Knock
Pairing :
ChanBaek/BaekYeoL
Cast :
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Wu Yi Fan a.k.a Kris
Huang Zi Tao
Kim Joonmyeon a.k.a Suho
Zhang Yi Xing a.k.a Lay
Jung Taekwoon a.k.a Leo
Cha Hakyeon a.k.a N
Kim Wonshik a.k.a Ravi
Lee Hongbin
Oh Sehun
Kim Jongin a.k.a Kai
Genre : School life, Romance, Hurt/Comfort.
Rate : T
Boy x Boy, shuonen ai, typo, OOC
.
.
.
Set
Dul
Hana
.
.
.
Happy reading
.
.
.
Baekhyun memandang dengan malas Lee seongsaenim yang sedang menjelaskan didepan kelas dengan tenang seraya mendengus saking bosannya. Omong-omong ini hari kedua Baekhyun sekolah di Star High School.
"Baiklah anak-anak apa kalian sudah mengerti ?" Tanya Lee seonsangnim kepada murid-murid.
"Ne Saem." Jawab murid-murid serempak. Terselip nada bosan dan malas disana.
"Jika kalian sudah mengerti ibu akan memberikan kalian tugas dan dikumpulkan sebelum bel pulang sekolah. Tugasnya adalah mencari biografi tokoh-tokoh dalam BAB yang ibu jelaskan tadi kalian bisa mencarinya di perpustakaan sekolah dan harus tulis tangan tidak boleh diketik." Jelas Lee Seongsaenim yang dihadiahi keluhan dan gerutuan seluruh murid. Termasuk Baekhyun.
"Baiklah karena jam pelajaran saya sudah habis saya akan menutup pelajaran hari ini. Selamat pagi."
Sepeninggal Lee Seongsaenim keadaan kelas menjadi ribut kembali. Sebagian diantara mereka ada yang duluan pergi menuju perpustakaan.
Baekhyun melipat kedua tangannya dimeja, meletakkan kepalanya diatas tangannya yang terlipat. Mata sipit eyelinernya memandang bosan teman-teman yang berjalan didepannya menuju pintu kelas. Baekhyun melirik jam tangannya, pukul 08.00 KST masih dua jam lagi waktu istirahat tiba.
Tao beranjak dari tempatnya menuju tempat Hongbin dan Baekhyun yang berada didepan. Dapat Tao lihat Hongbin yang sedang senyum-senyum gaje memandang layar ponselnya serta Baekhyun yang meletakkan kepalanya dimeja dengan malas.
Grebb..
Hongbin menolehkan kepalanya kebelakang saat pundaknya ditepuk oleh Tao. Begitu pula dengan Baekhyun, lelaki manis itu menolehkan kepalanya kebelakang dan menatap malas Tao yang tersenyum dibelakangnya.
"Ingin ke perpustakaan ?" tawar Tao pada kedua temannya.
"Sekarang ? bukankah lima menit lagi guru yang mengajar mata pelajaran kedua akan datang ?"
"Tadi kudengar dari Namjoon kalau guru yang mengajar di mata pelajaran yang kedua tidak masuk karena sakit." Jawab Tao.
"Namjoon ? Siapa dia ?"
"Itu teman sebangku ku dia juga ketua kelas disini." Tao menoleh kearah tempat duduknya dan menunjuk dengan dagunya.
Baekhyun mendongakkan sedikit kepalanya untuk melihat kearah tempat duduk Tao. "Oh.. lalu itu siapa lelaki yang sedang mengobrol dengannya ?"
"Dia Yoongi, kekasihnya mereka sudah berpacaran lama." Jawab Tao seraya menolehkan kepalanya sejenak.
"Kau ingin ikut kami Baek ?" Tanya Hongbin kepada Baekhyun.
"Ah.. iya, ayo kita bergegas sekarang sebelum perpustakannya ramai."
Ketiga namja itu beranjak dari tempatnya dan berjalan keluar kelas menuju perpustakaan.
.
Ceklek..
Baekhyun menatap bosan perpustakaan yang ramai seperti halnya pasar tradisional. Beberapa murid berlalu lalang dengan buku-buku ditangannya.
"Ramai sekali Tao. Dari kelas mana saja ini ?"
"Entahlah kurasa dari kelas sebelah Hongbin ah."
"Mwo… kelas sebelah ? Jinjja ?"
"Iya. Aku tadi melihat Lay dan N disana."
'wah benar ini dari kelas sebelah. Itu artinya Kris sedang disini, kebetulan sekali aku sedang merindukannya.' Ujar Tao dalam hati.
Tao melangkahkan kakinya memasuki perpustakaan. Pandangannya beredar kesana kemari mencari sang pujaan hatinya.
"Hei kalian sedang apa disitu ayo masuk. Sebentar lagi mereka akan keluar dan perpustakaan akan sepi dan tenang seperti semula." Ujar Tao bersemangat.
"Aishh.. anak itu. Pasti ingin mencari Kris." Ucap Hongbin pelan.
Dengan malas Baekhyun dan Hongbin melangkah memasuki perpustakaan.
"Kita berpencar jika diantara kalian menemukan buku yang lengkap kalian pegang saja dulu bukunya jangan diberikan siapapun. Kita bertemu lagi disini ketika keadaan sudah sepi. Arraseo ?"
Tao dan Baekhyun menganggukan kepala mereka ketika mendengar intruksi Hongbin. Setelah itu ketiga lelaki manis tersebut berpencar pergi entah kemana untuk mencari buku yang sesuai dengan keinginan mereka.
.
Tao menelusuri berbagai rak buku untuk mencari buku yang diinginkannya, sekaligus mencari pujaan hatinya.
"Aishh… membosankan sekali, aku bahkan tidak tahu apa judul dan juga covernya." Tao menggerutu sambil membuka-buka buku yang diambilnya. Ia meletakkan kembali buku yang diambilnya dan berjalan kembali menelusuri buku-buku yang tersimpan rapi di rak.
"Ah.. bukan, bukan yang ini. huh.. aku lelah."
Tao menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia sedikit frustasi karena tidak menemukan buku yang ia cari. Namun kefrustasiannya hilang saat ia melihat sebuah puggung tegap yang sangat ia rindukan kini sedang membelakanginya. Tanpa pikir panjang lagi Tao segera melangkahkan kaki jenjangnya menuju pemilik punggung tegap tersebut dan memeluknya erat.
Kris tersentak dan tersenyum saat merasakan sebuah tangan melngkari pinggangnya. Ia terkekeh geli saat merasakan sebuah hidung mengusap asal punggung tegapnya. Tak perlu ditebak Kris sudah tau siapa seseorang yang sedang memeluknya.
"Jeongmal beogoshipeo."
Kris melepas kedua tangan Tao dari pinggangnya dan memutar tubuhnya menghadap sang kekasih. Ia mengecup bibir Tao secara sekilas dan mengacak sedikit tatanan rambutnya. Kris kembali tertawa saat bibir kucing Tao melontarkan sebuah omelan kecil yang sangat Kris sukai.
"Bagaimana jika nanti sepulang sekolah kita pergi kencan." Tao tersenyum dan mengagguk imut saat mendengar ajakan kencan dari kekasihnya.
Bel tanda pergantian peajaran telah berbunyi nyaring. Itu artinya Kris beserta teman-teman sekelasnya harus kembali ke kelas mereka. "Baiklah aku ke kelas dulu ne. Jangan lupa nanti pulang sekolah. Aku akan menjemputmu dirumah seperti biasa."
Bibir kucingnya melengkung kebawah. Tao merasa ini semua tidak adil, padahal ia baru bertemu dengan Kris beberapa detik tetapi bel sialan itu sudah keburu berbunyi duluan.
"Sudah jangan cemberut begitu, nanti manisnya hilang lho." Kedua jempol besarnya ia letakkan di sisi bibir sang kekasih, lalu menariknya keatas membuat sebuah senyuman yang membuat seorang Kris menjadi gemas melihatnya. Kedua tangan besarnya bergeser sedikit ke pipi sang kekasih, mencubitnya dengan gemas.
"Aww.. sakit Kris."
Kris refleks melepas cubitanya saat kekasihnya memberikan pukulan bertubi-tubi di lengan kirinya.
"hahaha… iya iya ampun sayang. Habis kau imut sih."
Blush…
"Sudah ya aku kembali kekelas dulu, sepertinya teman-temanku sudah kembali kekelas semua, dan jangan lupa nanti pulang sekolah."
Cup..
Kris segera pergi secepat mungkin agar kekasihnya tidak mengomelinya lagi saat ia memberikan kecupan di bibir kucing Tao secara tiba-tiba. Berbeda dengan Tao, lelaki cantik sekaligus manis itu terdiam ditempatnya berdiri seraya memegang pipinya yang merona dan bibirnya yang di kecup tiba-tiba oleh sang kekasih.
.
Baekhyun berjalan pelan menyusuri rak besar berisi buku-buku tentang sejarah. Tangan lentiknya menelusuri setiap buku yang dilihatnya.
"Aishh.. tidak ada. Mengapa rata-rata buku disini berbahasa inggris semua. Sepertinya aku tidak salah tempat. Didepan situ tertulis bahwa disini tempat khusus buku-buku bersejarah, tetapi mengapa rata-rata buku disini berbahasa inggris semua ? ini aku yang salah atau penjaga perpustakaan itu yang sedang mabuk." Gerutu Baekhyun saat buku-buku yang di temukannya dari tadi berbahasa inggris semua.
Baekhyun mendongakkan kepalanya keatas. Mata sipitnya bergerak kesana kemari mencari buku sejarah yang menggunakan bahasa Korea.
"Ah.. itu dia." Baekhyun menggeser tubuh mungilnya sedikit kearah kanan. Menatap buku sedikit tebal yang ditemukannya berada rak atas dengan tatapan 'bagaimana bisa aku mendapatkannya' atau 'rak ini cukup tinggi, apa tubuh mungilku bisa mendapatkannya'. Baekhyun menggelengkan kepalanya cepat. Ia mencoba berjinjit untuk mengambil buku yang diinginkannya. Tangan mungilnya mencoba meraih buku yang diinginkannya. Namun bukannya Baekhyun menariknya keluar malah ia membuat buku itu semakin masuk kedalam. Baekhyun menghentikan kegiatannya sejenak lalu kembali melajutkannya.
Sebuah tangan besar menarik buku itu keluar lalu mengeluarkannya dari rak. Baekhyun menghentikan langkahnya dan memandangi namja tinggi yang sedang menyodorkan buku didepan wajahnya.
'Lelaki ini.. dia kan.'
"Mintalah bantuan murid lain saat kau tidak bisa. Jika tidak itu akan menyulitkamu."
"Ya terima kasih."
Bel tanda pergantian pelajaran telah berbunyi. "Baiklah aku kekelas dulu. Sepertinya guru yang mengajar mata pelajaran selanjutnya sedang dalam perjalanan menuju kelasku."
Lamunannya terhenti saat namja yang menolongnya mengatakan akan kembali kekelas dan memutar balikan tubuh besarnya meninggalkan Baekhyun yang masih menatapnya penuh tanya.
"Hey.. tunggu. Aku Baekhyun, Byun Baekhyun. Namamu siapa ? kita bahkan sudah bertemu dua kali tetapi aku belum tau namamu."
Namja itu membalikkan badannya dan menatap Baekhyun lembut. "Chanyeol, Park Chanyeol."
.
.
.
.
.
To be continue/End/Delete
Give some review, a review of the reader determines the continue of this story
