So, it's the 2nd chapter from Disintegrated from My Lips.

HashiMito's wedding.

WARNING: LEMON!

.

.

Hari ini adalah hari pernikahan Hashirama-Mito. Pesta pernikahan tergelar di desa Konohagakure. Semua orang berkumpul menjadi satu di Konoha. Para tamu undangan berdatangan untuk menyaksikan acara sakral sang Hokage. Naruto yang menggandeng Hinata datang yang pertama. Kiba dan Tamaki datang dengan Akamaru dan kucing kesayangan Tamaki. Kakashi dengan Mei Terumi masih malu-malu untuk gandengan tangan setelah dua minggu berpacaran. Itachi datang dengan sahabatnya Shisui mengenakan jas yang membuat keduanya aduhai gantengnya. Suigetsu dan Mangetsu, kakak beradik yang juga datang awal dan Suigetsu terus saja cerewet ngedumel ke kakaknya karena kesalahan datang awal-awal dan kakaknya hanya kalem saja mendengar omelan Suigetsu dari perjalanan dari rumah sampai ke tempat acara. Neji dan Tenten datang dengan Gai dan Lee. Kushina yang memakai gaun ombre putih merah itu terlihat ceria dengan Minato yang ada di sampingnya.

Tamu terus berdatangan hingga hampir memenuhi desa. Sakura memakai gaun pinknya itu bergandengan erat dengan pria tampan berjas hitam Sasuke. Yahiko, Nagato, Konan, Zetsu, Kisame, Hidan, Kakuzu, Sasori, Deidara datang bersama dengan Yahiko bergandengan dengan Konan yang berarti mereka berdua sudah menjalin hubungan bersama. Obito pun datang di saat acara hampir dimulai - telat seperti biasanya. Obito pun datang tidak sendirian, wanita berambut cokelat dan memakai gaun ungu itu pun terlihat mengalungkan tangannya diantara tangan Obito sambil tersenyum meminta maaf atas keterlambatannya pada Kakashi, Anko, Asuma, Kurenai, Gai dan teman-temannya lainnya.

Butsuma Senju yang menjadi pendamping Hashirama. Hashirama yang sudah berdiri di depan terlihat sangat berwibawa dan berkarisma. Tak berapa lama, pengantin wanitanya pun datang. Dengan gaun berwarna putih, rambut merahnya bagian depan dikepang dua kiri dan kanan, bagian belakang sebagian dikepang berbentuk bunga yang sangat terlihat cantik nan indah. Dengan membawa bunga di tangannya, dia berjalan perlahan mendekati pengantin prianya. Para tamu undangan sangat terpukau akan kecantikan sang pengantin perempuan. Senyum terpasang di bibir Mito. Hashirama yang melihati Mito dari tadi sangat terenyuh akan kecantikan calon istrinya tersebut. Dan sampai di depannya pun Hashirama masih terkagum-kagum dan blushing timbul diwajahnya. Mito pun juga blushing melihati Hashirama.

Izuna yang jaga-jaga untuk memopang kakaknya Madara pun baru datang. Madara masih mabuk berat sehabis malam bujang itu. Mukanya masih merah karena efek beer. Lalu mereka duduk di kursi belakang karena yang tersisa hanya di bagian belakang.

"Hey kak, ini pernikahan sahabatmu. Lihatlah! Jangan tidur!" omel Izuna.

Madara yang berusaha menegarkan tubuh dan hatinya itu pun mengusap-usap wajahnya agar terlihat fresh. Bajunya sudah rapi, wajahnya sudah yahh lumayan tidak kelihatan mabuk berat, tapi hatinya remuk tak karuan. Madara lalu melihat jauh ke depan. Hashirama dan Mito pun telah mengucapkan janji suci mereka dan mereka pun berciuman. Tepuk tangan tamu undangan pun mengiringi ciuman tersebut. Mikoto, Kushina, Hinata, Sakura sampai menangis terharu melihatnya. Fugaku, Minato, Naruto, Sasuke pun menyondorkan sapu tangan untuk mengelap air mata mereka. Semua orang senang melihat kegembiraan yang terjadi hari ini. Madara ikut bertepuk tangan atas kebahagiaan yang didapat sahabatnya.

Kedua pengantin tersebut melambaikan tangan mereka sambil mengumbar senyum bahagia di wajah mereka untuk semua tamu undangan yang ada.

Dan ada di suatu titik momen Mito melihat Madara yang duduk bertepuk tangan untuknya juga sedang memandangnya. Dua detik pandangan itu terpaku. Lalu Madara menyuguhkan senyum pada Mito. Mito kaget dengan apa yang barusan terjadi. Seorang Madara memberikan senyum padanya. Padahal dari dulu selalu pertengkaran tiada akhir dengannya. Blushing mulai muncul di pipi Mito, lalu Mito mengakhiri tatapan tersebut dan memandang tamu undangan lain. Madara melihati dua bola Mito yang tidak memandangnya lagi. Senyum itu pun usai dan dia balik badan untuk pergi dari tempat duduk. Izuna yang duduk di sampingnya tidak tau kalau kakaknya pergi, dia masih terpukau seperti tamu undangan lain.

Madara memilih menyendiri di depan gerbang desa. Di kolong meja pos penjagaan Madara menemukan sebatang rokok. Lalu dinyalakan rokok tersebut dengan elemen apinya. Dan itu bukan rokok ternyata, lebih tepatnya weed. "What th-" gumam Madara. But fuck yeah Madara tidak membuangnya malah menikmatinya. Sisa mabuk semalam ditambah weed ditambah rasa sakit hati, bahhhh terbang tinggi sajalah yang ada dipikiran Madara saat ini.

Tak berapa lama, datang seseorang berpakaian seragam Anbu dengan rambut ungu panjangnya. Madara yang ada di pos menegurnya, "Hoy!" Anbu tersebut melepas topeng anbunya, ternyata Yugao. "Masih tugas aja ya di hari seperti ini?" tanya Madara yang masih menikmati weed tersebut.

"Ha, baru selesai, Madara sama," jawab Yugao. Madara melihati Yugao dari atas hingga bawah dan memasang ekspresi 'not bad'.

"Come closer."

"Ada apa Madara sama?" sambil berjalan mendekati Madara.

"Kamu menyelesaikan misi ini sendiri?" aroma weed berterbangan.

"Ha'i Madara sama."

"Sekarang kamu pasti lelah, kan?"

"Tidak terlalu Madara sama."

"Kenapa tidak istirahat saja?"

"Ya, setelah ini Madara sama."

"You can join with me, uh ..." Madara mengingat-ingat namanya.

"Yugao."

"Yugao," senyum ajakan terumbar di bibirnya.

Yugao memandang mata Madara lekat-lekat sambil menggigit bibirnya tanda tak tahan di tatap seseorang seperti Madara. Madara melihat bibir Yugao itu dan melihat matanya lagi. Madara tau tanda dia berhasil. Madara mendekatkan wajahnya dengan Yugao dan membiarkan asap bertebaran di depan wajah Yugao. Yugao menutup matanya sambil merasakan aroma hembusan nafas Madara. Madara tersenyum evil. Dan terus melanjutkan dengan mencium gadis Anbu itu. Dia membuang rokoknya dan menginjaknya agar mati. Tangannya lalu ia gunakan untuk menjelajahi tubuh Yugao. Ciumannya semakin dalam dan saling beradu lidah. Lalu Madara dan Yugao berpindah tempat di rumah Madara. Dan mereka berdua pun terus melanjutkan aksi mereka.

.

.

masih ada chapter berikutnya

bisa review, senpai :D

Tobi is a good boy