Ini chapter kedua~ jadi kayaknya bakalan ada 3 chapter... heheheh~RnR ya~

Disc : Masashi

Rated : K+

Genre : Humor, family

Warning : OOc, gaje, garing

"Kami akan mempersembahkan sebuah pertunjukan yang mungkin dapat menghibur anda semua," Deidara memulai. "Oke, siap Itachi..?" Deidara berbisik kepada Itachi.

"Oke, aku siap,"

Lalu mulailah mereka bernyanyi..

-Deidara sebagai vocal solo,

-Itachi sebagai penari latar.

"Lay-lay-lay-lay-lay-lay,

Panggil Dei-dei si jablay,

Saso jarang pulang, Dei-dei jarang di belay..

2X"

-Itachi ngegoyang ala Inul Daratista. ke atas, ke bawah. Yang lain bengong ngeliat tarian ero Itachi.

"Waktu camping kebina ria..

Pulang pulang Dei bertangan dua..

Meski tanpa duit dari Kakuzu… sayang,

Aku rela abang bawa kabur,"

-Jogetan Itachi makin heboh.

"Lay-lay-lay-lay-lay-lay

Panggil Ita(chi) si jablay,

Kisa(me) jarang pulang, Ita jarang di belay."

-ITACHI MAKIN HEBOH!!! YANG LAIN MAKIN BENGONG! SASO AMA KISA PINGSAN KEHABISAN DARAH.

"Ya, sekian persembahan dari kami, terimakasih sebelum dan sesudahnya, terima kasih," Itachi menutup persembahan mereka.

"Yaaaahh..." terdengar suara-suara kecewa dari hewan-hewan yang malang. Tapi Konan langsung ambil alih kendali. "yap! Terimakasih untuk Ita dan Dei yang sudah membuat kami SANGAT TERHIBUR!" ucap Konan gak ikhlas sambil nengok ke Pein yang bonyok-bonyok abis di aniaya Konan coz matanya jelayatan liatin Dei ama Ita tadi. "Ya, untuk selanjutnya kita sambut.." Konan tampak melihat ke arah rundown, "eemm... Pein!"

Pein segera berdiri dan ngebagiin sebuah kertas dan sebuah balpoint kepada masing-masing penonton. Ia sendiri menggotong sebuah papan tulis ke panggung. "Ehm! Sekarang saya akan memperlihatkan LANGKAH-LANGKAH untuk membuat tanda tangan seorang Pein." Ucapnya dengan sedikit penekanan kaya seorang moderator gituu..

"Huuuuu..." yang lain nyorakin sambil nyari posisi tidur. Tapi mau gak mau mereka ikutin juga, cause udah di dealth glare ama Pein.

"Pertama, kita buat lingkaran seperti ini, lalu begini-begini-begini," yep! Pein sangat bersemangat. Kakuzu and friend ngikutin dengan pasrah. Meskipun tanda tangan Pein lebih mirip dengan hantu kejepit pintu dari pada tanda tangan seorang leader.

TING-TONG-TING-TONG-PEPEPEPEPEPREEEEEEEETTTT-BRUT-BRUT-PREEEET-BRUT-BRUT

Terdengarsuara bel error Akatsuki. "Zu! Buka gih!" terdengar suara perintah ke arah Kakuzu.

"Kenapa gue?"

"Soalnya lo yang paling menutup aurat." Sambet Itachi langsung.

"Ogah!"

Lalu kakuzu di pelototin oleh semua orang.

1 menit

-

2 menit

-

3 menit

"Rese' lo semua!" balas Kakuzu sambil goyang ala Itachi tadi.

TING-TONG-TING-TONG-PEPEPEPEPEPREEEEEEEETTTT-BRUT-BRUT-PREEEET-BRUT-BRUT. Belnya semakin menjadi-jadi.

"Iya! Tunggu bentar napah!" Kakuzu cemberut-cemberut dengan masih tetap ngegoyang. Dibukannya pintu akatsuki yang hampir ambruk itu.

"Maaf, saya dari kantor Pos Konoha, saya mengirimkan sebuah wesel untuk Pak Pein." Jelas petugas wesel yang bernama Arana tersebut. Jelas tertanda Arana Yazuchi di bedgenya. Tangannya meninjing dua tas penuh berisi surat-surat yang harus ia antar. Tingginya yang 175 CM membuat Kakuzu harus mendongak kalo ngeliat wajahnya.

"Wee... wesel?" ujar Kakuzu tergagap-gagap.

"Iya." Ujar petugas pos sambil tersenyum.

'WESEL=UANG=KAYA=UANG=KAYA=UANG-KAYA=UANG=KAYA=UANG=KAYA=UANG=KAYA=SEJAHTERA!!!!!!!!' kira-kira itulah yang terbayang diotak Kakuzu pada waktu itu.

"Mas-mas," Arana menyadarkan Kakuzu. "Kenapa Mas?" terukir gurat bingung disana.

"Ahh... engga apa-apa..." ujar Kakuzu sambil tersenyum. Dibalik cadar tentunya.

"Pak Peinnya ada mas?"

"Oh.. saya ini Pein." tandasnya. "dek, weselnya isinya berapa ya?"

"Maaf mas, saya kurang tahu."

"Ooohh..." terdengar desah kecewa Kakuzu.

"Mas, tolong tanda tangan disini," jelas Arana sambil memberikan selebar kertas dan sebuah balpoin ke Kakuzu. Kakuzu lalu menandatangani bukti penerimaan wesel tersebut dengan tanda-tangan yang baru saja diajarkan Pein.

'Oohh... thank you Pein, you give me everything,' uang pastinya.. begitulah suara hati Kakuzu... lalu dibukanya amplop tersebut. Dan isinya adalah... 10 juta rupiah!!!!!!!!! Lalu Kakuzu tereak-tereak gaje yang sukses bikin teri yang tadi hidup ama tereakannya Tobi -masih inget kan?- mati lagi.

"KAKUZU DAMPREET!!!! LAMA-LAMA AMAT SIH? SURUH PULANG AJA TAMUNYA!!!" teriakan toa menghentikan aktivitasnya.

"Iye... gue dateng!"

"Siapa tadi?" sambet Deidara.

"Oh.. orang salah alamat," Kakuzu boong. Mana mungkin ia bilang kalo yang dateng tuh petugas pos yang ngirim wesel.

"OOOOOOHHHHHHH....."

"Oke! Untuk selanjutnya," Konan segera mengambilalih situasi,"kita tampilkan.. HIDAN!"

"Ehm, mohon sejadah dan meja kecilnya di atas panggung," pinta Hidan. Dan kisame yang berwajah kuli pun melakukan perintahnya."Bismillahirahmanirahiiim.." mulainya.

"BENTARRR!!!!" tiba-tiba Deidara tereak frustasi.

"Apa?" tanya semuanya.

"Si Hidan ini mau ngapain?"

"Emm..." Konan terlihan melihat susunan acara, "Ceramah ke-Jashin-an"

"OOOHH.." Deidara meng-oh keras-keras sendiri. Langsung malu.

"Hari ini, adalah hari yang sangat berbahagia. Karena kita bisa berkumpul disini.. dengan sejahtera sentosa.."

"Apanya yang sejahtera? Setiap hari aja makan ama teri pake daun pisang!" bisik Deidara pada Pein.

"Ehm! Boleh saya lanjutkan?" ucap Hidan seketika setelah mengetahui ada yang komen. Semua ngangguk. "pada hari ini, saya ingin menjelaskan tentang manfaat buang sampah sembarangan. -??-" Hidan tarik nafas,"jika kita buang sampah sembarangan.. dunia kita akan hancur! Orang-orang akan mudah sakit! Sehingga Akatsuki ini akan mudah mengambil alih dunia.. HAHAHAHAHAH~"

"Emm... senpai! Tobi baru tahu, senpai masih nyipen ambisi yang udah kita kubur jauh-jauh hari..." tandas Tobi polos yang dari tadi diem melulu. Yang lain ngangguk-ngangguk setuju.

"Ihh... kubur? Emangnya Hidan, yang dikubur Shika di sinetron Naruto??" Konan berkata jijik. Yang lain ngangguk setuju.

"Kaaaa... Kalian.. tega banget sih sama aku.. hiks_hiks.." Hidan pundung.

"Bodo amat!" kata yang lain serempak. Hidan langsung turun dari pangung. Masuk ke toilet, langsng nyeruput air kloset. "Ahhh... segaarrr..."

"Yak! Untuk mempercepat waktu, kita sambut.. Tobi, Kisame, dan Zetsu!!!!"

Maka muncullah 3 mahkluk yang seadanya naik ke atas panggung. Yang satu ikan, yang satu Venus Flytrap, tang satu lolipop jeruk. "Saudara-saudara.. sebangsa setanah air.. Hari ini, kami akan mempertunjukkan 'Maha' karya dari seorang maha orang -??- yaitu kami bertiga. Lebih tepatnya, kami akan mempertunjukkan sebuah drama musical yang berjudul TOKET –Tobi Kisame Zetsu-!" Kisame yang tak lain orang yang paling pinter diantara mereka membuka. Pein langsung serius. "Mohon tepuk tangannya.." kata Zetsu parau.

"Senpai-senpai yang Tobi hormati, Tobi ingin senpai-senpai memperhatikan kita bertiga, karena Tobi ama Kisame-senpai sama Zetsu-senpai sudah berusaha keras bikin dan latihan drama ini." Tobi pun membuka acara dengan polos. Padahal dibalik topengnya lagi dealth glare. Yang lain ngangguk-ngangguk oon dengerin Tobi ngomong.

Tak lama kemudian 3 mahkluk tersebut membuka jubah kucel Akatsuki dengan lebaynya secara barsamaan. TRASH! Merekapun mengnakan kostum masing-masing, kisame memakai baju seksi bekas dipake Itachi joget tadi, Tobi pake baju kaya buruh dengan masih pake topeng pastinya, Zetsu pake waitress dress warna item-putih 5 centi diatas lutut.

Lalu ada backsound 'WEEE ARE THEE CHAMPIOONNN' mengalun keras diseantero ruangan. Mereka bertiga pun ngedance ala Rihanna. Penonton joget-joget gaje.. sambil teriak, 'O Yeah! Yeah!'

Setelah selesai..

Kisame: "Aku adalah seorang anak dari keluarga kaya yang memiliki aset di berbagai belahan dunia, meskipun aku kaya, aku tak pernah sombong"

Yang lain: "PRRRREEEEETTTT!!!!!!"

Kisame: "Pelayan! PELAYAN!"

Lalu datanglah Zetsu dengan memaka waitress dressnya.

Zetsu: "Ada apa nyonya -??-"

Kisame :"Aku haus, tolong ambilkan minum untukku!"

Zetsu : "Minuman apa tuan? Air pipis kuda? Atau tikus?"

Kisame : "Yang kuda saja, jangan lupa masukkan gula 1 kilo."

Zetsu : "Baik tuan, ini.." Zetsu menyodorkan sebuah nampan yang tak berisi apa-apa.

Kisame : "Mana??? Kok gak ada?" Kisame meneliti napan.

Zetsu : "Bayangin aja napa?"

Kisame : "Bayangin?" Tiba-tiba Kisame nangis dengan lebay. "Oh~ aku ngebayangin air pipis kudanya sudah tumpah!"

Penonton: GUBRAK!

Kisame : udah frustasi, kayaknya dia emang beneran pengen air pipis kuda. "Hiks... TOBIIII!!! TOBI!! KEMARI!!" teriaknya toa lalu duduk di kursi malas yang sudah disediakan.

Tobi : bawa cangkul di pundaknya layaknya para petani. "Apa?" ketanya dengan gaya mengejek.

Kisame : "Karena kalian gak pernah bantu apa-apa, kalian AKU PECAT!"

TBC..

Nyahahahah~ Nana akhirnya ngepost fic lagi!

Maaph banget buat kak Megumi~ Nana gak jadi Post fic Sasunaru daynya~ maaph ya~

melenceng! asalnya cuma mau oneshot! tapi jadi 2 mau 3 begini! tak apa! yang penting ripyu ya~

Next Chapter:

"OOhh!!! ternyata Deidara igin tampil untuk kedua kalinya!!!"

"HAH???? YEYYEYEYEYE!"

"Apa?"

"ADA deh!"

Mind to review?