Tittle : Smile in Winter

Author : exgulliver

Genre : Brothership

Rated : T

Cast :

Kim Jong Woon as Kim Yesung

Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun

Summary : Sejak kecil Yesung dan Kyuhyun sudah terbiasa bersama. Menghadapi dunia dengan saling berpegangan. Hingga suatu hari Kyuhyun menyadari, adiknya tidak dalam kondisi yang baik. Keadaan bertambah rumit ketika mereka harus bertemu cinta yang sama. Akankah musim dingin kali ini berbagi cerita yang membahagiakan? / This is KyuSung brothership!

Disclaimer : Cerita ini murni hasil kerja Author. Semua nama dan istilah merupakan milik Author -o-

.

.

.

~~~Happy Reading~~~

###==Smile In Winter==###

Setelah cukup puas bermain-main dengan salju, Kim bersaudara memutuskan untuk ke kedai ramen pinggir jalan. Akan sangat nikmat menyantap hidangan itu di musim salju seperti ini.

"Hyung, ini enak sekali! Wuah!"

"Kau benar Yesung~ah! Ini luar biasa!" Kyuhyun berbaur dengan Yesung untuk mengagumi rasa ramen pinggir jalan tersebut.

"Kkk.. kita harus mengajak eomma kemari nantinya!"

"Baiklah, kita akan ajak eomma kesini Yesung~ah!"

Begitu puas menikmati ramen, mereka bergegas kembali ke penginapan karena hari sudah sore. Kyuhyun tak mau kemalaman sebab jalanan akan sulit dilalui jika langit sudah gelap.

###==Smile In Winter==###

Hari-hari di Pulai Jeju mereka habiskan sepenuhnya untuk bermain bersama. Hanya berdua menikmati waktu yang mungkin menjadi memori indah dikemudian hari.

Pergi ke pantai, membuat istana pasir yang besar. Pergi ke sauna dan saling memecah telur dengan kepala satu sama lain. Pergi memancing di sungai yang ternyata masih membeku dan akhirnya membuat mereka pulang dengan tangan kosong. Mereka menikmati semua kegiatan itu penuh tawa. Sosok Kyuhyun pun terlihat lebih periang sekarang, yang itu artinya rencana Yesung berhasil.

"Hyung, apa kau senang?" tanya Yesung pada Kyuhyun. Sekarang mereka dalam perjalanan menuju penginapan setelah berkunjung ke salah satu museum di Jeju. Tubuhnya mulai terasa lemah, tapi Yesung tidak berniat menunjukkannya pada Kyuhyun.

"Ne Yesung~ah.. apa kau juga?" jawab Kyuhyun dari balik stir kemudi. Raut wajahnya terlihat penuh kebahagiaan.

"Heum! Tentu saja aku juga bahagia! Kkkk~" Yesung tertawa sementara Kyuhyun tersenyum ke arahnya. Ia bersorak dalam hati atas keberhasilan rencananya.

"HYUNG AWAS!" Yesung berteriak kencang tiba-tiba.

Kyuhyun yang baru mengalihkan pandangannya ke arah jalan pun terkejut bukan main. Mendadak ada sebuah pohon pinus yang tumbang ke arah jalan. Kaki Kyuhyun menginjak rem mobilnya sekuat mungkin dan membanting stirnya ke arah kanan.

Ckiiiiiiitt! Bruaaakkk!

Suara gesekan ban yang dihentikan secara paksa mengawali terdengarnya bunyi dentuman benda keras yang menabrak pohon-pohon pinus dipinggir jalan.

Mobil yang ditumpangi Kyuhyun dan Yesung terlihat hancur dibagian depan. Kaca mobil berhamburan kemana-mana. Dan sebuah asap muncul di mesin mobil bagian depan.

"Eunghh.." mata Yesung bergerak gusar. Kepalanya terasa pening luar biasa dan tangannya perih. Ia memegangi dahinya, sebuah darah segar menetes begitu Yesung menekannya. Ia mengerang kesakitan.

"Hyu..ng.." ia menengok ke kursi sampingnya untuk melihat keadaan Kyuhyun.

Tubuhnya meremang melihat kondisi Kyuhyun yang cukup parah. Wajah Kyuhyun sudah penuh dengan darah.

"HYUNG!" tanpa menghiraukan kondisi tubuhnya yang juga penuh luka, Yesung mengguncangkan tubuh hyungnya yang tak sadarkan diri.

"Hyung aku mohon bangunlah! HYUNG!" Yesung panik.

Ia melihat ke sekeliling tapi hanya deretan pohon pinus yang ia temui. Ditengoknya sebentar benda persegi hitam dipergelangan tangannya, pukul 5.35.

Yesung melepas sabuk pengaman yang menahan tubuhnya, dengan darah yang terus menetes dari dahinya, namja itu keluar dari mobil. Ia berteriak minta tolong sekencang mungkin dengan suaranya yang parau. Berjalan ke arah pintu mobil Kyuhyun dan membantu tubuh Kyuhyun keluar dari dalam mobil.

Bau anyir telah mendominasi penciuman Yesung. Yesung meletakkan tubuh penuh luka Kyuhyun di atas tumpukan salju dan berjalan kembali ke arah mobil untuk mengambil mantel hangat mereka.

"Hyung jebal ireona!" Yesung membantu Kyuhyun mengenakan mantelnya sambil terus menyadarkan sang kakak.

Yesung merasakan sesuatu yang anyir dan asin masuk ke mulutnya, air matanya menetes bercambur dengan darah yang ikut mengalir dari dahinya.

"TOLONG! Siapapun tolong kami!" Yesung kembali berteriak.

Tiba-tiba mobil yang hancur itu mengeluarkan sebuah ledakan kecil. Yesung terkejut, ia segera memapah tubuh Kyuhyun yang tak sadarkan diri untuk menjauh dari mobil.

Baru beberapa langkah Yesung berjalan, mobil itu mengeluarkan ledakan kedua yang lebih besar. Kyuhyun jatuh tersungkur bersamaan dengan Yesung yang melindungi tubuh Kyuhyun dengan punggungnya. Yesung mengerang karena rasa panas yang menjalar ke seluruh luka ditubuhnya. Ketika ia melihat ke arah mobil mereka, api sudah melahap seluruh bagian mobil. Ia merutuki dirinya karena tak sempat mengambil ponsel mereka dari dalam mobil.

Yesung berpikir keras, jika mereka tetap disini dan menunggu bantuan datang, Kyuhyun akan mati. Ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.

Yesung segera bangkit dari posisinya, membantu Kyuhyun bangun dan meletakkan tubuh sang kakak dipunggungnya. Ia berjalan sempoyongan untuk mencari bantuan. Jalanan yang tertutup salju itu memiliki motif baru akibat tetesan darah Kyuhyun dan Yesung yang jatuh ke tanah.

"Tuhan.. to..long selamatkan.. Kyu..hyun hyung!" Yesung berusaha sekuat mungkin berjalan lebih cepat. Nafasnya mulai tersengal dan rasa nyeri mengerikan itu kembali menghampirinya. Yesung mengumpat karena penyakitnya kambuh disaat yang tidak tepat.

"Aarrgh.. sial.." Yesung berhenti sesaat merasakan rasa sakit mengerikan itu perlahan merasukinya. Seperti biasa menghancurkan persediaan tenaga yang ia miliki.

"Aku mohon jangan kembali sekarang, arrgh! Aku harus menyelamatkan hyungku!" Yesung kembali melangkah sekuat tubuhnya lakukan. Melawan rasa sakit pada jantungnya.

Ia memaksa tubuhnya agar terus bertahan. Dadanya terus terasa nyeri tapi Yesung berusaha menghiraukannya. Tak peduli nyawanya akan hilang, yang terpenting Kyuhyun harus hidup! Kyuhyun harus hidup!

Sebuah kilauan cahaya menyilaukan mata Yesung. Cahaya itu semakin mendekat, "Tolong!" untuk terakhir kalinya Yesung berteriak pada cahaya itu hingga akhirnya ia tersungkur bersama dengan tubuh Kyuhyun yang ikut terjatuh disampingnya.

Yesung menatap wajah Kyuhyun yang penuh darah, "bertahanlah sebentar lagi hyung," gumam Yesung lirih sebelum dirinya ikut tak sadarkan diri.

.

.

Di salah satu ruang UGD sebuah rumah sakit di Jeju, situasi terlihat menegangkan. Beberapa perawat dan dua orang dokter sedang dalam kesibukan mereka. Juga beberapa alat bantu pernafasan serta pendeteksi detak jantung nampak menyala.

Tubuh Yesung dan Kyuhyun akhirnya dapat dibawa ke rumah sakit setelah sepasang suami-istri yang kebetulan melewati tempat kejadian melihat tubuh mereka berdua tak sadarkan diri di tengah jalan.

"Hyu..ng.." Yesung sekuat mungkin berusaha membuka matanya yang terasa berat. Rasa pening kembali menyerapnya. Tak lama retinanya langsung menangkap sinar putih yang begitu menyilaukan. Seorang dokter dan beberapa suster berdiri disekelilinginya sembari mengecek kondisi tubuh Yesung.

Matanya berkeliling untuk mencari sosok Kyuhyun, dan ia menemukannya dari celah tirai yang ada disamping kirinya.

Sang kakak nampak berbaring diranjang sampingnya dengan selang oksigen yang terpasang sempurna. Sebuah alat pendeteksi detak jantungpun sudah terpasang didada Kyuhyun.

"Suster! Tolong carikan golongan darah O-negatif sekarang juga! Pasien kritis!" seorang dokter yang kini memeriksa kondisi Kyuhyun berteriak cukup keras pada suster dihadapannya. Yesung bisa mendengar semua itu dengan jelas.

"Hyu..ng.." ia melihat tubuh Kyuhyun mengejang diranjangnya. Yesung berniat bangkit untuk menolong.

"Tuan! Anda harus berbaring! Luka Anda belum kami obati!" dokter disamping Yesung berusaha menasihati pasiennya.

"Andwae! Aku ingin menolong hyungku dokter!"

"Tapi tuan, kondisi Anda masih lemah! Dan jantung Anda tidak dalam kondisi yang bagus!" dokter bernama Dr. Leeteuk itu sedikit membentak pasiennya sembari menahan tangan Yesung yang bersikeras menghampiri Kyuhyun. Ia tidak ingin terjadi sesuatu yang lebih buruk.

"AKU TIDAK PEDULI! AKU MAU HYUNGKU SELAMAT!" Yesung menghempaskan kasar genggaman tangan sang dokter. Ia turun dari ranjang dan menyibakkan tirai dihadapannya secara paksa.

"Dokter! Ambilah darahku!"

"Tu.. tuan!" Dr. Kangin yang sedari tadi memeriksa Kyuhyun terkejut mendengar ucapan sekaligus kondisi Yesung.

"Golongan darahku sama dengannya dokter, kau bisa ambil milikku!"

"Tapi tuan, suster kami sedang mencarikan darah untuk saudara Anda. Jadi Anda tidak perlu melakukan donor dengan kondisi seperti itu.." jawab Kangin bijak.

"Maaf Dr. Kang! Darah yang dibutuhkan pasien hanya tersisa satu kantung, kita baru bisa mendapatkan kiriman dari pusat 30 menit lagi!" suster yang tadi disuruh Dr. Kangin mengambil darah telah kembali dengan kabar buruk.

"A..apa? Tapi kita tak punya waktu sebanyak itu!" Dr. Kangin sedikit panik mendapat informasi tersebut. Tubuh Kyuhyun kelihangan banyak darah dan satu kantung tidak akan cukup untuk menanganinya!

"Dokter aku mohon! Biarkan aku melakukan donor untuk hyungku! Aku ingin dia selamat dokter, jebal.." Yesung bersimpuh dihadapan Dr. Kangin.

Semua orang diruangan tersebut terdiam melihat tindakan Yesung. Mereka terkejut dan tak percaya dengan keinginan keras Yesung. Begitu besarkah rasa sayang diantara kakak-beradik ini?

Dr. Kangin bertukar pandang dengan Dr. Leeteuk yang tadi menangani Yesung. Dr. Leeteuk menggeleng pelan. Ia tahu kondisi jantung Yesung terlalu lemah untuk melakukan donor dan dia bahkan juga kehilangan cukup banyak darah.

"Aku mohon dokter.. hiks.. berikan aku satu kesempatan untuk membalas semua hutangku padanya.. hiks.." Yesung terisak dalam posisinya. "Aku ingin dia hidup dokter.. hiks.. dia kakakku.. dia yang paling berharga untukku.. hiks.."

Dr. Kangin memejamkan matanya beberapa saat, ia mulai mengambil nafas dalam-dalam.

"Baiklah, kita lakukan."

Dr. Leeteuk tak percaya mendengar ucapan rekan kerjanya. Jika Kangin tetap melakukan donor, keadaan Yesung justru yang akan kritis dan berbahaya.

"Terima kasih dokter.. hiks.. Terima kasih.."

"Bangunlah.. kita selamatkan kakakmu.." Dr. Kangin membantu tubuh Yesung berdiri.

"Suster! Siapkan alat transfusi darah segera!" Kangin berjalan ke arah Leeteuk, "aku tak bisa menolak permintaan seorang adik yang begitu tulus."

Setelah adegan yang cukup menegangkan di ruang UGD, Yesung akhirnya boleh mendonorkan darahnya meskipun kondisinya juga lemah. Dr. Leeteuk dan beberapa suster telah berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada Yesung sementara Dr. Kangin bertanggungjawab atas kondisi Kyuhyun.

Yesung merasakan jarum dilengannya mengambil seluruh persediaan darah yang ia miliki. Jarum itu seolah menghisap seluruh energi yang ia memiliki. Tubuhnya perlahan terasa lemas dan tak bertenaga.

Manik bulan sabitnya terus menatap Kyuhyun yang masih setia menutup mata. Kedua mata Yesung mulai terasa berat, seolah kekuatannya lenyap bahkan sekedar untuk membuka matanya.

"Kangin~sshi! Hentikan transfusinya!" Dr. Leeteuk yang melihat Yesung hampir tak sadarkan diri segera berteriak memperingatkan Dr. Kangin.

"Suster lepaskan alat transfusinya!" perintah Dr. Kangin kemudian.

"Suster bawakan infus kemari!" Dr. Leeteuk bergegas memeriksa detak jantung Yesung. Tubuhnya menegang mengetahui detak jantung Yesung melemah. "Pasien kritis!"

###==Smile In Winter==###

Sehari berlalu dengan cepat semenjak kejadian menegangkan di ruang UGD, Kyuhyun telah berhasil melewati masa kritisnya. Berkat darah dari Yesung ia dapat bertahan hidup meskipun sampai saat ini ia belum sadarkan diri.

Namun di lain sisi, kondisi Yesunglah yang mendapat kabar buruk. Tubuhnya yang saat itu secara medis tak diperbolehkan mendonorkan darah langsung melemah. Jantungnya yang tidak sehatpun menurun drastis kinerjanya.

Tapi syukurlah Tuhan masih berbaik hati dengan mempertahankan Yesung di dunia. Meskipun dalam keadaan koma, setidaknya tubuh Yesung masih bernafas dan jantungnya masih berdetak hingga hari ini.

"Eunggh.. Ye..sung~ah.." erangan kecil keluar dari mulut Kyuhyun.

"Kyuhyunie! Kyuhyunie kau bisa mendengar eomma nak?"

"Eo..mma?" Kyuhyun bangun dari tidurnya. Ia mendapati sosok Mrs. Kim dan Cho Eun Hae berdiri disamping ranjangnya. Menatapnya penuh air mata.

"Syukurlah kau sudah sadar, Eun Hae~ya! Tolong panggilkan dokter!"

"Ne eommonim!" Eun Hae bergegas menuju ruangan Dr. Kangin.

"Ye.. sung.. eungh.. eo..mma.." racaunya. Kyuhyun berusaha menanyakan dimana keberadaan Yesung. Terakhir yang ia ingat, ada sebuah pohon pinus yang tumbang dan ia membanting mobilnya hingga menghantam pohon-pohon pinus dipinggir jalan.

"Hiks.. Yesung baik-baik saja, tenanglah.." Mrs. Kim tak bisa menahan air matanya melihat Kyuhyun yang terus memanggil Yesung.

"A..ku.. ingin me..lihatnya.."

"Eoh, setelah kau diperiksa kau akan bisa melihat Yesung, heum?" Mrs. Kim berusaha terlihat baik dihadapan Kyuhyun. Ia tidak yakin apakah Kyuhyun akan siap mengetahui kondisi Yesung yang sesungguhnya.

Usai melalui beberapa tes pemeriksaan, Dr. Kangin akhirnya memberi keputusan jika kondisi Kyuhyun sudah baik-baik saja dan hanya tinggal menunggu beberapa hari hingga lukanya sembuh.

"Eomma.. sekarang aku ingin melihat Yesung, dia dimana?"

"Yesungie.." Mrs. Kim bertukar pandang dengan Eun Hae.

Eun Hae sendiri juga tidak yakin apakah ia harus memberitahu kondisi Yesung yang sesungguhnya. Dirinya saja yang saat itu sehat dan tak terluka sedikitpun merasa tidak sanggup mendengar kenyataan tentang kondisi Yesung. Bagaimana dengan Kyuhyun?

"Eun Hae~ya.. apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?" Kyuhyun mencium gelagat yang tak wajar pada Mrs. Kim dan Eun Hae. Mengapa mereka tidak segera menjawab pertanyaan Kyuhyun? Apa jangan-jangan.. 'Andwae!' Kyuhyun menggeleng kuat membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.

"Yesungie.. dia.." Mrs. Kim memberi jeda sebelum mengatakan kenyataannya pada Kyuhyun. "Dia koma Kyuhyunie..hiks.."

"Mw.. mworago?" Kyuhyun menatap Mrs. Kim tak percaya. Matanya langsung terasa panas dan dadanya terasa sesak luar biasa. Jantungnya berpacu dengan cepat. 'Tidak mungkin.. ANDWAE! Tidak mungkin!' Kyuhyun meyakinkan dirinya sendiri.

"Oppa.. hiks.. kau harus kuat.." Eun Hae menggenggam tangan Kyuhyun erat. Ia tidak mau Kyuhyun melakukan hal bodoh sekarang.

"ANDWAE!" Kyuhyun menghempaskan tangan Eun Hae. Ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan melepas jarum infus secara paksa. Mrs. Kim berteriak melihat Kyuhyun yang berubah menjadi kasar dan beringas.

"OPPA!" Eun Hae mengejar Kyuhyun yang berhasil keluar dari ruang rawat. "Dokter suster! Tolong bantu aku hentikan dia!"

Beberapa perawat dan dokter yang saat itu melihat Kyuhyun berlari segera membantu Eun Hae menahannya.

"LEPASKAN AKU! Aku ingin menyelamatkan adikku! LEPASKAN!" Kyuhyun meronta tak karuan ketika 5 orang perawat laki-laki menahan tubuhnya.

"Bawa dia kembali ke kamar!" perintah Dr. Kangin pada kaki tangannya.

Cukup susah membawa Kyuhyun kembali ke ruangannya, sehingga mau tak mau Dr. Kangin menyuntikkan obat penenang pada Kyuhyun.

"Ye.. sung~ah.." Kyuhyun tak sadarkan diri setelah suntikan yang didapatkannya secara paksa.

"Hiks.. Kyuhyunie.." Mrs. Kim hanya bisa menangis dalam pelukan Eun Hae. Dia benar-benar tidak sanggup melihat Kyuhyun seperti ini.

###==Smile In Winter==###

Di suatu tempat, ada sebuah danau kecil yang sangat indah. Pohon-pohon pinus dan cemara terlihat mendominasi disekeliling danau. Rumput yang hijau terlihat seperti lukisan alam yang sangat mempesona. Hembusan angin dari danau terasa menyejukkan siapapun yang menghirupnya. Alam yang begitu tenang dan matahari bersinar memberi kehangatan.

Terlihat dua orang anak kecil sedang berdiri di tepi danau. Yang satu bermata sipit dan yang satu bermata bulat, begitu kontras.

"Hyung~ ayo berenang!" nampak seorang anak laki-laki bermata sipit dan pipi chubby menarik-narik lengan anak lelaki yang satunya.

"Andwae! Kau bahkan tidak bisa berenang Yesung~ah.."

Anak yang dipanggil Yesung itu langsung mempoutkan bibirnya kesal ketika mendapat penolakan mentah-mentah dari kakaknya.

"Kau kan bisa mengajariku!"

"Shireo~ lagi pula terlalu berbahaya untukmu berenang di danau seluas ini."

"Kyuhyun hyung~ jebal~" Yesung kecil trus merajuk pada anak laki-laki yang dipanggilnya Kyuhyun hyung.

"Andwae! Tetap tidak bisa.." yang lebih tua tetap pada pendiriannya.

"Ah hyung! Kau menyebalkan!" Yesung mendudukkan dirinya di rerumputan. Tangan kecilnya ia lipat di depan dada dengan bibirnya yang seperti cone ice cream.

"Kkkk~" Kyuhyun kecil tertawa melihat adik tersayangnya gagal merajuk.

###==Smile In Winter==###

"Ye..sung~ah.." Kyuhyun terbangun dari obat penenang yang baru saja disuntikkan Dr. Kangin tadi siang.

"Oppa.." suara Eun Hae menyapa pendengarannya.

"Eun Hae~ya.."

"Heum?"

"Apa Yesung baik-baik saja?" pandangan Kyuhyun terlihat lemah. Mungkin perasaannya sudah tak sekalut tadi.

"Dia sedang berjuang untuk kembali oppa.. dia akan baik-baik saja.." Eun Hae menggenggam tangan Kyuhyun. Ia tahu ini pasti sangat berat untuk diterima akal sehat Kyuhyun.

"Bisakah antarkan aku ke kamar Yesung?"

"Tapi berjanjilah kau tidak akan melakukan hal bodoh?"

"Heum.. yaksho."

"Geurae.." Eun Hae membantu Kyuhyun berdiri dan memapahnya ke ruangan Yesung yang tidak jauh dari ruang rawat Kyuhyun.

Ketika pintu itu terbuka, perasaan Kyuhyun serasa tertekan oleh bongkahan batu yang besar. Ia melihat tubuh Yesung penuh dengan alat-alat kedokteran. Wajahnya pucat seperti tak memiliki darah sedikitpun. Bulan sabit itu tertutup rapat. Seolah-olah ia sedang menikmati tidur panjangnya dengan tenang.

"Yesung~ah.." Kyuhyun berjalan sempoyongan ke arah Yesung yang terbaring lemah.

"Oppa.." Eun Hae hanya bisa menekan bahu Kyuhyun dari belakang untuk menguatkannya.

"Bisakah kau tinggalkan aku bersama Yesung? Jebal.." Kyuhyun memohon pada Eun Hae tanpa menoleh ke arah gadis itu. Dimatanya hanya terdapat sosok Yesung dan Yesung. Eun Hae memahami kondisi Kyuhyun, ia pun meninggalkan kedua kakak-beradik itu berdua.

"Yesung~ah.. ini aku.. hyung disini.." Kyuhyun mendudukkan dirinya pada kursi yang ada disamping ranjang Yesung.

"Apa kau tidak akan menanyakan bagaimana keadaanku? Ayo bangun.. hiks.. kau harus lihat aku baik-baik saja.." sebuah liquid bening lolos dari kedua obsidian Kyuhyun. Digenggamnya tangan Yesung erat. Ia tak akan membiarkan Yesung pergi barang sedetikpun. Tidak akan selama dia masih ada di dunia ini.

###==Smile In Winter==###

Hujan menguyur kota Seoul cukup deras hari itu. Dua orang anak lelaki berusia 14 dan 11 tahun nampak berlarian mencari tempat berteduh. Hingga akhirnya mereka menemukan sebuah halte bus. Salah satu dari anak itu terlihat kedinginan. Badannya menggigil dan bibirnya membiru.

"Hyu..ng.. dingin.."

Anak lelaki yang melihat adiknya kedinginan itu segera melepas mantel dibadannya. Ia gunakan mantel itu untuk menutupi tubuh adiknya.

"Apa lebih baik?"

"Eoh.. tapi kau bisa kedinginan juga hyung.."

"Gwaenchana Yesung~ah.. yang terpenting adalah dirimu. Kau tidak boleh kedinginan.." meskipun anak lelaki yang lebih tinggi itu mengatakan dirinya baik-baik saja, bibirnya secara rahasia bergetar karena udara dingin yang berhembus.

Ia tersentak ketika sebuah tangan memberikan mantel dibahunya. "Yesung~ah.."

"Aku sudah tidak kedinginan hyung," anak lelaki bermata sipit itu tersenyum pada kakaknya.

'Aku tau kau kedinginan juga hyung.. tidak adil jika hanya aku yang merasa hangat sementara dirimu menggigil diam-diam.'

###==Smile In Winter==###

Kyuhyun merasakan jemari mungil dalam genggamannya bergerak kecil.

"Yesung~ah?" Kyuhyun menunggu Yesung untuk membuka matanya. Tapi sepertinya Yesung belum akan membukanya untuk sekarang. Kedua iris bulan sabit itu masih saja bersembunyi dari Kyuhyun.

"Yesung~ah.." Kyuhyun hanya bisa menelan kekecewaan karena ternyata Yesung belum terbangun dari komanya.

Dr. Leeteuk masuk ke dalam ruangan untuk melakukan pemeriksaan rutin pada Yesung.

"Kyuhyun~sshi?"

"Ah ne Dr. Leeteuk.."

"Apa kau menemani Yesung~sshi sejak kemarin?"

"Heum.. aku tak bisa meninggalkannya sendiri dalam kondisi seperti ini dok, dia berharga untukku." Kyuhyun memaksakan sebuah senyum dibibirnya.

"Kalian memang saudara yang mengagumkan. Hari itu Yesung~sshi juga mengatakan tidak akan membiarkan Anda pergi karena Anda orang yang sangat berharga untuknya.." Dr. Leeteuk tersenyum ketika melakukan pemeriksaan di tubuh Yesung.

"Maksud dokter?" Kyuhyun yang tak tau-menau tentang permohonan Yesung di ruang UGD pun merasa heran. Yang dia tau adalah dirinya dan Yesung mengalami kecelakaan dan Yesung jatuh koma. Ia tak pernah tahu jika Yesung sempat sadarkan diri setelah kecelakaan itu.

"Hari itu ketika Anda berdua masuk UGD, Anda kehabisan banyak darah dan stock di rumah sakit kami sedang tipis. Yesung~sshi yang sempat sadarkan diri memaksa kami melakukan donor untuk menyelamatkan nyawa Anda Kyuhyun~sshi. Meskipun saat itu sebenarnya kondisi adik Anda juga lemah karena penyakit jantungnya kambuh dan secara medis tak memungkinkan melakukan donor dengan luka ditubuhnya, dia memohon dan berlutut pada kami untuk membiarkannya melakukan donor. Sayangnya setelah melakukan donor itu Yesung~sshi justru koma."

"Mwo.. mworago?" mata Kyuhyun kembali berlinang. Selaput bening yang sedari tadi menyelimuti obsidiannya hancur dalam sekejab dan berubah menjadi tetesan rasa tak percaya.

Kyuhyun menatap Yesung tak percaya. Adiknya masih saja nampak tertidur tenang. Jadi.. Yesung koma karena dirinya? Kyuhyun seolah mendapat tamparan ribuan kali. Dialah yang membuat Yesung diambang hidup dan mati saat ini.

###==Smile In Winter==###

Hari itu Kyuhyun melihat Yesung sedang membaca buku komik di bawah sebuah pohon oak yang ada di taman belakang rumah mereka.

"Yesung~ah.." Kyuhyun menghampiri Yesung dan duduk disampingnya.

"Oh hyung, kau tidak kuliah?"

"Anni.. aku meliburkan diri.." Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada batang oak yang terlihat kokoh. Menghirup lembut aroma musim semi yang ia suka.

"Dasar! Hyung tidak akan bisa menjadi dokter kalau belajar saja sampai membolos!"

"Yakk.. otakku juga butuh istirahat Yesung~ah... kau tak tau aku hampir jatuh tertidur setiap dosen berkepala licin itu melakukan argumentasinya seorang diri? Kalau saja kau tahu, sikapnya sudah seperti melakukan pidato ke-pre-si-den-an.." Kyuhyun memberi penekanan di akhir kalimatnya.

"Kkkk.."

"Kenapa kau tertawa?"

"Kkk ini pertama kalinya kau mengeluh akan perasaanmu hyung.."

"Ah~ aku kelepasan.."

"Aigoo hyung, sering-seringlah seperti ini. Kau tidak harus menyimpan semuanya sendiri. Ada aku disini.." Yesung tersenyum pada Kyuhyun. Ia mengikuti langkah Kyuhyun bersandar pada batang pohon oak tersebut.

"Kau juga bisa berhenti jika kau lelah hyung.. tak perlu memaksakan dirimu untuk menjadi apa yang ku mau.."

"Yesung~ah.."

"Sejujurnya, aku juga akan berhenti jika aku mulai lelah. Terkadang aku merasa tidak sanggup lagi menahannya.. rasanya begitu berat untukku.."

"Yesung~ah jangan teruskan ucapanmu!" Kyuhyun menatap tajam adik semata wayangnya. Ia sadar kemana alur pembicaraan ini bermuara.

"Aku tahu kau tak akan membiarkan aku berhenti hyung, tapi ini adalah hidupku, ada saatnya hanya aku yang berhak menentukan langkahku berikutnya..." Yesung berdiri dan mengambil komik yang tadi ia letakkan ditanah. Ia beranjak meninggalkan Kyuhyun pergi.

"ANDWAE!" Kyuhyun segera menahan tangan Yesung. "Kau tidak bisa pergi Yesung~ah.. jebal.."

"Hyung.. aku lelah.. aku butuh istirahat.. aku ingin tidur.." Yesung melepaskan tangan Kyuhyun dan kembali berjalan meninggalkan sang kakak yang masih tertegun.

###==Smile In Winter==###

"Yesung~ah!" Kyuhyun terbangun dan ia mendapati dirinya tertidur disamping ranjang Yesung. Keringat dingin mengalir dari dahinya.

"Yesung~ah.. apa kau yang menemuiku dalam mimpi itu?"

Yesung tak merespon. Matanya masih setia tertutup.

Pandangan Kyuhyun beralih pada alat pendeteksi detak jantung Yesung yang tiba-tiba melemah. Kyuhyun panik. Sebagai mahasiswa kedokteran dia sadar ini situasi yang berbahaya. Ia segera menekan tombol merah disamping ranjang Yesung.

Tak berapa lama Dr. Leeteuk datang bersama beberapa perawat ke kamar Yesung.

"Kyuhyun~sshi Anda harus keluar dari ruangan ini!" perintah seorang suster perempuan pada Kyuhyun. Sementara Dr. Leeteuk dan beberapa perawat lain melakukan pemeriksaan ditubuh Yesung.

"Andwae ! Biarkan aku disini! Aku telah berjanji menemaninya suster!"

"Tapi tuan-"

"Suster biarkan saja, sekarang kita harus membawa Yesung~sshi ke ruang operasi! Segera siapkan ruangannya!" perintah Dr. Leeteuk membuat suster itu berhenti menyuruh Kyuhyun pergi.

"MWO?! Operasi?!" Kyuhyun menghalangi langkah Dr. Leeteuk yang hendak membawa tubuh Yesung keluar dari ruang icu.

"Kyuhyun~sshi! Saya mohon hentikan! Yesung~sshi harus segera dibawa ke ruang operasi sekarang, nyawanya sedang terancam! Perawat, tolong tahan Kyuhyun~sshi!"

Dr. Leeteuk berhasil membawa Yesung secara paksa dari Kyuhyun. Satu-satunya hal yang membuatnya bersikap tegas pada Kyuhyun adalah nyawa Yesung. Entah kenapa jantungnya berhenti memompa darah karena salah satu katup menutup dengan sendirinya. Mereka harus segera melakukan operasi untuk membuka kembali katup itu jika mereka masih menginginkan Yesung ada di dunia ini.

Kyuhyun, Mrs. Kim dan Eun Hae sedang menunggu operasi Yesung dengan cemas. Di dalam sudah ada Dr. Leeteuk, Dr. Kangin dan Dr. Heechul yang merupakan ahli jantung sedang menangani kondisi Yesung.

"Aku akan melakukan operasi pada Yesung!" tiba-tiba saja Kyuhyun menerobos pintu masuk ruang operasi yang saat itu masih berwarna merah.

"Kyuhyun~sshi! Anda tidak boleh masuk ke ruangan ini!" ujar Dr. Kangin cukup keras.

"Aku yang akan melakukan operasi pada Yesung!"

"Mwo? Anda tidak bisa melakukannya Kyuhyun~sshi!" meskipun Dr. Kangin tau riwayat Kyuhyun sebagai mahasiswa kedokteran yang terkenal genius, ia tetap tak bisa membiarkan Kyuhyun melakukan hal berbahaya pada pasiennya. Ia tak punya cukup pengalaman melakukan hal yang menyangkut nyawa orang lain.

"Dokter, tolong izinkan aku melakukannya.. hiks.. aku ingin menyelamatkan adikku dengan tanganku sendiri. Ini semua terjadi karena dia menyelamatkanku dokter.. hiks.."

"Tapi Kyuhyun~sshi anda-"

"Aku mohon dokter.." Dr. Kangin belum menyelesaikan ucapannya karena tindakan Kyuhyun yang tiba-tiba berlutut dihadapannya. Ia tertegun, mengapa kedua orang itu melakukan hal yang sama dengan bersimpuh dihadapannya? Membuatnya semakin berat untuk menolak karena mereka terlihat sangat tulus dan serius.

Suasana hening untuk beberapa saat. Semua orang sedang memikirkan permohonan Kyuhyun.

"Biarkan dia ikut.."

"Mwo? Heechul~sshi!"

"Leeteuk~sshi.. kau masih tidak percaya padanya? Aku jamin anak ini tidak akan membuat pasien kita lebih buruk. Kita juga akan tetap berada disampingnya."

Akhirnya Dr. Heechul membiarkan Kyuhyun melakukan operasi pada tubuh Yesung. Setelah ia mengenakan baju yang khusus disediakan pihak rumah sakit serta mensterilkan tangannya, ia segera masuk ke dalam ruang operasi.

Dari ruang tunggu Mrs. Kim dan Eun Hae terus berdoa untuk keselamatan Yesung. Berharap agar mereka dapat bertemu dengan sosok itu secepatnya.

'Yesung~ah.. hyung tidak akan membiarkanmu pergi. Hyung akan membiarkanmu pergi ketika kau mengatakannya dalam keadaan sadar padaku.. sampai semua itu terjadi, maafkan aku karena berusaha menarikmu kembali ke dunia ini.'

###==Smile In Winter==###

Musim salju bulan desember 2012..

"Kyuhyunie~"

"Eung.. eomma?" Kyuhyun membuka matanya perlahan.

"Kau harus bersiap-siap jika tak mau terlambat.. eomma harus pergi dulu, jaga dirimu~" Mrs. Kim mengecup puncak kepala putra tercintanya.

"Saranghae eomma."

"Na ddo Kyuhyunie~"

Setelah melihat Mrs. Kim menghilang dari balik pintu Kyuhyun segera bangkit dari tempat tidurnya. Ia berjalan ke arah kamar mandi sambil mengusap matanya beberapa kali.

Seusai mandi Kyuhyun menuju lemari pakaian di sudut ruangan. Diambilnya sebuah kemeja berwarna biru muda yang memberikan kesan elegan begitu dikenakannya. Kemeja itu ia padukan dengan sebuah celana panjang berwarna hitam.

Semua persiapannya di pagi hari telah usai, ia segera meluncurkan mobil sedan hitamnya ke arah Seoul Hospital.

Tak butuh waktu lama namja berdada bidang itu telah sampai di rumah sakit. Ia keluar sambil menenteng sebuah tas hitam.

"Selamat pagi Kyuhyun~sshi.." sapa para perawat dan dokter yang berpapasan dengannya.

Kyuhyun segera masuk ke sebuah ruangan yang tak jauh dari resepsionis rumah sakit. Diambilnya sebuah jas panjang berwarna putih yang tergantung di sudut ruangan.

Dr. Kyuhyun..

Itulah nama yang tertera di name tag jas tersebut. Kyuhyun tersenyum ketika mengenakan jasnya. Ada rasa bangga dan sedih yang berkecamuk dihatinya. Andai saja Yesung dapat melihatnya mengenakan jas itu, pasti sekarang ia akan memeluk Yesung dengan erat. Ia berhasil mewujudkan apa yang Yesung minta setahun yang lalu.

Kyuhyun berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang telah menjadi tempat kerjanya selama 4 bulan terakhir. Setelah mendapat gelar dokternya Kyuhyun memutuskan untuk menjadi dokter spesialis jantung. Kau mungkin bisa menebak mengapa Kyuhyun memilih jalan itu, ya.. semua karena Yesung.

Suasana rumah sakit masih nampak sepi karena jam baru menunjukkan pukul 7 pagi. Kyuhyun biasa berangkat pagi karena ia harus mengecek kondisi seseorang setiap paginya. Ini adalah kewajibannya sebagai seorang dokter sekaligus.. seorang kakak.

Room 324..

Kyuhyun merapikan setelan jasnya sebelum membuka pintu besi dihadapannya. Bibirnya membentuk sebuah senyum ketika obsidiannya menangkap sosok namja yang dikenalnya baik masih tertidur lelap diranjangnya.

"Pagi Yesung~ah.." sapanya pada namja yang tak lain adalah adiknya sendiri, Yesung.

"Bagaimana kabarmu? Apa 'disana' begitu nyaman sehingga kau tak pernah kembali sampai sekarang?" Kyuhyun menarik kursi disamping ranjang Yesung.

Tak ada jawaban dari Yesung. Hanya suara detak jantung Yesung dari monitor yang terdengar mendominasi ruangan bernuansa putih tersebut.

"Apa kau tak ingin melihatku memakai jas ini? Kau sendiri yang memintaku memakainya.. Jadi bangunlah dan lihat aku Yesung~ah.."

Sudah hampir setahun Yesung koma dalam tidurnya. Pasca operasi yang dilakukan Kyuhyun padanya ia belum pernah terbangun. Operasinya memang berjalan dengan lancar, tapi entah kenapa mata Yesung seolah tak pernah mau terbuka. 3 bulan setelah operasi itu Mrs. Kim sempat menyerah dan berniat membiarkan Yesung pergi, tapi Kyuhyun tak pernah membiarkannya.

Setelah berhasil mendapat gelar dokter, Kyuhyun memilih untuk bekerja di Seoul Hospital agar ia dapat terus mengawasi kondisi Yesung. Karena di masa lalu Kyuhyun pernah menyelamatkan nyawa Yesung, tak sulit baginya untuk masuk ke rumah sakit tersebut ditambah dengan dukungan Dr. Leeteuk, Dr. Kangin dan Dr. Heechul yang sekarang menjadi rekan kerjanya.

Setiap pagi setelah tiba di rumah sakit Kyuhyun akan langsung mengunjungi kamar Yesung untuk sekedar menyapa adik tercintanya. Disetiap pagi ia sempatkan untuk berdoa dikamar Yesung. Ia masih berharap Yesung akan kembali bersamanya di dunia. Ia terus memohon pada Tuhan untuk memberikan Yesung kekuatan agar dapat kembali.

###==Smile In Winter==###

Pertengahan bulan Desember salju turun semakin deras. Gundukan-gundukan salju berwarna putih nampak bertenger disetiap sudut kota Seoul. Cuaca menjelang hari natal selalu berselimut salju yang dingin sekaligus indah. Pepohonan secara alami ikut memeriahkan nuansa natal dengan butiran salju di dahan-dahan layaknya sebuah mantel berwarna putih.

Hari minggu ini Kyuhyun mengambil libur untuk bekerja. Meskipun libur, ia tetap berkunjung ke rumah sakit untuk menemui Yesung. Jika dihari kerja ia hanya dapat menemui Yesung dipagi hari, dihari libur inilah dia akan menemani Yesung seharian.

Sekitar pukul 7 pagi Kyuhyun sampai di rumah sakit. Seperti biasa ia berjalan melalui koridor menuju kamar rawat Yesung..

"Kyuhyun~ah!"

"Ah, hyung!" Kyuhyun menghentikan langkahnya ketika dilihatnya sosok Dr. Heechul menghampirinya dari ujung koridor.

"Kau harus melihat ini!" begitu tiba dihadapan Kyuhyun, Dr. Heechul segera menyerahkan sebuah map berwarna merah bata.

"Apa ini?"

"Lihatlah! Itu laporan perkembangan kondisi Yesung~sshi seminggu ini."

Kyuhyun pun segera membuka map itu dan membaca isinya dengan seksama. Matanya membulat ketika ia membaca kesimpulan laporan itu.

"Hyu.. ng? I..ini?"

"Eoh! Kondisi adikmu mengalami kemajuan Kyuhyun~sshi!"

Mata Kyuhyun mulai terasa panas, sebuah senyum kebahagiaan tergambar jelas dibibirnya, "hyung.. terima kasih! Aku harus segera menemui Yesung," Kyuhyun menepuk bahu Heechul.

Ia berjalan lebih cepat ke kamar Yesung, hatinya serasa terlepas dari satu per satu rantai kekhawatiran yang selalu mengikatnya. Bibirnya terus berterima kasih pada Tuhan.

"Yesung~ah!" Kyuhyun menghampiri tubuh Yesung dan langsung memeluknya dengan erat. "Hyung tau.. hiks.. hyung tau kau pasti akan kembali.. hiks.. tetaplah berjuang Yesung~ah, aku akan menunggumu disini.. hiks.."

Pagi itu Kyuhyun tak henti-hentinya menatap wajah Yesung. Ia terus menunggu Yesung untuk kembali membuka matanya. Entah kenapa dalam hatinya ia begitu yakin jika sebentar lagi Yesung akan kembali disampingnya, ia yakin.

###==Smile In Winter==###

Kyuhyun sedang melakukan pemeriksaan kepada salah satu pasiennya seperti biasa. Ia begitu tampan mengenakan setelan jas putih khas seorang dokter.

"Hyung, ayo kita belmain bola!" seorang anak kecil berusia 6tahunan nampak menggelayut manja pada lengan Kyuhyun yang sedang memeriksa tubuhnya.

"Aigoo Wookie~ya.. kita akan bermain sepuasnya asalkan kau sembuh, arraseo? Hyung pasti akan menemanimu bermain.." Kyuhyun sedikit menunduk untuk menyamakan tingginya dengan anak tersebut.

"Janji?" anak bernama Wookie itu mengacungkan jari kelingkingnya pada Kyuhyun.

"Heum, janji.." Kyuhyun mengaitkan jari kelingkingnya pada tangan mungil Wookie.

"Tapi hyung juga halus mengajak adik hyung kalau dia cudah cembuh!"

Kyuhyun terdiam untuk sesaat, "eoh, hyung pasti mengajaknya." Namja berambut ikal itu memeluk tubuh mungil dihadapannya. Ia tak mau Wookie melihatnya berbohong. Sejujurnya ia tak yakin apakah dapat memenuhi janjinya pada Wookie.

"Kyuhyun~sshi! Yesung~sshi sudah sadar!" tiba-tiba saja Dr. Leeteuk masuk ke kamar Wookie. Kyuhyun yang mendengar nama adiknya disebut-sebut segera menoleh ke sumber suara.

"Mwo?!"

"Yesung~sshi! Dia membuka matanya! Aku baru saja akan memeriksanya dan begitu kulihat dikamarnya ia terbangun!"

"Benarkah?! Suster! Tolong jaga Wookie sebentar!" Kyuhyun bergegas menuju kamar Yesung tapi sebuah tangan kecil menahannya.

"Hyung, apa adikmu cudah cembuh?" tanya Wookie dengan polosnya.

"Eoh Wookie~ya, adik hyung sudah bangun dan hyung harus segera melihatnya, kau bisa menungguku eoh?"

Wookie mengangguk kecil membiarkan Kyuhyun pergi, "ajak dia belmain hyung!"

"Ne!" teriak Kyuhyun terakhir kalinya sebelum menghilang dari balik pintu kamar Wookie.

Kyuhyun segera menghampiri tubuh Yesung yang telah dikelilingi beberapa suster dan Dr. Kangin.

"Yesung~ah!" Kyuhyun tak memperdulikan orang disekitarnya. Dipeluknya tubuh Yesung begitu erat, seolah tak ada hari esok untuk melakukannya.

"Hyu..ng.."

Suara itu, setelah satu tahun akhirnya ia mendengar suara itu lagi. Air mata Kyuhyun telah lolos tak terkendali. Dipeluknya tubuh Yesung semakin erat.

"Kita biarkan mereka berdua.." Dr. Kangin memerintahkan para perawat yang ada diruangan tersebut untuk meninggalkan kedua kakak-beradik Kim. Dr. Kangin menutup pintu kamar Yesung. Sebuah senyum bahagia terpatri diwajahnya.

"Yesung~ah.. hiks.. hyung tau pasti kembali! Hiks.. hyung merindukanmu.."

"Na ddo hyung.." Yesung ikut menangis setelah dapat melihat hyungnya kembali.

"Terima kasih Yesung~ah.. terima kasih karena kau mau kembali.." Kyuhyun melepaskan pelukannya.

"Hyung.." Yesung menatap kakaknya lekat-lekat. Ia gerakan tangan mungilnya untuk menyentuh wajah Kyuhyun. "Apa kau seorang dokter?"

Kyuhyun tersenyum, "eoh, aku menjadi dokter untukmu Yesung~ah.."

"Kau tampan seperti ini hyung.."

"Kau lebih tampan Yesung~ah.." Kyuhyun kembali menarik tubuh Yesung dalam dekapannya.

'Terima kasih telah mengembalikannya padaku Tuhan, terima kasih..'

Setelah mengetahui Yesung terbangun, Kyuhyun segera memberitahu Mrs. Kim dan Eun Hae. Kedua wanita itu juga merasa bahagia yang luar biasa mendengar kabar baik dari Kyuhyun. Mrs. Kim yang sedang berada di Jeju pun segera terbang kembali ke Seoul untuk melihat anak bungsunya yang sangat ia rindukan.

###==Smile In Winter==###

Yesung bangun. Setelah hampir 12 bulan namja itu tertidur, akhirnya mereka dapat melihat namja itu tertawa kembali. Ia telah menjadi Yesung yang dulu.

"Hyung, apa kau pacaran dengan Eun Hae?"

"Mwo?" Kyuhyun dan Eun Hae berucap bersamaan mendengar celotehan Yesung. Eun Hae bahkan sampai tersedak roti isi yang sedang ia makan. Kyuhyun segera memberikan air putih pada gadis itu.

"Yesung~ah!"

"Wae? Bukankah kau masih menyukai hyungku?" Yesung melakukan mehrong pada Eun Hae.

Eun Hae hanya bisa ber-blush-ing ria mendapat ledekan Yesung.

"Kami tidak pacaran Yesung~ah.." sahut Kyuhyun dengan nada yang dibuat sesantai mungkin.

"Mwo? Jadi kalian belum jadian? Tapi kenapa?"

"Kami tak berpikir untuk melakukannya Yesung~ah.."

Yesung menyadari ekspresi Eun Hae berubah mendengar ucapan Kyuhyun. Sepertinya sampai sekarang gadis itu masih berharap pada hyungnya.

"Gotjimalyo hyung.." Yesung menekan bahu Kyuhyun yang duduk disampingnya. "Aku sekarang baik-baik saja.. sungguh.."

Kyuhyun menyelami kedua iris adiknya. Tak bisa ia pungkiri jika hatinya memang masih menginginkan Eun Hae hingga hari ini.

Yesung menyatukan tangan Kyuhyun dan Eun Hae. Ia bisa melihat kedua insan itu nampak canggung dan malu-malu. Yesung terkekeh, "kkkk.. hari ini, demi aku, maukah kalian saling bertukar kasih sayang satu sama lain? Jadilah pasangan yang paling bahagia di dunia.. untukku.."

Eun Hae dan Kyuhyun bertukar pandang, mereka menatap Yesung bersamaan.

"Aku sungguh-sungguh.. aku sudah tidak apa-apa sekarang.."

Setelah berpikir cukup keras, Kyuhyun mengangguk. Ia menyetujui permintaan Yesung.

"Nah gitu hyung! Sebagai pria kau harus gentle! Kkk~" Yesung berdiri dari posisi duduknya.

"Kau mau kemana?" tanya Kyuhyun

"Aku ingin membaca komik sekaligus memberi waktu kencan pertama kalian.. kkkk.." Yesung segera berlari keluar rumah.

"Jangan terlalu lama di luar! Musim salju tidak baik untuk tubuhmu!"

"Ne!" teriak Yesung sambil berlari kecil ke halaman belakang.

Dari posisinya sekarang Yesung bisa melihat Kyuhyun dan Eun Hae malu-malu bahkan untuk berpegangan tangan.

"Yakk hyung! Kau harus lebih gentle!" teriak Yesung.

"YAKK! Aku sudah cukup gentle!" Kyuhyun balas berteriak. Wajahmu bersemu merah setelah itu.

"Kkkk.." Yesung tertawa kecil melihat hyungnya berubah drastis. 'Dasar pengecut..kkk~' gumamnya.

Yesung yakin yang ia lakukan sekarang sudah benar. Ia tak bisa terus menghalangi dua orang yang ia cintai untuk bahagia.

Yesung menyandarkan tubuhnya pada batang pohon oak dibelakangnya. Menggunakan sebatang kayu bulat sebagai alas duduknya.

"Kurasa aku butuh istirahat sekarang.. aku lelah.." mata Yesung kembali terpejam. Hembusan angin yang berhembus diam-diam menerbangkan anak-anak rambut yang menutupi keningnya. Sebuah senyum perlahan mengantarkan Yesung untuk tidur.

.

.

###==END==###

.

.

Ternyata masih ada yang berminat cerita ini. Hhehe chap 2 sudah aku update cepet tapi mian karena ini juga sudah end ^^ #dirajam

Apa menurut kalian menarik walau cuma dua chap? Review juseyoo

Thanks to^^

Rahma94: sudah dilanjut ne.. aku juga :3

dyayudya: dilanjut kok, end malah hehe alasan? karena trkdg Kyu bersikap lebih mainly dri yesung. muka yesung jg kdg lebih imut dari kyu.. itu aja sih :3

Hanna Byun: endingnya bisa ditentukan readers, mau anggep happy/sad :3 neee~ gomawo

erka: jinjja? berarti kita berteman di fb kah? ._.

jeremy kim84: hehe sudah dilanjut. seminggu dihitung kilat g yah? wkwkw reviewnya masuk semua kok, gomawo :)

Cloud: sudah ne~

Mylovelyyeye: ne, sudah :)

cici panda: ne ~ author lebih kangen yesung #eh

lestari: siap, sudah dilanjut ~

harpaairiry: sudah ne ^^ gomawo