I need to stop - Chapter 2

Genre(s) : drama, romance, angst, depressed, life, hurt.

.

Baekhyun tak pernah berbicara dengan ku, tetapi ia selalu menanggapi ucapan ku. Ia lebih suka mendengarkan, dan ia tidak acuh.

Aku tak tau apa yang membuat Baekhyun berhenti untuk berbicara dan lebih memilih untuk berteman dengan ku, Freaks of School. Dia jadi ikut terseret dengan sebutan itu sejak berteman dengan ku. Baekhyun cukup populer saat ia menjadi anak laki-laki yang ceria dan menyenangkan. Hingga saat ini ia tetap menyenangkan (hanya saja ia tidak menunjukkannya ke semua orang) dan populer karena perubahannya.

Baiklah, ku akui. Aku menyukai Baekhyun, aku naksir Baekhyun sudah sejak lama. Di saat teman-temannya membully ku, ia tidak melakukannya. Ia ramah dengan semua orang, termasuk aku, sebelum ia berubah. Dan sepertinya doa-doa ku telah di jawab oleh Tuhan, Baekhyun bisa dekat dengan ku. Bukan berarti aku senang dengan perubahan Baekhyun, aku cukup prihatin karena Baekhyun selama ini hanya terlihat ketakutan.

Aku bersumpah Baekhyun akan bertingkah dalam artian pucat, gemetaran, dan berkeringat dingin saat gerombolan chaebol melewati kami. Ini sudah terjadi berkali-kali. Gerombolan chaebol ; Kai, Chanyeol, Sehun, Kris, dan Suho. Semua siswa takut dengan mereka, tetapi tidak setakut Baekhyun.

Maka dari itu, saat Baekhyun menggenggam tangan ku erat, aku hanya dapat memeluknya. Badannya benar-benar bergemetar. Dan itu membuat ku ingin menangis karena keadaannya.


"Baekhyun," panggil ku saat kami sedang menikmati jam istirahat di depan gudang sekolah. Ia menoleh dengan wajahnya yang manis, "Kau mau coklat?"

Baekhyun menggeleng sambil tersenyum sangat manis, lebih manis dari coklat yang sering di berikan Jessica saat ia pulang dari keliling dunia.

"Kau kadang mengingatkan ku dengan boo boo, anjing milik Jessica." Ujar ku sambil menatap matanya. Ia terkekeh pelan, menampakkan matanya yang melengkung ke atas seperti bulan sabit. Lalu ia meninju pelan lengan ku, dan ku balas dengan kekehan pelan.

Di saat seperti inilah aku sadar, dia tidak tertarik dengan ku. Saat ku tatap matanya, ia tidak menganggap ku lebih dari seorang teman. Well, walaupun aku sempat menginginkan lebih -tetapi tidak. Aku bukan tipikal anak yang suka memaksa. Aku sudah cukup senang Baekhyun ingin berteman dengan ku. Mengerti dengan segala macam keanehan ku, dan itu sudah cukup.

Atau mungkin dia memang tidak tertarik dengan perempuan. Maksud ku, aku bukannya ingin menghinanya. Orientasi seksual bukanlah penghinaan. Aku hanya memperhatikan gerak-geriknya, ia begitu takut saat anak laki-laki lain menyentuhnya secara tak sengaja. Dan aku pernah menangkapnya bertatap mata dengan salah satu anak dari gerombolan chaebol. Sisanya hanya dari insting ku. Aku cukup baik dalam insting.

Gay ataupun lesbian bukan masalah untuk ku. Kalaupun Baekhyun memang memiliki ketertarikan dengan sesamanya, tidak apa-apa. Itu pilihannya, yah, sejujurnya aku agak patah hati. Tetapi masalahnya adalah tidak semua orang berpikiran sama dengan ku, walaupun gay sudah legal di negara ini.

Soal Baekhyun yang pernah bertatap mata dengan salah satu anak gerombolan chaebol, aku yakin dia ada hubungannya dengan Baekhyun yang memutuskan berhenti untuk berbicara.


Aku menghampiri Baekhyun di depan gudang sekolah setelah kelas geografi ku.

"Kau dari kelas apa?" Tanya ku pada Baekhyun. Baekhyun menunjukkan buku paket bertuliskan mathematics dengan wajah lesu.

Aku memasang mimik wajah sedih, tak benar-benar sedih sebenarnya karena aku menyukai math dan aku cukup baik dalam bidang itu.

"Pasti kau menderita." Ucap ku dengan prihatin. Baekhyun mengangguk dengan wajah lesunya, lalu merubah ekspresi wajahnya dengan seringaian saat melihat pakaian ku.

Aku tersenyum senang saat ia menyadari dress yang ku pakai hari ini. Dress itu panjang selutut dengan bagian lengan panjang sedikit lebar dan sangat sederhana. Warnanya juga sederhana, bagian lengan berwarna ungu dan sisanya berwarna putih. Ku padukan dengan sepatu kets warna ungu. Mungkin terlihat aneh, tetapi aku suka.

"Jessica yang memberikan ini. Terlihat baik?" Tanya ku lagi sambil memutar badan ku, menyombongkan dress ku.

Baekhyun tersenyum lebar, ia mengangguk setuju sambil mengacungkan kedua jempolnya. Aku cukup senang sampai-sampai aku tertawa sendiri.

Bruk!

Seseorang menabrak ku hingga terjatuh. Baekhyun membantu ku untuk berdiri, lalu seseorang itu mendorong ku lagi dan kali ini Baekhyun ikut terdorong.

"Merasa cantik huh?" Kata orang itu, Park Chanyeol, bersama dengan Kai. Aku hanya menundukkan wajah ku, berusaha untuk berdiri. Tapi Chanyeol mendorong ku lagi.

"Akan lebih cantik jika seperti ini," tambah Kai sambil berusaha menaikkan rok dress ku. Aku mencoba untuk mencegahnya, lalu Baekhyun berdiri di atas ku, melindungi ku sambil bergemetar. Wajahnya kembali pucat dan ketakutan.

Chanyeol dan Kai menyeringai jahat. Aku tak tau apa yang harus ku lakukan. Kai mundur, terlihat tak ingin ikut campur. Dan disana aku melihat Chanyeol berdiri di hadapan Baekhyun, sangat dekat, hampir menciumnya. Tatapan matanya melunak. Chanyeol mengelus pipi Baekhyun dengan sangat hati-hati, seperti Baekhyun adalah barang yang mudah pecah.

Aku ingin menangis saat melihat Baekhyun yang begitu menyedihkan. Wajahnya pucat, ia ketakutan.

"K-kau sudah b-berjanji..." untuk pertamakalinya selama enam bulan kami berteman, Baekhyun mengeluarkan suaranya. Ia mengeluarkan suaranya untuk seorang bajingan kaya, playboy, dan binatang seperti Park Chanyeol.

Chanyeol kembali memiringkan senyumannya. Lalu mengacak-acak rambut halus milik Baekhyun, seolah-olah mereka sudah akrab. Dan keajaiban, Chanyeol beserta Kai meninggalkan kami.

Aku masih dalam posisi ku, terlihat tak percaya. Baekhyun menoleh ke arah ku, membuat hati ku hancur. Baekhyun menangis.

"Maafkan aku, maaf," ucapnya sebelum pergi meninggalkan ku yang masih syok.

Ingat dengan salah satu kejadian dimana aku pernah menangkap Baekhyun bertatap mata dengan salah satu anak dari gerombolan chaebol? Ya, itu Park Chanyeol.

-tbc-

A/n : full of krystal's pov. Maaf jika tidak memuaskan. Thanks for reading! Dan terimakasih dengan reviewnya kawan, itu sangat membantu :)

Homechorom . Wordpress . Com adalah blog saya, jika ada yang berkenan ayo mengunjungi blog saya hohoho