Halo, selamat pagi/siang/sore/malam semuanya…

Anna hadir untuk menampilkan chapter terbaru dari fanfic: my favourite idol…

Sebelumnya, Anna pengen berterimakasih buat senpai-senpai yang telah bersedia me-review fict Anna…

ChoiSibumKim : mkasih y sdah mw review fict Anna ^^… mkasih jg krena udh ska sma fict anna. maaf lama update:D…

Dijah-hime : mkasih y sdah mw review fict Anna^^… ini updet-annya :D…

FelsonSpitfire : mkasih y sdah mw review fict anna^^… maaf lma update:D,,,

Ayhank-chan UchihArlinz : mkasih y sdah mw review fict anna^^… iy, lain kali anna usahain biar lbih pnjang :D,,,

The white flower : mkasih y sdah mw review fict anna^^… hlo jg white-senpai :D… mkasih krena udh ska sma ide Anna-gk nyangka bkal ada yg ska-. Ok,,, lain kali anna bkal brusaha biar lbih pnjang jdinya… ini updetannya :D…

Kazuma B'tomat : mkasih y sdah mw review fict Anna… slam knal jga y Kazu-senpai… iy,,, Anna usahain biar di chapter slanjutny, ksalahan anna mkin berkurang :D…

Sekali lagi Anna ucapin banyak-banyak terimakasih atas review-nya(bungkuk-bungkuk).

Nah, kita mulai ya…

.

.

.

a NARUTO FANFICTION.

PRESENTED BY ANNA FUUKI.

TITTLE : MY FAVOURITE IDOL

PAIRING : SAKURA-SASUKE

DISCLAIMER : apapun yang Anna lakuin, pasti tetap jadi milik oom MASASHI KISHIMOTO

RATE : T

WARNING! : OOC, ABAL, ANEH, dan l.l.

.

.

.

Chapter 2

Disebuah rumah yang terbilang mewah, Sakura dan Sasuke berjalan masuk dengan suasana yang lumayan canggung(setidaknya bagi Sakura). Kenapa canggung? Karena kebersamaan mereka didominasi dengan diam.

"Sasuke-san!" panggil Sakura dengan agak gugup. Kelihatannya dia mulai merasa tidak nyaman dengan suasana seperti itu. Apalagi dengan wajah stoic yang Sasuke ciptakan, membuatnya tambah canggung saja.

"Panggil saja Sasuke. Entah kenapa rasanya tidak nyaman jika tinggal bersama dengan seseorang, tapi panggilannya seperti itu." Respon Sasuke. Semulanya Sakura agak kaget, hingga dia terdiam sebentar, tapi itu benar-benar hanya sebentar, karena setelah beberapa detik berikutnya, dia segera menjawab permintaan, atau yang lebih tepatnya perintah dari Sasuke.

"Baik. Sa, Sasuke." Ulang Sakura. Kali ini dengan ejaan yang benar.

"Hn"

"Apa Sasuke benar-benar tinggal sendirian? Apa tidak kesepian?" Tanya Sakura. Dia memandang punggung Sasuke yang makin lama semakin menjauh karena begitu cepatnya langkah pemuda itu.

"Biasa." Jawab Sasuke. Dia tetap meneruskan langkahnya. Sementara Sakura mengikuti dari belakang.

"Begitu…" respon Sakura. Sakura kemudian mencelingukkan pandangannya kesana kemari. Menghapal-hapal tempat yang mulai saat ini akan menjadi tempat tinggalnya walaupun itu hanya sementara. 'Tidak ada pembantu satu-pun ya? Padahal rumahnya besar sekali…' pikir Sakura sambil tetap melihat sekitar. Sasuke mendadak memberhentikan langkahnya sehingga menyebabkan Sakura yang tidak melihat kedepan hampir saja menabraknya. Tapi untung Sakura berhasil mengerem sebelum dia benar-benar berhasil menabrak Sasuke.

"Itu kamarmu." Sasuke menunjuk kearah sebuah pintu berwarna cokelat di lantai dua. Wajahnya tetap saja datar.

"Ah… iya. Terima kasih!" sahut Sakura sembari mengangguk kecil dan mengeluarkan senyuman simpulnya.

"Kau punya kuncinya kan?"

"Iya, punya kok. Ayah memberikannya padaku tadi pagi sewaktu mau berangkat kerumahmu." Jawab Sakura sambil merogoh-rogoh saku celananya. Dan setelah menemukan apa yang dia cari, ditunjukkannya benda itu pada Sasuke sambil tersenyum riang. "Ini dia."

"Begitu, baiklah. Itu kamarmu, beristirahatlah kalau kau mau." Setelah mengucapkannya Sasuke berjalan meninggalkan Sakura menuju pintu disebelah kamarnya. 'itu kamarnya, ya…' Sakura kembali berpikir.

"Sekarang aku baru mengerti kenapa ayah menyuruhku mengubah sikapnya…"

.

oO0OoMy Favourite IdoloO0Oo

.

'Tinununut-nunut' bunyi alarm di HP Sakura berbunyi. Ia memang sengaja menghidupkan alarm agar tidak terlambat bangun dipagi hari dan bisa membuatkan sarapan plus bento untuk dibawanya kesekolah. Dengan berat hati, Sakura berusaha bangun dari alam mimpinya dan berjalan menuju pintu. Ketika sudah sampai didepan pintu kamarnya, secara reflek Sakura menoleh kearah kamar Sasuke yang memang berada disebelah kamarnya. Dan yang membuatnya kaget, ternyata Sasuke sekarang juga sedang berdiri didepan kamarnya sendiri sambil menoleh kearah Sakura datar. 'uwaah'

"Selamat pagi Sasuke!" sapa Sakura riang.

"Hn. Pagi." Balas Sasuke dengan wajah dinginnya. Entah kenapa tiba-tiba hawa disekitar mereka terasa membeku.

"Nanti mau berangkat sekolah?"

"Ya…" jawab Sasuke datar.

"Hmmm… hari ini ada kerjaan?" Sakura kembali meneruskan percakapan.

"Iya… tapi selesainya tidak terlalu malam seperti biasanya." Jawab Sasuke tanpa menatap wajah Sakura.

"Jam berapa mau pulang?" Tanya Sakura lagi. Sedikit penasaran.

"Kira-kira… jam delapan…" ucap Sasuke dengan wajah yang Nampak berpikir. 'jam 8? Memangnya biasanya dia pulang jam berapa?' pikir Sakura. Sakura sadar Sasuke memang artis terkenal yang sibuk akan pekerjaannya, tapi Sasuke juga harus menyayangi kesehatannya sendiri. Sakura mulai khawatir akan kesehatan Sasuke.

"Baiklah kalau begitu!" respon Sakura dengan semangat. 'aku akan membuatkan makan malam yang enak…' Sakura senyum-senyum sendiri memikirkannya. Sasuke yang melihat senyuman Sakura hanya bertanya-tanya dalam hati tentang apa yang dipikirkan oleh gadis itu.

"Oh… namamu Sakura bukan?" kali ini Sasuke yang memulai pembicaraan.

"I…iya…" Sakura merasa tertohok mendengarnya. Jika Sasuke bertanya seperti itu, berarti dia sempat melupakan Sakura bukan? Yaah… dunia memang kejam.

"Aku kemarin lupa memberitahukan sesuatu." Lanjut Sasuke. Sakura menatap Sasuke dengan diam, menanti lanjutan dari perkataan lelaki itu. "Kau tidak boleh mengatakan pada siapapun bahwa kau tinggal bersama denganku." Sasuke meneruskan kata-katanya.

"Eh? Kenapa?"

"Kau tahu sendiri kan? Itu hanya akan menyebabkan masalah, dan dalam perjanjian, kau memang tidak boleh menyebabkan masalah apapun bagi kehidupanku."

"Eh? Iya…" betul juga, Sakura baru ingat perkataan ayahnya sebelum berangkat.

"Kau juga tidak boleh suka padaku…" ujar Sasuke. Tanpa pernah melepaskan wajah dinginnya yang membuat Sakura kaget. 'apa yang dipikirkannya?'

"Kenapa?" Tanya Sakura. Masih dengan kekagetannya.

"Itu juga sama merepotkannya." Akhirnya kekagetan Sakura mereda. 'benar juga. Pasti berat baginya.' Dalam hati, Sakura berusaha mati-matian untuk melupakan semua impiannya selama ini. Mimpi untuk…. Sudahlah… sebaiknya tidak usah kita pikirkan…

"Aku mengerti… Sasuke…" respon Sakura dengan tersenyum menatap wajah datar Sasuke.

"…" tanpa respon apapun, Sasuke meninggalkan Sakura yang terus saja memandangi punggung Sasuke dengan diam.

.

oO0OoMy Favourite IdoloO0Oo

.

"Sasuke!" panggil seorang wanita berambut merah. Senyum terkembang di wajah cantiknya.

"Karin…"

"Hehe… Sasuke… aku benar-benar merindukanmu…" sahut wanita yang bernama Karin itu manja. Dirangkulnya lengan Sasuke.

"Hn…" balas Sasuke. Masih dengan ekspresi datar.

"Kau mau pergi sekolah?" Tanya Karin karena melihat arah jalan orang yang dicintainya ini terus menuju ketempat Sasuke biasa pergi menuntut ilmunya.

"Ya…" balas Sasuke, seadanya.

"Hmmm… aku akan mengantarkanmu…"

"Bukankah kau ada pemotretan sekarang, Karin?" Tanya Sasuke. Ia menatap wajah wanita yang telah menjadi pacarnya sejak 3 bulan yang lalu itu.

"Tidak apa… masih sejam lagi kok…" jawab Karin. Dia mengeratkan rangkulannya pada Sasuke dan menyandarkan wajahnya dilengan Sasuke. Menghirup wangi tubuh yang menguar dari tubuh lelaki itu.

"Karin… ini didepan umum…" Ujar Sasuke. Ia terlihat berusaha menjauhkan wajah Karin dari lengannya. Tetapi Karin malah semakin mengeratkan senderannya.

"Tidak apa…" Ucap Karin lemah.

Perjalanan mereka menuju sekolah-pun lebih didominasi oleh diam.

.

oO0OoMy Favourite IdoloO0Oo

.

"Sakura!" panggil seorang gadis berambut pirang.

"Eeeeh… Inoo!" sahut Sakura penuh semangat.

"Sudah buat PR fisika?" Tanya Ino. Pertanyaan yang membuat kaget memang, Sakura sampai mematung ditempatnya.

"Be…lum…" jawab Sakura. Masih dengan wajah mematung. Wajahnya yang tadi ceria kini terselimuti oleh kecemasan yang mendalam.

"Sudah kuduga…" Ino pun mengeluarkan sebuah buku tulis, dan memamerkannya kedepan wajah Sakura.

"Ini… pinjamlah…" lanjut Ino. Kali ini wajah Sakura kembali ceria. Dia mengambil buku yang disodorkan Ino dan memeluknya dengan erat.

"Oh, iya… sudah dengar berita terbaru tentang Sasuke Uchiha?"

"Kabar yang mana?" Tanya Sakura bingung. Dia sedikit melonggarkan pelukannya pada buku Ino.

"Akan diselenggarakan konser. 2 hari lagi. Di Nahoka Plaza." Jawab Ino.

"Ooh… itu… bodoh! Sudah pasti aku tahu." Sahut Sakura dengan memasang wajah sombongnya.

"Jadi… kau sudah dapat tiketnya?"

"Eh…?"

"Ti-ket-nya… sudah dapat?" ulang Ino.

"E… ehehe… be… belum… sih…" jawab Sakura. Kini wajah sombongnya memudar.

"He? Biasanya kau selalu mendapatkannya. Bahkan kau pernah tidak masuk sekolah hanya untuk mengantri tiket konsernya bukan?" Tanya Ino tidak percaya.

"Hmmm… banyak urusan…" jawab Sakura sambil mengalihkan pandangannya dari Ino. 'Sebenarnya aku berharap Sasuke mau memberikan tiketnya untukku. Tapi sepertinya tidak mungkin.' Pikir Sakura.

"Urusan…?" selidik Ino. Dia mulai curiga pada Sakura karena terjadi hal aneh yang melanda Sakura.

"Aaah… katanya ada murid baru, ya?" sanggah Sakura. Berusaha menjauhi topik yang satu ini.

"Iya! Cowok. Katanya cakep banget. Sayangnya bukan dikelas kita…" ujar Ino. Ternyata perkataan Sakura ampuh. Buktinya Ino sekarang malah berkonsentrasi pada murid baru yang diceritakan oleh Sakura untuk menghindari pertanyaannya.

"Haha! Kau itu pasti pikirannya selalu diisi oleh lelaki. Apalagi yang tampan." Ejek Sakura.

"Sudah pasti kan? Daripada kau, yang ada selalu Sasuke saja!" balas Ino.

"Apa? Ya memang sudah jelas!"

"Begitu pula aku!"

"!"

"!"

Dan akhirnya pertengkaran mereka berlanjut…

.

.

oO0OoMy Favourite IdoloO0Oo

.

.

Pukul 22.23 malam…

"Kok Sasuke lumayan lama, ya?" gumam Sakura. Dia menduduki kursi yang berada didekat meja makan. Semua bagian dimeja itu telah terisi dengan berbagai makanan yang menggoda selera. Kepalanya disenderkan ketangan yang telah lama menduduki meja. Sesekali diliriknya jam didinding yang sudah melewati pukul 8.

Sakura hampir saja memejamkan matanya jika dia tidak mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah (Sasuke) ini.

Sakura berjalan kearah ruang tamu, setelah sampai, dia mengintip keluar dengan menyibakkan korden yang menghalau jendela tempatnya untuk melihat keluar.

'Itu mobil Sasuke!' pikir Sakura setelah melihat mobil sport berwarna biru gelap berhenti didepan pagar. Hanya dengan sekali klakson mobil, pintu pagar itu terbuka, Sasuke pun mengendarai mobilnya masuk kedalam.

Tiba-tiba jantung Sakura berdebar kencang. Sakura sendiri pun tidak tahu karena apa. Mungkin karena tidak sabar. Dilihatnya Sasuke membuka mobilnya dan menutup mobilnya lagi begitu ia keluar. Melihat Sasuke yang berjalan semakin mendekat, Sakura pun memposisikan tubuhnya disebelah pintu masuk untuk mengejutkan Sasuke.

"…" Sasuke pun membuka pintu rumah. Masih dengan wajah datar. Ia tidak menduga ada Sakura disebelah pintu.

"Selamat dataang!" Sahut Sakura tak lupa dengan senyum cerianya. Dia agak berteriak untuk membuat Sasuke kaget. Alhasil, Sasuke pun mematung ditempatnya berdiri tadi.

"A… aku pulang…" jawab Sasuke. Masih dengan wajah yang kaget. Sakura yang tidak perduli hanya menarik Sasuke terus masuk kedalam rumah. Kini mereka berada didepan meja makan yang telah terisi penuh.

"Nah… ini untuk perayaan!" Ujar Sakura. Masih dengan senyumannya.

"Em… perayaan?" Tanya Sasuke.

"Iya. Perayaan. Aku kan baru masuk kerumah ini kemarin. Terus hari ini Sasuke bilang pulangnya tidak terlalu malam, itu juga perayaan… lalu…"

"Lalu?"

"Ini perayaan untuk merayakan kebersamaan kita sebagai teman sekaligus keluarga." Lanjut Sakura.

Sasuke hanya menatap Sakura diam. Setelah beberapa detik, dia menarik salah satu kursi dan mendudukinya.

"Satu lagi! Aku melakukan perayaan ini agar kita bisa menjadi semakin akrab. Kuharap… Sasuke mau menceritakan apapun masalahmu padaku." Ujar Sakura. Meneruskan topiknya.

"Masalah?" Tanya Sasuke.

"Iya, masalah… seperti… masalah kerja, sekolah, maupun… perempuan." Jelas Sakura.

Sasuke kembali menatap wajah Sakura diam. Tak lama kemudian, bibirnya pun tertarik sehingga membentuk sebuah senyum simpul. Sakura yang melihat Sasuke awalnya kaget, tapi tak lama kemudian dia juga menarik sebuah senyum lebar yang menarik bagi Sasuke. 'Manis' pikir Sasuke. Tampak sedikit garis merah dipipinya. Tapi benar-benar sedikit. Sehingga Sakura tidak menyadarinya.

"Baik… adikku…" ujar Sasuke, masih mempertahankan senyumnya.

"A…adik? Kok adik? Umur Sasuke berapa?" Tanya Sakura tidak terima.

"Aku 16 tahun. Kelas 2." Tantang Sasuke.

"Apa! Waduh… aku 15…" sahut Sakura. "Tapi… masa aku jadi adik?" lanjutnya tidak terima.

"Dilihat dari manapun, kau memang cocok dijadikan adik… kekanakan sih…" ujar Sasuke sambil meletakkan tangannya diatas kepala Sakura.

"EEEEEH!" teriak Sakura. Sasuke hampir saja menutup telinganya. Tapi tidak jadi karena teriakannya ternyata hanya sebentar.

"hmph…. HAHAHAHA" tawa Sasuke. Tunggu… tawa? Sakura pun kaget melihatnya. Tetapi, tawa Sasuke lama sekali berhenti, sehingga kekagetannya itu kini telah berubah menjadi kekesalan dengan bibir yang mengerucut. Sasuke yang melihatnya berusaha menahan tawa dengan meletakkan tangannya didepan mulut. Setelah berhasil, dia kembali menatap Sakura.

"Boleh aku makan?" Tanya Sasuke.

"Tentu saja." Jawab Sakura.

Sasuke pun mengambil salah satu piring yang berisi beberapa potong kue…

"Wah… kalau begini sih kebanyakan…" ejek Sasuke. Sepertinya sekarang aktifitas favoritnya adalah menjelek-jelekkan Sakura.

"Eh? Serius?"

"Iya… sedikit… tapi… terimakasih…" ujar Sasuke lagi. Kali ini senyumnya melembut. Membuat Sakura merasa digelitiki. Wajahnya memanas. Jantungnya juga berdetak lebih kencang.

"Sama-sama" balas Sakura.

.

Sakura rasa, kini hubungan mereka mungkin bisa berlangsung dengan lebih baik.

.

.

.

TBC

.

.

.

Halo… ini Anna… ini lanjutan chapter dari fict My Favourite Idol karya Anna.

Maaf karena lama publish, soalnya Anna harus melakukan sebuah ujian MID yang menurut Anna sangat 'TIDAK MENYENANGKAN'

Sekali lagi Anna minta maaf…

Oh iya… masih pendek juga fict-nya… lain kali Anna akan berusaha,,,

.

.

.

Kata-kata terakhir : Anna akan sangat berterimakasih jika pembaca skalian mau me-review fict yang GAJE, PENUH TYPO, dan ANEH ini…

Terima kasih :D