―εϊз―
Cicak
by soo-iceu aka suyanq
.
.
Cast: Jeon Jungkook, Jung Hoseok, etc.
Main Pairing: HopeKook, or sometimes called JungHope.
Warning! AU!School life, bxb, typo(s), bahasa baku featuring non-baku, judul gak nyambung sama isi.
Length: Chaptered [2/8]
.
.
Mind to read, follow, favorite, and review?
ㅡεϊзㅡ
"Jung Hoseok lagi, Jung Hoseok lagi. Kau sadar tidak? Bapak bosan melihatmu. Sekarang, jelaskan apa yang terjadi hingga dua adik kelasmu ini ikut-ikut ketangkap Sung ajhussi." Ujar Park seonsaengnim dengan nada pasrah.
Hoseok melengos kesal. "Sungguh, pak. Saya berani bersumpah kalau tadi saya benar-benar ke toilet dan bocah ini menyiram celana saya hingga basah kuyup!"
Jungkook mengangkat bahunya dan memasang wajah takut-takut saat Hoseok memelototinya dengan garang.
"Dan kau, kenapa kau bisa menyiram celana Hoseok?" Tanya Park seonsaengnim lagi.
Mampus aku. Batin Jungkook. Sip, kesialan apalagi yang akan menimpa Jungkook setelah tertangkap basah Park seonsaengnim?
Melihat Jungkook tak kunjung jawab, Junhong akhirnya gemas juga. "Saya dan Jungkook kena hukum membersihkan taman. Kami hampir selesai, tapi Jungkook ingin ketoilet jadi kami ketoilet dulu. Dan entah Jungkook melakukan apa hingga ia membasahi celana Hoseok sunbae." Jawab Junhong jujur dengan sedikit bumbu penyedap rasa kebohongan. Tsk.
"Oh jadi begitu." Park seonsaengnim membenarkan letak kacamatanya. "Yasudah, karena masalahnya sepele, jadi kalian tidak mendapat hukuman. Jungkook, Junhong, meminta maaflah pada Hoseok, ya? Sekarang semuanya kembali kekelas."
"Ne seonsaengnim. Gamsahamnida." Jawab mereka bertiga serentak sambil keluar dari ruang konseling, tempat persidangan murid-murid yang bermasalah.
Junhong dan Jungkook menghela nafas setelah selesai mengenakan sepatunya kembali. Namun tiba-tiba Jungkook merasa tangannya ditahan.
"Urusan kita belum selesai, Jeon Jungkook!"
Hoseok berbicara tepat ditelinga Jungkook membuat sang empu meremang seketika. Belum selesai? Oh astaga. Apalagi sekarang?!
ㅡo00oㅡ
"Ada yang bernama Jeon Jungkook?"
Seluruh murid yang sedang rapih-rapih buku dikelas itu menoleh kearah pintu. Muncul seorang sunbaenya, seorang laki-laki berambut... Ugh, susah dijelaskan. Yang jelas, laki-laki itu sangat putih dan manis, belum lagi poninya yang setengah panjang itu, lucu sekali.
"Saya, sunbae. Ada apa?" Jawab Jungkook sopan setelah ia ditegur oleh Yugyeom, katanya ada sunbae yang mencarinya.
"Kau mau ikut denganku sebentar, tidak?"
"Boleh, untuk apa?" Jawab Jungkook.
"Hm.. Lihat saja nanti. Bagaimana?"
Jungkook tanpa berpikir langsung mengangguk manis. "Ne, saya ambil tas dulu."
Setelah Jungkook siap dengan tasnya, ia langsung mengikuti si sunbae melangkah. Sunbae itu melangkah keluar sekolah dan Jungkook mencium sesuatu kalau si sunbae akan mengajaknya ke café. Jungkook tersenyum lebar.
"Sunbae?"
"Iya?"
"Omong-omong, nama sunbae siapa?"
"Ah! Namaku Min Yoongi tapi teman-temanku lebih sering memanggilku Suga."
Jungkook terdiam sebentar. Okay... Suga itu... Nama yang terlalu familiar ditelinganya. Bukan, Suga bukan temannya, sungguh! Suga itu... Aduh, Jungkook lupa. Tapi, Jungkook tersenyum lagi pada Suga dan ikut berjalan dibelakang Suga.
Benar saja, Suga mengajaknya kesebuah café yang terkenal dengan berbagai kombinasi kopi. Jungkook sangat suka kismis vanillalatte. Rasanya menggelitik lidah.
"Kita mau ngapain kesini, sunbae?"
"Temanku ingin mengajakmu... Ah aku tidak mengerti apa, yang jelas itu semacam kencan tapi ia bilang ia tidak ingin berkencan denganmu. Aneh. Tapi yasudahlah."
"Ohh... Teman sunbae itu, siapa namanya?"
"Hoseok. Jung Hoseok."
Jungkook menerjapkan matanya. Lagi-lagi ia mendengar nama yang terlalu, bahkan sangat familiar ditelinganya. Jungkook mengendikan bahunya masa bodoh dan ikut Suga masuk kedalam café itu. Mungkin nama-nama itu sering masuk ke alam bawah sadarnya.
"Itu Hoseok. Ia ada dimeja nomor tujuh sebelah jendela. Temui saja dia. Aku ada jam tambahan sebentar lagi. Aku tinggal ya?"
Mata Jungkook memang sudah tidak normal lagi, makanya ia menyipitkan matanya untuk melihat siapa yang duduk disana. Lalu sesosok yang ia sebut sebagai kesialannya duduk disana.
Okay... Sepertinya ia baru paham semua ini.
Suga dan Jung Hoseok bukanlah nama yang ada di alam bawah sadarnya.
Tapi, dua anak manusia tersebut ADALAH ANAK-ANAK BANDEL YANG SUKA BUANG SAMPAH DITAMAN DAN TADI PAGI IA KUTUK!
Khususnya Jung Hoseok. Manusia itu, sunbaenya yang baru saja ia basahi celananya dan berkata kalau masalah mereka belum berakhir.
Oh Tuhan. Kenapa kau buat Jungkook sangat pelupa dan polos hingga masuk kejurang Hoseok begini?
Rencananya, Jungkook ingin pulang saja. Tapi sadar akan Hoseok yang tengah menatapnya, bisa-bisa ia diikuti sampai rumah. Dan akan lebih sial lagi jika Hoseok tahu rumahnya. Lagipula... Sudah satu bulan ini ia tidak minum kismis vanillalatte.
Ia tak punya pilihan selain menghampiri Hoseok.
Sebelum menghampiri Hoseok, Jungkook memesan satu cangkir kismis vanillalatte lalu berjalan kemeja nomor tujuh, meja menuju puncak kesialan dihari pertama.
"Annyeong sunbae." Meskipun perasaan kesal dan takut menjadi satu, Jungkook tetap harus sopan didepan sunbaenyaㅡyah, sekali-sekali bermuka dua, tak apa, kan?
"Ah, annyeong. Silahkan duduk. Aku sudah lama menunggumu disini." Jawab Hoseok, ikut-ikut bermuka dua.
Jungkook tersenyum terpaksa. "Maafkan aku. Ada apa sunbae, memanggilku kesini?"
Hoseok ikut tersenyum, namun senyumannya lebih cocok dibilang sebuah seringai kemenangan.
Baru saja Hoseok mengambil nafas untuk mengatakan sesuatu, namun seorang pelayan mengantarkan pesanan Jungkook membuat Hoseok menahan kalimatnya, sayangnya, Jungkook dapat melihat wajah Hoseok yang sungguh menggelikan.
"Jangan tertawa. Aku tahu kau menahan tawa. Minumlah dulu." Ujar Hoseok dengan intonasi kesal. Jungkook tersenyum terkesan meremehkan dan meminum salah satu menu kesukaannya dicafé ini.
"Ah, sudah. Ada apa sunbae?" Rupanya Jungkook kembali berakting.
"Mm... Ingat masalah kita tadi?"
Jungkook terlihat sok berpikir. "Hmm.. Ingat. Wae?"
"Aku sudah bilang kan kalau masalah kita belum selesai?"
"Ne." Jungkook mengangguk lucu. Lalu seringaian Hoseok melebar.
"Aku ingin kau menjadi pelayan pribadiku dirumah selama tiga bulan kedepan. Aku tidak menerima komplein apapun darimu."
Lalu perkataan Hoseok barusan sukses membuat wajah lucu Jungkook menjadi wajah penuh kemurkaan.
CICAK BANGS*pip**pip*ㅡ. Batin Jungkook sebal. Ia menghentak-hentakan kakinya kesal. Ia kesal sekali pada seekor cicak kampret.
Ia benci cicak. Sungguh.
Kenapa kesialan tiga hari berujung tiga bulan?
Jungkook menghela nafasnya. Setidaknya tidak sampai satu tahun.
"Baiklah. Jadi, bagaimana peraturannya?"
"Aku akan ketik peraturannya dirumah, besok ku berikan padamu. Dan peraturan pertama yang harus kau ketahui adalah, jangan sampai orang tahu tentang ini!"
"Memangnya aku mau jika teman-temanku tahu aku jadi babumu?!"
"Tsk. Terserah. Intinya, aku tidak ingin satu orangpun tahu kecuali kita berdua, Tuhan, dan pelayan-pelayanku dirumah."
Jungkook melotot. Shit! Ia punya banyak pelayan KENAPA HARUS MENYURUHKU SEPERTI ITU! Batin Jungkook makin kesal. Ia tidak boleh marah pada Hoseok atau bocah itu akan murka dan menambah kontraknya.
Jungkook mengangguk. "Baiklah."
"Jangan ceritakan pada teman-temanmu. Satupun. Jangan!"
"Okay."
"Baiklah. Besok setelah pulang sekolah kau harus kerumahku, menemaniku hingga jam setengah tujuh baru kau boleh pulang."
"Kau gila? Aku masih anak kecil!"
Hoseok mengangkat bahunya tidak peduli. "Kalau itu sih urusan pribadimu. Aku tidak mau ikut campur."
"Sialan!"
Jungkook mendengus. "Kalau aku ada les?"
"Yah, pokoknya kau harus kerumahku. Jangan menginjakan kakimu dirumahmu sendiri sebelum jam setengah tujuh. Mengerti?"
"Ya, tuan menyebalkan Jung Hoseok!"
Jungkook menghabiskan minuman pesanannya secara tergesa dan meninggalkan Hoseok yang masih duduk lykaboss disana. Terlihat sangat sangat menyebalkan. Inginnya, Jungkook melempar wajah sialan itu dengan sepatunya. Tapi ia ingat Jeonyul noonanya belum membelikan sepatu baru untuknya.
Sabar Jungkook. Sabar.
Sedangkan Hoseok tersenyum menang.
"Makanya jangan macam-macam denganku, dasar bayi."
Lalu Hoseok segera pulang untuk mengetik peraturan-peraturan untuk pelayan pribadi barunya itu.
ㅡtebeceh egenㅡ
Otte? Lanjut? Bagaimanaa? /kedip/
Duh, maapkan yaaa telat sangat apdetnya hihi. Soalnya sibuk les dll nihh:( besok aja ada uh mtk. Ternyata kesebangunan susah ya... Bagian yg 4akar3 gitu-gitu dehh:( jadi mohon maklum yah kalo aku jarang apdet. Ngetik aja mesti ngumpet-ngumpet. Sehari paling dapet 100w doang ngek.
Yaudahlah, demi nilai ujian yang baik! Doain ya kawan-kawanku sekaliaaan!
Ada yang mau review lagi?
xoxo, sooiceu
