnya.
Tsunade yang mendapati Sasuke melirik bocah kesayangannya lagi itu Nampak memijat keningnya, nampakknya ia menyadari sesuatu yang memang sudah ada di pikirannya selama ini. Sementara itu Kakashi tersenyum penuh misteri kala melihat murid jeniusnya itu tengah menatap salah satu muridnya yang lain yang tak lain dan tak bukan adalah Uzumaki Naruto si bocah berisik itu.
"Lalu bagaimana dengan para orang tua dan juga Danzou itu Tsunade-sama? Mereka pasti akan menentang semua ini. Mereka tak kan memperbolehkan Sasuke-kun kembali lagi ke Konoha, kare.."
Belum selesai Shizune mengemukakan pendapatnya, perkataannya sudah lebih dulu di potong oleh yang bersangkutan.
"Aku akan menangani orang-orang itu!"
"Arigatou baachaaaaaaan!"
Naruto langsung menghambur memeluk baachannya itu yang mengakibatkan dirinya mendapat jitakan kecil di kepalanya dari sang baachan.
"Mengapa kau yang berterimakasih gaki? Harusnya si Uchiha itu yang berterimakasih padaku! Dan kau Uchiha…."
Tsunade menggerutu lalu tiba-tiba menunjuk Sasuke.
"Aku melakukan ini hanya untuk Naruto." Tegas Tsunade.
TBC
*note: sabar yaa, untuk pernikahan SasuNaru mungkin masih chapter-chapter depan. Dan saya tentu sudah menyiapkan nama baby nya SasuNaru, yak tentu saja UCHIHA MENMA ttebayooooooou. See yaaaa next chapter, jaa.
