Shun harus tinggal satu atap dengan Miyaji bersaudara, kedua ibu mereka tidak melarang hubungan antara Kiyoshi dengan Shun. Bahkan keduanya –ibu Miyaji dan Izuki- berencana menjodohkan anaknya itu.
Kuroko no Basuke belongs Tadatoshi Fujimaki
Love in Family by Yumi Koizumi
Warning! AU! OOC , OC , Typo(s) , dan kegajean(?) lainnnya...
| Miyaji x Izuki slight Imayoshi x Izuki |
Tidak suka ? Silahkan tekan back ^^
Happy Reading!
Chapter II
▪ R . I . V . A . L
Minggu pagi, 5:55 A.M
Shun sudah bangun lebih awal dari Kiyoshi dan Yuuya, itu karna dia harus membuat sarapan mereka dan membereskan setiap ruangan di apartemennya yang sekarang tempat tinggalnya.
Sebelumnya Shun melihat ruang makan masih berantakan tapi kini sudah rapi, ia merasa senang kemungkinan Kiyoshi yang membereskannya. Melihat ruangan makan sudah bersih sekarang ia harus membereskan ruangan lainnya tapi sebelum itu Shun mencari ponselnya yang semalam ia letakkan dimeja makan, karna tidak dapat menemukannya dimana-mana ia menyerah untuk mencarinya.
'Mungkin Kiyoshi-kun yang menyimpan ponselku' pikir Shun di tengah pekerjaannya membereskan ruang santai yang terlihat bungkus cemilan dimana-mana.
Sesudah membersihkan ruang santai Shun sekarang harus membuang sampah-sampah yang sudah ia pisahkan sesuai jenis sampahnya di palstik besar yang sudah disiapkan lalu membuangnya di tempat pembuangan sampah yang tidak jauh dari apartemennya, biasanya mobil pengangkut sampah datang pagi-pagi tetapi karna hari Minggu datangnya siang.
Sembari membawa kantong sampah di tengah perjalannya Shun bertemu dengan beberapa ibu-ibu yang juga membawa kantong sampah sama sepertinya, Shun menyapa ibu-ibu tersebut lantaran ia mengenalnya karna mereka adalah tetangga sebelah apartemennya.
"Ara, nak Izuki kau rajin seperti biasanya." sahut Ny. Yamada tersenyum melihat Shun yang menurutnya Shun adalah pemuda yang manis juga rajin ia jadi ingin punya anak seperti Izuki Shun yang bisa membantunya tiap hari membuang sampah dan beres-beres rumah.
"Bagaimana dengan saudara-saudara mu itu, nak Izuki? Apa mereka masih tidak membantumu?" tanya Ny. Yoshida,sejujurnya Shun dan Miyaji bersepakat untuk merahasiakan hubungan mereka dan Shun mengaku sebagai saudara jauhnya duo Miyaji karna untuk berjaga-jaga. Shun tidak ingin dirinya dikatakan calon uhukistriuhuk Miyaji Kiyoshi dan mengharuskannya tinggal di apartemennya.
"Mereka masih menempel di kasurnya, Ny. Yoshida-san." jawab Shun ramah, Ny. Yamada dan Ny. Yoshida hanya tertawa pelan mereka mengerti seperti apa Miyaji saudara ini sama seperti suami mereka yang masih menempel pada kasurnya.
Setelah membuang sampah Shun pamit pulang pada Ny. Yamada dan Ny. Yoshida karna ia harus menyiapkan sarapan. Ketika sampai di apartementnya Shun melihat Kiyoshi ada di depan pintu menunggunya, Shun yang melihat itu segera menghampiri.
"Dari mana saja ? Kau lama sekali Shun tidak tahukah aku sangat mengkhawatirkanmu, aku kira kau menghilang 'ntah kemana karna kau marah soal kejadian semalam." Kiyoshi langsung memeluk Shun erat, yang di peluk merona sekaligus bingung tidak biasanya Kiyoshi bangun pagi seperti ini dan sangat mengkhawatirkannya.
"Aku baru saja membuang sampah sekaligus berpapasan dengan tetangga kita." jawab Shun.
"Setidaknya beritahu aku jika ingin pergi keluar, ba~ka~" Kiyoshi dan Shun masuk ke dalam apartemennya sembari Kiyoshi yang masih memeluk Shun-nya dari belakang.
"Mou~ Kiyoshi-kun, aku harus menyiapkan sarapan." Kiyoshi tidak menggubris Shun yang ingin melepaskan pelukannya, ia malah menempelkan dagunya di atas kepala Shun sembari mencium aroma khas yang masih melekat dari rambut si empunya nya-Izuki Shun-. Padahal keduanya sama-sama belum mandi pagi. (author mati ditempat kena lemparan nanas.)
Shun pergi ke dapur, sebelum memasak sarapan ia mencuci kedua tangannya walaupun begitu Kiyoshi masih belum melepaskan pelukannya. Disela-sela mencuci tangan Kiyoshi mendengus pelan disekitar tengkuk Shun, membuat Shun bergidik geli di tambah wajahnya yang makin merona terlihat jelas cupingnya yang samar-samar memerah itu membuat Kiyoshi terkekeh geli melihatnya.
"Hoamh, ohayou~" di tengah kedua pasangan sedang menebar kemesraan, Yuuya muncul dan melihat kakaknya yang sedang memeluk Shun dia mendesis pelan.
"O-ohayou, Yuuya." jawab Shun, sedangkan Kiyoshi hanya menjawab dengan tatapan tidak suka pada Yuuya karna menurutnya mengganggu ia yang sedang bermesraan dengan Shun. Kiyoshi manja sekali kalo sama Shun... (sekali lagi author mati dilempar grobak nanas yang datang ntah darimana.)
"Tidak biasanya aniki bangun lebih awal, hm?" Yuuya mengambil gelas di rak gelas yang ada di samping Shun dan kakaknya, sedangkan yang di tanya hanya diam saja masih memeluk Shun. Dia merasa haus makanya dia pergi ke dapur untuk mengambil segelas air putih dan melihat kakaknya juga Shun sedang bermesraan di dapur. Sesudahnya mengambil gelas Yuuya langsung menuju ke kulkas untuk mengambil air minum dingin lalu meninggalkan kedua orang tersebut.
"Kiyoshi-kun, sebaiknya kau mandi dulu aku harus menyiapkan sarapan." ucap Shun menoleh kebelakang menatap Kiyoshi dengan tatapan 'tolong lepaskan aku'.
"Bagaimana kalau kita mandi bersama? Bukankah itu nyaman?" Kiyoshi senang menggoda pacarnya ini, wajah Shun makin memerah seperti kepiting rebus.
"T-tidak! Ma-maksudku itu tidak muat untuk 2 orang di dalam bathtubnya." menolehkan pandangan kearah lain Shun benar-benar malu. Kiyoshi terpaksa melepaskan pelukkannya agar Shun bisa leluasa membuatkan sarapannya, padahal Kiyoshi ingin sekali dia dan Shun mandi bersama dengan begitu dia bisa me-
Plak
Kiyoshi menampar wajahnya sendiri, (author : sakit ngga?) ini masih pagi tetapi dia sudah berfikir yang tidak-tidak. Jelas itu tidak mungkin, karna ia sama sekali belum banyak menyentuh Shun-nya.
'Apa yang kupikirkan huh, aku harus menahan diri.'
.:. .:. .:. .:. .:. .:. .:. .:.
10:15 A.M
Imayoshi baru saja keluar dari perpustakaan umum, seperti biasanya kalau tidak belajar di rumah atau perpustakaan tempat kuliahnya dia suka berkunjung ke tempat perpustakaan umum yang tidak begitu jauh dari rumahnya.
Biasanya di hari libur seperti ini dia meluangkan waktunya belajar atau bermain basket tapi hari ini dia hanya belajar sebentar mungkin karna bosan melihat banyak pengunjung yang datang ke perpustakaan, kebanyakan dari siswa SMA kelas 3 yang sebentar lagi menghadapi ujian kelulusan. Berbicara tentang siswa kelas 3 ia jadi teringat seseorang yang dia suka.
'Sudah lama aku tidak melihatnya, heh.' pikir Imayoshi, orang-orang disekitar yang melihatnya tersenyum merasa merinding ketakutan karna senyuman Imayoshi yang aneh di tambah matanya yang sipit menambah kesan 'horror'-nya.
"Aku hanya ingin membeli buku sebentar, Kiyoshi-kun!"
"Tapi bukan berarti aku tidak boleh ikut, apa salah aku menemani mu?"
"U-uh, i-itu..."
Imayoshi sepertinya mendengar suara yang sangat familiar dari arah depannya yang tidak begitu jauh, dia memperhatikan mempertajam pendengarannya dan melebarkan(?) matanya untuk melihat seksama siapa orang itu. "Izuki Shun?" ucap Imayoshi tidak percaya, bagaimana tidak baru saja dia memikirkannya lalu orang yang dia pikirkan ada di depannya bersama Miyaji Kiyoshi. Imayoshi sedikit bingung kenapa Miyaji bersama dengan Izuki ?
"Imayoshi-san!"
"Cih!" atmosfer di sekitar mereka menjadi tidak enak karna seseorang didekat Izuki Shun sedang menatap sangat tidak suka dengan kehadiran Imayoshi, tidak lain Miyaji Kiyoshi.
.:. .:. .:. .:. .:. .:. .:. .:.
Caffeteria
Di sinilah Kiyoshi dan Imayoshi menunggu Shun kembali dari membeli buku-joke book- keluar baru, hawa di sekitar mereka juga tidak bersahabat terlebih lagi Kiyoshi menatap Imayoshi dengan deathglare nya sejak awal bertemu. Imayoshi yang merasa ditatap seperti itu tidak mengerti maksudnya, kenapa seorang Miyaji Kiyoshi seperti menatapnya sebagai musuhnya padahal sebelumnya mereka biasa saja.
"Aku tidak mengerti kenapa kau menatap ku seperti itu, Miyaji-kun. Apa ada yang salah dengan ku?" tanya Imayoshi memulai percakapan yang daritadi tidak ada percakapan diantara mereka.
"Cih, haruskah aku menjawabnya." jawab Kiyoshi ketus, jujur saja Kiyoshi kesal dengan adanya Imayoshi apalagi sampai bertemu dengan Shun-nya itu menambah kekesalannya.
"Hee~ jaa, aku sejak tadi bertanya-tanya sejak kapan kau dan Izuki-kun begitu dekat?"
"Shun tunanganku! Jadi jangan coba mendekatinya! RIVAL-san." menekan kalimat rival Kiyoshi langsung beranjak dari tempatnya begitu melihat Shun memasuki Caffeteria dan langsung menarik Shun pergi dari tempat iu. Shun yang tidak mengerti dengan Kiyoshi yang tiba-tiba saja menariknya keluar padahal ia ingin minum coffee jelly kesukaannya.
"Tu-tunggu, ada apa Kiyoshi-kun?" tanya Shun, tapi tidak ada jawaban dari Kiyoshi.
"Izuki!" Imayoshi memanggil Shun juga berusaha mengerjarnya, ada yang ingin dia katakan tapi Kiyoshi makin mempercepat langkahnya. Shun yang merasa ada hal penting yang ingin dikatakan Imayoshi dia berusaha menghentikan Kiyoshi untuk sebentar saja tapi di tolak oleh Kiyoshi.
"Kiyoshi-kun, aku mohon berhenti sebentar saja. Mungkin ada hal penting yang ingin disampaikan olehnya. Aku janji setelah ini kau boleh meminta apa saja dariku." mendengar hal itu Kiyoshi berhenti sejenak, lalu menatap Shun dengan ekspresi setengah kesal dan setengah senang. Ia senang karna setelah ini dia bisa meminta apa saja yang dia inginkan pada Shun, bukan kah itu jarang sekali. Kiyoshi kesal karna Shun lebih peduli pada Imayoshi daripadanya. Padahal Kiyoshi tidak sadar, selama ini Shun sangat sangat peduli sekali pada duo Miyaji itu.
"Hanya 5 menit saja mengerti? Kalau tidak jangan harap malam ini kau bisa tidur dengan tenang, hm." seringai Kiyoshi, Shun mengerti apa yang dimaksud oleh pacarnya itu.
.:. .:. .:. .:. .:. .:. .:. .:.
Di perjalanan pulangnya Shun memikirkan kembali perkataan Imayoshi tentang pertemuan antar Point Guard. Sedangkan Kiyoshi masih saja menggenggam tangan Shun, tidak ingin melepasnya hingga tiba di apartementnya.
Flashback
"Apa kau sudah diberitahu oleh Akashi-kun tentang pertemuan hari ini?" tanya Imayoshi
"Pertemuan ? Tidak, aku tidak tahu itu Imayoshi-san. Aku lupa menaruh ponsel, jadi aku belum mengeceknya." jawab Shun
"Souka. Kalau begitu aku beritahu lagi. Hari ini jam 8.00 malam, Akashi-kun mengadakan pertemuan antara Point Guard di Majii Burger. Aku harap kau datang, karna Akashi-kun yang mengadakan acaranya, jika tidak mungkin tahu akibatnya. Begitulah, aku mendapat pesan dari Takao-kun.".
End flashback
'Pertemuan, kah ? Sudah lama aku juga ingin bertemu dengan yang lainnya, tapi aku di izinkan olehnya.' pikir Shun sambil menatap punggung Kiyoshi. Tapi bukan itu yang harusnya ia pikirkan, Shun tidak tahu apa yang di inginkan oleh pacarnya ini. Hanya dengan kalimat 'Aku janji setelah ini kau boleh meminta apa saja dariku.' Kiyoshi jadi menurut padanya.
~TBC~
A/N : Osh, maaf kalau makin gaje
Imayoshi-san akhirnya muncul, walau cuma bentar :""
Imayoshi-san sebenarnya belum tahu kalau Miyaji dan Izuki ada suatu hubungan, jadi dia masih ngincer Izuki.
Yap, apa yang sangat Miyaji inginkan dari Izuki ? Kita tunggu di chapter berikutnya ^^
RnR ?
