Jika Zelo berpendapat Jungkook lebih cocok menjadi uke, lain halnya dengan pendapat Hoseok sang kekasih.

"Kalau menurutku sih, Taehyung lebih pantas jadi uke, kan dia sering tuh bergaya konyol ala-ala yeoja"

Taehyung yang mendengarnya langsung bersiap menumpahkan sup ayamnya ke arah Hoseok, tapi tanpa diduga Hoseok malah membuka mulutnya seakan siap menerima sup tambahan dari Taehyung. Taehyung pun urung melakukannya, kalau dia menumpahkan pada Hoseok sama saja jatah makannya berkurang dong, dan sialnya Hoseok malah tertawa mengejek sambil melet-melet.

.

.

Hari ini hari Sabtu, malam minggu telah datang yuhuuu, biasanya para pasangan muda mudi, muda muda maupun mudi mudi menghabiskan waktu bersama sepanjang malam, entah menonton bioskop, makan malam, atau hanya jalan-jalan saja.

Tapi manusia-manuisa kumpajom alias kumpulan para jomblo harus gigit jari melihat euforia pasangan-pasangan tersebut. Sama halnya dengan namja yang sedang bergelung bosan diatas ranjang berukuran king size miliknya, Kim Taehyung, bocah berandalan jomblo yang padahal dilihat dari segi manapun dia mendekati sempurna, tapi entah mengapa sampai detik ini ia masih saja setia dengan status 'perjakanya'.

Biasanya ia akan menghabiskan malam minggu bersama dengan sahabat bantet nan sexynya itu, bermain di game center, makan ramen, bersepeda dan masih banyak lagi, tapi itu dulu, sekarang sahabatnya Park Jimin sudah menjadi milik seseorang, dan sudah dapat dipastikan saat ini sahabatnya pasti sedang berlovely dovey dengan kekasih gula cabainya itu, Min Yoongi. Iya gula cabai karena mukanya manis seperti gula tapi bibirnya itu lho pedas seperti cabai rawit kering.

.

.

"Aaarrgghhh ya tuhan aku bosan", kesal Taehyung sambil mengacak-acak seprainya.

"Aha i have a good idea", gayanya sok pakai bahasa inggris padahal dari nilai satu sampai seratus nilainya hanya sepuluh, tak apalah lebih baik daripada Jungkook yang hanya mendapat nilai empat.

Ngomong-ngomong soal Jungkook, namja inilah yang dianggap Taehyung sebagai malaikat penolong kebosanannya, maka secepat kilat ia menyambar smartphone apel kegigit kebanggaannya yang ia letakkan diatas meja belajar miliknya, mencari kontak Jungkook.

Tut..tut..tut..tut..tut..tut..

"Sialan kemana sih si brengsek ini, kenapa tak menjawab telfonku aish"

Sedangkan Jungkook sendiri saat ini sedang bersantai di ruang tamu rumahnya sambil menonton televisi dan memakan keripik kentang rasa sapi panggang kesukaannya. Ia melihat smartphonenya berkedip, dilihatnya sebentar siapakah gerangan yang menelfonnya malam minggu mesra begini. Ternyata muncullah nama Alien Hyung disana, dan Jungkook kembali menyenderkan punggungnya pada sofa, mengabaikan panggilan tersebut dengan sengaja.

Jungkook tau hyung aneh itu pasti sudah hampir mati kebosanan karena sahabatnya pastilah sedang bersama Yoongi hyung dan Taehyung pasti diabaikan.

"Cih keparat itu pasti sedang mencari teman Hang Out"

Lama Jungkook mengabaikan tetapi panggilan itu tak pernah menyerah, Taehyung gigih sekali pikirnya. Lama kelamaan Jungkook jengkel juga, diambillah handphonenya tersebut dan ia yakin pasti sebentar lagi ia akan ke THT karena Taehyung pasti berteriak tak terima sedari tadi diabaikan.

"Halo Jungkook ?"

"Bukan, ini Mukidi, yaiyalah hyung Jungkook, memangnya kau tidak mengsave nomerku dengan benar apa", sebenarnya Jungkook sedikit kaget karena apa yang ia bayangkan tidak terjadi, malah dirinyalah yang marah-marah.

"Hehehe maaf-maaf untuk memastikan saja kok, Oh iya kau sedang apa kook ?", wow tumben Taehyung manis sekali, pasti ada daging dibalik mangkok.

"Gak usah basa-basi deh hyung, mau ngajakin jalan kan, bosen kan ditinggal Jimin hyung, sukurin, hahaha", ejek Jungkook to the point.

"Yak sialan kau, aku sudah baik-baik tau dan kau malah menyebalkan seperti ini, hhh tapi kau memang benar Jeon, bagaimana mau tidak ?"

"Kemana ?", jawab Jungkook cepat.

"Ehmm bagaimana kalau ke tempat yang menyediakan sesuatu putih-putih kental dan hangat, ouh membayangkannya saja aku sudah tak tahan kook"

"Hah ? Apaan tuh ?"

"Sudahlah ikut dulu nanti toh kau juga tau"

"Hhh baiklah Kim, tapi aku ingin makan-makan juga, jajan-jajan juga, kau yang traktir, harus setuju, aku tunggu setengah jam lagi, kau tak datang kutinggal tidur"

"Wah baiklah aku setuju, terima kasih ya sayaaang"

"Kau sungguh menjijikkan, tidak jadi deh aku tidur saja"

"E e e iya iya mian deh hehe, jangan ngambek gitu dong, aku berangkat nih sekarang, tunggu aku oke, bye"

Dan keduanya pun segera bergegas mematut diri agar terlihat makin tampan, siapa tau nanti ketemu jodohnya, begitulah fikir mereka.

.

.

"Jadi...tempat ini yang kau maksud hyung ?"

"Yap hehe kau suka kan ?"

"Hhh kukira kau akan mengajakku ke tempat penuh laki-laki gay yang menghasilkan banyak sperma"

"Yak apa-apan otak mesummu itu, sepertinya kau harus banyak mengurangi bergaul dengan si bantet"

"Wow wow wow seperti dirimu tidak mesum saja bung, aku tau kau menyimpan puluhan film biru dari berbagai negara, entah pasangan normal, yaoi maupun yuri, iya kan ? Ngaku saja deh"

"Salah, aku punya ratusan Jeon hahaha"

"Kau memang bangsat Kim haha, yasudah ayo cepat masuk"

"Oke, let's go", Taehyung merangkul bahu Jungkook kemudian membawa keduanya memasuki cafe bertuliskan Milky Moo tersebut, yap ini adalah cafe yang menyediakan berbagai varian susu.

.

.

"Nah kau yang pesan aku yang cari tempat duduk, ini uangnya, tolong pesankan aku susu vanilla with oreo", perintah Taehyung pada Jungkook.

"Yak apa-apaan kau, kau kira aku kacungmu apa", tapi terlambat, Taehyung telah berjalan menjauh sambil melambaikan tangan dan Jungkook masih saja menggerutu.

.

.

"Hyung kenapa sih pilih tempat di pojokkan begini, macam orang sedang berkencan saja", padahal Jungkook belum duduk tapi ia sudah protes sambil berjalan membawa nampan.

"Astaga kau ini mengomel saja daritadi macam ibu-ibu komplek"

"Kurang ajar mulutmu itu"

"Ya ampun iya iya, sorry, lihatlah keluar jendela, pemandangannya sangat bagus dari sini"

Dan Jungkook pun mengikuti perkataan Taehyung.

"Baiklah kau menang, sudahlah aku mau minum dulu"

Keduanya pun terlihat menikmati susu pesanan mereka masing-masing, hingga Taehyung membuka percakapan lagi.

"Hei kook, kau...hanya memesan susu vanilla ?"

"Iya, memangnya kenapa ? Ada masalah ?", ucapnya cuek lalu melanjutkan mari-minum-susu-vanilla-original.

"Pfftt hahaha astaga kau seperti bayi saja Kook haha", tiba-tiba tawa Taehyung meledak seenak jidatnya.

"Berkacalah siapa yang mengajak minum susu duluan, oh haruskah aku mengupdate status berkata 'berandalan pun masih minum susu' dan akan aku tag nama akunmu"

"Hehe peace peace damai Kook, just kidding manis", jawab Taehyung sambil menoel-noel dagu Jungkook, Jungkook sendiri hanya memutar bola matanya malas.

.

.

"Kook..."

"Hmm...", enggan sekali Jungkook menanggapi, pasalnya ia sedang seru-serunya bermain game.

"Itu ada...", perlahan jemari Taehyung mendekati area bibir Jungkook, semakin dekat, semakin dekat lagi, kurang sedikit lagi, tapi PLAK, "Mau apa kau hah ?"

"Ya ampun Kook, itu lho ada bekas susu di atas bibirmu, seperti kumis beruban saja"

Jungkook pun langsung mengusap kasar area yang Taehyung maksud dengan punggung tangannya.

"Kau kan bisa bilang dulu, apa kau mau aku beranggapan dirimu begitu romantis begitu ? Hell tidak akan".

"Hahaha kau pikir aku mau kau puji seperti itu ? Tidak terima kasih, aku hanya berniat membantu bodoh, huh yasudahlah".

"Baiklah terima kasih tapi aku bisa sendiri oke"

"Yayaya aku percaya, eh ayo kita mengambil selca, nanti aku upload di instagramku"

"Dasar anak kekinian, yasudah ayo"

"Euw mengejek tapi mau juga, nah lihat sini, oke siap hana dul set, ckrek"

Taehyung langsung mengupload foto mereka dengan caption 'saturday night with IronKook ^^'

"Lihat dong hyung", Taehyung pun memberikan smartphonenya.

"Wah kenapa aku jadi terlihat manis begini sih hyung, kau apakan kamera hadnphonemu itu"

"Enak saja menuduh seenak bacotmu, malam ini kau memang terlihat seperti uke, bagaimana tidak hodie putihmu itu semakin membuatmu terlihat mirip kelinci menggemaskan minta dipungut"

"Hei ini hoodie baruku hyung, jangan mengatainya begitu dong"

"Hoo benarkah ? Eh omong-omong kita seperti pasangan ya Kook, kau pakai hodie putih aku pakai hodie hitam, sepeti pakaian couple"

"Astaga...terserah kau saja hyung, aku lelah menghadapimu", ucap Jungkook sok dramatis.

"Hehe mian-mian, kau tau kan aku terlalu banyak bergaul dengan Hoseok Hyung jadi ikut-ikutan cerewet deh, eh Kook kau tau tidak si Joshua bukor bule korea anak kelas 2-1 itu lho, kemarin dia menyatakan cinta pada Junghan teman sekelasku, padahal kan Junghan udah punya pacar anak 2-4, wah gila tuh anak nekat abis, seru banget lagi soalnya habis gitu Seungcheol nyamperin, terus ngerebutin si Junghan gitu deh, berasa nonton drama live"

Jungkook pun melupakan niatnya bermain game lagi demi merumpi bareng Taehyung, meskipun berandalan mereka juga hobi menggosip omong-omong.

"Terus terus hyung akhirnya si Junghan milih siapa ? Terus sampai tinju-tinjuan ngga ?"

"Nah terus..."

Mereka pun terus mengobrol soal ini itu sampai minuman mereka habis.

.

.

"Pulang nih hyung ? Ini masih jam delapan lho, kalau pulang sekarang seperti anak perawan saja"

"Tidak, tidak, ayo kita jajan pinggir jalan, sekalian cari kenalan, siapa tau pulang-pulang dapat pacar haha"

"Wah tumben otakmu cemerlang hyung"

"Kim Taehyung gitu lho, remaja muda, single, mapan dan sangat amat tampan"

"Hooekkss tolong ambilkan aku ember karna aku ingin muntah mendengar kenarsisanmu itu"

"Hei tapi kenyataannya memang seperti itu, akui saja"

"Terserah apa katamu saja, sudahlah ayo"

.

.

Dan benar saja mereka mencoba berbagai jajanan pinggir jalan sambil menggoda yeoja-yeoja yang mereka temui, dari yang masih SMP sampai noona-noona pekerja kantoran.

"Hai cantik bagi nomor hp dong"

"Noona sendirian aja nih, dedek temenin yuk"

"Haloo adik-adik manis, mau oppa anterin pulang ngga"

Kira-kira seperti itulah gaya menggoda mereka.

"Haha hyung kau norak sekali", Jungkook terpingkal melihat bagaimana cara Taehyung menggoda sekumpulan yeoja SMP yang malu-malu kucing itu, dengan gaya Taehyung sok berdance ria di depan mereka.

"Berhenti tertawa sialan haha", padahal Taehyung sendiri menyuruh Jungkook berhenti tapi dirinya sendiri juga ikut tertawa, Taehyung memang aneh.

"Setidaknya aku lebih mending daripada kau Kook, apa-apaan kau bernyanyi di depan noona itu, memalukan hahaha"

"Hahaha hei suaraku bagus asal kau tau saja"

"Iya sih tapi tak perlu konser dadakan juga haha", Taehyung masih saja menertawai Jungkook"

"Hyung aku mau beli sosis dulu, kau mau ?"

"Tidak terima kasih, kau saja sana, aku tunggu disini"

"Baiklah"

Jungkook masih mengantri,dari sini ia bisa melihat Taehyung menunggunya bersandar di dinding entah milik toko apa, tak lama kemudian ia melihat Taehyung lagi-lagi menggoda seorang yeoja. Kebetulan ia sudah selesai pula, kurang beberapa langkah lagi ia sampai dimana Taehyung berada, ia bisa mendengar Taehyung meminta id kakaotalk yeoja teesebut. Tiba- tiba terbesit ide jahil di otaknya.

"Maaf permisi, kalau boleh aku beri info sebenarnya namja ini gay, jadi percuma saja kau hanya di php", ucap Jungkook tiba-tiba menyela pembicaraan mereka. Bisa Jungkook lihat ekspresi Taehyung yang begitu terkejut ,ingin sekali Jungkook tertawa terpingkal sekarang ini.

"A...ah begitu ya, sayang sekali, yasudah kalau begitu aku duluan ya adik-adik manis", ucap Yeoja tersebut dan langsung berjalan cepat meninghalkan mereka.

Jungkook pun langsung meledakkan tawa yang sedari tadi ia tahan.

"Haha satu kosong ya hyung", dan Jungkook pun langsung lari meninggalkan Taehyung sambil memeletkan lidahnya mengejek Taehyung.

"Yak anak nakal kemari kau sialan, sini aku jewer telingamu", Taehyung pun yang tak mau kalah langsung mengejar Jungkook.

"Ayo sini kejar kalau bisa haha"

.

.

Akhirnya mereka pun berhenti di depan sebuah mini market.

"Hosh hosh hyung hosh aku lelah, aku hah hah haus"

"Hah hah aku juga Kook, beli ice cream yuk, aku yang traktir deh, kau mau rasa apa ?"

"Strawberry aja deh hyung"

"Oke tunggu ya"

Sepertinya Taehyung memang ditakdirkan untuk balas dendam. Yap, dari meja kasir ini ia bisa melihat Jungkook yang sedang mengobrol dengan seorang noona-noona, yang sepertinya noona tersebut sedang menunggu seseorang.

"Lihat saja pembalasanku Jungkook-ah", monolog Taehyung seraya membuka pintu mini market tersebut.

Bisa Taehyung lihat Jungkook mulai mengeluarkan smartphonenya pertanda ia akan mendapat id kakaotalk atau nomor handphonenya.

"Ekhem, sayang apa yang sedang kau lakukan hm ? Oh apa noona-noona ini menggodamu ?"

"Eh eh tidak kok, di..", jawab yeoja tersebut gelagapan. Sedangkan Jungkook sendiri langsung melongo mendengar perkataan Taehyung.

"Noona kuberitahu ya, kelinci manis ini adalah kekasihku, jadi jangan menggodanya oke, kau tau kan jika pasangan sesama jenis itu mempunyai rasa cemburu yang tinggi hm ?"

"Ah iya iya baiklah, oh itu dia temanku, aku pergi dulu ya dan maaf aku tidak tau dia sudah punya kekasih"

"Oke, bye bye noona..."

Hening.

Masih hening.

"Hiyaaa apa-apaan kau ini, astaga kau ini memalukanku saja hyung", Jungkook yang baru sadar langsung memukuki pundak Taehyung tak berperasaan. Tapi Taehyung sendiri malah tertawa habis-habisan.

"Hahaha satu sama oke, kau tadi juga merusak usahaku ingat itu"

"Huh menyebalkan, yasudah mana ice creamku"

"Oh iya lupa hehe ini makanlah"

"Yey gumawo hyung, eh hyung kita ke sungai han yuk"

"Hah ngapain ?"

"Setelah ini kita tak ada tujuan kan, aku rasa ke sungai han tidak buruk juga"

"Hm iya juga sih, yasudah ayo cepat habiskan ice creamnya, sambil jalan ke parkiran motorku"

"Ne"

.

.

"Huaa hyung ramai sekali, banyak yang pacaran lagi, nanti orang-orang kira kita pacaran juga lagi"

"Trus kau pikir aku peduli ? Sama sekali tidak, sudahlah ayo kita duduk disana sambil melihat pancuran airnya tuh bagus berwarna-warni"

"Okelah"

.

.

"Hoaa hyung bagus sekali ya, foto aku dong hehe"

"Cih dasar alay, kemarikan handphonemu"

"Nih"

"Oke yap ke kanan sedikit Kook, sedikit lagi, yap oke tetap disitu, aku hitung ya, hana dul set"

Ckrek ckrek ckrek ckrek

Berkali-kali Taehyung mengambil foto Jungkook dari berbagai arah.

"Hoaa hyung ini bagus sekali, gumawo", Jungkook tersenyum lebar sampai memperlihatkan gigi kelincinya.

"Sama-sama", jawab Taehyung sambil mengusap-usap rambut puncak kepala Jungkook, sedang Jungkook sendiri tak protes, masih sibuk melihat foto-fotonya.

.

.

"Hyung ada kembang api hyung, lihat bagus sekali", entah ada acara apa tiba-tiba banyak kembang api bermunculan.

"Kau benar Kook, ayo ayo kita foto dengan latar belakang kembang api ini"

Ckrek.

'Aku rasa malam ini cukup menyenangkan :)' caption Taehyung di uploadan keduanya malam ini.

Jungkook masih saja terkesima pada kembang api tersebut, mata besarnya terlihat berkilauan. Taehyung merasa saat ini Jungkook terlihat sangat indah, maka dengan cekatan ia mengambil foto Jungkook dari samping dan lagi-lagi menguploadnya.

'Kau terlihat menggemaskan, ini kan hanya kembang api kekeke, tapi terima kasih telah menghabiskan malam ini denganku :)'

.

.

"Suit suit yang kemarin malam minggu barengan ciyee ciyee"

"Jadian nih, traktir dong"

Saat ini mereka sedang istirahat dan seperti biasa menguras makanan di kantin. Itu tadi suara para hyung yang baru saja tiba di meja mereka, menggodai Taehyung dan Jungkook yang memang sudah tiba dan makan lebih dulu, Taehyung dan Jungkook lapar man.

Alih-alih menanggapi mereka kompak kembali memakan makanan mereka.

"Woi kalau di tanya jawab dong", seru Hoseok.

"Kalian itu bukan tanya tapi menuduh hyung", jawab Jungkook.

"Jadi kalian tidak jadian ?", tanya Jin.

"Tidak", ucap Taehyung dan Jungkook berbarengan.

"Oh kukira, sayang sekali ya padahal aku sudah berharap lebih pada kalian"

Taehyung dan Jungkook pun hanya memutar bola mata malas, malas menanggapi omongan hyungdeulnya ini, mending makan.

.

.

Sudah tiga hari ini para hyungdeul tidak makan siang bersama lagi, ada saja alasan mereka untuk tidak makan di kantin, hingga menyisakan Taehyung dan Jungkook saja yang masih makan siang bersama.

"Kook kau tidak merasa aneh apa ?", tanya Taehyung usai ia menghabiskan dua porsi ramen pesanannya.

"Aneh ? Apanya ?"

"Hanya saja aku merasa hyungdeul sengaja membuat kita berduaan"

"Oh ya ? Memang apa tujuan mereka ?"

"Mereka kan suka sekali menjodoh-jodohkan kita Kook"

"Um iya juga sih hyung, tapi yasudahlah nanti juga mereka capek-capek sendiri terus balik lagi deh makan bareng kita"

Taehyung mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.

"Eh eh Kook lihat deh itu seperti bayangan manusia ya"

"Mana hyung mana ?"

"Itu lho yang di belakang pilar besar itu"

Jungkook mengikuti arah jari telunjuk Taehyung.

"Tapi kok besar gitu ya hyung ?"

"Itu bayangan banyak orang berdempetan Kook, tadi sekilas aku seperti melihat siluet Jimin, kau tau kan aku sudah hidup dengannya sejak masih ingusan ,pastilah aku hafal bentuk tubuhnya"

"Jadi maksudmu hyungdeul sedang mengintipi kita ?"

"Thats right Kook, eh bagaimana kalau kita balik mengerjai mereka ?"

"Eoh caranya ?"

"Kemarikan telingamu", Taehyung pun membisiki rencana nakalnya pada Jungkook.

"Bagaimana kau setuju tidak ?"

"Well, aku rasa boleh juga hyung haha, ayo kita coba sekarang"

Taehyung dan Jungkook pun bergandengan tangan keluar dari area kantin, bahkan bahu mereka bergesekan, cekikan bersama seperti sedang membicarakan sesuatu yang seru.

"Psst Kook aku rasa ini waktunya", bisa dilihat Jungkook menganggukkan sedikit kepalanya.

"Hana...dul...set hayooo ngintipin kita ya", seru Taehyung dan Jungkook bersama sambil membalikkan tubuh mereka, dan benar saja para hyungdeul langsung terlonjak kaget, bahkan Hoseok sampai terjatuh.

"Nah kan ketahuan, ngapain sih hyung pakai acara menghindar makan siang bareng kita, kalau niat jodohin ngga perlu sampai segitunya lah", cerocos Taehyung.

"Hehe iya iya maafin kami ya Taehyung dan Jungkook juga, mulai besok janji deh balik lagi seperti biasanya", rayu Namjoon pada sepupu tertampannya ini.

"Nah gitu dong hyung, kalau kalian sepeti ini itu seperti you got no jams", sambung Jungkook.

"Yasudah yasudaj ayo kembali ke kelas, sudah bel nih"

"Ah kau benar Zelo, ayo cepat pelajaran kita setelah ini kan Bahasa Inggris gurunya galak lagi, kami duluan ya hyung", tiba-tiba Jungkook sudah menarik paksa tangan Zelo, ia tak mau dihukum please.

.

.

Hari ini adalah jadwal ekskul klub basket, dan mereka pun sudah menyelesaikan kegiatan tersebut beberapa menit yang lalu.

Jin dan Namjoon langsung pergi tanpa mengganti baju mereka terlebih dahulu karena Jin terburu-buru, ada diskon sepatu converse warna pink omong-omong keburu habis kalau semakin lama, jadi dengan senang hati sang kekasih Kim Namjoon menuruti keinginan kekasihnya 'cantiknya'' itu.

Untuk Hoseok dan Zelo setelah berganti kaos mereka juga langsung meninggalkan lapangan, Zelo ada les sebentar alasan mengapa Jungkook berteman dengan Zelo, Zelo selalu bisa diandalkan karena ia pintar, eh tapi Jungkook juga menyayanngi Zelo selayaknya sahabat kok.

Pasangan bantet, Yoongi dan Jimin, setelah bercakap sebentar dengan Taehyung dan Jungkook mereka pun bergegas keluar dari lapangan, Yoongi lapar katanya, jadi Park Jimin sebagai kekasih dengan siap sedia akan mengantarkan kekasihnya membeli makanan.

Tinggallah Taehyung dan Jungkook berdua di lapangan basket seluas ini. Kini Taehyung sedang bersandar santai pada tembok pembatas antara bangku penonton dengan lapangan sambil memperhatikan Jungkook yang sedang berganti kaos berwarna putih tipis.

'Kalau dilihat-lihat Jungkook sexy juga ya, kulitnya putih mulus, manis lagi, coba saja dia jadi pacarku, kelihatannya dia panas juga di ranjang, aku ingin mencicipi bibir dan lehernya lebih dulu' entah ada angin apa tiba-tiba otak mesum Taehyung berfantasi ria hanya karena menonton Jungkook berganti kaos.

Jungkook merasa tatapan Taehyung sangat aneh, "Hyung kenapa kau menatapku seperti itu ? Kau aneh tau, hentikan kumohon".

Taehyung berjalan mendekati Jungkook yang berdiri di samping bangku untuk pemain basket.

"Ani hehe, kau mau langsung pulang ?"

"Sebentar lagi saja ya hyung, aku lelah, aku ingin main game dulu", Jungkook pun mendaratkan pantat montoknya pada bangku tersebut, diikuti Taehyung yang duduk disebelahnya.

Taehyung hanya diam menonton game yang sedang dimainkan Jungkook, Piano Tiles, sangat aneh karena biasanya Taehyung akan selalu menyerocos tiada henti, tapi Jungkook acuh saja, mungkin Taehyung sedang lelah pikirnya.

"Kook...", Taehyung memecah keheningan diantara mereka.

"Hm...", jawab Jungkook tanpa mengalihkan perhatiannya dari permainan itu.

"Kita pacaran yuk", ucap Taehyung enteng seperti tiada beban.

Jungkook mempause permainannya dan menatap Taehyung yang sedang tersenyum lebar menunjukkan kelebihannya mempunyai senyum persegi panjang. Jungkook pun memberikan senyuman terbaiknya pada Taehyung dan mulai menjawab, "Um oke"

"Eh...?"

T.B.C...

Maaf yaaa beribu maaf baru bisa update, ini masih aja ngetik di hp, ngetik di notes lagi huhu :(

Typo pasti bertebaran, maafkan aku *bowbow*

Ini bisa dibilang T+ gak sih ?,?

Maaf lagi karena gak balesin review hiks, tapi aq tetep baca kok ^^

Makasih buat yg udah Follow, Fav, Review ff abal ini, Vu terkenyut sungguh ,

See you again yaa ^,^ #Taekook