Chapter 2: Seiya yang gelisah

Author note: Yo~ saya kembali lagi untuk melanjutkan story ini, di mohon untuk tetap memiliki semangat membacanya ya minna, rasa-rasanya saya kemarin bilang chara tokohnya rada ooc, ya memang saya kok juga merasakan hal yang sama... pfft. Udah ah diem- kini saatnya melanjutkan cerita... maaf atas typo yang menyebalkan atau bahasa tidak jelas. selamat menikmatinya.

Disclaimer: I do not own DAA DAA DAA !

~~o~~

Setibanya Seiya di planet Sharakku, pria bersurai blonde dengan topi biru itu segera menuju kamarnya di samping kamar kakak perempuannya, Rui.

"Tidak mungkin aku dapat menyukainya, lagi pula yang ku tahuChris-chan hanya menyukai Kanata-kun mana mungkin melihatku, baka."

Seiya sendiri langsung bersandar pada bantal di kasurnya. Tak tahu mengapa Seiya bisa di bilang sedang dalam masa masa puberty yang baru mengerti cinta pantas sajadia bisa begini galaunya.

Rui agak aneh melihat tingkah adiknya, ini baru pertama kalinya Seiya berwajah murung setelah mengunjungi bumi.
Karena merasa ada yang aneh dari adik laki-lakinya Rui pun berusaha menenangkan Seiya dengan mengajaknya bicara, walau tahu pasti mereka akan membuat sebuah keributan baru nanti.

"Seiya, Chotto ii..." Rui mencoba memasukki kamar adik laki-lakinya. Tetapi yang ia dapatkan hanya Seiya yang sedang termenung. Rui yakin bahwa Seiya sedang dalam masa-masa galau tentu saat saat seperti ini lah Rui memang harus menemaninya.

"Seiya, anu.. bukannya bagaimana tetapi kau benar benar menyukai Chris-chan?" Rui sengaja membuka topik, ia tahu bahwa adiknya cukup keras kepalatetapi memang adiknya juga harus memiliki teman bicara.

"Nee-san, menyukai seseorang itu bagaimana rasanya? lalubagaimana ya mengatakannya... kalau menyukai manusia terdengar aneh, tidak?"

"Tidak.. menyukai seseorang justru sangat menyenangkan, tetapi Seiya.. jika hatimu belum siap jangan memaksakan diri ya.."

Seiya menoleh ke arah kakaknya, jarang-jarang Rui dapat menasihatinya begitu. Sungguh dewasa tidak seperti nee-san yang biasanya.

"Nee-san."

"Tetapi kau tenang saja, Seiya. Kau kan masih terlalu ke kanak-kanakkan, jadi mana mungkin mengerti cinta ya." Lalu Rui tertawa lebar seperti biasanya ketika menghina Seiya.

"Kau dari awal hanya ingin meledekku ya, Nee-san? Jahat sekali kau ini memang." Seiya mulai agak sebal, tak heran jika kedua nya ini bertengkarpertengkaran kakak ber-adik ini memang sering sekali terjadi:

"Tetapi Seiya, kau jangan lupa Chris-chan adalah manusia, sedangkan kita Alien. Paham?"

Sebenarnya itu yang dari tadi Seiya pikirkan, rasanya tak mungkin ia dapat menjalin hubungan dengan manusia. Mengingat Christine Hanakomachi juga sangat menyukai Kanata, tentu saja Seiya agak menyerah soal ini.

"Ano ne, Nee-san.. Etto... ano." Seiya benar benar sulit mengatakan dan jujur akan perasaannya saat ini, membuat Rui juga bingung menjelaskan nya pada adik laki-lakinya.

"Kau mau bicara apa sih, tidak jelas ah."
Rui sepertinya sengaja membiarkan adiknya kesal agar ia dapat berbicara jujur.

"Nee-san ketika bersama Teru-san, perasaan nee-san bagaimana?" Akhirnya Seiya membuka mulut walau tahu pertanyaan nya sungguh membuat ragu.

"Teru itu menyebalkan, tahu sendiri kan bagaimana dia."

"Bukan itu Nee-san! Bicara dengan nee-san tidak membantu apa-apa." Ia beranjak bangun dari kasurnya.

Seiya keluar kamarnya, dan menaiki UFOnya untuk pergi ke Bumi lagi, perasaan gelisah ini semakin nyata.

~~o~~

-Kuil Saionji-

UFO Seiya mendarat di halaman kuil, saat itu Kuil Saionji sedang sepi, Kanata dan Miyu sedang pergi keluar kota sepertinya. Karena itu, Seiya berfikir untuk berjalan-jalan sejenak seorang diri di Heihomachi itu.

Saat itu, Seiya melihat Christine yang sedang duduk di sebuah cafe kecil di sana. Tak tahu mengapa, jantungnya berdegup sangat kencang dan wajahnya memerah.

"Tidak boleh terlihat olehnya, tidak boleh."

Tetapi sangat di sayangkan, Christine mendapati sosok pemuda planet Sharakku itu.

"Seiya kun." Chris segera berlari keluar cafe untuk menjumpai Seiya. Ia menarik tangan kiri Seiya yang hendak meninggalkannya.

Seiya memang tidak dapat menolak Chris. Hanya saja - Chris jadi terlihat lebih manis.

"Seiya-kun! jangan pergi lagi, kumohon!"

'Chris benar-benar sudah berubahkah? bukankah selalu menyukai Kanata - kun?' ia berkata di dalam hatinya, tetapi apakah ia hanya pengganti Kanata?
"Kau tak mengizinkan ku pergi? ada apa Chris-chan?" Seiya menatap Chris dengan raut wajah yang sedih. Ia sendiri tak kuasa menahan perasaan sedih yang hanya pengganti Kanata saja.

"Seiya-kun, tak menyukaiku?"

"Bukan begitu, hanya saja-apa kita bisa bersama?"

Baru mengingat hal itu mana mungkin seorang alien dapat bersatu dengan manusia. Akhirnya Chris mau pun Seiya pun berpisah dan berjalan berlawanan arah.

~~o~~ Rui tiba di bumi seperti biasa ia mengkhawatirkan adiknya, khayalan Rui sudah sampai kemana mana, misalkan Seiya bunuh diri atau apapun. Benar pikirannya aneh kan..?
Tetapi saat itu Rui melihat sosok Seiya yang menaiki tangga Saionji itu dan- langsung memeluknya,
"Daijoubu Seiya?"

"Nee-san, Kaeru wa yo.."

"EH?! kau tak mau bertemu Chris-chan dulu?"

"Sudah...sudah bertemu.."

"Lalu KAU TAK MENGATAKAN APAPUN?!"

"Ma.. ne.."

"SEIYAA KAU INI BODOH! CEPAT KEJAR!"

"SIAPA YANG KAU SEBUT BODOH NEE-SAN!"

"KAU..."

"tapi aku mau pulang NEE-SAN! AKU TINGGAL YA, Sampai jumpa..."

Seiya menaiki UFO nya kembali ke planet Sharakku.

-Bersambung- (Chapter 3)